Anda di halaman 1dari 41

LONA PERMATASARI

2009730139
TATALAKSANA SYOK


REFERAT
DEFINISI
Syok adalah suatu sindrom
multifaktorial yang menuju
hipoperfusi jaringan lokal atau
sistem organ dan
mengakibatkan hipoksia sel
dan disfungsi multipel organ.
KLASIFIKASI
SYOK
HIPOVOLEMIK
KARDIOGENIK
DISTRIBUTIF
OBSTRUKTIF
ENDOKRIN
DIAGNOSIS SYOK
Gambaran syok secara umum :
hipotensi
takikardi
takipneu
kesadaran
produksi urin
pH arteri
PEMANTAUAN SYOK
Pemantauan yang dibutuhkan pada syok meliputi monitor
rutin ataupun non-rutin untuk mengevaluasi
hemodinamik, respirasi dan metabolik, serebral; tidak
ada parameter klinis yang spesifik pada syok.
Monitor hemodinamik dapat berupa monitor non-invasif
maupun invasif.
Invasif terutama diperlukan pada pemberian agen
vasoaktif guna resusitasi atau terapi suportif
kardiovaskular.
KARDIOVASKULAR
Penilaian klinis :
tekanan darah kontinyu,
nadi (amplitudo dan
irama), perfusi perifer
Monitoring non-invasif :
suhu, EKG, ekokardiografi
Monitoring invasif :
tekanan darah intra-arteri,
CVP, produksi urin,
kateterisasi arterial
RESPIRASI
Penilaian klinis :
laju, pola dan irama napas
Monitor :
pulse oksimetri,
kapnografi, x-foto toraks,
analisa gas darah,
spirometri
METABOLIK
Hematologi : darah rutin, darah serial (3-4 jam
pertama), faktor koagulasi dan gangguan
pembekuan
Biokimia : urin rutin & sedimen, asam-basa, laktat
darah, ureum/kreatinin, elektrolit darah, gula darah,
enzim jantung, tes fungsi hati
Mikrobiologi : kultur darah (urin, sputum, LCS), tes
sensitifitas

SEREBRAL : GCS, CT-Scan, EEG, neuroimaging
(MRI)

DEFINISI
Kegagalan perfusi & suplai O
2
disebabkan oleh
hilangnya sirkulasi volum intravaskuler sebesar >20-
25% sebagai akibat dari perdarahan akut, dehidrasi,
kehilangan cairan atau akibat dilatasi arteri dan vena.

Hal ini menyebabkan turunnya aliran balik darah, volum
jantung semenit, dan volum sekuncup (preload),
sehingga terjadi perluasan ruang vaskuler. Kondisi ini
menyebabkan penurunan aliran darah koroner dengan
segala akibatnya.

PENYEBAB

Penyebab syok hipovolemik terdiri dari :
kausa hemoragik (fraktur tulang panjang,
perdarahan retroperitoneal dan hematotoraks),
maupun nonhemoragik, yaitu kehilangan cairan dari
saluran GIT, saluran urinaria, kulit atau kebocoran
kapiler pada inflamasi dan sepsis.
PENGELOLAAN
Tujuan utama adalah
restorasi volum intravaskuler
dengan target optimalkan
tekanan darah, nadi, dan
perfusi organ. Bila hipovolemi
telah teratasi baru boleh
diberikan vasoaktif agent
(dopamine, dobutamine).
Infus cepat kristaloid untuk ekspansi volum
intravaskuler melalui kanula vena besar atau melalui
vena sentral. Pada perdarahan maka dapat
diberikan 3-4 kali dari jumlah perdarahan. Setelah
pemberian 3 liter disusul dengan transfusi darah.
Secara bersamaan sumber perdarahan harus
dikontrol.
Resusitasi tidak komplit sampai base excess dan
serum laktat kembali normal. Pasien syok
hipovolemik berat dengan resusitasi cairan akan
terjadi penumpukan cairan.
Vasokonstriksi jarang diperlukan pada syok
hipovolemik murni.

