Anda di halaman 1dari 98

BUKU PEDOMAN ORGANISASI (BPO) JAMAAH NURUL HUDA UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PERIODE 2012

Ikrar Pengurus Selayang Pandang Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Garis Besar Haluan Organisasi Rekomendasi Musum XXIII Konsep Gerak JN UKMI UNS Struktur Organisasi Job Description Kebijakan-kebijakan Umum Mekanisme Organisasi Mekanisme Kepersonaliaan

Daftar Isi : .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..

Mekanisme Kerja Kesekretariatan Mekanisme Kerja Kebendaharaan Mekanisme Pendelegasian

1 2 5 9 1 4 1 6 1 7 5 3 5 5 6 4 6 5 7 5 7 7 8 1 8

Mekanisme Inventarisasi Barang Mekanisme Perijinan Peminjaman ke Rektorat Sistematika Penyusunan Proposal Kegiatan Sistematika Penyusunan LPJ Kegiatan Sistematika Penyusunan LKM Program Kerja JN UKMI UNS 2012 Susunan Pengurus

.. .. .. .. .. .. ..

6 8 9 9 3 9 4 9 6 9 8

IKRAR PENGURUS JAMAAH NURUL HUDA UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA ( JN UKMI UNS ) PERIODE 2012 Bismillahirrahmaanirrahim Asyhadu alla illaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah Kami segenap pengurus Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam UNS Periode 2012, berikrar dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap amanah yang kami emban. Maka demi Allah kami berjanji: 1. Mengemban amanah sebagai pengurus JN UKMI UNS Periode 2012, dengan bersungguh-sungguh sampai akhir masa kepengurusan. 2. Membina hubungan yang harmonis dikalangan anggota maupun pengurus, serta melakukan kerjasama yang baik dengan pihakpihak lain. 3. Menjalankan ketetapan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan JN UKMI UNS, dan bersedia diperingatkan baik lisan maupun tulisan, bila ternyata bersungguh-sungguh melanggar.

31

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan meridhoi langkahlangkah kami.

SELAYANG PANDANG JAMAAH NURUL HUDA UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA ( JN UKMI UNS ) Sejarah Organisasi atau lembaga dalam bahasa sehari-hari merupakan salah satu sarana (wasilah), dimana individu-individu yang terhimpun didalamnya saling menyatupadukan potensi untuk mencapai tujuan yang telah dipahami bersama. yaitu menegakkan sebuah nilai-nilai di dalam Islam seoptimal mungkin sebagaimana aktivitas diusahakan dalam sebuah titik fokus yaitu tegaknya nilai-nilai Islam di muka Bumi. Sebab salah satu sifat dimana Allah SWT cinta kepada hamba-Nya adalah ketika mereka berperang membentuk sebuah barisan yang teratur laksana bangunan yang kokoh ( QS. 61:4 ). disamping kewajiban yang bersifat individual dan personal, sebagai upaya menolong agama Allah SWT (QS. 47:7). Dengan beberapa pertimbangan di atas sangat mendesak untuk dibentuk lembaga da'wah di lingkungan kampus, dimana memiliki status formal untuk mewadahi potensi dan aspirasi umat Islam civitas akademika UNS. 1982 - 1985 Masjid Nurulhuda UNS secara resmi berdiri tahun 1982. Dengan dukungan penuh dari Rektor Universitas Sebelas Maret Bapak dr. Prakoso dan mendapatkan bantuan biaya pendirian dari pemerintah Saudi Arabia. Kemudian sebagai pengelola dibentuklah Pengurus Harian Masjid yang terdiri dari mahasiswa. Sampai dengan tahun 1984, kegiatan yang

31

dilaksanakan cenderung tidak tertata rapih, karena hanya mengandalkan Pengurus Harian Masjid. Untuk itu maka sekitar tahun tersebut, Remaja Mesjid mulai dibentuk, sebagai perpanjangan tangan Pengurus Harian Masjid. 1985 - 1987 Pada tahun 1985 Universitas membentuk Seksi Kerohanian Islam (SKI) yang secara struktural berada dibawah koordinasi Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Dengan adanya SKI ini maka Masjid Nurulhuda UNS makin marak dengan berbagai lembaga da'wah kampus, yaitu Pengurus Harian Masjid (mahasiswa yang tinggal di Masjid), remaja Masjid Nurulhuda (Organisasi perpanjangan tangan Pengurus Harian Masjid) dan SKI sebagai penanggung jawab kegiatan ke-Islaman tingkat Universitas. Pada perkembangannya, SKI kemudian berganti menjadi Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Setelah terbentuknya lembaga-lembaga tersebut, selanjutnya untuk lebih mengintensifkan pembinaan kepada mahasiswa baru, maka dibentuklah Ikatan Keluarga Dosen ( IKADAI ), sebagai pelaksana kegiatan Asistensi Agama Islam yang bernaung di bawah koordinasi Seksi Pendidikan Pengurus Harian Masjid. Pada masa 1985 - 1987 ini tercatat kegiatan akbar adalah Pekan Isro' Mi'roj 1408 H yang mendatangkan Menteri Agama Munawir Sadzali, yang dilaksanakan oleh SKI. 1987 1991 Setelah tahun 1987, kegiatan ke-Islaman di Universitas Sebelas Maret ( UNS ) Surakarta mengalami perkembangan yang amat pesat, didukung dengan adanya beberapa lembaga da'wah kampus yang walaupun belum tertata rapih tapi cukup mewarnai kampus. Tahun 1989, sesuai dengan petunjuk Pembantu Rektor III, Remaja Masjid Nurulhuda mengalami perubahan nama menjadi Jamaah Mahasiswa Masjid Nurulhuda ( JMM NH ). Pada tahun itu pula terdapat perubahan struktur Pengurus Harian Masjid dangan dilepasnya Ikatan Keluarga Asisten Agama Islam ( IKADAI ), tidak menjadi bagian dari Seksi Pendidikan Pengurus Harian Masjid, namun menjadi di bawah koordinasi Mata Kuliah Dasar Umum ( MKDU ) Agama Islam. Pada Unit Kegiatan Kerohanian Islam ( UKKI ) tidak terdapat perubahan yang berarti kecuali adanya event penting yaitu dengan menyelenggarakan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus ( FSLDK ) sewilayah Jawa, pada tahun 1988. Adapun periode berikutnya tercatat event penting yaitu Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se Wilayah Tengah ( Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Selatan ). Pada masa ini, tampak bahwa volume kegiatan amat banyak, namun minus koordinasi, sehingga tampak kacau di antara lembaga-lembaga dakwah yang ada.

31

Untuk menghindari hal tersebut, maka mulai tahun 1990, telah dirintis usaha untuk menggabungkan seluruh lembaga tersebut. 1991 - 1992 Melalui pembahasan yang panjang, maka pada tahun 1991 tepatnya Selasa,12 Maret 1991, para pengurus Unit Kegiatan Kerohanian Islam ( UKKI ), Ikatan Keluarga Asisten Agama Islam ( IKADAI ), Jamaah Mahasiswa Masjid Nurulhuda ( JMM NH ), dan takmir Masjid Nurulhuda menyepakati penggabungan seluruh lembaga dakwah yang ada tersebut menjadi organisasi yang integral, yang bernama Jamaah Nurulhuda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Universitas Sebelas Maret (JN UKMI UNS). Pada tahap ini, praktis perhatian lebih tercurahkan pada konsolidasi internal, dan penataan awal kelembagaan. 1992 - 1993 Periode ini boleh dikatakan merupakan periode peletakan dasar, yang diharapkan menjadi pijakan bagi kepengurusan dimasa yang akan datang. Pada saat itu Pengurus JN UKMI UNS melaksanakan berbagai aktifitas dakwah Islam di kampus UNS, dengan bidang garap yang meliputi seluruh bidang yang dulu ditangani oleh UKKI, JMM NH maupun IKADAI. Sistem Kelembagaan Jamaah Nurulhuda UNS adalah sebuah Unit Kegiatan Maha -siswa (UKM), suatu lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas yang bertanggungjawab kepada pimpinan universitas, yang bergerak dalam bidang kegiatan Islam. Melihat eksistensinya JN UKMI UNS seperti ini, maka dalam aktivitasnya, baik intern maupun ekstern kampus, senantiasa berhubungan dengan pembantu Rektor III. Atas nama Rektor Universitas Sebelas maret (UNS) Surakarta. Tujuan dan Sasaran Sesuai dengan bidangnya, maka tujuan Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah melaksanakan dakwah Islam sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan berupaya membentuk kader-kader pengemban dakwah di kampus. Sasaran dakwah Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta secara umum adalah manusia sebagai mahluk Allah yang paling tinggi. Lebih khusus dan merupakan sasaran utama adalah mahasiswa muslim UNS sebagai calon pemimpin umat, dan civitas akademika di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai pendukung kader dakwah.

31

31

ANGGARAN DASAR ANGGARAN DASAR JN UKMI UNS PERIODE 2012 MUQODIMAH Dan Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar dan mereka orangorang yang beruntung. (Q.S Ali Imran: 104) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S An Nahl: 125) Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. (Q.S Yusuf: 108) Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalanNya dalam barisan yang teratur seperti sebuah bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S Ash-Shaaf:4) Perguruan tinggi merupakan jenjang tertinggi pendidikan formal yang mencita-citakan terbentuknya kader-kader penerus agama dan bangsa. Mahasiswa muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perguruan tinggi yang diharapkan memiliki jiwa pengabdian dan tanggung jawab yang besar terhadap masa depan umat. Atas berkat rahmat Allah SWT dan didorong oleh rasa tanggung jawab serta keinginan luhur untuk pengabdian yang besar kepada Allah, maka kami mahasiswa muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta membentuk suatu organisasi dengan nama JAMAAH NURUL HUDA UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA.

31

BAB I NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN Pasal 1 Organisasi ini bernama Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang selanjutnya disingkat JN UKMI UNS. Pasal 2 Organisasi ini didirikan di Surakarta pada tanggal 24 Jumadil Akhir 1412 H (30 Desember 1991 M) sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pasal 3 JN UKMI UNS adalah lembaga dakwah kampus yang berkedudukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pasal 4

1. 2.

3. 4.

Lambang JN UKMI memiliki makna: Berbentuk segi empat yang mempunyai makna JN UKMI sebagai wadah lembaga dakwah di Universitas. Berbentuk dua huruf hijaiyah menunjukkan bahwa JN UKMI adalah lembaga yang bergerak dibidang keislaman , selain itu nun dan ha` menunjukkan bahwa JN UKMI merupakan salah satu bagian Nurul Huda Islamic Center (NHIC) Tulisan JN UKMI UNS menunjukkan nama lembaga. Lambang JN UKMI mempunyai kombinasi warna yang terdiri atas Hijau melambangkan keislaman, kesesuaian, dan persahabatan. Hitam melambangkan kesetiaan terhadap dakwah Islam. Putih melambangkan kesucian, kebenaran, dan kesempurnaan ajaran Islam.

31

BAB II ASAS Pasal 5 JN UKMI UNS berasaskan Islam. BAB III TUJUAN Pasal 6 Tujuan JN UKMI UNS adalah: 1. Membentuk pribadi muslim yang kaffah; 2. Mewujudkan lingkungan yang islami di Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan masyarakat pada umumnya BAB IV STATUS DAN SIFAT Pasal 7 JN UKMI UNS berstatus sebagai unit kegiatan mahasiswa di tingkat Universitas. Pasal 8 JN UKMI UNS bersifat keagamaan. BAB V FUNGSI DAN PERAN Pasal 9 JN UKMI UNS berfungsi sebagai lembaga dakwah Islam di lingkungan Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pasal 10 JN UKMI UNS berperan untuk mengembangkan sumber daya mahasiswa muslim dalam rangka menciptakan lingkungan islami di Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. BAB VI KEANGGOTAAN Pasal 11 Anggota JN UKMI UNS adalah seluruh mahasiswa muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta.

31

BAB VII STRUKTUR ORGANISASI Pasal 12 Struktur Organisasi JN UKMI UNS terdiri dari pembina dan pengurus. BAB VIII PERMUSYAWARATAN Pasal 13 Permusyawaratan terdiri dari: a. Musyawarah Umum; b. Musyawarah Umum Istimewa. BAB IX KEKUASAAN Pasal 14 Kekuasaan tertinggi JN UKMI UNS berada di tangan anggota pada Musyawarah Umum dan Musyawarah Umum Istimewa. BAB X KEKAYAAN Pasal 15 Kekayaan JN UKMI UNS adalah segala sesuatu yang dimiliki secara sah dan halal, baik berupa uang atau barang. BAB XI PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 16 Pembubaran JN UKMI UNS hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Umum atau Musyawarah Umum Istimewa. BAB XII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 16 Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Umum atau Musyawarah Umum Istimewa . BAB XIII ATURAN PERALIHAN Pasal 18 Sebelum terbentuknya kepengurusan JN UKMI UNS yang baru maka pelaksanaan kepengurusan dilakukan oleh pengurus demisioner

31

a. b.

BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Ketentuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. *************************************************

31

ANGGARAN RUMAH TANGGA ANGGARAN RUMAH TANGGA JN UKMI UNS PERIODE 2012

BAB I STATUS KEANGGOTAAN Pasal 1 Keanggotaan JN UKMI UNS terdiri dari : 1. Anggota biasa adalah seluruh mahasiswa muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta; 2. Anggota inti adalah seluruh mahasiswa muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah mengikuti proses kaderisasi kelembagaan JN UKMI UNS dan atau proses kaderisasi Lembaga Dakwah Kampus Fakultas (LDKF). BAB II HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA Pasal 2 Hak anggota JN UKMI UNS terdiri atas Hak umum : Menyampaikan pendapat, kritik, saran atau pertanyaan baik secara lisan maupun tulisan; c. d. 1. Berpartisipasi dalam kegiatan JN UKMI UNS; Memilih dan dipilih menjadi pengurus JN UKMI UNS. Hak Khusus

1. b.

Anggota Inti mempunyai hak mendapatkan pembinaan secara khusus dari JN UKMI UNS Pasal 3 Kewajiban anggota JN UKMI UNS adalah a. Menjaga nama baik organisasi dan almamater; 2. Anggota inti berkewajiban berpartisipasi aktif dalam kerja-kerja dakwah JN UKMI UNS.

31

BAB III BERAKHIRNYA STATUS KEANGGOTAAN Pasal 4 Status keanggotaan JN UKMI UNS berakhir bila: a. Tidak berstatus sebagai mahasiswa UNS; b. Telah keluar dari agama Islam. BAB IV KEPENGURUSAN Pasal 5 Pengurus JN UKMI UNS adalah pengemban hasil Musyawarah Umum; Masa jabatan pengurus JN UKMI UNS adalah satu periode kepengurusan dan sesudahnya dapat dipilih kembali. BAB V KEPENGURUSAN Pasal 6 Struktur Kepengurusan JN UKMI UNS sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris dan Bendahara. Struktur kepengurusan JN UKMI UNS terdiri dari: a. Pengurus Harian; b. LSO; c. FORBES; d. FORKOM.

1. 2.

1. 2.

BAB V HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 7 Hak pengurus JN UKMI UNS terdiri dari: a. Setiap pengurus mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat,saran atau pertanyaan baik lisan maupun tulisan. b. berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan JN UKMI UNS. Pasal 8 Setiap pengurus JN UKMI UNS berkewajiban: a. Menjalankan dan menjunjung tinggi syariat Islam; b. Menjaga nama baik organisasi dan almamater; c. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan keputusan-keputusan JN UKMI UNS; d. Mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi;

31

e.

Pengurus Harian berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan JN UKMI UNS.

BAB VI BERAKHIRNYA STATUS KEPENGURUSAN Pasal 9 Status Kepengurusan JN UKMI UNS berhenti bila: a. telah selesai masa kepengurusannya b. mengundurkan diri dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan; c. Tidak berstatus sebagai mahasiswa UNS; d. Telah keluar dari agama Islam; e. dinyatakan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 10 Pengurus JN UKMI UNS yang telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dinyatakan berhenti, setelah mendapat 3 kali surat peringatan atau surat keputusan pemberhentian. BAB VII PEMBINA Pasal 11 Pembina adalah dosen Universitas Sebelas Maret yang diangkat oleh Rektor atas usulan pengurus JN UKMI UNS; Pembina sebagai penasehat pengurus JN UKMI UNS.

1. 2.

