Anda di halaman 1dari 42

Definition

Colon drug delivery system refers to targeted


delivery of drug in to the lower parts of GI tract ,
mainly large intestine.

Pengobatan melalui rektal digunakan pada


masa lampau di daerah Mesir, India, dan
Mesopotamia.
Pada abad ke 19 akhir, dasar pengetahuan
secara ilmiah pengobatan melalui rektal mulai
dikembangkan.

LAYERS OF COLON

Major part

External coat of large intestine

Usus besar atau kolon berbentuk tabung


muskularberongga dengan panjang sekitar
1,5 m
Diameter usus besar sudah pasti lebih besar
dari usushalus, yaitu sekitar 6,5 cm,
tetapi makin dekat anusdiameternya semakin
kecil
Kolon dibagi lagi menjadi kolon
asenden,tranversum, desenden dan sigmoid

Tempat kolon membentuk kelokan tajam


padaabdomen kanan dan kiri atas secara
berturut-turutdisebut sebagai
feksura hepatika dan fleksura lienalis

Usus besar secara klinis


dibagi menjadi belahan kiri
dan kanan
Arteria mesentrika superior
memperdarahi
belahan
kanan
(sekum,
kolon
asenden, dan duapertiga
proksimal
kolon
tranversum)
arteria mesentrika inferior
mendarahi
bagian
kiri
(sepertiga
distal
kolon
tranversum,
kolon
desenden,kolon
sigmoid,
dan
bagian
proksimal
rektum).

Colon terdiri dari atas empat lapisan dinding


yang sama sepetri usus halus.
Jaringan penyusun ususbesar terdiri dari
Tunika mucosa (lapisan lendir),dengan
bagian: epitel, lamina propia, dan muscularis
mucosa yang tidak memiliki villi

Rectum manusia merupakan akhir dari saluran


pencernaan.
Panjang rektum sekitar 15 20 cm.
Dalam keadaan istirahat, rektum tidak mengalami
motilitas secara aktif.
Secara normal rectum tidak berisi apa-apa dan
hanya mengandung 2-3 mL cairan mucus inert (pH
7 8), yang disekresikan oleh sel goblet yang
membentuk kelenjar simple tubuler pada lapisan
mukosa.
Mucus tidak memiliki aktivitas enzimatic atau
kapasitas buffer.
Tidak memiliki villi atau microvilli pada mucosa
rektal dan luas permukaan absorpsinya sangat
terbatas (200 400 cm2)tetapi cukup untuk
mengabsorpsi obat.

Create suitable environment for colonic


microorganisms.
Storage reservoir of faecal matter .
Expulsion of the contents of the colon.
Absorption of potassium & Water from the lumen

Application
In local colonic pathologies
Systemic delivery of protein and
peptide
Potential site for the treatment of diseases
liike asthma,arthritis & angina
For the drugs that are absorbed through
colon such as steroids
For the treatment of disorders like IBS,
colitis,crohns disease where it is
necessary to attain high concentration of
drugs in colon

Nasib obat yang diabsorpsi dari rektum


tergantung dari posisi obat dalam rektum.
Di daerah sub mucosal pada dinding rektal
terdapat banyak pembuluh darah dan pembuluh
limfe.
Pembuluh darah hemorrhoidal bagian atas
merupakan saluran ke sirkulasi portal, sehingga
obat yang diabsorpsi pada bagian atas akan
melewati hati sebelum masuk ke sirkulasi
sistemik.
Sedangkan pembuluh darah hemorrhoidal bagian
tengah dan bawah merupakan saluran langsung
ke vena cava inferior, sehingga obat yang
diabsorpsi pada bagian tersebut akan langsung
masuk ke sirkulasi sistemik.

Target sites

Disease
conditions

Drugs used

Topical/local
action

Inflammatory
bowel disease,
Irritable bowel
syndrome
&crohndisease

Hydrocortisone,
Budenoside,
Prednisolone,
Sulphasalazine,
Olsalazine,
Infliximab
Mesalazine,
Balsalazide, 6Mercaptopurine,
Azathiorprine,
Cyclosporine,etc
16

Amoebiasis

Metronidazole,
Ornidazole,
Tinidazole,
Mebandazole, etc

Chronic
pancreatitis,
Pacreatactomy and
Cystic fibrosis

Digestive enzyme
supplements

Colorectal cancer

5-Fluoro uracil

17

Systemic
action

To prevent gastric
irritation

NSAIDS

To prevent first
pass metabolism
of orally ingested
drugs

Steroids

Oral delivery of
peptides

Insulin

18

Gastro

intestinal
transit time.
PH along GIT .
Colonic Micro Flora.
Drug absorption in the
colon.
GIT disease state.

