Anda di halaman 1dari 13

SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

Disusun sebagai Persyaratan Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara

Dibawah Asuhan

Dr. Laurensius Arliman S SH

MH,.,MM.,M.Pd.,M.IKom.,M.Si.,M.Kn

Oleh:

Nama : Wulandari Ramadani

BP : 221000360432

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS EKASAKTI
PADANG
2023
KATA PENGANTAR

Puji rasa syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena tanpa iradahnya penulisan
karya tulis ini tidak mungkin selesai tepat pada waktunya. Sholawat serta salam semoga
selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta para keluarganya, para sahabat, dan
seluruh umatnya yang selalu setia dalam menjalankan sunnahnya.

Maksud dan tujuan makalah ini adalah untuk memenuhi Persyaratan Ujian Tengah
Semester Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara. Makalah ini disajikan dalam bentuk
yang sederhana dengan harapan dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis dan bagi para
pembaca pada umumnya.

Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan beberapa referensi dan tidak
memindahkan begitu saja dari internet. Hal ini dilakukan agar penulis dapat memahami
materi tersebut dan menjadi bahan ajar untuk pengembangan diri penulis.

Dalam penulisan makalah ini, penulis masih dalam tahap belajar tentu masih banyak
kekurangan, maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari pembaca agar dalam makalah selanjutnya penulis dapat menyajikan dalam bentuk yang
lebih baik.

Penulisan makalah ini tidak mungkin dapat terealisasikan tanpa bantuan dan dorongan
dari pihak-pihak tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini
izinkan lah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada : Bapak Dr.
Laurensius Arliman S SH MH,.,MM.,M.Pd.,M.IKom.,M.Si.,M.Kn sebagai dosen pengajar
mata kuliah Hukum Administrasi Negara, Kepada kedua orang tua dan juga rekan-rekan
kelas yang selalu mendukung. Demikian pengantar dari penulis, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Padang, 27 Mei 2023

Penulis

TTD

WULANDARI RAMADANI

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................1

DAFTAR ISI..........................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................3

1.1 Latar Belakang............................................................................................3


1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan.........................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................4

2.1 Pengertian Sumber Hukum........................................................................4

2.2 Sumber Hukum HAN................................................................................4

a. Sumber Hukum Materiil........................................................................4

b. Sumber Hukum Formil..........................................................................6

c. Perkembangan HAN sebagai Sumber Hukum......................................8

d. Asas-asas Sistem Hukum HAN............................................................9

BAB III PENUTUP..............................................................................................10

3.1 Kesimpulan...............................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................11

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Hukum pada dasarnya menjadi acuan dalam mengatur segala permasalahan yang ada.
Adapun hukum ini digunakan tidak saja mengatur menyelesaikan permasalahan semata tetapi
juga menjadi acuan kehidupan dalam bermasyarakat. Pembuatan hukum dalam hal ini
membutuhkan bahan atau dengan kata lain membutuhkan sumber. Terkait dengan sumber
hukum yang menjadi pokok permasalahan yang diangkat dalam makalah ini tidak dapat
dikatakan sembarangan. Sumber hukum yang menjadi bahan hukum ini digali dari
karakteristik bangsa Indonesia dan beberapa kontribusi hukum dari bangsa penjajah.Adanya
kontribusi ini tidak terlepas dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing. Pada dasarnya
pemilihan sumber acuan ini juga telah dipirkandengan matang antara lain sifatnya yang
berusaha mengikuti perkembangan zaman. Dengan adanya sumber hukum yang jelas sudah
tentu hukum yangdihasilkan juga menjadi berbobot. Sumber hukum administrasi negara
padanantinya akan digunakan acuan dalam segala sesuatu terkait administrasi Negara.

1.2 Rumusan Masalah.

Untuk memudahkan dalam proses penulisan, penulis membagi ke dalam beberapa


macam rumusan masalah, yaitu sebagai berikut :

1. Apa itu sumber hukum ?


2. Apa saja sumber Hukum Administrasi Negara?
1.3 Tujuan Penulisan.

Agar penulis dan pembaca dapat memahami apa itu sumber hukum danapa saja yang
menjadi sumber hukum HAN.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sumber Hukum.

