Anda di halaman 1dari 175

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market

CHAPTER 1. PROPERTY AND PECUNIARY INSURANCE


A. Definisi Property
Kata property mengacu pada every material thing or physical object to which
fortuitous loss or damage may be occasioned yaitu setiap benda material atau objek
fisik di mana kerugian atau kerusakan yang tak dapat diketahui dengan pasti dapat
terjadi atasnya.
Dalam konteks ini, tidak ada pembedaan legal antara real property (property yang
tidak dapat bergerak, seperti tanah dan bangunan) dan personal property (benda yang
bersifat temporary atau dapat bergerak yang berlawanan dengan tanah).
B. Insurable property
Semua property yang dapat mengalami kerusakan atau kehilangan, dapat
diasuransikan, kecuali:
1. Property yang menjadi milik seseorang yang, pada saat kontrak, merupakan
enemy alien (musuh masyarakat); tetapi barang-barang yang dibeli dari enemy
alien dapat diasuransikan (Bell v Gilson, 1798).
2. Property yang diasuransikan bertentangan dengan kebijaksanaan publik. Jadi
asuransi atas brothels illegal (Bruneau v La Liberte, 1902), walaupun asuransi
terhadap barang-barang yang dibeli dari hasil perampokan tidak invalid (Bird v
Appleton, 1800)
C. Limitation on insurance
Beberapa faktor yang mambatasi jaminan asuransi yang diberikan:
1. Pecuniary value
Kerugian atau kerusakan yang dijamin asuransi harus bisa dihitung secara finansial
atau harus bisa diekspresikan dalam bentuk pembayaran pecuniary.
2. Legality
Scope asuransi dibatasi oleh hukum. Seseorang tidak dapat mengasuransikan
konsekuensi dari kecerobohan atau perbuatan yang dilakukannya secara sengaja.
Contoh, seorang pengacara tidak bisa mengasuransikan efek karena didiskualifikasi
dari praktek profesinya akibat perbuatannya yang tidak profesional.
3. Insurable Interest
Seseorang hanya bisa mengasuransikan bila dia mempunyai kepentingan terhadap
subject matter of insurance, yang diakui secara hukum, di mana dia akan memperoleh
keuntungan dari normalnya/tidak rusaknya subject matter of insurance dan
mengalami kerugian atas kerusakannya.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market


4. Lack of knowledge
Ada beberapa resiko yang tidak akan ditutup oleh penanggung, misalnya resiko
kehilangan profit akibat fluktuasi harga dan perubahan dalam biaya produksi, karena
penanggung tidak mempunyai cukup pengetahuan untuk membuat perkiraan yang
tepat tentang masa yang akan datang, sehingga akan sulit untuk menghitung rate dari
resiko tersebut.
5. Inherent vice
Pada umumnya tidak mungkin untuk mengasuransikan property terhadap kerugian
atau kerusakan yang diakibatkan oleh inherent vice atau nature barang itu sendiri.
6. Public policy
Ada resiko-resiko tertentu yang tidak bisa diasuransikan, karena mengasuransikannya
berarti akan bertentangan dengan public policy
7. Market agreement
Ada market agreement dalam industri asuransi bahwa ada pengecualian-pengecualian
khusus yang berlaku umum untuk semua polis yang menjamin property, yaitu:
a. War Risks Exclusion Clause
b. Radioactive Contamination Exclusion Clause
c. Sonic Bang Exclusion Clause
d. Norhtern Ireland Overriding Exclusion Clause
D. Uninsurable risk
Item-item di bawah ini tidak dapat diasuransikan:
(a) property dari orang-orang yang melakukan profesi ilegal
(b) property yang digunakan untuk tujuan ilegal
dan kerugian yang disebabkan oleh:
(c) delay, confiscation or detention by HM Customs or other official bodies or
authorities;
(d) wear and tear dan depresiasi
(e) proses membersihkan, memperbaiki atau restoring;
(f) kerusakan oleh moth atau vermin
(g) action of light or atmospheric conditions; and
(h) any other gradually operating cause
Item (c) sampai (h) biasanya menjadi pengecualian khusus dalam all-risks insurances
E. Siapa saja yang bisa mengasuransikan
Pada dasarnya setiap orang bisa mengasuransikan property atau hak atas property
atau kepentingan keuangan jika sebagai akibat dari kerusakan atau kerugian atas
property, hak atau kepentingannya tersebut, dia kaan mengalami kerugian finansial.
Karena itu setiap orang yang mampu membuat kontrak bisa menjadi tertanggung
dalam kontrak asuransi.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market


Ada kelas orang tertentu yang tidak mempunyai kapasitas kontraktual, dan ada kelas
lain di mana contractual capacity diberikan oleh UU, yaitu:
1. minors
2. drunken and insane persons
3. corporations
4. enemy aliens
5. married women

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market


CHAPTER 2. THE INSURANCE MARKET
A. Pelaku Asuransi
1. Propietary Insurance Company
- Mengacu pada Law of Corporate Bodies sebagai limited liability company
- Modal, dari pemegang saham sebagai pemilik
- Pemegang saham bertanggung jawab atas kerugian PT sebatas modal
- Laba diperoleh dari hasil underwriting dan hasil investasi
- Laba menjadi pemilik saham, tapi sebagian dapat dikembalikan kepada Pemegang
polis sebagai bonus
- Di Indonesia, bentuk PT diatur dalam UU No 1/1996 tentang Perseroan Terbatas
2. Mutual Insurance Company
- Tidak ada pemegang saham
- Laba seluruhnya milik pemegang polis sebagai pemegang saham
- Lazim ditentukan dalam asuransi jiwa
- Di Indonesia disebut Asuransi Jiwa Bersama
3. Pengawasan Pemerintah (UK)
- Dasar : Insurance Companies Act 1982 dan Insurance Act 1981
- Pengawasan oleh Dept of Trade (DTO)
- Tujuan melindungi kepentingan publik tertanggung dan publik investor
- Wajib melaporkan Loss & Profit Account dan Balance Sheet
- Dilihat apakah margin of solvency masih dalam batas ketentuan
- Policyholders Protection Act 1975 sebagai perlindungan konsumen
- PPA diadministrasi oleh Policyholders Protection Board yang dibiayai oleh iuran
seluruh perusahaan asuransi
- Scheme : Jika perusahaan asuransi likuidasi, maka tertanggung berhak 100%
ganti rugi untuk asuransi wajib, 90% untuk asuransi tidak wajib
- Scheme tidak berlaku untuk:
a. asuransi dengan Llyods, Friendly Societies
b. tertanggung dengan Corporate
c. asuransi marine, aviation, transport dan reasuransi
B. Llyods
-

Bukan perusahaan yang menanggung resiko, tetapi badan penyedia fasilitas


penempatan asuransi/reasuransi
Akseptasi dilakukan dengan perseorangan (Names) yang didukung oleh kekayaan
untuk liability tidak terbatas
Nama-nama membentuk sindikasi, tiap sindikat menunjuk underwriter
profesional untuk aksep bisnis atas nama anggota sindikat
Llyods diawasi oleh Committee of Llyods
Syarat keanggotaan, tidak hanya harus menjaga integritas/kemampuan keuangan,
tetapi juga:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market

a. Menyetor jaminan
b. Menyetor semua premi ke dalam trust fund
c. Membuat laporan audit underwriting tahunan
d. Menyerahkan polis jaminan tiap tahun
e. Membayar iuran dari premi untuk pusat dana bagi tertanggung
Penempatan bisnis ke Llyods harus melalui Llyods Brokers

C. P & I Club
-

Asosiasi bersama para pemilik kapal untuk membayar kerugian-kerugian yang


tidak dijamin dalam asuransi marine
Marine Underwriters hanya menjamin liability pihak ketiga (hull maupun cargo)
sebesar dari seluruh kerugian, sebagai cara mengurangi kerugian akibat
negligent navigation
Pemilik kapal membentuk klub untuk menanggulangi kerugian yang tidak dijamin
oleh marine underwriters (1/3nya)
Kerugian lain yang dijamin:
a. tanggung jawab atas kehilangan jiwa dan kecelakaan
b. tanggung jawab atas kerusakan benda tak bergerak (pelampung, dermaga, dan
harta benda di daratan lainnya)
c. tanggung jawab atas kerusakan cargo
d. tanggung jawab majikan terhadap karyawan yang cedera
e. pembayaran biaya pengobatan dan pengiriman pulang kru kapal
f. lain-lain
P&I Club merupakan pelengkap bagi asuransi marine karena menyediakan
jaminan atas resiko perang
Keanggotaan membayar uang pangkal dan iuran premi tahunan
Anggota membayar klaim dan biaya managemen

D. Perusahaan asuransi Composite (Umum) dan Sepecialist (Khusus)


Composite
Specialist
Di Indonesia :

: Menangani bisnis kerugian dan jiwa


: Menangani hanya cabang asuransi tertentu
Perusahaan asuransi = spesialis (kerugian, jiwa, kredit, dll)
Perusahaan reasuransi = composite (kerugian dan jiwa)
Pialang asuransi = spesialis (kerugian atau jiwa)
Pialang reasuransi = composite (kerugian dan jiwa)
Jika perusahaan composite, menangani juga cabang bisnis tertentu, maka wajib
melakukan pemisahan premi, cadangan, dll dan laporan keuangannya. Begitu pula,
dana klaim hanya untuk cabang bisnis tertentu tsb.
E. Pemerintah sebagai Penanggung:
-

Jika asuransi konvensional tidak menjamin, mis. kerusakan harta benda akibat
perang di daratan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Property and Pecuniary Insurance & Insurance Market


-

Asuransi kredit; ganti rugi kepada penjual jika pembeli tidak membayar harga
barang, akibat bangkrut atau sebab lain
Jaminan tsb ada pada pasar asuransi, kecuali akibat resiko ekonomi atau
politik
Pemerintah bentuk ECGD untuk menjamin perdagangan ekspor dari resiko resiko
penyitaan barang, kerusakan akibat perang, pembatasn pembayaran ke luar negeri
Tujuan menggalakkan perdagangan luar negeri dan membantu pengembangan
ekonomi negara dunia ketiga
Juga menjamin investasi modal, pinjaman, dan jaminan atas pinjaman

F. Asuransi Nasional
Keuntungan asuransi nasional atas:
a. Market pooling agreement
1. kapasitas dipergunakan secara maksimal
2. tidak ada kompetisi
3. ada keseragaman dalam polis baik kondisi maupun persyaratannya
b. Tariff aggrement
1. terhindar dari kompetisi yang tidak sehat di mana tarif berlaku seragam
2. hasil underwriting secara nasional dapat dikontrol melalui penyesuaian tarif
setiap tahun
3. service/pelayanan akan lebih baik karena kompetisi yang dapat dilakukan
terkonsentrasi pada service

Kerugian asuransi nasional atas:


a. Market pooling agreement
1. karena polis dan rate standard, maka tidak ada variasi dan inovasi penutupan
2. memerlukan administrator yang baik yang dapat mengatur seluruh bisnis yang
bersumber dari seluruh anggota perlu biaya dan manager
3. hasil underwriting akan dirasakan secara merata dan sama oleh semua anggota
padahal masing-masing anggota melakukan underwriting policy yang
berbeda.
Jadi fungsi underwriting di masing-masing anggota tidak berpengaruh banyak
terhadap hasil underwriting tidak fair bagi anggota
b. Tariff agreement
1. Perlu pooling statistik secara nasional biaya
2. Statistik masing-masing perusahaan menjadi tidak relevan terhadap penetapan
tarif
3. Menjadi kurang inovatif bagi perusahaan asuransi

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


CHAPTER 3. RISK IMPROVEMENT
A. Fire and Special Perils
Resiko yang dihadapi adalah kebakaran yang dijamin oleh kondisi polis atau special
perils terhadap benda/barang yang dipertanggungkan yakni building, machinaries dan
stock.
Special perils biasanya adalah cover tambahan dari Standard Fire Policy dengan
premi tambahan yang harus dibayar oleh tertanggung. Contoh special perils adalah
meledaknya pipa-pipa, tertimpa pesawat, tertabrak kendaraan bermotor, tertimpa
pohon, angin ribut yang disertai hujan, angin topan, banjir, kerusakan karena mesin,
riot & civil commotion, pemogokan, peledakan, gempa bumi, tanah longsor dan tanah
belah/pecah.

1. Dari surveyor, benda/barang yang dipertanggungkan merupakan objek analisa


a. Building terhadap resiko kebakaran
General Physical Hazards:
- construction (apakah terpisah, kelas konstruksinya)
- lokasi (dari pemadam kebakaran dan bangunan-bangunan lain)
- pemanas (sistemnya)
- pelistrikan (sistemnya)
- kerapihan (apakah ada sampah yang tertimbun)
Specific Physical Hazards:
- perdagangan (apakah melibatkan hal-hal yang berbahaya)
- bahan baku (bahan baku yang mudah terbakar)
- produk sampingan (misalnya spiritus)
Moral Hazards:
- pemeliharaan (pemeliharaan rutin dan mesing-mesin digunakan sesuai
petunjuk)
- management (reputasi kurang baik)
- employees (sistem tata kerja stabil)
b. Building terhadap resiko tertimpa kapal terbang, maka perlu diketahui apakah
posisinya dekat bandara dan pada/dekat jalur naik/turunnya pesawat
c. Building terhadap resiko riot dan civil commotion, maka perlu diketahui
apakah dekat dengan lapangan golf atau lapangan bola
d. Machineries terhadap resiko peledakan, maka perlu mengetahui jenis boiler
dan manufacturnya, proses yang ada
e. Building/machineries/stock terhadap resiko gempa bumi, perlu info dari Biro
Pusat Statistik atau Geographical Area
f. Building/machineries/stock terhadap tanah longsor/tanah pecah, maka perlu
diketahui fungsi/history daerah tersebut (apakah daerah pertambangan)
g. Building/machineries/stock terhadap resiko banjir, maka perlu mengetahui
posisi sungai yang terdekat

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


Dari data di atas, maka surveyor membuat report untuk bahan evaluasi
underwriter. Surveyor juga membuat rekomendasi yang berisi mengenai
perbaikan untuk memperkecil kemungkinan kerugian, juga untuk menurunkan
rate.
2. Rekomendasi Surveyor
Bangunan terhadap:
a. Fire : dilengkapi sprinkler, pintu darurat dan petunjuknya
b. Banjir, hujan angin, tempest, storm: seputar bangunan dibuat dinding beton,
stock disimpan di ruangan yang lebih tinggi, saluran air dipelihara dengan
baik
c. Pecahnya pipa : pemeliharaan panas ruangan diperhatikan
d. Tanah longsor dan tanah pecah : tanaman penghijau dan pengikat tanah di
seputar bangunan
e. Riot dan civil commotion : hubungan baik dengan lingkungan, dinding
bangunan yang tinggi, membuat pagar beraliran listrik bila perlu
f. Tertabrak kendaraan bermotor : membuat pagar beton, membuat jarak antara
bangunan dengan jalan

