Anda di halaman 1dari 7

KEKUATAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN : PENDEKATAN MANAJERIAL DAN KEPEMIMPINAN A.

Pendahuluan Analisis terhadap peluang dan ancaman bisnis dari lingkungan yang sangat diperlukan manajemen dalam merumuskan strategi bisnis perusahaan. Analisis mengenai faktor-faktor internal perusahaan juga mutlak dilakukan untuk mengetahui strengths dan weakness. Pemahaman mengenai stengths dan weakness berguna untuk mengidentifikasi peluang bisnis perusahaan, meskipun ada ancaman tetapi jika perusahaan mempunyai kekuatan untuk memanfaatkan peluang tersebut, maka perusahaan tidak akan kesulitan dalam menghadapi ancaman tersebut. Strengths merupakan keunggulan tertentu perusahaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan pesaing. Sedangkan weakness merupakan ketidakmampuan perusahaan untuk melakukan sesuatu yang ternyata dapat dilakukan dengan baik oleh perusahaan pesaing.

Manfaat lain analisis ini adalah untuk mengeksploitasi peluang dan ancaman bisnis yang timbul dari lingkungan bisnis. Untuk mengefisiensi dan mengefektifkan analisis tersebut, ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan perusahaan.

1. Memaksimumkan strengths untuk memanfaatkan peluang (maxi-maxi) 2. Meminimumkan Weakness untuk memanfaatkan peluang (mini-maxi) 3. Memaksimumkan strengths untuk meminimumkan ancaman (maxi-mini) 4. Meminimukan weakness untuk meminimumkan ancaman (mini-mini) Ada 2 perspektif dalam menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan, yaitu : 1. PERSPEKTIF MANAJERIAL : IDENTIFIKASI VARABEL INTERNAL Ada 2 tahap pokok dalam analisis profil perusahaan, yaitu : a. Identifikasi komponen variabel internal Manajemen berusaha mengetahui secara mendalam komponen variabel internal yang secara strategis bertanggung jawab terhadap kemungkinan keberhasilan perusahan dan mengetahui alasan yang menjadi kan komponen tersebut menjadi faktor penentu.

b. Evaluasi terhadap komponen-komponen tersebut Terdapat berbagai pendekatan(teknik) Untuk membantu memenuhi keperluan diatas, diantaranya yaitu : 1) Pendekatan fungsional Menurut pendekatan ini, keunggulan dan kelemahan perusahaan dapat dilihat pada berbagai fungsi bisnis yang ada dan dikerjakan di dalam perusahaan, yakni : fungsi pemasaran, keuangan, operasi dan produksi, SDM, riset dan pengembangan, sistem informasi dan manajemen serta budaya perusahaan. Fungsi diatas masih dapat dijabarkan menjadi komponen-komponen. Tugas manajemen dalam hal ini yaitu memilih komponen yang secara signifikan memberikan tekanan dan perhatian pada faktor kunci. Sehingga alasan memilih komponen tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan alasan yang kuat. Idealnya perusahaan memberikan perhatian yang seimbang terhadap keseluruhan manajemen fungsional, tetapi jika tidak memungkinkan maka dapat dilakukan memberikan perhatian pada salah satu manajemen fungsional secara lebih menonjol dibanding yang lainya. Ketidakseimbangan peran masing-masing manajemen fuungsional pada keunggulan perusahaan

tergantung pada banyak faktor, mislanya jenis industri, segmen pasar, daur hidup barang dan posisi pasar perusahaan.

2) Pendekatan rantai nilai Terdapat tiga tahap yang perlu dilakukkan dalam pendekatan ini : a) Identifikasi aktivitas yang perlu dikerjakan Aktivitas yang dimaksud adalah seluruh aktifitas perusahaan mulai dari awal memproduksi barang b) Analisis profil perusahaan Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan terhadap kegiatan yang lainnya. c) Mencari sinergi potensial 3) Pendekatan unit keunggulan bersaing

4) Pendekatan profit impact of marketing strategy(PIMS) Pendekatan ini menggunakan model regresi untuk menguji faktorfaktor strategis yang berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya ROI(return of investment) yang dicapai. 5) Pendekatan 7-S Untuk mengetahui profil perusahaan, pendekatan ini mengisyaratkan mengetahui dan mengevaluasi 7 variabel organisasi, yaitu : structure, strategy, staff, management style, system and procedure, skill, shared value. Manajemen di tuntut untuk menyeimbangkan 7 variabel tersebut.