DEFINISI

Kegagalan perfusi dan suplai oksigen disebabkan oleh
adanya kerusakan primer fungsi atau kapasitas pompa
jantung untuk mencukupi volume jantung semenit,
berkaitan dengan terganggunya preload, afterload,
kontraktilitas, frekuensi ataupun ritme jantung.

Penyebab terbanyak adalah infark myokard akut,
keracunan obat, infeksi/inflamasi, gangguan mekanik.
PENGELOLAAN
Tujuan utama adalah memperbaiki
fungsi miokardium dan sirkulasi.
Bila CO BP SVR beri
dobutamine 5 g/kg/min. Pada
keadaan tekanan darah sangat
rendah harus diberikan obat yang
berefek inotropik dan vasopresor yaitu
norepinephrine.
Optimalkan prabeban dengan infus cairan
Optimalkan kontraktilitas jantung dengan
inotropes sesuai keperluan, seimbangkan
kebutuhan oksigen jantung. Dapat dipakai
dobutamin, amrinone dan obat vasoaktif lain.
Sesuaikan pascabeban untuk
memaksimalkan CO. Dapat dipakai
vasokonstriktor bila pasien hipotensi dengan
SVR rendah. Pasien syok kardiogenik
mungkin membutuhkan vasodilatasi untuk
menurunkan SVR, tahanan pada aliran
darah dari jantung yang lemah. Dapat
dipakai nitroprusside dan nitroglycerin.
Diberikan diuretik bila jantung
dekompensasi. PAC dianjurkan dipasang
untuk penunjuk terapi
Penyakit jantung yang mendasari harus
diidentifikasi dan diobati.

DEFINISI
Kegagalan perfusi & suplai O
2
disebabkan oleh
menurunnya tonus vaskuler mengakibatkan
vasodilatasi arterial, penumpukan vena dan
redistribusi aliran darah.

Penyebab dari kondisi tersebut terutama komponen
vasoaktif pada syok anafilaksis; bakteria dan toksinnya
pada septik syok sebagai mediator dari SIRS;
hilangnya tonus vaskuler pada syok neurogenik.
SYOK
SEPTIK
SYOK
ANAFILAKT
IK
SYOK
NEURO
GENIK
SYOK SEPTIK
PENGELOLAAN
Pada SIRS dan sepsis, bila terjadi syok ini karena toksin
atau mediator penyebab vasodilatasi. Pengobatan berupa
resusitasi cairan segera dan setelah kondisi cairan
terkoreksi, dapat diberikan pressor untuk mencapai MAP
optimal. Sering terjadi pressor dimulai sebelum prabeban
adekuat tercapai. Perfusi jaringan dan oksigenasi sel tidak
akan optimal kecuali bila ada perbaikan prabeban.
Dapat dipakai dopamin, nor-epinephrine dan vasopressin
Dianjurkan pemasangan PAC
Pengobatan kausal dari sepsis
SYOK ANAFILAKTIK
PENGELOLAAN SYOK ANAFILAKTIK
Tujuan utama adalah:
1. Mencegah efek mediator dengan menghambat
sintesis dan pelepasan mediator serta blokade
receptor.
2. Mengembalikan fungsi organ dan perubahan
patofisiologi akibat mediator.
Tindakan wajib dan segera
Tindakan Umum
Epinephrine (1:1,000), 0.2 0.5 ml i.m; sampai 3 dosis
dengan Interval 1- 5 menit.
Torniket proksimal dari suntikan atau sengatan/gigitan
Epinephrine (1: 1,000), 0.1 0.3 ml infiltrasi pada
masuknya antigen