Faktor-faktor lain yang mengurangi kemungkinan kecelakaan dalam business


adalah antara lain:
- kerapihan pekarangan/lokasi pabrik/kantor
- kebersihan
- penyusunan tata cara proses mesin yang rapi/tidak semerawut
- pemeliharaan mesin-mesin yang teratur contohnya peminyakan, reparasi dan
lain-lain
- kesigapan dan ketrampilan karyawan dalam posisi yang ditugaskan
- pengawasan yang cukup
3. Risk improvement dengan penerapan term/conditions dan warranties. Sebagai
contoh:
- warranties untuk melindungi stock = warranted stock tidak boleh diletakkan di
tempat terbuka
- warranties sehubungan dengan sprinkler = warranted sprinkler tetap dalam
kondisi terpelihara dan beroperasi dengan baik
- warranties untuk pemeliharaan peralatan = warranted bahwa alat-alat
diperiksa secara teknis setiap tahunnya
- penerapan prosedur pengaman di kala storm atau banjir = warranted bahwa
tertanggung harus melengkapi tempat yang aman untuk stock tertentu
4. Risk improvement karena peraturan pemerintah, UU atau peraturan pemerintah
daerah. Sebagai contoh:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


-

penanggung dalam mempertimbangkan new business, misalnya gedung baru


berdiri, berpegang pada ketentuan UU setempat gedung tidak boleh lebih dari
30 tingkat
surveyor asuransi berhubungan dengan arsitek mengenai design dan risk
improvement dari bangunan yang sedang didirikan. Hal ini adalah adalah
tindakan moral yang lebih baik daripada merubah yang sudah jadi yang
berakibat ongkos tinggi

5. Perkumpulan-perkumpulan/organisasi-organisasi yang berperan aktif dalam Risk


Improvement
a. F.P.A (The Fire Protection Association)
Asosiasi ini didirikan tahun 1946 oleh Tariff Fire Insurance Companies. Saat
ini asosiasi ini sebagian besar dibiayai oleh perusahaan asuransi kebakaran
(yang mengikuti tariff atau independent), di samping itu Llyod menyediakan
keterangan teknik atau umum dalam pencegahan kebakaran (industri, non
industri)
Peranan F.P.A:
- dalam bidang pendidikan
- aktif bekerja sama dengan Insurance, Llyod, Brokers, departemen
kesehatan, dll
- analisa kebakaran
- index yang comprehensive untuk semua jenis Fire Hazard
- info teknik, surat edaran, produk mengenai pencegahan kebakaran
b. FIRTO (Fire Insurance Research & Testing Organisation)
Didirikan tahun 1976 oleh industri asuransi kebakaran United Kingdom di
mana salah satu divisinya adalah divisi pemeriksa dan penguji peralatan fire
protection seperti:
- portable fire extinguishers
- automatic fire detection
- automatic fire extinguishers system
Organisasi ini merupakan organisasi yang terkenal dalam laboratorium test
untuk Fire Offices Committee dari United Kingdom Fire Insurers, juga untuk
British Standard Institution, departemen perdagangan dan departemen lain.
Ada juga divisi konstruksi yang melakukan tes standard material dan elemen
konstruksi sehubungan dengan kebakaran. Standard yang digunakan:
- international organization for standardization
- British Standard Institution
- Fire Offices Committee
- Inter Government Consultative Organization
- American Society for Testing & Materials
FIRTO juga melakukan penelitian cara test yang baru dan melakukan
pengujian non standard dan memberikan keterangan dan bertindak dalam non
standard test untuk kebutuhan tertentu dari pihak klien dengan menggunakan
fasilitas yang cukup /luas dan hasilnya tidak dipublikasikan kecuali atas
permintaan.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement

c. The Central Fire Liaison Panel


Di seluruh regional UK mempunyai Regional Fire Liaison Panel yang
memberi keterangan ke central body (seperti F.P.A) dengan cara
menyelenggarakan forum.
Tujuan tertentu dari organisasi ini adalah sebagai berikut:
1. Membawa suatu masalah mengenai keselamatan dalam kebakaran dan
didiskusikan untuk mendapatkan pemecahannya.
2. Mengembangkan kelangsungan program, sehingga panel menyadari
bahwa problem kebakaran yang serius tetap ada dan kemudian memotivasi
perorangan/organisasi bertindak sesuai problem kebakaran tadi dan
melengkapi fasilitas sesuai info untuk mengurangi resiko kebakaran.
3. Membuat group atau Local Fire Protection Association yang memberikan
servis bagian-bagian tertentu dari panel.
d. The Fire Research Station (F.R.S)
Pembagian kerja organisasi adalah sbb:
1. Statistic Operational Research
- mengukur data perilaku manusia terhadap resiko fire
- menganalisa cost dan benefit untuk fire protection yang sekarang dan
yang akan datang guna mendapatkan maximum benefit dalam cost
yang reasonable.
2. Fire Protection
- mempelajari perkembangan dan menilai suatu masalah sebagai sistem
deteksi, proteksi, engineering, extinguihing agents dan produksi yang
mudah terbakar dengan sendirinya.
3. Building dan stucture
- tujuannya adalah untuk membuat spesifikasi yang lebih baik atas
elemen bangunan atas resiko fire. Penyelidikan diarahkan juga tentang
pelajaran timbulnya api dan penyebarannya.
e. The Conference of Fire Protection Association Europe (C.F.P.A)
Organisasi ini didirikan sebagai grup dalam kerangka kerja perundingan
internasional dari organisasi-organisasi pencegah kebakaran terkenal di
seluruh dunia.
Anggotanya adalah organisasi pencegah kebakaran nasional yang sangat erat
hubungannya dengan dengan pelayanan di bidang kebakaran, asuransi,
standard organisasi.
Tujuannya adalah kemajuan dalam pendekatan umum terhadap perbaikan bagi
seluruh dunia dan Eropa dalam hal pendidikan dan pencegahan kebakaran
melalui publikasi dalam halpetunjuk untuk problem pencegahan kebakaran
terhadap industri dan perdagangan.
Faktor risk improvement dalam asuransi kebakaran dan special perils ini
didapat dari proposal form. Dari proposal form, penanggung mendapat info