BAB VIII MUSYAWARAH UMUM Pasal 12 Musyawarah Umum diselenggarakan satu kali dalam satu periode di akhir masa kepengurusan. Pasal 13 Wewenang dan Kekuasaan Musyawarah Umum adalah: a. Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban ketua umum; b. Membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga; c. Membahas dan menetapkan Garis-garis Besar Haluan Organisasi; d. Membahas dan menetapkan rekomendasi; e. Memilih dan menetapkan ketua umum ; f. Memilih dan menetapkan tim formatur.

31

Pasal 14 Penanggung jawab penyelenggaraan Musyawarah Umum adalah Pengurus JN UKMI UNS. 1. 2. Pasal 15 Peserta Musyawarah Umum terdiri dari: a. Peserta penuh yaitu pengurus JN UKMI UNS dan anggota; b. Peserta tidak penuh yaitu undangan di luar peserta penuh. Hak peserta musyawarah Umum terdiri dari: a. Peserta penuh memiliki hak suara dan hak bicara; b. Peserta tidak penuh hanya mempunyai hak bicara.

BAB IX MUSYAWARAH UMUM ISTIMEWA Pasal 16 Musyawarah Umum Istimewa adalah musyawarah yang mempunyai kedudukan setingkat dengan Musyawarah Umum. Pasal 17 1. Musyawarah Umum Istimewa berwenang untuk membahas hal-hal yang bersifat khusus dan mendesak. 2. Hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diusulkan oleh sekurangkurangnya 100 anggota JN UKMI UNS yang memenuhi keterwakilan semua fakultas dan disetujui rapat pengurus yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 pengurus. BAB X KEKAYAAN Pasal 18 Kekayaan JN UKMI UNS dapat diperoleh dari: 1. Universitas Sebelas Maret Surakarta; 2. Infak Anggota dan iuran Pengurus JN UKMI UNS; 3. Donatur; 4. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan syariat Islam. BAB XI PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 19 JN UKMI UNS dibubarkan jika tujuan organisasi tercapai. Kekayaan JN UKMI UNS setelah dibubarkan harus diserahkan kepada lembaga keislaman.

1. 2.

31

BAB XII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 20 Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Umum atau Musyawarah Umum Istimewa JN UKMI UNS. BAB X PENUTUP Pasal 21 Hal-hal yang belum tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur kemudian dalam ketetapan-ketetapan lainnya dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. *************************************************

31

GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI GBHO (GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI) JN UKMI UNS PERIODE 2012

I.

PENDAHULUAN A. Pengertian Garis Besar Haluan Organisasi JN UKMI UNS adalah suatu garis besar kebijakan sebagai arahan program kerja JN UKMI UNS B. Landasan Pembentukan dan penetapan GBHO dilandasi pada AD/ART JN UKI UNS sebagai perwujudan tugas dan wewenang Musyawarah Umum/Istimewa C. Fungsi 1. sebagai pedoman dan arahan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja JN UKMI UNS 2. sebagai kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja JN UKMI UNS

II.

RUANG LINGKUP GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI A. Syiar Islam Mengoptimalkan syiar keislaman kepada civitas akademika pada khususnya dan masyarakat pada umumnya B. Kaderisasi 1. Mengoptimalkan fungsi kaderisasi mandiri yang professional dan integral 2. Mengoptimalkan pembinaan ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah pengurus dan anggota JN UKMI UNS 3. Mengoptimalkan penjagaan kader JN UKMI UNS C. Jaringan dan Komunikasi 1. Menjalin dan menjaga hubungan dengan pihak internaleksternal UNS untuk mencapai tujuan organisasi 2. Mengoptimalkan kerjasama dengan jaringan untuk memperkuat eksistensi dan kebermanfaatan JN UKMI UNS

31

D. Tata Operasional Organisasi 1. Meningkatkan fungsi transfer informasi, koordinasi, administrasi, dan kontrol organisasi demi terwujudnya organisasi yang profesional 2. Mengoptimalkan penggalian dan pengelolaan sumbersumber dana JN UKMI UNS untuk mendukung kinerja organisasi E. Pelayanan Memberikan pelayanan keagamaan, pendidikan, dan sosial kepada civitas akademika pada khususnya dan masyarakat pada umumnya III. PENUTUP Demikian Garis Besar Haluan Organisasi JN UKMI UNS periode 2011, semoga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. *************************************************

31

REKOMENDASI MUSUM XXII REKOMENDASI MUSUM XXIII JN UKMI UNS PERIODE 2012

1. Mengoptimalkan pengelolaan Forbes dan Forkom LDK 2. Mengoptimalkan pengelolaan Forum Komunikasi dengan LSO 3. Mengoptimalkan perekrutan dan penjagaan kader baru sejumlah 75% dari kader terekrut 4. Mengoptimalkan pengelolaan kaderisasi mandiri 5. Mengoptimalkan pengelolaan syiar dan pelayanan kepada civitas akademika secara keseluruhan. 6. Mengoptimalkan dan memperluas jaringan baik dalam skala kampus, lokal, regional, maupun nasional 7. Meningkatkan syiar dan pembinaan kemuslimahan. 8. Mengoptimalkan pengelolaaan Tindak Isu 9. Mengupayakan dan mempengaruhi kebijakan birokrat dalam islamisasi kampus *************************************************

31

KONSEP GERAK JN UKMI UNS KONSEP GERAK JN UKMI UNS PERIODE 2012

A. Landasan Syari Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang

31

tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. B. Hakikat Dakwah 1) Terbentuknya Tashawur (persepsi) Islami yang jelas. Islam sebagai din, sebagai pedoman hidup dari Allah SW mencakup seluruh aspek kehidupan dan perilaku untuk seluruh zaman dan ummat manusia. Ketidakmenyeluruhan persepsi terhadap Islam akan mengakibatkan Islam terisolasi dari pentas kehidupan, juga menjadi sumber bidah, khurafat, takhayul, dan tradisi jahiliyah serta berbagai kontradiksi. Bahaya persepsi yang parsial (JuzI) dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Al Baqarah:85 sedangkan kejelasan dan keuniversalan Islam terlihat pada firman Allah Q.S. An-Nisaa:89. 2) Membentuk Syakhsiyah Islamiyah (pribadi yang Islami). Pribadi yang Islami adalah pribadi yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bahan utama pembentuk kepribadiannya, sehingga identitas dirinya benar-benar mencerminkan keislamannya.

C. Konsep Umum Kelembagaan 1) Deskripsi Singkat lembaga JN UKMI UNS merupakan lembaga dakwah kampus yang berperan tidak hanya sekup mikrokampus tetapi juga berperan dalam sekup Makrokampus, artinya JN UKMI UNS mempunya peran dalam mendakwahkan islam dalam sekup kampus uns dan sekitarnya(mikro) juga ia harus berperan dalam dakwah lebih besar daripada itu yaitu regional juga nasional. JN UKMI UNS dalam menjalankan perannya yang harus di fahami adalah ia melakukan fungsi dakwah. Yang kalau kita tarik

31

kesimpulan definisi dari dakwah, maka tidak sekedar kajian atau mengelola masjid. Tetapi dakwah yang JN UKMI UNS lakukan adalah meliputi fungsi syiar, social kemasyarakatan, penggalian dana guna mendukung keberlangsungan lembaga, pengembangan jaringan, peran media, pencitraan, pewacanaan dan tentunya adalah pengamalan nilai-nilai keislaman. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan JN UKMI UNS senantiasa mengharapkan petunjuk, ridho, dan berkah dari Allah SWT dan mengharap izin dari Allah SWT, karena seperti yang Allah firmankan bahwa dakwah itu hanyalah dengan izinnya. 2) Tujuan kelembagaan Hal ini termaktub dalam anggaran Dasar JN UKMI UNS Periode 2011: a. Terbentuknya pribadi muslim yang kaffah b. Terwujudnya masyarakat yang Islami. 3) Target dan Sasaran Target dari JN UKMI UNS adalah berperan dalam mengembangkan sumber daya mahasiswa Islam dalam rangka menciptakan lingkungan islami di Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Sebagaimana dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JN UKMI UNS Periode 2011 maka sasaran dari JN UKMI UNS adalah lingkungan Universitas Sebelas Maret pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4) Fikroh Gerakan Fikroh gerakan ini yang kemudian menjadi landasan kita dalam bergerak dalam setiap aktifitas amal lembaga dan personal. Maka dari itu fikroh gerakan ini harus terinternalisasi pada setiap pengurus, dan dijalankan dalam lembaga. a. Dawah Salafiyah JN UKMI UNS adalah lembaga dakwah yang orientasi dari kerja dakwah yang dilaksanakan adalah memurnikan ajaran islam untuk kembali pada sumber aslinya yaitu Al Quran dan As Sunnah, serta bercermin dari siroh pada salafuna (generasi awal

31

yang) shalih, yang secara teknis akan diderifasikan pada seluruh tujuan asasi dari program kerja dan akan diawali dengan keteladanan dari para pengurusnya. b. Thariqoh Sunniyah JN UKMI UNS dengan segenap kemampuan berusaha membawa diri kita untuk beramal dengan landasan yang sunah yang benar dalam segala hal, khususnya aqidah dan ibadah. Dan berusaha menyerukannya kepada semua manusia sehingga nuansa keIslaman akan kembali hidup dalam kehidupan sehari-hari. c. Haqiqah Shufiyah JN UKMI UNS memahami bahwa asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati karena dengan itu kerja-kerja dakwah akan terasa nikmat walaupun berbagai mihnah dari dalam maupun dari luar senantiasa mendera. d. Hai-ah Syiasiyah JN UKMI turut aktif dalam meluruskan pandangan masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat kontemporer, pemahaman yang salah terhadap keislaman serta memberikan pendidikan kepada civitas kampus pada khususnya dan masyarakat pada umumnya bahwa seorang muslim memiliki kehormatan, kemerdekaan jiwa, dan jati diri yang wajib dipertahankan hingga titik darah terakhir. e. Jamaah Riyadhoiyah JN UKMI UNS sangat menyadari bahwa kerja-kerja dakwah yang dilaksanakan sangatlah berat. Maka tidaklah mungkin ketika itu dipikulkan pada orang-orang yang lemah secara fisik. Hanyalah orang-orang yang memiliki fisik. Hanyalah orang-orang yang memiliki fisik yang kuatlah yang mampu menanggung beban kerja, tugas dan perjuangan. Maka dari itu JN UKMI UNS mengpayakan hak-hak jasad secara proporsional dengan mengadakan olah raga yang dilakukan secara rutin. f. Robithah Ilmiyah Tsaqofiyah Dalam mengusung kerja-kerja dakwahnya JN UKMI UNS menggunakan corak gerakan intelektual. Dimana forumforum yang dilaksanakan akan selalu diorientasikan sebagai sarana peningkatan wawasan dan pengembangan internal. g. Syirkah Iqtishadiyah JN UKMI UNS menyadari bahwa dalam melaksanakan kerja-kerja dakwahnya tidak akan terealisasi jika tidak ditopang oleh faktor pendukung, termasuk juga maal/dana. Maka JN UKMI

31

UNS memberikan perhatian yang besar terhadap upaya-upaya pengembangan dan pemberdayaan ekonomi Ummat. h. Fikrah Ijtimaiyah JN UKMI UNS sangat memperhatikan penyakit-penyakit sosial yang melanda masyarakat dan berusaha memberikan terapi serta solusinya. Oleh karena itu JN UKMI UNS harus dapat berperan aktif untuk terlibat dalam upaya perbaikan masyarakat. 5) Posisi UKMI a. Ke-LDK-an 1. Pensinergis gerak dakwah dari LDF Dalam berbagai aspek yang beririsan antara LDK universitas dengan LDF maka akan diadakan pensinergisan yang itu dilakukan atas koordinasi UKMI yang kemudian disepakati dari LDF. Aspek yang akan disinergiskan meliputi: kaderisasi,syiar, jaringan, nisa, media, dusun binaan. 2. Pendampingan LDK yang belum mapan Sebagai LDK tingkat universitas maka UKMI akan melakukan pendampingan kepada beberapa LDK yang belum mapan. LDK yang dimaksud meliputi LDF di UNS, LDK lokal solo dengan puskomda, dan LDK tingkat nasional dengan BP Puskomnas. 3. Mengambil peran yang belum digarap oleh LDF UKMI akan lebih jeli mengambil segmen-segmen yang belum digarap oleh LDF. Beberapa segmen itu antara lain: a. Jaringan: Alumni Jamaah Nurul Huda (IKANUHA), birokrat universitas, UKM universitas, LDF, lembaga(ormas,LSM,dll) lokal, tokoh islam lokal, LDK lokal, organ eksternal mahasiswa, LDK nasional. b. Syiar: media islam, kost sekitar kampus, masjid sekitar kampus, anak jalanan, dan mengembangkan ke ranah yang lain (isu lokal, nasional maupun internasional). 4. Meneruskan kegiatan dakwah yang sudah menjadi identitasnya UKMI tetap melanjutkan kegiatan yang telah identik dengan nama UKMI, seperti: kajian pagi NH, lokananta, BRM, P3T, asistensi, dusun binaan.

31

b. Ke-kampus-an 1. Intelektualitas Muslim Meningkatkan kesadaran mahasiswa muslim sebagai generasi terdidik untuk berkarya, karay-karyanya dapat bermanfaat bagi ummat dan peradaban. 2. Sensitivitas Sosial Meningkatkan kepekaan dan kesadaran mahasiswa muslim UNS untuk berperan serta pada pemecahan masalah sosial yang berkembang dalam masyarakat. 3. Ukhuwah Islamiyah Membangun nuansa ukhuwah islamiyah pada semua struktur yang ada pada civitas akademika UNS berlandaskan persamaan aqidah, tujuan dan kemanfaatandengan mengesampingkan keegoan masingmasing dalam rangka terwujudnya persatuan umat. 4. Kampus Hijau Pewarnaan nilai-nilai keislaman pada setiap segmen yang ada hingga pada sudut-sudut kampus, dalam rangka pembentukan biah islami dikampus UNS tercinta.

D. SWOT Lembaga SWOT LEMBAGA Strength Weakness Opportunity Threath

31

Satu-satunya lembaga dakwah di tingkat Universitas Personil yang memiliki semangat untuk mendakwahk an Islam Memiliki citacita dan visi yang jelas. Adanya langkahlangkah strategis guna mencapai visi lembaga Memiliki struktur organisasi yang efektif Adanya pembagian wilayah kerja yang jelas Barganing position yang kuat di internal kampus. Memiliki sarana dan prasarana yang mendukung Memiliki susunan

Kepengurusa n yang terdiri dari lintas fakultas yang menyebabkan kendala komunikasi dan koordinasi. Latar belakang budaya organisasi yang berbedabeda dari masingmasing fakultas. Kesekretariat an sebagai pusat aktivitas yang kurang aksestable (terutama akhwat) Kurangnya pengalaman dari sebagain personil. Kurang meratanya kapasitas dan skill dari personil yang ada. Sebagian pengurus double amanah.

Luasnya wilayah garap JN UKMI UNS kedepan Masih banyak lini-lini yang potensial untuk digarap. Mempunyai hubungan koordinatif dengan LDF guna minsinergiskan kerja-kerja dakwah kampus. Simpati yang tinggi dari masyarakat sekitar terhadap JN UKMI UNS Memiliki jaringan usaha yang jelas dan luas guna mendukung pendanaan lembaga. Hubungan yang baik dengan birokrat.

Adanya ashobiah bidang/departemen. Sehingga kurang mendukung amal jamai lembaga. Tuntutan akademis yang senantiasa meningkat. Makin menguatnya ghazwul fikri dari musuh-musuh Islam yang semakin menyudutkan Islam. Kurang dikenalnya JN UKMI dikalangan mahasiswa ammah. Masuknya ideologiideologi baru yang mempengaruhi dakwah. Kendala komunikasi dan koordinasi.

31

infrastruktur yang kuat. Didukung oleh pendanaan mandiri yang cukup. Adanya budaya amal jamai dan kuatnya rasa ukhuwah yang cukup kuat. Nilai unggulan yang akan dikembangkan oleh JN UKMI UNS a) Pewacanaan Kampus Islami kepada mahasiswa ammah b) Lembaga pengkaderan dan pembinaan yang produktif c) Jaringan kerja (networking) d) Pelayanan sosial e) Syiar Islam yang efektif, proaktif dan kreatif E. Visi dan Misi Lembaga Visi Lembaga Dakwah Kampus yang SATU bersinergi, DEKAT dan BERMANFAAT Penjabaran VISI Lembaga Dakwah Kampus yang Satu Bersinergi JN UKMI UNS memiliki dua posis penting yang menuntut peran dan kerja optimal. Pertama, di dalam kampus bertindak sebagai payung seluruh lembaga dakwah di UNS. JN UKMI adalah big brother yang punya tanggung jawab dalam membimbing, mengkoordinasi, dan mengarahkan geraknya. Kedua, di tataran nasional sebagai sebuah lembaga mandiri yang otomatis harus memiliki real work. Sekaligus memegang koordinasi tiga LSO di dalamnya, Puskomda, Badan Khusus FSLDK, dan Biro AAI. Dua peran itulah yang akan membuat JN UKMI UNS + LSO dan lembaga dakwah di kampus UNS berSATU bersinergi untuk menjangkau seluruh ruang di dalam kampus, di tataran regional Surakarta, bahkan di Indonesia.

