DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV

MODUL IV METODE PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

A. MODEL MARVIN E. MUNDEL Dengan metoda ini Indeks Produktivitas dapat diukur sebagai : AOMP / RIMP X 100 AOMB / RIBP AOMP / AOMB X 100 RIMP / RIBP

IP = dimana :

IP =

AOMP = Aggregated Output, Measured Period yaitu total output pada waktu pengukuran RIMP = Resource Inputs, Measured Period yaitu total input yang digunakan pada waktu pengukuran AOBP = Aggregated Outputs, Base Period yaitu total output pada waktu dasar pengukuran RBP = Resource Inputs, Base Period yaitu total input yang digunakan pada waktu dasar pengukuran AOMP disebut sebagai Current Performance Index (CPI) pada waktu pengukuran RIMP AOBP RIBP AOMP AOBP RIMP RIBP disebut sebagai Base Performance Indeks (BPI) pada waktu dasar disebut sebagai Output Index (OI) yaitu perbandingan pada waktu pengukuran dengan waktu dasar pengukuran disebut sebagai Input Index (II) yaitu perbandingan input pada waktu pengukuran dengan pada waktu dasar pengukurannya Jadi pengukuran ini pada dasarnya adalah membandingkan antara produktivitas pada waktu pengukuran dengan pada waktu dasarnya. Indeks Produktivitas pada waktu dasar pengukuran adalah 100, sehingga indeks produktivitas pada waktu pengukuran ada tiga macam, yaitu : 1. IP < 100, jika produktivitas pada waktu pengukuran lebih kecil dibandingkan dengan produktivitas waktu dasar pengukuran

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mutmainah

ANALISIS PRODUKSI

1

RIBP 5. Jasa pengangkutan barang c. yaitu : a. Tentukan tahun 2003 sebagai waktu dasar perhitungan (Base Period) dan tahun 2004 sebagai waktu perhitungan (Measured Period) 2. Jasa pengangkutan khusus 3. 6. Biaya karyawan langsung b. 8. telepon 4.4 milyar 700 juta 600 juta 2 milyar 500 juta 300 juta Tentukan : 1. Tentukan pernyataan-pernyataan output. IP > 100.5 milyar 800 juta 200 juta Tahun 2004 15 milyar 5 milyar 3 milyar 1. jika produktivitas pada waktu pengukuran lebih besar dibandingkan dengan produktivitas waktu dasar pengukuran Semakin baik produktivitas suatu perusahaan berarti semakin naik IP-nya ( diatas 100 ) Contoh : Perusahaan penerbangan ”Manuk Dadali” mepunyai data sebagai berikut : No. Penjualan tiket 2. IP = 100. OI 8. 4. AOMP 2. Biaya karyawan langsung Biaya karyawan tak langsung Jasa Pengangkutan barang Biaya listrik. yaitu : a. AOBP 3. 7. IP2004 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 2 .DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV 2. 3. Penjualan tiket b. BPI 7. Tentukan pernyataan-pernyataan input. Biaya listrik. Pernyataan 1. CPI 6. 5. RIMP Jawab Langkah-langkah pemecahan : 1. Biaya karyawan tidak langsung c. 9. telepon Jasa penerbangan khusus Sewa gedung & hanggar Biaya perawatan Biaya Administrasi Tahun 2003 10 milyar 4 milyar 2 milyar 2 milyar 1 milyar 500 juta 1. jika produktivitas pada waktu pengukuran sama dengan produktivitas waktu dasar pengukuran 3. air. air. II 9.

Hal ini akan menimbulkan kesulitan pada perbaikan produktivitas karena angka tersebut tidak menggambarkan mengapa terjadi demikian.2 IP04 = 17 / 11.5 / 9.5 AOBP = 1.5 M = 4 M + 2 M + 1 M + 1.38 II = 11.5 AOMP / RIMP = X 100 = 112.5 RIBP 17 AOMP = = 1.5 AOBP = = 1. Pengukuran produktivitas parsial akan mengukur produktivitas unit proses secara spesifik sehingga lebih obyektif. Maka AOMP = 15 M + 1.5 M = 5 M + 3 M + 700 juta + 2 M + 500 juta + 300 juta = 11.35 12.4 M + 600 juta RIMP RIBP = 17 M AOBP = 10 M + 2 M + 500 juta = 12.5 AOBP / RIBP PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PARSIAL Pada pengukuran produktivitas total yang terlihat adalah angka akuntansi.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV d.5 RIMP = 9.5 M + 800 juta + 200 juta = 9.32 9. Sewa gedung & hanggar e.5 RIMP Biaya administrasi BPI = CPI = OI = 17 AOMP = 12. mudah dipantau. Biaya perawatan f.5 RIBP = 1.5 M 12.48 11 . dipelihara dan diperbaiki PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 3 .

