Anda di halaman 1dari 5

Tepung Tulang Tepung tulang merupakan hasil penggilingan tulang yang telah dipisahkan dari kandungan colagennya.

P r o d u k i n i d i g u n a k a n u n t u k b a h a n b a k u p a k a n ya n g merupakan sumber mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino. Tepung tulang berbentuk serpihan (tepung) berwarna coklat dengan tekstur yangkasar jika dirasakan, dengan aroma khas seperti daging sapi tapi ada juga yang tidak berbau. Sekilas memang hampir mirip dengan tepung MBM tetapi kandungan nutrisiyang dimiliki jelas berbeda. B e r a s a l d a r i t u l a n g h e w a n t e r n a k ya n g s e h a t ( t i d a k m e m i l i k i v i r u s a t a u p e n ya k i t s e p e r t i r a b i e s , a n t h r a k s , d a n p e n ya k i t l a i n n ya y a n g m e m b a h a ya k a n a p a b i l a d i k o n s u m s i ) d a n ya n g t e l a h d i b e r s i h k a n d a r i sisa-sisa daging yang diproses sehingga dapa t berbentuk tepung, berwarna coklat dengan tekstur kasar. Dalam pembuatan pakan, tepung t u l a n g t i d a k t e r l a l u b a n ya k d i g u n a k a n , d e n g a n k a t a l a i n t e p u n g t u l a n g merupakan suatu pelengkap dalam pembuatan pakan guna melengkapi m i n e r a l ya n g a d a d a l a m p a k a n . Biasanya tepung tulang digunakan sebagai pendamping bagi tepung ikan yang kaya protein karena mineral merupakan trace element yang tidak dibutuhkan terlalu banyak tetapi harus ada dalam ransum pakan (Aninda,2009). P em b u at an t e pun g t ul a n g j u ga merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dandibuang di rumah pemotongan hewan. Hasilikutan (by-products) ternak merupakan salah satu potensi dari subsektor peternakan yang sampai saat ini masih belum banyak dimanfaatkan, khususnya untuk industri pangan. Tulang, tulang rawan dan daging dari sisa deboning di industri pangan hasil ternak dan rumah pemotongan ayam adalah contoh hasil-ikutan ternak yang cukup besar peluangnya untuk dapat diolah kembali menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, selain itu tepung tulang juga merupakan sumber mineral yang mampu mencukupi kebutuhan asupan mineral terutama kalsium dalam tubuh. Menurut anonymous (2011) tepung tulang secara umum memiliki kandungan sebagai berikut: Protein : 25,54% Lemak : 3,80% Serat : 1,80% Air : 5,52% Kalsium : 46,34% Phosphat : 17% Dilihat dari kandungan nutrisinya, tepung tulang banyak mengandung kalsium, sehingga manfaat dari tepung tulang tidak lepas dari peranan kalsium, yaitu berperan dalam pembentukan tulang, sisik serta sirip khususnya pada ikan serta menjaga dari kekeroposan akibat asupan kandungan mineral yang minim dari pakan ternak yang lebih kaya akan protein. Perpaduan dari formulasi pakan ini sangat menguntungkan karena pada pakan mengandung banyak protein yang akan berperan dalam penyerapan kalsium ke dalam mukosa usus, karena transportasi kalsium melalui sel usus terjadi secara difusi melalui jasa protein dari ransum pakan tersebut (Kaup,1991) Didalam tubuh manusia kalsium merupakan unsure terbanyak kelima dan kation terbanyak, yaitu sekitar 1,5-2% dari keseluruhan berat tubuh. Kalsium dibutuhkan untuk proses pembentukan dan perawatan jaringan rangka tubuh, serta berperan dalam kegiatan penting seperti membantu pengaturan transport ion ion lainnya kedalam maupun keluar

membrane, penerimaan dan interpretasi pada impuls saraf , pembekuan darah dan pemompaan darah, kontraksi otot, menjaga keseimbangan hormone dan katalisator pada reaksi biologis (Almatsier, 2002; Whitney dan Hamilton, 1987). World health organization merekomendasikan jumlah asupan kalsium perhari yang dianjurkan untuk orang dewasa sekitar 400-500mg, tetapi bila konsumsi proteinnya tinggi, dianjurkan mengkonsumsi 700-800 mg. untuk anak-anak dan remaja lebih tinggi asupannya dan untuk wanita hamil/ menyusui dianjurkan mengkonsumsi 1200 mg (Whitney dan Hamilton,1987). Konsumsi kalsium sebaiknya tidak melebihi 2500 mg sehari untuk menghindari kondisi hiperkalsiura (kadar kalsium di urin melebihi 300 mg/hari). Dan kebutuhan akan tepung tulang sebagai campuran pakan hanya sedikit,. Hal ini dikarenakan peranan dari tepung tulang hanya sebagai sumber mineral dan bukan sebagai pertumbuhan pada ternak. Penggunaan tepung tulang ini hanya sekitar 2,5 10% dalam formula pakan, apabila digunakan secara berlebihan maka akan menurunkan selera makan pada ternak (Trilaksani,2006)

Proses Pembuatan Tepung Tulang Bahan : Tulang Larutan kapur 10% Peralatan Keranjang dan semprotan air Berfungsi untuk meletakkan tulang yang dicuci dengan semprotan air. Dasar wadah berlubang untuk meniriskan air Wadah perendaman Wadah ini digunakan sebagai tempat merendam serpihan tulang, dapat berupa bak semen, bak serat gelas (fiber glass), baskom plastik, atau ember plastik Mesin penggiling tulang Alat ini digunakan untuk menggiling tulang hingga menjadi sepihan dengan ukuran 1~3 cm Wadah perebusan Alat ini digunakan untuk merebus tulang. Drum bekas yang dipotong dua dapat digunakan untuk keperluan ini Wadah ekstraksi gelatin Alat ini digunakan untuk merendam tulang pada suhu panas setelah tulang tersebut direndam dengan larutan kapur. Wadah initerbuat dari logam tahan karat, seperti aluminium dan stainless steel Wadah penguapan larutan gelatin Wadah ini digunakan untuk penguapanlarutan gelatin. Wadah ini terbuat dari logam tahan karat, seperti aluminiumdan stainless steel. Bentuknya berupa bak dangkal dengan permukaan yang luas. Kompor Cetakan C e t a k a n t e r b u a t d a r i p l a t a l u m i n i u m a t a u s t a i n l e s s s t e e l ya n g bersekatsekat.untuk mencetak ekstrak gelatin Cara Pembuatan tepung Tulang 1. Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100oC, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan sepanjang 1-3 cm.

2.

3. 4. 5.

(perebusan ini berfungsi untuk mempermudah pemisahan tulang dengan daging liat yang sulit dilepas dari tulang) Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Perendaman dalam air kapur dapat berfungsi untuk memperbaiki tekstur dari tulang supaya menjadi renyah. Dimana kerenyahan ini diperoleh karena kalsium dari larutan kapur berpenetrasi ke dalam jaringan tulang yang telah di giling menjadi lebih kompak dengan terbentuknya ikatan baru antara kalsium dengan senyawa- senyawa yang terdapat pada tulang (Aninda,2010) Pemisahan gelatin dengan pemanasan 3 tahap yaitu perebusan pada suhu 60oC 4 jam, suhu 70oC selama 4 jam, dan 100oC selama 5 jam Tulang dikeringkan pada suhu 100oC sampa kadar air 5% dan digiling hingga menjadi tepung Pengemasan dan penyimpanan Tepung tulang dapat disimpan dalam karung / kantong plastik Pemanfaatan Lain Tepung Tulang Penggunaan tepung tulang yang umumnya digunakan dalam pakan ikan ternyata juga dapat dijadikan produk yang dapat dikonsumsi oleh manusia juga antara lain sebagai bahan tambahan pada bakso. Bakso merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Bakso sangat populer di Indonesia, tempat yang terkenal menjadi sentra bakso adalah Solo dan Malang. Semua golongan umur menyukai makanan tersebut, yaitu mulai dari golongan anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua pun menyukai kelezatan bakso. Sehingga pemanfaatan limbah tulang sebagai sumber kalsium merupakan salah satu alternatif yang tepat dalam rangka menyediakan sumber pangan kaya kalsium yang lebih murah, mudah didapat dan tentu saja mudah diabsorbsi serta mengurangi dampak buruk pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan limbah industri pengolahan bandeng. Salah satu upaya pengolahan tulang ikan tersebut adalah dengan mensubtitusi pada makanan yang banyak digemari masyarakat. Bakso atau baso adalah makanan berupa bola daging yang umumnya dibuat dari campuran daging sapi dan tepung. Dalam Annual Report of IC Biotech Osaka University tahun 1994 dijelaskan bahwa nilai gizi bakso sapi berdasarkan berat kering adalah 16,80%-49,53% protein, 4,18%-20,21% lemak, 35,52%- 56,18% karbohidrat, 6,52%-11,05% abu, dan 5,14%-8,25% NaCl Berdasarkan data tersebut, kandungan bakso yang kurang memenuhi kebutuhan kalsium. Oleh karena itu, penambahan tepung tulangsebagai bahan campuran pembuatan bakso merupakan solusi yang tepat untuk menambah nilai gizi bakso yang kurang akan kalsium. Penggunaan tepung tulang ikan diduga akan menghasilkan penyerapan kalsium lebih besar jika tepung difortifikasi ke dalam bahan makanan yang lain terutama yang kandungan asam amino lisin dan arginin, laktosa tinggi disertai asupan vitamin D yang seimbang. Dalam penyerapan kalsium dibutuhkan kandungan protein untuk membantu proses penyerapan kalsium. Lisin merupakan salah satu dari sembilan asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Lisin yang terkandung dalam pakan ternak termasuk dalam asam amino yang sangat berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang, dimana lisin dapat membantu proses penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh dan memelihara tubuh agar tidak terlalu berlemak. Lisin juga dibutuhkan untuk menghasilkan antibodi, hormon, enzim, dan pembentukan kolagen juga perbaikan jaringan. Tak kalah pentingnya, lisin bisa melindungi anak dari cold sore dan virus herpes.

Melihat sederet fungsi vital tersebut dan mengingat lisin tidak bisa diproduksi oleh tubuh, maka mesti dipastikan jumlah lisin dari makanan harus mencukupi kebutuhan tubuh. Dikarenakan lisin merupakan salah satu jenis asam amino non esensial dimana tidak diproduksi oleh tubuh maka kandungan lisin ini diperoleh dari asupan makanan lain seperti daging sapi. Dimana daging sapi merupakan golongan daging merah dengan kandungan protein yang tinggi, selain itu daging sapi pada umumnya memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Dan vitamin D bekerja pada mineralisasi tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam sistem pencernaan, sehingga kadarnya di dalam darah meningkat. Hal ini dilakukan dengan mengambil kalsium dari tulang dan dengan mendorong penyimpanannya oleh ginjal. Sumber-sumber makanan dari vitamin D, antara lain: telur, hati, dan ikan. Seperti halnya susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D. Sehingga berdasarkan deskripsi tersebut maka disarankan penggunaan tepung tulang sebagai bahan yang difortifikasikan dalam pembuatan bakso. Dalam pembuatan bakso, tepung tulang digunakan sebagai bahan campuran bakso di samping penggunaan tepung tapioca. Bakso yang dihasilkan rasanya enak, teksturnya bagus dan memiliki tambahan nilai gizi kalsium jika dibandingkan dengan bakso pada umumnya. Dalam pendistribusianya, bakso memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan makanan lain. Pertama, bakso merupakan makanan yang banyak digemari. Semua golongan umur menyukai makanan tersebut, yaitu mulai dari golongan anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua pun menyukai kelezatan bakso. Kedua, Bakso adalah makanan yang cocok di segala musim Ketiga, bakso merupakan salah satu makanan yang mempunyai dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai lauk yang dimakan dengan nasi (atau lontong) dan dapat dimakan langsung tanpa nasi. Semua tentunya disesuaikan dengan selera masing-masing pihak yang hendak menyantap makanan tersebut. Keempat, untuk dapat menikmati bakso tidaklah begitu sukar. Bakso sering dijumpai di tempat-tempat umum, yaitu mulai dari daerah pedesaan yang masih banyak dijumpai makanan hasil olahan secara tradisional, sampai daerah pusat perkotaan. Untuk menikmati santapan tersebut kita juga bisa hanya menunggu di rumah, karena banyak juga pedagang bakso keliling yang menjajakan bakso hampir di setiap daerah. Dari keempat alasan tersebut, bakso merupakan makanan yang cocok sebagai makanan yang difortifikasikan dengan tulang ikan. Di samping kandungan bakso sangat mendukung terhadap penyerapan kalsium untuk tubuh, bakso juga terdistribusikan dengan baik dan mudah kepada konsumen. Dengan demikian, masyarakat mudah mendapat tambahan asupan gizi kalsium dari hasil olahan limbah yang selama ini tidak dimanfaatkan. BAB III PENUTUP Dari penjabaran pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa tepung tulang dapat digunakan sebagai bahan komplementer dalam formulasi pakan ternak dan aplikasinya terhadap bahan makanan yang mana memiliki protein yang cukup tinggi sedangkan rendah mineral terutama kalsium. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Aninda, Rahma., dkk.2010. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Bandeng Sebagai Bakso Berkalsium Tinggi. Universitas Malang. Malang Anonymous. 2009. Konsep Dasar Tulang. http://sobatbaru.blogspot.com/2009/03/konsepdasar-tulang.html

Anonymous.2011. Tepung Tulang (Bone Meal).http://indonetwork.co.id/pthanra/2409736/tepung-tulang-bone-meal.htm Herniawati.2008.Mineral dan Homeotasis.FMIPA UPI. Bandung Kaup SM, Greger JL, Lee K.1991. Nutritional evaluation with animal model of cottage cheese fortified with calcium and guar gum. J Food Sci 56 (3): 692-695 Trilaksani,Wini. 2006.Pemanfaatan Limbah Tulang sebagai Sumber Kalsium.Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan. IPB. Bogor Whitney EN, Hamilton EMN. 1987. Understanding Nutrition. New York: West Publishing Company