Anda di halaman 1dari 11

Natrium alginat terdiri dari garam natrium dari asam alginat.

Alginat diperoleh dari ganggang cokelat Phaeophyceae dalam bentuk polimer linear dari 1,4--D-asam mannuronat dan residu 1,4--L-asam guluronat

Natrium alginat berupa serbuk berwarna putih hingga kuning pucat, tidak berbau, dan tidak berasa, larut dalam air membentuk larutan koloidal. Larutan 1% natrium alginat (b/v) memiliki pH sekitar 7,2. Natrium alginat praktis tidak larut dalam etanol (95%), eter, kloroform, campuran metanol dan air dengan kandungan etanol lebih besar dari 30%, dan juga larutan asam encer dengan pH kurang dari 3. Alginat dapat membentuk gel tidak larut air dengan adanya ion divalen seperti Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+

Alginat tetrabutylammonium (TBA) Dibuat dengan pengasaman natrium alginat yang kemudian diikuti dengan penetralan dengan Tetrabutilamonium hidroksida. Larutan 5 gram Natrium alginate dalam 100 ml etanol dengan HCl 12N distirer dalam rendaman es selama 30 menit. Kemudian difiltrasi dan dicuci dengan etanol, kemudian dengan aseton. Produk dikeringkan dalam vakum selama 2 jam. Sampel dari produk yang telah dikeringkan dititrasi dengan NaOH untuk menentukan persen pengasaman.

sintesis asam alginat

Asam alginat (4.14g) dilarutkan dalam 450 mlaquadest dan distirer selama 1 jam. TBAOH (0.15M) dititrasi ke dalam larutan alginate sampai pH 7. Larutan netral ditempatkan pada 2 kondisi, dibekukan dan diliofilisasi selama 2 hari.

Sintesis Alginat TBA

Alginat adalah polisakarida dengan residu asam glukuronat mannuronic dan dapat disambung silang dengan ion kalsium. Sambung silang dapat dilakukan pada suhu kamar dan pH fisiologis. Gel alginat sering digunakan sebagai matriks untuk enkapsulasi cells hidup dan pelepasan proteins. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa bead kalsium-alginat dapat digunakan dalam embolisasi.

Bead dapat dibuat dengan meneteskan cairan alginat menggunakan syiring yang dilengkapi jarum ke dalam cairan sambung silang seperti larutan kalsium klorida. Selanjutnya akan terjadi pembentukan bead sambung silang. Sifat dari bead alginate adalah kemampuannya untuk kembali mengembang. Sifat ini dapat sensitif terhadap pH lingkungan. Oleh karena itu, obat yang sensitif terhadap asam dapat dimasukkan ke dalam bead agar dapat terlindung dari asam lambung.

dibuat dari natrium alginat memalui reaksi dengan agen sulfating yang disintesis oleh natrium bisulfit dan natrium nitrit dalam larutan cair. Secara tradisional, agen sulfating dibuat dengan asam sulfat, asam klorosulfonat, sulfuryl klorida, sulfur trioksida dan asam sulfamat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa polisakarida sulfat yang alami atau dimodifikasi secara kimia memiliki aktifitas antikoagulan yang telah dikaitkan dengan substitusi kelompok sulfat dari residu glukosamin, yang memiliki posisi kunci dalam residu glukosamin heparin yang disubstitusi dengan kelompok sulfat

Pada kompleks kitosan alginat, muatan negatif gugus asam karboksilat dari unit asam manuronic dan guluronic alginate berinteraksi secara elektrostatik dengan muatan positif gugus amin dari kitosan menjadi bentuk kompleks polielektrolit. Kompleks polielektrolit menunjukkan kapasitas adsorpsi lisozim yang tinggi, namun degradasi enzimatik dihambat oleh interaksi yang kuat antara rantai polimer chitosan dan alginat.

kompleks polielektrolit menunjukkan degradasi sebagian melalui hidrolisis. Karena laju biodegradasi dapat diatur dengan mengubah rasio polimer, ini menunjukkan bahwa kompleks polielektrolit individu memiliki potensi besar dalam perancah teknik jaringan dan bahan-bahan pendukung. Rasio muatan, berat molekul, kekuatan ion, pH, kecepatan selama pencampuran dan diameter elemen dispersi mempengaruhi ukuran partikel, muatan partikel permukaan (zeta potensial) dan stabilitas kompleks polielektrolit alginate - kitosan

Kompleks polielektrolit kitosan alginat dapat memperpanjang pelepasan obat dalam konsentrasi polimer yang rendah