Untuk Obstruksi atau Henti Napas
Bebaskan jalan nafas: pipa trakhea, cricothyrodotomi atau
Trakheostomi
Terapi oksigen dan ventilasi mekanik
SESUDAH PENILAIAN KLINIK
Tindakan Umum
Diphenhydramin 1.25 mg/kg sampai maksimum
50 mg iv atau im.
Hydrocortison 200 mg ; dexamethasone 10 mg ;
atau methyl Prednisolone 50mg iv tiap 6 jam
untuk 24-48 jam.
Cimetidine 300 mg, iv antara 3 5 menit
Untuk Hipotensi
Epinephrine (1:1,000), 1 ml
dalam 500 ml saline
dengan 0.5- 2.0 ml/ menit
atau 1-4 g/menit melalui
vena sentral
Normal saline, Ringer laktat
atau koloid untuk ekspansi
volume.
Levarterenol bitartrate 4 mg
dalam 1,000 ml D5W
dengan 2-12 g/ menit iv
Glukagon (bila pasien
memakai terapi penyekat
beta), 1 mg/ml iv bolus atau
infus, atau 1mg/L D5W
dengan kecepatan 5-15
ml/menit.
Untuk Bronkokonstriksi
Suplemen oksigen
Aminophyllin (hanya
pasien tidak syok) 5
mg/kg sampai maksimum
500 mg iv selama 20
menit kemudian 0.3 0.8
mg/kg/jam iv
Albuterol (0.5%), 0.5 ml
dalam 2.5 ml saline ,
nebulizer. Bila intubasi
pakai albuterol MDI 10-20
semprot, endotrakheal,
tiap 20 menit sesuai
keperluan.
SYOK NEUROGENIK
Sering terjadi pada cervical atau
high thoracic spinal cord injury.
Gejala klinis hipotensi disertai
bradikardi.
Gangguan neurologist : paralisis
flasid, refleks extremitas hilang dan
priapismus.
PENGELOLAAN SYOK NEUROGENIK
Setelah mengamankan jalan nafas dan resusitasi cairan,
guna meningkatkan tonus vaskuler dan mencegah
bradikardi diberikan Norepinefrin.
Epinefrin berguna meningkatkan tonus vaskuler tetapi akan
memperberat bradikardi, sehingga dapat ditambahkan
dopamin dan efedrin.
Agen antimuskarinik atropin dan glikopirolat juga dapat
untuk mengatasi bradikardi. Terapi definitif adalah
stabilisasi Medulla spinalis yang terkena.

DEFINISI

Kegagalan perfusi dan suplai oksigen berkaitan
dengan terganggunya mekanisme aliran balik darah
o.k. meningkatnya tekanan intrathorakal atau
terganggunya aliran keluar arterial jantung ataupun
keduanya oleh karena obstruksi mekanis.
GEJALA KLINIS
Gejala klinis juga tergantung etiologi penyebabnya.
Faal jantung pada fase permulaan normal, tetapi
terdapat penurunan venous return karena obstruksi.

Pada fase selanjutnya akan tampak kelelahan, cemas,
sinkop, pucat, berkeringat dingin, hipotensi, takikardi,
angina, distres respirasi, pulsus paradoksus (turunnya
tekanan sistolik 10 mmHg pada inspirasi spontan),
pernafasan Kussmaul.
PENGELOLAAN
Resusitasi volume akan memperbaiki pengisian
ventrikel, dibutuhkan agen inotropik untuk
meningkatkan cardiac output.
Selanjutnya terapi definif adalah intervensi operatif
Tension pneumothorax diatasi dengan pungsi dan
WSD.
Abdominal compartment syndrome diatasi dengan
laparotomy dekompresif.
Tamponade cardiac diatasi dengan
pericardiosintesis dan emboli pulmonal diatasi
dengan trombolisis atau thrombectomy.

Disebabkan oleh hipothyroidisme, hiperthyroidism
dengan kollaps cardiac dan insufisiensi adrenal.
Pengobatan adalah tunjangan kardiovaskular sambil
mengobati penyebabnya.
Insufisiensi adrenal mungkin kontributor terjadinya syok
pada pasien sakit gawat. Pasien yang tidak respon pada
pengobatan harus tes untuk insufisiensi adrenal.