Anda di halaman 1dari 23

Modul Pembejaran ....

UNIT I KONSEP DASAR KEPERAWATAN GERONTIK

A. PENGANTAR
Pada unit ini anda akan mempelajari tentang konsep dasar keperawatan gerontik, selanjutnya materi yang akan disajikan dalam bab ini adalah tentang pengertian dari gerontologi, geriatri, dan keperawatan gerontik, teori proses penuaan, batasan usia lanjut, faktor yang mempengaruhi proses penuaan, mitos mitos usia lanjut dan kenyataannya, perubahan perubahan yang terjadi pada usia lanjut, kemunduran dan reaksi yang terjadi pada usia lanjut. Pada bab ini berisikan beberapa konsep tentang gerontik sehingga anda sebagai mahasiswa dapat memahami perubahan yang terjadi pada lansia secara fisik, mental dan sistem tubuh secara rinci dan menyeluruh sehingga anda lebih mudah mempelajarinya. dampak

Tujuan

Setelah saudara mempelajari materi di bab ini, bab ini akan membekali anda sebagai mahasiswa dengan wawasan ilmu keperawatan lansia atau gerontik. Hal ini disampaikan agar saudara dapat menjadi perawat pemula yang profesional dalam melakukan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan pada lansia dengan baik dan sesuai standar keperawatan yang berlaku. Untuk mencapai seluruh materi yang tersaji dalam bab ini, diharapkan anda dapat : 1. Menjelaskan pengertian dari gerontologi, geriatri, dan keperawatan gerontik 2. Menjelaskan teori proses penuaan 3. Menjelaskan batasan usia lanjut 4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi proses penuaan
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 1

Modul Pembejaran ....

5. Menjelaskan mitos-mitos usia lanjut dan kenyataannya 6. Menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada usia lanjut 7. Menjelaskan dampak kemunduran dan reaksi yang terjadi pada usia lanjut

Selanjutnya, marilah kita pelajari dengan seksama modul ini untuk mengetahui apa, mengapa anda perlu mengetahui konsep dasar keperawatan gerontik secara umum ?

B.

BAHAN BACA

B. BAHAN BACA

A. Pengertian Gerontologi berasal dari bahasa latin yaitu geros berarti usia dan logos berarti ilmu. Gerontologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah masalah yang terjadi pada lanjut usia (Miller, 1990) Gerontologi merupakan pendekatan ilmiah (scientific approach) terhadap berbagai aspek dalam proses penuaan, seperti aspek kesehatan, psikologis, sosial ekonomi, perilaku, lingkungan, dan lain- lain (S. Tamher, 2009). Keperawatan gerontik atau keperawatan gerontologik adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang menjalankan peran dan tanggung jawabnya terhadap tatanan pelayanan kesehatan dengan menggunakan ilmu

pengetahuan, keahlian, keterampilan, teknologi, dan seni dalam merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif (Kushariyadi, 2010). Menurut siti Badriah (2009), keperawatan gerontik adalah suatu pelayanan professional yang berdasarkan ilmu dan kiat/ teknik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosial- spiritual dan cultural yang holistic yang ditujukan pada klien lanjut usia baik sehat maupun sakit pada tingkat individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Modul Pembejaran ....

Sedangkan geriatri berasal dari bahasa latin yaitu geros berarti lanjut usia dan eatriea berarti kesehatan atau medis. Geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran berfokus pada masalah kedokteran, yaitu penyakit yang timbul pada lanjut usia (Black & Jacob, 1997). Menurut S. Tamher (2009), geriatri merupakan salah satu cabang dari gerontology dan medis yang mempelajari khusus aspek kesehatan dari usia lanjut, baik yang ditinjau dari segi promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitative yang mencangkup kesehatan badani, jiwa dan social, serta penyakit cacat.