biaya Profitabilitas = Banyaknya output x harga per unit Banyaknya input x biaya per unit Banyaknya output x = Banyaknya input Harga Biaya Dari ukuran produktivitas yang dikemukakan APC tampak bahwa ada hubungan profitabilitas dengan produktivitas dan faktor perbaikan harga. Metode pengukuran produktivitas parsial : • • • Model APC Habberstad Productivity Wheel Objective Matrix (OMAX) A. MODEL APC Pusat Produktivitas Amerika (The America Productivity Center) mengemukakan ukuran produktivitas sebagai berikut : Profitabiltas = Hasil penjualan Biaya .DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Produktivitas keseluruhan akan baik jika produktivitas parsialnya baik. Rasio produktivitas memberikan suatu indikasi penggunaan sumber-sumber dalam menghasilkan output perusahaan Model APC untuk pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan ditunjukkan dalam Gambar berikut : Bisnis Lingkungan Pembelian Penjualan (Rp ) input Proses Konversi output (Rp) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 4 . Jadi peningkatan produktivitas total dapat dilakukan dengan memperbaiki produktivitas parsial.

DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Gambar 1.500 17.000 5 2.100 80 Harga 35 200 Nilai 38. di sini dikemukakan data hipotesis dri perusahaan garmen. Hargaharga dan biaya per unit setiap tahun digandakan dengan kuantitas output dan input pada tahun tertentu sehingga akan menghasilkan indeks perbaikan harga pada tahun itu.000 49.000 Kuantitas 1.500 Periode 2 3. sedangkan perhitungan input modal ditentukan berdasarkan depresiasi total ditambah keuntungan relatif terhadap harta total ( harta tetap + modal kerja ) yang dipergunakan.000 19. Dalam model APC. Bila diketahui indeks produktivitas dan indeks perbaikan harga maka indeks profitabilitas dapat ditentukan dengan jalan : Indeks Profitabilitas = (indeks produktivitas) x (indeks perbaikan harga) Atau : Indeks produktivitas = Indeks Profitabilitas Indeks perbaikan harga Indeks perbaikan harga menunjukkan perubahan dalam biaya input terhadap harga output perusahaan.000 54. kuantitas output dan input setiap tahun digandakan dengan harga-harga tahun dasar untuk menghasilkan indeks produktivitas. material dan energi dihitung atau ditentukan secara langsung.500 7 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 5 . seperti dalam tabel 1 Tabel 1 Periode 1 Item Kuantitas Output Produk 1 Produk 2 Total Output Input Tenaga Kerja : 1000 100 Harga Nilai 30 190 30. Sebagai contoh penggunaan model APC dalam pengukuran produktivitas perusahaan.Dengan demikian input modal untuk suatu periode tertentu sama dengan depresiasi untuk periode itu ditambah (ROA periode dasar dikalikan harta sekarang yang dipergunakan.500 16.000 15. Dalam model APC biaya per unit tenaga kerja.

