Anda di halaman 1dari 25

X THEORY

(Teori X-Bar)
Performed by
Alvy
Citra
Saifannur
Yusri
Magister Linguistics
University of Sumatera Utara
2014

Outline
TEORI X-BAR (X-Theory)
STRUKTUR FRASA (The Structure of Phrases)
INTI DAN PELENGKAP (Heads and Complements)
Kategori Leksikal
Kategori Fungsional
Pelengkap
PEWATAS/PENUNJUK (Specifiers)
KATA KETERANGAN (Adjuncts)
PENGUASAAN (Goverment Dan Parameters)

1. Teori X-Bar ( )
Pengertian
Noam Chomsky merupakan orang pertama
yang mengemukakan bahwa frasa mempunyai
struktur yang sama yang harus dikaji secara
eksplisit.
Teori ini menjelaskan struktur umum frasa yang
direpresentasikan pada skema X-bar. Melalui
skema ini, kaidah struktur frasa sebuah bahasa
dapat dideskripsikan, atau dengan kata lain,
kaidah struktur frasa sebuah bahasa dapat
disederhanakan (Silitonga, 1990:30; Mulyadi,
1998:217).

Skema Teori X-Bar


(1a)

FX
X
X

(1b) Fx

spes; X

X; FY

X; FY

Teori X-bar menjelaskan apa yang umum dalam


struktur frasa. Dalam teori X-bar semua frasa
didominasi satu inti leksikal. Dalam terminonogi
linguistik tradisional, semua frasa tergolong
endosentris.

Berikut beberapa contoh skema X (X-bar) dalam setiap frasa:

Skema X-bar dalam Frasa


FV

V+N
FV
V

FN N+A
Dari contoh skema disamping jelaslah bahwa di

FN
N

antara verba (V) dengan frasa verba (FV) terdapat

kategori antara

Menulis

FA

Surat

A+V
FA
A

FP P+N

Ket.
FV : Frasa Verba (V)
FN : Frasa Nomina (N)
FA : Frasa Adjektiva (A)
FP : Frasa Preposisi (P)

di

V(V-bar), di antara nomina (N) dengan frasa


nomina (FN) terdapat kategori antara yaitu N(Nbar) begitu juga seterusnya.
sebuah inti leksikal.Inti adalah simpul akhir
(terminal node) yang mendominasi kata (lihat

P
belajar

yaitu

Dalam teori X-bar semua frasa didominasi oleh

FP

A
rajin

boneka cantik

(intermediate category)

Lapangan

Haegemen, 1992:95).

2. Struktur Frasa
Pengertian
Dalam kajian Sintaksis, frasa adalah komponen didalamnya. Frasa
didefinisikan sebagai satuan gramatikan yang berupa gabungan kata
yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata
yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer,
1991:222)
Dapat diartikan struktur frasa merupakan pembentukan/pola yang
terdapat dalam frasa-frasa tertentu.
Kategori sintaksis dari konstituen frasa adalah FV, FN, FA atau FP.
Dalam Teori X Bar Struktur menjelaskan apa yang umum dalam
struktur frasa. Semua frasa didominasi oleh satu inti leksikal.
(Haegaman:1998)

Frasa
Inti
(sebuah kategori leksikal)

Proyeksi
(sebuah kategori Frasa)

Inti dari kategori frasa adalah kategori leksikal.


Misalnya:
FV secara skematis merupakan konstituen dengan struktur seperti:
(2a) FV

(Tanda titik mengacu pada materi non inti pada FV, baik wajib/optional)

(2b) FV V - .....
(3a) Ibu Tuti [FV akan membaca surat itu di taman pagi ini].
(3b)
K (Kalimat)
FN

Asp (Aspek)
V

FV
FN

FP

FN

Ibu ani akan membaca Koran itu di rumah pagi ini


(3c) Struktur FV pada (3b) adalah flat, artinya tidak ada hierarki internal di

antara konstituen V . Struktur flat bukanlah representasi terbaik dari FV .

3. Inti dan Komplemen


Kategori leksikal
Kategori Leksikal terdiri dari : N, V, A, P. (Nomina, Verba, Adjektiva, Preposisi
Tidak semua bahasa berbeda secara keseluruhan di dalam hal sintaksis dan leksikon.

Karena tidak ada perbedaan dalam level leksikal.


Berkaitan dengan masing-masing kategori leksikal adalah satu proyeksi maksimal.
Berikut contohnya:
(3a) - called - saw john - saw john last week (VP-Verb Phrase/FP)
(3b) - the Picture - Johns picture - the picture of John (NP-Noun Phrase/FN)
(3c) - angry - very angry - very angry at john (AP Adjective Phrase/FA)
(3d) - out of the woods
- before marry called (PP-Prepotional Pharse/FP)
Ket:
Tulisan Bold pada contoh (FP,FN,FA,FP) merupakan singkatan dalam B. Indonesia.

