Anda di halaman 1dari 7

Asuhan Keperawatan

Pengkajian I. Nama Usia Agama Alamat Identitas : An.A : 9 th : (tidak dikaji) : (tidak dikaji)

Diagnosis Medis : KEP

II.

Keluhan Utama : sering buang air besar 5-6 kali per hari

III.

Riwayat Kesehatan Sekarang : klien mengeluh sering bab 5-6 kali sehari sejak 2 minggu terakhir

IV.

Riwayat Kesehatan Lalu : dalam 3 bulan terakhir tidak bersekolah lagi karena kesulitan berjalan akibat kelelahan dan sulit berkonsentrasi

V. VI.

Riwayat Kesehatan Keluarga : tidak dikaji Sosial Ekonomi Lingkungan : klien tinggal dilingkungan padat penduduk, rumahnya seluas 42m2, ayah klien bekerja tidak menentu tetapi sering jadi buruh di pasar, sedangkan ibunya sesekali menerima cucian orang lain

VII.

Biopsikososial : Psikologi : saat dilakukan pengkajian klien slalu melihat ke arah ibunya dengan mimik muka mau menangis.Tidak mempunyai keinginan apapun, cengeng Sosial : Tidak mau bergaul dengan teman sebaya dan tampak pendiam Spiritual : tidak dikaji Biologi : rambut kusam dan kering, kulit kering dan ada garis yang mendalam. Mata sayu dan sembab. Perut buncit, kaki bengkak

VIII.

Pemeriksaan Fisik : Inspeksi : rambut kusam dan kering, kulit kering dan ada garis yang mendalam. Mata sayu dan sembab. Perut buncit, kaki bengkak Palpasi : hepar membesar 1-2cm, suhu rabaan dingin Perkusi : tidak dikaji Auskultasi : tidak dikaji TB: 135cm

TTV : BB= 20 kg IX.

Pemeriksaan Diagnostik Hb : 8,7 Gula darah : 52% K : 3mEq/l Mg : 1 mEq/l

Intervensi Keperawatan DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN

INTERVENSI Mandiri : - pantau ttv klien -

RASIONAL haluaran dapat asupan mungkin tidak unruk

melebihi

Kekurangan volume cairan b.d output cairan yang berlebihan d.o klien mengeluh BAB sering 5-6 kali sehari, Mg : 1 mEq/L K : 3 mEq/L Kulit kering, kusam, edema

tupan : frekuensi - pantau asupan oral yang BAB normal sesuai kebutuhan sudah

kembali (1 kali/ - pantau haluaran urine, memadai hari)

dengan pastikan produksi urine mengompensasi kehilangan cairan

konsentrasi lunak normal , nilai elektrolit pantau

haluaran yang tidak disadari

kembali normal

cairan saat buang air dapat besar dan frekuensi meningkatkan laju filtrasi glomerulus,

tupen 1x24

dalam BAB

jam - timbang bb setiap hari akibatnya BAB pada waktu yang sama pengeluaran (2-3 dan pakaian sama urine

frekuensi menurun kali/ hari) ,

jadi tidak memadai

- menjelaskan bahwa untuk minuman dan makanan membersihkan tertentu, mis kopi, the, produk buangan

anggur menyebabkan kehilangan (diuretik) berikan

dapat sehingga

terjadi

peningkatan kadar cairan urea,nitrogen, dan elektrolit darah asupan - pengukuran berat

makanan dan minuman badan setiap hari dalam wadah yang dapat mendeteksi

menarik perhatian anak Kolaborasi pantau

adanya kehilangan cairan

hasil -

agar

dapat bb

pemeriksaan elektrolit berikan

memantau

tambahan secara efektif maka dilakukan pada

cairan sesuai indikasi

waktu yang sama dan pakaian yang sama - gula, alcohol, dan kafein yang banyak bertindak sebagai

anti diuretik yang akan menyebabkan peningkatan haluaran urine dan menyibabkan dehidrasi asupan protein tinggi

yang (adekuat) diperlukan

untuk

mempertahankan tekanan osmotic

yang normal makanan yang

diletakan di wadah yang tidak biasa

dapat meningkatkan nafdu makan anak Kolaborasi - pemantau nilai elektrolit diperlukan mengetahui keseimbangan elektrolit tubuh klien cairan parenteral membantu mengganti kehilanga cairan penggantian secara dapat dalam untuk