B. Proses menua Menua adalah suatu proses menghilangkan secara perlahan- lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti dan

mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantanides, 1994). Penuaan adalah normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yang dapat diramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat mereka mencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu. Teori teori yang menjelaskan bagaimana dan mengapa penuaan terjadi biasanya dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu teori biologis dan psikososial. 1. Teori biologis Teori biologis mencoba untuk menjelaskan proses fisik penuaan, termasuk perubahan fungsi dan struktural, pengembangan, panjang usia dan kematian. Perubahan perubahan dalam tubuh termasuk perubahan molecular dan seluler dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk berfungsi secara adekuat dan melawan penyakit. a. Teori genetik Teori sebab- akibat menjelaskan bahwa penuaan terutama dipengaruhi oleh pembentukan gen dan dampak lingkungan oleh pembentukkan gen dan dampak lingkungan pada pembentukan
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 3

Modul Pembejaran ....

kode genetik. Menurut teori genetik, penuaan adalah suatu proses yang secara tidak sadar diwariskan yang berjalan dari waktu ke waktu untuk mengubah sel atau struktur jaringan. Dengan kata lain, perubahan rentang hidup dan panjang usia telah ditentukan sebelumnya. Teori genetik terdiri dari teori asam deoksiribonukleat (DNA), teori ketepatan dan kesalahan, mutasi somatik, dan teori glikogen. b. Teori wear and tear Teori wear and tear (dipakai dan rusak) mengusulkan bahwa akumulasi sampah metabolic atau zat nutrisi dapat merusak sintesis DNA, sehingga mendorong malfungsi molekular dan akhirnya malfungsi organ tubuh. Pendukung teori ini percaya bahwa tubuh akan mengalami kerusakan berdasarkan suatu jadwal. Radikal bebas adalah contoh dari produk sampah metabolism yang menyebabkan kerusakan ketika akumulasi terjadi. Radikal bebas adalah molekul atau atom dengan suatu elektron yang tidak berpasangan. Ini merupakan jenis yang sangat relative yang dihasilkan dari reaksi selama metabolisme. c. Teori imunitas Teori imunitas menggambarkan suatu kemunduran dalam sistem imun berhubungan dengan penuaan. Ketika orang bertambah tua, pertahanan mereka terhadap organism asing mengalami

penurunan, sehingga mereka lebih rentan untuk menderita berbagai penyakit seperti kanker adan infeksi. Seiring dengan berkurangnya fungsi system imun, terjadilah peningkatan dalam respon autoimun tubuh. Seiring dengan bertambahnyan usia berat dan ukuran kelenjar timus menurun, seperti halnya kemampuan tubuh untuk mendeferensiasi sel T. Karena hilangnya proses

diferensiasi sel T, tubuh salah mengenali sel yan tua dan tidak beraturan sebagai benda asing dan menyerangnya. Selain itu,
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 4

Modul Pembejaran ....

tubuh kehilangan kemampuan untuk meningkatkan responnya terhadap se lasing, terutama bila menghadapi infeksi. d. Teori neuroendokrin Teori teori biologi penuaan, berhubungan dengan hal- hal seperti yang terjadi pada struktur dan perubahan pada tingkat molekul dan sel. Salah satu area neurologi yang mengalami gangguan secara universal akibat penuaan adalah waktu reaksi yang diperlukan untuk menerima, memproses, dan bereaksi terhadap perintah. Dikenal sebagai perlambatan tingkah laku, respons ini kadangkadang diinterprestasikan sebagai tindakan melawan, ketulian, atau kurangnya pengetahuan. 2. Teori psikososiologis Teori psikososial memusatkan perhatian pada perubahan sikap dan perilaku yang menyertai peningkatan usia, sehingga lawan dari implikasi biologi pada kerusakan anatomis. a. Teori kepribadian Kepribadian manusia adalah suatu wilayah pertumbuhan yang subur dalam tahun- tahun akhir kehidupan. Teori kepribadian menyebutkan aspek aspek pertumbuhan psikologis tanpa menggambarkan harapan atau tugas spesifik lansia. Jung (1994), mengembangkan suatu teori pengembangan kepribadian orang dewasa yang

memandang kepribadian sebagai ekstrovert atau introvert. (Stanley, 2006). b. Teori tugas perkembangan Beberapa ahli teori terkenal sudah menguraikan proses maturasi dalam kaitannya dengan tugas yang harus dikuasai pada berbagai tahap sepanjang rentang hidup manusia. Tugas perkembangan adalah aktivitas dan tantangan yang harus dipenuhi oleh seseorang pada tahap- tahap spesifik dalam hidupnya untuk mencapai penuaan yang sukses. Erickson menguraikan tugas utama lansia adalah mampu
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 5

