Anda di halaman 1dari 42

TEKNIK PERMIPAAN

PENENTUAN ALLOWABLE SPAN (JANGKAUAN)


ANTAR PENYANGGA PIPA
MARFIZAL,ST,MT

PROGRAM STUDI
TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL


Pendahuluan

Ketika pipa itu di bentangkan, kita


akan memerlukan support untuk menahan si pipa.
si pipa yang digunakan untuk mengalirkan fluida,
pasti akan memiliki berat, berat itu yang perlu di
topang oleh support. Tujuannya, agar berat yang
berasal dari pipa tidak ditempakan atau di
tumpu pada nozzle, sambungan las, ataupun
tempat tempat kritikal lainya.
• Nozzel dan sambungan las tersebut tidak di
desain untuk menahan berat. Beban yang
sangat berat yang di tumpu pada sebuah
nozzle, akan berakibat pada lepasnya
nozzle dari vessel atau bagian ekuipment.

• Pertanyaan selanjutnya, apakah support


hanya di pertuntukan untuk menahan berat
dari si pipa? tidak juga ternyata. Seperti
yang pernah di pelajari dalam jenis beban
dalam sistem pemipaan, maka berat
tersebut dikategorikan sebagai beban
sustain (Penopang) . Padahal, masih ada
beban lain seperti expansion atau
occasional (sesaat) yang perlu untuk di
topang, untuk itulah kita butuh yang
namanya pipe support.
Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik

1. Penyangga struktur
Penyangga ini adalah bentuk-
bentuk penyangga pipa pekerjaan
sipil. Tinggi kaki minimal adalah
2,5 meter. Ada beberapa bentuk
ditinjau dari jumlah kolom yaitu (1
kolom, 2 kolom, banyak kolom),
jumlah tingkat (1 tingkat, 2
tingkat, bertingkat banyak),
landasan (engsel dan tetap).
Gambar Penyangga pipa struktur
Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik

2. Penyangga kaki bebek (duct support)


Penyangga kaki bebek adalah bentuk penyagga dimana tinggi kaki pipa maksimum 1,2 meter
ditambah panjang yang dibutuhkan sampai garis sumbu. Apabila temperatur lebih dari
1750C, pemasangan kaki bebek ini harus seizin insinyur bagian perhitungan tegangan.

Gambar Penyangga pipa kaki bebek (duct foot)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik

3. Penyangga bentuk siku-siku (bracket)


Penyangga jenis ini menggunakan struktur yang sudah ada, dengan cara mamasang
struktur tambahan berupa kantilever. Profil yang digunakan dapat berupa profil I, H, L
dan C. Disamping itu ada yang menggunakan support tambahan sebagai pendukung.

Gambar Penyangga pipa bentuk siku-siku (bracket)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik
4. Penyangga pembaringan pipa (pipe sleeper)
Penyangga tipe ini adalah bentuk penyangga sipil. Umumnya ketinggian penyangga pipa
ini lebih rendah dari satu meter ketinggian dari permukaan tanah lebih tepatnya
penyangga ini digunakan pada pipa bawah tanah. Pipe sleeper ini dibuat dari semen
beton (concrate) dan besi beton. Selain itu permukaannya diberi plat besi guna menahan
gesekan pipa, untuk pengelasan dudukan penuntun pipa, serta angker. Bentuk pipa
sleeper seperti balok persegi empat dengan ukuran panjang dan lebar bervariasi
tergantung kebutuhan.

Gambar Penyangga pembaringan pipa (pipe sleeper)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik

5. Penggantung pipa (pipe hanger)


Penggantungan pipa ini direncanakan untuk menahan beban statik dan dinamik pada
posisi tergantung. Perencanaan alat penyangga gantung pipa ini direncanakan dengan
batas antara -290C sampai 3430C untuk besi baja, sedangkan untuk besi tuang (cast iron) -
290C sampai 2310C. Kekuatan dari penyangga gantung ini tergantung pada bentuk
penyangga, kekuatan rod atau tube (kabel penggantung).

