Anda di halaman 1dari 30

Kebugaran Jasmani

1. Orlens Rambu Jeara (17121001012)


2. Kadek Lalita Devi (17121001018)
3. Ni Ketut Widianingsih (17121001020)
4. Putu Bagus Dhiyo Agatha(17121001039)

PROGRAM STUDI FISIOTERAPI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS DHYANA PURA

2019
Peta Konsep

Latar Belakang

Pengertian
Fungsi Kebugaran
kebugaran
Jasmani
jasamani

Faktor Yang
Komponen Latihan Pengukuran dan
Mempengaruhi
Kebugaran Kebugaran tes kebugaran
Kebugaran
Jasmani Jasmani jasmani
Jasmani
Latar Belakang

Kegiatan manusia melakukan pekerjaan dan bergerak aktivitas sehari-hari

Olahraga yang dilakukan secara teratur, terukur, terprogram,


sistematis dan selalu meningkat

Kebugaran Jasmani

Tes kebugaran jasmani


Pengertian Kebugaran jasmani

Kebugaran jasmani adalah kualitas kemampuan tubuh seseorang untuk


melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami suatu kelelahan yang
berlebihan dan masih dapat menikmati waktu luang serta selalu siap untuk
melakukan aktivitas fisik lainnya. Dalam aktivitas sehari-hari, kebugaran
jasmani menggambarkan keadaan tubuh seseorang selain mampu.
Fungsi Kebugaran Jasmani

Golongan yang dihubungkan dengan pekerjaan

Golongan yang dihubungkan dengan keadaannya.

Golongan yang dihubungkan dengan usia

(Sumanto Y, 1993)
Komponen Kebugaran Jasmani
berkaitan dengan kesehatan

1. Persentase tubuh.
2. Kelenturan/ fleksibilitas tubuh.
3. Kekuatan otot.
4. Daya tahan jantung paru.
5. Daya tahan otot.
Komponen komponen keburagaran jasmani yang
berhubungan dengan keterampilan dan performance

1. Kekuatan
2. Daya Tahan
3. Kecepatan
4. Fleksibilitas
5. Keseimbangan
6. Kecepatan
7. Keseimbangan
8. Koordinasi
Latihan Kebugaran Jasmani

1. Latihan Fisik
Salah satu cara untuk mencapai derajat kebugaran yang prima adalah
dengan cara melakukan latihan fisik. Latihan fisik dapat dipilih yang
disenangi, digemari, dan syukur apabila dapat menimbulkan kepuasan
diri. Latihan tersebut dapat berbentuk jalan cepat, jogging, bersepeda,
berbagai macam senam, naik turun tangga, dan sebagainya.
2. Dampak Latihan Fisik Terhadap Tubuh
a. Meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru.
b. Memperkuat sendi dan otot.
c. Menurunkan tekanan darah.
d. Mengurangi lemak.
e. Memperbaiki bentuk tubuh.
f. Memperbaiki kadar gula darah.
g. Mengurangi resiko penyakit jantung koroner.
h. Memperlancar aliran darah.
i. Memperlancar pertukaran gas.
j. Memperlambat proses penuaan.
3. Prinsip latihan fisik
–Sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh.
–Jenis latihan harus disenangi.\Hendaknya bervariasi
–Didahului dengan pemanasan (warming up), latihan inti, dan diakhiri
dengan pendinginan (cooling down).
4. Dosis latihan
– Frekuensi : 3 – 5 seminggu.
– Intensitas (zona latihan) : 60% - 90% dari DNM (denyut nadi
maksimum)
– Lama latihan : 20–60 menit, kontinu, dan melibatkan
otot-otot besar.
Latihan Peningkatan Kekuatan

Push Up Sit Up
Latihan Daya Tahan Paru Dan Jantung

1. Lari Bolak-balik Berlari dari titik A ketitik B dan memindahkan balok


kayu kecil atau batu satu per satu ketitik B dengan tujuan latihan fisik
untuk meningkatkan daya tahan dan kelincahan.
2. Loncat Tali dapat dilakukan oleh siswa, baik secara perorangan
maupun beregu. latihan fisik untuk meningkatkan daya tahan paru dan
jantung.
3. Lari Keliling Lapangan
Lari mengelilingi lapangan dapat dilakukan secara bertahap dan
perlahan selama beberapa waktu. Latihan ini dilakukan selama 10
menit atau disesuaikan dengan kondisi kemampuan fisik
Latihan Meningkatkan Kecepatan

1. Lari cepat dengan jarak 50 meter.


2. Lari bolak-balik dengan menempuh jarak 10-25 meter.
3. Lari dengan merubah kecepatan (dimulai dengan berlari menggunakan
kecepatan lambat, seterusnya semakin lama semakin cepat).
4. Lari naik turun tangga.
5. Lari membawa beban sesuai dengan kemampuan.
6. Lari menaiki daerah perbukitan
Pengukuran Tes Kebugaran Jasmani

