Anda di halaman 1dari 36

PERSIAPAN UKMPPD

PARASITOLOGI

dr. Ronny SpParK


Perempuan, 24 tahun, mengeluh nyeri perut disertai mual muntah dan
diare serta gatal-gatal pada kulit sejak 2 hari SMRS. TTV dbn. Pada
pemeriksaan lab ditemukan cacing seperti gambar di bawah ini.
Bagaimanakah cara penularan dari cacing tersebut?
A. Menelan telur cacing
B. Larva cacing menembus kulit
C. Menelan larva cacing
D. Menelan cacing dewasa
E. Cacing dewasa menembus kulit
Anak laki-laki umur x datang ke puskesmas dengan keluhan lesi di kaki
berkelok-kelok. Anak habis main di pantai dan tidak memakai sendal.
Apa terapi?

A. Pirantel pamoat Nematoda


B. Prazikuantel Trematoda
C. Albendazol
D. Mebendazole Nematoda
E. DEC Filaria
Wanita, 24 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan diare sejak 2 hari
terakhir. Keluhan sebanyak 5-6x/hari. BAB cair berlendir dan berdarah,
tanda dehidrasi (-). Pada pemeriksaan feses ditemukan gambaran
seperti berikut Apa etiologi kasus di atas?
A. Schistosoma japonicum Trematoda
B. Ancylostoma duodenale Nematoda
C. Ascariasis lumbrioides Nematoda
D. Trichuris trichiura Nematoda
E. Strongyloides stercoralis Nematoda
Laki laki, 35thn datang ke poli dengan keluhan sering sembelit. sembelit
terjadi setiap hari sejak 3 bulan YL. disertai mual, nyeri ulu hati, kadang
mencret & sakit kepala. pasien sering mengkonsumsi daging ½ matang.
PF: tanda-tanda anemia, nadi 100 x/mnt, TD 110/60 mmHg. Px Lab
feses ditemukan proglotid. Hb 9 g/dL, eosinofil meningkat.
Diagnosis yang tepat?

A. Sistiserkosis Disebabkan larva T/ soleum


B. Taeniasis
C. Askariasis Disebabkan A. lumbricoides
D. Toksoplasmosis Gol. protozoa
E. Penyakit antraks Gol. bakteria
Anak, 13 th. diare sejak 1 mgg YL. disertai mual, muntah, nyeri perut &
demam hilang timbul. Pasien & keluarganya baru dari Sulawesi Tengah
& berenang di Danau Lindu 2 mgg sebelumnya. Px feses  telur cacing,
60x70 µ, lonjong, seperti duri di satu sisi. Tatalaksana yang tepat

A. Albendazole
B. Pirantel pamoat Danau Lindu, telur seperti duri
S. Japonicum  trematoda 
C. Mebendazole prazikuantel
D. Praziquantel
E. Dietilcarbamazin
Anak, 4 th, kel. mencret, kembung, mual, muntah. Px lab: telur berlapis
3. terapi?

A. Albendazol 100 mg dosis tunggal


B. Albendazol 200 mg dosis tunggal
C. Pirantel Pamoat 125 mg
D. Pirantel Pamoat 100 mg Dosis albendazol
Dewasa & Anak = 400mg
E. Pirantel Pamoat 200 mg Dosis Pirantel 10 mg/gbbb
Perempuan, 30 th, pekerja perkebunan. Keluhan badan terasa lemah,
nafsu makan turun, dada berdebar. Px fisik: pucat, 100/80mmmHg, N:
100x/mnt, Hb: 4mg/dL, eosinolfilia, Px langsung: telur oval, dinding
transparan, segemented ovum. Terapi?`
A. Metronidazol Anti-protozoa
B. Spiramisin Anti-toksoplasma
C. Mebendazol
D. Primaquin Malaria
E. Prazikuantel Trematoda
Laki-laki, 50 th, bengkak kaki kanan hilang timbul, demam.
Px fisik: non pitting oedema, nyeri tekan +. Px lab parasit bulat, inti
banyak, inti pada ekor, berbelok belok. Organisme penyebab?