 Menurut Danang Tunjung Laksono, Sumber Hukum adalah sesuatu yang


menimbulkan aturan hukum dan ditentukan aturan hukum itu. Menurut Prof.
Soedikno ada beberapa arti sumber hukum sebagai asas hukum, hukum terdahulu
yang memberi bahan, dasar berlakunya, tempat mengetahui hukum dan sebab yang
menimbulkan hukum.
 Zevenbergen menyatakan sumber hukum adalah sumber terjadinyahukum; atau
sumber yang menimbulkan hukum. Sedangkan C.S.T. Kansil menyebutkan bahwa
yang dimaksud dengan sumber hukum ialah, segala apa saja yang menimbulkan
aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan
yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata.
 Menurut Achmad Ali sumber hukum adalah tempat di mana kita dapat menemukan
hukum. Namun perlu diketahui pula bahwa adakalanya sumber hukum juga sekaligus
merupakan hukum, contohnya putusan hakim. Berbagai pendapat ahli dapat
disimpulkan bahwa Sumber hukum ialah segala sesutau yang menyebabkan terjadinya
hukum dengan segala aturan-aturan hukumnya.

2.2 Sumber Hukum administrasi negara ada dua (2) dari :


A. Sumber Hukum Materiil.
Sumber hukum materiil adalah faktor-faktor masyarakat yang mempengaruhi
pembentukan hukum (pengaruh terhadap pembuatan undang-undang, pengaruh
terhadap keputusan hakim, dan sebagainya). atau faktor-faktor yang ikut
mempengaruhi materi dari aturan-aturan hukum, atau tempat dari mana materiil
hukum itu diambil. Sumber hukum materiil ini merupakan faktor yang membantu
pembentukan hukum. Dalam berbagai keputusan hukum ditemukan bahwa sumber-
sumber hukum materiil ini terdiri dari tiga jenis yaitu sebagai berikut :

4
1. Sumber Hukum Historis.
Dalam arti historis, pengertian sumber hukum memiliki dua arti yaitu :
 sebagai sumber pengenalan (tempat menemukan) hukum pada saat
tertentu.
 sebagai sumber dimana pembuat undang-undang mengambil bahan
dalam membentuk peraturan perundang-undangan.

Dalam arti yang pertama, sumber hukum historis meliputi undang-undang,


putusan-putusan hakim, tulisan-tulisan ahli hukum, juga tulisan-tulisan yang tidak
bersifat yuridis sepanjang memuat pemberitahuan mengenai lembaga-lembaga
hukum. Adapun dalam arti kedua, sumber hukum historis meliputi sistem-sistem
hukum masa lalu yang pernah berlaku pada tempat tertentu seperti sistem hukum
Romawi, sistem hukum Perancis, dan sebagainya. Di samping itu juga dokumen-
dokumen dan surat-surat keterangan yang berkenaan dengan hukum pada saat dan
tempat tertentu.

2. Sumber Hukum Sosiologis.

Sumber hukum dalam pengertian ini meliputi faktor-faktor sosial yang


mempengaruhi isi hukum positif. Artinya peraturan hukum tertentu mencerminkan
kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Dalam pengertian sumber hukum ini,
pembuatan peraturan perundang-undangan harus pula memperhatikan situasi sosial
ekonomi, hubungan sosial, situasi, dan perkembangan politik dan perkembangan
internasional. Karena faktor-faktor yang mempengaruhi isi peraturan itu begitu
komplek, maka dalam pembuatan peraturan diperlukan masukan dari berbagai disiplin
keilmuan, dengan kata lain melibatkan ahli ekonomi, sejarahwan, ahli politik,
psikolog, dan sebagainya, disamping ahli hukum sendiri.

3. Sumber Hukum Filosofis.

Sumber hukum dalam arti filosofis memiliki dua arti:

 Sebagai sumber untuk isi hukum yang adil.


 sebagai sumber untuk mentaati kewajiban terhadap hukum.

5
Menurut Sudikno Mertokusumo, mengenai sumber isi hukum; disini
ditanyakan isi hukum itu asalnya dari mana. Ada tiga pandangan yang
mencoba menjawab pertanyaan ini yaitu :

 Pandangan theocratis, menurut pandangan ini isi hukum berasal


dari Tuhan.
 Pandangan hukum kodrat, Menurut pandangan ini isi hukum
berasal dari akal manusia.
 Pandangan mazhab historis, menurut pandangan ini isi hukum
berasal dari kesadaran hukum.

Sedangkan sumber kekuatan mengikat dari hukum, bukan semata-mata


didasarkan pada kekuatan yang bersifat memaksa, tetapi karena kebanyakan
orang didorong oleh alasan kesusilaan atau kepercayaan. Kesusilaan atau
kepercayaan merupakan nilai-nilai bagi masyarakat. Di samping nilai-nilai
lain seperti kebenaran, keadilan, ketertiban, kesejahteraan, dan nilai-nilai
positif lainnya, yang umumnya menjadi cita hukum dari masyarakat yang
bersifat filosofis. Dengan kata lain, sumber hukum filosofis mengandung
makna agar hukum sebagai kaidah perilaku memuat nilai-nilai positif tersebut.

