Anda di halaman 1dari 15

Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal

Oleh: Made Astawan ORANG-orang yang bijaksana sering mengatakan bahwa "kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup ini". Sehat dan bugar adalah dua kunci yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang agar hidup ini menjadi lebih bermakna. Untuk mewujudkannya antara lain dapat kita lakukan melalui pengaturan makanan. DALAM kehidupan modern ini, filosofi makan telah mengalami pergeseran, di mana makan bukanlah sekadar untuk kenyang, tetapi yang lebih utama adalah untuk mencapai tingkat kesehatan dan kebugaran yang optimal. Fungsi pangan yang utama bagi manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan zat-zat gizi tubuh, sesuai dengan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan bobot tubuh. Fungsi pangan yang demikian dikenal dengan istilah fungsi primer (primary function). Selain memiliki fungsi primer, bahan pangan sebaiknya juga memenuhi fungsi sekunder (secondary function), yaitu memiliki penampakan dan cita rasa yang baik. Sebab, bagaimanapun tingginya kandungan gizi suatu bahan pangan akan ditolak oleh konsumen bila penampakan dan cita rasanya tidak menarik dan memenuhi selera konsumennya. Itulah sebabnya kemasan dan cita rasa menjadi faktor penting dalam menentukan apakah suatu bahan pangan akan diterima atau tidak oleh masyarakat konsumen. Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, maka tuntutan konsumen terhadap bahan pangan juga kian bergeser. Bahan pangan yang kini mulai banyak diminati konsumen bukan saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik serta penampakan dan cita rasa yang menarik, tetapi juga harus memiliki fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh. Fungsi yang demikian dikenal sebagai fungsi tertier (tertiary function). Saat ini banyak dipopulerkan bahan pangan yang mempunyai fungsi fisiologis tertentu di dalam tubuh, misalnya untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan penyerapan kalsium, dan lain-lain. Semakin tinggi tingkat kemakmuran dan kesadaran seseorang terhadap kesehatan, maka tuntutan terhadap ketiga fungsi bahan pangan tersebut akan semakin tinggi pula. Apa itu pangan fungsional? Dasar pertimbangan konsumen di negara-negara maju dalam memilih bahan pangan, bukan hanya bertumpu pada kandungan gizi dan kelezatannya, tetapi juga pengaruhnya terhadap kesehatan tubuhnya (Goldberg, 1994). Saat ini pangan telah diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan bila dimungkinkan, pangan harus dapat menyembuhkan atau menghilangkan efek negatif dari penyakit tertentu. Kenyataan tersebut menuntut suatu bahan pangan tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar tubuh (yaitu bergizi dan lezat), tetapi juga dapat bersifat fungsional. Dari sinilah lahir konsep pangan fungsional (fungtional foods), yang akhir-akhir ini sangat populer di kalangan masyarakat dunia. Kepopuleran tersebut ditunjang oleh suatu keyakinan bahwa di dalam pangan fungsional terkandung gizi-gizi dan zat-zat non gizi yang sangat penting khasiatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Fenomena pangan fungsional telah melahirkan paradigma baru bagi perkembangan ilmu dan teknologi pangan, yaitu dilakukannya berbagai modifikasi produk olahan pangan menuju sifat fungsional. Saat ini, di Indonesia telah banyak dijumpai produk pangan fungsional, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun impor.