1. Pengukuran kesegaran jasmani Tes lari 2,4 km (Cooper)


Pengukuran kesegaran jasmani bisa dilakukan dengan menggunakan
Tes lari 2,4 km (Cooper) tujuannya untuk mengetahui daya tahan kerja
jantung dan pernapasan.
a. Berlari menempuh jarak yang telah ditentukan, yaitu 2,4 km.
b. Waktu diambil sampai dengan persepuluh detik (0,1 detik) atau
perseratus detik (0,01 detik).
Norma Kesegaran Jasmani
Laki-Laki
Usia

Kategori
13-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60->

Sangat >-15.31 >-16.01 >-16.31 >-17.31 >19.01 >-20.00


kurang

Kurang 12.11-15.30 14.01-16.00 14.46-16.30 15.36-17.30 17.01-19.00 19.01-20.00

Sedang 10.49-12.10 12.01-14.00 12.31-14.45 13.01-15.35 14.31-17.00 16.16-19.00

Baik 09.41-10.48 10.46-12.00 11.01-12.30 11.31-13.00 12.31-14.30 14.00-16.25

Baik 08.37-09.40 09.45-10.45 10.00-11.00 10.30-11.30 11.00-12.30


sekali 11.15-13.59

Terlatih < -08.37 < -09.45 < -10.00 <-10.30 <-11.00 <-11.15
Perempuan
Usia
Kategori 13-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60->

Sangat kurang > -18.31 >-19.01 >-19.31 >-20.01 >20.31 >-21.01

Kurang 16.55-18.30 18.31-19.00 19.01-19.30 19.31-20.00 20.01-20.30 21.31-21.00

Sedang 14.31-16.54 15.55-18.30 16.31-19.00 17.31-19.30 19.01-20.00 19.31-20.30

Baik 12.30-14.30 13.31-15.54 14.31-16.30 15.56-17.30 16.31-19.00 17.31-19.30


Baik sekali 15.50 -12.29 12.30-13.30 13.00-14.30 13.45-15.55 14.30-16.30

16.30-17.30
Terlatih < -11.50 < -12.30 < -13.00 <-13.45 <-14.30 <-16.30
2. Pelaksanaan Tes Balke dengan Lari 15 Menit
Selain itu perlu dilakukan pengekuran VO2max bisa menggunkan Tes Balke
dimana tes jenis ini menunjukkan prosentase penggunaan O2 dalam kerja maksimal
memprediksi berapa banyak seseorang memerlukan oksigen untuk melakukan kerja
maksimal.
a. (tes balke) dengan lari 15 menit untuk mengetahui daya tahan kerja
jantung dan pernapasan
b. (tes bleep) untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung dan
paru-paru.
1. Prosedur Pelaksanaan Tes Balke dengan Lari 15 menit
Prosedur pelaksanaan tes balke dengan lari 15 menit adalah sebagai
berikut.
a. Atlet siap berdiri di belakang garis start.
b. Begitu bendera start dikibaskan, pencatat waktu dinyalakan dan atlet lari
secepat mungkin selama 15 menit.
c. Jarak yang dapat ditempuh selama 15 menit dicatat oleh petugas.
Tes Kebugaran Jasmani Menurut Golongan Usia

Tes Kebugaran Jasmani Untuk Anak


1. Lari cepat 30 meter – 50 meter
2. Angkat tubuh (pull-up) 30 detik dan 60 detik (untuk putra)
3. Baring duduk (sit-up) 30 detik- 60 detik
4. Loncat tegak (Vertical jump)
5. Lari 600 meter
Penilaian Sprint usia anak-anak
Umur 6 s/d 9 tahun Nilai Umur 10 s/d 12 tahun

