Anda di halaman 1dari 38

FIS IO LO G I D A N

M EK A N IS M E TID U R

Pembimbing :dr. Agus Siswanto, SpPD-


KPsi
D efi
nisi

Suatu keadaan bawah sadar di mana seseorang


masih dapat dibangunkan dengan pemberian
rangsang.
Dibagi menjadi 2 yaitu:
1. non REM
2. REM
Tidur diawali non REM kemudian diikuti REM
N on REM

Terdapat 4 stadium yaitu


Stadium 1
tidur yang dangkal dan dapat terbangun dengan
mudah, mata bergerak peralahan-lahan, dan
aktivitas otot melambat.
Stadium 2
berlangsung selama 10 hingga 15 menit, denyut
jantung melambat dan suhu tubuh menurun,
gerakan bola mata berhenti.
Stadium 3
sulit untuk dibangunkan, dan jika terbangun, tidak
dapat segera menyesuaikan diri dan sering merasa
bingung selama beberapa menit

Stadium 4
tahap tidur yang paling dalam, gelombang otak
sangat lambat, untuk memulihkan energi fisik.
Stadium 1 dan 2 disebut light NREM sedang
stadium 3 dan 4 disebut deep NREM atau slow-
wave sleep (SWS).
Stadium tiga dan empat sangat restorative untuk
memulihkan energi fisik.
Mendengkur terjadi pada waktu tidur NREM.
REM

dapat dicapai dalam waktu 90-110 menit setelah


NREM
terjadi 4 5 kali setiap malam dengan irama yang
teratur sehingga orang normal dengan lama tidur 7 8
jam setiap hari terdapat 4-5 siklus REM (2 jam tidur
REM)
mata bergerak cepat ke berbagai arah, pernafasan
menjadi lebih cepat, tidak teratur, dan dangkal, denyut
jantung dan nadi meningkat.
Berfungsi untuk konsolidasi memori jangka panjang.
N REM dan REM
N REM dan REM
G elom bang otak saat tidur

Gelombang Otak Beta


muncul saat sedang fokus dan konsentrasi
mis. saat mengendarai kendaraan (motor atau
mobil), membaca, saat mencari satu buku
diantara berbagai buku di rak perpustakaan.
G elom bang O tak Alpha

Muncul saat rileks yang dalam, sangat santai, dan


merasakan ketenangan, ketentraman serta
kedamaian.
Contoh saat hendak tertidur; yaitu pada saat mata
mulai menutup menuju alam tidur.
G elom bang O tak D elta

Muncul saat sedang berada pada keadaan rileks


yang sangat dalam.
Contoh adalah pada saat tidur lelap dan tidak
bermimpi; rileks yang dalam. Pada frekuensi ini,
tubuh akan melepaskan hormon melatonin.
G elom bang O tak Theta
Muncul ketika sedang tertidur dengan bermimpi.
Frekuensinya lebih tinggi dibandingkan gelombang
delta karena adanya aktivitas berupa mimpi.
M ekanism e tidur

Sleep clock diatur oleh irama sirkadian (Circadian


Rhythm ).
Circadian Rhythm adalah proses biologis ritmis yang
menyebabkan perubahan fisik, mental dan perilaku
sesuai dengan siklus 24 jam.
Irama sirkadian berfungsi mengatur berbagai irama
tubuh antara lain temperatur tubuh, tekanan darah dan
pola sekresi hormone.
Irama sirkadian mengakibatkan pengulangan setiap 24
jam aktivitas biologis tubuh pada interval tertentu.
Iram a sirkadian
Suhu tubuh

Suhu tubuh naik-turun seiring jam bertambah dalam satu


hari. Perbedaan suhu tubuh yang terjadi sekitar 2 0 C.
Saat suhu tubuh naik menjadi lebih terjaga
Saat suhu tubuh turun lebih lelah dan malas.
Ritme suhu tubuh menyebabkan rasa mengantuk dan
terbangun pada jam yang sama setiap hari.
Suhu tubuh akan meningkat pada pagi-pagi hingga
mencapai puncak pada sekitar siang menjelang sore,
kemudian suhu tubuh akan menurun hingga mencapai
titik terendah sebelum meningkat lagi.
M elatonin dan cahaya m atahari

Melatonin (N acetyl-5- methoxytryptamine) adalah


hormon yang dibentuk kelenjar pineal dan retina.
Melatonin bertugas membuat tertidur dan
mengembalikan energi fisik ketika kita tidur.
Apabila melatonin tinggi, kita akan merasa
mengantuk, dan lemah. Level melatonin dalam tubuh
tergantung pada jumlah cahaya matahari yang
diterima mata pada satu hari.
Banyak cahaya matahari akan memperlambat proses
pembentukan melatonin.
Pengaturan tidur dan terbangun diatur oleh
batang otak (Reticular Activating System) yang
menghasilkan serotonin. Serotonin merupakan
neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk
menginduksi rasa kantuk. Dalam kelenjar pineal
serotonin diubah menjadi melatonin pada keadaan
tanpa cahaya matahari.
Kelenjar pineal
Form atio Reticularis
Reticular Activating System
B erapa lam a tidur diperlukan?

