Anda di halaman 1dari 62

PROTEIN DAN ASAM AMINO

Protein
Molekul yg sangat vital untuk
organisme terdapt di semua sel
Polimer disusun oleh 20 mcm
asam amino standar
Rantai asam amino dihubungkan dg
iktn kovalen yg spesifik
Struktur & fungsi ditentukan oleh
kombinasi, jumlah dan urutan asam
amino
Sifat fisik dan kimiawi dipengaruhi
oleh asam amino penyusunnya
Fungsi Protein

Reaksi kimia enzymes


Immune system antibodies
Mechanical structure tendons
Generation of force muscles
Nerve conduction ion channels
Vision eye lens
. . . and much more!
Beberapa penyakit akibat defisiensi
protein
Kwashiorkor : kekurangan kwalitas
maupun kwantitas protein meski masukan
kalori memadai.
Marasmus: jika masukan kalori maupun
protein spesifik kurang.
Marasmus :
Penyakit akibat kekurangan protein yang
pertama ini cukup berbahaya. Gejalanya
termasuk mengalami penurunan berat badan
yang signifikan, dehidrasi yang berlebihan, dan
fisik yang kelihatan jauh lebih tua dari usia yang
sebenarnya. Penyakit ini pada umumnya terjadi
pada anak-anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan. Marasmus jika tidak segera
diatasi bisa menyebabkan kematian.
Kwashiorkor :
Para peneliti dari University of Maryland Medical
Center menemukan penyakit akibat kekurangan
protein yang memiliki nama unik ini. Kwashiorkor
umumnya menimpa pada anak-anak usia remaja.
Gejala umum dari masalah kesehatan ini termasuk
kelelahan berlebihan, perut membesar,
kekurangan cairan, sering mengalami diare, emosi
yang tidak stabil, dan masih banyak lagi. Jika
penderita cenderung dengan marasmus
kwashiorkor, pasien masih terlihat seperti normal.
Namun jika kondisi ini tidak segera tangani, bagi
anak-anak dan remaja bisa terhambat
pertumbuhannya, mengalami gangguan kognitif,
dan bahkan hingga cacat mental.
Cachexia :
Salah satu penyakit yang disebabkan karena
kekurangan protein yang satu ini menunjukkan
gejala seperti penipisan otot, degradasi protein,
penurunan berat badan tidak normal, bisa
memicu kanker ganas pada lambung, hati, usus,
dll. Orang-orang yang dipengaruhi Cachexia
umumnya akan selalu merasa lelah meskipun
hanya melakukan sedikit aktivitas yang ringan.
Menurut American Journal of Clinical Nutrition,
penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika
tidak segera ditangani dengan serius.
Kelompok protein sederhana
Protein yang hanya mengandung asam
amino saja.
Ada 3 macam yaitu asam amino
essensial, asam amino non esensial,
asam amino semi esensial.
Protein komplek
Protein yang selain mengandung asam
amino juga juga bahan lain antara lain lipid
menjadi lipoprotein. Hem menjadi
hemoprotein. Karbohidrat yaitu
glikoprotein
Asam Amino Essensial
Selain 20 asam amino yang dibutuhkan
oleh tubuh untuk produksi protein. Ada 12
macam asam amino lain yang tidak
terdapat di alam tetapi dapat disintesis
dari fragmen karbohidrat dan lipid sebagai
sumber nitrogen melalui reaksi katalis
enzim. Asam amino ini sangat dibutuhkan
oleh tubuh dan disebut Asam amino
essential.
Asam amino esensial
Asam amino yang harus diperoleh tubuh
dari makanan sehari-hari karena tubuh
tidak dapat mensintesis.
Terdiri dari arginin, histidin, isoleusin,
leusin, lisin, metionin, fenil alanin, treonin,
triptopan, valin.
Asam amino non esensial
Asam amino yang diperlukan tubuh dan
dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah
cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh
terhadap asam amino tersebut.
Alanin, asparagin, aspartat, sistein,
glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin,
tirosin, hidroksiprolin, hidroksilisin
Asam amino semi esensial
Asam amino yang dapat disntesa tubuh
tetapi kecepatan sintesa tidak mencukupi
untuk mendukung tumbuh kembang anak
yang termasuk asam amino semi esensial
ini adalah arginin dan histidin.
Asam Amino
merupakan unit penyusun
protein
Struktur:
satu atom C sentral yang
mengikat secara kovalent:
gugus amino,
gugus karboksil,
satu atom H dan
rantai samping (gugus R)
ASAM AMINO DAN PROTEIN
Asam amino adalah senyawa penyusun
protein. Asam amino mempunyai satu gugus
karboksil dan satu gugus amino. Pada
umumnya gugus amino terikat pada posisi
dari gugus karboksil.
basa