Sampainya obat oral pada usus


besar ditentukan oleh laju
pengosongan lambung, dan
waktu transit di usus kecil
Pengosongan lambung dari
bentuk sediaan sangat
bervariasi tergantung pada :
Apakah subjek berpuasa atau
tidak
Sifat bentuk sediaan (ukuran
dan density)
Food increases gastric
residence, some cases with
regular feeding dosage forms
residence in creases 12hrs

GASTRIC AND INTESTINAL PH


Stomach
Fasted state
Fed state
Small intestine

1.5 2
26
6.6 7.5

Ascending colon
Transverse colon
Descending colon

6.4
6.6
7.0
21

Colon contentsMore
viscous with progressive
absorption of water & delays
the diffusion of drug
from the lumen to mucosa.
Colonic epithelial
permeability modified by
enhancers.
Ex:-Ca+2 EDTA,
Saponins,Bile
salts, Fatty
DISRUPTION.
acids MODIFICATION.

MODIFICATION & DISRUPTION

A. Faktor Fisiologi
Isi Kolon obat akan mempunyai kemungkinan
untuk diabsorpsi lebih besar ketika rektum dalam
keadaan kosong. Untuk tujuan ini diberikan
enema sebelum penggunaan obat melalui rektal.
Rute sirkulasi jika obat diabsorpsi dari
pembuluh darah hemorrhoidal akan langsung
menuju vena cava inferior, sehingga absorpsi akan
cepat dan efektif.
pH dan minimnya kapasitas buffer cairan rektal
pH cairan rektal 7-8 dan tidak memiliki kapasitas
buffer yang efektif.

B. Faktor Fisika Kimia Obat


Kelarutan dalam lipid-water obat lipofil
jika diberikan dengan basis lemak tidak dapat
dikeluarkan dengan mudah, sehingga
absorpsi obat terganggu.
Ukuran partikel semakin kecil partikel
semakin besar kelarutannya.
Sifat basis jika basis berinteraksi dengan
obat atau mengiritasi membran mukosa akan
menurunkan absorpsinya. Khususnya pada
kasus-kasus suppositoria.

Gastrointestinal disease state

DISEASE

EFFECT ON COLONIC ABSORPTION


OF DRUGS

IBD (Crohns
disease &
Ulcerative
colitis)

Malabsorption lipophilic drugs


Mucosa & submucosa gets thick &
so reduces surface area, reduces
diffusion

Diarrhoea

Retention time reduces.


Reduces drug absorption & release
from dosage form
25

Constipation

Reduction in bowel
movement & decreases the
avaibility of drug at
absorption site

Gastroenteritis

Diarrhoea affects the


performance of formulations

26

Tablet

kolon (peroral)
Enema (rektal bentuk semisolid)
Suppos (rektal bentuk padat)

Sediaan tablet kolon ini merupakan Sistem yang


harusdapat melindungi obat sampai ke kolon
misalnyapelepasan dan absorpsi obat seharusnya
tidak terjadi dilambung maupun usus halus.
Beberapa cara digunakan untuk membuat obat
oral terjadi pelepasan dan di absorpsi di kolon
antara lain :
ikatan kovalen antara obat dengan carrier,
melapisi dengan polimer yang sensitive terhadap
pH,
formulasi sistem release,
Penggunaan carrier yang terdegradasi khususnya
oleh bakteri yang ada di kolon,
Sistem bioadhesive dan sistem penghantaran
obat yang dikontrol oleh daya osmotik.

Enema merupakan sediaan obat dengan


pemberian cairan ke dalam rektum dan kolon
dengamenggunakan aplikator khusus.
Enema dilakukan untuk mengobati penyakit
ringan seperti sakit perut, kembung,
konstipasiatau sembelit.
enema diberikan langsung ke rectum hingga
kolon. Setelah seluruh dosis enema hingga
ambang batas daya tampung rongga
kolon diberikan, pasien akan buang air
bersamaan dengan keluarnya cairan enema
ke dalam bed pan atau di toilet

Pemberian enema tidak lebih dari 150 ml


karena di pertahankan dalam usus.
Etanol merupakan antimikroba dengan kadar
bisa mempengaruhi keseimbangan flora
normal.
Pemilihan pelarut dalam sediaan yang
merupakan pelarut yang digunakan untuk
mengekstraksi lebih baik.
Dibutuhkan pendapar untuk menjaga pH produ
k agar tetap stabil hingga penggunaannya.
Untuk menjaga stabilitas sediaan pada
penyimpanan yang lama diperlukan pengawet
(Na-sitrat).

