Anda di halaman 1dari 17

ESTABLISHMENT MAINTENANCE

OF COVER CROP
DISCLAIMER

This presentation was prepared solely and


exclusively for the parties invited for the
purposes of discussion. Neither this
presentation nor any of it’s content may be
reproduced, disclosed or used without the
prior written consent of Musim Mas.
MENANAM DAN MEMBANGUN PENUTUP
TANAH KACANGAN
1. TUJUAN DAN FUNGSI PENUTUP TANAH KACANGAN
Tujuan dan fungsi penanaman penutup tanah
kacangan (cover crop) adalah :
• Untuk Mengurangi erosi permukaan tanah
• Menambah bahan organik dan cadangan unsur hara
terutama nitrogen.
• Memperbaiki aerasi, menjaga kelembapan tanah.
• Menekan Pertumbuhan gulma
• Menghemat biaya penyiangan (biaya rawat
gawangan)
• Menekan gangguan hama kumbang orichtes
• Bintil akar yang mengandung bakteri rhizobium
mengikat nitrogen bebas dari udara
2. JENIS DAN SPESIAL KACANGAN

Kacangan mempunyai beberapa jenis dan setiap jenis mempunyai


sifat-sifat khas tersendiri misalnya seperti kacangan jenis :
• Collopogonium mucunoides (CM) dan centrocema pubescent (CP)
yaitu cepat pertumbuhannya tetapi tidak dapat bertahan lama dan
tidak tahan terhadap naungan.
• Puereria javanica (PJ) yaitu pertumbuhannya agak lambat akan tetapi
setelah tumbuh dapat bertahan lama dan lebih bertahan terhadap
naungan dari pada CM & CP.
• Psophocarpus palustris (PP) yaitu hampir sama dengan PJ tetapi lebih
tahan terhadap air direndahan hanya bibitnya atau biji tidak tahan
lama disimpan (lekas busuk).
• Collopogonium caerulium (CC) yaitu pertumbuhan yang awalnya agak
lambat tumbuh. Tetapi tahan terhadap naungan dan umurnya
panjang.
• Mucuna Cachinchinensis (MC) cepat tumbuh tetapi umurnya pendek
kurang lebih tiga bulan. MC mengeluarkan bau spesifik yang tidak
disukai Oryctes sp.
Jenis jenis kacangan yang disebutkan diatas adalah jenis kacangan
yang banyak dipakai diperkebunan.
3. PERSIAPAN PENANAMAN KACANGAN

3.1. Persiapan Lahan


• Tahap pertama sebelum dilakukan
penanaman kacangan lahan tersebut harus
terlebih dahulu dilakukan penyemprotan
dengan menggunakan herbisida sebanyak 2
– 3 rotasi dengan interval 6 minggu sampai
lahan bersih dan bebas dari gulma
• Tahap kedua yaitu setelah lahan dipastikan
bersih dan bebas dari gulma harus segera
dilakukan penanaman kacangan.

3.2. Pancang Tanaman


Pada areal pembukaan lahan baru dari
hutan atau land clearing, sebelum dilakukan
penanaman kacangan harus terlebih dahulu
dilakukan pancang tanam. Hal ini
dimaksudkan agar barisan titik pancang
tanaman yang sudah diatur sedemikian rupa
tidak tertanam kacangan dan kacangan
dapat dihemat juga kacangan dapat
ditanam dengan teratur.
4. PENANAMAN KACANGAN

Sebelum dilakukan penanaman kacangan benih kacangan


tersebut harus dicampur terlebih dahulu dengan pupuk RP
dalam jumlah timbangan yang sama untuk mempermudah
pertumbuhan.

4.1. Cara Penanaman Kacangan.


Ada beberapa cara penanaman kacangan yaitu : dengan cara
membuat lubang dengan cangkul dan pada areal yang lebih
gembur dapat ditanam dengan cara membuat lubang
dengan kayu, lubang tanam dibuat dengan kedalaman 4 cm
setelah lubang dibuat kacangan harus segera ditanam
dengan jarak tanam 30 cm dan setiap lubang dimaksukkan
4-5 biji dan kemudian di tutup dengan tanah secukupnya.
4.2. Gambar dan Jarak Jalur tanam Kacangan
Tiga Jalur Tanam
Terdiri dari tiga jalur per baris tanam. Jarak antara jalur 2 m,
dengan jalur tengah tidak berkesinambungan dan terpisahkan
dengan jarak 2 m dari titik tanam, cara tanam ini akan lebih cepat
tumbuh menutupi gawangan.
2M 2M 3,8 M 2M 2M 3,8 M 2M 2M
2M
2M 2M

2M 2M
2M

2M
2M 2M
Pohon kelapa sawit
2M
2M
2M

Jalur Tanam Kacangan


Dua Pasang Jalur Tanam
Terdiri dari dua pasang jalur pada setiap gawangan. Setiap pasang terdiri dari dua
jalur dengan jarak 0,6 m dan 2 m dari baris pohon.

Dua Jalur Antar Gawangan

0,6 M 0,6 M
2M 2,6 M 2M

Pohon kelapa sawit

Pohon kelapa sawit

Pohon kelapa sawit

7,8 M
5. KOMPOSISI

5.1. Standart Pencampuran Jenis


Kacangan

Standart Pencampuran Jenis Kacangan adalah sebagai


berikut :

Collopogonium mucunoides (CM) 6 Kg/Ha


Pueraria javanica (PJ) 4 Kg/Ha
Collopogonium caeruleum (CC) 0,5 Kg/Ha

Collopogonium caeruleum harus ditanam terpisah


dalam kantong-kantong disepanjang jalur tanam.
5.2. Mucuna Cachinchinensis
Sebagai tambahan dari kacangan penutup tanah standart, Mucuna Cachinchinensis

dapat dipergunakan diareal replanting dimana tumpukan batang sawit belum

dihancurkan dan atau di daerah tanah yang tidak subur. Benih disebar pada dosis paling

sedikit satu biji per titik tanam pada jarak antara 2 m (lebih kurang 1 kg benih Mucuna

Cachinchinensis per ha). Didaerah rendahan tanaman kacangan tsb ditanam pada

satu jalur (single row) ditengah gawangan. Pertumbuhan yang cepat dari Mucuna

Cachinchinensis akan menekan pertumbuhan gulma, mempercepat penutupan

gawangan dan dengan cepat menutupi potongan batang sawit atau tumpukan kayu

sehingga menghambat perkembangan hama Oryctes sp..


6. PERLAKUAN TERHADAP BENIH KACANGAN

6.1. Perlakuan awal terhadap benih


Benih yang dikirim ke kebun biasanya kulitnya sudah ditipiskan, sehingga perlakuan awal
untuk pertumbuhan tidak diperlukan lagi. Namun demikian, bila terdapat cuaca yang
menguntungkan seperti ada hujan atau areal yang akan ditanam lembab, beberapa hari
sebelum dilakukan penanaman, proses perendaman separuh dari campuran benih satu
malam dapat dilakukan, untuk kemudian benih harus ditanam pada hari berikutnya.
Perlakuan perendaman dengan air panas dilakukan dengan menuang air pada suhu 60-800c
kedalam ember yang telah sampai benih tenggelam dan dibiarkan selama 4-6 jam sebelum
ditanam. Benih yang sudah direndam ini dicampurkan dengan sisa benih yang tidak direndam
untuk ditanam.

6.2. Kapan dilakukan Inokulasi


Segera sebelum disemai, benih diinokulasi dengan jenis Rhizobium yang sesuai dan dapat
diperoleh dari marihat.