B. Sumber Hukum Formil.

Sumber hukum formil yaitu berbagai bentuk aturan hukum yang ada, karena
kita hanya memandang mengenai cara dan bentuk yang melahirkan hukum positf,
tanpa mempersoalkan dari mana isi peraturan hukum itu.Sumber hukum formal
diartikan juga sebagai tempat atau sumber dari mana suatu peraturan memperoleh
kekuatan hukum. Ini berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan
peraturan hukum itu formal berlaku. Sumber hukum administrasi negara dalam
arti formal ini terdiri dari peraturan perundang-undangan, praktek administrasi
negara atau hukum tidak tertulis, yurisprudensi, dan doktrin

1. Peraturan Perundang-undangan.

Undang-undang merupakan sumber hukum yang paling penting dalam


hukum administrasi negara.

6
Secara formal undang-undang adalah peraturan hukum yang dibuat oleh
lembaga legislatif, yang di Indonesia dibuat bersama-sama dengan lembaga
eksekutif.

Menurut P.J.P. Tak, undang-undang adalah produk dari pembuatan


undang-undang dan sebagai sumber hukum dalam arti formal yang berlaku
umum, memuat peraturan hukum yang mengikat warga negara. Undang-
undang dianggap sebagai sumber hukum paling penting, karena terutama bagi
negara hukum demokratis yang menempatkan undang-undang sebagai
pengejawan tahan aspirasi rakyat yang diformalkan, juga karena berdasarkan
undang-undang ini pemerintah memperoleh wewenang utama untuk
melakukan tindakan hukum tertentu atau wewenang untuk membuat peraturan
perundang-undangan tertentu.

2. Praktek Administrasi Negara/Hukum Tidak Tertulis.

Administrasi negara dapat mengambil tindakan-tindakan yang dianggap


penting dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, meskipun belum ada
aturannya dalam undang-undang. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh
administrasi negara ini akan melahirkan hukum tidak tertulis atau konvensi,
jika dilakukan secara teratur dantanpa keberatan atau banding dari warga
masyarakat. Hukum tidak tertulis yang lahir dari tindakan hukum administrasi
negara inilah yang dapat menjadi sumber hukum dalam arti formal dalam
rangka pembuatan peraturan perundang-undangan dalam bidang hukum
admnistrasi negara.

3. Yurisprudensi

Yurisprudensi berasal dari bahasa latin ”Jurisprudentia” yang berarti


pengetahuan Hukum atau Rechtsgeleerdheid. Dalam pengertian teknis,
yurisprudensi itu dimaksud sebagai putusan badan peradilan (hakim) yang
diikuit secara berulang-ulang dalam kasus yang samaoleh para hakim lainnya
sehingga dapat pula disebut “Rechtersrecht ” atau ciptaan Hakim atau
peradilan.

7
Yurisprudensi dapat menjadi sumber hukum bagi hukuma dmnistrasi
negara, itulah sebabnya A.M. Donner, sebagaimana telah disebutkan,
menganggap hukum administrasi memuat peraturan-peraturan yang dibentuk
oleh pembuat undang-undang, juga dibentuk oleh hakim. Barang kali
keberadaan yurisprudensi dalam hukum administrasi negara jauh lebih banyak
dibandingkan dengan hukum yang lain, sehubugan dengan dianutnya asas
hakim aktif dan ajaran pembuktian babas dalam hukum acara peradilan
administrasi negara, sehingga yurisprudensi akan menempati posisi penting
dalam melengkapi dan memperkaya hukum administrasi negara.

4. Doktrin

Meskipun ajaran hukum atau pendapat para sarjana hukum tidak memiliki
kekuatan mengikat, namun pendapat sarjana hukum ini begitu penting bahkan
dalam sejarah pernah terdapat ungkapan bahwa orang tidak boleh
menyimpang dari pendapat umum para ahli hukum.

Sepanjang sejarah pemikiran dan pembantukan hukum, keberadaan


pendapat para ahli hukum yang berpengaruh memiliki posisi strategis karena
teori-teori yang dilahirkannya menjadi sumber inspirasi bagi para pembentuk
peraturan perundang-undangan dan putusan para hakim. Menurut SF. Marbun
dan Moh. Mahfud “doktrin atau pendapat para ahli dapat menjadi sumber
hukum formal hukum administrasi negara, sebab para ahli itu dapat
melahirkan teori-teori dalam lapangan hukum administrasi negara yang
kemudian dapat mendorong timbulnya kaidah-kaidah hukum admnistrasi
negara”.

Menurut Mochtar Kusumaatmadja dan B. Arief Sidarta ;”karena bukan


merupakan sumber langsung bagi keputusan, melainkan membantu hakim
dalam mengambil keputusan, maka pendapat sarjana hukum terkemuka atau
„doktrin‟ itu merupakan sumber tambahan”.

