Anda di halaman 1dari 35

Pembakatran merupakan proses kimiaantarabahanbakardenganOksigen(O2) dariudara.

Jenis boiler
1. Boiler Pipa Air (Water Tube Boiler)
Air mengalir di dalam susunan pipa dan menerima panas dari luar pipa
Tekanan operasi dapat lebih dari 24 bar, atau kapasitas bisa lebih dari 20MW
Cocok untuk produksi uap superheated dengan jumlah besar
Karena konstruksinya untuk beban besar, relatif lebih mahal

22. . Boiler PipaPipaApiApi((Fire/shell Tube BoilerFire/Boiler))
Airmengalirmelaluishelldanmenerimapanasdarigaspembakaranyangmengalirmelaluisusunanpipaapi
Tekananoperasistandarmax.250psi(16bar),umumnyakurangdari7ton/jam
Konstruksirelatifsederhanadanumumnyakokohsertarelatifmurah.
Fleksibelterhadapperubahanbebansecaracepat
Lambatdalammencapaitekananoperasipadastartdingin.

a. Firetube Boiler atau Boiler pipa api.
Boiler jenis ini pada bagian tubenya dialiri dengan gas pembakaran
dan bagian lainya yaitu sell dialiri air yang akan diuapkan [gambar 16.20].
Tube-tubenya langsung didinginkan oleh air yang melingkupinya. Jumlah
pass dari boiler bergantung dari jumlah laluan horizontal dari gas
pembakaran diantara furnace dan pipa-pipa api. Laluan gas pembakaran
pada furnace dihitung sebagai pass pertama. Boiler jenis ini banyak
dipakai untuk industri pengolahan mulai skala kecil sampai skala
menengah.
b.Watertube boiler atau boiler pipa air.
Boiler jenis ini banyak dipakai untuk kebutuhan uap skala besar
[gambar 19.7]. Prinsip kerja dari boiler pipa air berkebalikan dengan pipa
api, gas pembakaran dari furnace dilewatkan ke pipa-pipa yang berisi air
yang akan diupakan. Ada dua keuntungan menggunakan boiler pipa air
daripada pipa api yaitu kapasitas yang besar dapat dicapai dengan
memperbanyak jumlah tube atau pipa tanpa bergantung ukuran dari sell
dan drum.
Keuntungan kedua adalah sell dan drum uap tidak terkena radiasi
langsung dari kalor pembakaran sehingga dimungkinkan dibuat boiler
dengan kapasitas dan tekanan uap yang besar. Berbagai jenis bahanbakar
dapat dipakai pada boiler tipe ini, variasi ukuran juga tidak
menimbulkan masalah.
Profil pembakaran

1.BURNER KURANG BAIK
2.UDARA BERLEBIH (HIGH EXCESS AIR)
3.PEMBAKARAN TIDAK SEMPURNA (POOR AIR MIXED)
4.KEBOCORAN PANAS (RADIASI & KONVEKSI) DARI RUANG BAKAR
5.KUALITAS BAHAN BAKAR RENDAH (HIGH MOISTURE)

Neraca energy panas




Perlatan yang paling utama dalam sistem tenaga uap adalah
TURBIN UAP. Turbin uap berfungsi sebagai tempat untuk
mengkonversikan energi yang terkandung dari uap panas dari boiler
menjadi energi mekanik poros turbin.
Proses konversi energi dari satu energi menjadi energi lainnya
untuk mesin-mesin panas selama transfer energi selalu ada transfer
panas pada fluida kerja. Jadi tidak semua energi panas dapat
dikonversikan menjadi energi berguna atau dengan kata lain "harus ada
yang dibuang ke lingungan" Pada sistem tenaga uap proses transfer
panas ke lingkungan terjadi pada kondensor. Sudah jelas fungsi
kondensor adalah alat penukar kalor untuk melepaskan panas sisa uap
dari turbin. Uap sisi dari turbin uap masih dalam keadaan uap jenuh
dengan energi yang sudah berkurang. Di dalam kondensor semua energi
dilepaskan ke fluida pendingin

Peralatan tambahan yang sangat penting pada mesin tenaga uap
adalah ekonomiser. Ekonomiser adalah sejenis heat exchanger yang
terdiri dari fluida air yang akan masuk boiler. Pemasangan ekonomiser
pada laluan gas buang dan cerobong asap [gambar 19.16]. Ekonimiser
dirancang mempunyai banyak sirip dari material logam untuk
memperluas permukaan singgung perpindahan kalor dari gas buang
yang bertemperatur tinggi ke fluida air bertemperatur lebih rendah
dibanding l
Karena hal tersebut fluida air pada ekonomiser akan mudah
menyerap panas dari gas buang dari proses pembakaran. Temperatur air
yang ke luar dari ekonomiser lebih tinggi dari temperatur lingkungan
sehingga setelah masuk boiler tidak dibutuhkan energi kalor yang besar.
Energi kalor yang dibutuhkan hanya untuk menaikkan temperatur dari
ekonomiser menjadi temperatur didih boiler. Jadi dengan pemasangan
ekomiser akan menaikkan efisiensi sistem. Karena ekonomiser
disinggungkan dengan gas buang yang banyak mengandung zat- zat
polusi yang dapat menimbulkan korosi, maka pemilihan material dari
ekonomiser bergantung dari jenis bahan bakar yang digunakan pada
stoker atau burner [gambar 19.17)

Superheater
Kondisi uap dari boiler yang masuk instalasi perpipaan sebelum
masuk turbin akan banyak mengalami perubahan terutama kehilangan
kalor yang tidak sedikit dan kondensasi sehingga pada waktu masuk
turbin energinya tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut uap dari
boiler dipanaskan kembali sampai kondisi uap panas lanjut. Saluran pipa
yang berisi uap jenuh setelah dari boiler dilewatkan ke gas pembakaran
sehingga terjadi perpindahan kalor kembali ke uap (gambar). Karena ada
kalor yang masuk, temperatur uap jenuh akan naik sampai kondisi uap
panas lanjut. Sebagai contoh uap jenuh yang ke luar dari boiler
bertmperatur sekitar 200 C akan naik sampai 540 C dalam kondisi
superheated. Dengan kondisi uap panas lanjut yang masuk turbin akan
menaikkan efisiensi turbin. Setiap kenaikan 6 C temperatur uap akan
mengurangi kebutuhan uap sebesar 1% [gambar 19.18]

