Anda di halaman 1dari 66

Selamat datang dalam kuliah

Bams

Konsep Dasar PKn SD

RENCANA PEMBELAJARAN MK. KONSEP DASAR PKn


NO
1 2 3

MATERI
Pengantar Konsep Dasar PKn (Kedudukan, Pengertian, Dinamika PKn) Fungsi PKn & Landasan Hukum PKn Paradigma Baru PKn PKn SD (Latar Belakang & Tujuan) UTS

METODE PEMBELAJARAN Ceramah interaktif dan ilustrasi Ceramah interaktif dan ilustrasi Ceramah singkat,studi kasus dan analisis, diskusi Ceramah interaktif dan ilustrasi

ALOKASI WAKTU 2 Pertemuan 2 Pertemuan 2 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan

4
5

Struktur Kurikulum & Ruang Lingkup PKn SD Arah Pengembangan, Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar Tuntutan Pedagogis PKn Konsep Nilai,Norma Moral & Etika

Ceramah interaktif dan ilustrasi, Diskusi Ceramah interaktif dan ilustrasi, Diskusi Ceramah interaktif dan ilustrasi Ceramah interaktif dan ilustrasi, dan tugas Ceramah interaktif dan ilustrasi, tugas

1 Pertemuan

1 Pertemuan

7 8 9 10

1 Pertemuan 3 Pertemuan

Pengembangan materi

1 Pertemuan

JUMLAH

16 kali pertemuan

Pengantar Konsep Dasar PKn


Kedudukan Pengertian Dinamika PKn
Bams

Konsep Dasar PKn SD

1. Kedudukan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)


Pasal 37 ayat 1 UU No. 20 th. 2003 tentang SPN (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:

a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.
Bams

pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; bahasa; matematika; ilmu pengetahuan alam; ilmu pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan jasmani dan olahraga; keterampilan/kejuruan; dan muatan lokal.
Konsep Dasar PKn SD
4

2. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)


Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) terdiri dari dua kata yaitu Pendidikan dan Kewarganegaraan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara ( pasal 1 UU No.20 Tahun 2003 ).
Bams

Konsep Dasar PKn SD

Masyarakat dan pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama kepada generasi penerus bangsa untuk hidup lebih berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi perkembangan dan perubahan masa depannya.
Hal ini sangat memerlukan pembekalan ilmu pengetahuan , teknologi dan seni yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan nilainilai budaya bangsa.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang NKRI (Negara Kesatuan dengan bentuk Republik).
Bams

Konsep Dasar PKn SD

Kewarganegaraan dalam bahasa latinnya disebut CIVIS


selanjutnya dari kata CIVIS dalam bahasa Inggris timbul kata CIVIC yang artinya warga negara atau kewarganegaraan. Akhirnya dari kata CIVIC lahir kata CIVICS yang artinya ilmu kewarganegaraan atau Civic Education, Pendidikan Kewarganegaraan, menurut Kansil (2002:3).

Bams

Konsep Dasar PKn SD

Civics atau Civic Education atau Pendidikan Kewarganegaraan sebagian ahli berpendapat merupakan bagian dari ilmu politik.
Menurut Prof Dr. Achmad Sanusi, S.H. MPA, dalam Seminar Pengajaran Civics di Tawangmangu, Surakarta tahun 1972. Sejauh Civics dapat dipandang sebagai disiplin dalam ilmu politik, maka fokus studinya adalah mengenai kedudukan dan peran warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dan sepanjang batas-batas ketentuan konstitusi negara yang bersangkutan (2002:4), sehingga isi dan manfaat dari Civics merupakan bagian dari ilmu politik, diambil demokrasi politiknya.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

4. DINAMIKA PKn
Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat dengan PKn atau dengan istilah yang lainnya (CIVICS) mulai diperkenalkan di negara Amerika Serikat pada tahun 1790 dalam rangka mengamerikakan bangsa Amerika atau yang terkenal dengan Theory of Americanization. Kita ketahui bangsa Amerika berasal dari bebagai bangsa di dunia yang datang sebagai imigran dengan latar belakang budaya yang berlainan. Untuk menyatukan mereka ini menjadi satu bangsa dan menjadi warganegara Amerika sangat diperlukan pelajaran kewarganegaraan (Civics).