Modul Pembejaran ....

melihat kehidupan seseorang sebagai kehidupan yang dijalani dengan integritas. Dikutip dari Stanley, Mickey (2006). c. Teori aktivitas Havighurst (1989), menulis tentang pentingnya tetap aktif secara social sebagai alat untuk penyesuaian diri yang sehat. Penelitian

menunjukkan bahwa hilangnya fungsi peran pada lansia secara negatif mempengaruhi kepuasan hidup. Dan penelitian baru menunjukkan pentingnya aktivitas mental dan fisik yang berkesinambungan untuk mencegah kehilangan dan pemeliharaan kesehatansepanjang masa kehhidupan manusia. Dikutip dari Stanley, Mickey (2006).

C. Batasan batasan usia lanjut Usia yang dijadikan patokan untuk lanjut usia berbeda beda, umumnya berkisar antara 60 65 tahun. Beberapa pendapat para ahli tentang batasan usia adalah sebagai berikut : 1. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada empat tahapan yaitu a. Usia pertengahan (middle age) usia 45 59 tahun b. Lanjut usia (elderly) usia 60 74 tahun c. Lanjut usia tua (old) usia 75 90 tahun d. Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun

2. Menurut Prof. DR. Ny. Sumiati Ahmad Mohammad (Alm), Guru besar Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran, periodisasi biologis perkembangan manusia dibagi menjadi : a. Masa bayi (usia 0-1 tahun) b. Masa prasekolah (usia 1-6 tahun) c. Masa sekolah (usia 6-10 tahun) d. Masa pubertas (usia 10-20 tahun) e. Masa setengah umur, prasenium (usia 40-65 tahun) f. Masa lanjut usia, senium (usia > 65 tahun)
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 6

Modul Pembejaran ....

3. Menurut Dra. Ny. Jos Masdani, psikolog dari Universitas Indonesia, kedewasaan dibagi empat bagian : a. Fase iuventus (usia 25-40 tahun) b. Fase verilitas (usia 40-50 tahun) c. Fase prasenium (usia 55-65 tahun) d. Fase senium (usia 65 tahun hingga tutup usia)

4. Menurut Prof. DR. Koeseomanto Setyonegoro, Sp.Kj., batasan usia dewasa sampai lanjut usia dikelompokkan menjadi : a. Usia dewasa muda (elderly adulthood) usia 18/20-25 tahun b. Usia dewasa penuh (middle years) atau maturitas usia 25-60/65 tahun c. Lanjut usia (geriatric age) usia >65/70 tahun, terbagi atas : 1). Young old (usia 70-75 tahun) 2). Old (usia 75- 80 tahun) 3). Very old (usia > 80 tahun)

5. Menurut Burnsie (1979), ada empat tahap lanjut usia, yaitu : a. Young old (usia 60-69 tahun) b. Middle age old (usia 70- 79 tahun) c. Old- old (usia 80-89 tahun) d. Very old- old (usia >90 tahun)

Di Indonesia, batasan mengenai lanjut usia adalah 60 tahun ke atas, terdapat Didalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut usia pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 2. D. Faktor faktor yang mempengaruhi ketuaan Meliputi : 1. 2. Hereditas (keturunan/ genetik) Nutrisi / makanan
7

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Modul Pembejaran ....

3. 4. 5. 6.

Status kesehatan Pengalaman hidup Lingkungan Stress

E. Mitos mitos lanjut usia dan kenyataannya 1. Menurut kedamaian dan ketenangan Lanjut usia dapat santai menikmati hasil kerja dan jernih payahnya dimasa muda dan dewasanya, badai dan berbagai goncangan kehidupan seakan- akan sudah berhasil dilewati. Kenyataan : Sering ditemui stress karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit. a. Depresi b. Kekhawatiran c. Paranoid d. Masalah psikotik

2.

Mitos konservatisme dan kemunduran Pandangan bahwa lanjut usia pada umumnya : a. Konservatif b. Tidak kreatif c. Menolak inovasi d. Berorientasi ke masa silam e. Merindukan masa lalu f. Kembali ke masa anak- anak g. Susah berubah h. Keras kepala dan, i. Cerewet Kenyataan : Tidak semua lanjut usia bersikap dan berpikiran demikian.

3.

Mitos berpenyakitan
8

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Modul Pembejaran ....

Lanjut usia dipandang sebagai masa degenerasi biologis yang disertai oleh berbagai penderitaan akibat bermacam penyakit yang menyertai proses menua. Kenyataan : Memang proses penuaan disertai dengan menurunnya daya tahan tubuh dan metabolism sehingga rawan terhadap penyakit. Tetapi banyak penyakit yang masa sekarang dapat dikontrol dan diobati.

4.

Mitos senilitas Lanjut usia dipandangan sebagai masa pikun yang disebabkan oleh kerusakan bagian otak (banyak yang tetap sehat dan segar). Banyak cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan daya ingat.

5.

Mitos tidak jatuh cinta Lanjut usia tidak lagi jatuh cinta dan gairah kepada lawan jenis tidak ada. Kenyataan : Perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa. Perasaan cinta tidak berhenti hanya karena menjadi lanjut usia.

6.

Mitos aseksualitas Ada pandangan bahwa pada lanjut usia, hubungan seks itu menurun, minat, dorongan, gairah, kebutuhan, dan daya seks berkurang. Kenyataan : Menunjukkan bahwa kehidupan seks pada lanjut usia normal saja. Memang frekuensi hubungan seksual menurun, sejalan dengan

meningkatnya usia tetapi masih tetap tinggi.

7.

Mitos ketidakproduktifan Lanjut usia dipandang sebagai usia tidak produktif. Kenyataan : Tidak demikian, banyak lanjut usia yang mencapai kematangan, kemantapan, dan produktifitas mental dan material.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Modul Pembejaran ....

F. Perubahan perubahan yang terjadi pada lanjut usia 1. Perubahan perubahan fisik a. Sel 1). Lebih sedikit jumlahnya 2). Lebih besar ukurannya 3). Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraselular 4). Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati 5). Jumlah sel otak menurun 6). Terganggunya mekanisme perbaikan sel 7). Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%

b. Sistem persarafan 1). Berat otak menurun 10-20% (setiap orang berkurang sel saraf otaknya dalam setiap harinya). 2). Cepatnya menurun hubungan persarafan 3). Lambat dalam respond an waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stress. 4). Mengecilnya saraf panca indera Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf pencium, dan perasa, lebih sensitive terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. 5). Kurang sensitive terhadap sentuhan.

c. Sistem pendengaran 1). Presbiakusis (gangguan pada pendengaran). Hilangnya

kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada- nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata- kata, 50% terjadi pada usia di atas umur 65 tahun. 2). Membran timpani menjadi atrofi menyebabkan otosklerosis. 3). Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

10

Modul Pembejaran ....

4). Pendengaran bertambahnya menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/ stres.

d. Sistem penglihatan 1). Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. 2). Kornea lebih berbentuk sferis (bola). 3). Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak, jelas menyebabkan gangguan penglihatan. 4). Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, dan susah melihat dalam cahaya gelap 5). Hilangnya daya akomodasi. 6). Menurunnya lapangan padang : berkurang luas pandangannya. 7). Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau pada skala.

e. Sistem kardiovaskuler 1). Elastisitas, dinding aorta menurun. 2). Katup jantung menebal dan menjadi kaku. 3). Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun, hal ini menyebabkan menurunya kontraksi dan volumenya. 4). Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi, perubahan posisi dari tidur ke duduk (duduk ke berdiri) bias menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg (mengakibatkan pusing mendadak). 5). Tekanan darah meninggi diakibatkan oleh meningkatnya resistensi dari pembuluh darah perifer, sistolis normal 170 mmHg. Diastolis normal 90 mmHg.

f. Sistem pengaturan temperatur tubuh Pada pengaturan suhu, hipotalamus dianggap bekerja sebagai suatu thermostat, yaitu menetapkan suatu suhu tertentu, kemunduran terjadi berbagai faktor yang memperngaruhinya. Yang sering ditemui, antara lain :

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

11

Modul Pembejaran ....