Gambar Penggantung pipa (pipe hanger)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan statik
6. Penyangga pipa rendah (low support)
Penyangga pipa rendah pada umumnya dapat dibuat sendiri dari baja profil dengan
perencanaan bagian departemen perpipaan sendiri. Tinggi support ini tidak boleh lebih
dari 2,5 meter dan bentangan maksimum 1,5 meter. Berikut adalah salah satu contoh
gambar jenis support rendah

Gambar Penyangga pipa rendah (low support)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan Dinamik
Penyangga pembebanan dinamik terdiri dari:
1. Penyangga variabel (variable support).
2. Penyangga konstan (constan support).
3. Penyangga variabel (variable support)

1. Penyangga variabel (variable support)


Perhitungan penyangga jenis ini didasarkan
pada beban pegas (spring). Perhitungan
pembebanannya adalah untuk beban tarik
maupun beban tekan. Berikut ini contoh dari
penyangga dengan menggunakan sistem pegas
(spring).

Gambar Penyangga pipa jenis variable spring


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan Dinamik

2. Penyangga konstan (constant support)


Penyangga jenis constant spring adalah bentuk spring yang tetap dan berbeda dari variable
spring. Bentuk penyangga ini letaknya tetap pada elevasi tertentu, sedangkan reaksi
penyangga yang dilakukan oleh tangan yang dihubungkan langsung ke spring seperti
variable spring. Berikut ini adalah salah satu contoh penyangga jenis constant spring.

Gambar Penyangga pipa constant spring


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan Dinamik

3. Sepatu pipa (pipe shoe)


Sepatu pipa ini digunakan untuk pipa yang mengalirkan aliran panas atau dingin. Gunanya
adalah untuk memperkecil gesekan dan melindungi isolasi dari gesekan terhadap penumpu.
Bentuk dan tipe sepatu pipa ini berbeda-beda menurut kebutuhan.
Untuk temperatur dibawah 4000C pemasangan sepatu pipa dapat dilakukan langsung pada
pipa, sedangkan untuk temperatur diatas 4000C dapat dipasang melalui penjepit pada
isolasinya.

Sepatu pipa (pipe shoe)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan Dinamik

4. Penuntun pipa (pipe guide)


Bentuk dan tipe penuntun pipa ini terdiri dari beberapa macam. Gunanya adalah untuk
membatasi gerak pipa, baik akibat defleksi pipa atau gaya-gaya dari luar yang timbul pada
pipa. Tujuannya adalah supaya pipa tetap terletak pada jalur-jalurnya.

Gambar Penuntun pipa (pipe guide)


Macam macam Penyangga (Support )
Penyangga pembebanan Dinamik

5. Angker pipa (pipe anchor)


Angker pipa atau anchor atau disebut juga line stop, yang berarti ekspansi pada pipa
bagian ini ditahan. Guna angker pipa adalah untuk menahan ekspansi pipa serta
perhitungan fleksibilitas yang aman untuk jalur tersebut dan jalur-jalur pipa lainnya serta
peralatan yang berhubungan dengannya

Gambar. Angker pipa (pipe anchor)


Pembagian Type Pipe Support
• Bahwasannya support itu di bedakan menjadi 3 jenis, yaitu
seperti di bawah ini
• Di dalam sistem perpipaan, dikenal ada berbagai jenis pipe support
yang digunakan untuk menyangga sistem perpipaan tersebut. Oleh
karenanya “hanger” termasuk dalam jenis support karena
menyangga beban pipa dari atas dan biasanya mengalami beban
tension, dan “support” termasuk juga dalam jenis pipe support
karena menyangga beban pipa dari bawah dan biasanya mengalami
beban compression.
• Pada umumnya “pipe support” mengacu kepada berbagai jenis
elemen, misalnya steel structure, spring hanger, rod hanger, snubber,
rigid strut, dsb. Namun semuanya itu dapat diklasifikasikan menjadi 4
macam secara umum :
1. Rigid atau weight support
2. Rigid restraint (Pembatas) dan anchor
3. Snubber
4. Sway brace
1. Rigid / Weight support
a. All sliding type support :
Bare, Clamped, Shoe, Dummy supports, Bracket supports, etc. Support jenis
ini mengalami beban compression. Gambar di bawah ini adalah berbagai jenis
dan variasinya.
b. Rod hanger
Cara yang paling ekonomis untuk
memberikan beban dari sistem perpipaan ke
steel structure adalah dengan menggunakan
rod hanger. Rod hanger sangat kuat dalam
menahan beban tension, namun lemah
dalam menahan beban compression. Oleh
karenanya, rod harus diletakkan di atas pipa,
dan menggantungkan pipa ke steel structure.