Kategori Fungsional
Berfungsi sebagai penentu dan pembatas makna pada
pelengkap (complement) dan penentu (specifiers) kalimat.
Contohnya:
Complementizers
(3e) I think that is raining
(3f) It is difficult for us to understand the answer.
(3g) We wonder whether you had a choice in the matter.
(3h) This is the person that I was tell you about.

(3i)

Cp

Ket:
CP : Complement Phrase (Frasa)
Spec : Specifiers (Pewatas)
C
: Complement (Pelengkap)
XP : . Phrase (X menandakan
bisa jadi kategori V,A,N,P)

Spec C
C Xp
That

it is raining

Kategori C dinamakan kategori fungsional berlawanan , dengan leksikal kategori N,


A, V, dan P. Kategori fungsional tidak menggunakan fungsi hukum pada sesuatu
yang familiar, tapi mereka menekan pembatasan sintaksis dan semantic pada
komplemennya dan spesifiernya, seperti yang dilakukan oleh kategori leksikal.
Kebutuhan sintaktik terpenuhi melalui seleksi C (Category), sementara kebutuhan
semantic terpenuhi melaui seleksi-S. Seleksi-S termasuk juga di dalamnya
pemasangan hukum pada kata kerja, persuade.

Komplemen
Ada cara jelas mengidentifikasi komplemen dari inti dalam hal

konfigurasi sintaksis. Artinya, pelengkap harus dibedakan dari


tambahan berarti dalam proyeksi maksimal yang sama.
Sebagai contoh dalam diagramnya:
(3j) VP
V a
V NP

Ket:
VP
a
NP

: VERB Phrase (Frasa Verba/FV)


: Pelengkap
: Noun Phrase (frasa nomina/FN)

Dalam diagram tersebut dijelaskan bahwa V menguasi NP, dan jika a

sebagai penguasa ditentukan oleh m-command (perintah). Akan tetapi


jika NP yang menjadi penguasa maka akan ditentukan oleh ccommand.
Pada intinya, komplemen merupakan sebuah konstituen yang
ditentukan oleh inti (head) yang terdapat dalam kalimat.

4. Specifiers
Pengertian Specifiers (Pewatas)
Specifier disebut juga sebagai Pewatas/penunjuk dalam sebuah

kalimat.
Specifier tidaklah sama dengan inti (head), pelengkap (complement),
maupun adverbia (adjuncts) dan perlu diketahui dalam sebuah kalimat
hanya terdapat satu specifier. (Peter W. Culicover)
Specifier berfungsi untuk menentukan status dari sebuah ungkapan
(frasa/klausa)
Specifier terdiri dari 3 komponen; (1) Specifier CP (Kata Tanya) (2)
Specifier of IP and of VP (Kata kerja) (3) Specifier of NP (Kata Benda)
Berikut beberapa contoh skema dalam diagram specifier:

(4a)

CP

Spec

Ket:

NP

What

I NP
did

CP

: Complement Phrase(Pemberlengkap)

IP

: Inflectional Phrase (Frasa Inti)

I(nfl): Inflectional (bisa jadi subjek/objek)

IP

Spec : Specifier (Pewatas)

I
you Infl
V
say

VP
NP

(4c)

IP

Spec

C
I

VP
Spec

NP V

..

Pada dasarnya, Specifier IP


terbentuk dari kata verba yang
membawahi VP.
Specifier merupakan fungsional
verba yang memproyeksi leksikal
VP.

(4d)

NP

NP

DP

The

car

NPs
.

N
Marys
car

Ket:
NP : Noun Phrase (FN)
DP : Determine Phrase/Penentu (D:Det)
N : Noun

5. Adjuncts
Pengertian Adjuntcs (Keterangan)
Dalam kamus oxford (Oxford Dictionary), adjunct adalah adverb atau

frasa (ungkapan/ucapan) yang menerangkan makna dari suatu verb


(Kata Kerja), adjective (Kata Sifat) maupun adverb lain.
Dalam pengertian lainnya (Grammar/structure) Webster Dixtionary
menyebutkan adjunct adalah bagian dari sebuah kalimat yang
menerangkan kata kerja dalam bentuk waktu (time), cara/sikap
(manner),tempat (place), frekuensi (frequency), dan tingkatan (degree)
Peter W. Culicover (1997) menyebutkan adjunct adalah segala sesuatu
yang tidak termasuk pada inti (head), pelengkap (complement), atau
penentu/penunjuk (specifier) dari sebuah kalimat (projection).