Sejak tahun 1984, Pemerintah Jepang telah menyusun suatu alternatif pengembangan pangan fungsional dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi-fungsi fisiologis, agar dapat melindungi tubuh dari penyakit, khususnya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan kanker. Diharapkan dengan pengembangan pangan fungsional dapat meningkatkan derajat kesehatan serta menekan biaya medis bagi masyarakat Jepang. Sampai saat ini belum ada definisi pangan fungsional yang disepakati secara universal. The International Food Information (IFIC) mendefinisikan pangan fungsional sebagai pangan yang memberikan manfaat kesehatan di luar zat-zat dasar. Menurut konsensus pada The First International Conference on East-West Perspective on Functional Foods tahun 1996, pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Definisi pangan fungsional menurut Badan POM adalah pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Serta dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan atau minuman, mempunyai karakteristik sensori berupa penampakan, warna, tekstur dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen. Selain tidak memberikan kontraindikasi dan tidak memberi efek samping pada jumlah penggunaan yang dianjurkan terhadap metabolisme zat gizi lainnya. Golongan senyawa yang dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu di dalam pangan fungsional adalah senyawa-senyawa alami di luar zat gizi dasar yang terkandung dalam pangan yang bersangkutan, yaitu: (1) serat pangan (deitary fiber), (2) Oligosakarida, (3) gula alkohol (polyol), (4) asam lemak tidak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids = PUFA), (5) peptida dan protei tertentu, (6) glikosida dan isoprenoid, (7) polifenol dan isoflavon, (8) kolin dan lesitin, (9) bakteri asam laktat, (10) phytosterol, dan (11) vitamin dan mineral tertentu. Meskipun mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, pangan fungsional tidak berbentuk kapsul, tablet, atau bubuk yang berasal dari senyawa alami (Badan POM, 2001). Pangan fungsional dibedakan dari suplemen makanan dan obat berdasarkan penampakan dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Kalau obat fungsinya terhadap penyakit bersifat kuratif, maka pangan fungsional hanya bersifat membantu pencegahan suatu penyakit. Persyaratan pangan fungsional Jepang merupakan negara yang paling tegas dalam memberi batasan mengenai pangan fungsional, paling maju dalam perkembangan industrinya. Para ilmuwan Jepang menekankan pada tiga fungsi dasar pangan fungsional, yaitu: 1. sensory (warna dan penampilannya yang menarik dan cita rasanya yang enak), 2. nutritional (bernilai gizi tinggi), dan 3. physiological (memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi tubuh). Beberapa fungsi fisiologis yang diharapkan dari pangan fungsional antara lain adalah: 1. pencegahan dari timbulnya penyakit, 2. meningkatnya daya tahan tubuh, 3. regulasi kondisi ritme fisik tubuh, 4. memperlambat proses penuaan, dan 5. menyehatkan kembali (recovery). Menurut para ilmuwan Jepang, beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh suatu produk agar dapat dikatakan sebagai pangan fungsional adalah: (1) Harus merupakan produk pangan (bukan berbentuk kapsul, tablet, atau bubuk) yang berasal dari bahan (ingredien) alami, (2) Dapat dan layak dikonsumsi sebagai bagian dari diet atau menu sehari-hari, (3) Mempunyai fungsi tertentu pada saat dicerna, serta dapat memberikan peran dalam proses tubuh tertentu, seperti: memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu

mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental, serta memperlambat proses penuaan. Dari konsep yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan, jelaslah bahwa pangan fungsional tidak sama dengan food supplement atau obat. Pangan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, dapat dinikmati sebagaimana makanan pada umumnya, serta lezat dan bergizi. Peranan dari makanan fungsional bagi tubuh semata-mata bertumpu kepada komponen gizi dan non gizi yang terkandung di dalamnya. Komponen-komponen tersebut umumnya berupa komponen aktif yang keberadaannya dalam makanan bisa terjadi secara alami, akibat penambahan dari luar, atau karena proses pengolahan (akibat reaksi-reaksi kimia tertentu atau aktivitas mikroorganisme). Contoh-contoh komponen aktif yang terdapat secara alami dalam bahan pangan adalah: 1. nerodiol dan linalool pada teh hijau yang berperan untuk mencegah karies gigi dan mencegah kanker; 2. komponen sulfur pada bawang-bawangan yang berfungsi untuk mencegah agregasi platelet dan menurunkan kadar kolesterol; 3. kurkumin pada rimpang kunyit dan l-tumeron pada rimpang temulawak yang berkhasiat untuk pengobatan berbagai penyakit; 4. daidzein dan genestein pada tempe yang berperan untuk menurunkan kolesterol dan mencegah kanker; 5. serat pangan (dietary fiber) dari berbagai sayuran, buah-buahan, serealia, dan kacang-kacangan yang berperan untuk pencegahan timbulnya berbagai penyakit yang berkaitan dengan proses pencernaan; serta 6. berbagai komponen volatil yang terdapat pada bunga melati (jasmin), chrysant dan chamomile yang aromanya sering digunakan sebagai aromaterapi. Contoh komponen zat gizi yang sering ditambahkan ke dalam bahan makanan adalah: 1. vitamin A, vitamin E, beta-karoten, flavonoid, selenium, dan seng (zinc) yang telah diketahui peranannya sebagai antioksidan untuk mengatasi serangan radikal bebas yang menjurus kepada timbulnya berbagai penyakit kanker; 2. asam lemak omega-3 dari minyak ikan laut untuk menurunkan kolesterol dan meningkatkan kecerdasan otak, terutama pada bayi dan anak balita; 3. kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang) dan tekanan darah tinggi; 4. asam folat untuk mencegah anemia dan kerusakan syarat; 5. zat besi untuk mencegah anemia gizi; 6. iodium untuk mencegah gondok dan kretinisme (kekerdilan); 7. oligosakarida untuk membantu pertumbuhan mikroflora yang dibutuhkan usus (bifido bacteria). Contoh komponen aktif yang keberadaannya dalam bahan pangan akibat proses pengolahan adalah zat-zat tertentu pada produk fermentasi susu (yoghurt, yakult, kefir), fermentasi kedelai, dan lain-lain. Pangan tradisional yang fungsional Pangan fungsional dapat berupa makanan dan minuman yang berasal dari hewani atau nabati. Walaupun konsep pangan fungsional baru populer beberapa tahun belakangan ini, tetapi sesungguhnya banyak jenis makanan tradisional yang memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai pangan fungsional. Contoh pangan tradisional Indonesia yang memenuhi persyaratan pangan fungsional adalah: minuman beras kencur, temulawak, kunyit-asam, serbat, dadih (fermentasi susu khas Sumatera Barat), dali (fermentasi susu kerbau khas Sumatera Utara), sekoteng atau bandrek, tempe, tape,

jamu, dan lain-lain. Contoh makanan tradisional mancanegara yang dapat dikategorikan sebagai makanan fungsional adalah: yoghurt, kefir, koumiss, dan lain-lain. Beberapa contoh pangan fungsional modern adalah: 1. pangan tanpa lemak, rendah kolesterol dan rendah trigliserida; 2. breakfast cereals dan biskuit yang diperkaya serat pangan; 3. mi instan yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral; 4. permen yang mengandung zat besi, vitamin, dan fruktooligosakarida; 5. pasta yang diperkaya dietary fiber; 6. sosis yang diperkaya dengan oligosakarida, serat atau kalsium kulit telur; 7. minuman yang mengandung suplemen dietary fiber, mineral dan vitamin; 8. cola rendah kalori dan cola tanpa kafein; 9. sport drink yang diperkaya protein; 10. minuman isotonic dengan keseimbangan mineral; 11. minuman untuk pencernaan; 12. minuman pemulih energi secara kilat; 13. teh yang diperkaya dengan kalsium, dan lain-lain. Silakan dikonsumsi Sesuai dengan definisinya bahwa pangan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, maka melibatkan pangan fungsional dalam menu sehari-hari adalah tindakan yang sangat baik dan tepat dari segi gizi. Konsumsi pangan fungsional dapat dilakukan oleh semua kelompok umur (kecuali bayi). Diversifikasi konsumsi pangan fungsional perlu diperkenalkan sedini mungkin sejak masa kanak-kanak, agar setelah dewasa memperoleh manfaat dan khasiat yang optimal, yaitu sehat dan bugar, produktif, mandiri, serta berumur panjang. Di masa mendatang kehadiran pangan fungsional atau yang diklaim sebagai pangan fungsional akan semakin semarak di Tanah Air kita ini. Sebagai konsumen yang bijak dan sadar akan pentingnya gizi bagi kesehatan, maka selayaknya kita memperhitungkan betul manfaat dari setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli bahan makanan tersebut. Kita harus terhindar dari perbuatan membeli makanan yang semata-mata didasari atas pertimbangan selera dan prestise, tetapi tidak berarti bagi pencapaian tingkat kesehatan yang optimal. Membaca label merupakan tindakan yang harus kita lakukan sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Adapun keterangan yang wajib dicantumkan pada label adalah: nama pangan, berat/isi bersih, nama dan alamat perusahaan, daftar bahan yang digunakan, nomor pendaftaran, waktu kedaluwarsa, kode produksi, informasi nilai gizi, keterangan tentang peruntukan (jika ada), cara penggunaan (jika ada), keterangan lain jika perlu diketahui (termasuk peringatan), dan penyimpanan. Prof. Made Astawan, Guru Besar di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi-IPB