600 + 7.900 20.000 – Rp (16.3 7. sedangkan dalam periode 2 meningkat sebesar Rp 30.000 13.15 1.000 sehingga besaran modal kerja menjadi Rp 80.00 Nilai 1.000 serta diasumsikan tingkat depresiasi sebesar rata-rata 10% per tahun.000 150 300 1.000) = Rp 10.000 200 Harga 0.200 600 7. sehingga besar depresiasi diasumsikan Rp 10.000 21.000 Periode 2 Kuantita s 8.000 0.700 + 10. perusahaan memiliki harta modal sebesar Rp 100.000 250 Harg a 0.000.073 *Merupakan selisih antara penerimaan output dan total biaya input.000 180.000 200 300 1 6 2 6. Besaran 0.140 23.10 Nilai 1.000 10.5 3. material dan energi ditentukan secara langsung.073**) 100.000 0.500 200 1.140 57.000 1.000.900 49.125 Periode 1 Item Kuantitas Energi Jenis 1 Jenis 2 Input Modal : Penyusutan Pengembalia n Keuntungan*) Total input Keterangan : 10.500 6.100 1.073.900/Rp 15. Sebagai contoh untuk periode 1 : keuntungan sebesar Rp 49.20 1.600 275 1.10 0. Keuntungan yang diterima dalam periode 1 adalah selisih antara penerimaan output dan total biaya input dalam hal ini sebesar : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 6 .600 500 8 4.900 ** Modal kerja dalam periode 1 diasumsikan sebesar Rp 50.800 7.0 9.875 10.640 100.000 = 0.800 + 1.125 900 11.600 18. Harta tetap diasumsikan sebesar Rp 10.10 0.700 10. sedangkan penjelasan untuk perhitungan input modal adalah sebagai berikut : Dalam periode 1.073 ini dikenal sebagai Return On Assets (ROA) dalam periode dasar Dari tabel terlihat bahwa perhitungan input tenaga kerja.000 150.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Kategori 1 Kategori 2 Material : Material 1 Material 2 Material 3 600 6 3.000 per tahun.

Tingkat pengembalian harta pada periode dasar (periode 1) ditentukan sebagai berikut : Keuntungan dalam periode dasar (harga tetap + modal kerja) dalam periode dasar Rp10.900 = = 0.500 L1 = = 0.984 Q2 Rp 49. Perhitungan input tenaga kerja berdasarkan harga konstan Periode 1 (Periode Dasar) L1 = (3.100).900 Dengan demikian besar keuntungan selama periode 1 dihitung dari selisih antara total penerimaan output (Rp 49. energi dan depresiasi (Rp 38.200 = = 0. Perhitungan output dengan menggunakan harga konstan : Periode 1 (Periode Dasar) Q1 = (1.000 x Rp 30) + (100 x Rp 190) = Rp 49.833 Rp 18.500 Indeks input tenaga kerja = Rp 15.700 + 10.800 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 7 .800 + 1.000 ROA = ROA = Perhitungan berbagai angka indeks produktivitas berdasarkan data dalam tabel dengan menggunakan nilai rupiah konstan (berdasarkan harga tahun dasar) dilakukan sebagai berikut : 1.600 + 7.000 2.000 x Rp 5) + (600 x Rp 6) = Rp 18.600 L2 3.200 Indeks output = Q1 Rp 48.600 Periode 2 (Menggunakan harga tahun dasar) L2 = (2.000) dan total biaya tenaga kerja.073 Rp100.07366 = 0. Perhitungan input material berdasarkan harga konstan Periode 1 (periode dasar) M1 = (6.000 Periode 2 ( Menggunakan harga tahun dasar) Q2 = (1.000 x Rp 1) + (200 x Rp 6) + (300 x Rp 2) = Rp 7.500 x Rp 5) + (500 x Rp 6) = Rp 15.000 ) = Rp 10.900 Rp10. material.00 + Rp50.000 Rp150.000 – Rp ( 18.100 x Rp 30) + (80 x Rp 190) = Rp 48.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Rp 49.