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


yang menyeluruh, untuk analisa resiko objek pertanggungan melalui jawabanjawaban dalam proposal form yang biasanya diklasifikasikan sebagai berikut:
1. data mengenai calon tertanggung, misalnya nama, alamat, dll. Ini penting
untuk komunikasi dan reputasi tertanggung
2. data mengenai objek pertanggungan. Data ini berguna untuk mengetahui
harga barang tersebut dan hazards resiko tersebut
3. data riwayat asuransi, antara lain:
- riwayat penutupan sebelumnya
- perkembangan klaim
Hal ini berguna sekali untuk kegunaan statistik untuk menentukan suatu
resiko
4. luas jaminan yang diinginkan, misalnya fire dan special perils
Info di atas penting untuk didapatkan untuk risk improvement terhdfap resiko
yang akan dipertanggungkan
B. Theft Insurance
Risk improvement dalam Theft Insurance:
1. rating
2. surveyors report and recommendation
3. warranties
4. committees dan associations
1. Rating
Faktor yang mempengaruhi rate dalam hal-hal yang mempengaruhi kerugian baik
secara frekuensi dan severity. Faktor-faktor tersebut adalah:
- physical hazard, dibagi menjadi general physical hazard dan specific physical
hazard
- moral hazards
a. General physical hazard:
- Construction : apakah bangunan cukup kuat, tidak mudah dijebol pencuri
termasuk pintu-pintunya
- Lokasi : apakah terletak di tengah kota atau terpencil
- komunikasi : apakah bangunan berdiri sendiri atau multi occupied
b. Specific physical hazard
- Barang : apakah barang-barangnya menarik perhatian pencuri, contohnya:
jewelery, furs, rokok, anggur, dan lainnya
- Portability : apakah barang-barang mudah dipindahkan, contohnya :
rokok, whisky, dan lainnya
- Tempat masuk : tempat yang diperkirakan kritis karena pencuri mudah
masuk (pintu, jendela, atap bangunan)
- Claim record (kerugian terdahulu) : pengalaman claim yang lalu,
merupakan bagian yang tak terpisah dalam penilaian underwriter
2. Surveyor

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


Tidak semua bangunan perlu disurvey. Kriteria penutupan bangunan yang mesti
disurvey:
- bangunan flat
- business premises
- objek pertanggungan dengan jumlah pertanggungan yang besar
Theft suveyor harus mendapatkan secara nyata bahwa alat untuk masuk dan
keluar dijamin keamanannya. Surveyor harus mengetahui kelemahan system
pengamannya.
- Semua kunci, gembok dan teralis diuji dengan teliti dan harus bekerja dengan
baik
- Pengikat jendela dan penutupnya perlu mendapat perhatian dan dijelaskan
secara rinci
- Surveyor setelah mengetahui benda-benda tersebut di atas, dia harus
melakukan pengetesan terhadap barang-barang tersebut, apakah bekerja
dengan baik. Contohnya, kunci dites di pintunya, karena bisa saja macet
karena karat, alarm sistem dites agar dapat diketahui apakah bekerja dengan
baik
- Hal-hal yang khusus perlu mendapat proteksi, contohnya bagian belakang
kotak tabungan uang adalah bagian yang paling rawan, kecuali jika kotak
tabungan dibuat oleh pembuat terkenal dengan alat pencegah pencurian

3. Organisasi
a. The Theft Association of Burglary Insurance Survetor (ABIS)
Keanggotaan terbuka untuk setiap orang yang berprofesi sebagai theft
surveyor, karyawan asuransi, Llyod, Broker-broker asuransi
Anggota-anggota memberi informasi mengenai:
- penelitian tentang cara pencegahan kecurian, memeriksa dan memperbaiki
kualitas alat pencegah pencurian
- menyebar informasi tentang cara pencegahan pencurian
- diskusi mengenai theft protection
- kerjasama dengan organisasi profesiona (sehubungan dengan perlindungan
pekarangan terhadap resiko kecurian)
b. The National Supervisory Council for Intruder Alarms N.S.C.I.A)
- Didirikan untuk mengeluarkan dan menjaga kualitas yang terjamin dari
jaringan intruder alarm system
- Melakukan inspeksi terhadap instalasi dengan menggunakan British
Standard atau intruder alarms system dalam bangunan sebagai minimum
standard
- Menyelidiki keluhan-keluhan teknik dengan tujuan peningkatan standard
service, peralatan instalasi
- Tujuan lainnya meningkatkan kepercayaan dan keefektifan intruder alarms
dan menurunkan frekuensi kejadian atau kesalahan alarm
- Kualifikasi untuk mendaftarkan sebagai instalator terjamin adalah:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


a. minimum 3 tahun dalam bisnis instalasi dan service alarm system atau
kurang dari 3 tahun jika pelamar mempunyai pengalaman manajerial
dan supervisi
b. mempunyai tempat yang cocok dan perlengkapan peralatan, mesinmesin dan stock untuk memenuhi efficiency 24 jam dan memelihara
service
c. keadaan keuangan dan posisi perdagangan yang baik dan sehat
4. Macam-macam resiko:
a. Industrial
Resiko industrial terhadap kecurian dikaitkan dengan proses industri suatu
barang yakni raw material, barang setengah jadi dan barang jadi, juga
termasuk peralatan yang dipakai dalam proses industri, contohnya adalah:
mesin-mesin, minyak, dan lain-lain
b. Commercial
Resiko commercial ini dikaitkan dengan barang-barang yang sudah ada di
gudang penjualan, di etalase, di toko, di supermaket dan lain-lain.
5. Warranties
Warranties ini diaplikasikan kepada sesuatu barang yang dipertanggungkan
terhadap resiko kecurian. Warranties ini biasanya berupa persyaratan untuk
melakukan ataupun tidak melakukan sesuatu, contohnya:
- disyaratkan agar segera terpasang intruder alarms
- disyaratkan agar tidak menyimpan barang-barang yang menarik pencuri di
ruangan terbuka
C. Engineering Insurance
Pada cabang asuransi lain, survey pendahuluan dilakukan untuk menilai suatu resiko.
Sedangkan pada Engineering Insurance, penelitian pendahuluan dilakukan kemudian
dilanjutkan dengan penelitian secara periodik/berkala selama jangka waktu
pertanggungan. Setiap penelitian berisi data kemajuan project yang berguna untuk
penanggung dan tertanggung karena bertujuan mencegah terjadinya
kekeliruan/kesalahan sedini mungkin. Tindak lanjutnya menyusun langkat
penanggulangannya.
Penelitian berkala setiap jenis mesin/alat diwajibkan oleh UU dan inspection services
dari penanggung-penanggung engineering berkualitas tinggi untuk memenuhi
persyaratan.
D. Fidelity Guarantee
Dalam risk improvement, pertanyaan-pertanyaan dibuat oleh penanggung tentang:
- system of check
- method of supervision
- business dan domestic history dari karyawan yang diasuransikan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


Dalam bidang ini kesempatan membuat/menjadikan kecurian tetapi effective system
akan menumpas/mencegahnya terjadi. Pengawasan system yang lemah akan menjadi
godaan bagi orang yang imannya lemah, dengan situasi tertentu dia berpikir bahwa
gaji tidak cukup untuk kebutuhannya.
E. Accident Prevention
Accident prevention adalah permasalahan nasional, penting tidak saja bagi asuransi,
tapi juga untuk pemerintah karena mengurangi kerugian secara nasional.
Asuransi memainkan peranan penting karena pengalaman-pengalaman yang dimiliki
asuransi bisa diterapkan sehingga dapat membuat rekomendasi agar pencuri lebih
sukar melakukan tujuannya, mengarahkan pemakai agar lebih hati-hati.
Accident prevention juga penting bagi kepentingan pemegang polis yang ingin
menjaga record yang baik, sementara pembayaran premi dipengaruhi oleh klaim ratio.
Surveyor accident dilatih dalam jalur tertentu agar dia bisa meramal kecelakaan
sehingga tidak timbul kerugian yang dilakukan oleh kesalahan karyawan atau dalam
rekomendasi perubahan system check dan method of supervision. Dengan cara ini,
penanggung memberikan keuntungan tidak langsung kepada majikan.
Jika systemnya ketat, maka kerugian hampir tidak mungkin terjadi- benefits tidak
langsung jadi aman, benefits ini tidak dapat dinilai dengan uang.
The Royal Society for The Prevention of Accidents
ROSPA adalah lembaga profesional yang independen yang kerjanya mencegah
kecelakaan:
- di jalan raya
- di rumah
- industrial and commercial premises
- di mana saja
Tujuannya adalah meningkatkan standard keselamatan dalam pengurangan kerugian
property.
Tugas utama lembaga ini adalah:
- pendidikan
- membuat orang tahu akan resiko
- memperlihatkan bagaimana menghindari resiko, atau paling tidak mengurangi
resiko sampai batas wajar
Pada akhirnya bisa memproduksi karangan-karangan mengenai cara kerja yang aman
dan pencegahan kecelakaan baik kepada publik, industri dan komersial
Pendapatannya adalah dari:
- pemberian pemerintah
- penyumbang
- pembayaran uang training
- penjualan safety materials
- specialist service
Organisasi ini terdiri dari beberapa divisi, di mana salah satunya adalah Safety
Division. Tugasnya:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 3 Risk Improvement


