Anda di halaman 1dari 17

Angioneurotic Edema

Selviana Tampoma
PPDGS Ilmu Penyakit Mulut
Definisi
Nama lain: Hereditary Angioedema,
Angioedema, Quinckes edema, dan giant
urticaria
Kondisi yang melibatkan pembengkakan
di bawah permukaan kulit dengan atau
tanpa kemerahan
Dapat muncul disekitar lipatan mata dan
bibir, atau pada wajah, tangan, kaki
ataupun genital
Insiden
(Allergy Angioneurotic edema)
Lebih sering ditemukan pada usia dewasa
Insiden pada wanita lebih tinggi
Tidak ada laporan insiden berdasarkan
geografi
Etiologi
Allergy Angioneurotic edema biasanya
berkaitan dengan rasa gatal yang
disebabkan oleh:
Makanan (buah-buahan, kerang,
kacang-kacangan
Obat-obatan (misalnya, nonsteroidal
anti-inflammatory drugs (NSAIDs),
ACE inhibitors, ARB inhibitors,
penicillin, aspirin, morphine)
Infeksi
Substansi yang terhirup (contoh, pollen,
spora jamur, bulu binatang)
Penyakit tertentu (hipertiroid, kanker,
demam rematik)
Lingkungan (dingin, panas, air)
Kontak kulit dengan tanaman, hewan
atau obat-obatan
Herediter (angioedema herediter)

Patogenesis
Pembengkakan disebabkan oleh
vasodilatasi yang disebabkan oleh
pelepasan substansi inflamasi diikuti
transudat plasma
Merupakan reaksi hipersensitivitas tipe 1
Gambar 1. Reaksi hipersensitivitas tipe 1. (Sumber:
Hypersensitivities,
http://nfs.unipv.it/nfs/minf/dispense/immunology/lectures/fil
es/hypersensitivities.html

Gambaran Klinis
Rasa nyeri atau gatal atau sensasi seperti
tertusuk kadang mendahului
pembengkakan dan urtikaria
Biasanya berupa pembengkakan dengan
udema, batas difus, dan halus
Terutama melibatkan wajah, disekitar
bibir, dagu dan mata, lidah, serta kadang-
kadang tangan dan kaki
Edema dapat berkembang dalam
beberapa jam, tetapi juga bisa terjadi
dalam beberapa menit
Kelenjar parotis juga dapat terlibat
Mata dapat membengkak dan tertutup
serta bibir bisa sangat bengkak
Jika melibatkan laring, dapat
menyebabkan obstruksi pernafasan akut
Kondisi ini biasanya bertahan selama 24
36 jam walaupun beberapa kasus bisa
bertahan selama beberapa hari
Bentuk herediter biasanya lebih
berbahaya karena melibatkan visceral
Gambar 2. Angioneurotic edema pada pasien yang
mengkonsumsi ACE inhibitors jangka panjang. (Sumber:
Bramante and Rand, 2011)
Gambar 3. Angioedema pada bibir (kiri) dan mata (kanan). Sumber:
Primary Care Dermatology Society (2013)
Diagnosis
Diagnosis klinis berdasarkan gambaran
klinis yang sesuai dengan stimulan
antigen/alergen
Pemeriksaan penunjang:
tes darah (kadar antibodi IgE)
prick tes
Diagnosis Banding
Dermatographism
Dermatitis atopik
Vaskulitis urtikaria
Pigmentosa urtikaria
Mastositosis sistemik
Carcinoid
Dermatitis kontak
Urtikaria papular (gigitan serangga)
Terapi
Menghilangkan/ menghindari penyebab.
Obat antihistamin (diphenylhydramine
hydrochloride 50-75 mg) dapat
memberikan penyembuhan segera.
Pada kasus parah, dapat diberikan
epinefrin intramuskular.
Prognosis
Mayoritas kasus yang melibatkan allergy
angioneurotic edema dapat dikontrol
secara adekuat dengan antihistamin non
sedatif
Angioneurotic edema herediter merupakan
proses yang lebih kompleks dan harus
ditangani oleh spesialis dermatologi
Referensi
1. Ghom, A.G. (2010) Textbook of oral medicine.
2
nd
ed. New Delhi: Jaypee Brothers Medical
Publishers (P) Ltd. p: 394-5.
2. Bramante, R.M., and Rand, M. (2011)
Angioedema N Eng J Med, 365:(4). Available
at:
http://www.nRand,ejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJ
Micm1014034
3. Scully, C. (2008) Oral and maxillofacial
medicine. 2
nd
ed. Edinburg: Churchill
Livingstone. p:143-4.