Anda di halaman 1dari 2

perilaku manusia terbagi dalam beberapa klasifikasi diantaranya menurut skinner dan bloom.

Perilaku manusia dibagi dua menurut skinner yaitu stimulus-organismerespons (SOR) seperti covert behavior (perilaku tertutup) dan overt behavior (perilaku terbuka) 2.1 Perilaku Tertutup (covert behavior) Perilaku tertutup terjadi bila respons terhadap stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respons seorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Bentuk unobservable behavior atau covert behavior yang dapat diukur adalah pengetahuan dan sikap. contohnya ibu yang anaknya terkena pneumonia terhadap kesehatan anaknya (pengetahuan), kemudian ibu bertanya kepada tetangganya atau kader dimana tempat periksa pneumonia terdekat (sikap).1 2.2 Perilaku Terbuka (overt Behaviour) perilaku manusia adanya perilaku terbuka (overt behavior) terjadi apabila respons terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan, atau praktik ini dapat diamati orang lain dari luar atau observable behavior. Contohnya seorang ibu yang anaknya terkena pneumonia memerikasakan anakanya ke puskemsas atau dokter praktik, ibu yang memberikan obat pneumonia secara teratur, dan seabagainya. Contoh tersebut meruapan tindakan nyata dalama bentuk kegiatan atau praktik (practice)1

Stimulus Organisme respon perilaku tertutup (covert behaviaor) Perilaku terbuka (overt behavior) 2.3 perilaku bloom Selain itu juga perilaku dibagi tiga menurut bloom pengetahuan, sikap, tindakan. merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam kejadian penyakit pneumonia pada balita. Kebiasaan orang tua, dan masyarakat berperan dalam pemicunya pneumonia. Sikap masyarakat atau orang tua yang belum disadari ialah kebiasaan merokok dekat dengan balita merupakan salah satu pencetus pneumonia. berpengaruh pada kejadian pneumonia. Selain itu juga faktor pengobatan terhadap pneumonia, dan kesadaran orang tua tentang penyakit pneumonia. Pengetahuan orang tua tentang pneumonia berperan penting dalam pengobatan dan pencegahan agar kedepannya kepatuhan terhadap pengobatan pasien. Perilaku yang tergolong tindakan ialah kesadaran orang tua ketika terkena pneumonia supaya datang ke pelayanan kesehatan masyarakat. Perilaku masyarakat tentang pneumonia pada balita dipengaruhi berdasarkan presepsi, pengetahuan, keyakinan, keinginan, motivasi, niat, dan sikap. Perilaku juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, internal, serta respon.1,2