31

Dekat Seluas apa pun peran dan lingkup kerja yang mendayagunakan segala resource JN UKMI UNS, tetap tak mampu mengalihkan perhatian pada pembinaan SDM, terutama internal pengurus. Dari pembinaan yang kuat dan berkesinambungan, JN UKMI UNS akan men- supply penguruspengurus yang DEKAT dengan umat (Civitas Akademika dan masyarakat). KeDEKATan ini pun dibangun dengan komunikasi intensif antara JN UKMI UNS dengan stake holder di kampus. Bermanfaat Implementasi dari kedekatan tersebut adalah sebuah keBERMANFAATan yang mampu dinikmati oleh seluruh elemen umat. Kebermanfaatan ini juga yang jelas menjadi tugas utama JN UKMI UNS sebagai lembaga dakwah. Bergerak ikhlas menebar manfaat, melayani kebutuhan umat, dan selalu terdepan dalam mempropagandakan syiar Islam. Indikator Ketercapaian Visi 1. 2. 3. 4. 5. Terciptanya sinergisitas LDK dengan LDKF di UNS Terwujudnya kontribusi JN UKMI UNS di tataran regional (Puskomda) maupun nasional (BK FSLDK) Kader yang kompeten dan profesional Terjalinnya kekerabatan yang baik dengan UKM dan Birokrat. Adanya dukungan masyarakat kampus terhadap agenda dakwah JN UKMI MISI Guna mencapai visi tersebut kami merancang misi sebagai parameter dan indicator keberhasilan dalam kinerja kepengurusan diperiode ini antara lain : 1) Membangun koordinasi dan kerjasama produktif dengan lembaga dakwah kampus fakultas (LDKF) di UNS. 2) Membentuk kader profesional dalam kerja individu maupun kelembagaan. 3) Melakukan syiar serta pelayanan berbasis sosial keilmuan kepada elemen kampus dan masyarakat. 4) Membuka akses komunikasi strategis dengan birokrasi dan lembaga kemahasiswaan.

31

F. Chart Target Capaian Kelembagaan Lembaga No. Bidang Target Capaian 1 KESEKRETARIA Terciptanya soliditas bidang. TAN UMUM Terlaksanakannya sistem organisasi yang berjalan dengan baik Adanya buku pedoman organisasi di awal kepengurusan sebagai panduan kerja organisasi. Tersistemnya alur surat menyurat Ada standart dan terlaksanakannya tata warkat. Terdokumentasikannya segala bentuk arsip internal organisasi (buku bidang, buuku departemen,dokumen-dokumen lainnya) dan foto-foto kegiatan dengan baik dan rapi. Terlaksananya koordinasi internal organisasi secara rutin (RHL, RHT, rapat bidang, rapat panitia, pleno, musum, raker, dll) Kesekretariatan menjadi data base center (tempat mengakses data-data organisasi) dan aktivitas/kegiatan. Terciptanya kenyamanan, kerapian, dan keindahan sekretariat UKMI sehingga nyaman Termanfaatkanya fungsi sosialisasi dan informasi kegiatan-kegiatan organisasi bagi para pengurus dengan alat papan informasi, dan lain-lain Berjalannya piket rutin kesekretariatan JN UKMI secara continue. Adanya pendataan dan inventarisasi barang Terpenuhinya logistik kesekretariatan (kertas, tinta, dobel stiktip, dll) Terlaksanakannya fungsi kesekretariatan organisasi dan mengelola sekretariat dengan baik.

31

2 KEBENDAHARA AN UMUM

Adanya scheduling proker Adanya notulensi dalam setiap RHT, departemen, bidang, dan terbukukan Mengontrol notulensi setiap RHT,departemen, bidang. Terjalankannya kaderisasi internal dengan mekanisme yang jelas dalam rangka regenerasi kepengurusan kedepan. Adanya reward bagi pengurus dan bidang terbaik. Adanya sarana bagi peningkatan kapasitas baik ruhiyah, jasadiyah, dan manajerial Adanya perangkat pengelolaan/penanganan pengurus secara resmi dalam rangka memperhatikan hak dan kewajiban pengurus Adanya sarana yang dibuat untuk pensolidan pengurus Terciptanya soliditas bidang. Membuat standar pelaporan keuangan yang baku dan accountable Melakukan audit/supervisi terhadap laporan keuangan masing-masing bidang secara rutin Adanya alur yang jelas terkait pencairan dana dari rektorat. Bertangung jawab penuh terhadap proses pencairan dana dari rektorat Adanya RAPBJ (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja JN UKMI) yang terdiri dari: 1. Anggaran organisasi (dari masing-masing bidang) 2. Pendapatan organisasi 3. Pendistribusian atau belanja organisasi (yang diperlukan oleh JN UKMI untuk alokasi anggaran) Terlaksananya fungsi koordinasi keuangan internal organisasi dengan semua bidang.

31

3 PEMBINAAN

Adanya mekanisme kontrol keuangan terhadap bidang secara berkala. Adanya konsep pengelolaan unit usaha yang profesional dan mandiri. Adanya sarana dan prasarana yang mendukung. Bertambahnya aset usaha. Tercatatnya segala bentuk transaksi secara jelas Adanya pelaporan keuangan yang jelas, transparan dan accountable. Adanya target nyata dari pengelolaan usaha dan strategi pencapaiaan target Terlunasinya seluruh hutang-hutang usaha. Tercapainya omset dari usaha Dzakya sebesar 500 ribu/bulan sejak bulan Maret 2012 Adanya pemasukan lain dari luar usaha Dzakya Penambahan unit usaha selain Dzakya Besarnya pemasukan dari KWU JN UKMI UNS. Bertangung jawab terhadap proses pelapoaran kegiatan (LPJ) dalam setiap kegiatan. Terciptanya soliditas bidang. 1250 kader baru terekrut dan 65% terjaga Adanya kader kokoh (maknawiyah, ibadah, aqidah, akhlaqul karimah) dan berkualitas (inisiasi, kreatifitas, managemen profesional, keorganisasian,dan lain-lain) Adanya perangkat pengelolaan/penanganan pengurus secara resmi dalam rangka memperhatikan hak dan kewajiban pengurus Adanya pelaporan evaluasi terhadap kondisi kader dari sisi kapasitas ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, serta manajerial secara berkala. Terjalankannya polkatif di tingkat LDK-U

31

DAKWAH

& LDK-F UNS Realisasi kaderisasi mandiri secara optimal dan merata. Berjalanya koordinasi dengan LDK-F dalam rangka pensinergisan kaderisasi yang dilaksanakan di kampus UNS (perekrutan, penjagaan dan pengkaryaan) Terciptanya soliditas bidang. Maraknya event syiar dalm skala local, regional ataupun nasional yang lebih menyentuh masyarakat ammah dalam rangka meningkatkan suasana keislaman di UNS. Adanya inovasi-inovasi dalam kegiatan syiar Bertambahnya peserta kajian rutin Adanya pendokumentasian kajian yang baik, jelas dan up to date. Tersedianya bank materi dari kajian rutin Berjalannya kajian kost Mengencarkan identitas-identitas keislaman di kampus seperti jilbab, koko, simbol2 islam lainnya (atribut ke islaman(stiker, pin, spanduk, baliho, dll)). Semakin banyaknya dai/daiyah dan mubaligh/mubalighoh yang siap diterjunkan di masyarakat Gencarnya sosialisasi pada seluruh penjuru kampus terhadap kegiatan-kegiatan keislaman seperti event dan kajian Maraknya wacana kampus islami dengan penggencaran dan sosialisasi akan kampus islami Green Campus Area, Teduh Dalam Nuansa Islam. Maraknya bulan Romadhon dengan kegiatan-kegiatan keislaman. Semakin meningkatnya orang yang tertarik mengikuti kegiatan keislaman. Maksimalisasi LDK peduli Memberikan kontribusi nyata bagi

31

5 HUMAS

kebutuhan dakwah di masyarakat, seperti menyebar pengajar TPA disekitar kampus, menyebar dai/ daiyah disekitar kampus, mengadakan pelatihan-pelatihan pengajar TPA, dai, dan lain-lain. Teroptimalkannya peran forsyi dalam mensinergiskan gerak LDK-F & LDK-U Terciptanya soliditas bidang. Tercitrakannya JN UKMI UNS sebagai lembaga yang profesional dan islami. Teroptimalkannya peran forkomjar dalam mensinergiskan gerak LDK-F & LDK-U Adanya dara base jaringan yang up date dan rapi. Terjaga dan semakin kokohnya dengan jaringan yang sudah terjalin, terbukti dengan intensitas komunikasi baik langsung mau pun tidak langsung, dan kerjasama yang di jalin. Terpetakan dan adanya grid tentang jaringan yang berafiliasi terhadap JN UKMI UNS dengan parameter yang jelas. Adanya penambahan jumlah jaringan yang terjalin. Terutama jaringan birokrat internal kampus atau eksternal. Mengoptimalkan jaringan dari segi aseting dalam bentuk kerjasama. Semakin banyaknya kerjasama yang terselenggara dengan jaringan yang ada. Adanya follow up dan penjagaan hubungan baik dengan jaringan. Adanya skala prioritas pihak mana yang akan dijalin kerjasamanya baik internal dan eksternal. Adanya konsep dasar tentang kerjasama, yang meliputi bentuk kerjasama, sasaran, strategi pencapaian, folow up, dan lain-lain. Adanya langkah kongkrit dalam menjaga hubungan dengan jaringan (SMS, telfon, kartu ucapan, silaturahim, email, dan lain-lain.).

31

6 MEDIA

Adanya kegiatan bersama yang secara global adalah acara JN UKMI, namun disukseskan/didukung dengan keterlibatan UKM lain. Mengadakan kegiatan khusus untuk UKMUKM lain. Penyikapan isu-isu kontemporer tentang keumatan. Adanya kegiatan (event) nyata yang terllaksana dalam mewujudkan/sebagai bentuk penyikapan isu (palestina, sumpah pemuda, hari pahlawan, hari AIDS, kemerdekaan indonesia,dll). Adanya shedulling agenda agenda humas Terjalinnya komunikasi dengan alumni secara rutin dan berkala. Teroptimalkannya millist alumni. Bertambahnya anggota millist yang aktif (80% dari anggota yang terdaftar). Semakin kayanya contain yang ada di millist, sehingga kebermanfaatan millist bisa semakin dirasakan. Bertambahnya anggota millist yang bergabung di millist. Terciptanya soliditas bidang. Terbentuk dan terfungsikannya forum komunikasi media dalam rangka sinergisitas LDF-LDK Updating informasi/issue terkini dalam skala lokal,regional dan nasional. Eksekusi kilat issue prioritas dan berpengaruh Pengadaan etalase Islamic Magazine Centre. Terbitnya majalah dinding secara rutin/ bulan Terbitny buletin secara rutin 2 pekan 1 kali. Bertambahnya intensitas siaran JN UKMI

31

NISA

di radio. Adanya kurikulum/daftar acara siaran selama waktu tertentu. Adanya SAP (Satuan Acara Penyiaran) Adanya personel khusus yang mengelola web. Up to datenya web, dengan informasi yang selalu aktual, konten-konten yang baru dan menarik Website menjadi salah satu sarana syiar yang strategis Website menjadi salah satu nilai jual yang positif dalam rangka pencitraan Adanya pertambahan pengunjung web dalam tiap bulannya. Banyaknya atribut ke islaman, dengan pamfletisasi, spandukisasi, balihoisasi, stikerisasi, dll dalam rangka penuansaan keislamaan di kampus UNS. Adanya profil JN UKMI yang menarik di awal kepengurusan. Menjadi salah satu sarana syiar (tausyiah,dll) yang masif. Kenyamanan ketika diperpustakaan Bekerjasama dengan lembaga2 lain dalam rangka kerjasama dalam penerbitan/penayangan agenda/isu dari LDK, dam dalam usaha menggalangkan media bermoral.(misal:LAZIS, LDF,dan lain- lain) Terciptanya kesolidan bidang dan pengurus akhwat Adanya bentuk kongkrit (aplikasi) dari konsep pendampingan dan pemantauan terhadap pengurus akhwat tentang masalah keakhwatan. Teroptimalkannya peran Fornis dalam mensinergiskan gerak LDF-LDK Adanya forum sharing akhwat guna membahas permasalahan-permasalahan yang

31

8 BIRO ASISTENSI 9 PUSKOMDA

muncul di akhwat, beserta solusinya. Adanya up date data mahasiswi berjilbab di UNS. Semakin banyaknya mahasiswi yang berjilbab. Adanya konsep dan pelaksanaan kampanye jilbab. Terwacanakanya kepada masyarakat kampus kesan akhwat yang tidak eklusif (dengan sarana event atau non event(mading, atribut, buletin,dan lain-lain)) Terjaganya jaringan-jaringan keputrian (Salimah,dll). Adanya kerjasama dengan jaringan yang ada.. Terselenggarakanya kajian di kost putri, sebagai bentuk perintisan dakwah kost. Adanya upaya dan tertokohkannya kader akhwat. Banyaknya pembekalan tentang kesiapan dakwah pasca kampus untuk akhwat. Terbekalinya akhwat dengan skill keakhwatan/keputrian. Tersenggarakannya kajian muslimah secara rutin. Adanya penyikapan terhadap isu-isu kontemporer kemuslimahan. Adanya Grand Design pengelolaan Biro Asistensi kedepan. Adanya rencana strategis dan kebijakankebijakan pengelolaan Biro Asistensi ke depan Menyiapkan sarana prasarana SDM dan infrastruktur pendukung pelaksanaan Grand design Asistensi kedepan Adanya database LDK yang ada di Surakarta Bertambahnya jumlah LDK yang tergabung dalam FSLDK di bawah Puskomda UNS Adanya konsep pendampingan dan koordinasi yang jelas antar LDK se-surakarta

31

10 PUSKOMNAS

Melaksanakan pendampingan terutama dalam mentoring agama Islam terhadap kampuskampus anggota Puskomda yang belum settle Intensnya komunikasi terhadap BP Puskomnas Adanya mutabaah terhadap personal dan tim dalam rangka pendampingan terhadap LDK lain Pengamanahan penuh FSLDK Peduli terhadap JN UKMI UNS Terjalin komunikasi yang intens dengan Puskomnas Ter-handle-nya setiap wacana keumatan yang membutuhkan penindakan cepat dan strategis. Bertambahnya jumlah relawan yang terdidik dan terlatih secara profesional. Perlengkapan tindak bencana terpenuhi sesuai standar prosedur lapangan. Memberikan pencerdasan dan sense of recovery terhadap kader LDK skala lokal,regional, dan nasional.