2. Evaluasi variabel internal Setelah tahap identifikasi, selanjutnya yaitu melakukan evaluasi terhadap variabel tersebut. Diperlukan standar dalam menentukan apakah sejumlah variabel tertentu termasuk dalam kategori kekuatan atau kelemahan perusahaan. Untuk keperluan tersebut tersedia empat macam pendekatan yang dapat digunakan sebagai pedoman evaluasi. a. Perbandingan dengan kinerja dan kompetensi masa lalu Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan kinerja pada masa lalu dengan kinerja saat ini. Sehingga perusahaan dapat melihat variabel yang signifikan sebagai penentu keberhasilan dan kegagalan perusahaan b. Pendekatan evolusi produk Daur hidup produk merupakan salah satu faktor yang memepengaruhi keberhasilan perusahaan. Pada masa perkenalan, penjualan masih rendah intensitasnya sehingga perusahaan seringkali mengalami kerugian. Pada saat inilah strategi untuk memasuki pasar sangat menentukan kelanjutan hidup perusahaan. c. Perbandingan dengan pesaing Pendekatan ini dilaksanakan jika perusahaan pesaing sulit dikenali dengan cara membandingkan secara relatif dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing. d. Faktor kunci keberhasilan industri Pada pendekatan ini, yang dipelajari sebagai pembanding tidak hanya perusahaan pesaing pokok saja, tetapi industri secara keseluruhan. Manajemen mengidentifikasi faktor kunci penentu keberhasilan industri.

3. Matriks profil perusahaan Dari proses identifikasi dan evaluasi, maka sudah didapat profil perusahaan secara kualitatif. Untuk memperjelas profil perusahaan, maka dilakukan kuantifikasi, sekalipun tidak meninggalkan peran pendapat manajemen. Salah satu bentuk usaha kuantifikasi adalah dengan menyusun matrik profil perusahaan. Langakah-langkah dalam menyusun matrik : a. Identifikasi variabel internal b. Memberi bobot pada variabel c. Memberi nilai pada variabel d. Mengalikan bobot dan nilai e. Nilai tertimbang di jumlahkan

2. PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN Menjelaskan secara ringkas tentang perspektif kepemimpinan yang juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Analisis ini memberikan tekanan pada keunikan kepemimpinan dan karakteristik

kepemimpinan. Dengan demikian ada empat macam keunikan kepemimpinan masingmasing untuk satu jenis managemen fungsional. a. Kepemimpinan Dalam manajemen pemasaran Keunikan kepemimpinan dalam manajemen pemasaran dapat dilihat dari sejauh mana upaya pengembangan produk dilakukan oleh unit bisnis yang bersangkutan. Ditemukan ada 4 keunikan yaitu : 1. Prospectors Kepemimpinan dalam manajemen pemasaran yang berorientasi dalam

peningkatan volume penjualan melalui pengenalan dan pengembangan produk barudan peningkatan pangsa pasar. Strategi pemasaran ini biasanya dipilih ketika industri belum dewasa atau tegasnya industry masih berada pada tahap yang muda. 2. Defender

