Anda di halaman 1dari 32

LUKA TUSUK ABDOMEN

Novita Dewi Ratu


0961050050
Luka Tusuk adalah
hilangnya atau
rusaknya sebagian
jaringan tubuh yang
disebabkan oleh
trauma benda tajam
atau tumpul,
perubahan suhu, zat
kimia, ledakan,
sengatan listrik, atau
gigitan hewan.
Bentuk Luka:
-Vulnus Punctum (sayat runcing)
-Vulnus Scissum (benda tajam)

Abdomen adalah bagian tubuh yang terletak diantara bagian Tubuh


Thorax dan Pelvis
Anatomi Abdomen
Regio Abdomen:
REGIO HIPOKONDRIA REGIO REGIO
DEXTRA: EPIGASTRIUM: HIPOKONDRIA
- Lobus Kanan Hepar - Pilorus Gaster SINISTRA:
- Kantung Empedu - Duodenum - Gaster
- Sebagian - Pankreas - Lien
duodenum fleksura - Sebagian Hepar - Bag.kaudal
hepatik kolon pankreas
- Sebagian ginjal - Fleksura renalis
kanan+kelenjar kolon
suprarental kanan - Bagian
prog.ginjal kiri
dn
kel.suuprarnal
kiri
REGIO LUMEN REGIO UMBILIKUS: REGIO LUMEN
DEXTRA: - Omentum SINISTRA:
- Kolon ascenden - Mesenterium - Kolon asenden
- Bag distal ginjal - Bag.bawah - Bagian distal
- Sebagian duodenum ginjal kiri
duodenum dan - Jejunum dan Ileum - Sebagian
jejunum ileum jejunum dan
ileum.
REGIO INGUINAL REGIO SUPRAPUBIC: REGIO INGUINAL
DEXTRA: - Ileum SINISTRA:
- Sekum - VU - Kolon sigmoid
- Apendiks - Uterus - Ureter kiri
- Bagian distal ileum - Ovarium Kiri
- Ureter kanan
Dinding Abdomen:
- Kulit: Epidermis, Dermis, Hipodermis.

- Fascia Superficialis: Jaringan Longgar


padat, Jaringan adiposa lemak.

- Muskulus: Muskulus Obliques Externus


Abdominis, Muskulus Obliques Internus
Abdominalis, Muskulus Transversus
Abdominis, Muskulus rektus
abdominalis (di garis tengah).

- Fascia transversalis (lapisan terdalam


dinding abdomen).

- Parietal Peritoneum (membran serosa


rangkap yang terbesar di dalam
abdomen): Peritoneum Parietal(melapisi
dinding rongga abdominal), Peritoneum
Viseral (menyelaputi semua organ
didalam abdomen).
Abdomen dimuai dari T8-12
setinggi margo kostalis ke-
10 setinggi umbilikus,
n.torakalis ke-12 setinggi
suprainguinalis.

Peritoneum diafragmatika
pars sentralis dipersarafi
nervi spinalis c5 -> iritasi
pars sentralis diafragma
dan nyeri alih bahu.
Fisiologi Abdomen
Patologi Organ Abdomen
Misalnya Trauma Luka Tusuk, Regio Hipokondria Dextra Lien.
->menghasilkan limfosit dan plasma. Respon humoral igG tempat destruksi
trombosit normal.

Hematoma Laserasi Subkapsular


< 10% area permukaan 10-50% area permukaan; > 50% area permukaan atau
robekan kapsul, kedalman intraparenkim diameter < 5cm. meluas; hematom parenkim
parenkim <1cm. Kedalaman parenkim 1-3cm, atau ruptur subkapsular
tidak mengenai tubuh Hematoma intraparenkim
trabekular. >2cm/ meluas kedalam
parenkim > 3cm / mengenai
pembuluh trabekular.
Laserasi Vaskular

Menyebabkan devaskularisasi Lien hancur total cedera


mayor (>25% lien) Cedera pembuluh darah di hilus yang
pembuluh darah di Hilus yang mendevaskularisasi Lien.
mendevaskularisasi Lien
Jenis-Jenis Luka
1.Dalam /dangkal
2. Lebar / semput
3. Lancip (tajam)/
tumpul
Pemeriksaan Luka Tusuk

A:
B:
C:

TTV: TD=..., N=..., RR=..., Suhu...0C

GCS: E=..., V=..., M...


1. Trauma Tumpul
Anamnesis:
-Secret seven
-Mekanisme cedera: Posisi jatuh, asal
ketinggian, jenis alat yang melukai,
kecepatan dll.
-Gejala: Nyeri abdomen, iritasi
peritoneal, dan terjadi shock
hipovolemik
Px.Fisik:
I: Jejas di dinding abdomen
P: Tanda rangsangan peritoneum= nyeri tekan,
nyeri ketok, nyeri lepas, defans muskular.
P: ada/tidaknya darah/cairan yang cukup banyak
dapat di kenali dengan shifting dullness, pekak
hati terdapat dara bebas dalam rongga abdomen.
A: BU (+) melemah, menghilang.
adanya Lap-belt sign/ kontusio dinding perut
curiga trauma usus.
Px. Laboratorium:
- Pemeriksaan Darah perifer lengkap
tanda infeksi dan perdarahan.

- Urin: Ada/tidaknya urinalisis atau


cedera saluran kemih.
2. Trauma Tajam/Tembus
Anamnesis:
- Secret seven
- Jenis benda tusukan, seberapa dalam?, tembus/tidak?

Px. Fisik:
I: ada/tidaknya Jejas
P:
P:
A:
- Menilai ada atau tidaknya tanda-tanda Peritonitis(Sepsis,
Syok, kesadaran), perforasi organ sal.cerna.
- Colok dubur apabila dicurigai cedera anorektal.
Px. Penunjang
(Trauma Tumpul dan
Trauma Tajam):

- Rontgen abdomen 3 posisi


digunakan untuk
mengetahui adanya udara
bebas.
- Sistogram dan Ivp
apabila dicurigai trauma
sal.kemih
- Rontgen Thorax: Pneumo
peritonium, isi abdomen
(ruptur jenis diafragma)
atau fraktur iga bawah
yang menandakan
kemungkinan cedera
limpa dan hepar.

- Usg: melihat adanya cairan


intraperitoneal bebas
seperti pada region spesifik
kantong marison, kuadran
kiri atas dan pelvis.
-CT Scan: melihat
cedera organ seperti
Ginjal, hati, limpa,
terutama untuk
pasien dengan
hemodinamik stabil.

-Ultrasound Fast
jika curiga
hemoperitoneum.
Pengobatan

Medikamentosa: Antibiotik,
Analgetik

Non Medikamentosa: Drainase


perdarahan, Heacting, beatress
Fase Penyembuhan Luka:
Inflamasi 0-7hari
Proliferasi 7-21hari
Remodeling 3-6bulan

Cara Penyembuhan Luka:


Primer: Luka bersih langsung heacting
Sekunder: Pembiaran Luka terbuka
Primer tertunda:Luka di biarkan terbuka sampai
granulasi membaik kemudian di heacting.
Penyulit Penyembuhan Luka:

- Diabetes Melitus
- Hemofilia
- Kesalahan dalam Penjahitan Luka
- Heagenitas pasien dalam perawatan
Luka
Diagnosa Banding:
Prognosa
TERIMAKASIH