asam
NH 2 NH 3
R H, C - : kiral
R CH COOH R CH COO-

asam -amino ion switter pH : 7,4


(Amfoter)
Asam amino standar
Asam amino yang menyusun
protein organisme ada 20
macam disebut sebagai asam
amino standar
Diketahui asam amino ke 21
disebut selenosistein (jarang
ditemukan) Terdapat di
beberapa enzim seperti
gluthatione peroxidase
Selenenosistein mempy kode
genetik: UGA biasa utk stop
kodon tjd pd mRNA dgn
struktur 2nd yg banyak.
Asam Amino Amfoter
Asam amino dapat berperan sebagai asam
(mendonorkan proton pada basa kuat) dan
dapat berperan sebagai basa (menerima
proton dari asam kuat)
Bentuk kesetimbangan :
HO HO
RCHCOOH RCHCOO RCHCOO
H H
NH 3+ NH 3+ NH 2

pH rendah pH netral pH tinggi


CONTOH ASAM AMINO

COO- COO-
COO- COO-

+H NH 3+
NH 3+
+
H3N C
H3N
H
C
C
H H C
CH2OH CH2OH

L-serine D-serine
CH2OH CH2OH

L-serine D-serine
Penamaan Asam Amino
Didasarkan pada struktur D gliseraldehid jika gugus
NH3+ terletak disebelah kanan diberi awalan D, jika
NH3+ dikiri diberi awalan L.
Semua asam amino yang ada di alam dalam protein
mempunyai konfigurasi L. Ada beberapa asam amino
yang penting dalam struktur dan metabolisme
mempunyai konfigurasi D, yaitu asam D-alanin dan D-
glutamat yang merupakan komponen penyusun dinding
sel bakteri tertentu.
Penulisan asam amino (20 asam amino yang umum)
dapat disingkat dengan 3 huruf.
Misal : Serine Ser
Glysin gly
Penggolongan Asam Amino
Penggolongan asam amino didasarkan
pada sifat dari rantai samping (-R).
Berdasarkan sifat rantai samping R, asam
amino dapat digolongkan menjadi :
1. Asam amino dengan R non polar
2. Asam amino dengan R polar
3. Asam amino dengan R polar bermuatan
Biasanya sifat-sifat seperti: hidrofobik/hidrofilik, polar/non
polar, ada/tidaknya gugus terionisasi

AROMATIK
NON
POLAR POLAR
Asam amino

BASIC (+) ACIDIC (-)