menyediakan saran-saran dalam Specific Safety Problem, dasar dasar pembayaran
survey pencegahan kecelakaan, inspeksi oleh skilled dan experience engineers dengan
tujuan menemukan jawaban tentang pencegahan kecelakaan effective dengan
produktivitas tinggi
F. Fire Waste
Yang dimaksud dengan fire waste adalah the absolute economic loss of wealth to the
community caused by fire (kerugian ekonomi absolut terhadap kesejahteraan
masyarakat yang disebabkan oleh kebakaran). Akibat dari kejadian di atas, maka
kekayaan masyarakat turun.
Sebab-sebab timbulnya fire waste dikategorikan pada 2 kelompok:
1. karena physical hazard atau resiko akibat dari kondisi konstruksi, okupasi dan
situasi property.
2. Moral hazard atau resiko yang terjadi karena faktor manusia
Dalam kaitan dengan penutupan asuransi kebakaran, pengurangan fire waste dapat
dibagi dalam 2 kategori:
1. oleh masyarakat (pemerintah) : reduksi physical dan moral hazard
2. oleh penanggung:
(i)
sistim rating untuk menghapuskan sebab-sebab kebakaran dan mengurangi
luas jaminan firenya
(ii)
suku premi diloading untuk resiko dengan kategori buruk dan memberi
potongan premi untuk konstruksi tahan api atau memberikan biaya
pengisian bahan pemadam kebakaran
Contoh : Cotton Mills semula mempunyai record yang buruk sehingga
diberlakukan sistem rating berdasarkan resiko hazardous proses. Perbaikan
yang dilakukan adalah dengan memberlakukan persyaratan dengan
konstruksi standard dan harus menggunakan automatic sprinkler. Hasilnya
ada penurunan fire waste di Cotton Mills
(iii)
surveyor melakukan inspeksi secara periodik kemudian membuat
rekomendasi untuk menurunkan fire hazard dan hal tersebut harus tertera
pada survey report, contoh : dibersihkan tiap hari, tidak boleh ada printing
process kecuali untuk labelling, tidak boleh ada proses penggunaan atau
penyimpanan barang tertentu yang cepat terbakar.
Bila fire hazard minimum, maka premi bisa diturunkan.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

CHAPTER 4. BASIC PRINCIPLE OF INSURANCE


A. The Utmost Good Faith
1. Non insurance contracts:
Pada umumnya kontrak perdagangan/komersial mengacu pada doktrin caveat
emptor (pembeli bebas mengetahui kondisi barang/jasa yang akan dibelinya).
Dalam kontrak komersial ini masing-masing pihak dapat meneliti atau mengetahui
lebih dahulu barang atau jasa yang akan diperjual belikan. Sejauh tidak ada unsur
jebakan atau tipuan oleh pihak lain dan keterangannya adalah benar, maka tidak ada
alasan untuk membatalkan kontraknya. Dalam negosiasi ini keterangan diberikan
kalau ada permintaan dari pihak yang melakukan negosiasi.
2. Insurance contracts:
- Semua fakta mengenai resiko yang lebih banyak mengetahui adalah tertanggung,
sedangkan penanggung tidak banyak mengetahui, kecuali kalau tertanggung
menjelaskannya.
- Proposer wajib memberikan keterangan mengenai resiko.
- Penanggung tidak dapat mendeteksi resiko secara keseluruhan
- Penanggung dapat melakukan survey untuk mengumpulkan data-data tapi belum
juga sempurna karena tertanggung lebih mengetahui tentang fakta yang tak
terlihat
- Untuk mendapatkan posisi yang seimbang dalam perjanjian yang fair maka kedua
belah pihak harus diterapkan kewajiban Uberrima fides or Utmost Good Faith
- Contractnya merupakan perjanjian dengan itikad sangat baik dan jujur
3. Reciprocal duty
Tanggung jawab/kewajiban juga ada pada penanggung (Carter V. Boehm 1766) dan
penanggung tidak boleh menyembunyikan informasi yang menjadikan tertanggung
kurang beruntung dalam kontrak asuransi ini. Contoh:
a. sprinkler system berhak mendapatkan discount
b. tidak menerima asuransi yang benar yang tidak sejalan dengan hukum
c. tidak membuat pernyataan yang tidak benar selama negosiasi
4. Definisi:
Utmost good faith means a positive duty to voluntarily disclose, accurately and fully,
all facts material to the risk being proposed, whether asked for them or not.
5. Material facts
Menurut MIA 1906:
Every circumstances is material which would influce the jugdement of a prudent
insurer in fixing the premium or determining whether he will take the risk
6. Fakta yang harus diungkapkan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Fakta-fakta yang mempengaruhi penanggung dalam akseptasi atau penolakan resiko


atau dalam penetapan premi atau kondisi dan persyaratan kontrak, adalah material
dan harus diungkapkan kepada penanggung, antara lain:
a. fakta yang berdasarkan faktor internal menunjukkan resikonya lebih besar dari
yang diperkirakan dari sifat atau kelompoknya;
b. fakta dari faktor eksternal menjadikan resikonya lebih besar dari yang normal;
c. fakta yang membuat kemungkinan jumlah kerugian lebih besar dari yang
diperkirakan;
d. data kerugian dan klaim dari polis terdahulu;
e. penolakan yang pernah dilakukan atau persyaratan yang dikenakan oleh
penanggung lainnya;
f. fakta yang membatasi hak subrogasi;
g. adanya polis non indemnity
h. fakta lainnya yang berkaitan dengan subject matter of insurance;
Contoh fakta yang harus diungkapkan:
a. asuransi kebakaran : bentuk konstruksi bangunan dan penggunaannya;
b. asuransi kecurian : sifat dan nilai barang stock;
c. asuransi motor : para pengemudi lainnya selain tertanggung yang akan
menggunakan motor itu;
d. asuransi marine cargo: barang konsinyasi yang akan dibawa;
e. asuransi jiwa : penyakit yang pernah diderita
f. kecelakaan diri : riwayat penyakit yang memungkinkan timbulnya kecelakaan
g. asuransi lainnya : pengalaman kerugian dan semua fakta yang dapat diketahui
atau diperkirakan oleh tertanggung, misalnyaa pemilik rumah harus mengetahui
penggunaan bangunan oleh penyewanya.
7. Fakta yang tidak harus diungkapkan
Dalam hal-hal tertentu, underwriter dianggap telah mengetahui fakta-fakta yang ada
sehingga walaupun fakta itu materiil tidak harus diungkapkan oleh tertanggung, yaitu:
a. fakta yang telah dinyatakan dalam peraturan perundangan;
b. fakta yang underwriter dianggap telah mengetahui, yaitu fakta yang secara umum
orang telah mengetahui, misalnya bangunan yang akan diasuransikan itu berada
dalam zona gempa bumi;
c. fakta yang mengurangi resiko; misalnya pemasangan sistem alarm atau sprinkler
dalam bangunan;
d. fakta yang telah ditanyakan oleh underwriter, misalnya data klaim yang lampau;
e. fakta yang telah disurvey oleh underwriter;
f. fakta yang dijamin dalam kondisi polis: suatu fakta yang secara expressed atau
implied warranty harus dilakukan oleh tertanggung, misalnya adanya alarm
keamanan yang selalu harus dipelihara;
g. fakta yang pemohon tidak mengetahuinya: seseorang tidak dapat dituntut untuk
mengungkapkan sesuatu yang tidak diketahuinya;
h. fakta yang menyangkut diri pemohon yang sedang dalam rehabilitasi berdasarkan
Rehabilitation of Offenders Act 1974