Horizontal movement pipa dari cold


ke hot condition tidak boleh melebihi 4
derajat. Karena apabila melebihi 4 derajat,
dapat menyebabkan load dan stress
tambahan pada pipa, sehingga menyebabkan
sistem tidak stabil.
c. Variable dan Constant Support
Gambar di bawah ini adalah ilustrasi cara kerja spring hanger.

Spring hanger dibagi menjadi 2 jenis secara umum, yaitu :


- Variable Spring
- Constant Spring Hanger
Variable Spring Hanger digunakan untuk piping system yang non-critical dan
dimana constant hanger tidak diperlukan. Karakteristik Variable Spring adalah
gaya supportnya bervariasi dengan berubahnya spring deflection dan spring scale.
Vertical expansion dari pipa menyebabkan spring dari hanger mengalami
compression atau extension yang selanjutnya menyebabkan perubahan gaya
support yang diberikan oleh spring, yang meru- pakan hasil dari adanya vertical
expansion dan spring scale. Maksimum variation pada variable spring hanger
adalah 25 %

Gambar di atas adalah jenis-jenis Variable Spring Support secara umum.


Constant Spring Hanger digunakan ketika persentase variasi dari cold ke hot
condition harus lebih kecil dari 6% ataupun ketika vertical movement dari
pipa terlalu besar (lebih dari 2 inchi). Kondisi ini biasanya diperlukan pada
daerah yang dekat dengan nozzle equipment yang critical, seperti
reciprocating compressor, turbine, boiler, dsb. Karakteristik Constant Spring
Hanger ini adalah gaya supportnya konstan tidak peduli berapa- pun vertical
movement yang terjadi pada pipa. Gambar di bawah ini adalah salah satu
conotoh dari Constant Spring Hanger.
Jenis-jenis constant spring hanger secara umum dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Perbedaan mendasar antara Variable Spring dan Constant Spring Hanger


