Anda di halaman 1dari 5

Media GULA GULA A. Dasar Teori : 1. Kegunaan media gula-gula.

. Media gula-gula digunakan dalam tes biokimia khususnya untuk melihat fermebtasi oleh kuman. 2. Kompoisi media : Air Peptone : Bacteriogical peptone 6 gr Kegunaan : sebagai sumber nutrisi dan energi bagi mikroorganisme. NaCl 3 gr Kegunaan : sebagai sumber mineral. Aquades 600 ml Kegunaan : sebagai bahan pelarut. Gula-gula Glukosa,Maltosa,Sukrosa masing-masing 1 gr Kegunaan : untuk melihat kemampuan bakteri menfermentasikan karbohidrat. B. Alat dan Bahan : Durham Kapas Gelas beaker Gelas kimia

1. Alat : Neraca - Pipet tetes Sendok tanduk - Pipet ukur Erlenmeyer Waterbath Tabung + rak Autoclave 2. Bahan : Kaldu ( pengganti pepton) KOH 40 % Aquades Powder glukosa powder sukrosa Powder maltosa B. Cara Kerja : 1. Siapkan alat dan bahan (semua harus steril) 2. Mengatur pH aquadest

3.

4.

5. 6.

Untuk menghindari kesalahan pembuatan media khususnya media T S I A, salah satunya harus memperhatikan pH aquadest yang digunakan. pH aquadest yang di atur pH nya sesuai dengan volume yang akan kita gunakan. pH aquadest untuk media Gula-gula yaitu 7,0, jika pH masih dibawah ketentuan atau cenderung ke asam (<7), maka harus ditambahkan KOH 40% tetes demi tetes hingga mencapai pH yang digunakan. Dan jika diatas ketentuan atau cenderung ke basa,(>7), maka harus ditambahkan HCL tetes demi tetes hingga mencapai pH yang digunakan. Membuat air peptone. Air peptone dibuat dengan melarutkan 3 gr kaldu dalam 300 ml aquades menggunakan gelas kimia. Setelah itu air peptone yang telah dibuat dituang ke dalam 3 Erlenmeyer yaitu glukosa, sukrosa, dan maltosa masing-masing 100 ml. Kemudian panaskan Erlenmeyer ke dalam waterbath agar larutan dapat larut sempurna. Setelah larut, angkat dari lampu spiritus kemudian saring ke erlenmeyer... Menuang larutan ke dalam tabung. Sebelum menuang, tabung-tabung harus lebih dahulu disiapkan dan diisi tabung durham. Tiap tabung diisi 3 ml. tabung yang dipakai sebanyak 10 buah. Sebelum tabung-tabung ditutup dengan kapas, durhamnya dipastikan telah terisi oleh larutan gula-gula atau tidak ada lagi udara di dalam durham. Mensterilkan gula-gula Proses strilisasi dilakukan di dalam autoclave selama 15 menit setelah mencapai suhu 121C. Menyimpan media Media yang telah steril didinginkan dan selanjutnya disimpan di dalam lemari es sampai siap digunakan. Media Diferensial: M e d i a y a n g k a r e n a a d a n y a k o m p o s i s i k i m i a w i t e r t e n t u , m a m p u memberikan ciri khusus pada genus kuman tertentu. Jenis media diferensial: Mac Conkey : m e m b e d a k a n m i k r o o r g a n i s m e y a n g m a m p u memfermentasi laktosa dan yang tidak EMBA : u n t u k m e m b e d a k a n g o l o n g a n E n t e r o b a c t e r i a c e a e terutama Escherichia coli dengan Enterobacter aerogenes Keterangan : Mac Conkey dan EMBA dipakai untuk mengisolasi mikro-o r g a n i s m e G r a m n e g a t i f , k a r e n a d i d a l a m k e d u a m e d i a t e r s e b u t terdapat senyawa penghambat pertumbuhan mikroorganisme Grampositif. KIA : untuk mengidentifikasi Enterobacteriaceae berdasarkan fermentasi2 jenis gula serta untuk mengetahui ada tidaknya H 2 S yang diproduksi. CLED medium ( Cystine Lactose Electrolyte Deficient ): Media yang digunakan untuk mendeteksi adanya mikroorganisme dalamurin, serta untuk menemukan nilai diagnostik pada perbedaan koloni yangtumbuh.Catatan:media siap pakai disimpan pada suhu 2-8 C kecuali Mac Conkey dapatdisimpan pada suhu kamar dan dapat dibuat setiap hari. 4.

Media Selektif: Media kompleks yang mengandung senyawa tertentu sehingga selektif terhadap pertumbuhan mikroorganisme tertentu pula. Jenis media selektif: a. Soda Agar untuk Vibrio cholerae b. TCBS untuk Salmonella, Shigella, Enterobacteriaceae, Proteus c. Salmonella Shigella Agar (SSA) untuk Salmonella dan Shigella d. Bishmuth Sulfite Agar untuk Salmonella e. Campylobacter selective media untuk Campylobacter f. Media selektif untuk Bacillus cereus g. Cystine Tellurite Blood Agar untuk Corynebacterium diphteriae h. GC medium/ Thayer Martin untuk Neisseria gonorrhoeae i. Bordet Gengou Agar untuk Bordetella pertussis j. Ogawa medium untuk Mycobacterium tuberculosis 5. Reagensiauntukreaksibiokimia: Untuk identifikasi mikroorganisme berdasarkan sifat-sifat biokimia darimasing-masing jenis m.o. Jenis-jenis reagensia untuk reaksi biokimia (uji biokimia): a. Perbenihan gula -gula u n t u k d e t e k s i f e r m e n t a s i o l e h mikroorganisme b. Reaksi Indol untuk Deteksi produksi indol dari golongan Enterobacteriaceae c.

Methyl red untuk tes methyl red d. Voges Proskauer untuk Membedakan E. coli dengan Enterobacter aerogenes e. S i mo n C i t r a t e A g a r untuk Membedakan golongan Enterobacteriaceae berdasarkan penggunaan citrate sebagaisumber karbon f. Urea Agar untuk Deteksi rapid urease activity pada golongan Proteus dan non-rapid urease activity pada golongan Enterobacteriaceae g. SIM medium untuk Membedakan golongan mikroorganisme enteric berdasarkan produksi sulfur, indol, dan motilitasnya h. Lysine Dicarboxylase broth untuk Deteksi produksi lysinedicarboxylase pada golongan Enterobacteriaceae i. Media Gelatin untuk mengetahui Kemampuan mikroorganismeuntuk mencairkan gelatin. 6. Media untuk test kepekaan ( Sensitivity Test ): Misalnya Diagnostic Sensitivity Agar Test (DSI Agar) dan MuellerHinton Aga