Pangan Fungsional
by ..:: MUHAMMAD ASFAR ::.. on Nov.22, 2009, under Ilmu Pangan dan Gizi,Pengetahuan (Diringkas dari buku Pangan Aman dan Sehat oleh Prof. Dr. Hj. Meta Mahenradatta)

Pangan funsional adalah produk pangan atau bahan pangan yang mengandung komponen aktif yang mampu mencegah, bahkan menyembuhkan suatu penyakit tertentu untuk mencapai kesehatan tubuh yang lebih optimal. Makanan atau bahan pangan dapat digolongkan kedalam bahan pangan fugsioanal jika:

1. Berupa produk pangan (bukan kapsul, tablet, atau bubuk) yang berasasl dari bahan / ingredients yang terdapat secara alami 2. Produk tersebut dapat dan selayaknya dikomsumsi sebagai diet atau menu sehari-hari 3. Produk tersebut mempuyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, memberikan peran dalam proses tubuh tertentu, seperti memperkuat sistem pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu tubuh mengembalikan kondisi tubuh setelah diserang penyakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental serta memperlambat proses penuaan. Pangan fungsional dapat kita temui di mana-mana dan sangat mudah dapat. Berikut beberapa jenis bahan pangan beserta komponen aktif dan khasiatnya pada tabel berikut.
No Bahan pangan Komponen Aktif Bioflavonoid 1 Sayuran dan buahbuahan Asam askorbat (vit. C) Wortel, ubi jalar, bayam, dll Kol, brokoli Brokoli, Bunga kol Sawi Bawang bombai, bawang putih, bawang merah, daun bawang Khasiat Menghalangi reseptor untuk hormon dan enzim Antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan, menetralkan radikal bebas Menginduksi enzim pelindung Menghilangkan karsinogen Antikanker, antikolestrol, anti hepatotoksik Menurunkan kolestrol, anti trombotik, menurunkan tekanan darah, antioksidan, antikanker. Mencegah animea, mencegah kerusakan saraf Menginduksi asam pelindung Membantu pertumbuhan mikroflora yang dibutuhkan oleh tubuh Menginduksi enzim untuk detoksifikasi karsinogen Antioksidan, menetralkan radikal bebas

2 3 4

Karotenoid Indol Sulfurafran

Alilsufida

Bawang putih

Sulfur organik (alicin)

7 8

Biji-bijian dan berbagai sayuran Jenis-jenis jeruk

Asam folat Limonoids

Oligosakarida 9 Biji-bijian dan kacangkacangan Selenium Biji-bijian dan kacangkacangan dan minyak nabati

10

Tofoferol (vitamin E)

11

Kedelai, tempe

Isoflavonoid (genistein dan daidsaien)

Antikanker, dan antikoletrol Mencegah infeksi saluran pencernaan, menurunkan kolestrol Mencegah hepatitis, mencegah pertumbuhan pembulu darah baru Menghambat radikal bebas Mencegah kanker,HIV Mengendalikan serum lipida Meningkatkan antioksidan daklam tubuh sampai 20% Memperbaiki mikroflora usus Mencegah karies gigi Antioksidan, menetralkan radikal bebas Antioksidan, menetralkan radikal bebas Mencegah pertumbuhan pembuluh darah baru Mencegah gondok dan kretinisme Menyembuhkan kanker, ganguan pencernaan, diabetes, ganguan pernafasan, stress

