Anda di halaman 1dari 22

Bisnis Jamur Tiram

Bisnis Jamur Tiram, Berbisnis memang punya banyak resiko, jika fokus dan di tekuni tak sedikit yang sukses tapi jika setengah hati banyak sekali contoh yang bangkrut karena bisnis. Bisnis juga harus punya pemikiran yang matang, seperti halnya memikirkan bagai mana untung rugi dalam berbisnis nantinya. Nah dalam artikel kali ini admin akan membahas seperti apa sih Bisnis Jamur Tiram. Contoh perkara: Suatmiati, 50 tahun, adalah seseorang yang tengah menggeluti Bisnis Jamur Tiram di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dalam dua tahun terakhir ini, budidaya jamur tiram menjadi trend di Banyuwangi dengan perawatan yang mudah dan hasil yang menjanjikan. Versi Suatmiati mengaku modal awal bisnis budidaya jamur tiram sekitar Rp 15 Juta.

Suatmiati membangun Bisnis Jamur Tiram ia memiliki sebuah rumah jamur di belakang rumahnya berukuran 3,5 x 5 meter. Dinding rumah terbuat dari bambu yang dipasang agak renggang untuk menunjang sirkulasi udara. Terdapat empat rak susun di dalam rumah jamur. Rak-rak itu sebagai tempat meletakkan log. Log ini sebagai media tumbuhnya jamur tiram, berisi campuran: gergajian kayu, kapur, katul, tepung jagung, dan bibit jamur. Seluruh campuran ini ditempatkan dalam kantong plastik berukuran 3/4 kilogram. Pada ujungnya kemudian ditutup kertas koran dan diikat dengan tali karet. Setelah log selesai dibuat, harus didiamkan dulu di rak selama 2 minggu dalam posisi berdiri. Berikutnya, posisi log ditidurkan dengan ujung log berada di tepi rak. Tali pengikat kemudian dilepas. Tujuannya, supaya benih segera mekar melalui ujung log. Supaya jamur yang telah mekar tidak rusak oleh bakteri, setiap sore harus disemprot dengan air PAM karena lebih steril. Jamur tiram biasanya siap panen dalam waktu 20 hari. Sekali panen bisa mencapai hingga 50 kilogram.Satu jamur beratnya bisa mencapai satu ons, ujar Surti. Jamur-jamur yang telah dipanen biasanya ditampung oleh seorang pengepul untuk dipasarkan ke Pulau Bali. Di restoran atau rumah makan, jamur tiram ini biasanya diolah menjadi berbagai makanan karena mengandung protein dan vitamin yang tinggi. Krena permintaan jamur dari rumah makan sangat besar, jamur tiram ini memiliki pasar yang menjanjikan. Surti mengaku, keuntungan bersih yang bisa dikantongi dari budidaya jamur tiram ini minimal Rp 1,5 juta per bulan. Hambatan terbesar dalam membudidayakan jamur tiram hanyalah cuaca. Saat cuaca panas, jamur pun ogah berkembang, dan otomatis hasil panenan yang didapat hanya sedikit. Contoh perkara kedua: Dengan bermodalkan 1.000 unit baglog, Kaiman memulai usaha budidaya Bisnis Jamur Tiram dengan penuh keseriusan. Tempat budidaya yakni bangunan berdinding gedeg/bambu telah dimiliki, maka wirausaha jamur dapat dilaksanakan. Berdasarkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan, media tanam terdiri dari serbuk kayu gergajian, dedak/katul, tepung jagung dan kalsium yang dibungkus plastik dengan bobot 1,1 kg per unit baglog. 1

Kumbung seluas 50 m2 (lebar 5 meter x panjang 10 meter) dapat dimanfaatkan untuk pembudidayaan 5.000 unit baglog.Jamur tiram tergolong tanaman yang cepat tumbuh dan setiap unit baglog dapat menghasilkan panenan hingga 1 kg selama 5 bulan, lalu diganti media tanam baru. Tetapi saat panen perdana saya kesulitan mencari pasar, kenang Kaiman. Untuk itu, dia melakukan penjualan keliling guna menawarkan jamur tiram ke restoran dan swalayan, sementara di pasar tradisional umumnya belum terbiasa digunakan menjual komoditas tersebut sebab masyarakat luas belum terbiasa mengkonsumsi jamur tiram. Dengan didasari ketekunan untuk meraih keberhasilan, Kaiman tidak lelah memasarkan jamur tiram ke calon pembeli potensial yakni para pengepul maupun restoran pengguna jamur untuk bahan masakan. Kini dia memiliki beberapa kumbung yang digunakan membudidayakan puluhan ribu unit baglog. Selain itu, juga memenuhi permintaan baglog dari petani Dengan demikian, Kaiman mampu memunculkan petani-petani jamur di beberapa daerah. Meningkatnya konsumsi jamur otomatis berdampak positif terhadap peningkatan omset Kaiman. Soalnya, harga jual jamur tiram sebesar Rp10.000/kg, sedangkan Kaiman mampu memasarkan 100 kg/per hari memenuhi pengepul dan restoran. Sejalan dengan berkembangnya usaha budidaya jamur tiram dan produksi baglog, Kaiman kini benarbenar mampu menikmati hasilnya. Dia optimis usaha yang digelutinya sejak empat tahun terakhir akan mampu meningkat lagi di masa-masa mendatang.