1). Temperatur tubuh menurun (hipotermia) secara fisiologik 35C ini akibat metabolisme yang menurun. 2). Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktivitas otot.

g. Sistem respirasi 1). Otot- otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku. 2). Menurunnya aktivitas dari silia. 3). Paru- paru kehilangan elastisitas, kapasitas residu meningkat, menarik nafas lebih berat, kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun. 4). Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang. 5). O2 pada arteri menurun menjadi 75 mmHg. 6). CO2 pada arteri tidak berganti. 7). Kemampuan untuk batuk berkurang. 8). Kemampuan pegas, dinding, dada, dan kekuatan otot pernapasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia.

h. Sistem gastrointestinal 1). Kehilangan gigi, penyebab utama adanya periodontal disease yang bias terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk. 2). Indera pengecap menurun, adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera pengecap (80%), hilangnya sensifitas dari saraf pengecap di lidah terutama rasa manis dan asin, hilangnya sensifitas dari saraf pengecapan tentang rasa asin, asam, dan pahit. 3). Esophagus melebar. 4). Lambung, rasa lapar menurun (sensitifitas lapar menurun), asam lambung menurun, waktu mengosongkan menurun. 5). Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi. 6). Fungsi absorpsi melemah (daya absorpsi terganggu).

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

12

Modul Pembejaran ....

7). Liver (hati) makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah.

i.

Sistem reproduksi 1). Menciut ovary dan uterus 2). Atrofi payudara 3). Pada laki- laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa, meskipun adanya penurunan secara berangsur angsur. 4). Dorongan seksual menetap sampai usia di atas 70 tahun (asal kondisi kesehatan baik), yaitu : a). Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia. b). Hubungan seksual secara teratur membantu mempertahankan kemampuan seksual. c). Tidak perlu cemas karena merupakan perubahan alami. 5). Selaput lender vagina menurun, permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya menjadi alkali, dan terjadi perubahan perubahan warna.

j.

Sistem genitourinaria 1). Ginjal Merupakan alat untuk mengeluarkan sisa metabolism tubuh, melalui urin, darah yang masuk ke ginjal, disaring oleh satuan (unit) terkecil dari ginjal yang disebut nefron (tepatnya di glomerulus). Kemudian mengecil dan nefron menjadi atrofi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50%, fungsi tubulus berkurang akibatnya

kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria (biasanya + 1), BUN (Blood Urea Nitrogen) meningkat sampai 21 mg%, nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat. 2). Vesika urinaria (kandung kemih) a). Otot- otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekuensi buang air seni meningkat, vesika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga mengakibatkan meningkatnya retensi urin.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 13

Modul Pembejaran ....

b). Atrofi vulva c). Vagina Orang orang yang makin menua sexual intercourse masih juga membutuhkan, tidak ada batasan umum tertentu fungsi seksual seseorang berhenti, frekuensi sexual intercourse cenderung menurun secara bertahap tiap tahun tetapi

kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus sampai tua.

k. Sistem endokrin 1). Produksi dari hampir semua hormon menurun. 2). Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah. 3). Pituitari : Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya di dalam pembuluh darah, berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, dan LH. 4). Menurunnya akitifitas tiroid, menurunnya BMR = Basal Metabolic Rate, dan menurunnya daya pertukaran zat. 5). Menurunnya produksi aldosteron. 6). Menurunnya sekresi hormone kelamin, misalnya : progesterone, esterogen, dan testosteron.

l.

Sistem kulit 1). Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak. 2). Permukaan kulit kasar dan bersisik (karena kehilangan proses keratinasi serta perubahan ukuran dan bentuk bentuk sel epidermis). 3). Menurunnya respon terhadap trauma. 4). Mekanisme proteksi kulit menurun. a. Produksi serum menurun. b. Penurunan produksi VTD. c. Gangguan pigmentasi kulit. 5). Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu. 6). Rambut dalam hidung dan telinga menebal.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

14

Modul Pembejaran ....

7). Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunnya cairan dan vaskularisasi. 8). Pertumbuhan kuku lebih lambat. 9). Kuku jari menjadi keras dan rapuh. 10). Kuku kaki tumbuh secara berlebihan dan seperti tanduk. 11). Kelenjar keringat berkurang jumlahnya dan fungsinya. 12). Kuku menjadi pudar, kurang bercahaya.

a. Sistem muskuloskeletal 1). Tulang kehilangan density (cairan) dan makin rapuh. 2). Kifosis 3). Pinggang, lutut dan jari- jari pergelangan terbatas. 4). Discus intervertebralis menipis dan menjadi pendek (tingginya berkurang). 5). Persendian membesar dan menjadi kaku. 6). Tendon mengerut dan mengalami skelerosis. 7). Atrofi serabut otot (otot- otot serabut mengecil) : Serabut serabut otot mengecil sehingga seseorang bergerak menjadi lamban, otot- otot kram dan menjadi tremor. 8). Otot otot polos tidak begitu berpengaruh.

Perubahan perubahan mental Faktor faktor yang mempengaruhi perubahan mental a. Pertama tama perubahan fisik, khususnya organ perasa. b. Kesehatan umum. c. Tingkat pendidikan. d. Keturunan (hereditas). e. Lingkungan. Perubahan kepribadian yang drastis, keadaan ini jarang terjadi. Lebih sering berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang, kekakuan mungkin karena faktor lain seperti penyakit- penyakit.

Kenangan (memory)
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 15

Modul Pembejaran ....

a. Kenangan jangka panjang : Berjam jam sampai berhari hari yang lalu mencakup beberapa perubahan. b. Kenangan jangka pendek atau seketika 0-10 menit, kenangan buruk.

I.Q (Intellgentia Quantion) a. Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal. b. Berkurangnya penampilan, persepsi dan keterampilan psikomotor : terjadi perubahan pada daya membahayangkan karena tekanan tekanan dari faktor waktu. Perubahan perubahan psikologis a. Pensiun Nilai seseorang sering diukur oleh produktivitasnya dan identitas dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pension (Purna Tugas), ia akan mengalami kehilangankehilangan, antara lain : 1). Kehilangan financial (income berkurang) 2). Kehilangan status (dulu mempunyai jabatan posisi yang cukup tinggi, lengkap dengan segala fasilitasnya). 3). Kehilangan teman/ kenalan atau relasi. 4). Kehilangan pekerjaan/ kegiatan. b. Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality). c. Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit. d. Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation). Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya pengobatan. e. Penyakit kronis dan ketidakmampuan. f. Gangguan saraf pancaindera, timbul kebutaan dan ketulian. g. Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan. h. Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan temanteman dan family.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 16

Modul Pembejaran ....

i.

Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik: perubahan terhadap gambaran diri, perubahan konsep diri.

G. Dampak kemunduran dan reaksi reaksi yang terjadi. Kemunduran kemunduran yang telah disebutkan itu mempunyai dampak terhadap tingkah laku dan terhadap perasaan orang yang memasuki lanjut usia. Jelas jika berbicara tentang menjadi tua, kemunduranlah yang akan paling banyak dikemukakan tetapi di samping berbagai macam kemunduran, ada sesuatu yang dapat dikatakan justru meningkat dalam proses menua, yang dapat dikatakan justru meningkat dalam proses menua, yaitu :
Kondisi Emosi Usia dewasa Tidak terlalu stress Usia lanjut Emosi lebih sensitive. Stres/ kecemasan Fisik Kulit kencang, tampilan Kecantikan ketampanan menghilang. Kehilangan daya tarik. Seks Masa klimakterium. Perasaan daya tarik dalam seks. Perubahan keseimbangan hormonal sehingga dan mulai

menarik. Cantik dan tampan

kurangnya dorongan seks. Wanita terjadi menopause. Lakilaki hormon

testoteron menurun.

Gejala gejala yang sering timbul pada masa menopause meliputi : 1. Gangguan pada haid : haid menjadi tidak teratur, kadang kadang terjadi perdarahan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. 2. Gelombang rasa panas (hot flush): kadang kadang timbul rasa panas pada muka, leher, dan dada bagian atas, disusul dengan keluarnya keringat yang banyak. Perasaan panas ini berlangsung beberapa detik saja, namun bisa berlangsung sampai 30 menit 1 jam. 3. Gejala gejala psikologik berupa rasa takut, tegang, depresi, mudah sedih, cepat marah, mudah tersinggung, gugup, dan mental yang kurang mantap. Bila wanita pada mudanya mempunyai kecenderungan mudah
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 17

Modul Pembejaran ....