A. Brugia malayi
B. Wucheria bancrofti
C. Brugia Timori
D. Loa-loa
E. Onchocerca volvulus
MIKROFILARIA Tubuh & ekor
W. Bancrofti Ukuran sarung kepala PxL 1x1
Lekuk tubuh halus
Ekor lancip
B. Malayi Ukuran sarung kepala PxL 2x1
Lekuk tubuh melingkar & kaku
Inti padat & besar
2 inti tambahan pada ekor
B. timori Ukuran sarung kepala PxL 3x1
Tubuh tidak terlalu terwarnai
Ekor tidak terlalu tajam
2 inti tambahan pada ekor
Laki-laki, dewasa, lemas, demam, sering batuk (2 mgg), riw tb (-), Px
fisik: sub-febris, konjuntiva anemis, sklera ikterik. Ro: infiltrate.
Eosinofilia, enzim hepar ↑, feses: telur cacing berdinding tebal
kecoklatan. Mikroorganisme penyebab?
• Necator americanus
• Ancylostoma duodenale
• Tricguris trichiura
• Oxyuris vermicularis
• Ascaris lumbricoides
Loffler’s Syndrome

• Etiologi: A. lumbricoides, Necator americanus, S. stercoralis,


A.braziliense, A. caninum, A. duodenale.T. canis, T. cati, F.
hepatica, Clonorchis sinensis, P.westermani

• Gejala: demam, malaise, batuk, wheezing, sesak napas

• Px. Lab: eosinophilia ringan (5-20%), IgE dapat ↑


Ascaris lumbricoides
Std infektif : telur infektif
Cacing tambang
• Necator americanus
• Ancylostoma duodenale

Std infektif : larva filaliform


Strongyloides stercoralis
Std infektif : larva filaliform

Infeksi:
• Melalui tanah
• Autoinfeksi

Dapat hidup bebas


Oxyuris vermicularis
Std infektif : Telur

Infeksi:
• Melalui fekal - oral
• Autoinfeksi
Trichuris trichiura
Std infektif : Telur

Infeksi:
• Melalui fekal - oral

• ket.:
• Usus besar
• Prolapsus ani
Cutanous Larva Migrants
A. Braziliense
A. Caninum
A. Ceylanicum

Std infektif : Larva filalform

Infeksi:
• Melalui kulit
• Hospes definitif: anjing dan
kucing
• Manusia  hospes
aksidental
Visceral / ocular Larva
Migrants

Toxocara canis
Std infektif : Telur infektif

Infeksi:
• Melalui fekal - oral

• ket.:
• Nematoda pada anjing
• Manusia  hospes
aksidental
Schistosoma spp.

Std infektif : serkaria

Infeksi:
• Melalui fekal – oral

Std patologis: Telur

• ket.:
• Hidup di V. mesenterika
• Superior:
• S. japonicum
• S. mansoni
• Inferior:
• S. hematobium
Fasciola hepatica

Std infektif : serkaria

Infeksi:
• Melalui fekal – oral

• ket.:
• Hidup di V. mesenterika
• Superior:
• S. japonicum
• S. mansoni
• Inferior:
• S. hematobium
Filaria

Std infektif : Larva stg 3

Infeksi:
• Melalui gigitan nyamuk

Std patologis:
• Cacing dewasa

• ket.:
• Larva dlm tubuh mikrofilaria
• W. bancrofti
• Ekstremitas & genital
• Brugia spp.
• Ekstremitas distal
Laki-laki, dws, panas 5hr yl, lemas. Riw. Baksos di Lombok. Px darah
tebal: plasmodium 1,5x limfosit, sitoplasma biru, tidak beraturan, ada
inti dikelilingi titik2 coklat kehitaman, tidak ada fimbrie. Parasit?

A. Plasmodium malariae RBC tidak ada pembesaran


B. Plasmodium vivax pembesaran RBC
C. Plasmodium Ovale pembesaran RBC + fimbrie
D. Plasmodium Falciparum RBC tidak ada pembesaran
E. Plasmodium knowlesi RBC tidak ada pembesaran
Laki-laki, dws, demam hilang timbul sejak 5 hr yl, pusing, mual, muntah,
myalgia, akral dingin. baru pulang tugas daari Lampung. Px darah:
semua std malaria + zona merah. Diagnosis?

A. Plasmodium malariae
B. Plasmodium vivax
C. Plasmodium Ovale
D. Plasmodium Falciparum
E. Plasmodium knowlesi
Anak, 8 th, demam menggigil, sakit kepala, mual, muntah, myalgia. PS
baru pulang dari pandeglang
dari 4 mgg YL. Px: 390, pucat, splenomegaly.
dari Px
darah: ditemukan “Band form” &dari“basket form”. Diagnosis

A. Plasmodium malariae  Band form

B. Plasmodium vivax
C. Plasmodium Ovale
D. Plasmodium Falciparum
E. Plasmodium knowlesi

Basket form 
Laki-laki 35 th,datang dr papua,mengeluh demam
dsb,pada pemeriksaan didapatkan trofozoit dan
plasmodium vivax. Apa terapi?
A. Kina Lini ke 2
B. Klorokuin Sudah tidak di pakai
C. Primakuin Dipakai tetapi untuk gametosit dan hipnozoit
D. Doksisiklin Untuk profilaksis
E. ACT
Malaria
P. falciparum P. vivax P. ovale P. malariae
Daur protozoit 5,5 hari 8 hari 9 hari 10 – 15 hari
Hipnozoit - + + -
Jumlah merozoit 40.000 10.000 15.000 15.000
Daur eritrosit 48 jam 48 jam 50 jam 72 jam
Eritrosit yang Eritrosit muda Retikulosit Retikulosit Eritrosit tua
dihinggapi
Pembesaran - ++ + -
Titik-tik eritrosit Maurer Schuffner James Ziemann
(Schuffner)
Jumlah merozoit 8 – 24 12 - 24 8 - 10 8
eritrosit

Ciri khusus Gamet  banana Amuboid Amuboid Rossette shape


shape Fimbrie Band form
Basket shape
Dosis Primakuin adalah 0.25 mg/kgBB per hari (Pv 14 hr, Pf 1hr)
Profilaksis:
• Doksisiklin 100 mg/hari 1-2 hari sebelum berangkat ke tempat
endemik hingga 4 mgg kepulangan
Anak, 5 th, BAB cair 4x/hr, disertai nyeri perut & kembung. BAB
berminyak & sangat berbau, darah (--), demam (+). Penyebab?

A. Amoebiasis Membuat erosi pada dinding usus


B. Balantidiasis  ulkus  diare berdarah
C. Askariasis
D. Taeniasis
E. Giardiasis Protozoa menempel pada
vili duodenum  penyerapan lemak
terhambat
Perempuan, 15 th, penurunan kesadaran 1 mgg yl, demam (+), Ps
sempat tenggelam di kolam renang sebelum keluhan saat ini. Px LCS:
organisme bulat berinti besar & 1 inti berisi kariosom, kromatik inti
sedikit. Jenis organisme?
Free Living Amoeba
A. Taenia solium
B. Naegleria fowleri N. Fowleri  Primary Amebic
Meningoencephalitis (PAM)
C. Trikomonas tenax
D. Plasmodium falciparum Acanthamoeba sp. 
1. Keratitis amebik yang bersifat: non-
E. Toxoplasma gondii patogen oportunistik
2. Granulomatosa Amoebic Encephalitis
(GAE)

Balamuthia mandrilarris  Granulomatous


Amoebic Encephalitis
Anak, 5 th. Diare 1 mgg, frek 5-8x/hr, cair, lendir (+), darah (+), sudah
diberi AB tidak membaik. Px feses: bentuk bulat, inti 4, anak inti
ditengah, kromatin tersusun rapi di tepi. Etiologi?

A. Trofozoit E. coli apatogen


B. Kista G. lamblia Bentuk agak lonjong
C. Kista E. histolytica
D. Trofozoit E. hartmanii apatogen
E. Kista B. coli Besar, Inti seperti tapal
kuda + 1 kecil
laki-laki, 25 thn, keluhan gatal, memberat pada malam hari pada perut
bagian bawah sampai ke pubis. Px dermatologis : papul
eritemematosa serta makula cerulae. Ekskoriasi (+).
Riwayat promiskuitas (+). Diagnosis pasien ini adalah

A. Skabies
B. Pedikulosis korporis
C. Pedikulosis pubis
D. Tinea korporis
E. Tinea kruris
laki-laki, 25 thn, keluhan gatal pada selangkangan, memberat pada
malam hari. Px dermatologis : eritem dengan lesi satelitpenyebab
penyakit ini pasien ini adalah

A. Candida sp.
B. Trichopyton sp.
C. Epidermaphyton sp.
D. Mucor sp.
E. Malassezia sp.
laki-laki, 25 thn, dengan imunokompromis, penuruan kesadaran sejak
beberapa hari yang lalu. Pada pemeriksaan mikroskopik darah
ditemukan sel jamur pada lekosit dengan selubung disekitar sel jamur.
penyakit ini pasien ini adalah
A. Aspergillosis
B. Penisilliosis
C. Kriptokokosis
D. Candidiasis
E. Mukormikosis
Pemeriksaan dari bahan kultur yang paling
tepat untuk pasien tersebut adalah

A. KOH 10%
B. KOH 20%
C. Giemsa
D. PAS
E. India ink