Anda di halaman 1dari 42

TREATMENT MODALITAS

TUJUAN TREATMENT DASAR PEMILIHAN JENIS TREATMENT JENIS TREATMENT n TERAPI MUSIK n REMOTIVASI n TERAPI KELOMPOK n MILIEU TERAPI n LIFE REVIEW n TERAPI TERTAWA

TUJUAN TREATMENT
AGAR LANSIA DAPAT: 1. ADAPTASI TERHADAP SITUASI 2. LEBIH MAMPU MERAWAT DIRI SENDIRI 3. LEBIH BANYAK AKTIVITAS 4. LEBIH MANDIRI 5. MENUNDA DETERIORATION

TIDAK ADA PENDEKATAN YANG COCOK UNTUK SEMUA

DASAR-DASAR PEMILIHAN TREATMENT


1. 2. 3. 4. KEMAMPUAN KLIEN (FISIK, EMOSI, KOGNITIF) TUNTUTAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU LANSIA HARAPAN ORANG-ORANG TERDEKAT HARAPAN LANSIA TERHADAP DIRINYA SENDIRI QUALITY OF LIFE

I.
N N N N

TERAPI MUSIK

JENIS : MAIN MUSIK MENYANYI MENDENGARKAN PASIF, KEUNTUNGAN: ENERGI YANG DIKELUARKAN SEDIKIT TAK TERBATAS RUANG DAN WAKTU MURAH, MUDAH, TIDAK MEMBUTUHKAN KEAHLIAN.

PENGERTIAN TERAPI MUSIK (1)


1. PENGGUNAAN MUSIK SECARA TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI FISIK, PSIKOLOGIS, KOGNITIF, PERILAKU DAN FUNGSI SOSIAL. 2. SUATU BENTUK TERAPI DENGAN MENGGUNAKAN RANGSANG MUSIKAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN HUBUNGAN YANG TERAPEUTIK. 3. PENGGUNAAN MUSIK SECARA TERAPEUTIK DALAM RANGKA MEMPERBAIKI, MEMELIHARA, MENINGKATKAN STATUS FISIK DAN MENTAL.

PENGERTIAN TERAPI MUSIK (2)


JADI TERAPI MUSIK ADALAH PENGGUNAAN MUSIK SECARA TERAPEUTIK DALAM RANGKA MEMPERBAIKI, MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN STATUS FISIK, PSIKOLOGIK, KOGNITIF, PERILAKU DAN FUNGSI SOSIAL SERTA HUBUNGAN YANG TERAPEUTIK.

TUJUAN TERAPI MUSIK DAN MANFAAT TERAPI MUSIK PADA LANSIA (1)
1.

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN ORANG LAIN. MENINGKARKAN RASA KASINH SAYANG TERHADAP SESEORANG DAN LINGKUNGAN. 2. MEMBERIKAN RASA NYAMAN, MENGURANGI STRES, MENURUNKAN DEPRESI, MENURUNKAN KECEMASAN, KARENA MUSIK MEMILIKI EFEK SEDATIVA (MENENANGKAN). 3. MENGEKSPRESIKAN PERASAAN DAN MELEPASKAN TEKANAN EMOSIONAL YANG DIHADAPI. DAMPAK DAN SUASANA HATI RANGSANG BUNYI MEMPENGARUHI SISTEM ENERGI TUBUH TERKAIT ERAT DENGAN EMOSI

TUJUAN TERAPI MUSIK DAN MANFAAT TERAPI MUSIK PADA LANSIA (2)
4. MENINGKATKAN KONTROL DIRI DAN PERASAAN BERHARGA PENYALURAN HOBY MERASA BERHARGA 5. MENGUBAH PERILAKU INTERAKSI KONTINYU IRAMA MUSIK BERFUNGSI UNTUK SUGESTIF UNTUK BERPERILAKU SESUAI DENGAN JENIS MUSIK MISAL: MUSIK LEMBUT/TENANG PERILAKU CENDERUNG LEMBUT/TENANG 6. MENGEMBANGKAN KREATIVITAS STIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERMAIN MUSIK, MENYANYI, DSB. 7. HIBURAN / KEGIATAN YANG MENYENANGKAN MUSIK ITU SUMBER KESENANGAN YG DPT DINIKMATI. EMOSI POSITIF

YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA TERAPI MUSIK


WAKTU PERTEMUAN FASILITAS PENDUKUNG (TENAGA KES) TRANSPORTASI (BERJALAN/ALAT BANTU) AKOMODASI (RUANGAN) TEMPAT DUDUK (KENYAMANAN) GANGGUAN (DARI LUAR)

INDIKASI TERAPI MUSIK


DILAKUKAN PADA LANSIA DENGAN KONDISI :
DEFISIT FUNGSIONAL PADA FISIK, PSIKOLOGIS ATAU FUNGSI SOSIAL PADA LANSIA YANG MARAH, GUSAR, KESEPIAN. GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU (HYPERAKTIF, PERILAKU KEKERASAN, GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL, MENARIK DIRI) STRES DAN KECEMASAN GANGGUAN KEPRIBADIAN (ANTI SOSIAL) PERAWAT HARUS MELIHAT REAKSI VERBAL DAN NON VERBAL DARI LANSIA.

TERAPI MUSIK DIMULAI DENGAN: MEMBANGUN HUBUNGAN DAN KEPERCAYAAN SERTA RASA AMAN DAN MEMBUAT LANSIA MERASA LEBIH BAIK DENGAN MUSIK TURUT MERASA YANG DIRASA LANSIA TERUNGKAP RASA LANSIA INTERPRETASIKAN

PERAN PERAWAT DALAM TERAPI MUSIK


PELAKSANA PENYELEKSI PESERTA TERAPI MEMILIH JENIS MUSIK PUNYA KECENDERUNGAN TERAPEUTIK PENDAMPING LANSIA PADA WAKTU PELAKSANAAN TERAPI MEMFASILITASI DAN MENGKOORDINASI JALANNYA DISKUSI SETELAH TERAPI EVALUASI MENDOKUMENTASIKAN.

II. TERAPI REMOTIVASI


REMOTIVASI TEKNIK PEMBANGKITAN MOTIVASI YANG TEPAT UNTUK LANSIA

PADA LANSIA TERJADI: 1. DISORIENTASI SEDANG 2. MENARIK DISI (MERASA TERISOLASI, KESEPIAN) 3. PADA LANSIA YANG BARU

TERAPI MOTIVASI SALAH SATU KESEMPATAN UNTUK: 1. MENINGKATKAN SENSE OF REALITY 2. MELAKSANAKAN / MEMPRAKTEKAN POLA HIDUP SEHAT 3. MEREALISASIKAN SELF IMAGE YG LEBIH OBJEKTIF MENGARAHKAN, MENUNTUN PADA KEMAMPUAN UNTUK MEMILIH AKTIVITAS DIRINYA DAN POLA-POLA YANG MEMBENTUK MEREKA ATAU FUNGSI-FUNGSINYA DENGAN MENJELASKAN PENGALAMAN-PENGALAMAN MASA LALU DAN MASA SEKARANG, AGAR MASA LALU MENJADI LEBIH BERARTI.

SEBELUM MELAKUKAN TERAPI REMOTIVASI, PERAWAT HARUS MENILAI DULU KEMAMPUAN KLIEN DALAM LOR (LATIHAN ORIENTASI REALITA). LOR BENTUK MODIFIKASI TINGKAH LAKU MENGINGATKAN SECARA BERULANG-ULANG. CONTOH: PENGAWASAN PENGLIHATAN . MENYEBUTKAN NAMA BENDA, MENGGAMBARKAN BENTUK-BENTUK. PERABAAN DENGAN MATA TERTUTUP DAPAT MENGENAL BENDA DENGAN MERABA. PENDENGARAN PENGENALAN SUARA-SUARA.

1.

1. ORIENTASI
WAKTU MELIHAT JAM, MENGGAMBARKAN CUACA TEMPAT TEKA-TEKI TEMPAT, JALAN YG DILEWATI. ORANG MENGULANG NAMA TEMAN SATU KELP. 2. DAYA INGAT MENGULANG CERITA-CERITA. 3. BERFIKIR VERBAL, NON VERBAL, MEMECAHKAN TEKA-TEKI, MENUNJUKAN KESALAHAN PD GAMBAR. 4. SIKAP SOSIAL KELOMPOK BICARA, TENTANG SESUATU YANG HANGAT JADI PEMBICARAAN.

