Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL

NISBAH ANTAR KONSEP

Sri sulandjari

1. Fungsi Proposal Penelitian


1.

2.

3.

4.

RENCANA KERJA

TERSUSUNNYA RENCANA KEGIATAN


KEGIATAN SISTIMATIS, TERENCANA, dan TERORGANISASI
PEGANGAN UNTUK MENGENDALIKAN KEGIATAN

MEMINTA PERSETUJUAN

LEMBAGA AFILIASI
PENYANDANG DANA

MENGEVALUASI PENELITI
PENGETAHUAN YANG DICARI
KEJELASAN DAN KESESUAIAN TEHNIK
KECUKUPAN LANDASAN TEORI
KESIAPAN WAKTU DAN TENAGA

DASAR MENYAMAKAN PERSEPSI TENTANG MASALAH PENELITIAN

MANFAAT HASIL PENELITIAN


KESESUAIAN DGN KEBUTUHAN

2. PENILAIAN PROPOSAL: FORMAT NASKAH


Kerapian penyajian.
kerapian dan kebenaran penulisan/ pengetikan kata,
layout halaman dan
kerapian penjilidan
Susunan atau urutan komponen proposal dalam suatu alur
pikir yang logis dan mudah ditemukan dalam naskah
Penggunaan kalimat yang mudah dimengerti.
Disampaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan.

2. PENILAIAN PROPOSAL: KELAYAKAN ISI


Kelayakan persoalan penelitian
sumbangannya bagi ilmu pengetahuan,
kekinian
lamanya masa berlaku,
mungkin diteliti berdasarkan norma yang berlaku
Kejelasan dan kesesuaian metoda
penetapan sumber informasi,
pengumpulan data
analisis
Kewajaran anggaran penelitian
Kompetensi tenaga pelaksana
Kecukupan dan ketepatan waktu pelaksanaan

3. OUT LINE
I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang masalah fokus tentang nisbah antar konsep
1.2. Masalah dan Persoalan Penelitian fokus tentang nisbah antar konsepkonsep terpilih
1.3. Tujuan dan manfaat penelitian

II.

KERANGKA TEORETIS
2.1. Definisi konsep dan penalarannya fokus pada konsep-konsep terpilih

2.2. Dalil dan Model + penalarannya


2.3. Pengukuran konsep dan penyusunan hipotesis empiris
III. METODE PENELITIAN
3.1. Obyek penelitian, satuan analisis dan satuan pengamatan

3.2. Populasi dan sampel


3.3. Perumusan hipotesis statistik dan teknik uji hopotesis statistik
3.4. Instrumen penelitian

NISBAH KONSEP: SIFAT FENOMENA, DALIL DAN MODEL


Pelambatan daur
penjualan
Penyempitan
ceruk pasar

Profitabilitas
Dalil 2
Tekanan harga

Sub
Gejala III
Sub
Gejala I

Sub
Gejala II

Sub sistem 2

Sub
Gejala IV

DALIL
Pelambatan
daur penjualan

Tekanan
harga

Penyempitan
ceruk pasar

Dalil 1

Profitabilitas

Dalil 2
Profitabilitas

Dalil 3
Profitabilitas

MODEL

Pelambatan
daur penjualan
Penyempitan
ceruk pasar

Profitabilitas
Tekanan
harga

CONTOH PROPOSAL

PENGARUH KONTRIBUSI MANAJEMEN, ASET TETAP


DAN TENAGA KERJA TERHADAP MARJIN LABA
Sri Sulandjari dan Rita Widayanti (2009)

I.

Pendahuluan

1.1. Latar belakang masalah penelitian

Menurut logika ekonomi standar, semakin besar sekala produksi atau penjualan maka semakin
efisien dalam penggunaan sumber daya hingga mencapai sekala ekonomis (Carlton and Perloff,
2000). Jika pendapat umum tersebut berlaku, maka di klaster industri kecil yang tipe pasarnya
oligopoli, perusahaan-perusahaan besar akan memenangkan persaingan karena lebih efisien
dalam menggunakan sumber daya. Kenyataannya, perusahaan-perusahaan kecil masih dapat
bertahan di klaster industri dan ada perusahaan besar yang justru bangkrut. Para peneliti klaster
industri membuktikan bahwa hal itu terjadi karena selain bersaing, pada saat yang sama,
perusahaan-perusahaan di klaster industri juga bekerjasama (Porter, 1998; Munnich Jr. et al., 1999;
Sulandjari, 2008, 2010).

Kerjasama antar perusahaan, baik dalam menggunakan sumberdaya maupun memanfaatkan


peluang pasar dilandasi oleh motivasi ekonomi dan keputusan untuk bekerjasama didasarkan pada
perhitungan laba yang harus dikurbankan untuk menutup biaya kontrak dan persepakatan
(Sulandjari, 2010).

Sumber daya produktif perusahaan meliputi: manusia, material, mesin, metode/manajemen, modal
atau uang (Madura, 2001; Saydam, 2006). Kontribusi sumber daya material lebih banyak ditentukan
oleh kondisi pasar, sehingga berada di luar kendali organisasi internal perusahaan-perusahaan. Tiga
sumber daya yang berada di dalam kendali organisasi internal dan relevan untuk menjelaskan pola
perilaku variabel biaya bahan dan tenaga kerja adalah manajemen, tenaga kerja (manusia) dan
mesin/peralatan (asset tetap). Bersama dengan sumber daya lainnya, ketiga sumberdaya tersebut
menjalankan fungsi secara sinergis dan berkontribusi terhadap kinerja industri.

1.2. Masalah dan Persoalan Penelitian


Dengan menganggap kontribusi sumberdaya lain konstan, maka penelitian ini akan menguji
pengaruh kontribusi sumber daya manajemen, tenaga kerja dan aset tetap secara sendirisendiri terhadap kinerja industri kecil.
Lebenstein (1973) mengukur kontribusi manajemen pada industri kecil dengan X-efficiency
(dalam Greer, 1992). Kontribusi aset tetap diukur dengan perputaran aset tetap dan
kontribusi tenaga kerja diukur dengan produktivitas tenaga kerja.
Fungsi utama perusahaan-perusahaan adalah menggunakan sumber daya produktif untuk
menghasilkan nilai (Koch, 1980; Porter, 1980). Tulisan ini difokuskan pada penciptaan nilai
di dalam perusahaan-perusahaan, yaitu marjin laba. Selanjutnya, dirumskan persoalan
penelitian sebagai berikut:

1. Adakah pengaruh yang signifikan X-efficiency terhadap marjin laba pada industri kecil?
2. Adakah pengaruh yang signifikan produktivitas tenaga kerja terhadap marjin laba pada
industri kecil?
3. Adakah pengaruh yang signifikan perputaran aset tetap terhadap marjin laba pada
industri kecil?
1.3. Tujuan dan manfaat penelitian
Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan kecil di klaster
yang strukturnya oligopolis, masih mampu menghasilkan laba.
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menjelaskan anomali logika ekonomi
standar yang terjadi dalam industri kecil.

II. Kiblat Teoretis


2.1. Definisi Konsep
Mengacu pada persoalan penelitian, ada tiga konsep berperan sebagai variabel bebas
yaitu X-efficiency, produktivitas tenaga kerja dan perputaran aset tetap serta satu
variabel bebas yaitu marjin laba.
Shapherd (1985) memberi definisi X-efficiency, sebagai ekses biaya aktual terhadap
biaya minimum yang mungkin terjadi. Maka diusulkan pengukuran derajat Xefficiency dengan rumus: X efficiency = ekses biaya / biaya aktual.
Produktivitas tenaga kerja didefinisikan sebagai perbandingan antara hasil dari suatu
pekerjaan tenaga kerja/karyawan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan
(Viklund, 2009).
Pada umumnya, perusahaan-perusahaan kecil menggunakan rumah tinggal untuk
tempat usaha, oleh karena itu penelitian ini hanya memperhitungkan peralatan
dan mesin dalam aset tetap. Perputaran aset tetap didefinisikan sebagai
perbandingan antara penjualan dengan aset tetap bersih. Ini mengukur efisiensi
penggunaan aset tetap untuk menghasilkan penjualan (Gitman, 2006).
Dalam analisis ini digunakan pengertian laba akuntansi, yang dihitung berdasarkan
struktur penerimaan dan biaya. Marjin laba didefinisikan sebagai perbandingan
antara total pejualan dengan total laba bersih.