Pelajaran Civics yang diberikan pada waku itu adalah tentang, pemerintahan, hak dan kewajiban warganegara, dan civics merupakan bagian dari Ilmu Politik.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

10

Di Indonesia pelajaran Civics telah dikenal sejak jaman Hindia Belanda dengan nama Burgerkunde. Pada zaman ini ada dua buku yang digunakan sebagai sumber pelajaran, yaitu : Indische Burgerschapokunde dan Recht en Plicht (Indische Burgerschapkunde voor iedereen). Pada tahun 1950 dalam suasana Indonesia telah merdeka kedua buku ini menjadi pegangan guru Civics di Sekolah Menengah
Bams

Konsep Dasar PKn SD

11

Perjalanan mata pelajaran Civics setelah Indonesia merdeka mengalami beberapa kali perubahan istilah yang digunakan. Perubahan-perubahan tersebut sangat berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah pada waktu itu dan kurikulum sekolah yang digunakan. Kur Kur Kur Kur Kur Kur Kur
Bams

1957 1961 1968 1975 1994 2004 2006

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). CIVICS. Pendidikan Kewargaan Negara (PKN). menjadi PMP. berubah lagi menjadi PPKn PPKn & PKPS PKn
Konsep Dasar PKn SD
12

Noor MS Bakry (2002 : 2) DALAM BUKU

Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam mengembangkan kecintaan, kesetiaan, keberanian untuk berkorban membela bangsa dan tanah air Indonesia.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

13

Simpulan :
Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa,wawasan nusantara dan ketahanan nasional kepada siswa,mahasiswa, calon ilmuwan warga negara Republik Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan seni yang dijiwai dan berdasarkan Pancasila. Kemampuan warga negara untuk hidup berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi perkembangan dan perubahan masa depannya sangat tergantung pembekalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

14

Nilai-nilai dasar negara akan menjadi panduan dan mewarnai keyakinan serta pegangan hidup warganegara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu peserta didik seyogyanya memiliki motivasi bahwa PKn yang diberikan kepada mereka berkaitan erat dengan penanaman dan kedudukan serta kepentingan mereka sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat dan sebagai warganegara Indonesia yang terdidik, serta bertekad dan bersedia mewujudkannya.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

15

Fungsi PKn

&
Landasan Hukum PKn
Bams

Konsep Dasar PKn SD

16

FUNGSI PKN SD

Mempersiapkan warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan NKRI
Upaya yang dapat dilakukan adalah menyelenggarakan program pendidikan yang memberikan berbagai kemampuan sebagai seorang warga negara melalui mata pelajaran PKn

FUNGSI: Dalam konteks kehidupan berbangsa & bernegara, sekolah sebagai wahana pengembangan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab maka secara kurikuler PKn yang harus menjadi wahana psikologis-paedagogis yang utama. LANDASAN HUKUM PKn : Secara yuridis ada beberapa aturan yang mengandung ketentuan tersebut, al.: 1. 2. Pembukaan UUD 1945 khususnya alinea IV UU No. 20 tahun 2003 tentang SPN, khususnya pada : a) Pasal 3 b) pasal 4 d) pasal 37 e) pasal 38 PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

3.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

18

1.

Pembukaan UUD 45 khususnya Alinea 4 : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

19

2. Pasal 3 : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (SPN)

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

20

2.

Pasal 4 : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (SPN)


(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. (2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. (3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. (4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. (5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. (6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

21

2.

Pasal 37 : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (SPN)


(1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama; Pendidikan kewarganegaraan; bahasa; matematika; ilmu pengetahuan alam; ilmu pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan jasmani dan olahraga; keterampilan/kejuruan; dan muatan lokal. (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; dan bahasa.

Pasal 38 : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (SPN)


(ayat 2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/ madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

22

3. PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PASAL 6 ayat 1 Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

23

PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan PASAL 6 ayat 4

Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik.
PASAL 7 ayat 2 Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

24

Berkaitan dengan ketentuan dimaksud, seyogyanya :

Sekolah (dikdasmen) dikembangkan sebagai pranata dan tatanan sosial-paedagogis yang kondusif atau memberi suasana bagi tumbuh-kembangnya berbagai kualitas pribadi peserta didik. Kualitas pribadi ini sangat penting karena akan menjadi bekal dalam perannya sebagai warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, dengan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh imtaq kepada Tuhan YME, akhlak mulia, kesehatan, ilmu, kecakapan, kreativitas, dan kemandirian. Sehingga, sekolah sbg bagian integral masyarakat perlu dikembangkan sebagai pusat pembudayaan dan pemberdayaan peserta didiksepanjang hayat, yang mampu memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran yang demokratis.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

25

Paradigma Baru
Pendidikan Kewaragnegaraan

Bams

Konsep Dasar PKn SD

26

VISI MISI PKn SD

Sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI Di SD PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia

Guru PKn SD harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya.