CARA MENIMBULKAN MOTIVASI


MENGUSAHAKAN ADANYA MOTIF TERTENTU YANG MENGUASAI SESEORANG, SEHINGGA MOTIF TERSEBUT DIHARAPKAN DAPAT MENGGERAKAN TINGKAH LAKUNYA. 1. MENJELASKAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DENGAN SEJELASJELASNYA. MAKIN JELAS MAKIN KUAT USAHA UNTUK MENCAPAINYA MAKIN TAK JELAS MAKIN LEMAH USAHA UNTUK MENCAPAINYA. 2. MENJELASKAN PENTINGNYA MENCAPAI TUJUAN ALASAN-ALASAN MENGAPA TUJUAN ITU PERLU DICAPAI. 3. MENJELASKAN INSENTIF YANG AKAN DIPEROLEH AKIBAT TINDAKAN ITU (TIDAK BERUPA MATERI) PENGHARGAAN, KEPUASAN, DLL.

TUJUAN TERAPI REMOTIVASI


1. MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL, KEMAMPUAN SELF CARE, TINGKATKAN AKTIVITAS 2. MENSTIMULASI GAIRAH HIDUP SEKARANG DAN MASA YANG AKAN DATANG. 3. UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN DAN MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERPERSONAL. 4. MENURUNKAN PERASAAN TERISOLASI. 5. UNTUK YANG PENSIUN MENGHIDUPKAN KEMBALI KETERTARIKAN UNTUK HIDUP DI LUAR KANTOR. 6. MENJEMBATANI SELF PERCEPTION SESEORANG DENGAN YANG LAINNYA, DENGAN DIDASARI PENERIMAAN TERHADAP ORANG LAIN, BENDA DAN HUBUNGAN DIMANA MEREKA BERADA.

SIKAP KLIEN YANG DIHARAPKAN DENGAN TERAPI REMOTIVASI


1. PERHATIAN TERHADAP PEMIMPIN DAN ORANG LAIN. 2. PARTISIPASI DALAM DISKUSI. 3. BERESPON TERHADAP MASALAH-MASALAH SAAT INI. 4. MENERIMA DIRINYA SEBAGAI INDIVIDU, YANG SPESIFIK, MAKHLUK YANG UNIK. 5. KEBERADAAN PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN. 6. REALISASINYA DALAM DISKUSI. 7. KOMUNIKASI DENGAN ORANG LAIN.

TAHAPAN YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM TERAPI REMOTIVASI


1. TENTUKAN / PILIH TOPIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUNIA NYATA. 2. MULAI MENGENALKAN TOPIK PADA LANSIA 3. PENGEMBANGAN TOPIK 4.KESIMPULAN DARI PERTEMUAN TERSEBUT. 5. PENDOKUMENTASIAN YANG AKURAT TENTANG PERKEMBANGAN LANSIA SETIAP PERTEMUAN.

III. LIVE REVIEW THERAPY


KILAS BALIK KEHIDUPAN LANSIA DI MASA LALU.
GUNAKAN RIWAYAT HIDUP (ALBUM, CERITA YANG BERSANGKUTAN/KELUARGA, TEMAN DEKAT). KONFLIK, HUBUNGAN KELUARGA, KEBAHAGIAAN, KEBERHASILAN, KEGAGALAN, RASA BERSALAH. PERAWAT SEBAGAI PENDENGAR TERAPEUTIK MEMBANTU LANSIA DALAM MENGANALISIS HIDUP MEREKA SECARA KRITIS DENGAN CARA MEMBANTU LANSIA DALAM MERANGKAI KEJADIAN-KEJADIAN MASA LALU LANSIA DAPAT MENERIMA BAIK KEBERHASILAN / KEGAGALAN.

Life Review, dapat dilakukan secara: Individu Kelompok setiap lansia harus memberikan penghargaan positip satu sama lain.