Berorientasi pada mempertahankan posisi pasar yang selama ini sudah dimiliki. Perusahaan. 3. Analyzer Berusaha mempertahankan sejumlah produk yang ditawarkan kepada pasar akan tetapi pada saat yang sama kadang-kadang juga secara cermat menawarkan produk baru yang memang sangat dipercaya menjanjikan keberhasilan. 4. Reactor Merupakan strategi yang bersifat sementara dan tidak sistematis. Tidak ada sifat yang pasti dan konsisten yang dipilih oleh manajemen ketika menghadapi perubahan lingkungan bisnis. b. Kepemimpina Dalam Manajemen Keuangan Gaya kepemimpinan pada manajemen keuangan ada 4 tipe kepemimpinan yaitu : 1. Tipe Kepemimpinan Agresif Merupakan gambaran perusahaan yang manajernya memiliki sifat berani menempuh resiko demi mencapai tujuan yang lebih baik dan memiliki kapabilitas untuk merealisasikan tujuannya tersebut. 2. Tipe perusahaan pasif dalam memilih resiko, manajer perusahaan tipe ini cenderung memakai strategi safety first. Strategi keuangan pasif bertujuan untuk mempertahankan posisi perusahaan yang telah mencapai posisi mapan. 3. Tipe Manajer Perusahaan Superior Cenderung memiliki resiko yang rendah namun karena faktor tertentu perusahaan ini memperoleh return yang tinggi. Tujuannya yaitu untuk mempertahankan posisi bersaing yang sekarang sudah dicapai. 4. Tipe Manajer perusahaan Suboptimal Cenderung memiliki resiko yang tinggi namun dia kurang berhasil mendapatkan return yang sebanding dengan besarnya resiko. Bertujuan meningkatkan posisi bersaing perusahaan dengan konsekuensi resiko perusahaan meningkat namun dalam realisasinya perusahaan kurang berhasil dalam mencapai target tersebut.

c. Sumberdaya Manusia dan Organisasi Kepemimpinan dilihat dari sumberdaya manusia dan organisasi secara sederhana ada 4 yaitu :

1. Organisasi Dengan Karakter Dewa zeus Pemimpin yang memiliki karakter dewa zeus adalah adalah seorang yang cenderunng berfikir intuitif dan menyeluruh. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan yang bergerak cepat dalam menyelesaikan sebuah

permasalahan dan berganti cara jika sekirannya cara pertama tidak mendatangkan hasil. Pemimpin merekrut stafnya yang masih yunior untuk didik bukan untuk menambah pengetahuan tetapi untuk lebih penting lagi dalam cara berprilaku dan belajar bagaimana seseorang seharusnya melakukan sesuatu. Hal ini membawa implikasi kedekatan hubungan yang bersifat personal antara yunior dengan senior. 2. Organisasi Dengan Karakter Dewa Apollo Organisasi yang diidentikan dengan pada kekuatan pilar-pilar organisasi seperti : fungsi , system, struktur, prosedur organisasi dan pembagian kerja. Jika salah satu pilar tidak bekerja dengan baik, pasti organisasi juga tidak berjalan sempurna sehingga organisasi akan runtuh. 3. Organisasi Dengan Karakter Athena Simbolnya adalah jejaring dimana melambangkan bahwa organisasi memiliki sumberdaya di berbagai bagian organisasi. Kekuatan tidak terletak pada pusat kekuat. 4. Organisassi Dengan Karakter Dionysus Mengindikassikan tidak terjadinya subordinasi antar satu pihak dengan pihak lain. Dimana para pekerja bukan subordinasi sebuah organisasi, para pekerja diperlakukan sebagai human beings bukan sekedar asset perusahaan.

d. Kepemimpinan Dalam Manajemen Operasi Dengan menggunakan pendekatan biaya dan kualitas pada dasarnya proses produksi dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) yaitu : 1. Strategi keunggulan biaya Upaya keras yang dialkukan perusahaan untuk menghasilkan produk dengan biaya produksi yang relative lebih rendah disbandingkan dengan biaya produksi yang dihasilkan oleh pesaingnya. 2. Strategi innovator, diterapkan pada kondisi pasar yang sangat

memperhatikankualitas produk dimana pertimbangan biaya bukan segalanya.

3. Setrategi diferensiasi dimaksudkan sebagai kebijakan perusahaan dibidang operasi yang menekankan pada terciptanya sebuah produk yang memiliki keunikan tertentu yang memungkinkan perusahaan untuk yang lebih mahal. 4. Strategi imitator cenderung menunggu dalam menghasilkan produk. Tujuan yang inggin dicapai adalah mendapatkan return dengan meminimalkan resiko kegagalan produk yang sangat mungkin dialami oleh perusahaan yang mengenalkan produk pertama kali. mematok harga