Asam amino non polar
Memiliki gugus R alifatik
Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin
Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu a.a spt
Ile (I) biasa terdapat di bagian dlm protein.
Prolin berbeda dgn a.a siklis. Tapi mempunyai
byk kesamaan sifat dgn kelompok alifatis ini.
Umum terdapat pada protein yang berinteraksi
dengan lipid
Asam amino polar
Memiliki gugus R yang tidak bermuatan
Serin , threonin, sistein, metionin, asparagin,
glutamin
Bersifat hidrofilik mudah larut dalam air
Cenderung terdapat di bagian luar protein
Sistein berbeda dgn yg lain, karena ggs R
terionisasi pada pH tinggi (pH = 8.3) sehingga dapat
mengalami oksidasi dengan sistein membentuk
ikatan disulfide
(-S-S-) sistin (tdk tmsk dlm a.a. standar karena
selalu tjd dari 2 buah molekul sistein dan tidak
dikode oleh DNA)
Asam amino dengan gugus R
aromatik
Fenilalanin, tirosin dan triptofan
Bersifat relatif non polar hidrofobik
Fenilalanin bersama dgn V, L & I a.a plg
hidrofobik
Tirosin gugus hidroksil , triptofan cincin indol
Sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen
penting untuk menentukan struktur ensim
Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV
280 nm sering digunakan utk menentukan kadar
protein
Asam amino dengan gugus R bermuatan
positif
Lisin, arginin, dan histidin
Mempunyai gugus yg bsft basa pd rantai
sampingnya
Bersifat polar terletak di permukaan protein dapat
mengikat air.
Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd
gugus imidazol) dibanding
lisin gugus amino
arginin gugus guanidino
Krn histidin dpt terionisasi pada pH mendekati pH
fisioligis sering berperan dlm reaksi ensimatis yg
melibatkan pertukaran proton
Asam amino dengan gugus R
bermuatan negatif

Aspartat dan glutamat


Mempunyai gugus karboksil pada rantai
sampingnya bermuatan (-) / acid pada pH 7
Asam amino non standar
Merupakan asam amino
diluar 20 mcm as. Amino
standar
Terjadi karena modifikasi
yang terjadi setelah suatu
asam amino standar
menjadi protein.
Kurang lebih 300 asam
amino non standar modifikasi serin yang
dijumpai pada sel mengalami fosforilasi
oleh protein kinase
Penggolongan asam amino
Berdasarkan gugus fungsinya:
Asam amino dg gugus NH2 dan COOH
Asam amino dg gugus OH
Asam amino dg rantai R mengandung S-
Asam amino dg gugus amina sekunder
Asam amino dg cincin aromatis
Asam amino dg 2 gugus COOH
Asam amino dg gugus amida
Asam amino dg 2 gugus basa
Asam amino mengandung hanya gugus NH2 dan
COOH
+ + NH 3+
NH 3 NH 3

H CH COO- CH3 CH COO- H 3C CH CH COO-


CH3
glysin (gly) L - alanin (ala)

NH 3 + NH 3+

H 3C HC CH2 CH COO - H3C H2C CH CH COO-

CH3 CH3
Isoleusin (Ile)
Leusin (Leu)
Asam amino yang mengandung gugus -OH

NH 3+ OH NH 3+

HO CH2 CH COO- CH3 CH CH COO-


L - serine (Ser) L - threonina (Thr)
Asam amino yang rantai R mengandung Sulfur

NH 3+

HS CH2 CH COO-

L - systein (Cys)

NH 3+

CH3 S CH2 CH3 CH COO-

L - methionin (Met)
Asam amino dengan gugus amino
sekunder, siklis

N + -
COO
H2
L-prolin (pro)
Asam amino yang rantai R mengandung cincin
aromatis
NH 3+
NH 3+
CH2 CH COO-
HO CH2 CH COO-

L - tyrosin (Tyr) L-fenilalanin (Phe)

NH 3+

CH2 CH COO-

N
H
L - tryptofan (Trp)
Asam amino mengandung gugus NH2 dan 2 gugus
COOH

NH 3+

HOOC CH2 CH2 CH COO-

asam L - glutamat (Glu)


NH 3+

HOOC CH2 CH COO-

asam L - aspartat (Asp)


Asam amino mengandung gugus amida

O NH 3+

H 2N C CH2 CH COO-

L - asparagin (Asn)
O NH 3+

H 2N C CH2 CH2 CH COO-

L - glutamin (Gln)
Asam amino mengandung dua gugus basa
NH 3+
H2
NH 3 + HC C C CH COO-

H 2N (CH2)4 CH COO- N NH

L - lysin (lys)
L - histidin (His)
NH
NH 3+

H 2N C NH (CH2)3 CH COO-

L - arginin (arg)
Pada asam amino yang gugus R (rantai
samping) bermuatan menyebabkan asam
amino-asam amino ini pada pH 7,4 berada
dalam bentuk ionik
L - aspartat
bermuatan - 1
L - glutamat

L - lysin
bermuatan + 1
L - arginin
Muatan total asam amino dalam larutan akan
menentukan kelarutannya, sebagai fungsi pH. pH
dimana asam amino mempunyai muatan = 0
(tidak bermuatan) disebut pH isoelektrik (pI).
Pada pI, kelarutan asam amino <<<, oleh karena
itu pada pI asam amino akan mengendap.
pH isoelektrik untuk asam amino dengan R tidak
terionisasi berkisar 5.5 6.5. pH isoelektrik untuk
asam amino dengan R terionisasi.
pH Isoelektrik Asam Amino
Asam Amino Gugus Terionisasi pH Isoelektrik
As. Aspartat Karboksil 2,98
As. Glutamat Karboksil 3,08
Histidin Imidazol 7,64
Sistein Tiol 5,05
Tirosin Fenol 5,63
Lisin Amino 9,47
Arginin Amino 10,76
Fungsi pH Isoelektrik (pI)
Untuk mengkristalkan asam amino/protein
pengendapan isoeletrik
Dengan mengetahui titik isoelektrik dapat
meramalkan proses migrasi protein dalam
medan elektrikum Dasar untuk
pemisahan asam amino dengan
elektroforesis
Reaksi Asam Amino
Reaksi dengan Ninhidrin
Ninhidrin di dalam air akan terhidrasi
membentuk ninhydrin hidrat. Ninhydrin
hidrat bereaksi dengan asam amino
menghasilkan anion berwarna ungu,
aldehid dan CO2.
Reaksi Ninhidrin

O
O O
OH
RCHCOO
+ N
NH 3+
OH
O
O O
anion berwarna ungu

+ RCHO+ CO2 + H2O + H+


Ikatan Peptida
Ikatan yang menghubungkan 2 asam amino melalui
gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus
amino dari asam amino yang lain.
O O
+H3N CH2 C O- + +H3N CH C
O
CH3
glysin alanin O
O
H
+H3N C C N C C O- + H2O
H2
CH3 C-terminal
N-terminal ikatan peptida
gly - ala
(glysinalanin)
Ikatan Peptida
Berdasarkan konvensi ikatan peptida
ditulis dengan asam amino yg mempunyai
NH3+ bebas (sebelah kiri) dan as. Amino
dg gugus COO- bebas (sebelah kanan)
Molekul yang mengandung 2 asam amino
dg 1 ikatan peptida disebut dipeptida
Molekul mengandung 3 asam amino
disebut tripeptida. Ada tetrapeptida,
pentapeptida, dst.
Ikatan Sulfida
Disamping ikatan peptida, ikatan kovalen lain
diantara as. Amino dlm peptida dan protein
adalah ikatan disulfida.
Ikatan disulfida adalah ikatan tunggal -SS-.
Ikatan disulfida menghubungkan 2 unit sisteina.
Senyawa peptida alam yang mengandung
ikatan disulfida : Oksitosin, vasopresin.
Oksitosin: hormon yang mengatur kontraksi
uterus dan laktasi untuk merangsang
kelahiran bayi
Asam amino non standar
Merupakan asam amino
diluar 20 mcm as. Amino
standar
Terjadi karena modifikasi
yang terjadi setelah suatu
asam amino standar
menjadi protein.
Kurang lebih 300 asam
amino non standar modifikasi serin yang
dijumpai pada sel mengalami fosforilasi
oleh protein kinase
modifikasi prolin dlm proses
modifikasi posttranslasi, oleh
prokolagen prolin hidroksilase.

Ditemukan pada kolagen untuk


menstabilkan struktur

Dari modifikasi Glu oleh vit K.


karboksi glutamat mampu
mengikat Ca penting utk
penjendalan darah.
Ditemukan pd protein protombin
Modifikasi lisin. Terdapat di kolagen dan miosin (protein
kontraksi pd otot) dan berperan untuk sisi terikatnya
polisakarida
Beberapa ditemukan asam amino nonstandar yang tidak
menyusun protein merupakan senyawa antara
metabolisme (biosintesis arginin dan urea)
PROTEIN
Biopolimer yang terdiri dari banyak satuan as.
Amino yg dihubungkan oleh ikatan peptida
Beberapa protein merupakan komponen utama
dalam jaringan struktur (otot, rambut, kuku, kulit)
Struktur protein :
Struktur primer
Struktur sekunder
Struktur tersier
Struktur kuartener
Struktur Primer

H R O H R O H R O H R O

N C C N C C N C C N C C
H H H H

Rantai peptida yang dihubungkan oleh ikatan amida (peptida)


Penggolongan Protein
Berdasarkan bentuk
Protein Fibrous (Serat)
Protein yang terdapat pada hewan, tidak
larut dalam air. Misal : keratin, kolagen,
sutra
Proterin Globular
Protein yang larut dalam air. Misal : enzim,
hormon, hemoglobin, mioglobin,
ovalbumin (pada putih telur)
Berdasarkan fungsi
1. Protein sebagai enzim
Memiliki aktivitas katalisa
Contoh : ribonuklease, tripsin, dll

2. Protein transport
Dalam plasma darah mengikat dan membawa
molekul atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain
Hemoglobin pd sel darah merah mengikat oksigen
ketika darah melalui paru2, dan dibawa ke jaringan
periferi
Dalam membran sel mengikat dan membawa
glukosa, asam amino dan nutrien lain melalui membran
menuju ke dalam sel
Lipoprotein, mioglobin, albumin serum
3. Protein nutrien dan penyimpan
- ovalbumin/albumin dan kasein sebagai protein nutrien
- Ferritin jaringan hewan protein penyimpan besi
- Gliadin pada gandum sebagai protein penyimpan

4. Protein kontraktil / motil


- Aktin dan miosin protein filamen yang berfungsi di
dalam sistem kontraktil otot kerangka dan sel bukan otot
- Tubulin, protein pembentuk mikrotubul yaitu kompenen
dari flagela dan silia yang dapat menggerakkan sel yaitu
pada sistem saraf.
5. Protein struktural
- Protein serabut yaitu kolagen terdapat
banyak pada jaringan kulit, memiliki
tenggang yang sangat tinggi
- Elastin, protein yang mampu meregang ke
dua dimensi
- Keratin, protein yang liat dan tidak larut
terdapat pada rambut, kuku, bulu
ayam/burung
6. Protein pertahanan
- Imunoglobulin atau anti body, yaitu protein
yang dibuat oleh limposit yang dapat
mengenali dan mengendapkan atau
menetralkan serangan bakteri, virus atau
protein asing dari jenis yang lain
- Fibrinogen atau trombin, yaitu protein
penggumpal darah yang menjaga
kehilangan darah jika sistem pembuluh
terbuka,
- Bisa ular, toksin bakteri dan protein
tumbuhan beracun seperti risin
7. Protein pengatur
- Hormon insulin yang mengatur metabolisme gula
- Hormon pertumbuhan dan hormon paratiroid yaitu
mengatur transport Ca2+ dan fosfat
- Represor, mengatur biosintesa enzim oleh sel bakteri

8. Protein lain
- Monelin yaitu protein yang terdapat pada tanaman dari
Afrika
- Protein anti beku, terdapat dalam plasma darah
beberapa ikan antartika, melindungi darah ikan dari
pembekuan
- Resilin, terdapat pada persendian beberapa sayap
insekta yang bersifat hampir sempurna elastis