Suppositoria adalah sediaan padat dalam


berbagai bobot , yang diberikan melalui rectal,
vaginal atau uretra (Anonim,1995 ).
Bentuk dan ukurannya harus sedemikian rupa
sehingga dapat dengan mudah dimasukkan
ke dalam lubang atau celah yang diinginkan
tanpa meninggalkan kejanggalan begitu masuk,
harus dapat bertahan untuk suatu waktu
tertentu (Ansel,2005)

Pertama : Cuci tangan anda dengan air mengalir


yang bersih disertai sabun. Saran : gunakan air
bersuhu normal (25 27 C) agar tangan anda tidak
menjadi hangat saat membuka obat. Peningkatan
suhu dapat melelehkan sediaan suppositoria.
Kedua : sebelum digunakan suppositoria harus
dalam bentuk keras (tidak meleleh), dan saat akan
digunakan suppositoria harus dibiarkan sebentar
pada suhu ruangan (lebih kurang 2 menit) agar
suppositoria tidak terlalu keras saat akan digunakan
Ketiga : Buka dengan hati-hati pembungkus
suppositoria agar tidak merusak / mematahkan
suppositoria.
Keempat : olesi suppos dengan lubrikan berbasis
air atau basahi dengan sedikit air matang

Kelima : baringkan tubuh dan posisikan tubuh miring

Keenam : masukkan suppositoria ke dalam dubur


dengan posisi bagian ujung (bagian yang runcing
terlebih dahulu), kemudian dorong dengan jari
telunjuk / jari tengah.

Ketujuh : Diamkan selama beberapa menit (5-10


menit) pada posisi tetap tiduran, agar obat dapat
meleleh dan diserap sempurna oleh pembuluh darah
dan mencegah suppositoria keluar dari dubur.
Kedelapan: cuci tangan kembali setelah selesai

Penghantaran obat tertarget


Penurunan dosis yang diadministrasikan
Penurunan efek samping
Memperbaiki penggunaan obat
Digunakan untuk obat yang tidak stabil atau
memiliki absorbsi yang buruk dari sal.
pencernaan atas.

Penghantaran obat tertarget pada pengobatan


colon dari penyakit colon memastikan
pengobatan langsung pada affected area
dengan dosis rendah dan dengan ES sistemik
yang rendah.
CDDS dapat juga digunakan sebagai jalan
masuk obat ke dalam darah untuk protein dan
peptida yang penurunan atau absorbsi yang
buruk di GI atas.
CTDDS
juga
dapat
digunakan
untuk
chronotherapy untuk pengobatan asthma,
angina dan arthitis.

Lebih efektif untuk obat-obat yang menyebabkan


mual dan muntah pada rute oral (ex:
Metronidazole).
Dapat menghindari obat-obat yang bisa
mengiritasi lambung dan usus halus, serta obat
dengan klirens tinggi dapat terhindar dari first
pass effect (ex: Ketoprofen).
Ketika tidak dapat menggunakan rute oral,
misalnya sebelum rontgen atau pada pasien yang
mempunyai penyakit saluran pencernaan bagian
atas atau ketika pasien tidak dapat menelan.
Dapat digunakan untuk pasien pediatrik, geriatri,
atau pasien yang tidak sadar.
Penghantaran obat dapat dihentikan dengan
mengeluarkan sediaan dan absorpsi obat bisa
dihentikan dengan mudah pada kasus-kasus
overdosis atau bunuh diri.

Terdapat respect variasi individual terhadap pH


pada usus kecil dan colon yang memungkinkan
pembebasan obat yang tidak seharusnya. Pola
dari pembebasan obat mungkin berbeda di
setiap orang yang mungkin disebabkan oelh
terapi tidak efektif.
pH level pada usus kecil dan caecum sama
yang mana mengurangi spesifisitas dari
formulasi.
Kerugian yang umum adalah kespesifikasi
tempat/site yang buruk.

Diet dan penyakit dapat mempengaruhi flora


normal tang dapat memberi pengaruh buruk
terhadap targeting obat ke colon.
Degradasi enzim yang sering lambat dapat
memyebabkan interupsi di degradasi polimer
dan merubah profil pelepasan obat.
Variasi substansial di waktu retensi gastrik
dapat meyebabkan pelepasan obat yang tidak
diinginkan.

Pemberian obat secara oral, pada formulasinya


harus ditambahkan bahan penahan agar
pelepasan obat tidak terjadi di bagian GI atas.
Colon mempunyai lingkungan cairan rendah dan
seluruh bagiannya yang kental yang
memungkinkan menghalangi disolusi dan
pelepasan obat dari formulasi.
Stabilitas dari pelepasan obat via degradasi
metabolik dipengaruhi oleh flora normal.
Stabilitas obat juga menurun oleh ikatan
nonspesifik dari obat untuk sekresi usus, mukus
atau bahan obat yang mungkin menurukan
konsentrasi obat bebas.