Personal No. Poin Capaian 1 Aqidah

Akhlaq

Keterangan Tidak mengkafirkan sesama muslim Memahami tauhid rububiyah, uluhiyah, mulkiyah, dan asma wa sifat. Memahami Allah sebagai tujuan Memahami Rasul sebagai qudwah Memahami Al Quran sebagai pedoman hidup Memahami ibadah sebagai pengabdian total kepada Allah. Berteman dengan orang sholeh dan menteladaninya Memahami pentingnya ukhuwah Terbisa menjalani amalan sunnah Bersikap tawazun

31

5 Ibadah

Manhaj

Fikroh

Rendah hati dan mendahulukan kepentingan orang lain Berlaku zuhud Saling tolong menolong Menjauhi debat dan pertentangan yang tidak bermanfaat Tidak banyak bercanda dan ngobrol Menahan amarah Komitmen dengan adab meminta izin Tidak ( inad ) membangkang Mempererat silaturahim Berusaha menepati janji Tidak suka ghibah Mengkaji dan memahami marhalah makkiyah dan karakteristiknya Memahami urgensi kaderisasi Mengkaji dan memahami marhalah madaniyah dan karakteristiknya Memahami amal jamai dan syuro Mampu melakukan pengkaderan Memiliki fikroh islam yang syamil dan tajarrud Meyakini masa depan di tangan islam Memiliki persepsi yang benar dan paham amal jamai dan merasakan urgensi amal jamai Mengenal pertempuran antara haq dan batil Pemantapan amal ibadah sunnah : Terbiasa qiyammullail min 1x/pekan Khusyu dalam sholat dan tilawah Terbiasa shoum sunnah min 2x/bulan Hafal 1 juz Al Quran Menjaga organ tubuh dari dosa Khatam al Quran tiap 2 bulan Hafal al matsurat Terbiasa wirid al matsurat

31

Manajerial

Leadership

Ijtimai

10

Sosial Politic Engineering ( SPE ) Rekayasa Dawah Kampus ( RDK )

Selalu memperbaharui niat Disiplin dan teratur dalam setiap aktivitas Mengasah teamwork building Mengasah kemampuan manajerial Mengasah kemampuan leadership Memiliki komunkasi efektif Memiliki skill khusus Memiliki life skill Membiasakan silaturohim Memberi hadiah pada tetangga Melakukan pelayanan umum karena Allah Mendorong orng lain untuk berbuat baik Membantu yang membutuhkan, kesulitan dan yang terkena musibah Menolong yang terdzolimi Berusaha memenuhi hajat orang lain Mampu merumuskan masalah-masalh sosial dan alternatif solusi Memahami prinsip prinsip rekayasa sosial dan tahap tahap perubahan sosial Menerapkan amal jamai dengan baik Memahami urgensi syuro dan menjalankan prinsip syuro Mampu merumuskan konsep dawah secara umum Memiliki kemampuan dialektika yang baik Terbiasa menganalisis berbagai fenomena dan mengartikulasikan gagasan atau ide dari fenomena yang ada secara lisan dan tulisan Memahami sistem sosial politik di indonesia

11

Siyasi

31

12 Amal ilmiy 13 Qadirun alal kasbi

Paham dasar dasar konsep perubahan Mengikuti perkembangan terkait spesialisasi keilmuan Gemar menulis tulisan populis maupun ilmiah Berusaha menguasai bahasa arab dan inggris Membiasakan menabung Tidak menunda melaksanakan hak orang lain. Menjaga fasilitas umum dan khusus

G. Total Quality Manajemen Kelembagaan Total Quality manajemen atau system manajemen pengendalian mutu adalah sebuah manajemen guna mengontrol semua aspek yang terkait dalam sebuah lembaga. Sebuah organisasi perlu adanya sebuah target capaian yang jelas. dan perlu adanya cara untuk melakukan control baik dari aspek masukan (input sumber daya), proses (mekanisme organisasi) juga hasil (capaian target). Guna mengontrol berjalannya kelembagaan baik personalia, organisasi ataupun Capaian target. Personalia Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (DPP,DPP) dengan melakukan proses evaluasi capaian target personal dan adanya laporan tertulis akan hal itu. Melakukan pelaporan dan control kondisi personalia dan capaian target personalia yang meliputi : Keaktifan pengurus dalam departemen bidang Keaktifan pengurus dalam kegiatan JN UKMI UNS Juga seperti trtulis dalam chart capaian personal Dalam 2 bulanan dari masing-masing departemen dan bidang, yang dilaporkan ke ketua umum sebagai bahan evaluasi target capaian. Secara lisan dilaporkan kondisi personalia dari masing-masing departemen dan bidang dalam Rapat Harian Terbatas, dan pembahasan solusi atas permasalahan yang muncul.

31

Organisasi Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (semua bidang) dengan melakukan proses evaluasi capaian target kelembagaan. Melakukan evaluasi dan control kondisi kelembagaan dalam hal: VISI MISI STRATEGI PELAKSANAAN MISI Melakukan evaluasi dalam 2 bulanan guna mengontrol capaian dari organisasi ini dan mencari solusi jika ada kendala pencapaian. ini dilakukan dalam Rapat Pleno juga Rapat Harian Lengkap. Capaian target Proses ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait (semua bidang) dengan melakukan proses evaluasi terhadap Chart capaian target kelembagaan dari tiap bidang. Melakukan evaluasi dalam 1 bulanan guna mengontrol chart target capaian dari masing-masing bidang dan mencari solusi jika ada kendala pencapaian. ini dilakukan dalam rapat bidang. Melaporkan hasil evaluasi capaian chart target capaian dari masing-masing bidang ke ketua umum serta membahas permasalahan dan solusi juga langkah strategis ke depannya yang dilakukan dalam rapat Harian Terbatas.

Kontrol progres

31

H. Penjagaan ruhiyah dan kaderisasi Ruhiyah Kondisi yang paling penting dalam menopang amanah ini adalah kondisi ruhiyah para personil, oleh karena itu sangat penting halnya untuk memperhatikan point ini, maka diperlukan adanya: Budaya tausiyah pada setiap syuro-syuro yang di adakan baik departemen, bidang RHT, dll. Melakukan control dan evaluasi secara berkala dengan mekanisme dan bentuk yang disesuaikan untuk mengetahui kondisi ruhiyah pengurus. dan hasilnya di publikasikan di kesekretariatan agar semua pengurus dapat mengetahui kondisi yang ada. Melakukan penyikapan atas hasil dari evaluasi dengan menggunakan sarana yang ada, seperti lembar tausiyah, madding, sms, kajian, dll. Melakukan pengecekan mendadak untuk mengetahui kondisi ruhiyah personil dengan indikasi yang paling mudah yaitu amal yaumi pada rapat departemen atau rapat bidang. Kaderisasi proses kaderisasi tidak hanya pada perihal rekruitmen saja, tetapi juga pada penjagaan, peningkatan kapasitas, dan juga pengkaryaan. oleh karena itu perlu untuk melaksanakan pola kaderisasi yang baku guna menstandarkan output kader yang mempunyai kualitas dan kapasitas yang bagus. Yang perlu diperhatikan disini adalah pemahaman tentang kaderisasi yang integral, tidak parsial. maka perlu adanya sinergisitas kaderisasi antara fakultas dengan universitas. yang perlu di tekankan pada kaderisasi kedepan adalah: Memberikan Pemahaman bersama bahwasannya tidak ada kader fakultas atau universitas, tetapi kader lembaga dakwah kampus. Melakukan pengelolaan bersama antara universitas dan fakultas agar tercipta sinergisitas dan tidak ada ashobiah ataupun konflik dengan mengoptimalkan peran Forkad.

31

I. Manajemen Administrasi Database Terwujudnya bank data JN UKMI yang terpusat pada kesekretariatan yang mudah diakses oleh semua pengurus. sehingga perlu meningkatkan sarana prasarana penunjang baik infrastruktur maupun SDMnya. Infrastruktur dengan menyediakan perangkat penunjang seperti Komputer sebagai pusat data dan dokumentasi dalam bentuk softfile, menyediakan tempat khusus guna menyimpan semua arsip dan dokumentasi dalam bentuk hard file. Tertib administrasi Adanya mekanisme pengelolaan administrasi yang bagus merupakan salah satu indikasi dari profesionalisme dari sebuah organisasi, maka perlu adanya panduan yang baku terhadap tertib administrasi dalam hal : Klasifikasi surat menyurat dengan detail ; surat masuk, surat keluar, surat kepanitiaan, surat kerjasama, surat perjanjian, pendelegasian, MOU dll. Standarisasi format dari masing-masing klasifikasi surat menyurat di atas (pembuatan BPO) Pendokumentasian dalam bentuk database

31

J. Manajemen Keuangan Accountabilitas Pelaporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan merupakan hal penting yang harus dipenuhi dalam organisasi manapun. maka diperlukan alur yang jelas dalam segala hal yang berkaitan dengan keuangan yaitu : Pencatatan dan pengumpulan bukti-bukti transaksi. Pengklasifikasian (pendapatan, pengeluaran, piutang, dll) pembuatan pelaporan keuangan yang objektif dan informatif. Selain itu kaitannya dengan lalu lintas keuangan (dana masuk dan keluar) baik internal (bidang, kepanitiaan, dll) maupun eksternal maka diperlukan juga alur pendanaan dan pencairan dana yang berdasarkan klasifikasi yang di bakukan dalam BPO Penggalian dana mandiri Untuk mendukung kinerja organisasi kondisi financial sangat mempengaruhi keberlangsungan aktivitas kerja lembaga, maka perlu backup yang kuat dalam hal financial disini. yang diperlukan guna meningkatkan pemasukan dana ke lembaga perlu adanya profesionalisme pengelolaan aset, dan unit usaha yang ada maupun rencana unit usaha baru. maka untuk mendukung hal tersebut di ubahlah divisi kewirausahaan menjadi lembaga semi otonom untuk dapat meningkatkan profesionalisme dan kinerja kewirausahaan. Pengelolaan unit usaha yang ada: melakukan evaluasi dan memperluas pangsa pasar guna meningkatkan omset, dengan melakukan promosi, pemanfaatan jaringan, sponshor kegiatan, dll. Rencana Unit usaha baru : melakukan studi kelayakan bisnis terhadap rencana usaha tersebut. K. Pengelolaan Dakwah Segmentasi kampus : Meliputi mahasiswa secara umum, birokrasi, dosen, karyawan, petugas kebersihan. masyarakat : Desa binaan, kost-kostan, TPA, dll. Syiar keislaman Bidang dakwah merupakan bidang yang mempunyai spesifikasi tugas pengelolaan dakwah ke masyarakat kampus dan masyarakat luar kampus, juga menggarap pengoptimalan fungsi media keislaman.

31

sedangkan bidang humas mempunyai spesifikasi tugas pengelolaan jaringan dan pencitraan baik terhadap islam dan lembaga. Bidang dakwah menggarap serius pewacanaan kampus islami dengan memaksimalkan sosialisasi dan publikasi kegiatan- kegiatan keislaman atau jargon-jargon kepengurusan periode kali ini. sedangkan bidang humas melakukan pencitraan JN UKMI ke dalam ataupun ke luar kampus. untuk lebih efektif dalam hal pengelolaan kajian rutin maka pada periode kali ini akan dilaksanakan oleh tim kajian dan takmir masjid nurul huda. Kebermanfaatan Guna memantapkan posisi JN UKMI UNS ditengah-tengah masyarakat baik kampus atau masyarakat luar kampus maka perlu dilakukan analisis kondisi dan kebutuhan yang penting agar dapat dirasakan kebnermanfaatan kegiatan dan posisi JN UKMI UNS. maka program kerja kedepan tidaklah terlalu banyak, tetapi harus selektif dan efektif. pengoptimalan pendampingan terhadap desa binaan dan pentingnya proses kaderisasi terhadap penduduk setempat sehingga desa binaan mampu menjadi desa yang mandiri dan sumber daya yang ada bisa kita gunakan untuk pendampingan desa binaan yang baru.

segmen Kampus

31

Segmen Masyarakat L. Konsep Dasar Pengembangan Jaringan Pencitraan Pencitraan mutlak diperlukan guna membina hubungan baik dengan pihak manapun, maka kedepan JN UKMI lebih banyak melakukan sosialisasi diri kepada pihak lain seperti penyebaran profil, kartu ucapan, dll dari JN UKMI ke relasi dan memasifkan sosialisasi kegiatan-kegiatan keislaman dengan berkolaborasi bersama bidang dakwah dan juga takmir masjid nurul huda uns. selain itu juga perlunya penjagaan hubungan baik dengan pihak yang sudah terjalin. Peran JN UKMI UNS harus mampu menjadi aktor dalam setiap ada kesempatan untuk mampu berkontribusi dalam bidang dakwah baik itu di tingkatan lokal, regional dan nasional. pengoptimalan peran di tataran kampus baik antar UKM (kita jadikan JN UKMI sebagai Qudwah dalam akhak, kepribadian dan pemikiran sehingga akan muncul rasa segan terhadap JN UKMI UNS, juga terhadap birokrasi dan ormas ataupun LSM yang ada di surakarta. Dengan senantiasa Menjalin komunikasi aktif dengan jaringan LDK Nasional kita sebagai Puskomda (pusat komunikasi daerah) yang mengkoordinasikan LDK-LDK yang ada di surakarta dan juga sebagai BK Puskomnas harus mampu memantapkan peran strategis yang kita mainkan sebagai Badan Khusus. M. Konsep Sinergisitas dengan LDF FORKOM Forum bersama bidang-bidang terkait (kaderisasi (Forkad), syiar (Forsyi), humas (Forkomjar), nisaa (Fornis), medis(Formed)) antara LDK dan LDF. Peran umum: 1. Mensinergiskan gerak LDF dan LDK, di setiap spesifik garap masingmasing, yang meliputi: target capaian, program kerja, sasaran, strategi umum 2. Melakukan koordinasi secara berkala 3. Mengevaluasi secara berkala kinerja bidang-bidang terkait, apakah sudah sesuai dengan perencanaan (produktif dan tepat sasaran), evaluasi meliputi: o contain

31

o input o proses o produk Selain peran umum diatas, Forkom mempunyai peran yang lebih khusus pada bidang garap masing-masing. Peran khusus: Forkad 1. Melaksanakan dan memastikan terlaksanakannya pola kaderisasi integratif, yang sesuai panduan 2. Melakukan pengelolaan data base kader lembaga dakwah (update data, perapian,dll) dan proyeksi amanah kedepan 3. Menanamkan pemahaman pada diri kader LDK bukan kader SKI(LDF) atau JN UKMI (LDK) 4. Melakukan pengelolaan kader bersama (universitas dan fakultas) 5. Membahas permasalahan kaderisasi dan solusi pemecahannya 6. Sebagai forum mutabaah kegiatan kaderisasi. Target: 1. Terpenuhinya targetan rekrutmen dan penjagaan kader baru yaitu 20%. 2. Adanya data base kader yang aktual, rapi dan falid. 3. Adanya pemetaan kader yang jelas, sesuai piramida kaderisasi dan proyeksi amanah kedepan. 4. Terbentuknya paradigma baru tentang pemahaman arti kader, bahwa mereka adalah kader dakwah. 5. Adanya sistem pengelolaan kader yang jelas di masingmasing wilayah. 6. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas. 7. Terrangkumnya segala permasalahan kaderisasi dari semua lembaga dakwah kampus, beserta solusi pemecahannya. Forsyi 1. Melaksanakan dan memastikan terlaksanakannya pola syiar yang efektif 2. Melakukan pengelolaan agenda- agenda syiar LDK (sceduling, pembagian job, tujuan, sasaran,dll) 3. Memasifkan agenda-agenda syiar kepada masyarakat, khususnya masyarakat umum. 4. Mengoptimalkan penuansaan keislaman di kampus UNS.

31

Melaksanakan dan mengoptimalkan pelayanan ke pada masyarakat. 7. Membahas permasalahan syiar islam dan solusi pemecahanya 8. Sebagai forum mutabaah kegiatan syiar keislaman Target: 1. Adanya sistem publikasi syiar yang efektif dan masif. 2. Terjalankannya agenda-agenda syiar dalam bingkai yang runtut, rapi, dan tepat sasaran. 3. Terselenggarakannya 5 kegiatan besar dalam rangka syiar dan menguatkan nuansa keislaman di UNS. 4. Banyaknya kegiatan-kegiatan keislaman di kampus dalam dalam rangka meningkatkan nuansa keislaman. 5. Terlaksana dan terkontrolnya J-Ko Days. 6. Maraknya atribut keislaman di dalam kampus 7. Andanya embrio LDK PEDULI. 8. Adanya tim TPA yang aktif di masing-masing lembaga 9. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas. 10. Terrangkumnya segala permasalahan syiar keislaman dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya. Forkomjar 1. Membahas dan memblow up isu-isu kekinian 2. Memcitrakan LDK dalam bingkai yang positif (prestatif, produktif, dan professional) 3. Memperkokoh dan memperluas jaringan. 4. Menyelaraskan kerja-kerja hubungan kelembagaan dengan pihak lain 5. Melakukan pengelolaan data base jaringan baik internal maupun eksternal (update data, perapian,dll) 6. Membahas permasalahan jaringan dan komunikasi dan solusi pemecahanya 7. Sebagai forum mutabaah kegiatan jaringan dan komunikasi Target: 1. Terjalinnya kerjasama dengan sebagian besar jaringan yang sudah ada. 2. Mendapatkan kemanfaatan secara riil dari kerjasama dengan jaringan yang ada. 3. Terbentuknya jaringan baru dari birokrat 4. Adanya data base jaringan yang aktual, rapi dan falid.