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

8. Duration of the duty of disclosure


a. At common law
Kewajiban mengungkapkan (disclosure) dimulai pada saat awal negosiasi kontrak
dan berakhir pada saat kontrak dibuat. Selama kontrak tidak perlu menerangkan
perubahan-perubahan resiko.
b. Contractual duty
Kadang- kadang kondisi polis mengharuskan pengungkapan sepenuhnya selama
kontrak, dan hak penanggung untuk menolak jika ada perubahan. Dalam kasus
lain polis hanya meminta untuk mengungkapkan fakta tertentu saja.
c. Position at renewal
Kewajiban untuk mengungkapkan pada saat perpanjangan kontrak tergantung
pada jenis kontraknya. Untuk jenis kontrak long term business (asuransi jiwa dan
asuransi kesehatan yang tetap), penanggung wajib menerima perpanjangan
kontrak jika tertanggung menghendaki, dan di sini tidak ada kewajiban untuk
mengungkapkan (there is no duty of disclosure)
Untuk jenis asuransi lainnya, pihak penanggung akan menyetujui perpanjangan
dengan meminta agar tertanggung memenuhi kewajiban untuk mengungkapkan
fakta.
d. Alterations to the contract (perubahan kontrak)
Apabila dalam masa kontrak terjadi perubahan, misalnya perubahan atas jumlah
pertanggungan atau rincian barangnya, maka dalam hal ini akan timbul kewajiban
untuk mengungkapkan fakta yang berkaitan dengan perubahan. Hal ini berlaku
baik pada long term bisnis maupun lainnya.
9. Representations dan Warranties
a. Representations
Representation adalah pernyataan baik tertulis maupun lisan yang dibuat selama
negosiasi kontrak. Beberapa pernyataan itu bisa bersifat materiil maupun tidak
materiil. Pernyataan yang materiil itu harus benar atau yang menurut pengetahuan
atau keyakinan pemohon fakta itu benar.
b. Warranties
Dalam kontrak pada umumnya, warranties adalah suatu janji, yang merupakan
bagian dari kontrak, yang kalau terjadi pelanggaran menimbulkan kerugian, maka
pihak yang dirugikan dapat menuntut atas kerugian itu.
Warranties dalam kontrak asuransi, adalah kondisi yang fundamental dalam
kontrak, yang kalau terjadi pelanggaran pihak yang dirugikan dapat membatalkan
kontrak itu.
Warranties yang harus dipenuhi oleh tertangggung adalah:
- akan melakukan sesuatu, atau
- tidak akan melakukan sesuatu, atau
- suatu fakta yang dinyatakan ada, atau
- suatu fakta yang dinyatakan tidak akan ada.
Alasan adanya warranties:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

1. untuk meyakinkan bahwa sesuatu aspek akan dilakukan atau tidak dilakukan
atau harus ada atau tidak boleh ada yang menjadikan bahan pertimbangan bagi
penanggung.
Contoh warranty :
- good house keeping
- good management
Contoh warranty dalam asuransi kebakaran:
- sampah harus diangkut setiap malam sesuatu yang harus dilakukan
Contoh warranty dalam asuransi kecurian:
- alarm system terpelihara dengan baik sesuatu yang harus dilakukan
2. untuk meyakinkan bahwa dampak resiko tinggi tidak timbul tanpa ada
sepengetahuan penanggung karena akan mempengaruhi premium rate.
Contoh : no oil (tidak ada minyak disimpan di gudang) suatu hal yang tidak
boleh dilakukan mempengaruhi premium rate tidak meloading
penyimpanan bahan bakar minyak.

Express Warranty
Adalah warranty yang dinyatakan dalam polis dengan menyebutkan bahwa
formulir permintaan asuransi merupakan dasar perjanjian dan formulir tersebut
berisi keterangan atau jawaban yang benar atau menurut pengetahuan dan
keyakinan tertanggung benar.

Implied Warranty
Dalam asuransi marine terdapat apa yang disebut dengan implied warranty bahwa
kapal itu dalam kondisi laik laut dan semuanya memenuhi ketentuan (MIA 1906).
Secara umum implied warranty tidak terdapat dalam jenis asuransi lain selain
asuransi marine.
Perbedaan antara representation dan warranties
Representation
Warranties
1. Hanya perlu sesuatu itu benar
1. Harus tegas dan dilampirkan
2. Pelanggaran harus material untuk bisa
bukti tertulis
membatalkan kontrak
2. Semua
pelanggaran
dapat
3. Biasanya tidak tampak dalam polis
membatalkan kontrak
3. Tampak dalam polis kecuali
implied warranties

10. Creation of the contract


Hampir sebagian besar bisnis asuransi diperoleh melalui jasa keperantaan, yaitu dari
broker, agen, konsultan asuransi
11. Disclosure dan penggunaan agen

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Dalam hukum, semua perantara adalah agen dari prinsipal. Praktek asuransi pada
umumnya menggunakan agen sebagai perantara yang tidak full time, sedangkan
perantara yang secara full time dan khusus disebut broker atau konsultan.
Dalam hal prinsipal mengikatkan diri dengan pihak lain untuk bertindak atas
namanya dalam negosiasi kontrak, prinsipal tadi harus bertanggung jawab atas
kesalahan, ketidak jelasan informasi, atau misrepresentation, maka pihak lain (agen)
tersebut memperoleh kewenangan menjalankan bisnis untuk dan atas nama prinsipal
tadi.
Apabila agen bertindak untuk dan atas nama penanggung, untuk menerima premi,
meskipun agen mengetahui bahwa tertanggung telah melakukan pelanggaran terhadap
kondisi polis, penanggung tetap harus bertanggung jawab (kasus Wing v. Harvey
1854). Ini merupakan contoh apa yang disebut dengan doktrin estoppel
12. Tertanggung, Perantara dan Penanggung
a. Agen adalah agen calon tertanggung apabila :
- ia hanya menerima pembayaran dari penanggung berupa komisi (kasus
Bancroft v. Heath, 1900);
- ada kerjasama dengan tertanggung untuk mengelabui penanggung
- mengisi dan merubah atau menambah jawaban dalam formulir permintaan
asuransi dan tertanggung mengetahui hal ini (Newsholme Bros. V. Road
Transport & General, 1925);
- melengkapi formulir atas nama tertanggung
- memberikan saran kepada tertanggung atas perlunya asuransi dan memilih
penanggung untuk penempatan asuransinya.
- memberikan saran dalam penyelesaian klaim
b. Agen adalah agen penanggung apabila:
- memiliki express authority untuk menerima dan menangani permintaan
asuransi
- memiliki implied authority untuk menerima dan menangani permintaan
asuransi
- melakukan survey dan memberikan keterangan atas nama penanggung
- bertindak tanpa express authority, tetapi penanggung akan mengakuinya atau
berdasarkan kejadian yang lampau hal itu diakui oleh penanggung
- secara express dan implied authority ia mengumpulkan dan menerima premi
- diperintahkan oleh penanggung untuk menanyakan dan mengisi jawaban
formulir permintaan asuransi, meskipun formulir tersebut berisi pernyataan
yang sebaliknya (Kasus Stone v. Reliance Mutual Ins. Soc. Ltd, 1972)
c. Kewajiban agen kepada prinsipal:
- bertindak secara hati-hati dan dengan skill yang diperlukan; sebagai contoh
broker harus memiliki keahlian di bidang asuransi
- bertindak sesuai dengan perjanjian sebagai agent
- bertindak jujur, menginformasikan secara lengkap mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan kontrak. Ia tidak boleh menerima komisi yang bersifat
rahasia. Hal ini secara common law dianggap bahwa komisi asuransi

