Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN SERVISITIS

Oleh kelompok 5
Dewi Indra Sari (7310006)
Laila Ma’sumah (7310013)
Nurul Muzlifatul.J (7310026)
Mohammad Ibnu Malik (7310031)
Nur Muh musyafa’ (7310016)

PRODI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN DARUL ‘ULUM
JOMBANG
Pengertian
 Servisitis (peradangan serviks) pada wanita sering sekali
disertai gatal atau rasa seperti terbakar sewaktu
berkemih (corwin, Elizabeth,2009).

 Servisitis adalah infeksi pada mulut rahim (ida ayu


manuaba,2009)
Etiologi
 Servisitis sering terjadi karena luka kecil
bekas persalinan yang dirawat dan infeksi
karena hubungan seks.
 Servisitis di sebabkan oleh IMS,Jamur,
bakteri (Geri morgan,2009)
KLASIFIKASI

Servisitis Akuata
• Infeksi ini dapat disebabkan oleh gonokokus(gonorea)
sebagai salah satu infeksi hubungan seksual. Pada infeksi
setelah keguguran dan persalinan disebabkan oleh
stafilokokus dan streptokokus.
Servisitis Menahun (Kronis)
• Servisitis kronik jauh lebih sering di jumpai dan merefleksikan
perubahan yang terjadi pada serviks selama usia
reproduktif(Richard N Mitchell,2008). Penyakit yang menahun
MANIFESTASI KLINIS

Terdapat keputihan berkemih


(leukorea)
terjadi perdarhan saat
hubungan seks
Pada pemeriksaan
terdapat perlukaan
serviks yang berwarna
merah
Pada umur di atas 40
tahun perlu waspada
terhadap keganasan
serviks.
Rasa nyeri sekitar perut
Sakit saat berhubungan
seksual (disparenuria)
Sering disertai gatal &
rasa terbakar saat
PATOFISIOLOGI

Peradangan terjadi pada serviks akibat kuman aerob dan


anaerob, peradangan ini terjadi Karena luka bekas persalinan
yang tidak di rawat serta infeksi karena hubungan seksual.
Proses peradangan melibatkan epitel serviks dan stoma yang
mendasarinya. Inflamasi serviks ini bisa menjadi akut atau kronik.
(Manuaba,2010).

Masuknya infeksi dapat terjadi melalui perlukaan yang menjadi


pintu masuk saluran genetalia, yang terjadi pada waktu
persalinan atau tindakan medis yang menimbulkan perlukaan,
atau terjadi karena hubungan seksual (Manuaba,2009).
PATHWAY
infeksi karna hubungan
Luka bekas persalinan dan keguguran
sex
Kuman pathogen aerob dan anaerob

Masuk Mulut Rahim

Infeksi mulut rahim

Peradangan Saluran peradangan tuba


kencing
Saluran telur kiri dan
Servisitis kanan (salpingitis

Epitel serviks dan ke rahim adnexitis


stoma

Akut & kronik Jalan sperma terganggu

Nyeri berhubungan dengan adanya lesi, Sel telur tidak bsa d


vasodilatasi lokal.
buahi
Ketidaknyamanan berhubungan dengan
respon tubuh terhadap agen infeksi
Tidak bisa hamil/
kemandulan
Kurang pengetahuan mengenai obat
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI

Salpingitis : radang pada saluran telur


dapat terjadi biila nfeksi serviks
menyebar ke tuba uterine.

Adnexitis : Infeksi pada saluran telur


Kemandulan.
Radang saluran kencing
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK Pemeriksaan Pap
Smear /uji Pap
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dini kelainan-kelainan yang ada di
leher rahim atau untuk menilai sel-sel leher rahim. Pemeriksaan ini dilakukan
dengan cara mengambil getah serviks kemudian diperiksa di laboratorium.

Biakan Serviks
Memberikan diagnosis bakteriologi spesifik bila
diiduga gonore atau bila terlihat secret purulen
Kolposkopi
Dilakukan dengan cara di teropong. Alat koloskopi terdiri atas dua alat pembesaran optic yang
ditempatkan pada penyangga. Kolposkopi dilengkapi dengan layar tv. Maka pasien bisa melihat hasil
peneropongan tersebut dari layar tv. Pemeriksaan ini juga disertai alat mengambil jaringan yang di
curigai tersebut. Pemeriksaan ini sering dianjurkan untuk evaluasi lesi serviks yang mencurigakan.

