0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
491 tayangan12 halaman

Hidrolisis Pati dan Enzim Ptyalin

Dokumen tersebut merangkum percobaan hidrolisis pati menggunakan enzim amilase dalam saliva. Mahasiswa menguji kerja enzim amilase pada berbagai konsentrasi saliva dengan mereaksikan larutan pati, kemudian mengamati perubahan warna setelah ditambahkan indikator iodium untuk mengetahui tingkat hidrolisis pati menjadi molekul yang lebih sederhana. Kesimpulannya adalah reaksi pencernaan pati dalam mulut dilakuk

Diunggah oleh

Laila Nurul Qodry
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
491 tayangan12 halaman

Hidrolisis Pati dan Enzim Ptyalin

Dokumen tersebut merangkum percobaan hidrolisis pati menggunakan enzim amilase dalam saliva. Mahasiswa menguji kerja enzim amilase pada berbagai konsentrasi saliva dengan mereaksikan larutan pati, kemudian mengamati perubahan warna setelah ditambahkan indikator iodium untuk mengetahui tingkat hidrolisis pati menjadi molekul yang lebih sederhana. Kesimpulannya adalah reaksi pencernaan pati dalam mulut dilakuk

Diunggah oleh

Laila Nurul Qodry
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIDROLISIS PATI

(BILANGAN PTYALIN)
Alifudin yusuf 17612020
Rina widi Astuti 17612022
Isykarima maela 17612027
Laila Nurul Qodry 17612028
TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa dapat mempelajari salah satu aspek biokimia
yaitu reaksi enzimatik, pencernaan pati dalam mulut
DASAR TEORI
Enzim
Biokatasator yang mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut dengan cara
menurunkan enenrgi aktivasi. Enzim meupakan senyawa protein yang mudah
rusak apabila dipanaskan pada suhun lebih dari 60 0c dan umumnya enzim
tidak dapat berkerja tanpa adanya suatu zat non protein tumbuhan yang di
sebut dengan kofaktor ( Girindra , 1986).
Enzim ptyalin
Enzim yang berperan pada pencernaan dan bekerj memecah
karbohidrat rantai panjang seperti amilum dan dekstrin, mejadi molekul
yang lebih sederhana yaitu maltosa yang larut air.enzim ini mulai aktif
pada PH 4,0 karena setelah makanan di telan dan masuk kedalam
lambung , prose hidrolisis oleh enzim ptyalin tidak berjalan lebih lama
lagi dan pada lambung enzim ini hanya bertahan sekitar 15-30 menit,
karena cairan didalam lambung bersifat asam (sugiharto , 1989).
DASAR TEORI
Reaksi hidrolisis
Pati
Mekanisme reaksi penguraian suatu senyawa
oleh air, asam, ataupun basa.
Karbohidrat kompleks yang tidak larut
didalam air,berwujud bubuk putih ,
Dengan reaksi hidrolisisnya yaitu: tawar, dan tidak berbau. Pati tersusun
dari dua macam karbohidrat yaitu
(C6H10O5) n + n H2O hidrolisis n C6H12O6
amiilosa dan amiloektin dalam komposisi
Selulosa air glukosa
yang berbeda –beda (lehninger, 1994).

Reaksi hidrolisa berlangsung sanagt lambat sehingga


perlu ditambahkan katalisator untuk mempercepat
reaksi, katalisator yang digunakan yaitu asam dan enzim
(utami, 2014).
.
ALAT DAN BAHAN

Alat Bahan

Tabung reaksi
Pipet tetes
Gelas beaker 250 ml dan 10 ml saliva
Ball pipet akuades
Labu ukur 10 ml
Penangas larutan pati 1%
Pipet ukur 10 ml
reagen I2 dalam KI
Rak tabung reaksi
Thermometer
Kaca arloji
Cara Kerja
10 ml saliva