dipengaruhi keadaan emosionalnya maka ia akan lebih mengalami gangguan psikologik pada masa ini. 4. Fatigue, yaitu rasa lelah yang diakibatkan berhentinya fungsi ovarium. Tetapi tidak semua rasa lelah dapat diartikan sebagai tanda menopause. Sebaiknya dicari sebab- sebab lainnya. 5. Keadaan atrofi, yaitu kemunduran keadaan gizi, suatu lapisan jaringan. 6. Rasa gatal gatal pada genitalia disebabkan kulit yang menjadi kering dan keriput. 7. Sakit sakit bisa dirasakan seluruh badan atau pada bagian tubuh tertentu. 8. Pusing atau sakit kepala. Keluhan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya: karena meningginya tekanan darah, adanya gangguan

penglihatan atau bisa juga adanya stres mental. 9. Insomnia atau keluhan susah tidur, hal ini bisa disebabkan oleh penyebab fisik maupun psikis. 10. Palpitasi dan perubahan pada gairah seksual, yang hal ini disebabkan oleh pengaruh hormonal maupun pengaruh psikis. Gejala gejala kejiwaan yang timbul sangat bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Keluhan yang sering timbul adalah adanya rasa takut, tegang, gelisah, lekas marah, mudah gugup, sukar berkonsentrasi, lekas lupa dan susah tidur. Adanya wanita yang mengalami menopause menafsirkan sebagai kehilangan fungsinya sebagai wanita, karena ia tidak bisa hamil dan mendapatkan anak lagi. Di lain pihak ada yang menafsirkannya sebagai akan terhentinya kehidupan seksualnya hal ini adalah keliru sekali. Selain itu, ada yang berpendapat bahwa kegiatan seksual itu kurang pantas dilakukan bagi mereka yang sudah tua, meskipun dorongan kea rah itu masih ada. Dengan demikian dapat dilihat bahwa kerisauan menghadapi masa tua seringkali juga menyangkut kehidupan seksual. 11. Berubahnya libido (nafsu seks). Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya gejala- gejala atau keluhan keluhan tersebut, antara lain : 1. Penurunan aktivitas ovarium yang diikuti penurunan produksi hormonal.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 18

Modul Pembejaran ....

2. Sosiobudaya, yaitu faktor lingkungan, keadaan social ekonomi yang mempengaruhi keadaan gizi, kesehatan, dan taraf pendidikan. 3. Faktor psikologis yang tergantung dari perilaku wanita tersebut. Pada klimakterium ini hendaklah wanita memeriksakan dirinya secara teratur, walaupun tidak ada keluhan - keluhan. Hal ini penting untuk mengetahui adanya kelainan yang mungkin terjadi pada usia empat puluhan, khususnya keganasan.

C. RANGKUMAN

Gerontologi merupakan pendekatan ilmiah (scientific approach) terhadap berbagai aspek dalam proses penuaan, seperti aspek kesehatan, psikologis, sosial ekonomi, perilaku, lingkungan, dan lain- lain (S. Tamher, 2009).

Menua adalah suatu proses menghilangkan secara perlahan- lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti dan

mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantanides, 1994). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada empat tahapan yaitu : o Usia pertengahan (middle age) usia 45 59 tahun o Lanjut usia (elderly) usia 60 74 tahun o Lanjut usia tua (old) usia 75 90 tahun o Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun Faktor faktor yang mempengaruhi ketuaan meliputi : Hereditas (keturunan/ genetik), Nutrisi/ makanan, Status kesehatan, Pengalaman hidup,

Lingkungan, Stress.

D. TES FORMATIF
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 19

Modul Pembejaran ....