12

Tempe

Immunoglobulin

13 14 15 16 17 18 19 20

Jahe, kunyit, temulawak Lidah buaya Jamur shitake Ikan Laut Stroberi Yoghurt, yakult Teh hitam, teh hijau Teh hitam, teh hijau

Kurkumin Vit. A, B, C, E, asam amino Vit B, C, D, Protein, mineral dan grifolan Asam lemak omega 3 Antioksidan Bakteri asam laktat Fluorida Katekin ( polifenol)

21

Tomat

Likopen

22 23

Anggur Ikan laut, rumput laut

Resveratrol Yodium Acubin, asperulosida, alizarin, antraqunion,damnachantal, xeronin Saponisida, triterpenat, triester, panaksatriol, ginsenosida

24

Mengkudu

25

Ginseng

Menambah tenaga, dan sebagai penyegar

Sumber : Hudson (1990), Golberg (1994), Kwon and song (1996), Shi et al. (2000), Damardjati et al. (2003) Sebuah petuan dari hipocretes mengatakan : let your food be your medicine and your medicine be your food : biarlah makananmu menjadi obatmu dan obatmu menjadi makananmu.

Hal mengajarkan kepada kita bahwa mengkomsumsi makanan yang tepat akan menyebabkan kesehatan tubuh tetap terjaga atau bahkan dapat menyembuhkan penyakit. Sebaliknya, mengkomsumsi makanan yang salah akan menyebabkan penyakit. Jagalah kesehatan dengan menjaga makanan anda, karena mencegah lebih baik dari mengobati, mencegah lebih murah dibanding mengobati.

Khasiat Buah Manggis


XAMthone Plus. Manggis adalah satu-satunya buah yang tidak pernah busuk walaupun didiamkan berada diatas tanah selama apapun. Malahan Dia akan mengering dan menjadi kayu. Itu semua dikarenakan Manggis mempunyaiantioksidan yang luar biasa. Berikut ini kami sajikan 17 + 34 Khasiat dari Buah Manggis ; 1. MENYEMBUHKAN DAN MENCEGAH KANKER Sekarang ini sedang dilakukan penelitian yang tiada henti tentang khasiat buah manggis terhadap penyakitpenyakit kanker. Hasil penelitian sementara, ekstrak yang terdapat pada buah manggis dapat mencegah tumbuhnya sel-sel pada penderita leukimia, menahan laju perkembangan sel pada kanker paruparu, kanker hati, dankanker usus. 2. MENCEGAH PENYAKIT YANG MEMATIKAN Buah ini berkhasiat mengatasi penyakit yang dianggap berbahaya seperti diabetes,kanker, arthritis, Alzheimer, penyakit jantung, dan lainnya. Buah manggis memiliki kandungan zat xanthones yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit yang mematikan seperti di atas. 3. MENGURANGI BERAT BADAN Masalah kegemukan terjadi karena membran sel dalam tubuh kita mudah membesar dan mengeras. Dan ini bisa diatasi oleh zat xanthones yang terdapat dalam buah manggis. Zat tersebut melunakkan kembali sel-sel, dan dengan cepat mengubah zat makanan menjadi energi. Kondisi ini membuat kita menjadi lebih sehat dan pada saat yang bersamaan bisa mengatasi kegemukan. 4. MENGHILANGKAN RASA SAKIT Buah manggis juga berkhasiat mengurangi atau menghilangkan rasa sakit. Seorang dokter di Amerika Serikat mengaku mengganti obat-obatan penghilang rasa sakityang diderita di lehernya dengan mengkonsumsi buah manggis secara rutin. 5. MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG Penyakit jantung dan arteriosclerosis terjadi karena pembuluh darah di sekitar jantung kehilangan elastisitasnya. Dan buah manggis bisa memulihkan kembali elastisitas pembuluh darah melalui antimikorbial dan antioksidan yang dimiliki buah tersebut. Setelah pembuluh di sekitar jantung sehat dan kuat, maka risiko terhadapserangan penyakit jantung berkurang. 6. MELAWAN RADIKAL BEBAS Buah manggis mengandung catechins yang terbukti lebih efektif dan lebih berdaya guna dibandingkan vitamin C atau vitamin E dalam melawan radikal bebas yang ada di dalam tubuh kita. Dokter Frederc Templeman yang menulis buku A Doctor Challenge, A Mangosteen Solution menyarankan bahwa mengkonsumsi buah manggis setiap hari sebagai makanan suplemen, akan mendapatkan zat antioksidan lebih banyak dibandingkan suplemen manapun yang ditawarkan dalam obat-obatan.