Mandiri : Tupan Ketidakseimbangan nutrisi b.d asupan nutrisi yang tidak adekuat d.o BB: 20 kg TB : 135 cm Kelemahan , kurang konsentrasi , rambut kusam, kerin, kulit kering dan garis mendalam Asupan adekuat ditunjukan BB anak oleh yang dengan nutrisi

Mandiri :

-kaji perbandingan TB -nutrisi dan BB menjelaskan menyediakan pent sumber energy,

ngnya

konsumsi membentuk dan proses

karbohidrat , protein, jaringan lemak, vitamin, mengatur

sesuai BMI Tupen :

mineral, cairan , yang metabolik tubuh adekuat (orang tua) factor-faktor nyeri ,

Dalam perawatan selama 1x 24 jam klien merasa lebih bertenaga, kebutuhan nutrisi terpenuhi

- tawarkan makanan seperti dalam jumlah sedikit, keletihan, tetapi sering,

bukan penggunaan dan dapat

banyak tetapi jarang, analgesic tawarkan makanan imobilitas menyebabkan

dalam keadaan dingin atur agar

porsi anoreksia kondisi yang

makanan tinggi kalori -

dan protein di sajikan lemah , lambat laun saat klien biasanya menurunkan keinginan dan klien untuk

merasa paling lapar tentukan

makanan kemampuan agar anoreksia

kesukaan

klien

makan tersebut dapat makan disajikan Kolaborasi pembatasan

asupan cairan saat membantu

- konsultasi dengan ahli makan

gizi untuk menetapkan mencegah distensi kebutuhan kalori harian lambung dan jenis makanan meningkat

yang sesuai bagi klien berikan

kemungkinan klien

vitamin untuk sesuai mengkonsumsi kalori dan protein yang adekuat - perencanaan diet berfokus upaya pada mencegah

tambahan indikasi

kelebihan nutrisi Kolaborasi - konsultasi dapat membantu menetapkan yang diet,

memenuhi

asupan kalori dan nutrisi optimal vitamin dapat pemberian tambahan membantu yang

meningkatkan tenaga klien

Mandiri : -kontak sering yang dilakukan Mandiri : pemberi oleh asuhan

-lakukan kontak yang menunjukan sering serta Tupan : Klien dengan klien penerimaan ia dapat dan

perlakukan

dengan perhatian yang meningkatkan rasa dapat hangat dan positif percaya diri klien

mengekspresikan pikiran gg. konsep diri b.d perubahan bentuk fisik d,o perut membuncit, saat di palpasi hepar membesar, anak pendiam, tidak mau bergaul dengan teman sebaya,cengeng pendapatnya,

- dorong klien untuk - mendorong klien untuk dan menyampaikan mengenai, perasaanya menjadi penyaluran dapat langkah yang

dan mengungkapkan perasaan

tidak cengeng dan pikirannya mau

bergaul kondisi,keajuan, pengobatan,dll berikan

dengan teman Tupen :

informasi aman untuk rasa dan takut dan frustasi dapat

Dalam 1x24 jam yang klien

terpercaya

dapat klarifikasi konsep yang kliendan salah diskusikan meningkatkan dengan kewaspadaan

mengutarakan

pendapatnya pada orang sekitarnya terutama orang perawat tua

di system klien

pendukung dirinya (ortu) tentang - partisipasi klien dalam nilai diri perawatan dan

pada perlunya dan menyampaikan dan arti klien

bagi perencanaan dapat mendukung koping

mereka

- lakukan penyuluhan yang positif kesehatan indikasi , sesuai - kunjungan yang sering dari orang yang klien membantu mendukung dapat klien

merasakan

bahwa

dia masih berharga dan diterima perawat harus

menempuh pendidikan yang

adekuat dan terus memperbaharui pengetahuan mereka. harus Perawat menjalani

pengawasan klinis yang teratur dan dukungan untuk

memastikan bahwa mereka memberikan perawatan terbaik yang dapat

Daftar Pustaka Carpenito,Lynda Juall.2009.Diagnosis Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinis. EGC:Jakarta.