Pembagian Adjunct

Adjuncts
Adjuncts
(Adverb/Adverbia)
(Adverb/Adverbia)

Time
Time
(Since, Today)
Today)
(Since,

Manner
Manner
(Gentle,Soft)
(Gentle,Soft)

Degree
Degree
(very,Slowly)
(very,Slowly)

Modality
Modality
(Probably/May
(Probably/May be,
be,
etc)
etc)

Frequency
Frequency
(rarely,often,
(rarely,often, etc)
etc)

Place/direction
Place/direction
(Home,north,
(Home,north, etc)
etc)

Berdasarkan gambar di atas dapat dinyatakan bahwa adjunct merupakan kata keterangan
yang menjelaskan/menerangkan verb, adjective, atau kata lainnya. Gambaran di atas
merupakan bagian umum dari adjunct yang biasa dipakai dalam dalam kalimat,
sedangkan jika dilihat dari definisi mendalam pembagian dari adjunct masih sangat
banyak, seperti interrogative adverb, relative adverb,adverb of purpose, conjunctive
adverb, domain adverb, evaluative adverb etc

Contoh Penggunaan Adjunct dalam Sebuah Frasa


(5a) FV

V [Adv] [Det]

(5b) FN

N [Det] [Adv]

(5c) FA

[adv] A = sangat malu

(5d) FP

berburu hari ini.

(Adv:Adverb)

Pejabat itu busuk. (Det:Determiner)

[adv] P [FN] = segera menjelang acara.

Berdasarkan beberapa contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa


kehadiran adjunct tidak menjelma seperti inti (heads), Pelengkap
(complement) yang memang menjadi unsur utama dari kalimat/frasa,
melainkan bersifat optional (boleh ada/tidak).

6. GOVERNMENT DAN PARAMETER


Pengertian
Dalam kamus Inggris-Indonesia, Government adalah pemerintahan.
Sedangkan, dalam ilmu linguistik government merupakan penguasa

(ide/sumber utama yang menguasai kalimat tersebut)


Secara urutan berdasar konstituen yang ada, posisi government bisa berada
disebelah kanan/kiri kalimat sesuai dengan bahasa yang diikutinya, Jika
head menguasai ke kanan, dari komplemennya (s) akan muncul di sebelah
kanan nya, pembatas movement.
Misalnya dalam bahasa inggris, objek langsung mengikuti verba, sedangkan
dalam bahasa jepang objek langsung mendahului Verba:
(6a) john read the book.
(6b) john-ga hon-o Yonda.

Jika adjuncts diatur terarah, mereka semua akan muncul di sisi yang

sama dari kata kerja seperti halnya komplemen.


Jadi dalam bahasa Inggris, segala sesuatu di VP muncul di sebelah
kanan atau V, sedangkan dalam bahasa Jepang, semuanya tampak kiri.
Bahasa Inggris di V-initial, sementara Jepang adalah V-final. Ini adalah
kasus klasik dari variasi parametrik; parameter yang menentukan
diarahkan pada government disebut Parameter Head.
Sebagai contohnya:

AgrP
Spec

Dengan kata lain,


government merupakan
sebuah ide yang
memulai

Agr

Agr

VP

Spec

V
V

Ket.
AgrP : Agreement Phrase
DP : Determiner Phrase

Dp

Dalam contoh struktur diatas dapat disimpulkan, bahwa:


Apabila fitur kasus yang ada dalam suatu bahasa itu kuat, maka Dp

akan pindah ke [Spec,AgrP] untuk menandakan persetujuan dengan


Agr, sehingga susunannya menjadi OV.
Sedangkan jika fitur kasusnya lemah, DP tidak akan pindah ke
[Spec,AgrP], sehingga urutannya menjadi V-O.
Jadi, dapat dinyatakan bahwa posisi government dan parameter
ditentukan melalui bahasa pengantar yang di ikuti olehnya.

Bibliography
Peter W. Culicover (1997). Principles and Parameters: An Introduction to Syntactic Theory. Oxford

University Press.
Chomsky, Noam (1981). Lectures on Government and Binding. Berlin: Mouton.
Haegeman, Liliane (1991). Introduction to Government and Binding Theory. Oxford: Blackwell
Publishers.
Mulyadi, (1998). Struktur Semantis Verba Bahasa Indonesia. (Tesis) Denpasar: Program Magister
Linguistik Universitas Udayana.
Chaer, (1991). Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.
Oxford Dictionary. Oxford Unversity Press.
http://www.coli.uni-saarland.de/courses/syntactic-theory-09/slides/PPXbar.pdf Online at 8 Oktober
014
http://www.merriam-webster.com/dictionary/adjunct Diakses online pada tanggal 6 Oktober 2014.
http://englishdepartment25.blogspot.com/2013/04/adjunct.html Diakses online pada tanggal 6
Oktober 2014.
http://naniegranger.blogspot.com/2010/11/syntax-complement-specifier-attribute.html Diakses online
pada tanggal 6 Oktober 2014.