KEUNTUNGAN LIFE REVIEW DILAKUKAN DALAM KELOMPOK

1. LANSIA DAPAT MEMPERKENALKAN PENGALAMAN DAN MINATNYA. 2. MEMPERERAT SATU SAMA LAIN. 3. DAPAT SALING BERBAGI 4. MEMBANGUN HARGA DIRI DAN RASA SALING MEMILIKI.

LIFE REVIEW JUGA DAPAT MENJADI TIDAK BAIK PADA KLIEN YANG TIDAK MAMPU UNTUK MENANGANI DAN MENERIMA MASA LALUNYA CEMAS, TAKUT, RASA BERSALAH DAN DEPRESI.

1.
2. 3. 4. 5. 6.

TUJUAN LIFE REVIEW MENINGKATKAN PROSES PENGENANGAN MASA LALU, MENCARI ARTI HIDUP DAN MENCARI PENYELESAIAN KONFLIK. MEMBUAT PROSES DI ATAS LEBIH DISADARI. MENINGKATKAN TOLERANSI KONFLIK. MENINGKATKAN SELF ESTEEM, KREATIVITAS, RASA MURAH HATI, PENERIMAAN MASA LALU. MENGETAHUI BERBAGAI MACAM TERAPI MODALITAS UNTUK LANSIA. MEMAHAMI DAN MAMPU MENGAPLIKASIKAN TERAPI INI.

IV. MILIEU THERAPI (MANIPULASI LINGKUNGAN)


MILIEU LINGKUNGAN : MILIEU TERAPI PENYEMBUHAN LINGKUNGAN REHABILITASI PSIKOSOSIAL PERAWATAN GANGGUAN JIWA YANG SERIUS. KONSEP UTAMA 1. KONSISTENSI PERAWATAN 2. MEMPERTAHANKAN LINGKUNGAN TERAPEUTIK KONTINYU. 3. KOMUNIKASI TERBUKA ANTARA KLIEN DAN STAF

TUJUAN MILIEU TERAPI


MENGORGANISIR SEMUA KEKUATAN YANG ADA DI LINGKUNGAN DAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI UNTUK MENGEMBANGKAN SUATU ATMOSFIR YANG MEMUDAHKAN PERKEMBANGAN KLIEN, REHABILITASI DAN PEMULIHAN KESEHATAN.

1. 2. 3.

LE CUYER (1992), 3 TUJUAN MILIEU TERAPI: RESOSIALISASI PENGEMBANGAN EGO PENCEGAHAN REGRESI

Intervensi

keperawatan yang spesifik meliputi: 1.Meningkatkan pertumbuhan psikososial. 2. Memfasilitasi perilaku proses pertahanan diri yang sesuai. 3. MenoloNg klien yang mengalami penyakit kronis

KONSEP DAN PRINSIP TERAPI MILIEU


1.
PENAHANAN (CONTAINMENT) KEAMANAN, TEMPAT TINGGAL DAN PERAWATAN MEDIS KUNCI PINTU / PENGASINGAN KLIEN TERJAMIN TIDAK AKAN MENYAKITI DIRINYA, RS, STAF.

KONSEP DAN PRINSIP TERAPI MILIEU (2)


2. SUPPORT (DUKUNGAN) DORONGAN, PERHATIAN, PENENTRAMAN HATI, PUJIAN, PENDIDIKAN,PENGARAHAN DAN TEKNIK LAIN UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI KLIEN TIDAK BERLEBIHAN KARENA DAPAT MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN.

KONSEP DAN PRINSIP TERAPI MILIEU (3)


3. VALIDASI PENGUATAN SECARA INDIVIDUAL DAN TERTUTUP RESPEK, TOLERANSI DAN PERTAHANAN MARTABAT MISALKAN: MEMPERBOLEHKAN MENYENDIRI.

KONSEP DAN PRINSIP TERAPI MILIEU (4) 4.

STRUKTUR ARAHAN ATAU HARAPAN JADWAL AKTIVITAS DAN TERAPI PROSES ORIENTASI KLIEN BARU RENCANA KERJA

n n n

KONSEP DAN PRINSIP TERAPI MILIEU (5)


n n n n Terapi Formal Pertemuan Komunitas Pertemuan staf Proses perencanaan LAMANYA WAKTU TINGGAL ADAPTASI KLIEN TERHADAP PROGRAM MEKANISME INTERAKSI STAF - KLIEN

5.