dapat diringkas pada tabel dibawah ini :
2. Rigid Restraint dan Anchor
a. Anchor dan Guide
Anchor dan guide digunakan untuk membatasi pergerakan pipa dalam
satu arah derajat kebebasan atau beberapa arah derajat kebebasan
atau semua arah derajat kebebasan, tergantung dari penggunaannya.
Dalam penggunaanya, anchor dan guide disediakan untuk menahan,
mengarahkan ataupun menyerap pergerakan pipa. Dan dalam
desainnya mempertimbangkan gaya dan moment yang disebabkan
oleh internal pressure dan thermal expansion dari pipa. Gambar di
bawah ini adalah contoh anchor.
b. Supplementary Steel
Untuk menghubungkan pipa dengan anchor dan guide, digunakan
structural steel tambahan yang di-las ke pipa dan structural member
yang ada pada plant.
c. Rigid Strut
Rigid Strut juga dapat digunakan sebagai Rigid Restraint. Selain itu juga
dapat digunakan Structural Steel sebagai Rigid Restraint. Structural
steel yang biasanya diguankan adalah Wide flange beam, channel,
tube dan angle section. Gambar di bawah ini adalah contoh Rigid Strut.
3. Snubber
Rigid restraint biasanya diperlukan ketika pipa
harus bertahan dalam menghadapi beban
seperti beban gempa atau beban angin
ataupun beban dinamis yang lain seperti fluid
hammer. Tapi ketika restraint ini digunakan
untuk pipe ber-temperatur tinggi, pada
beberapa tempat akan menyebabkan
tingginya expansion stress. Maka dalam hal ini
bisa digunakan snubber. Pada prinsipnya,
Snubber memperbolehkan adanya movement
yang terjadi, selama pergerakan itu terjadi
secara perlahan, misalny karena thermal
expansion. Tetapi ketika terjadi gerakan yang
tiba-tiba, misalnya karena beban gempa,
maka snubber akan ter-locked (terkunci)
sehingga tidak mengijinkan adanya
pergerakan. Gambar di bawah ini adalah
contoh dari snubber assembly.
Secara umum, ada 2 jenis snubber :
– Hydraulic Snubber
Hydraulic Snubber menggunakan hydraulic fluid dan piston dalam mekanisme
pergerakannya. Hydraulic snubber kadang-kadang rentan terhadap kebocoran
dari hydraulic fluid nya. Gambar di bawah ini adalah contoh dari Hydraulis
Snubber.
– Mechanical Snubber
Mechanical Snubber menggunakan prinsip mechanical dalam mekanisme
pergerakannya. Pada mechanical snubber kadang-kadang terjadi bahwa
snubber sudah ter-locked pada thermal expansion movement, sehingga
sangat berbahaya buat sistem perpipaan.
Oleh karena itu, snubber biasanya digunakan sebagai alternatif terakhir.
Karena kadang-kadang banyak masalah yang timbul oleh karena pemakaian
snubber ini. Gambar di bawah ini adalah contoh mechanical snubber.
• – Mechanical Snubber • – Hydraulic Snubber
4. Sway Brace
Sway brace digunakan untuk membatasi vibrasi yang terjadi
pada sistem perpipaan. Sway brace prinsipnya kurang lebih sama
seperti variable spring yang bekerja pada bidang datar. Ketika sway
brace di install, spring preload dibuat menjadi 0 ketika pipa berada
dalam kondisi operating. Ketika pipa mulai mengalami pergerakan
karena vibrasi, sway brace akan menyediakan load yang setara dengan
spring constant dari brace dikalikan pergerakan dari pipa. Dengan
demikian, maka Stiffness akan meningkat. Sehingga akan menaikkan
nilai natural frekuensi dari sistem perpipaan dan akan menurunkan
respon sistem perpipaan terhadap vibrasi. Sway brace akan menaikkan
expansion stress pada sistem perpipaan, walaupun tidak sebesar yang
disebabkan oleh rigid restraint. Oleh karenanya disarankan untuk
memilih lokasi penempatan sway brace di tempat yang thermal
movement nya kecil.
• Gambar di bawah ini adalah contoh dari sway brace :
Menentukan Jarak Penyangga

Maksimum jarak antara penyangga/Maximum allowable


pipe span yang diijinkan untuk sistem perpipaan
horisontal dibatasi 3 faktor utama yaitu tegangan tekuk,
defleksi vertikal, dan frekuensi alami
Penyangga untuk pipa harus diberi jarak berdasarkan 3
pertimbangan
• Kemampuan penempatan penyangga di lokasi yang
inginkan
• Batas jarak yang diijinkan
• Menghindari tegangan ijin yang berlebihan dan
konsentrasi beban antara penyangga
Persamaan untuk perhitungan maksimum jarak penyangga yang diijinkan pipa
horisontal diasumsikan menggunakan pinned/simply support yaitu

Persamaan untuk perhitungan maksimum jarak penyangga pipa horisontal diasumsikan


menggunakan fixed/clamp support yaitu

Keterangan:
Ls = Pipe span (ft)
S = Tegangan yang dijinkan (psi), lihat Tabel A1 ASME B31.3
Z = Section Modulus pipa (in3)
w = Berat total pipa per satuan panjang (lb/in)
Δ = Defleksi yang diijinkan (in)
I = Momen inersia pada bentangan pipa (in4)
E = Modulus elastisitas pada temperatur desain (psi), lihat Tabel C6 ASME B31.3
Pemodelan tumpuan
Pemodelan tumpuan secara teoritis ada 2 jenis yaitu tumpuan sederhana (pinned
support/simply support) di mana bisa rotasi sepenuhnya dan tumpuan jepit
(fixed/clamp support).
frekuensi alami
Kebanyakan sistem perpipaan atau proses memiliki frekuensi alami sekitar 4
cps/cycles per second
Keterangan:
fn = frekuensi alami (cps), cycle per second