Burner
Sumber energi kalor atau panas diperoleh dari proses pembakaran.
Proses pembakaran pada mesin tenaga uap terjadi pada furnace. Pada
furnace terdapat burner. Furnace ditempatkan menyatu dengan boiler
dan terpisah dengan fluida kerja air yang mengalir pada pipa-pipa boiler.
Berdasarkan dari jenis bahan bakar yang digunakan, burner
diklasifikasikan menjadi tiga yaitu
1. Burner untuk bahan- bakar cair
2. Burner untuk bakar bakar gas
3. Burner untuk bahan bakar padat
Berbagai macam teknologi telah dikembangkan untuk menaikkan
efisiensi dari proses pembakaran. Efiseinsi proses pembakaran yang
tinggi akan menaikkan efisiensi total dari furnace dan jumlah panas yang
ditransfer ke boiler menjadi semakin besar. Furnace harus mudah
dikendalikan untuk merespon jumlah uap dengan temperatur dan tekanan
tertentu. Berbagai macam teknologi telah dikembangkan untuk menaikkan
efisiensi dari proses pembakaran. Efiseinsi proses pembakaran yang
tinggi akan menaikkan efisiensi total dari furnace dan jumlah panas yang
ditransfer ke boiler menjadi semakin besar. Furnace harus mudah
dikendalikan untuk merespon jumlah uap dengan temperatur dan tekanan
tertentu.

Perawatan (Maintenance) Boiler
Posted on Agustus 10, 2012 by ivanemmoy
Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif
panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering
lebih menjamin amannya pengoperasian boiler tersebut.
Setiap 1 s/d 2 minggu :
- Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.
- Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak
pembakaran yang melekat di dinding.
- Memeriksa rotor (impeller) blower terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan
abu yang melekat.
Setiap 1 s/d 3 bulan.
- Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.
- Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari
scale (kerak).
- Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak
- Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.
Diatas 1 tahun :
- Periksa dan perawatan pada casing (dinding)
- Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.
- Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.
- Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.
Setiap 2 tahun :
Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

Artikel Terkait :
Penjelasan Umum TAKUMA Boiler
Persiapan Pengoperasian Boiler Baru
Stop Operasi Boiler

Filed under: Boiler | Ditandai: 30 ton FFB per hour, Boiler, Maintenance Boiler, Palm oil mill,
Perawatan Boiler, Takuma N 600 SA | 4 Comments
Pemberhentian Mendadak Pada Boiler (Emergency Stop)
Posted on Juli 31, 2012 by ivanemmoy
Sumber : Manual Book Takuma Boiler
Mati Listrik
Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam pump.
Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)
Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan
Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas) pembuka
damper ID fan.
Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke sistem by
pass.
Apabila level air terus menerus jatuh :
Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada yang terbuka,
terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum
Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air pengisi >
100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan kevacuman di
dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun turunnya
kapasitas pompa.
Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed water tank.
Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.
Akibat kekurangan airpada boiler.
Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan pemasukan bahan
bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup kerangan uap utama dan kerangan
supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah air yang masih ada dalam boiler.
Cari sebab sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian bagian peralatan seperti :
- Indicator level air pada upper drum
- Regulator level air pada drum
- Meter air pengisi (water flow meter)
- Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler
- Level air dalam feed water tank
- Pompa air pengisi (feed water pump)
- Pemipaan air pengisi
Dan lain lainnya yang mencurigakan.
Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat kembali. Apabila dasar
level air pada boiler dalam batas batas yang di izinkan, maka alihkan pengisian air dari
automatis water regulating control ke sistem by pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan
kembali sesuai dengan petunjuk pengoperasian.
Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak diketahui sampai
dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara boiler full operation maka boiler
tidak boleh langsung di isi secara tiba tiba. Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas
yang berlebihan, dan apabila di isi secara tiba tiba maka pipa pipa pada drum yang dipasang
dengan sistem expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan
kebocoran pada expander dan pipa pipa boiler tersebut berubah bentuk serta drum akan
bergeser dari posisinya.
Hal hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :
Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di dalam boiler.
Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower blower dan double damper dust
collector.
Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.
Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa pembakaran
dikeluarkan.
Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang masuk ke
ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler secara drastis dan
juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan cepat.
Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar temperatur turun
secara alamiah
Setelah temperatur boiler benar benar dingin, air dalam boiler di kosongkan, handhole
dan manhole dibuka semua.
Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi perubahan
pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke depnaker setempat
untuk mendapat petunjuk.
Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test sebesar
tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan prosedur
yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran maka boiler dapat
di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal, seijin depnaker setempat.
Filed under: Boiler | Ditandai: 30 ton FFB per hour, Boiler, Emergency Stop Boiler, Palm oil
mill, Pemberhentian Mendadak, Takuma N 600 SA | 1 Comment
Stop Operasi Boiler
Posted on Juli 13, 2012 by ivanemmoy
Stop operasi boiler dapat dibedakan dalam 2 katageri :
- Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang tidak lama
- Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang cukup lama.
Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang tidak lama
Dalam hal boiler di stop / di berhentikan dalam waktu yang tidak lama, seperti karena selesai
proses pabrik dan beberapa waktu kemudia akan di operasikan kembali, maka kita harus ikuti
prosedur pemberhentian (stop operasi) seperti di bawah ini :
Matikan peralatan pemasukan bahan bakar, sehingga tidak ada lagi bahan bakar masuk ke dalam
ruang bakar.
Tutup kerangan utama, kerangan supplay uap lainnya dan kerangan vent (kerangan ventilasi
udara).
Matikan FD Fan dan 2nd FD Fan
Keluarkan seluruh abu dan kerak sisa pembakaran dari atas roster (rangka bakar), hingga benar-
benar bersih.
Matikan ID Fan dan damper ID Fan buka 100%
Matikan double dumper Dan buang abu pada dust collector
Bersihkan semua abu yang berada di bawah rangka bakar
Turunkan tekanan hingga < 10 kg/cm2 dengan cara melaksanakan sirkulasi air ke dalam boiler
dan melaksanakan blow down dari masing-masing header
Isi air ke dalam boiler hingga mencapai high water level
Buka pintu dapur dan pintu abu untuk pintu yang lainnya agar tetap tertutup
Periksa apakah kerangan (Valve) blow down dan continuous blow down telah tertutup dengan
baik dan tidak terdapat kebocoran
Posisikan semua breaker peralatan ke posisi Off sedang instrument panel tetap pada posisi
On
Stop Operasi Boiler Dalam Waktu Yang Lama
Apabila boiler tidak akan di operasikan dalam waktu yang lama karena kondisi stand by atau
akan ada recondisi. Boiler harus dilakukan perawatan sebagai tercantum di bawah ini :
Perawatan kering.
- Air dalam boiler di kosongkan
- Semua manhole, drum. Handhole dan header harus tertutup dengan baik (pasang blind
flange)
- Masukkan gas nitrogen (N2)
Perawatan basah
- Boiler harus tetap dipanaskan hingga tekanan 2 kg/cm2
- Setiap hari air boiler harus di analisa
- Setiap satu (1) bula di adakan penggantian air total
Pengawasan Selama Boiler Beroperasi
Posted on Juli 10, 2012 by ivanemmoy
Pehatikan kondisi pembakaran di dalam ruang dapur, bahan bakar harus jatuh di tengah tengah
rangka bakar dan menyebar merata.
Pada saat safety valve blow off, harus di catat pada tekanan berapa safety valve blow off fan
pada tekanan berapa safety valve menutup.
Setiap 30 menit :
- Mengoperasikan scrapper pembuang abu dari dust collector
- Memeriksa bahan bakar di balance hopper
- Memeriksa air compressor
Setiap 45 menit :
- Membersihkan dan membuang abu dari box dust collector
- Membersihkan dan membuang abu dari chute dust hopper. Setelah di bersihkan dust
hopper harus di tutup kembali. Bila penutup damper kurang rapat akan terjadi pembakaran di
dalam hopper yang akibatnya akan membakar secara langsung lower drum dan dapat
mengakibatkan kerusakan pada hopper.
- Amati jangan sampai ada bahan bakar yang terbakar di bawah fire grate (roster)
Setiap 1 jam :
- Mencatat temperatur steam
- Memeriksa mutu air boiler
- Mengoperasikan steam grate blow
- Memeriksa air pada feed water tank dan deaerator
- Mencatat ampere meter dan voltage pada panel
Setiap 1 s/d 4 jam :
- Melaksanakan soot blowing ( pembersihan pipa pipa )
- Membuang abu dari atas roster
- Membuang abu dari bawah roster.
- Memeriksa meteran meteran pengukur tekanan & temperatur.
Setiap penggantian shift
Lakukan (Spul) air pada water level kolom dan water level gelas penduga untuk memastikan alat
control level air bekerja dengan baik.
Setiap 24 jam :
Memeriksa bahagian bahagian yang berputar dan bergerak, dan berikan minyak pelumas sesuai
dengan spesifikasi minyak pelumas pada masing-masing kondisi tempat peralatan tersebut.
Pengapian dan Pengoperasian Boiler
Posted on Juli 10, 2012 by ivanemmoy
Pengapian
Setelah persiapan pengapian telah terpenuhi,lakukan pengapaian untuk pemanasan awal dengan
tanpa mengoperasikan peralatan-peralatannya kecuali instrumen panel.
Setelah di dalam dapur panas telah relative merata, dan dari kerangan air vent keluar steam dan
memperoleh tekanan pada ketel min 1 kg/cm2 yang berarti tidak akan terjadi pemuaian mendasar
maka kita dapat melakukan pengapian dengan mengikuti prosedur-prosedur di bawah ini :
1. Periksa kondisi air dalam water level gauge (gelas penduga)
2. Apabila level air dalam gelas penduga tinggi,melebihi HWL, harus dilakukan Blow
Down sehingga level air berada pada posisi antara NWL dan HWL
3. Operasikan komponen-komponen seperti :
Double damper
Draft control
Pastikan tidak ada kesalahan fungsinya.
1. Operasikan ID Fan dengan damper di tutup sama sekali. Perlu di ketahui bahwa di dalam
boiler panel di lengkapi dengan sistem Inter Lock
Pastikan posisi selector switch harus tetap berada di posisi inter lock selama boiler beroperasi
(lihat gambar)