BUDIDAYA JAMUR TIRAM. Info Pelatihan: PIN BB: 28CCC1E0


Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas
"Berada di daerah yang cukup panas kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Ada banyak cara untuk menyiasati kondisi lingkungan tersebut."

Menekuni bisnis budidaya

jamur

tiram

memang

sangat

menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.

Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas?

Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita bahas bersama beberapa tips bisnis yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas.

Pertama, langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.

Kedua, gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu, atau genteng.

Ketiga, faktor kelembapan merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.

Keempat, karena lokasi budidaya jamur berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbung.

Kelima, lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. Anda bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.

Keenam, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 4 meter.

Ketujuh, perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.

Kedelapan, karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Anda lakukan minimal 3 kali dalam sehari.

Nah, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir jika ingin mmbudidayakan jamur tiram tetapi daerah Anda merupakan daerah yang panas. Silahkan mencoba peluang bisnis jamur dimanapun Anda tinggal. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang! Salam sukses.

Budidaya Jamur Tiram lebih Mudah dengan Media Murah


AGRIBISNIS jamur tiram, di Nusa Tenggara Barat, sampai saat ini masih tergolong hal baru. Di Jawa dan Bali, bisnis ini sudah cukup lama dikenal. Di Lombok, tidak banyak bahkan bisa dikatakan hanya satu dua saja yang menggeluti usaha ini. Salah satunya adalah usaha yang dirintis Ir. M. Mahrup Kaseh sejak tahun 1989. Hingga kini usaha itu masih bertahan dan terus melakukan inovasi pada teknik budidaya dan pengembangan pemasarannya sehingga menjadi agribisnis yang utuh dan mudah dilaksanakan sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Pengembangan teknik budidaya ini dipermudah dengan menggunakan bibit sebar dedan dengan media yang mudah dan murah. Alat pres dan alat sterilisasi direkayasa sendiri sehingga mudah dilaksanakan dengan hasil yang baik. Teknik dan alat yang digunakan merupakan hasil pencarian terus menerus, ungkap pensiunan PNS ini yang mengaku, belajar membudidayakan jamur lewat buku, potongan-potongan koran, majalah dan informasi yang ia kumpulkan. Di Mataram, menurut, Ir. Parman, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, yang selama ini peduli dalam penelitian dan permasalahan jamur, animo masyarakat untuk membudidayakan jamur ini terbilang kurang. Padahal untuk komoditi ekspor usaha ini sangat menjanjikan, katanya. Berbeda dengan jamur merang yang perlu ruangan tertutup dan hangat serta kedap udara, jamur tiram tidak memerlukan suhu tertentu atau ruang kedap udara. Pada suhu biasa, jamur tiram bisa tumbuh dengan baik, lanjutnya. Jamur tiram yang umum dikembangkan untuk budidaya biasanya berwarna putih, sementara warna coklat dan merah muda tidak. Menyoal rasa dari jamur tersebut, ungkap Parman, tergantung medianya. Sementara itu, untuk menghasilkan jamur sesuai warnanya tergantung pada warna Cermati asal Ciri-ciri bibit yang Jamur ditanam.-niek Beracun

SECARA umum, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge, sawi. Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya, kata Ni Nyoman Widarmini, S.K.M. Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum, Mataram. Tentunya, jamur yang boleh dimakan atau tidak beracun, ungkap Ir. Parman, Ph.D. Menurutnya, jamur tiram, yang berkembang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur tiram putih, coklat dan merah muda. Jamur ini, tumbuh di kayu yang mengalami pelapukan atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu. Jamur tersebut tidak beracun dan boleh dimakan. Jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi, lanjutnya, jika jamur tiram misalnya, tumbuh di kayu yang masih 4

hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan bisa menyebabkan kematian, ujarnya. Ciri-ciri jamur beracun antara lain, umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapat lingkaran menyerupai cincin. Tapi, katanya, tidak semua yang bergelang merupakan jamur beracun. Selain itu, aroma jamur akan terasa berbau sangat tajam, jika dipotong terdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya jamur ini jangan dikonsumsi, saran Parman. Jamur ini biasanya tumbuh liar, sementara jamur yang sengaja dibudidayakan untuk dikonsumsi tentunya jamur yang tidak beracun, jadi tidak perlu khawatir membeli jamur apalagi yang sudah dalam kemasan. Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, jamur juga kerap dikonsumsi setelah mengalami pengeringan untuk pengawetan. Menurut Nyoman, antara jamur segar dan jamur kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya. Jamur segar dalam 100 gram di dalamnya terdapat 15 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gr, karbohidrat 0,9 gr, kalsium 3 mg, zat besi 1,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan vitamin C 5 mg. Sedangkan pada 100 gram jamur kering terdapat 128 kalori, protein 16 gram, lemak 0,9 gr, karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan tidak mengandung vitamin C. Jamur segar maupun jamur kering keduanya tidak mengandung vitamin A, ujar Nyoman yang sudah 15 tahun bekerja di Instalasi Gizi ini. niek Belum Mampu Memenuhi Permintaan BUDIDAYA jamur tiram dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu yang dilakukan Mahrup, bisa dijadikan alternatif usaha yang mempunyai prospek sangat baik. Selain memakai bahan yang mudah dan murah, Mahrup juga membuat sendiri bibit induk dan bibit sebar jamur tiram ini, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bibit. Dalam waktu dua setengah bulan bibit tersebut sudah dapat dipakai, lebih cepat ketimbang proses yang selama ini dikenal yang memakan waktu sekitar empat bulan. Membuat bibit induk dan bibit sebar jamur tiram dilakukan dengan menyediakan media antara lain dedak halus dan tepung jagung yang dicampur dan ditambahkan air lalu dibuat adonan atau pasta (perbandingan 2:1). Media tanam dipres dengan alat pres yang direkayasa sendiri. Proses perawatan hingga panen dalam budidaya jamur tiram ini juga cenderung gampang. Setelah polybag-polybag dingin, bibit jamur tiram dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi. Jumlah bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat jamur yang dihasilkan melainkan proses keluarnya jamur bisa lebih cepat, kata Mahrup. Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akan kelihatan memutih di seluruh permukaannya. Jika sudah putih semua, polybag tersebut dapat dipindahkan ke ruang produksi, ujar Mahrup. Dalam ruang produksi, perawatan sederhana dimulai dengan membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruangan serta merangsang tumbuhnya jamur tiram. Agar proses tumbuhnya jamur cepat, maka kapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum jamur keluar. Dalam waktu 15 hari dalam ruang produksi, jamur akan terlihat bermunculan, keluar dari 5

mulut-mulut polybag. Tidak lama setelah itu, selang tiga hari kemudian jamur tiram pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai. Selain menjual jamur segar, Mahrup juga menyediakan polybag-polybag berisi jamur tiram berumur sehari untuk dijual. Artinya, kami menjual jamur yang sudah keluar dan kemungkinan sudah tidak lagi terkontaminasi, katanya. Untuk pemasaran polybag jamur siap panen ini, Mahrup memakai sistem mitra, mereka yang sengaja membeli polybag-polybag jamur siap panen tersebut. Sampai saat ini, ia memiliki setidaknya enam mitra yang rutin mengambil masing-masing 200 polybag tiap bulannya. Di samping itu, pemasaran dilakukan di pasar-pasar tradisional sekitar Mataram. Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi, hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Tahun 2005 ini ia telah membuat bibit lebih banyak dari biasanya, serta sedang melakukan proses percobaan pada kemungkinan bisa menambah berat jamur tiram saat dipanen setidaknya dua ons. Di rumahnya, tempat budidaya jamur tiram sampai saat ini, Mahrup telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada mahasiswa tentang budidaya jamur tiram juga sebagai tempat PKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuan agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di NTB. niek olahan-jamur-tiram

KONTAK
Kini kami Hadir lebih Dekat Dengan Anda, Kususnya daerah medan dan sekitarnya : Jl. Hp. Email. JUAL Alat Alat A. B. C. D. Autoclave
Diposkan oleh Ali Sadikin Brutu di 06:17

Mawar/Melati,

Kel.

Sari

Rejo,

Kec.

Medan

Polonia

082160358867 brutubisnis@gmail.com : F1 F2 Baglog Pembuatan Jamur Boiler Steamer Spinner

PERSIAPAN SEBELUM USAHA JAMUR TIRAM


6

Usaha jamur tiram sekilas sangat menjanjian, tidak jarang membuat orang tergiur dalam usaha ini. Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan Part Time maupun menjadi pekerjaan utama. Sebelum jauh terjun kedalam usaha ini ada beberapa hal yang sangat diperhatikan dari lingkungan ( Daerah ) kita, selain modal maupun pengetahuan dibidang jamur tiram ini. A. Bahan

Jamur tiram sangat kaya dengan vitamin, protein, rendah kalori,berserat tinggi membantu pencernaan, antiviral dan antikanker, mudah memasaknya dan mudah dicerna.dan dikenal kelezatan rasanya. Sehingga membutuhkan bahan bahan ( Media) dan peralatan pendukung dalam proses pembuatan jamur ini. Dalam proses pembuatan bibit PDA, komposisi media utama adalah : 1. 2. 3. Dextrose Kentang Agar

Peralatan pendukung 1. 2. 3. 4. 5. 1. Laminar Air Flow ( Lab kecil ), yang terbuat dari kaca dan teriplex 2. Alkohol 3. Kapas 4. Cuter 5. Bunzen
7

6. 7. 8.

6. Plastik/kertas 6. Karet 7. Sendok/Spatula

Peralatan Dalam Proses Pembuatan Baglog 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. Plastik PP 2. Cincin Baglog 3. Serbuk Gergaji 4. Dedak 5. Kapur 6. Tepung 7. Gyps 8. Karet Peralatan Dalam Sterilisasi Baglog 1. 2 3. 4. 1. Boiler/Stimer, Atau Drum bekas 2. Kayu Bakar/Gas/Batubara 3. Termometer 4. Plastik Penutup ( Bila diperlukan) Bahan ( Peralatan) diatas sangat diperlukan dalam mensuksekan usaha ini, sehingga diperlukan penggalian informasi terkait dimana mendapatkan bahan dan peralatan tersebut. Namun sebagian diatas bisa dimodifikasi atau sekedar opsional termaksud media. Karna pada hakikatnya pada proses budidaya jamur tiram ini adalah pemanfaatan limbah ( Serbuk gergaji, Dedak, Jagung, Ampas tebu) disekitar kita. Jadi pilihlah limbah yang mudah didapatkan. Setelah semua informasi dimana kita bisa dapatkan baru dipikrkan pemasaranya. B. B. Pemasaran Jangan lupa dimana kita tinggal?? Apa bedanya desa atau kota? Jelas berbeda.. tapi kita tidak membahas soal desa atau kota, yang kita bahas adalah pemasaranya, nanti kalo sudah paham pemsaranya maka akan tau sendiri apa hubunganya desa dengan kota dalam hal usaha ini.

Setiap kumpulan beberapa manusia adalah tempat bertukarnya informasi . Setiap orang merupakan peluang untuk kita sampaikan sebuah informasi. Kebanyakan pemula dalam usaha ini, bingung dalam pemasaranya,walaupun mereka berada didaerah yang strategis ( Kota). Pengalaman kami Daerah Medan dalam pemasaran budidaya jamur tiram ini sangat lah tidak rumit, asal ada kemauan Anda dapat memasarkan ke : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pasar Tukang Goreng Tetangga/ Kenalan Rumah Makan/Restouran Hotel Rumah Sakit Swalayan Tukang sayur keliling Dll

Namun bagaimana jika lokasinya jauh dari pemasaran diatas, kususnya berada didaerah desa ?? Jangan kawatir, jalinlah mitra ( Agen) anda yang berada dikota, maka kesulitan anda juga akan teratasi. Jika sudah menjalin kerja sama dengan mitra dikota tentu, tidak sulit bagi anda melalukan usaha ini, setiap usaha membutuhkan kerja keras dan cerdas, dan do`a , tanpa terkecuali dikota. Jika persiapan ini sudah kita dapatkan, maka jangan ragu untuk melangkah!!!!
Diposkan oleh Ali Sadikin Brutu di 07:56

JAMUR
KARAKTERISTIK Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus.[2] Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.[1]Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-113-4m serta miseliaberwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.[1] Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.[3] Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah 9

melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.[3]Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[4] Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.[4]

SIKLUS siklus

HIDUP

Pada umumnya jamur tiram, Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe perkembangbiakan dalam hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual.[5] Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secaraendogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. [6] Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. [6] Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.[6] Mula-mula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid.[6] Miselium terus bertumbuh hingga hifa pada miselium tersebut berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik.[7] Setelah itu apabila kondisi lingkungan memungkinkan (suhu antara 10-20 C, kelembapan 85-90%, cahaya mencukupi, dan CO2 < 1000 ppm) maka tubuh buah akan terbentuk.[8] Terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinyakariogami dan meiosis pada basidium. [7] Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora pada basidium.[7] Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela).[6] Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion.[6] Hifa ini akan memanjangkan filamennya dengan membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus yang dibatasi oleh septum (satu septum satu nukleus). [6] Kemudian hifa monokarion akan mengumpul membentuk jaringan sambung menyambung berwarna putih yang disebut miselium awal dan akhirnya tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan hifa dikarion).[6] Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal jamur.[6] Nantinya, jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau dipersiapkan kembali menjadi bibit induk.[6]

SYARAT tanam

PERTUMBUHAN

Dalam menggunakan media pertumbuhan, jerami yang baik untuk dibuat sebagai bahan media adalah dari jenis jerami yang keras sebab jerami yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu jerami yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis.[4] Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jerami sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu jerami yang digunakan tidlak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain.[4] Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar
10

airnya.[4] Kadar air diatur 60 - 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik.[4]

Habitat alami jamur tiram Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu.[4] Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.[4] Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar.[4]Pada masa pertumbuhan misellium, jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar.[4] Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran 60 - 70 %.[4] Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal.[4] Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 - 28 OC dengan kelembapan 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 22 OC.[4] Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. [4] Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. [4] bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri.[4] Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).[4] Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. [1] Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang
11

penyimpanan

dapat

diatur

dan

disesuaikan

dengan

keperluan

jamur.[4]

KANDUNGAN

GIZI

Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat Jamur besi,kalsium, vitamin tiram (Pleurotus ostreatus) B1, vitamin merupakan B2, bahan dan vitamin makanan bernutrisi C.[9] dengan

kandungan proteintinggi,

kaya vitamin dan mineral,

rendah karbohidrat, lemak dan kalori.

[10] Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein.[10] Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%. [10] Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium.[10][11] Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh.[10] Serat jamur sangat baik untuk pencernaan.[10] Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.[12][10] Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. [10] Protein rata-rata 3.5 4 % dari berat basah.[10] Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering.[10] Kandungan proteinnya 10,530,4%.[10] Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. [10] Jamur tiram juga mengandung 9 macamasam dan fenilalanin. amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin,

[10]72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya.[10] 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak.[10] Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi.[10]Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium.[10] Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb.[10] Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%.[10] Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.[10]

MANFAAT

12

Jamur tiram sebagai bahan makanan Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi.[8] Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda[3] Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia.[13][10] Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.[13][10] Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan.[10] Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan.[10] Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasukAIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun.[10][13] Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).[11][13] Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi.[10] Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan.[10] USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram.[14] Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol.[14][15] Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.[10]

[SUNTING ] BUDIDAYA Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.[5] Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu
13

jenis jamur kayu.[4]Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[5] Dalam budidaya jamur tiram dapat digunakan substrat, seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau sekam.[5] Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persyarataan lingkungan, sumber bahan baku untuk substrat tanam dan sumber bibit.[5]Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 26-30 C.[4] Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mulai dibudidayakan pada tahun 1900. Budidaya jamur ini tergolong sederhana.[5]Jamur tiram biasanya dipeliharan dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.[4]

[SUNTING] MEDIA TANAM DAN KOMPOSISI


Media tanam Pleurotus ostreatus yang digunakan adalah jerami yang dicampur dengan air, dedak 10% dan kapur 1%.[16] Fungsi dari jerami adalah sebagai bahan dasar dari pertumbuhan jamur.[16] Jerami mengandung lignin, selulosa, karbohidrat, dan serat yang dapat didegradasi oleh jamur menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk sintesis protein.[16] Air pada jerami berfungsi sebagai pembentuk kelembapan dan sumber air bagi pertunbuhan jamur. [16] Dedak dan kapur merupakan bahan tambahan pada media tanam Pleurotus ostreatus. [16] Dedak ditambahkan pada media untuk meningkatkan nutrisi media tanam, terutama sebagai sumber karbohidrat, karbon, dan nitrogen.[16]Kapur merupakan sumber kalsium bagi pertumbuhan jamur.[5] Selain itu juga kapur berfungsi untuk mengatur pH media pertumbuhan jamur.[16]

MEDIA LAIN
Selain jerami, media lain yang dapat digunakan seperti media serbuk gergaji yang mengandung selulosa,lignin, pentosan, zat ekstraktif, abu, jerami padi, media limbah kapas, alang-alang, daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, gabah padi, dan lain sebagainya. [12] Tetapi, tetap saja pertumbuhan yang paling baik ada di media serbuk gergaji dan merang. [12] Penyebabnya adalah karena jumlah lignoselulosa,lignin, dan serat pada serbuk gergaji dan merang memang lebih tinggi.[12] Sebagai contohnya dalam pembuatan media jerami padi, bahan-bahan yang digunakan adalah 15-20% jerami padi, 2.5% bekatul kaya karbohidrat, karbon, dan vitamin B komplek yang bisa mempercepat pertumbuhan dan mendorong perkembangan tubuh buah jamur, 1-1.5% kalsium karbonat atau kapur menetralkan media sehingga dapat ditumbuhi oleh jamur (pH 6,8 7,0).[12] Selain itu, kapur juga mengandung kalsium sebagai penguat batang / akar jamur agar tidak mudah rontok.[12] 0.5% gips dapat memperkokoh struktus suatu bahan campuran, dan terakhir 0.25% pupuk TS sebagai nutrisi.[12] [1]

METODE BUDIDAYA
Budi daya jamur tiram menggunakan substrat jerami dengan tahapan sebagai berikut: pembuatan media tanam dilakukan dengan memotong jerami menjadi berukuran 1-2 cm. 14

[5] Rendam jeraminya selama semalaman.[5] Setelah itu, ditiriskan airnya sebelum ditambahkan dedak 10% dan kapur 1% sebagai zat hara pertumbuhan jamur.[5] Semua bahan diaduk rata dan campuran bahan tadi dimasukkan ke dalam plastik yang tahan panas hingga terisi 2/3 bagian.[5] Baru kemudian dipadatkan (dipukul-pukul dengan botol kaca).[5] Setelah cukup padat, leher plastik bagian atas dimasukkan pipa paralon dan dibagian tengah media subtrat diberi lubang dan ditancapkan tips.[5] Selanjutnya ditutupi dengan kapas lalu media substrat dilapisi dengan kertas dan diikat dengan karet.[5] Media tersebut disterilisasi pada 121C selama 20 menit di dalam autoklaf untuk memastikan bahwa tidak ada kontaminan yang tumbuh yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan jamur.[5] Setelah steril, media substrat dibuka secara aseptis, lalu tips di tengah-tengah media dan kapas diambil dengan pinsetsteril.[5] Lubang yang terbentuk diisi dengan bibit jamur tiram yang ditumbuhkan pada biji sorgum pada botol (aseptis).[5] Lalu media ditutup kapas lagi dan dibungkus dengan kertas.[5] Media substrat diinkubasi pada suhu ruang selama beberapa minggu hingga tumbuh miselium.[5] Setelah tumbuh miselium, kapas pada media dibuang dan media dibiarkan terbuka.[5] Semprotkan air setiap hari pada tempat pertumbuhan jamur agar kondisi sekitar lembap dan mendukung pertumbuhannya.[5] Tubuh buah jamur akan tumbuh secara perlahan-lahan ketika media lembap dalam waktu sekitar 1 bulan lebih.[5]Tubuh buah yang sudah cukup besar diambil dan ditimbang untuk diamati pertumbuhannya setiap minggu.

PEMBUATAN BAGLOG JAMUR


Baglog Pembuatan Baglog (media tanam jamur) Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur kayu, jadi kalau kita ingin membudidayakan kedua jamur ini maka kita harus membuat media yang menyerupai habitat asli kedua jamur ini. Media yang umum digunakan oleh para petani jamur biasa disebut baglog , yaitu media yang dimasukkan ke dalam plastik dan dibentuk menyerupai potongan kayu gelondongan. Komposisi bahan media tanam tersebut antara satu daerah dengan daerah lain mungkin akan berbeda tergantung dengan kemudahan cara mendapatkannya. Persiapan Contoh komposisi bahan Media media sebagai Tanam berikut: Jamur Tiram

Ampas kayu gergaji Bekatul Kapur Tepung jagung Tepung tapioka

Dalam komposisi ini kayu gergajiani dapat diganti dengan ampas tebu, Jerami, atau bahan lain yang mengandung Lignoselulosa.
15

Cara membuat media tanam adalah dengan mencampur semua bahan. kemuadian ditambah air hingga kandungan airnya 60% dan dimasukan kedalam polibag. sambil dilalukan pemadatan pada media. Selanjutnya disterilkan pada suhu 121o C Sterilisasi Baglog Setelah selesai membuat baglog (media tanam), langkah yang harus kita lakukan selanjutnya adalah sterilisasi baglog. Sterilisasi sangat penting dalam pembudidayaan jamur tiram . Baglog yang selesai kita buat biasanya masih menganduk banyak mikroba khususnya jamur-jamur liar. Kegagalan panen banyak disebabkan karena proses sterilisasi baglog kurang sempurna. Jamur - jamur liar yang masih ada dalam baglog akan tumbuh subur dan menghambat pertumbuhan jamur utama jika proses sterilisasi tidak sempurna. Dalam proses sterilisasi ini, alat yang biasa digunakan oleh petani adalah drum. Drum yang digunakan berukuran tinggi 150 cm dengan diameter 60 cm. Ikuti langkah-langkah sterilisasi baglog sebagai berikut :

Letakkan drum di atas tungku pemanas (bisa menggunakan bahan kayu bakar atau gas elpiji, minyak tanah). Bagian dalam bawah drum saringan pengukus menggunakan bambu atau anyaman kawat sehingga menyerupai dandang. Lalu isi drum dengan air + 20 liter (dibawah saringan).

Masukkan baglog ke dalam drum, satu drum bisa muat kurang lebih 100 baglog. Setelah itu tutup drum dengan rapat. Kaitkan drum dan penutupnya menggunakan baut yang di pasang pada tepi-tepi drum. Kemudian didihkan air yang ada di dalam drum. Proses sterilisasi ini dilakukan selama 4 - 5 jam.

Baglog yang telah selesai di sterilkan harus didinginkan terlebih dahulu selama + 12 jam sampai suhunya mencapai 35o - 40o C. Karena jika suhu di dalam baglog masih terlalu panas (lebih dari 40o C bibit jamur yang diinokulasikan tidak akan tumbuh. Setelah selesai proses sterilisasi barulah kita lanjutkan proses inokulasi (pembibitan) Inokulasi Jamur Bahan diinokulasi (diberi bibit jamur) menggunakan inokulum (bibit) jamur (F2), bibit yang dimasukan ke media tanam adalah sebanyak 2% untuk memasukan bibit sebaiknya dilakukan dengan cepat ditempat khusus (steril) yang bersih dari jamur lain. Langkah Inokulasi Pada Jamur Tiram: 1. Sterilkan ruang atau kotak tempat kita melakukan proses inokulasi dengan menyemprotkan alkohol 70%.
16

2. Sterilkan tangan dan kaki kita dengan menyemprotkan alkohol 70%. 3. Sterilkan pinset dengan api spirtus lalu memasukkannya ke dalam alkohol. 4. Karena bibit F2 dalam botol berbentuk padat maka kita harus meremukkannya terlebih dahulu dengan kayu atau besi yang sudah distirilkan. 5. Lakukan proses ini di dekat nyala api spirtus agar tetap steril. 6. Buka tutup baglog. 7. mengambil bibit F2 dari botol dengan pinset/dituangkan, dan memasukkannya ke dalam baglog 8. Dengan cepat tutup kembali baglog dengan kapas/kain
9. Satu

botol

bibit

F2

dapat

digunakan

untuk

30

baglog

Inkubasi

Baglog

Setelah diinokulasi, kemudian diinkubasi di tempat gelap selama 1 bulan. Di akhir bulan dipindahkan ke tempat yang terang (penerangan kurang lebih 10 jam per hari). Setelah satu bulan, miselium jamur yang berwarna putih sudah tumbuh memenuhi media. Tanda keberhasilan inkubasi sudah bisa dilihat sekitar dua minggu, yaitu tumbuhnya misellium jamur berwarna putih yang merambat ke bawah.Proses inkubasi dikatakan gagal dan harus diulang jika media tidak ditubuhi misellium atau ditumbuhi misellium dengan warna selain putih. Caranya, baglog disterilisasi kembali dan diinokulasi ulang. Pembentukan Badan Buah

Setelah Baglog kita inkubasi dan sudah ditubuhi misellium, maka saatnya kita memindahkannya ke dalam kumbung/rumah jamur. syarat pembuatan rumah jamur :

Mempunyai sirkulasi udara yang baik Dapat menjaga kelembapan udara. Ukuran rumah jamur disesuaikan dengan luas area yang kita miliki namun sebaiknya jangan terlalu besar karena untuk memudahkan perawatan kebersihan rumah jamur pemesanan media tanam (baglog) bisa menghubungi kami.

Untuk

http://jamur-tiram.com/index.php/Produk/Baglog-Jamur-Tiram.html

PERSIAPAN TEPAT
Siapkan Sarana produksi Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, mikroba menengah atau dan tumbuhan besar pengganggu (Industri). lainnya.
17

Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan

pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan Ruangan media sampai Budidaya proses pemanenan Jamur jamur tiram. Tiram

Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalam rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya: 1. Pencampuran, 2. Ruang Pewadahan, Ruang dan persiapan Sterilisasi. Inokulasi Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan,

Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba 3. Ruang lain). Inkubasi

Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 28 derajat dengan kelembaban 60% 80%. Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam 4.Ruang kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi. Penanaman

Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 22 derajat C dengan kelembaban 80 90%.Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur di antaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Jika ingin berhasil memang harus lengkap menyiapkan sarana produksinya. Medanbisnis

REFRESH HARI LIBUR SISTEM REFRESH UNTUK LIBUR SEJENAK..

18

Baglog jamur kita jika sudah memasuki masa produksi, maka akan terus menumbuhkan jamur secara bergantian.. Pada saat produksi ini akan timbul sedikit masalah jika jatuh pada hari-hari libur seperti hari besar, hari raya, libur tahun baru, dan sebagainya dimana pedagang off sementara. Bagaimana mengantisipasinya agar panen kita tidak terbuang percuma..?

Bagaimana teknik yang justru bertujuan untuk menghambat atau memperlama panen selanjutnya..? Teknik yang biasa kami lakukan adalah teknik refresh. Teknik ini pernah kami bahas sebelumnya untuk mengantisipasi atau mengatasi hama ulat. Namun teknik ini juga berguna untuk menghambat panen sementara, paling tidak bisa menghambat sekitar 2-3hari jika bertepatan dengan hari libur...

Bagaimana cara kerja teknik ini..? Sederhana sekali:


Bersihkan baglog dengan melakukan pencungkilan mulut baglog dari bekasbekas panen Pembersihan juga meliputi bakal buah, pin head. Semua dicungkil habis.. Jika ada bakal miselia pun juga dibersihkan. Lalu bersihkan pula lantai kumbung sebersih mungkin dari sisa-sisa bekas pembersihan tadi. Langkah ke-5 ini optional, bisa juga dengan menutup kembali mulut baglog. Untuk hal ini

sebaiknya membeli cincin baglog yang dilengkapi dengan tutupnya juga.


Lalu tutup kumbung tanpa diberi sirkulasi udara. Tetap jaga kelembaban udara di kisaran 85%-90%
19

Setelah melakukan teknik refresh tadi, InsyaALLAH jamur tiram putih akan tertunda pertumbuhannya selama kurang lebih 2-3hari. Di hari ke-2 dari libur tersebut, bisa kembali diberikan raising yaitu pengabutan hingga ke mulut botol, jadi pada saat hari ke-3 pertumbuhan sudah normal kembali. Jika ingin libur yang lebih lama yang mencapai kurang lebih seminggu atau 6 hari. Setelah melakukan pembersihan, mulut baglog wajib untuk ditutup kembali. Lalu jangan melakukan penyiraman kumbung dan lantai. Pada saat ini posisi baglog akan kembali di posisi inkubasi.

Keuntungan dari sistem ini adalah:


Karena sudah dibersihkan dengan baik, posisi baglog kembali fresh untuk pembentukan buah tanpa diganggu kotoran pada mulut baglog Dapat menghambat sementara pembentukan jamur tiram pada saat yang memang tidak kita inginkan untuk tumbuh. Menghemat atau mempertahankan nutrisi baglog. Jika dibiarkan menumbuhkan jamur, tentunya nutrisi baglog akan berkurang, jika jamur yang tumbuh itu bisa terjual sih.. tidak apa, lha jika memang pada saat hari libur, lebih baik direfresh saja. Dihambat pertumbuhannya, agar nutrisi dalam baglog bisa tetap stabil.

Yang perlu diperhatikan jika melakukan sistem ini adalah:


Pembersihan yang dilakukan harus bersih dan teliti Kadar air dalam baglog harus tetap dipertahankan agar baglog tidak menjadi kering, caranya dengan menutup mulut baglog dan juga menjaga kondisi kelembaban kumbung.

Tetap perhatikan kebersihan kumbung. Kurangi sirkulasi udara saat refresh Intinya mengembalikan kondisi baglog seperti saat inkubasi. Jadi yang penting kadar air dalam baglog jangan berkurang.

Memang sebagai petani, ada kalanya kita ingin libur sejenak, karena jenuh juga jika tiap hari panen terus. Setidaknya teknik ini bisa untuk istirahat sejenak 2-3hari. Maksimal 6 hari http://jamursekolahdolan.blogspot.com/search/label/Perawatan%20baglog%20jamur
Abon Jamur Jumat, 18 Mei 2012 | 09:13 WIB
Abon Jamur Tiram AILANI merupakan usaha Home industri yang berlokasi di Jl. Andromeda No.5 Malang, Jawa Timur, telepon : 0341 - 8405250 dan email : abon_ailani@yahoo.co.id. Nama AILANI merupakan singkatan kata dari Abon Ibu Rahlani. Abon Jamur Tiram AILANI dimulai dari resep keluarga, dimana awalnya menghasilkan Abon Daging Sapi dan dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

20

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, terjadi perkembangan pesat agrobisnis berbasis organik di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu), termasuk didalamnya pengembangan jamur sebagai bahan dasar makanan sehat. Resep keluarga yang tadinya diperuntukkan untuk abon daging sapi mulai kami coba modifikasi agar bisa diaplikasikan dalam pembuatan abon jamur tiram. Hingga akhirnya terciptalah komposisi yang tepat untuk mengolah jamur tiram menjadi makanan abon jamur tiram yang gurih, nikmat, bergizi dan tentunya UNIK. Abon ini kemudian kami kemas dalam sebuah kemasan yang menarik dengan nama Abon Jamur Tiram AILANI. Kami patut bersyukur karena mampu menjadi yang pertama mengolah jamur tiram menjadi abon di kawasan JAWA TIMUR bahkan bisa jadi yang pertama pula di INDONESIA. Abon Jamur Tiram AILANI telah mendapatkan sertifikasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan No.P-IRT 2043573011015. Sehingga dapat dijamin bahan-bahan yang digunakan serta proses pembuatan Abon Jamur Tiram AILANI telah memenuhi persyaratan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia untuk Produk Makanan Home Industry. KOMPOSISI Abon Jamur Tiram AILANI diproses tanpa menggunakan bahan pengawet dan MSG. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan-bahan alami yang terpilih dan dijamin sehat. Berikut beberapa komposisi Abon Jamur Tiram AILANI : Jamur Tiram Kacang Tanah Gula Garam Rempah-rempah Minyak Goreng

Kami dapat menjamin dari bahan serta proses pembuatan, Abon Jamur Tiram AILANI 100% HALAL untuk di konsumsi. PENYAJIAN Abon Jamur Tiram AILANI sangat lezat di nikmati bersama keluarga dalam segala suasana. Disajikan bersama nasi, nasi goreng beserta lauk pauk lainnya, menambah nikmat citarasa masakan. Bahkan tidak hanya itu, Abon Jamur Tiram AILANI dapat disajikan dengan roti panggang, mie goreng bahkan es krim sekalipun. MANFAAT Belum ada hasil Laboratorium yang resmi mengenai kandungan Abon Jamur Tiram AILANI. Namun dari data-data yang kami dapat di internet, Jamur Tiram sendiri memiliki beberapa manfaat, antara lain : 1. Menurunkan Kolesterol 2. Sebagai Antioksidan Pencegah Kanker 3. Sebagai Anti Tumor 4. Kandungan Kalori Rendah, cocok bagi pelaku diet. 5. Mengandung serat yang baik untuk pencernaan 6. Makanan yang cocok untuk Vegetarian. Kami mengemas Abon Jamur Tiram AILANI dalam dua kemasan, yaitu : 1. Kemasan isi 80 Gram. 2. Kemasan Toples isi 1 kilogram.

amrullah angga syahputra Senin, 1 Oktober 2012 | 17:51 WIB


dijual jamur tiram segar wilayah medan sekitarnya harga 1kg 17.000 nego tersedia juga olahan jamur lainnya produksi 50 - 100kg/hari hub. 083198251133 alamat jalan jahe 3 no. 11 p. simalingkar medan

Robin Sabtu, 13 Oktober 2012 | 18:31 WIB


Menyediakan: -Baglog ukuran 18x35 berat 1,5kg hrga Rp.3000,Perbaglog rata2 menghasilkan 0,5-0,6kg. -Jamur tiram segar hrga Rp.18.000,-/kg 15rb/min 10kg. 21

-Fo, F1, F2 hrga nego(strain Thailand Florida). Bibit yg digunakan adalah Strain Thailand Florida yg terbukti lebih mampu beradaptasi pd iklim panas khususnya di Sumatera, karakteristik jamur lebih kokoh dan tebal. Alamat: Jl. Sempurna no. 42, Perdamaian, Stabat (titi putih). Bagi yg berminat dpt menghubungi sy di no 081396932332 - 081973410808. M. Idris Jumat, 19 Oktober 2012 | 21:02 WIB
Saya membutuhkan supply jamur tiram segar setiap hari sebanyak 50-75kg. Bagi anda yg sanggup menyupply silahkan ajukan penawaran anda. Lokasi saya di Aceh. Email: kaisaridris@gmail.com. Terima kasih.

keliat Senin, 29 Oktober 2012 | 09:26 WIB

ada yg tau cara budidaya jamur tiram ato bibit di daerah binjai, beserta pengepul/aden. karna saya mau budidaya jamur tiram SEGERA HUB. 085276969856

22