Putra Putri Putra Putri

sd- 5.5 detik sd – 5.8 detik 5 sd- 6.3 detik Sd – 6.7 detik

5.6 – 6.1 detik 5.9 – 6.6 detik 4 6.4 – 6.9 detik 6.8 – 7.5 detik

6.2 – 6.9 detik 6.7 – 7.8 detik 3 7.0 – 7.7 detik 7.6 – 8.3 detik

7.0 – 8.6 detik 7.9 – 9.2 detik 2 7.8 – 8.8 detik 8.4 – 9.6 detik

8.7 – dst 9.3 – dst 1 8.9 – dst 9.7 – dst


Penilaian Melakukan Pull-up Selama 60 Detik

Umur 6 s/d 9 tahun Nilai

Putra Putri

40 detik keatas 33 detik keatas 5

22 – 39 detik 18 – 32 detik 4

09 – 21 detik 09 – 17 detik 3

03 – 08 detik 03 – 08 detik 2

00 – 02 detik 00 – 02 detik 1
Penilaian Sit-Up umur 6-12 Tahun

Umur 6 s/d 9 tahun Nilai Umur 10 s/d 12 tahun


Putra Putri Putra Putri

17 keatas 15 keatas 5 23 keatas 20 keatas

13-16 kali 11-14 kali 4 18-22 kali 14-19 kali

07-12 kali 04-10 kali 3 12-17 kali 07-13 kali

02-06 kali 02-03 kali 2 04-11 kali 02-06 kali

00-01 kali 00-01 kali 1 00-03 kali 00-01 kali


Penilaian Vertical Jump Umur 6-12 Tahun

Umur 6 s/d 9 tahun Nilai Umur 10 s/d 12 tahun

Putra Putri Putra Putri

38 cm keatas 38 cm keatas 5 46 cm keatas 42 cm keatas

30-37 cm 30-37 cm 4 38-45 cm 34-41 cm

22-29 cm 22-29 cm 3 31-37cm 28-33 cm

13-21 cm 13-21 cm 2 24-30 cm 21-27 cm

Dibawah 13 cm Dibawah 13 cm 1 Dibawah 24 cm Dibawah 21 cm


Lari Jarak Sedang Penilaiannya

Umur 6 s/d 9 tahun Nilai Umur 10 s/d 12 tahun

Putra Putri Putra Putri

Sd 2’39” Sd 2’53” 5 Sd 2’09” Sd 2’32”

2’40”-3’00” 2’54”-3’-23” 4 2’10”-2’30” 2’33”-2’54”

3’01”-3’45” 3’24”-4’08” 3 2’31”-2’45” 2’55”-3’28”

3’36”-4’48” 4’09”-5’03” 2 2’46”-3’44” 3’29”-4’22”

Dibawah 4’48” Dibawah 5’03” 1 Dibawah 3’44” Dibawah 4’22”


Untuk kriteria kategori kebugaran kita harus menjumlahkan semua nilai dari lima item tes
tersebut kemudian cocokan dengan table berikut

Kategori Kebugaran
No. Jumlah Nilai Klasifikasi

1 22-25 Baik Sekali (BS)

2 18-21 Baik (B)

3 14-17 Sedang (S)

4 10-13 Kurang (K)

5 05-09 Kurang Sekali (KS)


Tes Kebugaran Jasmani Untuk Remaja

Untuk putra terdiri dari : Untuk putri terdiri dari :


– Loncat tegak (vertical jump) : – Loncat tegak (vertical jump) :
Aerobik Alaktasid Anaerobik Alaktasid
– Baring duduk (sit up) selama 60 – Baring duduk (sit up) selama 60
detik : Anaerobik Laktasid. detik : Anaerobik Laktasid
– Lari 12 menit : Aerobik – Lari 12 menit (cooper) : Aerobik
Tes Kebugaran Jasmani Untuk Lanjut Usia

Jenis olahraga yang sesuai untuk lanjut usia yaitu jenis olahraga tersebut sudah
dikerjakannya secara teratur sejak muda. Namun dianjurkan oleh para ahli olahraga yang
sifatnya aerobik yang dinamis misalnya jalan kaki, senam. Sebelum melakukan latihan
olahraga sebaiknya para lansia harus melakukan tes dan pengukuran yang bertujuan
untuk mengukur kemampuan dan kesanggupan fisik awal seseorang. Ada rumus umum
yang dapat digunakan untuk mengetahui batas mana lansia boleh melakukan olahraga,
yaitu dengan menentukan denyut nadi maksimal atau dikenal sebagi maksimal pulse
Umur

Jenis kelamin
Faktor Yang
Mempengaruhi Keturunan
Kebugaran Jasmani
Makanan

Rokok
Kesimpulan

Tes kebugaran jasmani adalah mengukur kemampuan fungsional maksimal yang


dimiliki seseorang pada saat dilakukan pengukuran. Diukur dari besaran kemampuan
gerak yang dapat dilakukan ditentukan oleh kemampuan tubuh menghasilkan daya
(energi). Pengukuran kesegaran jasmani bisa dilakukan dengan menggunakan Tes lari
2,4 km (Cooper) tujuannya untuk mengetahui daya tahan kerja jantung dan
pernapasan. Selain itu perlu dilakukan pengukuran VO2max bisa menggunkan Tes
Balke dimana Hasil tes jenis ini dapat menunjukkan prosentase penggunaan O2 dalam
kerja maksimal; atau dengan kata lain hasil tes ini dapat memprediksi berapa banyak
seseorang memerlukan oksigen untuk melakukan kerja maksimal.
Sekian Dan Terima
Kasih