000 x Rp 0.140 Indeks input modal = Rp 23.000 I2 7. Perhitungan input modal berdasarkan harga konstan : Periode 1 (periode dasar) K1 = (10.140) = Rp 48.107 Rp 20.700+20.15) + (250 x Rp 1.10) + (Rp 150.000 x Rp 0. Perhitungan total input (tenaga kerja + material + energi + modal) : Periode 1 (periode dasar) Total input = Rp (18.450 Indeks input energi = Rp 1.000 x Rp 0.800 M2 4.590 Indeks total input = Rp 48.10) + (Rp 180.700 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) E2 = (8.000 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) Total input = Rp (15.000 x 0.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) M2 = (7.000 x Rp 1) + (150 x Rp 6) + (300 x Rp 2) = Rp 8.500+8.000 x 0.072.853 Rp 1.900) = Rp 49.07266) = Rp 20.600+7.900 2.000 x 0.992 Rp 49. sehingga (Rp 100. Perhitungan produktivitas tenaga kerja berdasarkan harga konstan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 8 .450+23.800+1.450 E1 = = 0.900 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) K2 = (Rp100.900 K2 Catatan : perhitungan input modal disesuaikan dengan data dalam Tabel 1 dimana untuk periode 1 menggunakan besaran ROA = 0.090 Rp 7.590 I1 = = 0.500 Indeks input material = Rp 8.500 M1 = = 1. Perhitungan input energi berdasarkan harga konstan Periode 1 (periode dasar) E1 = (10.000 x 0.00) = Rp 1.15) + (200 x Rp 1.140 K1 = = 1.10) + (Rp 150.000 x 0.073) = Rp 20.00) = Rp 1.073) = Rp 23.700 E2 5.500+1.

500 L2 3.200 = = 5.181 x 100) = 118.634 PL1 Indeks produktivitas tenaga kerja (IPL) = Berdasarkan perhitungan ini diketahui bahwa produktivitas tenaga kerja di perusahaan Z meningkat sebesar 18.000 O1 = = 2.181 2 .634 PL1 8. Apabila bila ingin menyatakan bilangan atau angka indeks produktivitas pada tahun dasar sama dengan 100.3 – 100 = .000 = = 6. yang tampak dari selisih 90. sehingga dengan mudah dapat diketahui bahwa produktivitas tenaga kerja dalam periode 2 telah dapat ditingkatkan sebesar 18.800 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) PM2 = O2 48.634 PL2 .2. apabila dibandingkan dengan keadaan produktivitas tenaga kerja dalam periode 1 atau periode dasar.671 PM2 = = 0.1 2.600 L1 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) PL2 = Rp 48. Indeks produktivitas material periode 2 = 90. maka kita dapat menggandakan hasil perhitungan dengan bilangan 100.903 6 .634 Rp 18.1%.500 5.200 O2 = = 3.110 Rp 15.PL1 x 100 = x 100 = 18.9. Perhitungan produktivitas material berdasarkan harga konstan Periode 1 (periode dasar) PM1 = O1 49.671 M2 8.3.7%.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Periode 1 (periode dasar) PL1 = Rp 49. Perhitungannya adalah sebagai berikut : ∆ PL = 3. yang berarti terjadi penuruan sebesar 9.1% dalam periode 2.282 PM1 Indeks produktivitas material (IPM) = Berdasarkan perhitungan indeks produktivitas material (IPM) diketahui telah terjadi penurunan produktivitas material dalam periode 2.282 M1 7.7% PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 9 .1. sehingga diperoleh IPL1 = (1.110 PL2 = = 1.110 .

083 PK2 = = 0.900 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) PK1 = PK2 = O2 48.241 PE2 = = 1.282 PM1 ∆ PM = 9.200 = = 33.241 E2 1.824 PE1 Indeks produktivitas energi (IPE) = Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa produktivitas energi dalam periode 2 meningkat sebesar 15. Perhitungan produktivitas modal berdasarkan harga konstan Periode 1 (periode dasar) O1 49.450 33. 11.3% dibandingkan dalam periode 1.153 28.700 Periode 2 (menggunakan harga tahun dasar) PE2 = O2 48.1% dibandingkan dengan periode 1.083 K2 23.000 = = 2.344 PK1 Indeks produktivitas modal (IPK) = Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa produktivitas modal dalam periode 2 menurun sebesar 11.200 = = 2.9.PM1 x 100 = x 100 = .344 K1 20.000 = = 1.824 E1 1.7 6.000 = = 28.889 2 .282 PM2 .000 I1 49.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Perhitungan dengan cara lain juga dapat dilakukan yang memberikan hasil perubahan produktivitas sama besarnya yaitu : 5.671 − 6. 10. Perhitungan produktivitas total berdasarkan harga konstan : Periode 1 (periode dasar) PT1 = O1 49.140 2. Perhitungan produktivitas energi berdasarkan harga konstan : Periode 1 (periode dasar) PE1 = O1 49.000 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 10 .