Di siapkan variasi konsentrasi saliva 100%; 66,7%; 33,3


%;10,0%; 0,7% ;0,3 %; dan 0%

Dicampurkan 3ml larutan pati 1% pada setiap tabung dan digojok

Di panaskan paa suhu kurang lebih 37 °C selama 20 menit

Setelah 20 menit ditambahkan 6 tetes reagen I2


dalam media KI lalu digojok

Dicatat perubahan warna dan di


tentukan titik akromik
PEMBAHASAN

Pada percobaan ini melibatkan reaksi hidrolisis. reaksi hidrolisis merupakan proses pemecahan senyawa
kompleks menjadi senyawa sedrhana dengan larutan air.

hidrolisis pati adalah penguraian senyawa pati menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan air
atau asam dan basa. Pada proses hidrolisis pati, molekul air menguraikan molekul pati atau amilum
merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman

(C6H10O5) n + n H2O hidrolisis n C6H12O6


Selulosa air glukosa

Dibutuhkan katalisator untuk mempercepat jalannya reaski, digunakan katalisator berupa enzyme ptyaln.

(C6H10O5) H2O
x(C6H10O5)n/y
H2O
xy(C6H10O5)n/ny
H2O
n/2(C12H22O11)

Jika beraksi dengan iodium maka:


• Pati menjadi warna biru
• Eritrodextrin berwarna coklat kemerah-meraahan
• Acodextrin dan maltose tidak berwarna/disebut titik akromik
Pembahasan
Digunakan sampel saliva untuk mrnguji kerja enzim amilase yang bekerja untuk memecah pati menjadi
glukosa. Dengan 10 variasi konsentrasi (100% ; 66,7% ; 33,0% ; 10% : 6,7% : 3,3% ; 1,0% ; 0,7% ; 0,3%)

Sebelum dipanaskan seluruh tabung reaksi diberi 3 mL amilum 1%. Fungsi amilum untuk mengubah molekul
menjadi molekul yang lebih sederhana atau maltosa yang masih berupa molekul besar yaitu pati itu
sendiri.

Seluruh tabung dipanaskan pada suhu 37oc karena mengikuti suhu tubuh manusia yang memiliki aktivitas
optimal pada suhu 30-40oc dan akan mengalami denaturasi pada suhu 40oc.

Setelah dipanaskan setiap variasi konsentrasi diberi reagen I2 dalam KI. Penmabahan KI berfungsi
sebagai indicator terhadap proses reaksi yang ditandai oleh perubahan warna
Tabung 1 : saliva 100% (100%) berwarna putih keruh ++ dihasilkan maltose

Tabung 2 : saliva 100% + 1mL (66,7%) aquades berwarna putih + dihasilkan maltose

Tabung 3 : saliva 100% + 2 mL aquades (33,0%) berwarna putih dihasilkan (ecodextrin)

Tabung 4 : saliva 10% (10%) berwarna kuning bening dihasikan eritrodextrin

Tabung 5 : saliva 10% + 1mL (6,7%) aquades berwarna kuning bening + dihasilkan
eritrodextrin

Tabung 6 : saliva 10% + 2 mL (3,3%) dihasilkan berwarna kuning bening ++dihasilkan


eritrodextrin

Tabung 7 : saliva 1% (1,0%) berarna biru dihasilkan pati

Tabung 8 : saliva 1% + 1 mL aquades (0,7%) berwarna biru + dihasilkan pati

Tabung 9 : saliva 1% + 2 mL aquades (0,3%) berwarna biru ++ dihasilkan pati

Tabung 10 : Aquades berwarna biru +++ dihasilkan pati

Warna-warna tersebut dihasilkan dari amilum yang berikatan dengan iod


sehingga pati telah terhidrolisis menjadi dextrin dan maltose
Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bawha :
Reaksi enzimatik yang terjadi pada pencernaan pati dalam
mulut adalah enzim ptyalin atau amilase pada saliva. Bilangan
ptyalin nya adalah 100% saliva karena pada konsentrasi ini
telah mencapai titik akromk dengan suhu 37oC
Analisis Data
Pembahasan
Thank You

Anda mungkin juga menyukai