Untuk mengetahui pemahaman Anda tentang konsep dasar keperawatan gerontik, bahaslah bersama kelompok soal di bawah yang berhubungan dengan pengertian keperawatan gerontik, klasifikasi usia gerontik, perubahan- perubahan yang terjadi pada sistem tubuh lansia dan dampak yang terjadi pada proses penuaan. Kemudian diskusikan dengan kelompok belajar Anda untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Berikut ini pengertian tentang keperawatan gerontik yaitu : a. Cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah masalah yang terjadi pada lanjut usia b. Pelayanan profesional yang berdasarkan ilmu dan kiat / tehnik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosial-spiritual dan kultural yang holistik ditujukan pada klien lanjut usia baik sehat tingkat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat c. Merupakan cabang ilmu kedokteran berfokus pada masalah kedokteran yaitu penyakit yang timbul pada lanjut usia d. Salah satu cabang dari gerontologi dan medis yang mempelajari khusus aspek kesehatan lanjut usia ditinjau dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif 2. Klasifikasi usia lansia menurut WHO adalah... a. Usia 60 74 tahun b. Usia > 65 tahun c. Usia 55 65 tahun d. Usia 65 tahun hingga tutup usia maupun sakit pada

3. Klasifikasi usia lansia menurut Prof. DR. Koeseomanto Setyonegoro, Sp.Kj., yang termasuk kelompok old adalah... a. Usia > 90 tahun b. Usia 70 75 tahun c. Usia 75 80 tahun d. Usia > 80 tahun 4. Dibawah ini perubahan anatomi pada lansia di sistem pernapasan seperti dibawah ini : a. Meningkatnya aktivitas silia b. Alveoli ukurannya mengecil dari biasa dan jumlahnya berkurang c. oksigen pada arteri meningkat menjadi 75 mmHg
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 20

Modul Pembejaran ....

d. otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku 5. Dibawah ini perubahan anatomi pada lansia di sistem gastrointestinal seperti dibawah ini : a. Esofagus menyempit b. Asam lambung menurun c. Fungsi absorbsi meningkat sehingga cepat lapar d. Hati makin membesar dan menurunnya tempat penyimpanan 6. Berikut ini perubahan anatomi pada lansia di sistem genitourinaria seperti dibawah ini : a. BUN menurun sampai menurun sampai 20 mg% b. Nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat c. Hipertrofi vulva d. Kapasitas kandung meningkat samapai 200 ml 7. Dampak yang terjadi akibat penurunan seks pada lansia yaitu : a. Perubahan keseimbangan hormonal mengakibatkan berkurangnya

dorongan seks b. Ketampanan mulai menghilang c. Laki-laki hormon testosteron semakin meningkat d. Perasaan daya tarik dalam seks 8. Gejala yang timbul pada masa menopause usia lansia meliputi : a. Rasa gatal pada genetalia disebabkan kulit yang menjadi lembab b. Kadang-kadang timbul rasa dingin pada muka, leher dan dada bagian atas c. Kadang-kadang terjadi perdarahan haid yang terlalu banyak/sedikit d. Meningkatnya libido atau nafsu seks 9. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala pada menopause antara lain : a. Peningkatan aktivitas ovarium yang diikuti penurunan produksi hormonal b. Faktor sosial budaya antara lain lingkungan, sosial ekonomi, kesehatan dan tingkat pendidikan c. Penurunan aktivitas ovarium yang diikuti peningkatan produksi hormonal d. Faktor psikologis yaitu stress 10. Perubahan fisik sel yang terjadi pada lanjut usia yaitu : a. Jumlah sel lebih banyak b. Ukuran sel lebih kecil
Akademi Keperawatan Harum Jakarta 21

Modul Pembejaran ....

c. Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan cairan intraseluler d. Otak menjadi atrofi beratnya berkurang 20-30 %

A. B. C.

E.

KUNCI JAWABAN TES

1. B 2. A 3. C 4. D 5. B

6. B 7. A 8. C 9. B 10. C

F. UMPAN BALIK

Bagi mahasiswa dapat menjawab 8 dari 10 pertanyaan diatas dengan tepat akan mendapatkan nilai 100

G. DAFTAR PUSTAKA

Fatimah. ( 2010 ). Merawat manusia lanjut usia : suatu pendekatan proses keperawatan gerontik. Jakarta : TIM Maryam. RS, dkk. ( 2008). Mengenal usia lanjut dan perawatannya. Jakarta : Salemba Medika. Akademi Keperawatan Harum Jakarta 22

Modul Pembejaran .... Nugroho. W. (2008). Keperawatan gerontik & geriatrik. Edisi 3. Jakarta : EGC Tamher, dkk. (2009). Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan asuhan keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Watson. R. (2003). Perawatan pada lansia. Jakarta : EGC

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

23