984 0. Perhitungan output dengan menggunakan harga yang tetap Periode 1 O1 = (1.500 1.833 1.241 2.282 28.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Periode 2 ( menggunakan harga tahun dasar) PT2 = O2 48.700 20.800 1.900 49.450 23.344 1.000 18.100 x Rp 35) + (80 x Rp 200) = Rp 54.992 1. Apabila hasil-hasil perhitungan dari nomor 1 sampai 11 diringkas.000 Indeks produktivitas total (IPT) = Dari indeks produktivitas total diketahui bahwa telah terjadi penurunan produktivitas dalam periode 2 sebesar 0.500 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 11 . Tabel 2. Indeks Produktivitas Perusahaan Garmen Atas dasar harga konstan Indeks Periode 1 (Rp) Total output Input tenaga kerja Input material Input energi Input modal Total input Produktivitas TK Produktivitas material Produktivitas energi Produktivitas modal Produktivitas total 49.853 1.00 Periode 2 O2 = (1.992 = 0. Konsekuensinya terjadi penurunan produktivitas total dalam periode 2 di perusahaan garmen ini.140 48.992 1.600 7.590 3.889 0.107 0.153 0.000 2. namun terjadi penurunan produktivitas material dan modal.8%.634 6.992 I2 48.181 0.200 = = 0.903 1.000 x Ro 30) + (100 x Rp 190) = Rp 49. maka akan terlihat seperti tabel 2. Hal ini berbeda dengan penentuan indeks profitabilitas yang menggunakan harga yang berlaku pada saat dilakukan perhitungan untuk periode itu.110 5.Perhitungan berbagai angka indeks profitabilitas. dilakukan sebagai berikut : 1. bahwa terdapat peningkatan produktivitas tenaga kerja dan energi.090 0.083 0.671 33.992 Item Berdasarkan Tabel 2.992 0.500 8.200 15.500 PT 2 = PT1 0.000 Periode 2 (Rp) 48. Berdasarkan perhitungan-perhitungan yang dilakukan terlihat bahwa penentuan indeks produktivitas didasarkan pada harga konstan.823 2.

3) + (150 x Rp 7.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Indeks output = IO = O2 54.000XRo 0.103 E1 1.000 x 0.900 Periode 2 (menggunakan harga yang berlaku pada periode 2) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 12 .500 Indeks input tenaga kerja = IL = L2 21.000 x Rp 5) + (600 x Rp6) = Rp 18.000 x Rp 1) + (200 x Rp 6) + (300 x Rp2) = Rp 7. Perhitungan input tenaga kerja berdasarkan harga yang berlaku: Periode 1 L1 = (3.0726666) = Rp 20.800 Periode 2 M2 = (7.0) = Rp 11.700 Periode 2 E2 = (8.156 L1 18. Perhitungan input energi berdasarkan harga yang berlaku : Periode 1 E1 = (10.000) = Rp 1.600 3.500 = = 1.500 = = 1.000 2.5) + (300 x Rp 3. Perhitungan input modal berdasarkan harga yang berlaku : Periode 1 (periode dasar) K1 = (Rp 100.10) + (Rp 150.112 O1 49.700 5.10) = Rp 1.125 = = 1.125 Indeks produktivitas material = IM = M2 11.15) + (200 x Rp 1.20) + (250 x Rp 1.426 M1 7800 4.000 x 0.000 x Rp 1.600 Periode 2 L2 = (2. Perhitungan input material berdasarkan harga yang berlaku : Periode 1 M1 = (6.875 Indeks input energi = IE = E2 1.000 x Rp 0.875 = = 1.500 x Rp 7) + (500 X Rp 8) = Rp 21.