5.

31

5. 6. 7. 8.

Adanya sistem information center LDK Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas. Terrangkumnya segala permasalahan jaringan dan komunikasi dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya Adanya event kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penyikapan isu (misal: sumpah pemuda, hari pahlawan, dll)

Formedis 1. Optimalisasi peran media guna mencitrakan LDK ataupun kader LDK. 2. Mengelola media syiar, dalam rangka masifnya syiar media. 3. Mengoptimalkan penuansaan keislaman melalui atributisasi keislaman. 4. Membahas permasalahan media islam dan solusi pemecahanya 5. Sebagai forum mutabaah kegiatan syiar media Target: 1. Banyak dan efektifnya media syiar yang dapat dimanfaatkan untuk pencitaraan lembaga atau pun ADK. 2. Maraknya atributisasi keislaman di kampus UNS. 3. Masifnya isu media bermoral 4. Terciptakannya media sebagai sarana memasifkan publikasi agenda-agenda syiar. 5. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas. 6. Terrangkumnya segala permasalahan media islam dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya Fornis 1. Membahas dan memblow up isu-isu kekinian tentang kemuslimahan 2. Mengoptimalkan potensi-potensi akhwat kader LDK 3. Mengoptimalkan peran bidang nisaa dalam masalah jaringan, syiar, dan kaderisasi kemuslimahan. 4. Memberikan solusi terhadap apatisme mahasiswa muslimah terhadap nilai-nilai keislaman yang kaffah. 5. Membahas permasalahan kemuslimahan dan solusi pemecahannya 6. Sebagai forum mutabaah kegiatan kemuslimahan.

31

Target: 1. Semakin banyaknya masyarakat ammah dari kalangan putri yang simpatik terhadap agenda-agenda syiar islam. 2. Masifnya agenda-agenda syiar kemuslimahan. 3. Semakin eksisnya keputrian di UNS dengan keberadaan (bergaining position yang kuat) dan kebermanfaatan yang diberikan 4. Akhwat mahir dalam skill-skill/memiliki kompetensi keputrian 5. Menjadi sarana pembianaan potensi akhwat kader LDK. 6. Adanya pembagian job desk yang jelas antara kerja-kerja fakultas dan kerja-kerja universitas. 7. Terangkumnya segala permasalahan kemuslimahan dari semua lembaga dakwah kampus, berserta solusi pemecahannya N. Konsep Dasar Regenerasi Kelembagaan Perlunya dipersiapkan calon-calon kepengurusan mendatang mengingat periodisasi kali ini ada penyesuaian, maka hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah akselerasi kader. Berangkat dari pemahaman bersama tentang kader LDK oleh karena itu sebagai langkah awal yang dilakukan adalah melakukan up date database kader Lembaga dakwah serta proyeksi kedepan, serta pelaksanaan pengelolaan bersama kader (yang dilakukan oleh Forkad). Setelah mendapatkan data kader dan proyeksi kedepan maka tinggal diadakan pengkomunikasian terhadap pihak terkait dan pengkaryaan yang berbeda serta percepatan terhadap kader-kader yang diproyeksikan di JN UKMI UNS sehingga kedepan permasalahan tarik ulur kader tidak terjadi lagi. *************************************************

31

STRUKTUR ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI JN UKMI UNS PERIODE 2011


Ketu m

BK FSLDK PEDULI

Pusko mda

Biro AAI

31

Seku m

Bendu m

Bid. Pembin aan

Bid. Dakw ah

Bid. Nisa

Bid. Media

Bid. Huma s

Dept . Kam

Dept. Masyar akat

Forni s

Form ed

De pt.I nte

Dept. Ekster nal

Fork ad

Fors yi

Forko mjar

Keterangan : Ketum Sekum Bendum Bid. Pembinaan Bid. Dakwah Bid. Nisa Bid. Media Bid. Humas Dept. Fundrising Dept. Adm DPP DPA Dept. Kampus Dept. Masyarakat

: Ketua Umum : Sekretaris Umum : Bendahara Umum : Bidang Pembinaan : Bidang Dakwah : Bidang Nisa : Bidang Media : Bidang Humas : Departemen Fundrising : Departemen Adimistrasi & Keuangan : Departemen Pengelolaan Pengurus : Departemen Pengelolaan Anggota : Departemen Kampus : Departemen Masyarakat

31

Dept. Informatika Dept. Tindak Isu Dept. Internal Dept. Eksternal BK Puskomnas Nasional Puskomda Biro Asistensi Forkad Forsyi Fornis Formed Forkomjar

: Departemen Informatika : Departemen Tindak Isu : Departemen Internal : Departemen Eksternal : Badan Khusus Pusat Komunikasi : Pusat Komunikasi Daerah : Biro Asistensi : Forum Kaderisasi : Forum Syiar : Forum Nisa : Forum Media : Forum Komunikasi Jaringan

JOB DESCRIPTION JOB DESCRIPTION KEPENGURUSAN JN UKMI PERIODE 2011

A.

PENGURUS HARIAN TERBATAS Yang termasuk dalam Pengurus Harian Terbatas ( PHT ) adalah Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Ketua Bidang beserta sekretarisnya. Secara umum peran dan fungsi PHT adalah P3K ( Perumus Pedoman, Pengarah Tujuan, Penjaga Sinergisitas dan Kontrol) kerja bidang beserta perkembangan kinerja personel di bawahnya. Bertanggung jawab terhadap fungsi pewarisan (taurist) untuk periode selanjutnya

31

B.

KETUA UMUM Pemegang puncak kepemimpinan lembaga, konsultan serta motivator bagi pengurus dan anggota JN UKMI UNS Bertindak sebagai juru bicara, memonitor kinerja organisasi Bertanggungjawab secara umum terhadap pencapaian visi dan misi organisasi SEKRETARIS UMUM Mewakili ketua umum ketika ketua umum tidak ada dan/atau berhalangan tugas (Second Leader). Terutama yang terkait dengan peran-peran konsolidasi internal Bertanggungjawab atas sistem organisasi dan bertugas membuat Buku Pedoman Organisasi (BPO) Bertanggungjawab terhadap fungsi koordinasi intern organisasi ( Raker, RHL, Rapat Pleno dan MUSUM ) Bertanggungjawab terhadap fungsi kesekretariatan organisasi ( pengelolaan surat menyurat dan mengelola sekretariat dengan baik sehingga nyaman bagi semua pengurus) Bertanggungjawab terhadap fungsi sosialisasi dan informasi kegiatan-kegiatan organisasi kepada para pengurus (dengan papan informasi, undangan, sms, atau dengan sarana lain) Bertanggungjawab terhadap fungsi administrasi ( sistem pengarsipan dari setiap kegiatan bidang/biro, akses terhadap arsip, standarisasi folder data base pengurus, inventarisasi barang, perawatan inventarisasi, dan pendokumentasian kegiatan) Penertiban dan perapian kegiatan JN UKMI UNS. BENDAHARA UMUM Menjadi center dari pencairan dana dari rektorat Bertanggungjawab terhadap fungsi koordinasi keuangan internal organisasi dengan semua bidang Bertanggungjawab terhadap lalu lintas dana halal dari dan keluar JN UKMI UNS dengan membuat anggaran pendapatan dan belanja organisasi Membukukan segala proses transaksi keuangan secara baik dan rapi. Menjaga dan mengembangkan jaringan usaha. Membuat mekanisme pengelolaan unit usaha mandiri JN UKMI UNS secara profesional.

C.

D.

31

E.

Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penggalian dana eksternal non mandiri (kerjasama sponsor), agar tidak terjadi ketidakprofesionalitasan. Bertanggung jawab terhadap penggalian dana dari donatur tetap

KETUA BIDANG PEMBINAAN Menjalankan koordinasi dengan LDF dalam rangka pensinergisan kaderisasi yang dilaksanakan di kampus UNS (perekrutan, penjagaan, dan pengkaryaan) Bertanggung jawab atas fungsi kaderisasi JN UKMI UNS dalam hal perekrutan, pembinaan, pengkaryaan sehingga menghasilkan kader-kader lembaga yang tangguh dan berkualitas. Bertanggung jawab atas penyiapan pengurus JN UKMI UNS ke depan Menjalankan pola kaderisasi yang berlaku Melakukan penjagaan kader-kader UKMI untuk mendukung kaderisasi mandiri Menyelenggarakan pola dauroh yang ada untuk mewujudkan kaderisasi mandiri Departemen Pembinaan Pengurus Membuat Lembar Pemantauan Keaktifan Pengurus (LPKP) dan melakukan pemantauan terhadap pengurus sesuai dengan kriteria yang ada di LPKP Bertanggung jawab pada pembinaan dan pengelolaan pengurus sehingga terbentuk pengurus yang solid dan loyal pada qiyadah Pengokohan dan penjagaan ruhiyah, jasadiyah dan fikriyah pengurus Bertanggung jawab pada peningkatan profesionalitas menagerial kinerja pengurus Bertanggung jawab terhadap kaderisasi mandiri internal pengurus Departemen Pembinaan Anggota Melakukan perekrutan yang efektif dan terukur Melaksanakan dauroh rekruitmen yang integral dan profesional Memberikan suplemen yang intens, total, dan membangun kepada kader terekrut

31

Melakukan penjagaan maksimal dan totalitas kepada kader yang telah terjaring Meningkatkan kapasitas fikriyah, jasadiyah, ruhani dan manajerial kader terekrut. F. KETUA BIDANG DAKWAH Menjalankan koordinasi dengan LDF dalam rangka pensinergisan syiar yang dilaksanakan di kampus UNS (MABIRU, MTQ, dan kegiatan-kegiatan syiar lainnya) dalam rangka penguatan nuansa keislaman di kampus. Melakukan koordinasi dangan LDF dalam rangka pendampingan dan pengelolaan dusun binaan Meningkatkan syiar ke kalangan birokrat kampus. Melakukan kerjasama dengan PHBI UNS dalam rangka meningkatkan bargaining position JN UKMI UNS di kalangan birokrat Bertanggung jawab atas kajian-kajian dan event-event syiar dalama rangka penyebaran pemikiran islam (kajian rutin (dengan takmir), kajian tingkat nasional, dan lain-lain) Membuat sistem sosialisasi yang baik untuk mengoptimalkan sosialisasi kegiatan-kegitan keislaman di dalam kampus. Bertanggung jawab atas semaraknya Romadhon, dengan kegitankegitan keislaman di kampus.

Dakwah Kampus Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan penguatan biah islam di kampus Melakukan kegiatan-kegiatan keislaman secara berkala Bertangungjawab atas kegiatan-kegiatan kajian dan event-event keislaman di kampus Bertanggungjawab atas pelayanan terhadap masyarakat kampus. Mengembangkan syiar-syiar keislaman baik secara media atau kegiatan langsung di dalam kampus. Dakwah masyarakat. Bertanggungjawab terhadap semua kerja dakwah yang menyangkut kegiatan TPA serta pengelolaan dusun binaan

31

Membangun kegiatan yang harmonis dengan mahasiswa, remaja anak kost-kosan sekitar kampus UNS dalam rangka pewarnaan kegiatan keislaman. Bertanggungjawab pada pengembangan aksi kerja dakwah secara real yang berhubungan dengan desa binaan. Merupakan departemen yang berwewenang penuh terhadap pengelolaan dan berkoordinasi berkaitan dengan desa binaan. Menganalisis kebutuhan di desa binaan dalam rangka efektifitas dakwah Bertanggungjawab terhadap semua aksi kerja dakwah dengan objek dakwah masjid sekitar kampus. Mengusahakan merintis kegiatan kerja dakwah pada ranah dakwah yang belum tergarap (posko peduli bencana (LDK Peduli), dll). Bertanggungjawab terhadap semua aksi kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat yang membutuhkan..

G.

KETUA BIDANG MEDIA Menjalankan koordinasi dengan LDF dalam rangka pensinergisan syiar media yang dilaksanakan di kampus UNS Bertanggung jawab terhadap gencarnya atributisasi ke islaman (spanduk, lefletisasi, stikerisasi, balihoisasi) di internal kampus UNS Meningkatkan fungsi dakwah melalui media Meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai sentra pustaka dan studi islam di kampus Mengoptimalkan fungsi promosi dan pelayanan dalam rangka menciptakan perpustakaan islam yang profesional Departemen Informatika Bertanggung jawab terhadap fungsi syiar yang menggunakan media cetak (buletin, majalah, mading, dsb) dan juga media elektronik (radio, website, dll) baik internal maupun eksternal kampus Melaksanakan koleksi dan updating informasi mengenai kabar,issu, dan pengetahuan terkini keumatan, sosial, politik, budaya dan sains yang

31

selanjutnya dibollow up serta disikapi oleh Departemen Tindak Issue Melakukan break down informasi kepada LDK-F sebagai penyikapan issue bersama. Bertanggung jawab terhadap pembuatan profil JN UKMI (dikomunikasikan dengan humas) Bertanggung jawab terhadap pambuatan konsep syiar dan atributisasi JN UKMI, berkomunikasi dengan humas Meningkatkan dakwah islam melalui media dengan melakukan inovasi dan kreativitas

Departemen Tindak Issue Melakukan koordinasi intens bersama Departemen Informatika guna mendapatkan input informasi dan issue terkini. Melakukan pengkajian mendalam terhadap issue keumatan, sosial, politik, dan budaya dalam skala lokal, regional dan nasional yang urgen dan mendesak yang kemudian ditindak secara khusus, terarah dan efektif. Controling terhadap proses dan hasil penindakan Mengevaluasi dampak yang dihasilkan oleh penindakan yang telah dilakukan.

H.

KETUA BIDANG HUMAS Menjalankan koordinasi dengan LDF dalam rangka pensinergisan fungsi penjagaan dan perluasan jaringan yang dilaksanakan di kampus UNS (disesuaikan dengan renstra LDK 2011) Bertanggung jawab atas penguatan dan penjagaan hubungan dengan institusi yang berada di internal kampus (LDF, UKM, Birokrat, Dosen, dan karyawan). Bertanggung jawab atas penguatan dan penjagaan hubungan dengan institusi yang berada di eksternal kampus (lembaga, media, ormawa eksternal, tokoh solo, dan ZIS). Melakukan fungsi sosialisasi dan pencitraan yang baik tentang JN UKMI UNS kepada masyarakat. Bertanggung jawab atas penguatan dan penjagaan hubungan dengan forum alumni (IKANUHA).

31

Mengoptimalkan jaringan baik internal maupun eksternal dalam rangka melakukan kerjasama antar dua lembaga. Menentukan target dan memprioritaskan jaringan yang bisa diajak kerjasama. Mewakili Ketua Umum ketika Ketua Umum tidak ada atau berhalangan tugas. Terutama yang terkait dengan birokrat atau institusi eksternal kampus. Menjalankan supervisi terhadap kinerja departemen internal dan departemen eksternal. Melakukan up date data-data jaringan (tokoh, lembaga, alumni,dll) Departemen Internal Bertanggungjawab atas penguatan dan penjagaan hubungan baik JN UKMI UNS terhadap lembga/institusi atau personal di UNS meliputi UKM, Birokrat, dosen, karyawan, serta tokoh-tokoh islam lainnya. Meningkatkan bergaining position dengan pencitraan yang baik atas kegiatan JN UKMI kepada setiap jaringan yang ada di UNS. Menjalin hubungan kerja sama antara JN UKMI UNS dengan jaringan internal kampus. Departemen eksternal Bertanggungjawab atas penguatan dan penjagaan hubungan JN UKMI UNS terhadap lembaga/institusi islam atau tokoh islam di Surakarta dan sekitarnya. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan keislaman non keLDKan dalam rangka penguatan jaringan dengan jaringan eksternal UNS. Turut aktif dalam penyikapan isu-isu keumatan dan melakukan aksi dalam rangka penyadaran publik. Mengoptimalkan hubungan dengan alumni JN UKMI UNS. Menjalin hubungan kerja sama antara JN UKMI UNS dengan jaringan yang ada (aseting). Pengelolaan millist alumni.

I.

KETUA BIDANG NISA Bertanggungjawab atas komunikasi dan sinergisitas kegiatan kemuslimahan antara JN UKMI UNS dengan LDF Menyusun rancangan kebijakan syiar kemuslimahan

31

Menjalankan fungsi Nasyrul Fikroh mengenai isu-isu yang terkait dengan kemuslimahan sekaligus sebagai juru bicara dalam hal tersebut Bertanggungjawab atas komunikasi dan konsolidasi pengurus akhwat Bertangungjawab atas eksistensi dan keterterimaan akhwat di kalangan masyarakat kampus. Menjaga jaringan akhwat (muslimah) baik di jaringan internal UNS maupun jaringan external yang sudah dimiliki JN UKMI UNS Bertanggung jawab atas pengadaan database yang jelas mengenai jumlah mahasiswa muslimah yang berjilbab di kampus UNS Bertanggung jawab atas kualitas ruhiyah, jasadiyah dan fikriyah pengurus akhwat Bertanggung jawab atas up grade kemampuan skill managerial pengurus akhwat

J.

FSLDK PEDULI Bertanggung jawab dalam rangka menjalankan amanah JN UKMI UNS sebagai BK FSLDK Peduli Merupakan perpanjangan tangan dari PUSKOMNAS dalam rangka merealisasikan agenda-agenda hasil FSLDKN XVdi seluruh Indonesia Bertanggung jawab penuh dalam melakukan fungsi sebagai wadah yang sigap dan tindak cepat terhadap issue keumatan yang urgen dan vital.

K.

TIM PUSAT KOMUNIKASI DAERAH ( PUSKOMDA ) Bertanggung jawab dalam rangka menjalankan JN UKMI UNS sebagai PUSKOMDA FSLDK 2011 Merupakan perpanjangan tangan dari PUSKOMNAS dalam rangka merealisasikan agenda-agenda hasil FSLDKN XV di wilayah eks Karesidenan Surakarta melalui koordinasi FK FSLDK PEDULI

31

L.

Berfungsi merealisasikan hasil-hasil FSLDK DA VII di wilayah eks karesidenan Surakarta Bertanggung jawab penuh melakukan fungsi kontrol terhadap perkembangan LDK-LDK se Surakarta Mengadakan syiar dan peningkatan jaringan kemuslimahan di tingkat Solo Bertanggung jawab pada pengelolaan isu-isu keislaman baik dalam lingkup lokal, nasional maupun internasional.

KETUA BIRO ASISTENSI ( BIAS ) Bertanggungjawab atas peran JN UKMI UNS dalam pelaksanaan asistensi agama Islam UNS secara profesional Melaksanakan fungsi kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan asistensi dalam rangka peningkatan Memberikan pembekalan dan peningkatan kualitas asisten agama Islam Mengoptimalkan hubungan dengan MKU agama Islam dan pihakpihak yang terkait dengan pelaksanaan asistensi agama islam Menjalankan fungsi supervisi terhadap kinerja DOA, DP2A dan DPA

KEBIJAKAN UMUM KEBIJAKAN-KEBIJAKAN UMUM JN UKMI UNS PERIODE 2012 Kepengurusan Secara periodik per bulan diadakan evaluasi keaktifan pengurus yang berfungsi sebagai evaluasi kinerja pengurus.

1.

31

2.

3.

4. 5.

Dari hasil evaluasi dimungkinkan adanya rasionalisasi pengurus (pemberhentian, pengangkatan ataupun rolling pengurus). Strategi yang dijalankan : Setiap ketua bidang memantau secara periodik keikutsertaan setiap personal dalam setiap rapat/kegiatan yang diadakan Mekanisme pemantauan keaktifan pengurus diatur dalam Buku Lembar Pemantauan Keaktifan Pengurus (Buku LPKP) Mekanisme selanjutnya diatur dalam Mekanisme Kepersonaliaan. Kepanitiaan Penekanan kepada setiap kepanitiaan dalam pelaksanaan program kerja yang ada untuk tidak menggantungkan/mengandalkan dana kepada Bendahara Umum, namun harus bisa mandiri dalam pendanaannya Setiap proposal hanya akan disetujui apabila kepanitian bisa menggambarkan dengan jelas perangkatperangkat penting dalam proposal tersebut (misal masalah tujuan, sasaran, pendanaan dan lain-lain). Setiap kegiatan/program kerja harus ada proposalnya dan laporan pertanggungjawaban kegiatannya. Mekanisme selanjutnya diatur dalam Mekanisme Kegiatan. Administrasi Setiap hasil rapat, inventaris, dokumentasi atau sejenisnya (baik di departemen, bidang, pengurus harian maupun di kepanitiaan harus terdokumentasikan dengan baik. Mekanisme selanjutnya diatur dalam Mekanisme Administrasi dan Inventarisasi. Keuangan Mekanisme selanjutnya diatur dalam Mekanisme Keuangan. Hal-hal yang belum diatur akan diatur kemudian dalam kebijakan organisasi lainnya.

31

MEKANISME KERJA ORGANISASI MEKANISME KERJA ORGANISASI JN UKMI UNS PERIODE 2012 Bismillaahirrahmaanirrahiim

MUQODIMAH Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang berjuang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan akan mereka seperti suatu bangunan yang kokoh. (Q.S. Ash-Shof : 4) Jamaah Nurulhuda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) UNS sebagai lembaga dakwah senantiasa menghadapi tuntutan dan tantangan yang terus berkembang, sehingga kelembagaanya harus senantiasa dimantapkan agar gerak dakwah yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan tetap berkesinambungan. Untuk itu perlu disusun suatu mekanisme kerja sebagai upaya menata kelembagaan yang memuat ketentuan umum tentang kelembagaan Jamaah Nurulhuda. Mekanisme kerja adalah segala tata cara operasional yang dipakai sebagai pedoman umum pelaksaan organisasi yang menyangkut pola interaksi dan pembagian tugas serta tanggung jawab antar pengurus sehingga organisasi dapat berjalan sesuai dengan kaidah organisasi. Deskripsi mekanisme kerja ini disesuaikan dengan kondisi yang tergambar dari struktur organisasi yang telah disusun sesuai dengan kebutuhan dan misi organisasi. BAB I UMUM Pasal I Jamaah Nurulhuda UKMI UNS adalah Jamaah yang mengikatkan diri pada tali Allah SWT dengan semangat ukhuwah Islamiyah untuk menegakkan kalimat tauhid di bumi Allah ini. Pasal 2 Jamaah Nurulhuda bertujuan untuk mewujudkan masyarakat kampus yang senantiasa terpanggil untuk melakukan amar maruf nahi munkar dilandasi iman kepada Allah SWT. Pasal 3 Jamaah Nurulhuda adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Islam UNS yang berfungsi sebagai Lembaga Dakwah kampus.

31

BAB II PERSONALIA Pasal 4 Personalia Jamaah Nurulhuda terbuka bagi setiap muslim yang ikhlas dan berniat membina diri serta berdakwah melalui Jamaah Nurulhuda. Pasal 5 Untuk mempermudah pengelolaan, personalia Jamaah Nurulhuda diklasifikasikan : 1. Jamaah Umum 2. Jamaah Mahasiswa 3. Pembina Pasal 6 Jamaah umum adalah masyarakat kampus dan masyarakat sekitarnya. Pasal 7 Jamaah mahasiswa adalah mahasiswa yang terlibat dalam aktifitas gerak dakwah Jamaah Nurulhuda yang diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Pendukung 2. Penggerak 3. Pemimpin Pasal 8 Pendukung adalah personalia yang bergabung secara insidental dalam gerak dakwah Jamaah Nurulhuda. 2. Penggerak adalah personalia yang memegang amanah kepengurusan dan merupakan penggerak aktifitas Jamaah Nurulhuda. 3. Pemimpin adalah personalia yang sedang memegang amanah kepemimpinan dan berwenang membuat kebijaksanaan di Jamaah Nurulhuda. Pasal 9 Pembina adalah anggota civitas akademika yang diangkat oleh rektor UNS yang menjadi konsultan gerak dakwah Jamaah Nurulhuda dan disetujui oleh pengurus Nurulhuda. Pasal 10 Pengaturan tentang personalia lebih lanjut dituangkan dalam tata personalia yang disusun dan ditetapkan oleh pengurus. 1.

31

Pengurus Jamaah kepengurusan 2011.

BAB III KEPENGURUSAN Pasal 11 Nurulhuda diberi amanah untuk melakukan tugas

Pasal 12 Pengurus Jamaah Nurulhuda berkewajiban untuk melaksankan keputusan hasil Musyawarah Umum Jamaah Nurulhuda dan mempertanggung jawabkannya kepada anggota. Pasal 13 Struktur kepengurusan Jamaah Nurulhuda terdiri dari : 1. Pengurus Harian 2. Pengurus Bidang 3. Pengurus Departemen 4. Pengurus Biro 5. Tim Pasal 14 Masa bakti pengurus Jamaah Nurulhuda adalah 1 tahun kepengurusan dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Pasal 15 PENGURUS HARIAN 1. Pengurus Harian adalah pengurus yang berdasarkan tingkat tanggung jawabnya merupakan pimpinan tertinggi Jamaah Nurulhuda yang berfungsi sebagai pengendali, pengawas, penentu dan penanggung jawab kebijaksanaan Jamaah Nurulhuda. 2. Pengurus Harian dipimpin oleh seorang Ketua Umum dibantu oleh Sekretaris Umum, Bendahara Umum, dan Ketua Bidang. 3. Pengurus Harian mempunyai tugas : a. Membuat kebijaksanaan umum harian Jamaah Nurulhuda. b. Menjaga keterpaduan gerak kepengurusan. c. Mengembangkan manajemen dan kelembagaan Jamaah Nurulhuda. d. Menyampaikan hasil-hasil musyawarah pengurus harian yang dianggap perlu kepada pengurus lainya. e. Merujuk lampiran hasil keputusan Musyawarah Umum. 4. Pengurus Harian mempunyai wewenang :

31

a. b.

Menentukan kebijaksanaan umum pengurus harian termasuk membuat keputusan mendasar tentang masalah tertentu bila dipandang perlu. Meninjau dan menyempurnakan keputusan musyawarah pengurus.

1.

2. 3.

4.

1. 2. 3. 4.

Pasal 16 PENGURUS BIDANG Pengurus bidang merupakan pengurus di tingkat bidang yang berfungsi sebagi koordinator program kegiatan dalam bidang bersangkutan serta bertanggung jawab kepada Ketua Harian yang bersangkutan. Pengurus Bidang terdiri atas Ketua Bidang, Sekretaris Bidang, Bendahara Bidang dan Koordinator Departemen beserta Stafnya. Pengurus Bidang bertugas : a. Mengkoordinir dan mengelola program-program dalam lingkup Bidang dan mengupayakan pemecahan persoalan yang timbul. b. Mengembangkan manajemen kegiatan departemen dalam bidang. Wewenang pengurus Bidang : a. Menentukan kebijaksanaan khusus di Bidang b. Meninjau dan menyempurnakan keputusan musyawarah yang secara hirarkis dibawahnya. Pasal 17 PENGURUS DEPARTEMEN Pengurus departemen merupakan pengurus ditingkat departemen yang berfungsi sebagai pengelola kegiatan Jamaah Nurulhuda yang bertanggung jawab kepada Ketua Bidang. Pengurus Departemen terdiri atas Koordinator Departemen dan Staf Departemen. Tugas umum pengurus departemen adalah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mengembangkan kegiatan dalam departemenya. Wewenang pengurus departemen adalah : a. Menentukan kebijaksanaan khusus didalam departemenya. b. Menentukan personal pelaksana kegiatan departemenya. Pasal 18 PENGURUS BIRO

31

1. 2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4. 5.

Pengurus biro merupakan pengurus pada tingkat biro yang berfungsi sebagai pengelola Jamaah Nurulhuda yang bertanggung jawab kepada Ketua Umum. Pengurus biro terdiri atas Ketua Biro, dan Staf Biro. Tugas umum pengurus Biro adalah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mengembangkan kegiatan dalam bironya. Wewenang Pengurus Biro : a. Menentukan kebijaksanaan khusus didalam bironya. b. Menentukan personal pelaksanaan kegiatan bironya. Pengurus biro melaporkan pertanggungjawabannya langsung kepada Ketua Umum secara periodik di rapat khusus Ketua Umum dengan Biro. Pasal 19 TIM Tim merupakan unit khusus non struktural untuk menjalankan amanah-amanah JN UKMI UNS dari luar. Tim terdiri atas Ketua Tim dan Staf Tim. Tugas umum Tim adalah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mengembangkan kegiatan dalam wilayah garapannya. Wewenang Tim : a. Menentukan kebijaksanaan khusus didalam Tim. b. Menentukan personal pelaksanaan kegiatan Tim. Tim melaporkan pertanggungjawabannya langsung kepada Ketua Umum secara periodik di rapat khusus Ketua Umum dengan Tim. BAB IV TATA LAKSANA KERJA Pasal 20 Ketua Umum Ketua Umum adalah orang yang mendapat amanah dari anggota melalui Musyawarah Umum. Ketua Umum adalah orang yang memimpin JN UKMI UNS secara menyeluruh baik kedalam / keluar dan bertanggung jawab kepada anggota melalui Musyawarah Umum. Pasal 21 Sekretaris Umum Sekretaris Umum adalah orang yang mendapat amanah dari anggota melalui formatur hasil dari Musyawarah Umum.

1. 2.

1.

31

2.

Sekretaris Umum adalah orang kedua dalam organisasi JN UKMI UNS yang memiliki tugas dan wewenang untuk konsolidasi dan stabilisasi kinerja pengurus. 3. Sekretaris Umum melakukan pengawasan langsung terhadap program kerja melalui rapat pengurus harian terbatas. 4. Sekretaris Umum bertanggung jawab kepada ketua umum. Pasal 22 Bendahara Umum 1. Bendahara Umum adalah orang yang mendapat amanah dari anggota melalui formatur hasil dari Musyawarah Umum. 2. Bendahara Umum adalah orang yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengatur manajemen keuangan organisasi. 3. Bendahara Umum bertanggung jawab kepada Ketua Umum. Pasal 23 Ketua Bidang 1. Ketua Bidang adalah orang yang mendapat amanah untuk mengelola kebijakan dan menerjemahkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). 2. Ketua Bidang bertanggung jawab kepada Ketua Umum. Pasal 24 Sekretaris Bidang 1. Sekretaris Bidang adalah orang yang memiliki tugas melaksanakan fungsi fungsi kesekretariatan di bidangnya. 2. Sekertaris bidang adalah orang kedua idalam bidang yang berfungsi mengkonsolidasikan pengurus akhwat di bidang. Pasal 25 Bendahara Bidang Bendahara Bidang adalah orang yang mempunyai tugas melaksanakan fungsi fungsi kebendaharaan di bidangnya. Pasal 26 Koordinator Departemen 1. Koordinator Departemen memiliki tugas untuk melaksanakan program kerja dalam tataran operasional. 2. Koordinator Departemen dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh staf departemen. 3. Koordinator Departemen bertanggung jawab kepada Struktur diatasnya Pasal 27 Ketua Biro

31

1. 2. 2. 3.

Ketua Biro adalah orang yang mendapat amanah untuk mengelola kebijakan di tingkat biro dengan otonomi khusus dalam rangka menerjemahkan Garis garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). Ketua Biro bertanggung jawab kepada Ketua Umum. Pasal 28 Ketua Tim Ketua Tim adalah orang yang mendapat amanah untuk mengelola kebijakan di tingkat tim dengan otonomi khusus dalam rangka melaksanakan amanah JN UKMI UNS dari luar. Ketua Tim bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

Pasal 29 Staf Staf adalah pengurus yang membantu pelaksanaan operasional dalam bidang kerja masing-masing. Pasal 30 Kepanitiaan 1. Kepanitiaan merupakan kepengurusan yang dibentuk oleh pengurus untuk melakukan aktifitas yang bersifat temporal 2. Kepanitiaan dipimpin oleh seorang Ketua. 3. Tugas umum kepanitiaan adalah merencanakan, mengorganisasikan , melaksanakan dan mengevaluasi serta mengembangkan kegiatan dan mempertanggungjawabkan kepada Ketua Umum Jamaah Nurulhuda. 4. Wewenang kepanitiaan adalah : a. Menentukan kebijaksanaan khusus kepanitiaan. b. Melengkapi kepanitiaan jika dipandang perlu. BAB V MUSYAWARAH PENGURUS Pasal 31 Untuk menjabarkan dan melaksanakan keputusan Musyawarah Umum, maka pengurus menyelenggarakan Musyawarah pengurus. Musyawarah pengurus terdiri atas : a. Rapat Kerja b. Rapat Pleno c. Rapat Harian Lengkap d. Rapat Harian Terbatas e. Rapat Khusus

1. 2.

31

f. g. h. i. 3.

1. 2. 3.

1. 2. 3.

1. 2. 3.

1. 2. 3.

Rapat Bidang Rapat Departemen Rapat Biro Rapat Tim Musyawarah dilakukan dalam suasana Islami yang dinamis dan penuh persaudaraan Pasal 32 Rapat Kerja Rapat kerja JN UKMI UNS adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus JN UKMI UNS Rapat Kerja diadakan satu kali di awal periode kepengurusan. Rapat Kerja merupakan rapat untuk membahas dan menentukan program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode kepengurusan Pasal 33 Rapat pleno Rapat pleno JN UKMI UNS adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus JN UKMI UNS. Rapat Pleno diadakan dua kali dalam satu periode kepengurusan Rapat Pleno merupakan rapat pertanggung jawaban Sekretaris Umum, Bendahara Umum , dan Ketua Bidang kepada Ketua Umum. Pasal 34 Rapat Harian Lengkap Rapat harian lengkap adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus JN UKMI UNS Diadakan minimal 2 kali dalam 1 periode kepengurusan Sebagai sarana sosialisasi, koordinasi, konsolidasi dan evaluasi organisasi. Pasal 35 Rapat Harian Terbatas Rapat Harian Terbatas adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum , dan Ketua Bidang. Rapat Harian Terbatas diadakan minimal 1 bulan 1 kali. Rapat Harian Terbatas merupakan rapat konsolidasi dan penentuan kebijakan organisasi. Pasal 36 Rapat Khusus

31

1. 2. 3. 1. 2. 3.

1. 2. 3.

1. 2. 3.

1. 2. 3.

Rapat Khusus adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Umum dan undangan yang dikehendaki oleh Ketua Umum. Rapat Khusus diadakan sesuai dengan kebutuhan. Merupakan rapat untuk membahas hal hal yang bersifat khusus.. Pasal 37 Rapat Bidang Rapat Bidang adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Bidang dan pengurus Bidang.. Rapat Bidang diadakan minimal satu kali dalam satu bulan. Rapat Bidang merupakan rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja bidang. Pasal 38 Rapat Departemen Rapat Departemen adalah rapat yang dihadiri oleh Koordinator departemen dan staf departemen Rapat Departemen diselenggarakan minimal satu kali dalam satu bulan. Rapat Departemen merupakan rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja departemen. Pasal 39 Rapat Biro Rapat Biro adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Biro dan staf Biro.. Rapat Biro diadakan sesuai dengan kebutuhan biro. Rapat Biro merupakan rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja biro Pasal 40 Rapat Tim Rapat Tim adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Tim dan staf Tim. Rapat Tim diadakan sesuai dengan kebutuhan Tim Rapat Tim merupakan rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja tim BAB VI KEBIJAKAN UMUM Pasal 41

31

1. 2.

Kebijakan Umum adalah perangkat yang mengatur ketentuan praktis kepengurusan untuk mewujudkan keterpaduan gerak dan efektifitas kerja. Kebijakan Umum memberikan penjelasan mengenai : a. Struktur Organisasi b. Pemberian tugas, wewenang dan tanggung jawab pengurus c. Tata administrasi d. Tata personalia e. Tata Keuangan f. Tata Inventaris g. Tata Kegiatan h. Kebijakan Organisasi lainnya

BAB VII LAIN-LAIN Pasal 42 Hal-hal lain yang berkaitan dengan kelembagaan Jamaah Nurulhuda yang belum terangkum dalam mekanisme kerja ini dapat diatur kemudian. KHOTIMAH Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rosul, dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Anfal: 27). Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita semua dan semoga Allah meluruskan seluruh niatan dan amalan kita . Aamiin.

31

MEKANISME KEPERSONALIAAN MEKANISME KEPERSONALIAAN JN UKMI UNS PERIODE 2012

A.

MOQODIMAH Mekanisme kepersonaliaan merupakan salah satu mekanisme organisasi yang lebih fokus pada pengaturan masalah kepersonaliaan. Mekanisme ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan pengurus dalam mengikuti agenda-agenda yang dijalankan oleh lembaga, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai parameter sejauh mana soliditas internal JN UKMI UNS. B. STRATEGI YANG DILAKUKAN 1. Pengecekan kehadiran/keaktifan pengurus oleh Ketua Bidang dalam mengikuti agenda-agenda yang dijalankan oleh JN UKMI UNS.

31

2. 3.

4. 5. 6.

Pengecekan dilakukan dengan cara mengisi form Lembar Pemantauan Keaktifan Pengurus (LPKP) yang telah disediakan oleh Departeman Pembinaan Pengurus (DPP) Bidang Pembinaan. Secara periodik (1 bulan sekali), masing-masing bidang melaporkan kondisi keaktifan pengurus sebagai evaluasi kinerja pengurus kepada Departeman Pembinaan Pengurus (DPP) Bidang Pembinaan. Pelaporan kondisi keaktifan pengurus dilakukan melalui rapat kordinasi sekretaris bidang. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan pertimbangan untuk menjalankan Parameter Keaktifan Pengurus. Pengambil kebijakan sebagai tindak lanjut pada Parameter Keaktifan Pengurus ponit 3 dan 4 adalah Pengurus Harian Terbatas.

C.

PARAMETER KEAKTIFAN PENGURUS 1. Aktif : Jika pengurus memiliki point kehadiran 75%. 2. Cukup aktif : Jika pengurus memiliki point kehadiran 50 75 %. 3. Kurang aktif : Jika pengurus memiliki point kehadiran 25 50 %. 4. Tidak aktif : Jika pengurus memiliki point kehadiran < 25%. PENGUNDURAN DIRI 1. Apabila pengurus bermaksud akan mengundurkan diri, maka harus membuat surat pengunduran diri secara tertulis 2. Surat pengunduran diri diajukan kepada ketua bidang yang kemudian akan dibahas dan diputuskan pada Rapat Harian Terbatas 3. Apabila tidak disetujui, maka pengurus yang bersangkutan diharapkan untuk bisa melanjutkan amanahnya sampai akhir kepengurusan 4. Apabila disetujui, maka akan ditindaklanjuti dengan surat pemberhentian pengurus yang dibuat oleh Sekretaris Umum yang disetujui oleh Ketua Umum. KETENTUAN LAIN 1. Ketidakhadiran pengurus tanpa dianggap sebagai ketidakhadiran pemberitahuan yang jelas

D.

E.

31

2. 3.

Ketidakhadiran pengurus tapi ada pemberitahuan yang jelas (melalui telepon/sms/surat) maka pengurus yang bersangkutan dianggap hadir. Hal-hal yang belum diatur dalam Mekanisme Kepersonaliaan akan ditentukan kemudian.

MEKANISME KERJA KESEKRETARIATAN MEKANISME KERJA KESEKRETARIATAN JN UKMI UNS PERIODE 2012

I.

KRITERIA SURAT A. SURAT MASUK A.1 Surat masuk adalah semua surat dari pihak luar yang ditujukan kepada lembaga yang sifatnya formal A.2 Surat masuk pertama kali diurusi oleh Sekretaris Umum kemudian diinformasikan kepada Bidang / orang yang bersangkutan A.3 Pengarsipan surat masuk ditangani oleh Sekretaris Umum

31

B. SURAT KELUAR B.1 Surat keluar adalah semua surat yang dibuat lembaga yang ditujukan kepada pihak-pihak diluar dan/atau kedalam lembaga B.2 Surat keluar dibagi dua macam : B.2.a. Ekstern Kelembagaan B.2a.i. Adalah surat yang ditujukan kedalam lembaga lain diluar pengurus Jamaah NurulHuda UKMI UNS yang mempunyai kepentingan dengan lembaga atau kegiatan lembaga secara umum B2a.ii. Surat Ekstern Kelembagaan yang dibuat Kesekretariatan di tandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum serta mengetahui Pembina jika dipandang perlu B2a.iii. Surat Ekstern Kelembagaan distempel dengan stempel lembaga B2a.iv. Surat Ekstern Kelembagaan ditulis diatas kertas yang berkop lembaga B2a.v. Surat Ekstern Kelembagaan ditulis rangkap dua, satu untuk arsip yangsatu untuk Bidang Kesekretariatan

B.2.b. Intern Kelembagaan B.2.b.i Adalah surat yang ditujukan kepada Ketua Bidang, departemen-departemen dibawahnya, atau pengurus secara keseluruhan B.2b.ii Surat Intern Kelembagan dibagi menjadi dua: B.2b.iii Surat Intern Kelembagaan Umum Adalah surat yang dibuat oleh Sekretaris Umum/Bidang Kesekretariatan yang ditujukan kepada Pengurus Harian Terbatas atau pengurus secara keseluruhan

31

Surat ini ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Surat ini distempel dengan stempel lembaga Surat ditulis diatas kertas berlogo lembaga B.2b.iv Surat Intern Bidang Adalah surat yang dibuat oleh Sekretaris Bidang yang ditujukan kepada departemen-departemen dibawahnya ,pengurus secara keseluruhan atau kepada Jamaah yang berkait langsung dengan daerah kerjanya Surat ini ditandatangani oleh Ketua Bidang dan Sekretaris Bidang serta mengetahui Ketua Umum apabila Surat ditujukan kepada pihak-pihak diluar departemen dibawahnya Surat ini distempel dengan stempel lembaga Surat ditulis diatas kertas berlogo lembaga. C. KEPANITIAAN C.1 Surat kepanitiaan adalah surat yang dinuat oleh sebuah kepanitiaan yang ditujukan kepada lembaga dan atau pihak pihak diluar yang bersangkutan C.2 Surat kepanitiaan ditandatangani oleh ketua panitia dan sekretaris panitia dan mengetahui ketua umum serta pembina dan jika dipandang perlu PR III. C.3 Surat panitia distempel dengan stempel lembaga dan / atau stempel panitia jika dipandang perlu. C.4 Surat panitia ditulis pada kertas berkop lembaga atau berkop kepanitiaan. II. PENOMORAN SURAT

31

A. Surat Kelembagaan Nomor/Kode Jenis I/Kode Jenis II/JN UKMI UNS/Bulan Romawi/Tahun Masehi B. Surat Bidang Nomor/KodeJenisI/Kode Jenis II/Kode Bidang/JN UKMI UNS/Bulan Romawi/Tahun Masehi C. Surat Kepanitiaan Nomor Urut Proposal JN UKMI/Nomer Urut Surat Keluar JN UKMI/Kode Jenis II/Pan-Kode Panitia/JN UKMI UNS /Bulan Romawi /Tahun Masehi Keterangan : 1. Kode Bidang : SU BU BP BD Hum Nis Med

: Sekretaris Umum : Bendahara Umum : Bidang Pembinaan : Bidang Dakwah : Bidang Humas : Bidang Nisaa : Bidang Media

2. Kode Jenis I : A : Untuk intern Kelembagaan/Bidang/Biro/Kepanitiaan JN UKMI UNS B : Untuk ekstern Kelembagaan/Bidang/Biro/Kepanitiaan 3. Kode Jenis II : SK Ket P U PH PB PU M

: Surat Keputusan : Keterangan : Pernyataan : Undangan : Permohonan : Pemberitahuan : Pengumuman : Mandat

III. KETERANGAN LAIN Surat dibuat di kertas berlogo resmi Jamaah Nurulhuda UKMI UNS Surat dibuat rangkap dua, satu untuk arsip

31

Surat masuk dicatat di buku surat masuk Surat keluar dicatat pada buku surat keluar Setelah pelaksanaan kegiatan selesai kepanitiaan harus membuat LKM & LPJ Kegiatan: LKM & LPJ Kegiatan dibuat oleh Panitia LKM di serahkan ke MAWA paling lambat 1 pekan setelah pelaksanaan kegiatan. LPJ Kegiatan Diserahkan Panitia kepada Sekretaris Bidang / Biro maksimal 2 pekan setelah kegiatan dilaksanakan. LPJ Kegiatan diserahkan Oleh Sekretaris Bidang/Biro kepada Sekretaris I maksimal 1 bulan setelah pelaksanan kegiatan. Setiap selesai kepanitiaan dibuat LPJ oleh panitia yang bersangkutan dalam jangka waktu maksimal 3 pekan setelah pelaksanaan Hal hal yang belum diatur dalam mekanisme ini akan diatur dalam musyawarah koordinasi bidang kesekretariatan selanjutnya. ********************************************************

MEKANISME KEBENDAHARAAN MEKANISME KEBENDAHARAAN JN UKMI UNS PERIODE 2012

I. FUNGSI DAN TUGAS BENDAHARA A. Bendahara Umum 1. Bertanggung jawab atas fungsi keuangan JN UKMI UNS secara umum

31

2. Bertugas dan berwenang mengatur manajemen keuangan organisasi B. Bendahara Bidang 1. Bertanggung jawab atas pengelolaan dan fungsi keuangan dibidang 2. Mempunyai tugas sebagai berikut: a. Mengelola keuangan di bidang beserta pembukuannya. b. Melakukan pencairan dana kepada bendahara umum c. Menyetorkan dana yang masuk ke bidang kepada bendahara umum d. Membuat dan melaporkan laporan kondisi keuangan bidang kepada bendahara umum setiap akhir bulan. II. MEKANISME PENCARIAN DAN PEMASUKAN DANA A. Mekanisme Pencairan Dana Bidang 1. Pemintaan dana dilakukan oleh bendahara bidang kepada bendahara umum dengan mengajukan memo permohonan dana yang ditandatangani ketua bidang. 2. Apabila bendahara umum telah menyetujui permohonan dana yang diajukan, bendahara umum akan memberikan memo persetujuan dana kepada bendahara bidang 3. Selanjutnya bendahara bidang membawa memo persetujuan ke bendahara 1/sekbid bendahara umum untuk mencairkan dana 4. Bendahara 1 menyerahkan dana beserta memo pencairan dana B. Mekanisme Pemasukan Dana Semua dana yang masuk ke bidang, baik dari bendum, kepanitiaan, maupun dari sumber lainnya dicatat dan dikelola terlebih dahulu di bidang yang bersangkutan. Kemudian saldo surplus pada akhir bulan diserahkan kepada bendahara 1 dengan mekanisme: 1. 2. Mendapat persetujuan dari bendahara umum Menyerahkan dana dan mendapatkan kuitansi pemasukan sebagai bukti penerimaan dari bendahara 1

III. MEKANISME KEUANGAN KEPANITIAAN 1. Bendahara kepanitiaan bertugas mengatur dan mengelola keuangan kepanitiaan.

31

2. 3. 4. 5. 6.

Permohonan dana ke Rektorat ditangani oleh kepanitiaan, sedangkan pencairannya ditangani oleh bendahara umum Bendahara kepanitiaan dibawah koordinasi bendahara bidang. Permohonan dana kepanitiaan pada bendahara umum ditangani oleh bendahara bidang sesuai dengan mekanisme pencairan dana. Surplus keuangan kepanitiaan diserahkan ke bendahara bidang. Defisit kepanitiaan diselesaikan dengan ketentuan: a. Kurang dari Rp. 50.000,00 ditanggung oleh bidang b. Rp. 50.000,00 Rp. 100.000,00 optimalisasi dana dari rektorat c. Lebih dari Rp. 100.000,00 dibagi 2 antara bendum dan bidang

IV. MEKANISME KEUANGAN NON BIDANG Apabila terdapat pengeluaran yang selain dari pengeluaran bidang seperti: dana studi banding, dana kasih, FORBES, dan yang semisalnya maka mekanisme permohonan dana ke bendahara umum adalah: 1. Mengajukan memo permohonan dana yang ditandatangani oleh personal yang mengurusi dengan persetujuan ketum kepada bendahara umum 2. Apabila bendahara umum telah menyetujui permohonan dana yang diajukan, bendahara umum akan memberikan memo persetujuan dana kepada personal yang mengajukan 3. Selanjutnya yang mengajukan mencairkan uang kepada bendahara 1

V. MEKANISME PEMBUKUAN DAN PELAPORAN A. Pembukuan dan Pelaporan Bidang 1. Pembukuan dilakukan oleh bendahara bidang 2. Setiap transaksi keuangan dibidang, dicatat dalam jurnal umum bendahara bidang dengan berdasarkan tanda bukti transaksi seperti: nota, kuitansi, faktur, dan lainlain 3. Adapun jenis transaksi yang termasuk dalam sisi pemasukan antara lain : saldo awal kepengurusan,

31

pencairan dana dari bendahara umum, infak pengurus, iuran pengurus, saldo surplus kepanitiaan, dana donasi dan dana yang lain dari usaha penggalian dana yang dilakukan oleh bidang. 4. Transaksi yang termasuk sisi pengeluaran antara lain : pengeluaran untuk operasional bidang (undangan rapat, fotokopy dll), dana pelaksanaan program kerja, iuran pengurus, adanya defisit kepanitiaan dll 5. Pada akhir bulan, bendahara bidang diharuskan menyusun laporan keuangan berdasarkan pada jurnal umum dengan format yang telah ditentukan. 6. Laporan keuangan dibuat rangkap dua. Satu untuk arsip bidang, satu lagi diserahkan pada bendahara umum B. Pembukuan dan Pelaporan Dana Kepanitiaan 1. Pembukuan dilakukan oleh bendahara panitia berdasarkan tanda bukti transaksi, seperti: nota, kuitansi dll. 2. Satu pekan setelah pelaksanaan acara suatu kepanitiaan, maka bendahara panitia berkewajiban menyusun laporan keuangan dengan format yang telah ditentukan. Laporan keuangan kepanitiaan diserahkan kepada bendahara bidang 3. Dari bendahara bidang dibuat rangkap 2, satu lembar untuk arsip bidang dan satu lagi untuk bendahara umum *******************************************************

FORMAT LAPORAN KEUANGAN

Format laporan keuangan bendahara tiap bulan: LAPORAN KEUANGAN Bidang .................................

31

Bulan ............................... Tahun................. PEMASUKAN Dana dari BENDUM Infak pengurus Surplus kepanitiaan Iuran pengurus Dana donasi Total pemasukan Rp.xxxxxx PENGELUARAN Dana operasional Defisit kepanitiaan Iuran pengurus Pengeluaran lainnya Total pengeluaran Saldo bidang ... Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx

Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx (Rp.xxxxxx) Rp.xxxxxx

LAPORAN KEUANGAN KEPANITIAAN

Contoh laporan keuangan kepanitiaan LAPORAN KEUANGAN KEPANITIAAN (nama kegiatan) ...................................................

31

Bulan ................................. Tahun ................... A. Pemasukan 1. Bendahara Umum JN UKMI UNS 2. Rektorat 3. Sponsor 4. Donatur 5. Kontribusi peserta TOTAL PEMASUKAN B. Pengeluaran 1. Kesekretariatan a. Penggandaan proposal dan surat-surat b. Penggandaan makalah c. Pembuatan vandel d. Sertifikat Sub total 2. Sie Acara : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx

: Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx

a.Insentif pembicara dan pengisi acara Insentif pembicara : Rp.xxxxxx Insentif moderator : Rp.xxxxxx Insentif hiburan : Rp.xxxxxx b.Biaya telepon dan fax : Rp.xxxxxx c.Tiket (stiker) : Rp.xxxxxx d.Cocard panitia : Rp.xxxxxx e.Cocard peserta : Rp.xxxxxx Sub total Rp.xxxxxx 3. Sie Pubdekdok a.Pamflet b.Dokumentasi 2 Roll film + cuci cetak Kaset handycam Blank cassette + baterai Jumlah c.Spanduk d.Back Drop Sub total Sie Perkap dan Transportasi : Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx : Rp.xxxxxx Rp.xxxxxx

4.

31

a.Sewa gedung + kursi : Rp.xxxxxx b.Sound system : Rp.xxxxxx c.LCD : Rp.xxxxxx d.Transportasi pembicara : Rp.xxxxxx Sub total Rp.xxxxxx TOTAL PENGELUARAN (Rp.xxxxxx) Saldo/defisit kepanitiaan Rp.xxxxxx

MEKANISME PENDELEGASIAN MEKANISME PENDELEGASIAN JN UKMI UNS PERIODE 2012

31

A. Alur penanganan surat undangan delegasi 1. Surat undangan delegasi adalah surat masuk yang bersifat memohon delegasi untuk menghadiri kegiatan/acara ekstern lembaga. 2. Surat undangan delegasi dari lembaga lain, semua masuk ke Sekretaris Umum, yang kemudian akan disampaikan kepada Bidang yang bersangkutan 3. Nama nama yang akan didelegasikan diusulkan oleh Bidang yang bersangkutan, dan untuk kepastian ada di Ketua Umum JN UKMI UNS. 4. Ketua Umum bersama Sekretaris Umum dapat merekomendasikan Delegasi yang dikirim 5. Pengarsipan surat undangan delegasi ditangani oleh Kesekretariatan ( sebagai surat masuk ) B. Arsip Pendelegasian 1. Delegasi yang ditunjuk akan memperoleh : a. Surat Pendelegasian o Surat pendelegasian adalah surat yang menyatakan bahwa delegasi telah secara formal ditunjuk sebagai wakil lembaga. o Surat pendelegasian ditandatangani oleh Ketum dan Sekum o Surat pendelegasian dibuat rangkap 2, satu sebagai arsip. b. Lembar berita acara kegiatan o Lembar berita acara kegiatan adalah lembaran yang berisi poin-poin acara kegiatan yang wajib diisi oleh delegasi 2. Lembar berita acara kegiatan dan makalah kegiatan (Asli/salinan) diserahkan ke Sekretaris Umum maksimal 1 pekan setelah acara selesai. 3. Hasil hasil direkap oleh delegasi dan diserahkan ke Sekretaris Umum maksimal 1 pekan setelah acara selesai. 4. Semua hal tentang arsip pendelegasian dan keperluan delegasi ditangani oleh Kesekretariatan C. Pendanaan Delegasi 1. Sumber dana yang digunakan pendelegasian menjadi wewenang Bendahara Umum atas sepengetahuan Ketua Umum

31

2.

Pengajuan surat pengantar dan permohonan dana dilakukan oleh Kesekretariatan Pencairan dana Universitas menjadi wewenang Bendahara umum diambil sebelum delegasi berangkat, mengambil dana, surat tugas dari MAWA dan syarat syarat yang harus dipenuhi dan dikoordinasikan dengan delegasi

D. Alur Pendelegasian

Sura t per moh ona n pen dele gasi aan Sta f Sek ret K et u m

31

Se ku m

Na ma

LPJ

Ket :

Pe la ks an aa n

LP J Di Setujui Ketum p el a ks a n a a n

: Arah informasi

Lain - lain Reko mend asi

Bi d/ Bir o/ Un it

Usulan Nama dari Bidang/Bir o/Unit

MEKANISME INVENTARISASI BARANG

Surat Pengantar Delegasi Pemenuhan Keperluan Delegasi Del ega si

MEKANISME INVENTARISASI BARANG JN UKMI UNS PERIODE 2012

Sura t Tuga s & SPJ Rekt orat

Del ega si

*******************************************************

Permohon an dana dan ijin pendelega sian ke Rektorat Re kto rat B e n d u m Penc airan Dana Del ega si

31

A. Barang barang milik JN UKMI UNS harus diinvetarisasi agar terjaga dengan baik B. Inventarisasi barang barang JN UKMI UNS berada dibawah tanggung jawab Kesekretariatan, barang-barang ini disebut sebagai barang umum C. Inventarisasi barang barang JN UKMI UNS yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan suatu bidang menjadi tanggung jawab Sekretaris Bidang dibawah koordinasi Kesekretariatan, barang barang ini disebut sebagai barang khusus D. Setiap 2 bulan sekali diadakan pengecekan ulang terhadap barang JN UKMI UNS sehingga laporan inventarisasi barang harus diperbaharui setiap 2 bulan sekali E. Sistem Pelabelan Barang Terdapat 2 jenis barang, yaitu : 1. Peralatan (Equipment) yaitu barang yang sifatnya permanen dan bisa berkelanjutan Kode jenis barang : E 2. Perlengkapan (Supplies) yaitu barang yang sifatnya tidak permanen sehingga bisa habis sewaktu-waktu serta merupakan barang-barang penunjang keperluan JN UKMI UNS Kode jenis barang : S Sistem pelabelan: a. Barang Umum a. Identitas b. Nama barang c. No. Urut/Inv.Kode Jenis barang/JN UKMI UNS/Bulan romawi/Tahun Contoh : 03/Inv.E/JN UKMI UNS/VII/2012 20/Inv.S/JN UKMI UNS/VII/2012

b. Barang Khusus - Identitas - Nama barang - No. Urut/Inv.Kode Jenis barang/Kode bidang/JN UKMI UNS/Bulan romawi/Tahun Contoh : 05/Inv.E/BP/JN UKMI UNS/IX/2012

31

43/Inv.S/BP/JN UKMI UNS/XI/2012 Kode Bidang : SU : Sekretaris Umum BU : Bendahara Umum BP : Bidang Pembinaan BD : Bidang Dakwah Hum : Bidang Humas Nis : Bidang Nisaa Med : Bidang Media F. Barang barang milik JN UKMI UNS diusahakan dilabeli dengan baik agar mudah teridentifikasi

MEKANISME PEMINJAMAN BARANG MEKANISME PEMINJAMAN BARANG JN UKMI UNS PERIODE 2012

31

a.

Barang Umum Barang umum yang dipinjam oleh perseorangan/instansi dalam rentang waktu diatas 1 hari (24 jam) harus seijin Kesekretariatan (Kesekretariatan)

b. Barang Khusus Barang khusus yang dipinjam oleh perseorangan/instansi dalam rentang waktu diatas 1 hari (24 jam) harus seijin Sekretaris Bidang yang selanjutnya harus dilaporkan kepada kesekretariatan maksimal ketika pengecekan ulang barang. ***************************************************** * CONTOH INVENTARISASI BARANG 1.

Barang Umum DAFTAR INVENTARISASI BARANG JN UKMI UNS Bulan : Februari - Mei No . 1. 2. Jenis Barang Nama Barang Monitor Kompute r Kertas berkop Kode Barang Keterangan Keadaa Jumlah n Baik Ada 1 rim

Peralatan Perlengkapa n

01/Inv.E/JN UKMI UNS/III/2010/201 1 12/Inv.S/JN UKMI UNS/III/2010/201 1

Barang Khusus DAFTAR INVENTARISASI BARANG JN UKMI UNS Bulan : Februari Mei Bidang : Dakwah

2.

31

No. 1. 2.

Jenis Barang Peralatan Perlengkapan

Nama Barang

Kode Barang 02/Inv.E/BD/JN UKMI UNS/III/2010/2011 12/Inv.S/BD/JN UKMI UNS/III/2010/2011

Keterangan Keadaan Jumlah

Keterangan; 1. No : diisi dengan nomor urut barang tersebut 2. Jenis Barang : diisi jenis barang tersebut peralatan atau perlengkapan 3. Nama Barang 4. Kode Barang 5. Keadaan : diisi keadaan barang tersebut misalnya: baik, rusak, ada, dipinjam 6. Jumlah : diisi berapa jumlah barang tersebut. ********************************************************

Panitia Proposal Surat Ijin Kegiata n

31

TU(Tata Usaha) Rektora Panitia diberi surat disposisi untuk mengurus selanjutnya di MAWA Disposis i Ijin Kegiata n Disposisi Pencairan Dana

Kemah asiswa an

Paniti a

Bendaha ra

Dan a

Keterangan : Setelah panitia mendapat Disposisi dari TU. Surat disposisi digunakan untuk mengurus Ijin Kegiatan dan Pencairan Dana ke MAWA, untuk ijin kegiatan diurus sendiri panitia sedangkan untuk pencairan dana diurus oleh Bendahara Umum JN UKMI. Secara umum lama waktu surat surat yang masuk ke TU akan sampai dan selesai di MAWA kurang lebih 3 hari sd 1 minggu, tetapi kalau di urus sendiri bisa Kabag Peminjama PANITIA Perlengkapan n Rumah Tangga Perlengkap an Keterangan : Surat Peminjaman ( Tempat,Perlengkapan,Bis Kampus ) langsung masuk ke pak Danto (Kabag Rumah Tangga UNS) dan disana nanti akan mendapat kepastian bisa/tidak SISTEMATIKA PEMBUATAN yang PROPOSAL perlengkapan/tempat ingin KEGIATAN di pinjam. Sistematika Pembuatan Proposal Kegiatan JN UKMI UNS PERIODE 2012

31

Proposal kegiatan dibuat oleh panitia, sedangkan konsep arahan kegiatan secara umum dibuat oleh bidang yang bersangkutan. Sistematika Penyusunan Proposal Kegiatan. JUDUL KEGIATAN I. MUQODIMAH Berisi tentang Ayat-ayat/hadist tentang nilai-nilai yang akan didakwahkan melalui kegiatan yang akan dilaksanakan. II. LANDASAN KEGIATAN Berisi tentang : 1. Ayat ayat Al-quran yang berkaitan / menjadi landasan kegiatan. 2. Hadist hadist Nabi yang berkaitan / menjadi landasan kegiatan. 3. Aturan kelembgaan atau kesepakatan lembaga (organisasi) yang menjadi landasan kegiatan. III. DASAR PEMIKIRAN Berisi tentang : 1. Gambaran Idealita 2. Gambaran Realita 3. Rumusan Masalah 4. Pemecahan Logika IV. TEMA KEGIATAN V. TUJUAN VI. TARGET VII. SASARAN Berisi tentang : 1. Lingkup yang hendak dijadikan obyek kegiatan 2. Target idealita yang diharapkan. RINCIAN KEGIATAN Berisi tentang : 1. Nama kegiatan 2. Waktu kegiatan 3. Tempat pelaksanaan 4. Pembicara / pengisi acara 5. Kontribusi 6. Fasilitas VIII. PANITIA PELAKSANA ( Lampiran )

31

Berisi tentang : 1. Pelindung : Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS Pembantu Rektor III UNS Drs. Dwi Tiyanto, SU 2. Penasihat : Pembina JN UKMI UNS Drs. Ahmad Taufiq, M.Ag M. Muhtarom, S.Ag, M. Si NIP : pak Taufik : 19620610 198903 1 001 pak Muhtarom : 19740724 200501 1 002 Penanggung jawab: Ketua Umum JN UKMI UNS Insan Prasetya Jati NIM : M 0509036 Pelaksana : Ketua panitia Sekretaris panitia Bendahara panitia Dan seksi-seksi yang diperlukan

3. 4.

IX.

RENCANA ANGGARAN (Lampiran) Berisi tentang: 1. Rencana pengeluaran 2. Rencana sumber pemasukan X. KHATIMAH Berisi tentang: 1. Ayat-ayat / Hadits-hadits pan tigan pelaksanaan 2. Ucapan penutup dan doa Lembar pengesahan ( Tanda tangan : Ketua Panitia, Ketum UKMI, Pembina UKMI, PR III UNS ) *******************************************************

31

SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN JN UKMI UNS PERIODE 2012

A. Alur Laporan Pertanggung Jawaban Kegiatan

Pelaksan aan Kegiatan Oleh

LKM

MAWA

MAWA Kesekretariatan

LPJ Kegiatan

Sekretaris Bidang/Bir o

Kesekretari atan

Setelah pelaksanaan kegiatan selesai kepanitiaan harus membuat LKM & LPJ Kegiatan. 1. LKM & LPJ Kegiatan dibuat oleh Panitia 2. LKM di serahkan ke MAWA paling lambat 2 pekan setelah pelaksanaan kegiatan. 3. LPJ Kegiatan Diserahkan Panitia kepada Sekretaris Bidang / Biro maksimal 2 pekan setelah kegiatan dilaksanakan. 4. LPJ Kegiatan diserahkan Oleh Sekretaris Bidang/Biro kepada Sekretaris I maksimal 1 bulan setelah pelaksanan kegiatan. B. Format LPJ Kegiatan I. LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Hasil Yang Diharapkan

31

II.

III. IV. V.

Laporan pelaksanaan kegiatan A. Dasar Pelaksanaan Kegiatan B. Rincian Kegiatan C. Rincian Anggaran Penutupan A. Kesimpulan B. Saran Tanda tangan Ketua Panitia, Ketua Umum JN UKMI dan mengetahui Pembina JN UKMI Lampiran (Proposal dan semua arsip kepanitiaan)

31

SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA JN UKMI UNS PERIODE 2012

1. 2. 3. 4. 5.

6. 7. 8. 9.

LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA Nama UKM : JN UKMI UNS Nama Kegiatan Tempat Kegiatan Waktu Kegiatan Dana Kegiatan a. Rektorat b. Peserta c. Donatur / Sponsor d. JN UKMI UNS Nama Penanggung Jawab Kegiatan / Nama Pemegang Surat Tugas Ijin Kegiatan / Surat Tugas a. Nomor Surat b. Tanggal Daftar PT peserta / Unit Peserta a. Nama PT / Unit Peserta b. Jumlah Personil Hasil yang dicapai Data / Saran / Hambatan yang perlu disampaikan. ********************************************

31