Tabel calculation factor untuk menentukan jarak antar penyangga pipa


berdasarkan frekuensi alami. Nantinya nilai calculation factor akan dikalikan
dengan Ls defleksi sehingga didapatkan jarak antara penyangga pipa
Penentuan maksimum tegangan tekuk pada pipa digunakan formula sebagai berikut

Penentuan maksimum defleksi pada pipa digunakan formula sebagai berikut

Persamaan untuk perhitungan berat pipa yaitu


Contoh

Menghitung jarak yang diijinkan antara penyangga pipa berdasarkan batasan


tegangan, defleksi, dan frekuensi alami. Setelah dihitung jarak yang diijinkan
antara penyangga pipa dan diambil yang terkecil maka diketahui jumlah
penyangga yang dibutuhkan . Gambar dibawah merupakan isometri sistem
perpipaan SLF (dimensi dalam satuan mm) dengan panjang total 31600 mm atau
103,674 ft. Pemodelan tumpuan menggunakan tumpuan sederhana (pinned
support/simply support). Setelah perhitungan jumlah antara penyangga pipa
didapatkan maka pada gambar 3 akan ditambahkan peletakan penyangganya
Jawab
Penentuan allowable span meliputi perhitungan berat total pipa, perhitungan maksimum
jarak yang diijinkan antara penyangga pipa, dan perhitungan maksimum tegangan tekuk
dan defleksi. Pertama, melakukan perhitungan berat total pipa sebagai berikut
Kedua, melakukan perhitungan maksimum jarak yang diijinkan antara penyangga pipa sebagai
berikut:
Berdasarkan Batasan Defleksi
Melakukan perhitungan jarak antara penyangga pipa berdasarkan batasan defleksi:

Pada perhitungan jarak antara penyangga pipa berdasarkan defleksi menunjukkan nilai 20,44 ft.
Sehingga maksimum jarak antara penyangga pipa yang diijinkan berdasarkan batasan defleksi
sebesar 20,44 ft.
Berdasarkan Frekuensi Alami
Melakukan perhitungan jarak antara penyangga pipa berdasarkan frekunsi alami karena pipa
terhubung dengan pompa (rotating equipment):

Pada pipa pulsating line (terhubung pompa) nilai frekuensi alami harus 8 cps atau
lebih . Hasil perhitungan frekuensi alami menunjukkan nilai frekuensi alami di atas 8
cps yaitu 14,41 cps sehingga masih memenuhi syarat. Sehingga berdasarkan frekuensi
alami untuk maksimum jarak antar penyangga adalah 9,32 ft.
Berdasarkan Batasan Tegangan
Melakukan perhitungan jarak antara penyangga pipa berdasarkan batasan tegangan

Pada perhitungan jarak antara penyangga pipa berdasarkan tegangan menunjukkan nilai
36,02 ft. Sehingga maksimum jarak antara penyangga pipa yang diijinkan berdasarkan
batasan tegangan sebesar 36,02 ft.
Dalam penentuan allowable span maka perlu diperhatikan tegangan tekuk dan defleksi
untuk memastikan keamanan suatu sistem perpipaan. Pada tahapan ketiga ini melakukan
perhitungan maksimum tegangan tekuk dan defleksi sebagai berikut

Pada perhitungan maksimum tegangan tekuk di


disampingmenunjukkan nilai 604,335 psi. Nilai maksimum
tegangan tekuk tersebut masih berada di bawah 5700 psi
(Tegangan desain). Sehingga maksimum tegangan tekuk masih
dikatakan aman. Pada perhitungan selanjutnya mempertimbangkan
maksimum tegangan defleksi pada pipa

Berdasarkan batasan tegangan, defleksi, dan frekuensi alami maka dipilih maksimum jarak
yang diijinkan antara penyangga pipa yang paling kecil [3]. Maksimum jarak yang diijinkan
antara penyanggga pipa yang dipilih yaitu 9,32 ft (2840,736 mm) dibulatkan menjadi 9,18 ft
(2800 mm). Sehingga jumlah penyangga yang dibutuhkan: