Anda di halaman 1dari 12

TOKSIN

HERRY HERMANSYAH
PALEMBANG
2014
TOKSIN

Toksin organisme dapat


dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Eksotoksin
2. Endotoksin
EKSOTOKSIN

Bakteri yang dapat mengelurkan eksotoksin:


Corynebacterum diphteriae
Clostridium botulinum
Clostridium perfringens
Clostridium tetani
Clostridium welchii
Shigella sp
 Salmonella sp
 Staphylococcus aureus
Menurut Ehrelich eksotoksin mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut:
 Toksin mudah larut dalam air
 Toksin termasuk golongan protein.
 Toksin bila disuntikan pada organisme yang
peka, maka akan menjadi sakit
 Toksin dapat hilang jika dipanasi pada suhu
56°C,
 Toksin dapat hilang juga bila disimpan lama
dikamar biasa atau dicampur dengan bahan-
bahan kimia
 Toksin disuntikan pada organisme, maka
terbentuk (antibodi)
ENDOTOKSIN

 Banyak bakteri-bakteri yang tidak


menghasilkan eksotoksin, meskipun
bakterinya sangat virulen. Dalam hal ini
dianggap bahwa bakteri itu mati dan
hancur. Yang menghancurkan mereka
adalah zat-zat pertahanan tubuh. Bahan-
bahan yang beracun tersebut dinamakan
endotoksin.
Sifat-Sifat Endotoksin:

 Tahan panas atau termostabil, juga


terhadap suhu tinggi yang lazim
dipergunakan otoklave
 Membuat sakit dengan gejala-gejala yang
sama sehingga tidak specifik
 Tidak ada periode inkubasi pada
keracunan dengan endotoksin.
Kekuatan toksin untuk membuat sakit dan
mematikan organisme sangat besar. Lebih
besar dari racun alkaloid, ialah dapat 650
kali lebih kuat dari atropin dan 15 (atau
200 kali dari strichiin . Cara mengukur
kekuatan toksin dapat dilakukan dengan
mencari dosis letalis minimalnya (LD).
Contoh:
Jika kita membuat toksin dari
Corynebacterium diphteriae dengan
menumbuhkannya dalam media cair dan
kemudian menyaring pertumbuhan tersebut
dengan saringan Chamberland, maka
Ldnya harus ditetapkan. Inokulum yang
disuntikan secara subkutan pada marmut
yang beratnya 250 gr dan ditunggu
hasilnya selama 4 hari.
Percobaan Menetapkan Titer Toksin

Konsentrasi Disuntikan pada Sesudah 4 hari


marmut

1/100 cc toksin No 1 Mati


1/200 cc toksin No 2 Mati
1/300 cc toksin No 3 Mati
1/400 cc toksin No 4 Mati
1/500 cc toksin No 5 Hidup
1 cc aqua No6 Hidup
sebagai kontrol
 Bila hasil percobaan diatas maka LDnya adalah 1/400 ml
toksin, yaitu jumlah toksin yang serendah-rendahnya
dapat mematikan marmut seberat 250 gr dalam waktu 4
hari
 Karena adanya perbedaan antara marmut yang satu
dengan marmut yang lain meskipun beratnya sama, maka
bila ingin lebih tepat lagi, seharusnya kita membuat
percobaan dengan 1/400 cc toksin itu yang disuntikan
pada marmut-marmut yang berjumlah lebih banyak
dengan berat 250 gr. Jika 50% dari marmut itu dalam 4
hari menjadi mati, maka dosis itu dinamakan LD 50
 Bila toksin tersebut disimpan dalam suhu kamar atau
dipanasi ½ jam pada suhu 56 oC maka kekuatan toksin
untuk mematikan marmut sudah menurun atau hilang
sama sekali bahan ini dinamakan toksid.
Perbedaan Eksotoksin dan Endotoksin

EKSOTOKSIN ENDOTOKSIN

TEMPAT PRODUKSI •Dikeluarkan oleh bakteri hidup Sebagai bagian integral dari dinding sel bakteri
•Konsentrasinya dalam media gram (-)
cair sangat tinggi

STRUKTUR KIMIA Polipeptida Komplek lipopolisakarida

SIFAT FISIK •Relatiftidak stabil •Relatif stabil


•Dengan pemanasan aktifitas •Aktifitas toksin menetap walaupun dipanaskan
toksin menurun

SIFAT IMUNOLOGI •Sangat antigenik, Menghasilkan •Tidak menginduksi terbentuknya antitoksin


antitoksin dalam jumlah banyak, •Tidak dapat dibuat toksin
•Dapat dibuat toksin

TOKSISITAS •Sangat toksik •Kurang toksik


•Dapat menimbulkan kematian •Dalam dosis besar dapat menimbulkan
meskipun dalam dosis kecil kematian

REAKSI BADAN Badan tidak memberi reaksi Ada reaksi panas/demam


panas/demam