Biobsi
Pemeriksaan dengan cara Jaringan diambil dengan semacam alat/jepitan. Selanjutnya
jaringan yang telah diambl tersebut dikirim ke laboratorium. Biopsi yang diarahkan
dengan kolposkopi ditambah kuretase endoserviks dapat menyingkirkan atau memastikan
keganasan serviks.
PENATALAKSANAAN

Untuk pengobatan pada servisitis akuta berikan antibiotik yang


adekuat, menjaga kebersihan daerah kemaluan, serta sering diobati
dengan krim vaginam anti bakteri untuk menghindari infeksi
menahun yang di akhiri perlekatan dan infertilitas.

Sedangkan Pengobatan untuk servisitis kronis dimulai dengan


pemeriksaan setelah 42 hari persalinan atau sebelum hubungan
seks di mulai. Pada mulut rahm luka disembuhkan dengan cairan
albutil tingtura, cairan nitrasargenti tingtura.(cryosurgery).

Penyembuhan servisitis menahun Pengobatannya sebaiknya di


lakukan dengan antibiotika dosis tinggi dilakukan termokauter,
krioterapi, atau kalau perlu dilakukan konisasi (Ida Bagus Gde
Manuaba,2003)
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN SERVISITIS
◦ PENGKAJIAN
 Anamnese
 Identitas : Penyakit servisitis ini, biasanya menyerang ibu-ibu yang berumur 40
tahun, karena pada umur sekian rentan terkena kuman pathogen aerob dan
anaerob yang menimbulkan penyakit servisitis.
 Kaji TTV : di temui Suhu hipertermi,
 Keluhan utama: rasa gatal pada vagina, nyeri, dispareuria, disuria, poliuria, sekret
vagina
 Riwayat dahulu :adanya cedera lahir pada vagina dapat menyebabkan servisitis
 Riwayat keluarga : tidak ada riwayat keluarga yang mempengaruhi penyakit
servisitis.
 Pemeriksaan Fisik
 Pada pemeriksaan fisik didapat tanda-tanda:
 a. Penampilan vulva
 - Eritema
 - Edema
 b. Penampilan sekret vagina
 - Sekret abu-abu.
 - Encer seperti air/kental.
 c. Penampilan serviks
 Sekret purulen.
 Pemeriksaan Penunjang.
 Pemeriksaan Pap Smear.
 Biakan Serviks.
 Kolposkopi.
 Biopsi.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Menurut Bobak (2004) dan Edge (1993), diagnosa
keperawatan yang mungkin muncul yaitu:

Nyeri berhubungan dengan adanya lesi, vasodilatasi lokal.


Ketidaknyamanan berhubungan dengan respon tubuh terhadap
agen infeksi dan sifat infeksi (misalnya: iritasi, nyeri, gatal).

Kurang pengetahuan mengenai obat, pencegahan, prognosis,


dari kondisi berhubungan dengan kurang pemahaman terhadap
infeksi
INTERVENSI
Diagnosa keperawatan I :
Nyeri berhubungan dengan adanya lesi, vasodilatasi
local.
Intervensi :
 Usahakan agar daerah sekitar vagina tetap kering.
Rasional : untuk memberikan rasa nyaman dan untuk mencegah infeksi
lebih lanjut.
 Batasi pergerakan pada daerah yang terinfeksi.
Rasional : mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi nyeri.
 Hindari kontak langsung/ menggaruk pada daerah yang terinfeksi.
Rasional : mencegah penyebaran/ pelebaran infeksi.
 Kolaborasi pemberian salep antibiotik.
Rasional : mempercepat proses penyembuhan.
EVALUASI
 Diagnosa keperawatan I : Pasien merasa nyaman dan sakit
berkurang.
 Diagnosa keperawatan II : Mengidentifikasi atau
menggunakan tindakan menyenangkan yang tepat secara
individu.
 Diagnosa keperawatan III :
 Mengidentifikasi praktek-praktek pencegahan yang tepat.
 Mengikuti aturan pengobatan individual.
 Menyebutkan tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi dan
intervensi.
 Mengungkapkan pemahaman tentang pentingnya memberikan
informasi yang perlu untuk mengumpulkan data
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH