Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM RESTORASI TANAH DAN AIR DENGAN METODE LUBANG RESAPAN BIOPORI

Kelompok : 1. Apriana Bailao 2. Enda Wisatanta Pandia 3. Hutri Catur S. W. 4. Siska Augusta L. 5. Yabin Albion 6. Eva Nitha T. 31071115 31091191 31091198 31091205 31091212 31091213

FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA 2011

BAB II DASAR TEORI

Biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah, seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut. Banyaknya biopori akan menambah daya resap air dan akan memperkecil peluang terjadinya banjir. Peningkatan biopori dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang ini diisi dengan bahan organik untuk asupan organisme pembuat biopori tadi (Anonim, 2011). Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air, seperti penyakit demam berdarah dan malaria (Anonim, 2011). Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekira 100 cm. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air. Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik ke dalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekomposisi ini dikenal dengan kompos (Anonim, 2011). Manfaat Lubang Resapan Biopori (LRB) : 1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah (mencegah banjir). 2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. 3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit. 4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut. 5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan. 6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah. 7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor. 8. Meningkatkan kualitas air tanah (Anonim, 2011).

Sampah adalah sebagian dari benda-benda atau sisa-sisa barang yang dipandang tidak berguna, tidak dipakai dan harus dibuang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelangsungan hidup manusia. Secara kimiawi sampah dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah diuraikan karena memiliki rantai kimia yang pendek dan sampah, sedangkan sampah anorganik yakni sampah yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme karena rantai kimianya panjang. Samaph organik berupa sayur-sayran, dedaunan, buah-buahan, sedangkan sampah anorganik misalnya plastik, kaleng, pecahan kaca, dan lain-lain (Daryanto, 1995). Limbah organik yang berupa bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Proses terjadinya kompos berlangsung dalam waktu yang lama, namun proses pengomposan dapat dipercepat dengan memberikan mikroorganisme dekomposer yang berfungsi untuk mendekomposisi bahan organik. Bahan organik yang diinokulasi dengan EM4 yang disebut bokashi. Pembuatan bokashi menggunakan limbah peternakan (kotoran ternak), limbah pertanian (jerami), dan limbah rumah tangga (sampah sayuran) (Anonim, 2011). Pada tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukus, Okinawa, Jepang telah mengadakan penelitian terhadap sekelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Kelompok mikroorganisme tersebut disebut dengan Effective Microorganisms yang disingkat EM. Teknologi EM dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi (Anonim, 2011). EM-4 adalah suatu kultur campuran beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis. Mikroorganisme tersebut berfungsi dalam lingkungan hidup tanaman sebagai penekan dan pengendali perkembangan hama dan penyakit. EM-4 mengandung beberapa mikroorganisme utama yaitu bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, Ragi ( yeast ), Actinomycetes dan jamur fermentasi (Anonim, 2011). 1. Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas sp.) Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan, bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk anatara lain, asam amino, asam nukleat, zat

bioaktif, dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan. Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah. 2. Bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.) Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan, meningkatkan percepatan perombakan bahan organic, menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa, serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami. 3. Ragi / Yeast (Saccharomyces sp.) Melalui proses fermentasi, ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormone dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. 4. Actinomycetes Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama menongkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah. 5. Jamur Fermentasi (Aspergillus dan Penicilium) Jamur fermentasi menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya. Bakteri ini disamping mendukung kegiatan mikroorganisme lainnya, ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan mikroorganisme lain. Manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut : 1. Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah. 2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi. 3. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi. 4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan. 5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah. 6. Pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional (Anonim, 2011).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

I. ALAT dan BAHAN 1. Siapkan alat bor 2. Buat alur air menurut kontur 3. Buat alur mengitari pohon II. Cara Kerja 1. Buat lubang: diameter 10 cm, kedalaman 30 cm sampai dengan 100 cm atau sebelum kedalaman muka air tanah (agar mudah disiram air) 2. Angkat alat bor pada saat mata bor penuh tanah (10 cm kedalaman), buang tanah yang terangkat di mata bor dengan menggoreskan pisau pada kedua sisi mata bor. Ulangi pembuatan lubang sampai kedalaman sesuai ketentuan. 3. Lakukan pengerasan bibir lubang untuk mencegah erosi tanah masuk ke lubang dan mempertahankan agar mulut lubang tetap rapih. 4. Buat pengaman lubang agar tidak terperosok ke lubang. Sebaiknya menggunakan besi 5. Isi lubang dengan sampah organik (sisa dapur, sampah kebun/taman). 6. Masukkan sampah ke dalam lubang dengan bantuan tongkat yang tumpul agar sampah masuk lebih dalam, sampah cukup diletakkan dalam mulut lubang saja, agar sedimen/tanah tidak masuk.

III.

Pemeliharaan 1. Menjaga lubang tetap terisi sampah organik dengan cara mengisi sampah organik. 2. Apabila menggunakan sampah organik dapur maka setelah 2 minggu sudah dapat dimanfaatkan sebagai kompos. 3. Apabila menggunakan sampah kebun (daun/ranting) setelah 2 bulan sudah menjadi kompos.

4. Pengambilan kompos denagn cara menggunakan alat bor.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Kandungan Bahan Organik Tanah (%) dan Spesies Fauna Tanah Kelompok Sebelum 1 2 3 4 5 0,3% 0,2925% 0,361% 0,360% 0,26% % Bahan organic Tanpa EM-4 0,44% 0,44% 0,45% 0,44% 0,46% EM-4 0,45% 0,45% 0,46% 0,46% 0,48% Sebelum 2 3 6 3 4 Jumlah jenis Tanpa EM-4 6 6 6 1 6 EM-4 6 8 8 3 7

Bahan Organik Tanah (%) Variable view

Data view

Oneway Descriptives
bahan organik 95% Confidence Interval for Mean N kontrol tanpa em-4 em-4 Total 5 5 5 15 Mean .3140 .4460 .4600 .4067 Std. Deviation .04450 .00894 .01225 .07257 Std. Error .01990 .00400 .00548 .01874 Lower Bound .2587 .4349 .4448 .3665 Upper Bound .3693 .4571 .4752 .4469 Minimum .26 .44 .45 .26 Maximum .36 .46 .48 .48

Dari kolom diatas, kita dapat mengetahui ringkasan stastistik deskriptif, nilai rata-rata, standar deviasi, standar error, nilai maksimum, dan nilai minimum dari bahan organik tanah (%). Test of Homogeneity of Variances
bahan organik Levene Statistic 11.454 df1 2 df2 12 Sig. .002

Analisa homogenitas ini digunakan untuk menguji apakah varian dari 3 populasi (perlakuan kontrol, tanpa em-4, dan em-4) tersebut sama. Hipotesis : Ho : ketiga populasi mempunyai varian yang sama. H1 : ketiga populasi mempunyai varian yang tidak sama.

Ketentuan : Jika sig > alfa maka H0 diterima. Jika sig < alfa maka H1 ditolak. Sig = 0,002 Alfa = 0,05 Keputusan : Pada kolom Test of Homogenity of Variances dapat dilihat bahwa nilai sig (0,002) < alfa (0,05), sehingga H0 ditolak. Artinya ketiga populasi perlakuan mempunyai varian yang tidak sama.

Dimana :

ANOVA
bahan organik Sum of Squares Between Groups Within Groups Total .065 .009 .074 df 2 12 14 Mean Square .032 .001 F 44.045 Sig. .000

Analisis anova digunakan untuk menguji apakah ketiga populasi perlakuan (kontrol, tanpa em-4, dan em-4) mempunyai mean yang sama di dalam mempengaruhi bahan organik. Menyatakan bahwa ketiga perlakuan tersebut memberi pengaruh yang tidak sama terhadap bahan organik. Hipotesis : H0 : ketiga perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap bahan organik. H1 : ketiga perlakuan memberikan pengaruh yang tidak sama terhadap bahan organik. Dasar pengambilan keputusan : Jika F hitung > F table; maka H0 ditolak. Jika F hitung < F table; maka H0 diterima.

Dimana : F hitung = 44,045 F table dapat dilihat pada alfa 0,05 dengan : db perlakuan = 2 db galat = 12

maka F table terletak pada kolom ke-2, baris ke-12 pada taraf 5 %, besarnya F table yaitu 3,89 Keputusan : F hitung (44,045) > F table (3,89); maka H0 ditolak atau dapat dikatakan signifikan. Artinya perlakuan memberikan pengaruh yang tidak sama terhadap bahan organik. Dapat dilihat juga dengan membandingkan sig dan alfa, dimana sig (0,000) < alfa (0,05) maka H0 ditolak atau dapat dikatakan signifikan.

Post Hoc Tests Multiple Comparisons


Dependent Variable:bahan organik Mean Difference (I) perlakuan Tukey HSD kontrol (J) perlakuan tanpa em-4 em-4 tanpa em-4 kontrol em-4 em-4 kontrol tanpa em-4 Bonferroni kontrol tanpa em-4 em-4 tanpa em-4 kontrol em-4 em-4 kontrol tanpa em-4 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. (I-J) -.13200* -.14600* .13200* -.01400 .14600* .01400 -.13200* -.14600* .13200* -.01400 .14600* .01400 Std. Error .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 .01717 Sig. .000 .000 .000 .701 .000 .701 .000 .000 .000 1.000 .000 1.000 95% Confidence Interval Lower Bound -.1778 -.1918 .0862 -.0598 .1002 -.0318 -.1797 -.1937 .0843 -.0617 .0983 -.0337 Upper Bound -.0862 -.1002 .1778 .0318 .1918 .0598 -.0843 -.0983 .1797 .0337 .1937 .0617

Uji Post Hoc berguna untuk mengetahui perlakuan yang berbeda dan perlakuan yang sama. Dalam uji ini digunakan Bonferroni test dan Tukey test.

Pada Tukey HSD kolom Mean Difference, rata-rata perbedaan bahan organik : perlakuan kontrol dikurangi perlakuan tanpa em-4 = -0,13200* perlakuan kontrol dikurangi perlakuan em-4 = -0,14600*

perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,13200* perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan em-4 = -0,01400

perlakuan em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,14600* perlakuan em-4 dikurangi perlakuan tanpa em-4 = 0,01400

Penafsiran yang sama dilakuakn pada Tes Bonferroni, yaitu sebagai berikut : perlakuan kontrol dikurangi perlakuan tanpa em-4 = -0,13200* perlakuan kontrol dikurangi perlakuan em-4 = -0,14600*

perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,13200* perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan em-4 = -0,01400

perlakuan em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,14600* perlakuan em-4 dikurangi perlakuan tanpa em-4 = 0,01400 Adanya tanda * menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata bahan organik yang

signifikan (nyata). Sedangkan apabila tidak terdapat tanda * menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata bahan organik yang digunakan tidak nyata (non signifikan). Misalnya perbedaan rata-rata bahan organik yang diberikan pada perlakuan kontrol lebih kecil daripada yang diberikan pada konsentrasi tanpa em-4, perbedaan sebesar -0,13200* secara statistik dianggap berbeda nyata (signifikan). Pada percobaan tersebut, ternyata tanda * tidak terdapat antara perlakuan tanpa em-4 dan perlakuan em-4 dengan selisih perbedaan bahan organik sebesar -0,01400, selain itu tanda * juga tidak terdapat pada perlakuan em-4 dan perlakuan tanpa em-4 dengan selisih perbedaan bahan organik 0,01400. Secara statistik, selisih-selisih tersebut dianggap tidak berbeda nyata (non signifikan).

