Anda di halaman 1dari 7

REKAYASA BETON

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

:23

PENGUJIAN BETON (SPLIT TEST/KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG)

I.

REFERENSI

SNI 03-2491-2002
Metode pengujian kuat tarik belah beton

ASTM C496 / C496M - 04e1


Standard Test Method for Splitting Tensile Strength of Cylindrical
Concrete Specimens

II. TUJUAN
Menentukan kuat tarik beton dengan metoda tidak langsung (Split test).
III. DASAR TEORI
Beberapa komponen beton disyaratkan untuk dapat menahan tegangan tarik
yang ditimbulkan oleh perlawanan beton, terhadap konstruksi akibat faktor
lingkungan seperti penyusutan akibat beban suhu. Menentukan tarik dalam beton
dengan cara langsung lebih sulit dilakukan, oleh karena itu telah dikembangkan
cara cara pengujian kuat tarik tidak langsung.
Dari cara cara yang telah dikembangkan, cara yang paling mudah dan sering
dilakukan adalah percobaan membelah silinder tersebut ( Spilt Cylinder Test ).
Dengan membelah sylinder ini, maka terjadi pengalihan tegangan tegangan
tarik melalui bidang tempat salah satu diameter dari silinder beton tersebut
terbelah sepanjang diameter yang dibebani.
Besarnya tegangan tarik tidak langsung yang dialihkan saat beton itu belah,
dapat dihitung menggunakan rumus :

trk / f1split =

2P
.L.D

Dimana :
RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

= beban tekan maksimum (Kgf)

= panjang benda uji (cm)

= diameter benda uji (cm)

= 22/7

No. Uji

:23

Kuat tarik tidak langsung menurut ACI adalah sebagai berikut :


Ft split design = 8% - 14% x Fc
fc = kuat tekan benda uji maksimum.
P

tr
D
tr

tr

tr

RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

:23

IV. ALAT DAN BAHAN


A. Peralatan
No

Nama
Peralatan

Gambar

Keterangan

Mesin Tekan

Kapasitas maks 2500 KN

Rangka

Menahan benda uji agar

Penahan Benda

tidak bergerak saat

Uji

pembebanan

Kapasitas 20000 gr
3

Timbangan

dengan ketelitian 0,001


gram

Jangka Sorong

RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

Ketelitian 0.01 mm

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

:23

B. Bahan
Beton Silinder 15 cm ; L = 30 cm

V. LANGKAH KERJA
1. Ambil beton silinder 15x30cm kemudian timbang dan ukur dimensi
sebenarnya, masukan data pengukuranya pada tabel lembar kerja.
2. Masukkan beton kedalam rangka, dan berilah garis pada tengah kedua
ujung silinder beton, sehingga garis tersebut tepat pada bidang aksialnya
pada saat di alat pembebanan.
3. Tempatkan beton di mesin pembebanan, dan letakkan benda uji
memanjang diatas balok penekan. Selanjutnya pasang plat kayu (25 x 25
x 3 mm) pada bagian atas dan bawah benda uji.

RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

:23

4. Jalankan mesin penekan dengan kecepatan pembebanan 50 KN sampai


100 KN untuk setiap menitnya
5. Catat beban tekan maksimum dan lakukan perhitungan. Selesai.

VI. DATA DAN PERHITUNGAN


Tabel Pengujian
DATA BENDA UJI

BEBAN MAKS

KUAT TARIK
BELAH

NOMOR
D

L (cm)

(cm)

Berat
(kg)

KN

kgf/cm2

MPa

15,1

30,33

12,013

181

25,61

2,51

14,98

30,55

11,895

141

20

1,96

RATA-RATA KUAT TARIK BELAH (SPLITTING TENSILE)

22,81

2,24

KUAT TARIK BELAH (SPLITING TENSILE) TEORITIS

26,11

2,56

Catatan :
1 kN
1 kgf / cm2
1 MPa
RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

= 101,9716 kgf/ cm2


= 0,0980665 MPa
= 145,0377 Psi
5

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

:23

Perhitungan ;
Ukuran benda uji.
1. d

= 151 mm

2. L = 303,3 mm
3. P

= 181 KN

= 181000 N

Penyelesaian :
1.

Kuat Tarik (TRSP)

2 181000
2p
=
.D.L
15 1 303,3
= 2,51 Mpa

2.

Kuat Tarik Rencana


Fc = 225 kg/cm 2
= 22,5 Mpa (kubus)

kesilinder =22,5 x 0,93 = 20,925 Mpa

Ft split design = 8%-14%xFc


= 11% x 18,675 = 2,06 Mpa

VII.

KESIMPULAN

Hasil dari pengujian di laboratorium


Perbandingan antara perhitungan dilaboratorium dengan hasil teoritis
didapatkan bahwa :
Hasil perhitungan lab > Hasil perhitungan rencana (design)
2,13 Mpa > 2,06 Mpa
:. Beton hasil pengujian dilaboratorium memenuhi syarat,karena hasil
perhitungan dilaboratorium lebih besar dibandingkan dengan

hasil

perhitungan rencana

RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

REKAYASA BETON
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JalanGegerkalongHilirDs. CiwarugaKotakPos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789Ext. 264 Bandung

: Pengujian Beton Hasil Rancangan


Pokok

: Pengujian Beton (Split Test/Kuat Tarik Tidak

Materi

Langsung)

No. Uji

Diperiksa,

Dikerjakan

( Ir. Jul Endawati, MT. )

(Dian Wulan Wijaya)

195707031983032001

RekayasaBeton
Kelompok II 2-D4 TPJJ

:23

111134012