640 I2 57.005 IK 1. Perhitungan indeks profitabilitas dari input energi (IPF-E) IPF – E = 1. Perhitungan indeks profitabilitas tenaga kerja (IPL-L) Indeks profitabilitas dari input tenaga kerja IPL-IL = Indeks Output (IO) 1.112 = = 0.I 1.600+Rp7.000 x 0.780 1 . Perhitungan total input (TK+material+energi+modal) berdasarkan harga yang berlaku : Periode 1 (Periode dasar) Total input = Rp18.112 IO = = 0.800+Rp1.000 2.107 11.156 Indeks input tenaga kerja (IL) 3.875+Rp23.103 IE 10.176 Apabila hasil perhitungan indeks profitabilitas dikumpulkan maka akan tampak seperti dalam Tabel 3 berikut : Tabel 3 Atas dasar harga yang berlaku Item Indeks Indeks PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 13 .140 K2 = = 1.900= Rp 49.500+Rp11.426 IM 4.140=Rp57.000 Periode 2 Total input = Rp21.112 IO = = 1.176 I1 49.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV K2 = (Rp 100.962 1.000 x 0. Perhitungan input profitabilitas dari total input (IPF-I) : IPF – I = 1.140 Indeks input modal = IK = Rp 23.125+Rp1.900 K1 1.107 Rp 20.112 IO = = 0.10) + (Rp 180.640 Indeks total input = I – I = = = 1.700+Rp20.008 1.073) = Rp 23. Perhitungan indeks profitabilitas dari input materil (IPF-M) IPF – M = 1.946 I .112 = = 1. Perhitungan indeks profitabilitas dari input modal (IPF-K) IPF – K = IO 1.

Perhitungan indeks perbaikan harga untuk total input (IPH-I) IPH – I = 0.500 11.DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV Periode (Rp) Output : Total Input : Tenaga kerja Material Energi Modal Total 49.992 IPT Akhirnya apabila indeks produktivitas.864 0.112 1. Perhitungan indeks perbaikan harga untuk input tenaga kerja (IPH-L) IPH – L = 0.000 1 Periode 2 (Rp) 54.125 1.103 1.903 IPM 3.900 49.815 1. Perhitungan indeks perbaikan harga untuk input material (IPH-M) IPH – M = 0.954 0.008 IPH .107 1.780 IPF .780 1.946 Dengan memanfaatkan hasil perhitungan indeks produktivitas dalam Tabel 2.I = = 0.500 21.600 7.140 57.153 IPE 4.L = = 0. Perhitungan indeks perbaikan harga untuk input energi (IPH – E) : IPH – E = 1. serta indeks profitabilitas dalam Tabel 3 maka dapat ditentukan indeks perbaikan harga (IPH) yang pada dasarnya merupakan rasio antara indeks profitabilitas dan indeks produktivitas.005 0.000 18.946 IPH .176 Profitabilitas 0 0.640 1.962 IPF . maka akan tampak seperti tabel 4 Tabel 4 Input Factor IPF IP IPH PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 14 .426 1.962 0.700 20. Dengan demikian perhitungan indeks perbaikan harga dilakukan sebagai berikut : 1.874 1.889 IPK 5.800 1.008 1.E = = 0. indeks profitabilitas dan indeks perbaikan harga untuk berbagai input dari perusahaan Z dikumpulkan. Perhitungan indeks perbaikan harga untuk input modal (IPH – K) IPH – K = 1.875 23.M = = 0.005 IPH .181 IPL 2.156 1.K = = 1.130 0.

864 0.814.181 0. dengan efek bersih mengurangi profitabilitas sebesar 1.1% dalam periode 2.874 1.962 = 0. Karena adanya kenaikan tingkat upah yang ditunjukkan oleh besaran IPH-L = 0.780 1.130 0.000-0. Demikian pula tingkat upah meningkat sebagaimana ditunjukkan oleh besaran indeks perbaikan harga untuk input tenaga kerja yaitu IPH-L = 0.903 1. Interpretasi serupa dapat dilihat untuk faktor input yang lain.814 0. Terlihat bahwa produktivitas tenaga kerja meningkat 18.889 0.038 atau 3.8% dalam periode 2 itu.005 0.153 0. hal ini mengakibatkan produktivitas tenaga kerja meningkat. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Mutmainah ANALISIS PRODUKSI 15 .DIKTAT ANALISA PRODUKTIVITAS-MODUL IV (1) Tenaga kerja Material Energi Modal Total (2) 0.962 0. 4 dapat ditarik beberapa kesimpulan sehubungan dengan produktivitas perusahaan garmen tersebut.992 (4) = (2)/(3) 0.954 Dari Tabel.946 (3) 1.814.008 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful