Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA DAN PEMULIAAN IKAN Perkawinan Ikan Black Molly

OLEH : MARIUN NANI C1K 011 027 KELOMPOK II

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN UNIVERSITAS MATARAM 2014

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat lulus praktikum mata kulyah Genetika dan Pemuliaan Ikan. Nama : MARIUN NANI NIM : C1K 011 027

Mengetahui, Mataram, 19 April 2014

Dosen Pengampu ;

DEWI NURAENI SETYOWATI 197903062003122002

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Ikan hias merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dikembangkan, karena selain mempunyai potensi sumber daya berlimpah juga peluang pasar yang besar, baik di dalam negeri mapun di luar negeri. Adanya perbedaan jenis maupun karakter antara individu satu dengan yang lainnya disebabkan oleh adanya perkawinan. Pada organisme yang berkembang biak secara seksual individu baru adalah hasil kombinasi informasi genetik yang di sumbangkan oleh 2 gamet yang berbeda yang berasal dari kedua parentalnya. Genetika merupakan ilmu pengetahuan dasar bagi ilmu terapan, misalnya pemuliaan tanaman dan hewan, masalah penyakit dan kelainan pada tubuh manusia. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam bidang genetika ini seperti : gen, genotif, resesif, dominan, alel, homozigot, heterozigot hendaknya sudah diketahui dan dipahami. Adanya perbedaan jenis maupun karakter antara individu satu dengan yang lainnya disebabkan oleh adanya perkawinan. Pada organisme yang berkembang biak secara seksual. Individu baru adalah hasil kombinasi informasi genetik yang

disumbangkan oleh 2 gamet yang berbeda yang berasal dari kedua parentalnya. Genetik populasi dapat diartikan sebagai aspek genotipe dari suatu sekumpulan yang meliputi banyaknya kromosom, alel (bagian dari kromosom yang berperan dalam hal pembentukkan warna, bulu, bentuk, dll), dan faktor-faktor keturunan yang diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Tujuan diadakan praktikum ini adalah membuat perhitungan kemungkinan kemunculan warna anak dari pasangan induk yang menghasilkan larva tersebut dan jumlah induk yang melakukan pemijahan.

1.2. Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum ini dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2. Mengenal cara ikan molly berkembang biak. Melihat adanya variasi fenotip pada hasil persilangan karena adanya gen warna yang dominan. 1.3. Manfaat Praktikum Adapun manfaat praktikum ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana dua ikan black molly dikawinkan dan bagaimana anak yang dihasilkan dari perkawinan dua black molly tersebut serta faktor-faktor penyebabnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Hukum Mendel I atau hukum segregasi membahas tentang pemisahan faktorfaktor pembawa sifat (alel) pada waktu pembentukan gamet. Hukum segregasi menyatakan bahwa alel-alel akan berpisah secara bebas dari diploid menjadi haploid pada saat pembentukan gamet. Dengan demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen dari alelnya. Fenomena ini dapat diamati pada persilangan monohibrid, yaitu persilangan dua individu dengan satu sifat beda. Untuk mengujinya, Mendel melakukan perkawinan silang antara antara ercis berbunga ungu dengan ercis berbunga putih dengan satu faktor pembawa sifat (Nuraini, 2008). Hukum Mendel II atau the law of independent assortment membahas mengenai perkawinan silang yang menyangkut dua atau lebih pasangan sifat berbeda, maka pewarisan dari masing-masing pasangan faktor sifat-sifat tersebut adalah bebas sendirisendiri (masing-masing tidak tergantung satu sama lain). Keturunan pertama menunjukkan sifat fenotipe dominan dan keturunan kedua menunjukkan fenotipe dominan dan resesif dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. Untuk mengujinya, Mendel melakukan perkawinan silang antara antara ercis biji kuning dengan bentuk bulat RRYY dengan ercis biji hijau dengan bentuk keriput (Nuraini, 2008). Penurunan karakter oleh gen tunggal menyimpang dari pola Mendel jika alel secara keseluruhan tidak menunjukkan sifat dominan atau sifat resesif yaitu ketika gen tertentu memiliki lebih dari dua alel atau ketika satu gen menghasilkan lebih dari satu fenotipe. Alel dapat menunjukkan tingkat dominansi atau resesif yang berbeda satu dengan lainnya. Pada penyilangan pea yang dilakukan Mendel, anakan F1 selalu menunjukkan salah satu sifat dari sifat kedua induknya karena satu alel dari pasangan alel menunjukkan complete dominance (dominansi lengkap) terhadap alel lainnya dari pasangan tersebut. Pada beberapa gen, tidak ada alel yang secara lengkap mendominasi, sehingga anakan F1 memiliki fenotipe diantara variasi kedua induknya. Fenomena ini disebut incomplete dominance dan ditunjukkan oleh penyilangan tanaman snapdragon

berbunga merah dan putih dimana seluruh hibrid F1 memiliki bunga berwarna pink. Fenotipe ketiga ini muncul karena bunga dari heterozigot memiliki pigmen merah lebih sedikit dibandingkan dengan homozigot warna merah (Campbell dkk, 2010). Variasi lain dari hubungan dominansi antar alel disebut codominance. Pada variasi ini kedua alel mempengaruhi fenotipe dengan cara yang terpisah dan berbeda. Sebagai contoh, golongan darah MN manusia ditentukan oleh alel codominan untuk dua molekul khusus yang terletak di permukaan sel darah merah yaitu molekul M dan molekul N. Sebuah lokus tunggal (dengan dua kemungkinan variasi alel) menentukan fenotipe golongan darah. Individu homozigot untuk alel M (MM) memiliki sel darah merah dengan molekul M saja sedangkan individual homozigot untuk alel N (NN) hanya memiliki sel darah merah dengan molekul N saja. Jika kedua molekul M dan N terdapat pada sel darah merah, individu tersebut adalah heterozigot untuk alel M dan N (MN). Ingatlah bahwa fenotipe MN bukan fenotipe intermediate antara M dan N (Campbell dkk, 2010). Menurut Dalimartha. S (2004), menyatakan bahwa cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki susunan genetika hewan-hewannya yaitu system perkawinan ini merupakan cara mengawinkan hewan-hewan atau mengkombinasikannya. Perkawinan sedarah mengantarkan pada kehomozigotan sehingga akan diikuti dengan degenerasi persedarahan/depresi persedarahan yaitu kemunduran daya hidup. Perkawinan sedarah dan persilangan lebih bermanfaat daripada seleksi biasa tanpa perkawinan sedarah, jika ada kemungkinan dominasi berlebihan, jadi apabila genotype heterozigot lebih baik daripada ke-2 homozigot. Dengan melakukan seleksi dapat menjadikan semuanya homozigot. Akan tetapi jika ada kemungkinan bagi dominasi berlebihan, maka yang heterozigot lebih baik daripada kedua homozigot. Kemunduran akibat perkawinan sedarah dan heterosis adalah 2 gejala yang bertentangan yang mempunyai sebab-sebab genetic yang sama. Hal ini sangat erat berhubungan dengan variasi kegenotipean bukan tambahan dengan variasi sebagai akibat dari kedominanan. Perkawinan sedarah juga akan mengakibatkan bertambah frekuensi kehomozigotan dan frekuensi keheterozigotan berkurang (Suryo. 1990).

Bentuk tubuh black molly menyerupai ikan guppy karena masih satu keluarga yaitu Poecilidae. Panjang tubuhnya sekitar 57 cm. Tubuh black molly seluruhnya berwarna hitam mengkilap dari kepala hingga sirip ekor. Sirip ekor berbentuk sabit dan sirip punggung menjuntai ke belakang hingga mencapai pangkal ekor. Black molly mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap kondisi lingkungan. Ikan ini dapat hidup pada perairan tawar, laut, dan payau. Black molly mempunyai jenis yang berbeda-beda yaitu : black molly balloon, marble molly balloon, black molly line tile. Varietas yang terkenal adalah black molly balloon. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang unik. Ukurannya lebih pendek dari molly lainnya dan bentuknya yang membulat seperti kelereng. Black Molly merupakan ikan hias yang berasal dari luar Indonesia. Ikan ini berasal dari aliran Sungai Amazon, Brasil dan sungai-sungai Amerika Selatan. Ikan ini hidup disela-sela akar tanaman air dan menetaskan telurnya di sela-sela akar tersebut pula (Sisunandar. 2011). Kemampuan ikan black molly dalam menghasilkan anak cukup tinggi bila dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar lainnya yaitu 80 125 ekor. Untuk itu perlu dijaga ketahanan produktivitasnya dengan pemberian pakan yang cukup. Pakan yang diberikan adalah berupa kutu air 3 kali sehari. ProseS pemijahan ditandai dengan kejarkejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil

menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4 7 hari. Setelah seminggu, benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak. Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan (Sisunandar. 2011).

Klasifikasi ikan black molly secara lengkap adalah sebagai berikut :


Phyllum Class Ordo Family Genus Species

: Chordata : Ostheichthyes : Cyprinodontoidei : Poecilidae : Poecilia : Poecilia sphenops

BAB III METODOLOGI


3.1. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilakukan pada hari Senin tanggal 24 Maret 2014 sampai hari Selasa tanggal 8 April 2014 di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram.

3.2. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah induk black molly, akuarium, tanaman air hydrilla, dan pakan ikan. 3.3. Cara Kerja Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Dipersiapkan akuarium dan diisi air setengahnya. 2. Diambil induk jantan dan betina black molly masing-masing satu ekor kemudian dimasukkan ke dalam akuarium. 3. Dimasukkan tanaman air berupa hydrilla ke akuarium. 4. Diberi pakan setiap hari ditunggu sampai induk bunting. 5. Setelah induk melahirkan kemudian dipisahkhn dari anaknya. 6. Dihitung jumlah anak yang dihasilkan dan ditentukan warnanya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1. Hasil Praktikum Tabel hasil perkawinan ikan Black molly. Jenis kelamin induk Betina jantan Jumlah induk Warna induk Jumlah anak Lama pemeliharaan

1 ekor 1 ekor

Hitam 20 hitam 17 putih Hitam 15 hari

6.2.

Pembahasan Dari hasil praktikum perkawinan induk ikan black molly yang dimana

sama-sama berwarna hitam dihasilkan 20 anak berwarna hitam dan 17 anak berwarna putih. Penurunan karakter oleh gen tunggal menyimpang dari pola Mendel jika alel secara keseluruhan tidak menunjukkan sifat dominan atau sifat resesif yaitu ketika gen tertentu memiliki lebih dari dua alel atau ketika satu gen menghasilkan lebih dari satu fenotipe. Alel dapat menunjukkan tingkat dominansi atau resesif yang berbeda satu dengan lainnya. Pada penyilangan pea yang dilakukan Mendel, anakan F1 selalu menunjukkan salah satu sifat dari sifat kedua induknya karena satu alel dari pasangan alel menunjukkan complete dominance (dominansi lengkap) terhadap alel lainnya dari pasangan tersebut. Pada beberapa gen, tidak ada alel yang secara lengkap mendominasi, sehingga anakan F1 memiliki fenotipe diantara variasi kedua induknya. Fenomena ini disebut incomplete dominance. Hukum Mendel I atau hukum segregasi membahas tentang pemisahan faktorfaktor pembawa sifat (alel) pada waktu pembentukan gamet. Hukum segregasi menyatakan bahwa alel-alel akan berpisah secara bebas dari diploid menjadi haploid pada saat pembentukan gamet. Dengan demikian setiap sel gamet hanya mengandung

satu gen dari alelnya. Fenomena ini dapat diamati pada persilangan monohibrid, yaitu persilangan dua individu dengan satu sifat beda. Untuk mengujinya, Mendel melakukan perkawinan silang antara antara ercis berbunga ungu dengan ercis berbunga putih dengan satu faktor pembawa sifat (Nuraini, 2008). Menurut Indra dalam Widi (2013), Perkawinan sedarah dan persilangan lebih bermanfaat daripada seleksi biasa tanpa perkawinan sedarah, jika ada kemungkinan dominasi berlebihan, jadi apabila genotype heterozigot lebih baik daripada ke-2 homozigot. Dengan melakukan seleksi dapat menjadikan semuanya homozigot. Akan tetapi jika ada kemungkinan bagi dominasi berlebihan, maka yang heterozigot lebih baik daripada kedua homozigot. Kemunduran akibat perkawinan sedarah dan heterosis adalah 2 gejala yang bertentangan yang mempunyai sebab-sebab genetic yang sama. Hal ini sangat erat berhubungan dengan variasi kegenotipean bukan tambahan dengan variasi sebagai akibat dari kedominanan. Perkawinan sedarah juga akan mengakibatkan bertambah frekuensi kehomozigotan dan frekuensi keheterozigotan berkurang. Induk black molly melahirkan ank-anaknya pada hari ke 15 waktu pemeliharaan, Ikan molly bersifat ovovivipar, yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh, embrio disimpan dan terus berkembang dalam tubuh induk, akan dilahirkan sebagai anak setelah kurang lebih 20 hari masa kehamilan. Ikan betina mampu menyimpan sperma dalam tubuhnya sehingga dari satu kali perkawinan dapat melahirkan sampai tiga kali dengan jarak waktu antar kehamilan 7-43 hari, dengan selang waktu antara melahirkan anak dengan pemisahan induk betina dari jantannya berkisar 16-35 hari.

BAB V PENUTUP
5.1. kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditaraik dari praktikum ini adalah : 1. Ikan molly bersifat ovovivipar, yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh, embrio disimpan dan terus berkembang dalam tubuh induk, akan dilahirkan sebagai anak setelah kurang lebih 20 hari masa kehamilan. 2. Adanya variasi fenotip pada hasil perkawinan induk sejenis (sama-sama hitam) yaitu adanya anak yang berwarna putih. 5.2. Saran Adapun saran yang diberikan untuk praktikum kedepannya adalah lebih terorganisir jadwal piket kasih makan dan sifon ikan dilaboratorium.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. Reece, Jane B. dan Can Mitchell. 2010. Biologi Jilid I Edisi Kedelapan. Erlangga. Jakarta. Dalimartha. S, 2004. Bioteknologi Jilid 3. Puspa Swara. Jakarta.

Indra, Widi Kesuma. 2013. Penentuan Jenis Kelamin Serta Gen Tunggal Dominan Lengkap Pada Ikan Hias Air Tawar. UL Press. Lampung. Nuraini. Tuti. 2008. Persilangan Ikan Guppy. http://shiroi-kiba.belajar-sains..com. Diakses tanggal 11 April 2014. Sisunandar. 2011. Penuntun Praktikum Genetika. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto. Suryo. 1990. Genetika Manusia. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.