KETERLIBATAN (INVOLVEMENT) KLIEN BERPARTISIPASI TERHADAP TREATMENT, PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERGANTUNG FASE SAKIT KLIEN DAN KEMAMPUAN DALAM MENGIKUTI PROGRAM. KOMUNIKASI TERBUKA KERAHASIAAN KLIEN, RESPEK UNTUK PRIVACY KLIEN DAN STAF (PERAWAT) MEMAHAMI NILAI DAN PENTINGNYA BERBAGI INFORMASI, TERBUKA, JUJUR SEHINGGA INFORMASI YANG DIDAPAT RELEVAN.

6.

7.

IKATAN KELUARGA DAN KOMUNITAS MEMBANGUN / MEMPERBAIKI DAN MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN KLIEN DENGAN KELUARGA DAN KOMUNITASNYA KLIEN AKAN KEMBALI KE KELUARGA DAN KOMUNITASNYA. MENENTUKAN SAKIT DAN TREATMENT.

DALAM

TERAPI LINGKUNGAN INI PERAWAT HARUS SENANTIASA SEDIA, FLEKSIBEL, BERKEINGINAN MEMBANTU KLIEN. BEKERJASAMA DENGAN MASYARAKAT, KELOMPOK AKTIVIS, KELOMPOK KETERAMPILAN, PROGRAM PELATIHAN FISIK, PROGRAM PENDIDIKAN PSIKOLOGI, PROGRAM PEKERJAAN.

KOMPONEN-KOMPONEN YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN MILIEU TERAPI Menyediakan fasilitas suatu lingkungan yang meningkatkan self image klien yang positip serta menjaga harkat dan martabatnya. Ruang yang adequat Fasilitas dapat dicapai oleh individu yang cacat atau tersedia fasilitas untuk individu cacat. Ruang tunggu harus nyaman dan dapat menampung klien maupun pengunjung.

Tersedia ruang kesehatan


Ventilasi adequat Lingkungan bebas bau Tersedia tempat untuk interaksi individu, kelompok dan keluarga. Tersedia perabotan dan cahaya yang memadai Ruang makan yang nyaman Ruang telepon Tempat tidur pribadi Ruangan untuk personal hygiene Ruangan penyimpanan barang pribadi Klien diizinkan menambah sentuhan pribadi

Klien diizinkan untuk memakai pakaian pribadi Klien dianjurkan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Tersedia laundry Tersedia tempat untuk bersantai Tersedia buku-buku, majalah Adanya kegiatan yang bersifat outdoor.

V.

TERAPI KELOMPOK

Pengertian; Suatu teori keperawatan jiwa yang bertujuan menolong klien mengembangkan hubungan sosial yang menyenangkan. Suatu upaya untuk memfasilitasi risiko terapi terhadap sejumlah klien pada waktu yang bersamaan. Untuk memantau dan meningkatkan hubungan interpersonal Memberikan tanggapan pada orang lain Mengekspresikan ide-ide dan tukar persepsi Menerima stimulus eksternal dari lingkungan.

PENGORGANISASIAN DALAM TERAPI KELOMPOK


1. Pemimpin menyusun rencana, mengarahkan untuk mencapai tujuan 2. Pembantu pemimpin mengorganisir kelompok 3. Fasilitator leader, memfasilitasi anggota 4. Pengamat mengobservasi tiap respon lansia.

TUJUAN TERAPI KELOMPOK


1. Tujuan Umum Meningkatkan kemampuan uji kenyataan dengan komunikasi umpan balik dan tanggapan membedakan nyata dan khayalan. Membentuk sosialisasi Meningkatkan kesadaran tentang reaksi emosional diri dan perilaku pertahanan diri. Membangkitkan motivasi untuk kemajuan fungsi psikologis melatih menggunakan pikiran yang betul

2.

Tujuan Khusus Identifikasi diri (siapa dirinya, apa perannya dalam lingkungan) Penyatuan emosi (didengar dan dimengerti oleh anggota kelompok) Meningkatkan keterampilan sosial saling berkomunikasi.