Homogeneous Subsets
bahan organik
Subset for alpha = 0.05 perlakuan Tukey HSD
a

N 5 5 5

1 .3140

kontrol tanpa em-4 em-4 Sig.

.4460 .4600 1.000 .701

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

Pada table Homogeneous Subsets populasi-populasi yang mempunyai rata-rata sama dikelompok-kelompokkan menjadi satu. Dapat dilihat bahwa empat populasi perlakuan dikelompokkan menjadi 2 subsets, yaitu : subsets pertama ditempati oleh perlakuan kontrol dengan rata-rata bahan organik 0,3140. Subsets kedua ditempati oleh perlakuan tanpa em-4 dan em-4 dengan rata-rata bahan organik masing-masing 0,4460 dan 0,4600.

Jumlah Jenis Spesies Fauna Tanah

Variable view

Data view

Oneway Descriptives
jumlah jenis 95% Confidence Interval for Mean N kontrol tanpa em-4 em-4 Total 5 5 5 15 Mean 3.40 4.20 5.60 4.40 Std. Deviation 1.140 1.789 1.673 1.724 Std. Error .510 .800 .748 .445 Lower Bound 1.98 1.98 3.52 3.45 Upper Bound 4.82 6.42 7.68 5.35 Minimum 2 1 3 1 Maximum 5 5 7 7

Dari kolom diatas, kita dapat mengetahui ringkasan statistik deskriptif, nilai rata-rata, standar deviasi, standar error, nilai maksimum, dan nilai minimum dari jumlah jenis spesies fauna tanah.

Test of Homogeneity of Variances


jumlah jenis Levene Statistic .358 df1 2 df2 12 Sig. .706

Analisa homogenitas ini digunakan untuk menguji apakah varian ketiga populasi (perlakuan kontrol, tanpa em-4, dan em-4) tersebut sama. Hipotesis : H0 = ketiga populasi mempunyai varian yang sama. H1 = ketiga populasi mempunyai varian yang tidak sama.

Dasar pengambilan keputusan : Jika probabilitasnya (sig) < alfa (0,05); maka H0 ditolak. Jika probabilitasnya (sig) > alfa (0,05); maka H1 diterima. Pada kolom Test of Homogenity of Variances, dapat dilihat bahwa probabilitasnya (sig) sebesar 0,706 sedangkan alfanya 0,05. Karena sig (0,706) > alfa (0,05), maka H0 diterima, artinya ketiga populasi perlakuan mempunyai varian yang sama.

Keputusan :

ANOVA
jumlah jenis Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 12.400 29.200 41.600 df 2 12 14 Mean Square 6.200 2.433 F 2.548 Sig. .120

Analisa anova digunakan untuk menguji apakah ketiga populasi perlakuan mempunyai mean yang sama di dalam mempengaruhi jumlah jenis spesies fauna tanah. Menyatakan bahwa ketiga populasi memberi pengaruh yang tidak sama terhadap jumlah jenis spesies fauna tanah. Jadi hipotesisnya : H0 = ketiga perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah jenis spesies fauna tanah. H1 = ketiga perlakuan memberikan pengaruh yang tidak sama terhadap jumlah jenis spesies fauna tanah. Dasar pengambilan keputusan : Jika F hitung < F table ; maka H0 diterima. Jika F hitung > F table ; maka H0 ditolak.

Dimana : F hitung = 2,548 F table dapat dilihat pada alfa 0,05 dengan : db perlakuan = 2 db galat = 12

maka F table terletak pada kolom ke-2, baris ke-12 pada taraf 5% besarnya F table yaitu 3,89 Keputusan : Karena F hitung (2,548) < F table (3,89) maka H0 diterima atau dapat dikatakan non signifikan. Artinya perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah jenis spesies fauna tanah. dapat dilihat juga dengan membandingkan sig dan alfa. Sig (0,120) > alfa (0,05) maka H0 diterima (non signifikan).

Post Hoc Tests

Multiple Comparisons
Dependent Variable:jumlah jenis Mean Difference (I) perlakuan Tukey HSD kontrol (J) perlakuan tanpa em-4 em-4 tanpa em-4 kontrol em-4 em-4 kontrol tanpa em-4 Bonferroni kontrol tanpa em-4 em-4 tanpa em-4 kontrol em-4 em-4 kontrol tanpa em-4 (I-J) -.800 -2.200 .800 -1.400 2.200 1.400 -.800 -2.200 .800 -1.400 2.200 1.400 Std. Error .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 .987 Sig. .704 .106 .704 .362 .106 .362 1.000 .137 1.000 .544 .137 .544 95% Confidence Interval Lower Bound -3.43 -4.83 -1.83 -4.03 -.43 -1.23 -3.54 -4.94 -1.94 -4.14 -.54 -1.34 Upper Bound 1.83 .43 3.43 1.23 4.83 4.03 1.94 .54 3.54 1.34 4.94 4.14

Uji Post Hoc berguna untuk mengetahui perlakuan yang berbeda dan perlakuan yang sama. Dalam uji ini digunakan Bonferroni test dan Tukey test. Pada Tukey HSD kolom Mean Difference, rata-rata perbedaan bahan organik : perlakuan kontrol dikurangi perlakuan tanpa em-4 = -0,0800 perlakuan kontrol dikurangi perlakuan em-4 = -2,200

perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,800 perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan em-4 = -1,400

perlakuan em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 2,200 perlakuan em-4 dikurangi perlakuan tanpa em-4 = 1,400 Penafsiran yang sama dilakukan juga pada tes Bonferroni, yaitu:

perlakuan kontrol dikurangi perlakuan tanpa em-4 = -0,0800

perlakuan kontrol dikurangi perlakuan em-4 = -2,200

perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 0,800 perlakuan tanpa em-4 dikurangi perlakuan em-4 = -1,400

perlakuan em-4 dikurangi perlakuan kontrol = 2,200 perlakuan em-4 dikurangi perlakuan tanpa em-4 = 1,400 Tidak terdapatnya tanda * menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata jumlah jenis

spesies tanah tidak nyata (non signifikan). Homogeneous Subsets


jumlah jenis Subset for alpha = 0.05 perlakuan
Tukey HSDa

N 5 5 5

1 3.40 4.20 5.60 .106

kontrol tanpa em-4 em-4 Sig.

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000.

Pada tabel Homogeneous Subsets populasi-populasi yang mempunyai rata-rata sama dikelompok-kelompokkan menjadi satu. Dapat dilihat bahwa ketiga populasi perlakuan dikelompokkan menjadi satu subsets, yaitu dimana perlakuan kontrol dengan rata-rata jumlah jenis spesies fauna tanah 3,40. Pada perlakuan tanpa em-4 dengan rata-rata jumlah jenis spesies fauna tanah sebesar 4,20 sedangkan pada perlakuan em-4 rata-rata jumlah jenis spesies fauna tanahnya 5,60. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perlakuan kontrol, tanpa em-4, dan em-4 memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah jenis spesies fauna tanah.

BAB V KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. http://BIOPORI/biopori.html. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://BIOPORI/pengertian-biopori-cara-membuat-lubang-resapan-bioporiair-lrb-pada-lingkungan-sekitar-kita.htm. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://BIOPORI/138-lubang-resapan-biopori-lrb.html. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://BIOPORI/271.htm. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://BIOPORI/52-mengenal-dan-memanfaatkan lubangbiopori.html.

Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://www.deptan.go.id/feati/teknologi/BOKASHI.pdf. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/1965528-

teknologi-em-dimensi-baru-dalam/. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Anonim, 2011. http://www.fmipa-uim.net78.net/daftarkolksi/abstraksi/iis%20masyrifah.pdf. Diakses pada tanggal 29 April 2011. Daryanto, 1995. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/pengaruhlkp.pdf. Diakses pada tanggal 29 April 2011.