PARADIGMA BARU PKn


CIVIC KNOWLEDGE (Pengetahuan Kewarganegaraan) CIVIC SKILLS (Keterampilan Kewarganegaraan) CIVIC DISPOSITIONS/TRAITS (Karakter Kewarganegaraan)

TUGAS PKn PARADIGMA BARU


Tugas PKn paradigma baru adalah mengembangkan pendidikan demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok, yaitu:

Mengembangkan kecerdasan warga negara

(civic intelegence)

Membina tanggungjawab warga negara

(civic responsibility)

Mendorong partisipasi warga negara (civic

participation)

Lanjutan

Kecerdasan warga negara yang hendak dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional saja, melainkan juga dimensi spiritual, emosional, dan sosial Untuk mengembangkan masyarakat demokratis melalui PKn diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma baru PKn Model pembelajaran yang dianggap sesuai dan paling tepat adalah model pembelajaran kewarganegaraan berbasis portofolio

MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru (Portofolio) memiliki karakteristik:

Membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis


Membawa siswa mengenal, memilih, dan memecahkan masalah Melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah

Melatih siswa untuk berpikir dengan


keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri

Karakteristik umum PKn di sekolah dasar merupakan pengembangan kualitas warga negara dalam aspek-aspek berikut. Kemelekwacanaan kewarganegaraan, Komunikasi sosial kultural kewarganegaraan, Pemecahan masalah kewarganegaraan, Penalaran kewarganegaraan, Partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab.

Dengan demikian : Secara bertahap, sekolah akan menjadi komunitas yang memiliki budaya yang berintikan pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kewajiban serta keharmonisan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang tertib, adil, dan keberadaban. Oleh karenanya, PKn harus berfungsi sebagai wahana kurikuler pengembangan karakter warga negara RI yang demokratis dan bertanggung jawab.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

33

Situasi sekolah dan kelas dikembangkan sedemikian rupa sebagai democratic laboratory (laboratorium demokrasi) dengan lingkungan sekolah/ kampus yang diperlakukan sebagai micro cosmos of demokracy (lingkungan kehidupan yang demokrtis yang bersifat mikro), dan memperlakukan masyarakat luas sebagai open global classroom (kelas global yang terbuka). Dengan cara inilah akan memungkinkan siswa belajar demokrasi dalam situasi demokratis dan membangun kehidupan yang lebih demokratis. Itulah makna learning democracy, in democracy, an of democracy (belajar tentang demokrasi, dalam situasi demokratis, dan untuk membangun kehidupan yang demokratis) dengan PKn sebagai wahana kurikuler yang utama.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

34

Bertolak dari konsep dasar diatas, maka : PKn perlu dikembangkan dalam lingkungan sekolah adalah pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional atau bersisi-jamak. Sifat multidimensional, antara lain terletak pada : (1) Pandangan yang pluralistik-uniter (bermacam-macam, tetapi menyatu dalam pengertian Bhineka Tunggal Ika (2) Sikapnya dalam menempatkan individu, negara, dan masyarakat global secara harmonis (3) Tujuannya yang diarahkan pada semua dimensi kecerdasan (spiritual, rasional, emosional, dan sosial) (4) Konteks (setting) yang menghasilkan pengalaman belajarnya yang terbuka, flrksibel atau luwes, dan bervariasi merujuk pada dimensi tujuan
Bams

Konsep Dasar PKn SD

35

Sehingga paradigma baru ini akan menuntut hal-hal sbb. :

(1) Memberikan perhatian yang cermat & usaha sungguhsungguh pada pengembangan pengertian tentang hakikat dan karakteristik aneka ragam demokrasi, bukan hanya yang berkembangan di Indonesia. (2) Mengembangkan kurikulum dan pembelajaran yang sengaja dirancang untuk memfasilitasi siswa agar mampu mengeksplorasi bagaimana cita-cita demokrasi telah diterjemahkan ke dalam kelembagaan dan praktik di berbagai belahan bumi dan dalam berbagai kurun waktu.
(3) Tersedianya sumber belajar yang memungkinkan siswa mampu mengeksplorasi sejarah demokrasi di negaranya untuk dapat menjawab persoalan apakah kekuatan dan kelemahan demokrasi yang diterapkan di negaranyaitu secara jernih. (4) Tersedianya sumber belajar yang dapat memfasilitasi siswa untuk memahami penerapan demokrasi di negara lain sehingga mereka memiliki wawasan luas tentang ragam ide & sistem demokrasi dalam berbagai konteks.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

36

PKn Sekolah Dasar


(Latar Belakang & Tujuan) KTSP
Bams

Konsep Dasar PKn SD

37

Latar Belakang : Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non-pemerintahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara, penghargaan terhadap hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

38

Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

39

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

40

B. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)

Tujuan PKn adalah untuk membentuk Watak dan Karakteristik Warga Nagara yang Baik. Tujuan Pembelajaran PKn Mnrt Mulyasa (2007) adalah untuk menjadikan siswa : 1. Mampu berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dlm menanggapi persolan hidup maupun isu kewarganegaraan; 2. Mau berpartisipasi dalam segala bidang kegiatan, secara aktif dan bertanggungjawab, shg bisa bertindak secara cerdas dlm semua kegiatan; 3. Bisa berkembang secara positif dan demokratis, Sehingga Tujuan PKn di SD adalah untuk menjadikan warganegara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

41

TUJUAN PKn :
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi 3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya 4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

42

STRUKTUR KURIKULUM & Ruang Lingkup

PKn Sekolah Dasar


KTSP
Bams

Konsep Dasar PKn SD

43

Meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh selama 6tahun mulai kelas I s/d kelas VI.
Kurikulum SD/MI memuat 8 mapel., muatan lokal & pengembangan diri (seperti tabel berikut) KOMPONEN
A. MATA PELAJARAN 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan

KELAS DAN ALOKASI WAKTU I II III IV , V , & VI


3 2

3. Bahasa Indonesia
4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya & Keterampilan 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga & Kesehatan B. MUATAN LOKAL C. PENGEMBANGAN DIRI

5
5 4 3 4 4 2 2*)

Jumlah
*) ekuivalen 2 jam pembelajaran Bams

26 27
Konsep Dasar PKn SD

28

32
44

STRUKTUR KURIKULUM SD/MI Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sbb. : (1) Kur SD/MI memuat 8 mapel, muata lokal & pengembangan diri (seperti pada tabel diatas). (2) Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mapel yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. (3) Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru, yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi oleh dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Bams 45 Konsep Dasar PKn SD

STRUKTUR KURIKULUM SD/MI


(4) Subatansi mapel IPA dan IPS pada SD/MI merupakan IPA Terpadu & IPS Terpadu. (5) Pembelajaran pada kelas I s/d III dilaksanakan melalui pendekatan Tematik, sedangkan kelas IV s/d VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. (6) Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum 4jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. (7) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35menit. (8) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38minggu.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

46

Ruang Lingkup PKn :


Ruang lingkup/ muatan materi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut (ada 8 aspek). 1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional
Bams

Konsep Dasar PKn SD

47

Ruang Lingkup PKn :


3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM 4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara 5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi

Bams

Konsep Dasar PKn SD

48

Ruang Lingkup PKn :


6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka

8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

49

ARAH PENGEMBANGAN

PKn
Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar KTSP

Bams

Konsep Dasar PKn SD

50

Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Bams

Konsep Dasar PKn SD

51

Ruang Lingkup Materi PKn :

Ruang lingkup/ muatan materi mapel. PKn meliputi aspek-aspek sebagai berikut (ada 8 aspek). 1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional
Bams

Konsep Dasar PKn SD

52

Ruang Lingkup PKn :

Ruang lingkup/ muatan materi mapel. PKn meliputi aspek-aspek sebagai berikut (ada 8 aspek).