Selector Switch Untuk Realase Dan Interlock

INTERLOCK : FD. Fan tidak dapat dioperasikan sebelum mengoperasikan draft control & ID
Fan.
RELEASE : FD Fan dan ID Fan dapat dioperasikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya satu
dengan yang lain.
Jangan mengoperasikan boiler full operasi sebelum dilakukan pemanasan awal hingga
diperoleh tekanan 1 kg/cm2. Hal tersebut dapat mengakibatkan over heating pada pipa
superheater.
Jangan mengoperasikan boiler pada posisi RELEASE. Hal ini sangat berbahaya sebab
apabila ID Fan mati, maka FD Fan tidak turut mati dapat mengakibatkan terjadinya back
fire.
1. Setelah ID Fan beroperasi normal, posisi handle draft control pada alat control
SEIRITSU ke posisi Auto.
2. Operasikan FD Fan dengan damper utama di tutup sama sekali, dalam damper udara di
bawah fire grate tetap buka +- 30 40 %.
3. Operasikan sec FD Fan (2nd FD Fan) dengan damper utama di buka 50 70 %, damper
ke ruang bakar dibuka +- 30% dan damper udara ke chute bahan bakar disesuaikan pada
kebutuhan (agar posisi jatuhnya bahan bakar di tengah-tengah ruang bakar). Biarkan
kondisi seperti ini selama +- 15 menit untuk menstabilkan sistim balancing draft di dalam
ruang dapur.
4. Perhatikan bila boiler yang menggunakan Seperheater. Pada saat start
pengoperasiannya kerangan Blow Down pada superheater dan starting valve harus
terbuka 100%, gunanya agar kandungan air yang tertinggal di dalam pipa superheater
dapat terbuang. Dan uap dapat mengalir melalui pipa seperheater dan keluar dari starting
valve. Kerangan Blow Down di superheater header dan starting valve dapat di tutup
setelah Main Steam Valve ( kerangan utama ) di buka.
5. Operasikan alat pensupply bahan bakar ( Rotary feeder).
6. Karena pembakaran di dalam ruang dapur belum besar, masukkan bahan bakar secara
perlahan lahan hingga tekanan furnance mencapai : -5 s/d -10 mm H2O
Prosedur ini harus di tempuh secepat mungkin setelah tekanan dapur menaik sebab kemungkinan
timbul tekanan balik (back fire). Jangan berdiri tepat di depan lobang control pengisian ( Feeding
Chute)
1. Tutup kerangan buangan udara ( Air Vent ) bila tekanan boiler mencapai 1 kg/cm2.
2. Untuk menaikkan tekanan dapat dilakukan dengan jalan membuka damper utama FD Fan
yang dapat di kontrol melalui instrument panel. Ikuti prosedur-prosedur menaikkan
tekanan di bawah ini :
Untuk tekanan < 15 kg/cm2 damper utamam FD Fan dapat membuka 60 70 %.
Untuk tekanan > 15 kg/cm2 damper utamam FD Fan membuka +- 20 50 %.