2.1. Dalil

Dari penelitian terdahulu, hasil uji statistik membuktikan bahwa X-efficiency


mempunyai hubungan positif dengan kekuatan persaingan atau pasar (Greer, 1992).
Perusahaan-perusahaan yang dapat bersaing, maka marjin labanya tinggi.

Dalil 1: X-efficiency berpengaruh positif terhadap marjin laba.

Hasil penelitian dengan data di level industri menunjukkan bahwa produktivitas


tenaga kerja selalu berpengaruh positif terhadap tingkat laba (marin laba), tetapi
tenaga kerja tidak menikmati tambahan pendapatan nyata/aktual (Grimsrud dan
Kvinge, 2006).
Dalil 2: produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif terhadap marjin laba.

Di klaster industri, terjadi joint process antar perusahaan dalam memproduksi


barang untuk memenuhi kebutuhan pasar (Schmitz 1999). Dengan demikian, tingkat
perputaran aset tetapnya tinggi, namun tidak ada jaminan bahwa kinerja
ekonominya juga tinggi karena harus berbagi keuntungan dengan mitra usahanya.
Dalil 2: produktivitas tenaga kerja berpengaruh terhadap marjin laba.

Model
X-Efficiency
Produktivitas
Tenaga Kerja

Marjin Laba
Perputaran
Aset Tetap

2.3. Pengukuran konsep dan hipotesis empiris


Konsep

Indikator empiris

Hipotesis empiris

Marjin laba*)

Laba bersih per penjualan

X-Efficiency**)

Selisih biaya aktual minus


biaya terendah industri per
biaya aktual perusahaan

Produktivitas
tenaga kerja**)

Jumlah hasil kerja per hari


kerja orang

Selisih biaya aktual minus biaya


terendah industri per biaya aktual
perusahaan, jumlah hasil kerja per
hari kerja orang dan penjualan per
aset tetap bersih, masing-masing
memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap laba bersih per penjualan.

Perputaran aset
tetap**)

Penjualan per aset tetap


bersih

Catatan: *) variabel gayut, **) variabel bebas

III. Metode Penelitian


3.1. Obyek penelitian, satuan analisis dan satuan pengamatan
Obyek penelitian adalah industri kecil di klaster mebel kayu Jepara dan Klaten, klaster
konveksi Pekalongan dan Klaten, serta klaster barang teknik dari logam Tegal dan
Klaten. Satuan analisisnya adalah kelompok yaitu industri, sedang satuan
pengamatannya adalah organisasi yaitu perusahaan kecil.
3.2. Populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur bersekala
kecil (Omset kurang dari Rp.5milyar) di klaster-klaster industri terpilih. Sampel
ditentukan dengan teknik multistage sampling; yaitu campuran antara stratified
sampling untuk mengelompokkan industri kecil kedalam kelompok komoditi,
cluster sampling untuk mengelompokkan klaster industri menurut wilayah
geografis, quota sampling. Untuk menentukan jumlah kasus yang distudi pada
setiap klaster dengan mempertimbangkan kecukupan jumlah sampel dan besaran
serta kondisi klaster. Proses pemilihan sampel ditentukan secara sistematis dengan
cara snowball.
3.2. Hipotesis statistik dan uji hipotesis
Model penelitian dianalisis dengan regresi berganda.
Persamaan: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3, koefisen regregresi diuji secara partial.

Hipotesis: Ho: b1, b2, b3 = 0

Ha: b1, b2, b3 # 0. Hipotesis diuji pada = 5%