TABEL WAKTU TIDUR BERDASARKAN UMUR


Umur dan kondisi Kebutuhan tidur
0 bulan -1 bulan Masa neonatus 14-18 jam/hari
1 bulan - 18 bulan Masa bayi 12-14 jam/hari
18 bulan 3 tahun Masa anak 11-12 jam/hari
3 tahun 6 tahun Masa pra 11 jam/hari
sekolah
6 tahun 12 tahun Masa sekolah 10 jam/hari
12 tahun 18 tahun Masa remaja 8,5 jam/hari
18 tahun 40 tahun Masa dewasa 7-8jam/hari
muda
40 tahun 60 tahun Masa paruh 7 jam/hari
baya
60 tahun ke atas Masa dewasa tua 6 jam/hari
Ibu hamil 8 jam lebih/hari
H al-halyang bisa m enurunkan kualitas
tidur
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Tidur dengan paparan cahaya mengganggu pelepasan hormon
melatonin .
Minum terlalu banyak cairan sebelum tidur
Berolahraga larut malam membuat suhu tubuh bisa meningkat secara
signifikan dan mencegah pelepasan hormon melatonin. Sebaiknya
olahraga 3 jam sebelum tidur.
Terlalu banyak menonton televisi atau bermain komputer ataupun ponsel
dapat meningkatkan hormon noradrenalin dan dopamin yang
menghilangkan kantuk.

Suhu kamar terlalu hangat bisa mencegah


pendinginan alami yang harus dilakukan dalam
tubuh selama tidur. Tanpa proses pendinginan
pelepasan melatonin terganggu.
Tidur menggunakan pakaian ketat dapat
menaikkan suhu tubuh sehingga mengurangi
sekresi melatonin.
Tak mendapatkan cukup cahaya saat bangun
tidur .
Tidak tidur cukup waktu hormon kortisol dan rasa lapar
akan meningkat, sehingga akhirnya ngemil dan kadar
insulin meningkat dan akan mengalami kemerosotan
melatonin.
Pergi ke tempat tidur terlambat maka hormon dalam tubuh
akan tidak seimbang. Kortisol alami mulai meningkat pada
jam-jam paruh kedua selama tidur, sekitar pukul 2.00,
kemudian meningkat lagi pukul 4.00, dan puncaknya
sekitar pukul 6.00. Tidur terlambat akan membuat kortisol
meningkat.

Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan


endorphin yang juga sebagai penghilang rasa sakit
alami pada tubuh dimana dapat mengurangi stres
dan meingkatkan suasana hati sehingga pada saat
tidur dimalam hari kualitas tidur akan meningkat.
Terim akasih
G elom bang otak dan shalat tahajud
G elom bang O tak D elta

Muncul saat sedang berada pada keadaan rileks


yang sangat dalam.
Contoh adalah pada saat tidur lelap dan tidak
bermimpi; rileks yang dalam. Pada frekuensi ini,
tubuh akan melepaskan hormon melatonin.
Pada saat bangun tidur di malam hari utamanya,
gelombang otak /pikiran berada pada gelombang
alpha dan theta.
Berdoa pada Tuhan atau mengerjakan shalat
dengan khusyuk timbul gelombang delta
melatonin meningkat.
Berdasarkan penelitian ternyata hormon metalonin
ini paling banyak dihasilkan sekitar pukul 02.00
04.00 malam waktu yang disarankan untuk
shalat tahajud.
Shalat tahajud
FungsiM elatonin

1. Sebagai anti oksidan


2. Meningkatkan keefektifan sistem kekebalan tubuh,
hal ini dikarenakan melatonin dapat menstimulus
produksi sitokin InterLeukin2 (IL2), InterLeukin6
(IL6), and InterLeukin12 (IL12) sebagai sistem
imun tubuh.
3. Dapat mencegah kanker karena berdasarkan
penetitian hormon melatonin dapat secara langsung
mencegah perkembangan sel kanker di dalam tubuh.
Sholat merupakan kombinasi gerakan yang
memungkinkan adanya aliran darah yang kaya
oksigen dapat mengalir dengan lancar dan
berkesinambungan antara otak dan seluruh tubuh
menstimulus kelenjar pineal untuk
memproduksi hormon melatonin lebih maksimal.
Iram a sirkadian
Shalat dan iram a sirkadian

Sholat shubuh sekitar jam 04.30, berdasarkan diagram


irama sirkadian, pada saat itu suhu tubuh berada pada titik
terendahnya.
Gerakan shalat warming up sebelum beraktivitas siang harinya,
selain itu relaksasi yang ditimbulkan mengurangi produksi hormon
kortisol yang memberikan efek stress pada tubuh.
Pada siang harinya konsentrasidan koordinasi tubuh
meningkat sehingga aktivitas berada pada puncaknya.
Saat itu shalat zuhur berperan sebagai momen untuk beristirahat
dan berdoa yang memberikan efekrefresh bagi tubuh dan pikiran
sebelum melanjutkan aktivitas.
Pada sore hari kecepatan metabolism tubuh berada
pada puncaknya, sholat ashar membantu
memperlancar prosesnya.
Sekitar jam 18.30 suhu tubuh dan tekanan darah
berada pada titik tertinggi, keadaan ini berefek
somatopsikis sehingga kita jadi emosional, untuk itu
sholat maghrib menjadi pengendalinya.
Pada malam hari melatonin yaitu hormon yang
berfungsi mengatur irama sirkadian. Saat itu shalat
isya menjadipenyegar sebelum tidur dengan nyenyak.