3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara 5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi
Bams

Konsep Dasar PKn SD

53

Ruang Lingkup PKn :

Ruang lingkup/ muatan materi mapel. PKn meliputi aspek-aspek sebagai berikut (ada 8 aspek). 6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

54

Ruang Lingkup PKn :

Ruang lingkup/ muatan materi mapel. PKn meliputi aspek-aspek sebagai berikut (ada 8 aspek). 6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

55

RAMBU-RAMBU PKn di SD

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan standar proses dan standar penilaian

Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar


Khusus untuk SD/MI lingkup isis PKn dikemas dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, yang secara sekuensial diorganisasikan sebagai berikut :

Kelas I, Semester 1 Stndar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah


Kelas I, Semester 2 Stndar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah
Bams

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat
Konsep Dasar PKn SD
57

Kelas II, Semester 1 Stndar Kompetensi 1. Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong 1.2 Melaksanakan hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah

2. Menampilkan sikap cinta lingkungan


Kelas II, Semester 2 Stndar Kompetensi 3. Menampilkan sikap demokratis

2.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam
Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.2 Melaksanakan perilaku jujur, disiplin, dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-hari
Konsep Dasar PKn SD
58

4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila

Bams

Kelas III, Semester 1


Stndar Kompetensi
1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat

Kompetensi Dasar
1.1 Mengenal makna satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa 1.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan seharihari 2.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain lain 3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan 4.2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia
Konsep Dasar PKn SD
59

Kelas III, Semester 2

Stndar Kompetensi 3. Memiliki harga diri sebagai individu

4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia


Bams

Kelas IV, Semester 1 Stndar Kompetensi 1. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi 2.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten, kota, dan provinsi

2. Memahami sistem pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi Kelas IV, Semester 2 Stndar Kompetensi 3. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat

Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK dll. 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya
Konsep Dasar PKn SD
60

4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya

Bams

Kelas V, Semester 1 Stndar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
2.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah 2.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok

2. Memahami peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah

Kelas V, Semester 2 Stndar Kompetensi 3. Memahami kebebasan berorganisasi Kompetensi Dasar 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4.2 Mematuhi keputusan bersama
Konsep Dasar PKn SD
61

4. Menghargai keputusan bersama


Bams

Kelas VI, Semester 1 Stndar Kompetensi 1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negaranegara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional
Konsep Dasar PKn SD
62

2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia

Kelas VI, Semester 2 Stndar Kompetensi 3. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi
Bams

TUNTUTAN PEDAGOGIS PKn

Bams

Konsep Dasar PKn SD

63

Istilah Pedagogis diserap dari bhs. Inggris Paedagogical Yang berasal dari akar kata adalah paes & ago (bhs. latin), yang artinya saya membimbing Kemudian muncul istilah paedagogy yang artinya ilmu mendidik atau ilmu pendidikan (Purbakawatja, 1956)
Tuntutan pedagogis dalam konteks ini diartikan sebagai Pengalaman belajar (Learning experiences) yang bagaimana yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan kewarganegaraan (PKn), dalam artian ketuntatasan penguasaan kompetensi kewarganegaraan yang tersurat dan tersirat dalam lingkup isi dan kompetensi dasar.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

64

Semua kompetensi dasar (KD) untuk setiap kelas menuntut perilaku nyata (overt behavior) ini berarti bahwa konsep dan nilai kewarganegaraan diajarkan tidak boleh berhenti padapikiran semata, melainkan harus sampaibisa terwujud dalam perbuatan nyata. Dengan kata lainPKn menuntut terwujudnya pengalaman belajar yang bersifat utuh memuat belajar kognitif, belajar nilai & sikap, serta belajar perilaku.
Ingat, bahwa nilai tidak dapat dimengerti dan ditangkap sendiri, melainkan harus di cerna melalui proses belajar Sehingga nilai harus termuat dalam materi pembelajaran PKn.
Bams

Konsep Dasar PKn SD

65

PKn adalah mata pelajaran yang misi utamanya adalah sebagai pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional. Sehingga Pkn merupakan pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan sosial, dan pendidikan politik.
Namun yang paling menonjol adalah sebagai pendidikan nilai dan pendidikan moral, sehingga secara singkat PKn dikatakan sebagai mata pelajaran yang mengemban misi pendidikan nilai dan moral

Bams

Konsep Dasar PKn SD

66