Anda di halaman 1dari 6

5. Bagaimana Pemeriksaan Fisik Pada Skenario ?

1. Inspeksi
Perhatikan:
1. Deformintas atau asimetri
2. Retraksi abnormal ruang sela iga bawah pada saat inspirasi.
3. Tertinggalnya atau terganggunya bagian dada yang bersifat lokal pada gerakan respirasi.

2. PALPASI
1. Identifikasi daerah-daerah yang nyeri ketika ditekan
2. Penilaian terhadap abnormalitas yang terlihat
3. Penilaian lebih lanjut terhadap ekspansi dada.
4. Penilaian fremitus taktil Bandingkan kedua sisi dada dengan
menggunakan permukaan ventral atau ulnar kedua tangan Anda.
Biasanya fremitus berkurang atau tidak teraba di daerah perikardium.
Ketika memeriksa pasien wanita, dengan hati-hati sisihkan kedua
payudara ke samping jika diperlukan.
3. PERKUSI
Lakukan perkusi dada bagian anterior dan lateral, dengan sekali lagi membandingkan kedua sisi dada.
Jantung dalam keadaan normal akan menghasilkan daerah redup di sebelah kiri os sternum dari sela iga
ke-3 hingga ke-5. Lakukan perkusi paru kiri di sebelah lateral daerah redup ini. Untuk memudahkan
perkusi pada pasien wanita, secara hati-hati sisihkan payudara ke samping dengan tangan kiri Anda
sementara perkusi dilakukan dengan tangan kanan.
4. AUSKULTASI
Dengarkan dada di sebelah anterior dan lateral ketika pasien melakukan pernapasan dengan mulut terbuka
yang agak lebih dalam dari pada pernapasan normal. Bandingkan daerah-daerah paru yang simetris, dengan
menggunakan pola yang dianjurkan untuk perkusi dan lanjutkan pemeriksaan auskultasi ini ke daerah-daerah
di sekitarnya sebagaimana diperlukan.

Dengarkan bunyi pernapasan dengan memperlihatkan intensitasnya dan mengenali setiap variasi dari
pernapasan vesikular yang normal. Biasanya bunyi pernapsasan lebih keras pada lapang paru anterior atas.
Bunyi pernapasan bronkovesikular dapat terdengar pada saluran napas yang besar, khususnya pada sisi
sebelah kanan.
8. Bagaimana Tindakan preventif pada skenario?
1. Berhenti merokok atau menghindari pajanan asap rokok. Ini
merupakan langkah utama agar PPOK tidak bertambah parah.
2. Menghindari polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor.
3. Memasang alat pelembap udara ruangan (air humidifier).
4. Menjaga pola makan yang sehat.
5. Rutin berolahraga.
6. Menjalani vaksinasi secara rutin, contohnya vaksin flu dan vaksin
pneumokokus.
7. Memeriksakan diri secara berkala ke dokter agar kondisi
kesehatan bisa tetap terpantau

Sumber : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia