Anda di halaman 1dari 25

Continuous Stirred Tank

Reactor (CSTR) adalah


reaktor yang bekerja
dengan cara mengaduk
za-zat reaktan secara
kontinyu selama proses
berlangsung untuk
menghasilkan produk
yang diinginkan dan
menghasilkan panas
pada proses kimianya.
Keuntungan
Relatif murah untuk dibangun
Mudah mengontrol pada tiap tingkat, karena tiap
operasi pada keadaan tetap, permukaan
perpindahan panas mudah diadakan
Secara umum mudah beradaptasi dg kontrol
otomatis, memberikan respon cepat pada
perubahan kondisi operasi ( misal: kec umpan dan
konsentrasi)
Perawatan dan pembersihan relatif mudah
Dengan pengadukan efisien dan viskositas tidak
terlalu tinggi, dalam praktek kelakuan model dapat
didekati lebih dekat untuk memprediksi unjuk kerja
Kerugian
Tidak efisien untuk reaksi fase gas
dan reaksi yang bertekanan
tinggi.
Kecepatan perpindahan panas
lebih rendah dibanding RAP
Untuk menghasilkan konversi yang
sama, volume yang dibutuhkan
RATB lebih besar dari RAP.
1. Sintesis etilbenzen
2. Produksi etilen glikol

Di dalam reaktor tangki ideal konsentrasi
di setiap titik di dalam reaktor adalah
sama, sehingga kecepatan reaksi tidak
dipengaruhi oleh posisi campuran di
dalam reaktor. Dengan demikian
perhitungan neraca massanya dapat
dilakukan secara makro, yaitu dengan
meninjau reaktor tersebut sebagai
suatu unit yang utuh
o

Neraca Massa komponen A adalah:
Input = Output + Reaksi + Akumulasi
dimana :
Input : F
Ao
.............................(1)
Output : F
A
= F
Ao
( 1-X
A
) ...........................(2)
Reaksi : ( - r
A
) V............................(3)
Akumulasi : 0 ( untuk keadaan steady state )

Maka persamaan menjadi:

F
Ao
= F
Ao
( 1 X
A
) + ( - r
A
) V.............................(4)

V = X
A
.............................(5)
F
Ao
-r
A


V = X
A
...........................(6)

o
C
A
-r
A


Space time ( ) = ( waktu yang dibutuhkan untuk
memproses umpan sebesar satu satuan volume
reaktor) = ( satuan waktu )
Kabalikan dari space time adalah space velocity ( s ) =
1/ , yaitu kecepatan alir umpan yang diizinkan per
satuan volume reaktor , untuk mendapatkan suatu
harga konversi tertentu sehingga persamaan bisa
ditulis:

: space time = V /
o
.................(7)

maka persamaan di atas menjadi :

: space time = ( C
Ao
X
A
) / - r
A
...............(8)

sehingga persaman menjadi;
: space time = 1/s = V /
o
= V C
Ao
/F
Ao
= C
Ao
X
A
/( -r
A
)
...............(9)
Jika di dalam umpan yang masuk sebagian
dari A sudah ada yang terkonversi sebanyak
X
A
, maka persamaan (8) dapat ditulis :

X
A
- X
Ao

: space time = C
Ao
----------- ............(10)
- r
A

Perhatikan : bentuk
X
A
X
ao
-----------
- r
A
pada persamaan ini menggantikan bentuk
diferensial dX
A
/-r
A

pada persamaan karakteristik reaktor alir
tangki.

Sistim Reaksi dengan Volume Campuran Konstan
Untuk sistim di mana volume campuran adalah konstan
selama berlangsungnya reaksi , harga-harga = 1
dan = 0 sehingga
X
A
- X
ao

T
= = ---------- C
ao
...............(11)
-r
A

C
Ao
X
A
- C
Ao
X
Ao


T
= = -------------------- ..........................(11)
-r
A

Kalau pada keadaan awal tidak ada A yang bereaksi ,
maka persamaan di atas menjadi :
X
A
C
Ao


- C
A

T
= = C
Ao
----- = -------------------- ..(12)
-r
A
-r
A



Sistim reaksi orde 1
Dimana , harga-harga = 1 dan = 0
maka C
A
/C
Ao
= 1- X
A
maka persamaan
laju reaksi adalah:
X
A
C
Ao
- C
A

k = -------- = -------------- ......(13)
1 - X
A
C
A


Sistim Reaksi dengan Volume Campuran Berubah
Untuk meninjau pengaruh perubahan volume pada
waktu reaksi terhadap perhitungan-perhitungan
desain suatu reaktor , yang pertama-tama harus
diperhitungkan adalah melihat pengaruh perubahan
volume tersebut terhadap konsentrasi komponen di
dalam campuran. Pengaruh perubahan volume ini
secara langsung akan mempengaruhi laju
kecepatan reaksi (-r
A
).
Untuk sistim reaksi dengan volume campuran yang
berubah maka konstanta = 1 dan 0.

Sistim reaksi orde 1
Persamaan kecepatan reaksinya ( -r
A
) adalah :
( 1 X
A
)
-r
A
= k C
A
= C
Ao
--------------- ........(14)
( 1 + X
A
)


V = V
o
( 1 + X
A
) ..............(15)
dan persamaan,
1 + X
A

C
A
/ C
Ao
= ----------------- .............(16)
( 1 + X
A
)

Waktu ruang (Space time) sebagai fungsi dari derajat konversi X
A

diperoleh dengan memasukkan persamaan di atas ke dalam
persamaan ( VI-15) maka persamaan menjadi :
C
Ao
X
A

= -------------------------- ...........(17)
1 + X
A

kC
Ao
---------------
( 1 + X
A
)

atau
X
A
( 1 + X
A
)
= --------------------------- ....................(18)
k ( 1 + X
A
)

Soal 1 (Neraca Massa)
For the liquid-phase reaction A + B ..products
at 20C suppose 40% conversion of A is
desired in steady-state operation. The
reaction is pseudo-first-order with respect to
A, with kA= 0.0257 h-1at 20C. The total
volumetric flow rate is 1.8 m3h-1, and the inlet
molar flow rates of A and B are FAOand
FBOmol h-1, respectively. Determine the
vessel volume required, if, for safety, it can
only be filled to 75% capac



..(19)

Ei= Energy of component i

...(20)


For chemical reactor Ki, Pi, and
otherenergy are neglected so that:
.......(21)

.....(22)
Combined the eq. 19, 20, 21, and 22 be
result,

....(23)
General Energy Balance:


For steady state operation:



Soal 2 (Neraca Energi)

A liquid-phase reaction A->B is to be
conducted in a CSTR at steady-state at
163C. The temperature of the feed is 20C
and 90% conversion of A is required.
Determine the volume of a CSTR to produce
130 kg B h-1, and calculate the heat load (Q)
for the process. Does this represent addition or
removal of heat from the system?

Data: MA= MB= 200 g mol-1; cp = 2.0 J g-1K-1;
= 0.95 g cm-3; HRA= -87 kJ mol-1; kA= 0.80
h-1at 163C