C. Perkembangan HAN ada dua bentuk sejarah sebagai sumber hukum, yaitu :
 UU dan sistem hukum tertulis yang berlaku pada masa lampau di suatu
tempat.

8
Karena terdapat unsur yang dianggap baik maka oleh pemerintah dapat
dijadikan materi pembuatan peraturan perundang-undangan dan
diberlakukan sebagai bahan untuk hukum positif. Contoh: hukum
romawi – > hukum prancis – > hukum belanda – > hukum hindia
belanda – > hukum indonesia.
 Dokumen-dokumen yaitu dokumen-dokumen dari suatu masa hingga
diperoleh gambaran tentang hukum yang berlaku di masa itu yang
mungkin dapat diterima untuk dijadikan bahan hukum positif untuk
saat sekarang. Contoh: prasasti majapahit tentang sumpah palapa
Gajah mada berbunyi “bhinneka tunggal ika”.
D. Asas-Asas Sistem Hukum Adminisrasi Negara.
Sistem Hukum Administrasi Negara harus dapat menjamin danmenjalankan
pelaksanaan asas-asas hukum sebagai berikut:
1. Asas-asas pancasila, dan Undang-undang dasar 1945.
2. Asas-asas Wawasan Nusantara.
3. Asas-asas Ketahanan Nasional.
4. Asas-asas Kedaulatan Negara.
5. Asas-asas Negara Hukum.
6. Asas-asas Berhati-hati dalam penggunaan kekuasaan negara.
7. Asas-asas ketelitian dan kesungguhan hati dalam mengurus
kepentingan para warga masyarakat.
8. Asas-asas kesaksamaan dan kejujuran dalam mengambil keputusan
terhadap permohonan para warga masyarakat.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan.

Sumber hukum materiil adalah faktor-faktor masyarakat yang mempengaruhi


pembentukan hukum (pengaruh terhadap pembuat undang-undang, pengaruh terhadap
keputusan hakim, dan sebagainya), atau faktor-faktor yang ikut mempengaruhi materi dari
aturan-aturan hukum, atau tempat dari mana materiil hukum itu diambil. Disamping
digunakan dalam berapa arti, masing-masing orang akan memandang hukum dan sumber
hukum secara berbeda-beda, sesuasi dengan kecenderungan dan latar belakang pendidikan
dan keilmuannya. Para sosiologi akan melihat hukum dan sumber hukum yang berbeda
dibandingkan dengan para filosof, sejarawan atau ahli hukum, dan pula sebaliknya. Sumber
hukum formal yaitu berbagai bentuk aturan hukum yang ada,karena kita hanya memandang
mengenai cara dan bentuk yang melahirkanhukum positf, tanpa mempersoalkan dari mana isi
peraturan hukum itu.

Sumber hukum formil adalah tempat atau sumber dari mana suatu peraturan
memperoleh kekuatan hukum. Ini berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan
peraturan hukum itu formal berlaku. Sumber hukum administrasi negara dalam arti formil ini
terdiri dari peraturan perundang-undangan, praktek administrasi negara atau hukum tidak
tertulis, yurisprudensi, dan doktrin.

10
DAFTAR PUSTAKA

N.E.Algra, et.Al.,1983. Mula Hukum. Bina Cipta, Bandung. SF. Marbun dan Moh.
Mahfud. Pokok-pokok Hukum Administrasi Negara.

Dr. Ridwan.HR.2014. Hukum Administrasi Negara. Raja Grafindo, Jakarta. Sudikno


Mertokusumo Mengenal Hukum (Suatu Pengantar).

Paulus E. Lotulung,.1994. Yurisprudensi dalam perspektif perkembangan hukum


Administrasi Di Negara Indonesia. Pakuan.Bogor.

Mochtar Kusumaatmadja dan Arief Sidharta. Pengantar Ilmu Hukum.

Buku/Artikel:

1. N.E.Algra, et.Al., Mula Hukum. 1983. Bina Cipta,Bandung. Hlm. 16.


2. SF.Marbun dan Moh. Mahfud, Loc. Cit., Hlm.21.
3. Dr. Ridwan.HR.2014. Hukum Administrasi Negara. Raja Grafindo, Jakarta. Hlm.58
4. Sudikno Mertokusumo,op.cit.,hlm.71.
5. Paulus E. Lotulung,.1994. Yurisprudensi dalam perspektif perkembangan hukum
Administrasi DiNegara Indonesia.Pakuan.Bogor. hlm.3.
6. L.J. Van Apeldorn,op.cit.,hlm.135.
7. SF.Marbun dan Moh. Mahfud,op.cit.,hlm.38-39.
8. Mochtar Kusumaatmadja dan Arief Sidharta,op.cit.,hlm.72.

11

Anda mungkin juga menyukai