7. MENGURANGI TEKANAN DARAH TINGGI Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah, dan ini beresiko terhadap penyakit jantung dan stroke. Buah manggis bisa mengatasi hal tersebut, terutama untuk menormalkan berat badan. 8. MEMELIHARA PENCERNAAN Semakin berumur manusia, maka secara alamiah semakin berkurang zat asam di dalam perut. Kondisi ini meningkatkan bakteri di dalam perut sehingga menimbulkan penyakit diare, kemampuan usus menyerap makanan semakin berkurang, dan kelebihan gas. Gejalan-gejala seperti ini bisa diatasi oleh zat xanthones yang terdapat pada buah manggis. Xanthones berkhasiat mengatasi kelebihan bakteri, dan menyeimbangkan kembali kerja perut. 9. MENJAGA SALURAN KENCING Secara alamiah sesuai dengan bertambahnya usia, kemampuan otot-otot pinggul pada wanita akan menurun. Dan kondisi ini berpengaruh pada saluran kencing. Demikian juga dengan pria yang akan mengalami pembesaran prostat sesuai dengan bertambahanya usia. Hal ini sering menimbulkan infeksi karena bakteri-bakteri yang tidak berguna tidak bisa dikeluarkan secara menyeluruh melalui saluran kencing. Zat xanthones yang ada pada buah manggis termasuk zat yang mengaktifkan antibakteri. 10. MENGATASI GANGGUAN PERNAPASAN Salah satu keajaiban zat pembunuh bakteri xanthones yang terdapat pada buah manggis adalah mengatasi gangguan pernapasan. 11. MENYEMBUHKAN ASMA Asama tergolong penyakit mematikan akibat kerusakan sistem pernapasan. Buah manggis menjadi obat alternatif yang ideal untuk menyembuhkannya karena memiliki kemampuan melawan infeksi dan mengandung zat-zat yang mengurangi alergis. 12. MENGOBATI DAN MENCEGAH DIABETES Salah satu penyakit kronis yang banyak diderita manusia adalah diabetes. Dan untuk membantu proses penyembuhan disarankan mengkonsumsi buah manggis yang mengandung zat-zat yang menormalkan tekanan darah, memulihkan energi, dan zat yang mengurangi kelebihan gula dalam darah. 13. MEMELIHARA KEMAMPUAN MENTAL Gangguan atau kerusakan otak yang sekarang banyak dialami manusia adalahdemensia, Alzherimer, Parkinson, stroke dan lain-lain yang merusak sistem syaraf pusat. Untuk mencegah hal ini, disarankan mengkonsumsi buah manggis yang banyak mengandung zat antioksidan. Zat ini juga mencegah mental degeneration (penurunan kemampuan mental). 14. MENINGKATKAN ENERGI Buah manggis berkhasiat memulihkan stamina. Beberapa orang yang memakan buah manggis secara teratur mengaku mendapatkan energi tambahan saat melakukan kerja keras. 15. MENURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol jahat atau LDL (low density lippoprotein) yang berlebihan akan menempel di dinding dan menyempitkan pembuluh darah. Dan kondisi ini bisa dikurangi dengan zat xanthones yang terdapat pada buah manggis. 16. MENGATASI BATU GINJAL Penyakit batu ginjal biasanya dialami oleh lelaki. Untuk mencegah penyakit batu ginjal disarankan

mengkonsumsi 3 ons atau lebih buah manggis setaip hari. Mengkonsumsimanggis akan membuat kita lebih sering kencing sehingga dapat mencegah munculnya batu ginjal. 17. MENCEGAH GANGGUAN PENGLIHATAN Katarak dan glukoma adalah gangguan penglihatan akibat radiasi yang menghilangkan protein pada lensa mata. Gangguan ini bisa diatasi dengan menghindari sinar matahari langsung (menggunakan kaca mata) dan mengkonsumsi manggis yang mengandung antioksidan. (sumber : http://www.elitha-eri.net/2009/07/15/khasiat-buah-manggis/)

34 KHASIAT KULIT MANGGIS : 1.Anti-fatigue (energy booster / memberi tenaga) 2. Powerful anti-inflammatory (prevents inflammation / anti peradangan) 3. Analgesic (prevents pain/mencegah sakit urat saraf) 4. Anti-ulcer (stomach, mouth and bowel ulcers) 5. Anti-depressant (low to moderate / mencegah kemurungan) 6. Anxyolytic (anti-anxiety effect/mencegah kegelisahan, panik & cemas) 7. Anti-Alzheimerian (helps prevent dementia/mencegah penyegah Alzheimeria) 8. Anti-tumor and cancer prevention (shown to be capable of killing cancer cells/Mencegah kanker) 9. Immunomodulator (helps the immune system/system kekebalan) 10. Anti-aging (Anti penuaan) 11. Anti-oxidant (Antioksidan / Buang toxic / membuang racun dalam badan) 12. Anti-viral (membunuh kuman) 13. Anti-biotic (modulates bacterial infections) 14. Anti-fungal (prevents fungal infections / anti infeksi oleh jamur) 15. Anti-seborrheaic (prevents skin disorders) 16. Anti-lipidemic (blood fat lowering / membuang kolesterol) 17. Anti-atherosclerotic (prevents hardening of arteries) 18. Cardioprotective (protects the heart / menjaga kesehatan jantung) 19. Hypotensive (blood pressure lowering / merendahkan tekanan darah) 20. Hypoglycemic (anti-diabetic effect, helps lower blood sugar / mengurangi gula dalam darah) 21. Anti-obesity (helps with weight loss / mencegah obesitas) 22. Anti-arthritic (prevention of arthritis / mencegah sakit tulang) 23. Anti-osteoporosis (helps prevent the loss of bone mass / mencegah tulang rapuh) 24. Anti-periodontic (prevents gum disease / mencegah gusi berdarah)

25. Anti-allergenic (prevents allergic reaction) 26. Anti-calculitic (prevents kidney stones/cegah batu karang) 27. Anti-pyretic (fever lowering/rendahkan suhu badan) 28. Anti-Parkinson (penyakit saraf parkinson) 29. Anti-diarrheal (mencegah diare) 30. Anti-neuralgic (reduces nerve pain/ meringankan sakit urat saraf) 31. Anti-vertigo (prevents dizziness) 32. Anti-glaucomic (prevents glaucoma/sakit mata) 33. Anti-cataract (prevents cataracts) 34. Pansystemic (has a synergistic effect on the whole body/Mengimbangi seluruh badan) (Sumber: www.xamthone-antiaging.com)

Manfaat Kulit Buah Manggis Untuk Kesehatan


4:37 PM Tata gunawan

Manfaat Kulit Buah Manggis :: Manggis Atau nama latinnya Garcinia Mangostanamerupakan tumbuhan tropika malar hijau. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari wilayah asia tenggara dan tumbuh baik di wilayah lembapan tinggi dgn kadar hujan 180-250 cm pertahun. Tanaman ini dikenal karena mempunyai buah yang berwana ungu pekat dan rasa buah yang manis menyegarkan. Buah manggis dikenal juga dengan julukan ratu segala buah. Dari beberapa hasil penelitian, ditemukan bahwa buah manggis terutama kulit buahnya kaya dengan 40 dan lebih bahan Xanthones yg merupakan sejenis super antioksida. Selain itu, dalam buahnya terkandung juga cathechins, polikasanida, dan polyphenols sebagai bahan anti bakteri dan antikulat, Zat lainnya yg terdapat dalam buah manggis yaitu Vitamin C, BI & B2, niasin, zat besi, protein, kalsium, serat fiber, dan lainnya. sehingga dengan kandungan yg dimilikinya, buah ini layak digolongkan kedalam salah satu tanaman obat.

Manfaat kulit dan buah manggis bagi tubuh.


Zat-zat yg terkandung dalam kulit dan buah manggis sangat bermanfaat untuk tubuh. Antara lain : 1. Senyawa xanthone dalam kulit manggis

Xanthone adalah zat anti oksidan yg dapat melawan radikal bebas yang merugikan. Xanthone memiliki sifat antidiabetes, anti peradangan, anti kanker, anti fungi, anti plasmodial dan dapat meningkatkan system kekebalan tubuh. Manfaat Kulit manggis sebagai anti kanker terletak pada ekstrak kulit yang bersifat antiproliferasi untuk menghambat tumbuhnya sel-sel kanker , dan bersifat apoptosis sebagai penghancur sel kanker. 2.Zat anti oksidan dalam buah manggis. Zat anti oksidan yang terkandung dalam buah dapat menghambat proses penuaan pada tubuh. Dengan adanya zat ini, maka sel-sel tubuh yang rusak akan selalu diperbaiki sehingga orang yg mengkonsumsinya akan selalu terlihat awet muda. Manfaat buah manggis lainnya yaitu dapat membantu menjaga kesehatan kulit, rambut, dan mata bila dikonsumsi secara rutin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar nutrisi amerika, Buah manggis dapat meningkatkan kesehatan mata, gigi, kulit, dan rambut. Buah manggis juga berperan penting dalam proses penyerapan serta metabolisme protein dan karbohidrat sehingga stamina tubuh tetap terjaga. Tapi dalam mengkonsumsi buah manggis terutama bagian kulitnya harus sesuai aturan. Perlu diketahui juga, dalam kulit manggis terkandung kadar resin, serat kasar, tanin, serta komponen lainnya yg tidak dpt dicerna dengan baik oleh tubuh pada kadar tinggi.

Tanaman Lidah Buaya Mengobati Sakit Amandel


Posted on 18 April 2012by OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Tumbuhan Lidah Buaya

LIDAH BUAYA (Aloe Vera Linn.) Sinonim : Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk. Familia : Liliaceae

Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 75 cm, dengan berat 0,5 kg 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya. Nama Lokal : Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina). Komposisi : SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS LIDAH BUAYA : Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

Penyakit Yang Dapat Diobati : Shampo, minuman, Obat cacing, Luka bakar, Bisul, Luka bernanah; Amandel, Sakit mata, Keseleo, Kosmetik, Jerawat. BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, bunga, akar, pemakaian segar, KEGUNAAN : 1. Sakit kepala, pusing. 2. Sembelit (Constipation). 3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition). 4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah. 5. Kencing manis (DM), wasir. 6. Peluruh. haid. 7. Penyubur rambut. PEMAKAIAN : Daun.. 10 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 3 gram. Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal. PEMAKAIAN LUAR : Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut. a. Penyubur rambut : Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai

hasil yang memuaskan. b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan): Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas. c. Bisul : Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya. CARA PEMAKAIAN : 1. Kencing manis (DM): 1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan. 2. Batuk rejan : Daun sekitar 15 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum. 3. Syphilis : Bunga ditambah daging: Direbus, minum. 4. Cacingan, susah buang air kecil : 15 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum. 5. Luka terpukul, luka dalam (muntah darah) : 10 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar. 6. Kencing darah : 15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah air beras secukupnya, minum. 7. Wasir : 1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih

lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali. 8. Sembelit : 1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.