Anda di halaman 1dari 3

Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum.

Siswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Sebagai contoh, selama praktikum siswa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan kimia. Siswa yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti dalam praktikum sehingga siswa memperoleh hasil praktikum seperti yang diharapkan (Laila, 200 !. "lat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu peker#aan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menun#ukkan kegunaan alat, prinsip ker#a atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. $eberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya.

"P% dan &'en

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Biasanya kecelakaan menyebabkan kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai pada yang paling berat. Untuk menghindari risiko dari kecelakaan dan terinfeksinya petugas laboratorium khususnya pada laboratorium kesehatan sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan seperti pemakaian alat pelindung diri, apabila petugas laboratorium tidak menggunakan alat pengaman, akan semakin besar kemungkinan petugas laboratorium terinfeksi bahan berbahaya, khususnya berbagai jenis virus. (Kusnadi,20 0!

(romatografi kertas

"stilah kromatografi berasal dari kata latin chroma berarti #arna dan graphien berarti menulis. Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh $ichael %s#eet ( &0'! seorang ahli botani dari (usia. $ichael %s#eet dalam percobaannya ia berhasil memisahkan klorofil dan pigmen)pigmen #arna lain dalam ekstrak tumbuhan dengan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang diisikan ke dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. *roses pemisahan itu dia#ali dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan atas kalsium karbonat, kemudian dialirkan

pelarut petroleum eter. +asilnya berupa pita)pita ber#arna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil pemisahan komponen)komponen dalam ekstrak tumbuhan (,limin, 200-, hal. -'!. Kromatografi adalah proses mele#atkan sampel melalui suatu kolom, perbedaan kemampuan adsorpsi terhadap /at)/at yang sangat mirip mempengaruhi resolusi /at terlarut dan menghasilkan apa yang disebut kromatogram (Khopkar, 2000, hal. '-!. *ada prinsipnya, semua teknik kromatografi melibatkan dua fase, yaitu fase diam (stationary phase! dan fase gerak (mobile phase!. Klasifikasi utama metode kromatografi dilakukan berdasarkan fase geraknya, subklasifikasi lebih lanjut didasarkan pada fase diam dan interaksi antara analit dan fase diam ($iller &-1!.
(romatografi bergantung pada pembagian ulang molekul-molekul campuran antara dua fase atau lebih. )ipe-tipe kromatografi absorpsi, kromatografi partisi cairan dan pertukaran ion. Sistem utama yang digunakan dalam kromatografi partisi adalah partisi gas, partisi cairan yang menggunakan alas tak bergerak (misalnya komatografi kolom!, kromatografi kertas dan lapisan tipis ( S'ehla, *+,+!. -arga .f mengukur kecepatan bergeraknya /ona realtif terhadap garis depan pengembang. (romatogram yang dihasilkan diuraikan dan /ona-/ona dicirikan oleh nilai-nilai .f. Pengukuran itu dilakukan dengan mengukur #arak dari titik pemberangkatan (pusat /ona campuran awal! ke garis depan pengembang dan pusat rapatan tiap /ona. 0ilai .f harus sama baik pada descending maupun ascending. 0ilai .f akan menun#ukkan identitas suatu /at yang dicari, contohnya asam amino dan intensitas /ona itu dapat digunakan sebagai ukuran konsentrasi dengan membandingkan dengan noda-noda standar ((hopkar, *++0!. (romatografi kertas merupakan kromatografi partisi dimana fase geraknya adalah air yang disokong oleh molekul-molekul selulosa dari kertas. (ertas yang digunakan adalah kertas 1hatman 0o.* dan kertas yang lebih tebal 1hatman 0o. 2 biasanya untuk pemisahan campuran dalam #umlah yang lebih besar karena dapat menampung lebih banyak cuplikan (Sastrohamid#o#o, *++*!.

2vehla, 3. &&0. %e4tbook of $acro and 2emimicro 5ualitative "norganic ,nalysis. 6ondon. 6ongman 3roup 6imited.
Sastrohamidjojo. -. 1991. (romatografi. 3ogyakarta4 567 Press.

,limin, dkk. Kimia Analitik. $akassar. ,lauddin *ress, 200-. Khopkar, 2$. Konsep Dasar Kimia Analitik. 7akarta. U")*ress, 2000.

2emua 6aila, Khusucidah, 2008, Krelasi ,ntara *engetahuan ,lat *raktikum dengan *sikomotorik 2is#a kelas 9"" "*, 2$,: 2emarang $ateri pokok, Univ. :egeri semarang.

AMALIA ROCHIMAH PUTRI. 2011. PENGENALAN ALAT LABORATORIUM. UNIVERSITAS SRIWIJAYA