Automatic Damper Opening

Jangan membuka damper utama FD Fan melebihi ketentuan, apabila tekanan Boiler >
15 kg/cm2. Sebab jika terjadi kenaikan tekanan hingga tekanan maximum, akan sulit
untuk menurunkan tekanannya kembali, sehingga safety valve akan sering sering blow off.
Untuk mengurangi nyala api di dalam dapur, pengaturannya melalui damper FD fan dan
tidak di anjurkan mematikan (stop) blower FD Fan selama boiler operasi.
Prosedur Untuk Menaikka Tekanan Dan Temperatur
Untuk menaikkan tekanan harus ikut mempertimbangkan faktor thermal expansi (pemuaian
panas) dari badan, dinding dapur dan bagian bagian lain boiler agar tidak terjadi bahaya
lanjutan akibat pemuaian paksa. Menaikkan tekanan dengan tiba-tiba akan mengakibatkan
bahaya kebocoran atau retak pada pasangan batu api.
Pada boiler takuma, waktu standart untuk menaikkan tekanan boiler adalah seperti yang
tercantum pada grafik di baawah ini :

Grafik Tekanan

Pada saat tekanan boiler naik secara perlahan lahan, hal-hal ynag perlu dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Apabila uap mulai terjadi, setiap kerangan uap harus di operasikan untuk menjaga agar
handle dari masing-masing kerangan itu dapat bergerak bebas walaupun ada thermal
expansi.
2. Untuk boiler baru, apabila tekanan mencapai 2 10 kg/cm2 setiap sambungan dengan
mur pada tutup manhole, gelas penduga, kerangan pembuang, meter tekanan dan
peralatan-peralatan lainnya harus di kencangkan kembali dan periksa kefungsiannya.
3. Apabila telah mencapai tekanan kerja normal, kerangan pengaman (safety valve) harus
dicoba kefungsiannya dengan jalan mengangkat handlenya untuk meyakinkan bahwa
kerangan pengaman itu dapat bekerja dengan baik.
4. Lakukan pemanasan pada steam pump, agar steam pump dapat tetap stand by, untuk
menjaga apabila arus listrik putus pada saat boiler sedang full operation, steam pump
dapat langsung dioperasikan.
5. Periksa bagian luar dari dapur dan ducting atas kemungkinan rusak yang disebabkan oleh
thermal ekspansi.
6. Teliti apakah ada kondisi yang kemungkinan upnormal pda setiap bagian yang berputar
atau bergerak. Perhatian khusus diberikan pada kemungkinan terlalu panasnya pada
bearing induced draft fan.
7. Penyaluran uap pada waktu operasi normal dari ketel.
- Setiap kerangan pembuangan (drain valve) pada pemipaan uap harus di buka.
- Yakinlah bahwa tidak ada terjadi bahaya water hammering, atau bunyi abnormal serta
kebocoran setelah dibukanya keran utama.
- Pembukaan total kerangan uap utama secara tiba-tiba harus dihindarkan. Yang
dikhawatirkan kemungkinan turunnya tekanan secara tiba-tiba dan kenaikan level air yang
menyebabkan carry over.
Saat Operasi Normal
Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat boiler beroperasi normal sehingga timbulnya
kerusakan dapat dicegah.
1. Level air pada drum
Ketinggian air dalam gelas penduga harus diperhatikan dan di pertahankan pada normal water
level. Kondisi ini dapat dipertahankan dengan mengoperasikan feed Water Regulating Control
yang bekerja secara Automatic untuk menambah air ke dalam boiler sesuai dengan kebutuhan.
Level air terlalu tinggi akan menyebabkan carry over. Apabila level air terlalu rendah akan
menyebabkan over heating. Untuk itu agar level air tetap di jaga sesuai dengan yang telah di
tentukan.
1. Tekanan uap
Memperhatikan tekanan operasi normal untuk menghindarkan variasi yang ekstrim pada
tekanan. Pengurangan berlebihan atas tekanan uap akan menyebabkan besarnya volume uap
yang dapat menaikkan beban dalam ruang uap pada drum, yang menyebabkan separator uap
kurang berfungsi dan uap kemungkinan menjadi mengandung air (uap basah). Pengontrol
tekanan bergantung kepada jumalah pemberian bahan bakar.
1. Beban
Guna pencapaian efisiensi ketel yang tinggi serta pemeliharaannya, maka perlu di kontrol agar
beban boiler yang terjadi tidak melebihi kapasitas boiler seperti yang tercantum dalam spesifikasi
design, maka itu perlu memperhatikan dan mengontrol disribusi pemakaian uap tersebut ke tiap
peralatan atau mesin yang memakai uap.
1. Draft
Boiler dilengkapi dengan sistem balancing draft yaitu suatu alat regulator tekanan ruang dapur
yang dapat bekerja secara automatic untuk memelihara tekanan ruang dapur relatif constant pada
kisaran :
-5 s/d -10 mm H2O
1. Susunan gas asap
Masing masing campuran gas ketel berdasarkan warna api dan asap dan juga nilai meter gas.
Periksa apakah ada bahan bakar yang terbakar di bawah roster dan teliti apakah masih ada roster
yang tidak tertutup dengan bahan bakar. Keua kondisi dalam dapur ini harus absolute di
hilangkan, karena roster akan menjadi terlalu panas dan rusak pada kondisi demikian.
1. Temperatur pada masing-masing posisi.
Selama operasi normal, temperatur pada masing-masing posisi berbeda besar sekali berdasarkan
kondisi operasi dan temperatur atmosfer. (lihat gambar 5 4).
Temperatur masing-masing posisi dapat dilihat pada gambar 5 4. Temperatur yang terlalu
tinggi pada gas pembuangan (exhaust gas) menyebabkan berkurangnya efisiensi boiler, maka
pembersihan abu dengan semburan uap (soot blowing) harus dilakukan.
Apabila telah dilakukan soot blowing secara berulang-ulang, tetapi temperatur gas buang tetap
tinggi, maka kemungkinan telah terjadi deposit kerak pada bagian dalam pipa air, atau kerusakan
penyangga api dalam ruang pembakaran (short pass) sehingga perlu dilakukan pemeriksaan.
1. Limit dari air pengisi dan air ketel
Limit dari air pengisi dan air ketel untuk takuma harus berdasarkan nilai standart yang telah di
tentukan. Nilai standart air pengisi dan air ketel dapat dilihat pada tabel nilai limit standart.
Sampling test harus dilakukan satu kali dalam satu jam untuk menjaga agar air pengisi dan air
ketel tidak melebihi dari nilai limit (batas batasa).
jangan sekali-kali memakai air sebagai pengisi ketel uap sebelum melakukan proses yang
telah di tetapkan sesuai tabel.

