Anda di halaman 1dari 33

Benign Paroxysmal Positional

Vertigo (BPPV)

Oleh :
Wulan Afriwahyuni

Pembimbing
dr. Elfahmi Sp.THT-KL

1
PENDAHULUAN

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) atau Vertigo


Posisi Paroksismal Jinak (VPPJ) adalah gangguan
keseimbangan yang sering dijumpai.

BPPV bukanlah penyakit yang secara langsung


membahayakan jiwa, tetapi apabila gejalanya sering timbul
dapat menimbulkan kecemasan pada pasien.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo  gangguan vestibuler


paling sering ditemui, gejala pusing berputar diikuti mual
muntah dan keringat dingin, dipicu oleh perubahan posisi
kepala terhadap gaya gravitasi
2
Gejala yang dikeluhkan adalah vertigo yang datang tiba– tiba
pada perubahan posisi kepala.

Biasanya dirasakan sangat berat, berlangsung singkat hanya


beberapa detik, dapat disertai mual bahkan sampai muntah,
sehingga penderita merasa khawatir timbul serangan lagi.

Episode vertigo berlangsung 10 sampai 30 detik dan tidak


disertai dengan gejala tambahan selain mual pada beberapa
pasien.
.

3
AURIS INTERNA
1
Membran Skala vestibuli Perilimf
reissner

Endolimf
Skala media
Koklea (Duct. Helikoterma
Cochlearis)
Organ Corti
2
Membran
Skala timpani Perilimf
TELINGA basalis
DALAM
3 Membran tektoria
Sakulus ↓
Sel rambut dalam
& luar. Canalis corti
Aparatus Superior /
Utrikulus
vestibularis anterior

Canalis Posterior /
semisirkularis inferior

Horizontal /
lateral
ALIRAN DARAH TELINGA DALAM

Diperdarahi oleh A.labirint (A.auditiva interna )


Arteri ini berasal dari A.serebelli inferior anterior atau
langsung dari a.basilaris masuk ke M.A.I dan
bercabang :
1.Ramus vestibularis  bagian atas vestibulum
2.Ramus vestibulo kokhlearis
 - bagian bawah vestibulum
- kanalis semisirkularis
- kokhlea bagian basal
3.Ramus kokhlearis propria  bagian kokhlea lainnya
Nervus VIII (vestibulocochlearis)
2 komponen fungsional :
1)Nervus Vestibularis  membawa impuls
keseimbangan dan orientasi ruang tiga dimensi
2)Nervus Cochlearis  membawa impuls
pendengaran
Definisi

Benign Paroxysmal Positional Vetigo


didefinisikan sebagai kelainan pada telinga
bagian dalam yang mana ada pengulangan
episodic dari vertigo posisional.
BPPV juga sering dikenal dengan kelainan
pada bagian vestibular.

9
Klasifikasi
Benign Benign
Paroxysmal Paroxysmal
Positional Positional
Vertigo Kanalis Vertigo Kanalis
Posterior Horizontal
Benign Paroxysmal (Lateral)
Positional Vertigo kanalis
posterior ini paling sering BPPV tipe kanal lateral
terjadi, dimana tercatat bahwa adalah tipe BPPV yang
BPPV tipe ini 85 sampai 90% paling banyak kedua.
dari kasus BPPV. BPPV tipe kanal lateral
Penyebab paling sering terjadi sembuh jauh lebih cepat
yaitu kanalitiasis. Hal ini dibandingkan dengan
dikarenakan debris endolimfe BPPV tipe kanal posterior.
yang terapung bebas Hal ini dikarenakan kanal
cenderung jatuh ke kanal posterior tergantung di
posterior karena kanal ini bagian inferior dan barier
adalah bagian vestibulum kupulanya terdapat pada
yang berada pada posisi yang ujung yang lebih pendek
paling bawah saat kepala dan lebih rendah
pada posisi berdiri ataupun
berbaring

10
AS : penyebab
vertigo
tersering

Usia : diatas
Indonesia :
50 tahun,
30% dari
jarang Epidemiologi kasus vertigo
dibawah 35
perifer
thn

Jenis kelamin :
wanita lebih
sering

11
50% idiopatik

Trauma
kepala

Infeksi telinga tengah


Etiologi dan dalam

Proses degeneratif

Pembedahan telinga
dalam
PATOFISIOLOGI
Calcium Carbonat

terlepas dari makula utrikulus

menempel pada kupula dan bergerak di


dalam kanalis semisirkularis

pergerakan endolimfe menstimulasi ampula


pada kanal yang terkena

Vertigo
PATOFISIOLOGI

TEORI TEORI
KUPULOLITIASIS KANALITIASIS
Teori kupulolitiasis
Partikel yang berisi kalsium karbonat
(debris) terlepas

Menempel pada permukaan kupula

Kanalis semisirkularis posterior


menjadi sensitif terhadap gravitasi

Kanalis semisirkularis posterior


berubah posisi dari inferior ke superior

Kupula bergerak secara utrikulofugal


 keluhan pusing
Teori kanalitiasis
Partikel otolit (debris) bergerak bebas
dalam kanalis semisirkularis

Ketika kepala tegak, endapan partikel


otolit berada di posis bawah

Ketika kepala direbahkan ke belakang ,


partikel ini berotasi

Menyebabkan cairan endolimfe


mengalis menjauhi ampula kupula
membelok  nigtagmus dan vertigo
GEJALA KLINIS

Vertigo (pusing
Durasi < 10-30 detik
berputar)

Sembuh sendiri - Ketidakseimbangan,


berulang mual, muntah
Diagnosis
Gejala Klinis Pemeriksaan fisik
• Terjadi secara tiba – tiba • Uji Dix-Hallpike
• Berubah posisi
• Uji Sidelying
• Pusing
berputarmenghilang • Tes Kalori
setelah 30 detik
• Tes Supine Roll
• Jeda antara perubahan
posisi dan pusing
berputar
• Nystagmus
• +/- mual muntah
Pemeriksaan fisik
Dix-Hallpike Test
jelaskan pada penderita mengenai prosedur pemeriksaan, dan vertigo
mungkin akan timbul namun menghilang setelah beberapa detik.

Penderita didudukkan dekat bagian ujung tempat periksa, sehingga ketika posisi
terlentang kepala ekstensi ke belakang 300- 400, penderita diminta tetap membuka
mata untuk melihat nistagmus yang muncul.

Kepala diputar menengok ke kanan 450, menghasilkan kemungkinan bagi


otolith untuk bergerak, kalau ia memang sedang berada di kanalis
semisirkularis posterior.
19
Dengan tangan pemeriksa pada kedua sisi kepala penderita,
penderita direbahkan sampai kepala tergantung pada ujung
tempat periksa

Perhatikan munculnya nistagmus dan keluhan vertigo, posisi


tersebut dipertahankan selama 10-15 detik.

Kembalikan ke posisi duduk, nistagmus bisa terlihat dalam


arah yang berlawanan dan penderita mengeluhkan kamar
berputar kearah berlawanan.

Berikutnya manuver tersebut diulang dengan kepala menoleh


ke sisi kiri 450 dan seterusnya.
20
Dix-Hallpike Test

21
• SIDELYING MANEUVER
Tes kalori

23
Tes Supine Roll
Pasien yang memiliki riwayat
memiliki riwayat yang sesuai yang sesuai dengan BPPV,
dengan BPPV dan hasil tes Dix- yakni adanya vertigo yang
Hallpike negatif, dokter harus diakibatkan perubahan posisi
melakukan supine roll test untuk kepala, tetapi tidak memenuhi
memeriksa ada tidaknya BPPV kriteria diagnosis BPPV kanal
kanal lateral. posterior harus diperiksa ada
tidaknya BPPV kanal lateral

24
PENATALAKSANAAN

OBSERVASI

REPOSISI KANALIS

PENGOBATAN

PEMBEDAHAN
Medikamentosa

Vestibulo suppresant 
Antikolinergik,
antihistamin,(meczilin Simptomatik
,dipenhidramin) (sedatif vestibular)
benzodiazepine (diazepam
,clonazepam)
Reposisi kanalit

1. Epley Manuver
2. Brandt-Daroff exercise
3.Semont
(Liberatory manuver)
Operatif
• Oklusis kanalis semisirkularis
• Sangat jarang
• Hanya jika manuver telah
dicoba dan gagal
DIAGNOSA BANDING

Labirinitis

Vestibular Penyakit
Neuritis Meniere
Prognosis

• Biasanya membaik sendiri selama + 6 minggu


sejak onset.
• Bahaya: gangguan keseimbangan: terjatuh
fraktur
• Tingkat kekambuhan bervariasi
Kesimpulan
• Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan gangguan
vestibular dikarakteristikan dengan serangan vertigo yang disebabkan
oleh perubahan posisi kepala dan berhubungan dengan karakteristik
nistagmus paroksimal.
• Untuk mendiagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Dari anamnesis pasien biasanya mengeluh vertigo dengan onset akut
kurang dari 10-20 detik akibat perubahan posisi kepala.
• Pemeriksaan fisik standar untuk BPPV antara lain tes Dix-Hallpike, tes
kalori, dan tes Supine Roll.
• Penatalaksanaan BPPV meliputi non-farmakologis, farmakologis, dan
operasi.
• Penatalaksanaan BPPV yang sering digunakan adalah non-farmakologis
yaitu terapi manuver reposisi partikel (PRM) dapat secara efektif
menghilangkan vertigo pada BPPV, meningkatkan kualitas hidup, dan
mengurangi risiko jatuh pada pasien.

33