6.3 Metode Inokulasi


Sejumlah 50 gr kultur Rhizobium compost dicampur dengan 600ml air yang bersih.
Campuran ini cukup untuk 10 kg aduk dengan baik selama 10 – 15 menit untuk mendapat
tingkat inokulasi yang efektif sebelum dilakukan penambahan pupuk RP dalam jumlah yang
sama berat timbangannya.
7. TANAH YANG SESUAI UNTUK DITANAMI KACANGAN

Tanah yang sesuai untuk ditanam kacangan


adalah tanah mineral dimana tanaman kacangan
dapat tumbuh dengan baik dan efektif
sedangkan pada tanaman gambut tidak efektif
apabila ditanam tanaman kacangan karena
tanah gambut mengandung zat asam yang
tinggi dan mudah banjir maka dari itu untuk
tanah gambut tidak dianjurkan untuk ditanam
kacangan.
8. PEMUPUKAN KACANGAN PENUTUP TANAH

Jadwal standart pemupukan

Waktu Jenis Pupuk Dosis (kg/ha) Metode


Pada waktu penyemaian RP 10,5 kg Dicampur dengan benih
1 bulan sesudahnya 15:15:6:4 25,0 kg Disebar diatas penutup tanah
2 bulan sesudahnya 15:15:6:4 25,0 kg Disebar diatas penutup tanah
4 bulan sesudahnya TSP 30,0 kg Disebar diatas penutup tanah
7 bulan sesudahnya TSP 60,0 kg Disebar diatas penutup tanah

Pemberian pupuk setelah itu didasarkan pada pertumbuhan dan penyebaran penutup tanah.
Kacangan harus tetap terawat dan bebas dari gulma, perawatan kacangan ini harus dilakukan
secara intensif selama 12 bulan bila memungkinkan.
Bila memungkinkan triangulation gulma dilakukan secara manual untuk menghindari Kerusakan
pada tanaman kacangan, penanggulangan gulma sejenis anak kayu ini dapat dilakukan dengan cara
mendongkel, bila anak kayu tumbuh dengan rapat maka harus dilakukan dengan spot spraying
(semprot secara tepat pada sasaran). Untuk pemberantasan lalang dapat dilakukan dengan cara
Weeping atau spot spraying dengan herbisida glyphosphate (Round up).
Dan untuk Pemberantasan Mikania micrantha dapat dilakukan dengan cara spot spraying dengan
herbisida Starane. Penanggulangan gulma secara rutin dan berkesinambungan akan dapat
Menurunkan pertumbuhan gulma dan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik.
10. BIAYA PENANAMAN KACANGAN

Standar pemakaian tenaga kerja untuk penanaman kacangan penutup tanah adalah
4 hk/ha. Besarnya biaya penanaman kacangan yang diperlukan sangat berpengaruh
terhadap topografi areal yang akan ditanam.
11. HAMA DAN PENYAKIT KACANGAN PENUTUP TANAH
Hama yang akut dan kronis umumnya terdapat dalam jumlah yang

kecil dan hampir tidak ada karena adanya keseimbangan biologis

dengan musuh alami, namun bila populasi meledak maka

dibutuhkan suatu pengendalian, karena bila tidak maka hama dapat

merusak dan memusnahkan daun-daun kacangan sehingga gulma

yang mengambil alih pertumbuhan penutup tanah, dengan

memperhatikan pentingnya keseimbangan biologis, maka

insektisida selektif yang ramah terhadap predator hama lebih

dianjurkan.
12. KESIMPULAN

‫٭‬ Kacangan penutup tanah (Cover Crop) adalah


tanaman yang sangat penting untuk perkebunan
kelapa sawit dan untuk mendapatkan manfaatnya
harus mendapat perawatan dan pemeliharaan yang baik
dan berkesinambungan.

‫٭‬ Untuk keberhasilan suatu pekerjaan, pengawasan dan


SDM yang terlatih & pengalaman adalah faktor
pendukung.
Raihlah Cita-Cita
Setinggi Impianmu