Artikel Terkait :

Filed under: Boiler, Tutorial | Ditandai: 30 ton FFB per hour, Boiler, Palm oil mill, Pengapian
Dan Pengoperasian Boiler, Takuma N 600 S | Leave a comment
Persiapan Pengapian
Posted on Juli 10, 2012 by ivanemmoy
Persiapan-persiapan oengapian ini harus dipenuhi setiap akan mengoperasikan boiler antara lain :
Pengisian ketel dengan air
Operasikan electric feed water pump untuk pengisian air boiler dengan mengikuti prosedur-
prosedur di bawah ini :
Periksa banyaknya air yang terkandung didalam tangki air, bukan hanyadi lihat melalui level
penunjuk air (level indicator) tetapi harus juga di lihat langsung ke dalam tangki.
Periksa semua kerangan, apakah kerangan yang seharusnya terbuka sedah benar terbuka dan
yang seharusnya tertutup sudah benar tertutup periksa semua handle operasinya apakah sudah
mudah di operasikan.
Perhatikan khusus pada kerangan-kerangan di sekitar pompa :

Electric Feed Water Pump

Lihat Gambar
- Kerangan No. 3 (kerangan air balik) harus tetap terbuka.
- Buka kerangan No. 1 (inlet); perhatikan compound gauge A untuk mengetahui ada
tidaknya air yang masuk ke pompa.
- Jika jarum penunjuk pada compound gauge menunjuk ke nilai bawah nol (negative),
berati tidak ada air masuk ke dalam pompa, pompa tidak boleh di operasikan.
- Jika jarum penunjuk pada compound gauge menunjuk ke angka positif.
- Operasikan pompasetelah elctro motor beroperasi normal. Buka kerangan No. 2 perlahan-
lahn dan amati ampere meter di panel agar jangan melebihi 70% dari ampere maximum.
Pada saat itu pula periksa pompa tersebut terhadap bunyi-bunyi yang upnormal, periksa pipa-
pipa air pengisi, periksa semua kerangan, periksa semua handhole serta manhole atas
kemungkinan terdapat kebocoran atau kesalahan fungsi, jika terdapat kebocoran harus segera di
perbaiki, sebelum boiler dioperasikan.
- Operasikan electric feed water pump hingga air dalam gelas penduga mencapai high
water level dan alarm untuk HWL berbunyi serta lampu hijau pada panel menyala, dan
perhatikan apakah kondisi air dalam gelas penduga berada pada +100 mm diatas normal water
level.
- Lakukan blow down secara perlahan-lahan sehingga air dalam gelas penduga turun
sampai +85 mm diatas normal water level, alarm HWL akan berhenti dan lampu hijau pada panel
mati.

Gelas Penduga High Water Level

Lakukan blow down kembali sehingga air dalam gelas penduga turun sampai 1st low water level,
air dalam gelas penduga harus berada pada -60 mm di bawah NWL dan alarm untuk 1st low
water level berbunyi dan bersamaan lampu kuning menyala.
Operasikan kembai feed water pump sehingga dalam gelas penduga naik sampai -50 mm di
bawah NWL dan alarm untuk 1st low water level berhenti dan lampu kuning mati.

Gelas Penduga 1st Low Water Level

Lakukan blow down sehingga air dalam gelas penduga turun sampai 1st low water level pada
saat alarm 1st low water level berbunyi, dan lampu kuning menyala, alarm 1st low water level di
reset. Lalu lakukan blow down sehingga air di dalam gelas penduga harus berada pada -120 mm
di bawah NWL dan alarm untuk 2nd LWL berbunyi dan bersamaan lampu merah menyala.
Operasikan kembali feed water pump, sehingga air dalam gelas penduga berada pada -105 mm di
bawah NWL, dan alarm untuk 2nd low water level berhenti dan lampu merah mati.
Setelah HWL, 1st LWL, 2nd LWL alarm serta lampu indikator bekerja dengan baik, operasikan
kembali feed water pump sehingga air dalam gelas penduga tepat pada normal water level.
jangan mengoperasikan feed water pump dlam keadaan kosong (tanpa air masuk ke
pompa). Hal ini akan mengakibatkan pompa menjadi panas dan rusak.
Jangan mulai mengoperasikan (start) pompa jika kerangan outlet dalam keadaan terbuka
lebar. Hal ini akan mengakibatkan ampere motor menjadi sangat tinggi sehingga dapat
mengakibatkan kerusakan pada elektro motor maupun komponen listrik yang lainnya.
Setiap akan mengoperasikan boiler, sistim kontrol untuk HWL dan LWL harus docoba
fungsinya sesuai dengan tata cara yang di uraikan di atas.
Pengaman untuk low water level
Takuma boiler dilengkapi dengan pengaman untuk kondisi low water level

Selector Switch Untuk Automatic / Manual
Manual : semua blower dan peralatan dapat beroperasi walaupun kondisi air dalam boiler berada
pada atau di bawah low water level dan cutoff sistem tidak berfungsi.
Automatic : semua blower dan peralatan akan cut off (mati) apabila kondisi air dalam boiler
berada pada atau di bawah low water level kecuali electric feed water pump.
Operasikan feed water pump hingga high water level. Operasikan semua blower dan peralatan
sesuai dengan prosedur pengoperasian. Lakukan blow down secara perlahan-lahan hingga air
dalam gelas penduga turun sampai -60mm di bawah NWL (pada kondisi 1st LWL), maka timer 1
bekerja dan dalam waktu +- 3 menit semua peralatan dan blower secara automatic akan mati
(Cut Off) kecuali electric feed water pump.
Operasikan kembali feed water pump sehingga air dalam gelas penduga naik kembali sampai
NWL ( lampu kuning mati). Operasikan kembali semua blower dan peralatan sesuai dengan
prosedur pengoperasian.
Lakukan blow down secara perlahan-lahan sehingga air dalam gelas penduga turun sampai -120
mm di bawah NWL (pada kondisi 2nd LWL), timer 2 bekerja dalam waktu +- 10 detik semua
peralatan dan blower secara automatic akan mati (cut off ) kecuali electric feed water pump.
setiap mengoperasikan boiler siste, automatic / cut off pada boiler tersebut harus terlebih
dahulu di uji coba kefungsiannya seperti cara yang di uraikan sebelumnya. Hal tersebut
sangat penting untuk menghindari kerusakan pada boiler yang di sebabkan oleh
kekurangan air.
Jangan mengoperasikan boiler pada posisi manual.
Key selector switch arus di simpan oleh orang yang berwenang (Mill manager).
Inspeksi dan persiapan pengapian
Yakinkanlah bahwa semua yang berputar dan bergerak / bergeser telah di beri minyak pelumas
secukupnya. Pemberian jenis bahan mutu minyak pelumas agar disesuaikan dengan standart
yang diperlukan.
Masuklah ke dalam ruang pembakaran dan periksa secara hati-hati kondisi roster, kondisi
dinding dapur dan nozzle-nozzle udara apakah kemungkinan tersumbat, pastikan tidak ada
orang tertinggal di dalam dapur maupun boiler proper dan gas duct.
Yakinkanlah bahwa alat kontrol tekanan ruang dapur telah berfungsi dengan sempurna.
Periksalah semua damper pengatur udara untuk dicoba dan di teliti, ratio (perbandingan)
pembukaan alat penyetel dengan posisi damper, buka penuh damper induced draft fan.
Periksa banyaknya bahan bakar apakah sudah cukup tersedia untuk pengoperasian awal
Periksa banyaknya air dalam feed water tank.
Periksa pemasangan kerangan kerangan dan apendages apakah sudah benar sesuai fungsinya.
Buka kerangan air vent pada drum 100% dan kerangan starting valve 100%.
Jika boiler di lengkapi dengan super heater, buka kerangan starting valve pada seperheater dan
flue gas (gas buang)
Operasikan peralatan pengisian bahan bakar dalam keadaan kosong untuk mengamati
operasinya, apabila telah operasi normal masukkan bahan bakar ke dalam ruang bakar hingga
merata diatas rangka bakar.
khusus untuk boiler yang di lengkapi dengan superheater, pada saat pemanasan awal
kerangan blow down pada seperheater header dan kerangan starting valve harus terbuka
penuh.
Supaya uap dapat mengalir melalui pipa superheatersehingga pipa tersebut tidak
terpanggang.
Kedua kerangan ini boleh di tutup penuh setelah main steam valve (kerangan utama) di
buka dan uap sudah mengalir secara teruys menerus (kontinu) dan dalam jumlah yang
cukup untuk menjaga agar pipa superheater tidak terpanggang.

Artikel Terkait :

Filed under: Boiler, Tutorial | Ditandai: 30 ton FFB per hour, Boiler, Palm oil mill, Persiapan
Pengapian, Takuma N 600 SA | Leave a comment
Persiapan Pengoperasian Boiler Baru
Posted on Juli 10, 2012 by ivanemmoy
Semua perlengkapannya harus dioperasikan menurut prosedur yangx tercantum dalam buku
petunjuk. Dengan mentaati buku petunjuk ini adalah sangat penting untuk menghindari bahaya
dalam pengoperasiaan dan pemeliharaanya.
Baik untuk boiler baru, atau boiler yang telah lama tidak di jalankan, atau boiler yang terbuka
dibersihkan atau di reparasi, boiler harus di start dengan mengikuti isi buku petunjuk ini. Buku di
sini hanya untuk boiler yang sudah dilakukan pengeringan dengan perlahan-lahan dan di beri
tonic soda.
Pemeriksaan upper drum dan lower drum
Buka manhole dan periksa pemasangan packing-packing dan baut-baut internal upper drum,
apakah sudah terpasang secara sempurna.
Periksa apakah nozzle-nozzle pipa di dalam drum sudah terpasang dan dengan arah yang benar.
Periksa apakah masih ada orang , peralatan kain kotor dan barang asing lainnya yang tertinggal
di dalam, setelah yakin dalam drum telah bersih.
Pintu manhole di tutup.
Pemasangan internal upper drum sangat memegang peranan penting untuk menentukan
faktor kekeringan produksi uap pada boiler tersebut.
Pemeriksaan casing
Perhatikan pemasangan baut pada casing yang terletak di bawah upper drum lubang baut
berbentuk panjang (oval) dan pemasangan bautnya harus mempunyai spasi +- 20 mm. (lihat
gambar)

Lobang Oval Pada Fitting Casing
pemasangan baut casing dengan spasi lobang 20 mm adalah sangat penting untuk
memungkinkan upper drum berekspansi jika boiler tersebut beroprasi. Pemasangan baut
casing tanpa spasi obang yang cukup akan mengakibatkan baut pengikat putus bila terjadi
ekspansi.
Pemeriksaan kerangan dan flange
Periksa pemasangan kerangan secara cermat dan teliti terutama terhadap arah aliran masuk
dankeluar dan spesifikasi materialnya apakah telah sesuai untuk setiap jenis pemakaian. Periksa
apakah semua packing-packing dan baut-baut pada sambungan flange sudah terpasang secara
sempurna. Perhatian khusus sangat diperlukan dalam pemeriksaan kerangan dan flange untuk
menjaga terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan pada saat pengoperasian boiler.
kelalaian pemasangan packing pada sambungan kerangan dan flange akan sangat
berbahaya bagi operator dan orang orang di sekitarnya pada saat boiler tersebut di
operasikan.
Pemeriksaan switch board dari instrument panel serta electro motor
Periksa apakah semua komponen listrik dan pasangan wiringnya sudah benar dan dapat
berfungsi dengan baik. Check apakah motor pada semua alat satu persatu. Perlu diperhatikan
untuk mengecek arah putaran electro motor, sebaiknya sambungan coupling dan belting di buka.
Hal ini untuk menghindari kemungkinan kemungkinan yang tidak diinginkan. Periksa instrument
panel apakah sistem control pada boiler tersebut semuanya sedah bekerja secara semourna,
terutama sekali sistem control pada tinggi rendah air dalam boiler.
sistem control tinggi/rendah air dalam boiler sangat perlu di perhatikan untuk mencegah
over heating maupun carry over.
Pemeriksaan draft control
TAKUMA BOILER dengan sistem balancing draft dilengkapi dengan suatu regulator tekanan
dapur yang memelihara tekanan dalam dapur agar lebih konstan. Kegagalan berfungsinya alat ini
akan dapat menyebabkan back fire di dalam ruang dapur sehingga membahayakan operator serta
orang-orang si sekitarnya. Oleh sebab itu perhatian khusus harus diberikan dan sangat perlu
sekali menjaga tekanan dapur ketel ini pada :
-5 s/d -10 mm H2O
Untuk memperoleh nilai tersebut di atas dapat kita stel melalui setting unit pada alat tersebut.
Unit pemasangan dan pengaturan

Setting Unit Draft Control
Alatini bekerja dengan sistem hydraulic, oleh sebab itu kondisi olie di dalam alat tersebut dijaga
agar tetap pada batas level yang di tentukan. Perlu diperhatikan dengan teliti perbandingan (ratio)
pembukaan dan penutupan damper dengan gerakan Arm (stang) pada alat tersebut.
jangan mengoperasikan boiler dengan menyetel setting unit ke skala positif. (lihat
gambar ). hal ini sangat berbahaya, sebab akan menimbulkan tekanan balik (back fire) di
dalam ruang dapur).

Skema Peralatan Draft Control


Pemeriksaan blower (fan)
Takuma boiler dilengkapi dengan blower-blower (fan) yang effisiensi tinggi yang terdiri dari :
- Induced draft fan
- Forced draft fan
- Secondary forced draft fan ( sec. FD Fan)
Sebelum blower siap untuk di operasikan bagian-bagian yang harus diperiksa dan diteliti adalah
sebagaiberikut :
- Periksa dengan teliti bagian dalam blower dan pastikan bahwa tidak ada lagi barang-
barang asing yang tertinggal di dalamnya.
- Periksa angker-angker baut mur dan baut-baut sambungan flange sisi isap dan sisi tolak,
centering dari sambugan coupling serta protector untuk pengaman, apakah telah terpasang
dengan sempurna.
- Periksa kondisi pelumasan.
- Periksa kawat proteksi pada inlet udara, yang berfungsi mencegah bahan-bahan asing
terisap ke dalamnya.
- Gerakkan bagian-bagian yang berputar dengan tangan untuk memeriksa apakah didapat
kondisi yang upnormal.
Sebelum blower dioperasikan secara terus menerus (kontinue) operasikan dahulu untuk selang
waktu yang pendek untuk memeriksa apakah ada kemungkinan terdapatnya bunyi atau vibrasi
(getaran) yang kurang normal
Operasikan fan tersebut dengan damper tertutup penuh (tanpa beban) sambil mengamati amper
meter. Yakinkanlah bahwa fan itu sudah mencapai kecepatan yang di tentukan dan ampere dalam
keadaan stabil.
Selama operasi perhatikan casing, ducting, bearing (lahar) dan komponen-komponen lainnya
akan kemungkinan terdapatnya bunyi, vibrasi atau kepanasan yan kurang normal
Pada waktu operasi dihentikan, periksa setia baut, bearing 9lahar) dan komponen lainnya akan
adanya kemungkinan menjadi longgar
Pergunakan minyak pelumas kwalitas baik dengan jumlah yang memadai
jangan start operasi fan dengan kondisi damper terbuka (beban penuh) untuk
menghindari start current ataupun over current yang tinggi sehingga dapat merusak
electro motor maupun component listrik lainnya.
Hydrostatic Test
Sebelum dioperasikan harus terlebih dahulu dilakukan hydrotest guna mengetahui apakah sistem
expander (pengerolan) pipa pipa water tube tersebut tidak terdapat kebocoran-kebocoran.
Ketentuan hydrotest adalah sebagai berikut :
Untuk boiler baru : Tekanan kerja > 10 kg/cm2
Tekanan uji = tekanan kerja x 1
Untuk boiler yang sudah dipakai
Tekanan uji = tekanan kerja + maksimum 3 kg/cm2
Filed under: Boiler, Tutorial | Ditandai: 30 ton FFB per hour, Boiler, Palm oil mill,
Pengoperasian Boiler, Takuma N 600 SA | 1 Comment
Penjelasan Umum TAKUMA Boiler
Posted on Juli 10, 2012 by ivanemmoy
Takuma
Boiler takuma ada beberapa type N & NS dengan bahan bakar sisa kayu, bagasse, kelapa sawit
dll. Ketel ini dirancang dengan sistim balanced draft dan sirkulasi natural. Ketel ini dalah type
dengan konstruksi dinding dapur ng sama sekali didinginkan dengan air yang dapat menyerap
panas radiasi secara effective dalm dapur pembakaran ( combustion camber), hingga mempunyai
efisiensi yang tinggi dan sangat fleksible terhadap fluktuasi beban.
Ketel dengan konstruksi sederhana, kokoh dan compact ini menjamin kemudahan dalam
pengoperasian dan pengamanannya, dengan factor keamanan yang tinggi, sehingga mempunyai
umur ekonomis yang relatif panjang. Perlengkapannya yang berkualitas tinggi menjamin
kemudahan dalam operasi, pemeliharaan dan inspeksinya.
Konstruksi dan perlengkapannya.
Badan ketel dan dapur pembakaran (boiler proper dan combustion chamber)
1. Susunan pipa pipa air.
Pipa-pipa air (water tube) diklasifikasikan kedalam pipa-pipa air boiler proper, pipa-pipa air
combustion chamber dan pipa pipa air yang tidak dipanasi (pipa down comer) pipa pipa tersebut
terhubung dari drum atas dan drum bawah dengan pembesaran (expanding)
Kedua ujung pipa pipa air boiler proper yang di susun tegak lurus antara drum atas dan drum
bawah itu di tekuk dan dihubung di kedua drum tersebut. Pipa pipa itu di susun sedemikian
untuk menambah perpindahan panas secara kontak langsung. Pipa pipa air combustion chamber
dibagi kedalam beberapa dinidng dinding pipa (tube walls).
Pipa pipa air tersebut adalah pada dinding atap , dinding bagian depan, dinding bagian samping ,
dinding bagian belakang dan dinding baffle (baffle wall) yang memisah combustion chamber
dengan boiler proper. Pipa pipa pada dinding samping, dinding belakang dan beberapa pipa di
dinding depan di susun dengan jarak (pitch) yang sesuai, membangun satu dinding air yang
sempurna sebagai satu penutupan / batasan dapur untuk menyerap secara efektif panas radiasi di
dalam combustion chamber dan menghindari kehilangan panas.
2. Boler supporting structure.
Drum atas dan drum bawah juga beberapa pipa pipa air di dukung oleh support lower drum yang
berbentuk setengah bulatan (cradle), dan beberapa pipa pipa air didukung oleh setiap header
dalam susatu design sehingga semuanya menjadi fleksibel terhadap pemuaian atau penyusutan
akibat perubahan panas.
3. Konstruksi combustion chamber.
Combustion chamber, seperti terlihat di gambar 2-1 terdiri dari dapur utama (primary furnace)
dan dapur kedua (secondary furnace) pada primary furnace dipasang dengan roster dan firegrate.
4. Alur gas pembakaran.
Gas pembakaran (combustion gases) masuk ke susunan pipa pipa air di boiler proper dari dapur
utama (primary furnace) dan langsung masuk ke dust collector (penangkap abu) lalu ke cerobong
asap.
5. Sirkulasi dari ketel.
Air pengisi masuk ke dalam drum atas melalui feed water inner tube (pipa air di dalam drum
atas), untuk air pengisian dan akan bersirkulasi menurut sistem sbb :
Air pengisi pertama di supplay untuk badan ketel (boiler proper) yang terpasang pada daerah
temperatur rendah, kemudian turun ke pipa air untuk badan ketel yang terpasang pada daerah
temperatur tinggi, lalu menyerap panas melalui permukaan pemanas. Kemudian naik kembali
sebagai campuran air dan uap, lalu turun melalui pipa down commer dan masuk ke pipa air yang
terpasang dalam dapur pembakaran, dimana akan menyerap panas radiasi secara effective dalam
perjalanannya yang naik kembali ke atas.
6. Pemisah air dan uap.
Dalam drum atas terpasang plat penyangga dari besi dan pemisah air/uap untuk meningkatkan
kekeringan dari uap.
7. Alarm level air tinggi/rendah : meer level & meter tekan.
Sistem alarm level air tinggi/rendah di pasang pada drum atas sekalian dengan meter level air
(gelas penduga). Dan meter tekanan (pressure gauge) di letakkan pada tempat yang tepat yang
dengan mudah dapat di lihat dari posisi mana ketel itu di operasikan.
8. Frame dan casing
Casing dari besi plat dipasang sebagai protektor untuk badan ketel dan dinding dapur
pembakaran, serta alat pelindung dari udara luar dan mencegah masuknya air hujan pada bagian
tertentu, structur frame di pakai untuk memperoleh kekuatan yang memadai.
9. Gang way dan operating plat form.
Gang way dan hand rail dipasang untuk mempermudah menuju ketempat mana, automatic
regulator air pengisi, meter level air, kerangan-kerangan pada drum atas.

Takuma Boiler

Automatic regular air pengisi
Automatic regular air pengisi terdiri control valve, control unit dan modulating control head
(level sensor) dan pemipaan yang terhubung dengandrum atas mengatur jumlah aliran air dengan
membuka dan menutup control valve sesuai dengan variasi level air dalam drum atas.
Mechanical soot blower (alat tiup abu mekanik)
Soot blower element (pipa) harus terpasang pada badan soot blower sebelum soot blower (peniup
abu) dilakukan. Soot blowing dioperasikan dengan semprotan uap dari soot blower yang
elemennya berada di susunan pipa pipa boiler. Soot blower type rotary (diputar) dapat
dioperasikandari lantai, soot blower dirancang dengan spesial design agar masukan udara yang
berlebihan dapat dihindari. Element soot blower yang dipakai untuk daerah temperatur tinggi di
buat dari baja special agar tahan terhadap temperature tinggi.
Forced draft fan dan 2nd FD Fan
Satu unit forced draft fan dan satu unit 2nd FD fan yang dibuat oleh PT SAS dengan merek
Chicago yang mendapat lisensi dari chicago amerika yang dipasangkan untuk mensupplay udara
untuk pembakaran bahan bakar, pendingin roster dan penyebaran bahan bakar.
Induced draft fan
Induced draft fan yang di buat oleh PT SAS dengan merek chicago dengan type V belt atau
direct coupling (dengan coupling) dipasangkan untuk menginduksi gas sisa dari bahan bakar
kedalam cerobong dan menjaga tekanan dapur berada pada tekanan semulanya / tekanan yang di
rencanakan.
Peralatan pembakaran
Dalam sistem pembakaran ini dapur primer dipasang dengan rooster yang di susun sedemikian
rupa untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
Bahan untuk dapur
Badan ketel dan ruang pembakaran di tutup dengan batu tahan api yang berbentuk khusus batu
tahan api biasa, batu insulasi serta lapisan insulasi lainnya dan di bangun sedemikian rupa untuk
menjamin insulasi panas yang sempurna. Kualitas bahan tahan panas, insulasi dan elasticicty
untuk pemuaian di pilih dan dipergunakan sesuai dengan kondisi tempat dimana bahan itu di
pasang guna menghindari retak dan kerusakan yang mungkin timbul karena panas.
Dust collector
Gas-gas asap yang membawa jumlah abu ke cerobong asap terdiri dari abu-abu halus yang akan
terbawa oleh gas asap dan akan menimbulkan polusi. Oleh sebab itu dipasang dust collector dan
dilengkapi dengan daun kupu-kupu yang dapat menangkap abu-abu halus tersebut sehingga gas
asap yang keluar kecerobong asap lebih bersih. Dust collector juga berfungsi untuk menambah
daya tahan dan umur teknis pada blower induced draft fan.
2.8.2 Chain-grate atau traveling-grate stoker

Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang bergerak. Ketika grate bergerak sepanjang
tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada ujung sebagai abu. Diperlukan tingkat
keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk menjamin
pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon yang tidak
terbakar dalam abu.
Hopper umpan batubara memanjang di sepanjang seluruh ujung umpan batubara pada tungku.
Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang diumpankan ke
tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara harus seragam sebab
bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu mencapai ujung grate.