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

diperoleh dari penanggung, dan hal ini harus diungkapkan pula kepada
tertanggung.
harus menyimpan uang yang menjadi milik prinsipalnya
tidak mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain (delagus non patest
delegare) kecuali:
1. di mana nasabah memberikan sanksi pendelegasian
2. di mana pendelegasian itu diperlukan untuk melakukan kewajiban agen
3. di mana ada suatu perjanjian express atau implied yang membolehkan
pendelegasian

d. Kewajiban prinsipal kepada agen:


- membayar upah yang dijanjikan
- menanggung kerugian yang diderita agen karena kehilangan kewajiban dan
biaya yang terjadi dalam menjalankan pekerjaan. Biaya dalam kegiatan agen
atau broker asuransi pada umumnya merupakan bagian dari komisi. Di pihak
lain, broker sering membayar premi untuk atas nama nasabahnya dan untuk
itu ia berhak memperoleh pembayaran kembali
e. Liabilities of agent
- bertanggung jawab atas breach of warranty of authority. Jika agen
menyatakan bertindak sebagai agen tanpa adanya kewenangan, ia bertanggung
jawab untuk membayar kerugian kepada pihak yang berkontrak dengannya;
- bertanggung jawab kepada prinsipalnya jika ia melakukan kesalahan yang
membuat prinsipalnya rugi. Ada beberapa kasus di mana agen/broker tidak
melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk yang berkaitan dengan penutupan
asuransi dan ia harus memberikan kompensasi kepada tertanggung untuk
kerugian yang tidak diasuransikan;
- bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak
13. Breach of the doctrine of utmost good faith
Pelanggaran terhadap utmost good faith terjadi apabila:
a. misrepresentation, baik secara sengaja maupun tidak sengaja (innocent or
fraudulent)
b. non disclosure, baik secara sengaja maupun tidak sengaja (innocent or fraudulent)

a. Misrepresentation, (innocent maupun fraudulent) harus:


- kesalahan yang substansif
- berkaitan dengan fakta yang materiil dalam penilaian resiko, atau dengan
materiil terhadap benefit yang akan didapat oleh pemohon;
- berpengaruh dalam persetujuan kontrak asuransi.
b. Misrepresentation and the Financial Service Act 1986

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Dalam pasal 133 UU ini tercantum adanya sanksi atas pelanggaran maksimum 7
tahun hukum penjara apabila seseorang dengan sengaja atau lalai membuat
pernyataan yang salah dengan maksud untuk membujuk seseorang membeli
polis untuk jenis asuransi jangka waktu yang lama (long term insurance contract)
c. Non disclosure
Non disclosure akan timbul dan menjadi dasar pihak kedua untuk membatalkan
kontrak apabila:
- suatu fakta itu diketahui oleh pihak pertama (baik secara aktual maupun
dinyatakan secara hukum)
- suatu fakta itu tidak diketahui atau dianggap tidak diketahui oleh pihak kedua
- suatu fakta yang sengaja disembunyikan, dengan maksud untuk
mempengaruhi pihak kedua untuk menyetujui kontrak, atau dengan fakta yang
tidak diungkapkan itu pihak kedua menjadi beranggapan bahwa kondisinya
lebih baik
14. Remedies for Breach of Utmost Good Faith
Pihak yang dirugikan dapat mengambil alternatif:
a. Menarik kontrak dengan cara:
1. Membatalkan kontrak at initio (sejak awal)
2. Tidak membayarkan klaim setiap timbul klaim
b. Menuntut ganti rugi sehubungan dengan adanya penyembunyian fakta atau
kecurangan
c. Melepaskan hak dalam perjanjian dan kewajiban pada point (a) dan (b)
walaupun kontrak tetap berjalan
B. Indemnity
1. Definisi:
Indemnity as a mechanism by which the insurer provide financial compensation in an
attempt to place the insured in the same pecuniary position after the loss as he
enjoyed immediately before it.
Dalam kontrak asuransi, indemnity dapat diartikan sebagai kompensasi finansiil yang
pasti yang cukup menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan tertanggung
sesudah kerugian sebagaimana yang ia alami segera sebelum peristiwanya terjadi.
2. Hubungan antara indemnity dan insurable interest:
- Hubungan antara indemnity dengan insurable interest bahwa kepentingan
tertanggung terhadap sesuatu yang diasuransikan adalah sesuatu yang sebenarnya
diasuransikan.
- Penggantian tidak akan lebih dari insurable interest
- Indemnity sangat erat hubungannya dengan perhitungan keuangan
- Menjadi susah untuk kontrak asuransi jiwa dan personal accident.
Asuransi jiwa dan personal accident bukan kontrak indemnity karena tidak bisa
dihitung dengan uang

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Pengecualian untuk PA yang berdasarkan indemnity adalah employer dengan


employee untuk mengcover apabila employee sakit, harus tetap membayar gaji
kepada karyawan yang sakit
Yang menjadi ukuran dalam PA dan asuransi jiwa adalah kesanggupan
tertanggung untuk membayar premi

3. Bagaimana indemnity dapat terealisasi:


- Jika terjadi klaim akan timbul pertanyaan dengan cara apa klaim dibayar
- Sering terjadi perselisihan untuk cara pembayaran ini.
- Penanggung harus tegas-tegas mengatakan dalam polis cara apa yang akan
dipakai (wording dalam polis)
- Contoh polis kebakaran dalam operative clause:
The company will pay to the insured the value of the property at the time of the
happening of its destructions or the amount of such damage or its option
REINSTATE or REPLACE such property or any part there of
Non Fire Policy:
The company may as its option indemnify the assured by payment of the amount
of the loss or damage or by repair, reinstatement or replacement
- Cash Payment:
Kontrak asuransi adalah janji akan membayar sejumlah uang bila terjadi kerugian.
Cara pembayaran menurut pengalaman: dengan uang kontan, dengan cheque,
dengan giro bilyet
Jika menyangkut pihak ketiga pembayaran seperti tersebut di atas langsung
kepada pihak ketiga
Biasanya dilakukan untuk asuransi kebakaran, marine dan life
- Repair
Biasanya untuk asuransi kendaraan bermotor
Penanggung dapat memberikan indemnity dengan cara ini, biasanya dia
menyediakan fasilitas bengkel atau bahkan bengkel kepunyaan penanggung
sendiri.
Caranya tertanggung tinggal menarik mobil yang rusak ke bengkel penanggung
kemudian mengisi formulir, kendaraan diperiksa oleh petugas bengkel dan
pekerjaan perbaikan bisa dimulai
- Replacement:
Biasanya untuk asuransi glass insurance, perhiasan, mobil baru
Penanggung memanfaatkan discount dari perusahaan yang dibelinya.
Menyimpang dari prinsip indemnity, pada motor insurance ada new for old
tapi hanya sedikit sekali perbedaannya dan penanggung sudah mendapat discount
waktu pembelian
- Reinstatement
4. Reinstatement
Artinya pemulihan kembali harta benda yang dipertanggungkan kepada kondisi sesaat
sebelum kerugian.
Apabila terjadi total loss, indemnity dilakukan dengan cara rebuilding, sedangkan
apabila terjadi partial loss dilakukan repair.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Reinstatment bisa terjadi dalam keadaan sebagai berikut:


1. oleh penanggung dalam terms of the policy
2. oleh penanggung dalam UU
3. oleh tertanggung dalam UU dan kontrak
5. Measurement of Indemnity
Pada asuransi non life berlaku unliquidated damages, artinya besarnya claim yang
akan dituntut tidak diketahui sebelumnya.
Untuk asuransi life, berlaku liquidated damages, artinya jumlah uang yang akan
diberikan sudah pasti sebelumnya.
6. Marine insurance
- valued versus unvalued policy
- valued policy ditulis dalam polis atas persetujuan kedua belah pihak
- agreed value basis
- alasan karena commercial advantages
- tidak mengenal average
- indemnity based on agreed value yang tertera pada polis
7. Property insurance
Mengukur indemnitas untuk property adalah ditentukan bukan dari biaya tapi dari
harganya pada saat kerugian dan tempat kejadian.
Jika harga naik selama periode pertanggungan maka penggantian indemnity naik
juga, dengan syarat maksimum setinggi-tingginya jumlah pertanggungan.
8. Machinery dan contents other than stock:
- Tidak ada second hand market untuk sebuah property
- Apabila dibuang, dihancurkan atau dijual sebagai besi tua tertanggung tidzk
mendapat penggantian barang.
Second hand indemnity berdasarkan biaya perbaikan atau penggantian
dikurangi wear dan tear.
- Apabila ada di pasaran second hand apabila terjadi kerugian, barang diganti
dengan cara tertanggung membeli barang bekas dan indemnity berdasar harga
tersebut ditambah dengan ongkos angkut dan pemasangan, e.q. motor cars dan
office equipment.
9. Manufacturers stock in trade
Manufacturers = raw materials, work in progress dan finished stock.
Indemnify value bukan mengenai apa yang rusak, stock yang hancur tetapi adalah
biaya untuk mengganti stock tersebut ke tempat kejadian dengan kondisi seperti
sesaat sebelum terjadi kerugian.
- Other materials : Cost of raw material + biaya buruh + cost of production sampai
barang itu terbentuk.
- Raw materials : Replacement cost + delivery cost.
10. Wholesalers and retails stock in trade :

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Indemnify berdasarkan biaya penggantian saat kerugian + transport dan biaya


handling di tempat Tertanggung.
11. Obsolescene
Indemnity : harga pasar barang afkir di luar.
12. Household goods
- Indemnity tidak berdasarkan sentimental value
- Berdasarkan biaya penggantian pada saat kerugian dikurangi penyusutan
13. Farming stock
Indemnity = Replacement cost = market price
For sale = Market value (selling price transportation & handling fees)
For for consumption = Market Price + transportation + handling cost
14. Pecuniary Insucances
Indemnity = Actual financial loss
Consequency Loss = berapa profit yang harus diterima jika tidak terjadi kerugian
dibandingkan dengan untung setelah terjadi kerugian, selisihnya menjadi ukurang
Indemnity.
15. Liability Insurances
Indemnity :
- Jumlah yang diputuskan oleh Pengadilan
- Jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak
- Jumlah mana ditambah dengan biaya-biaya pengurusan klaim
16. Salvage
Indemnity :
- Market price tansportation + handling stock in trade fees + Sound value of
wreck
Salvage
- Market price transportation + handling fee (salvage diambil alih oleh
penanggung)
Other goods:
- Market price value of salvage
- Market price (wreck diambil penanggung)
17. Abandonment
- Hanya untuk marine insurance
- Dalam constructive total loss
- Keadaan kerugian lebih dari 75% atau biaya untuk merecover benda tersebut
lebih besar dibandingkan dengan harga (sound value) benda itu sendiri
Contoh : Stranded vessel
18. Faktor-faktor yang membatasi pembayaran indemnity

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

a. Sum Insured :
- Maksimum batas penggantian kerugian
- Batas tanggung jawab penanggung
b. Average
- Terjadi karena ada under insurance
- Dikarenakan penanggung hanya menikmati premi penyelesaian claim sebagai
indemnity, dengan rumusan sebagai berikut:
Sum Insured x Loss
Full value
- Tertanggung menerima kurang dari apa yang dideritanya tapi secara implisit
tertanggung mendanai sendiri karena under insurance or self insurance
c. Excess
- Adalah jumlah dari setiap claim yang merupakan faktor pengurang dalam
pembayaran klaim
- Biasanya diperjanjikan dalam polis sebagai kesepakatan jumlah
- Secara teori berarti tertanggung menahan sebagai resiko sendiri sendiri yang
konsekuensinya dia akan menerima penggantian kurang dari indemnity
d. Franchise
Adalah sejumlah tertentu yang disepakati bersama antara penanggung dan
tertanggung di mana apabila kerugian kurang dari jumlah tersebut maka klaim
tidak dibayar. Tapi apabila jumlah mencapai jumlah minimum maka klaim akan
diganti seluruhnya.
e. Limit
Adalah batas jumlah maksimum penggantian wardingnya In the event of loss not
more than Rp 100.000,- akan dibayar setiap artikel
Jadi Rp 100.000,- adalah maksimum limit penggantian apabila kerugiannya Rp
200.000,- maka jumlah yang dibayar adalah tetap Rp 100.000,f. Deductible
Pada prinsipnya sama dengan excess namun biasanya untuk jumlah yang cukup
besar. Seperti dalam marine insurance, deductible 1% of SI, dalam pabrik Rp 150
juta.
19. Expension in the operation of indemnity (Modifikasi Indemnity)
a. reinstatement : tidak ada wear dan tear
Berlaku untuk polis property. Tertanggung dapat meminta agar dalam polisnya
dicantumkan reinstatement memorandum dan penanggung setuju bahwa
penyelesaian klaim diberikan tanpa dikurangi wear and tear dan depresiasi.
Sebagai konsekuensinya premi yang dibayar akan lebih tinggi pula
b. new for old for house hold contents no wear dan tear
New for old berlaku dalam Household policy. Pada dasarnya asuradur setuju
untuk membayar kerusakan dengan barang yang baru sekalipun barang tersebut
telah dibeli beberapa tahun yang lalu tanpa dikurangi unsur wear and tear.
c. agreed additional cost : - removal debris
-architecs & surveyor fees

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Penanggung telah biaya tambahan yang dikeluarkan tertanggung setelah terjadi


kebakaran atau kerusakan. Misalnya, removal of debris, biaya arsitek, biaya
surveyor, dll.
d. valued policies :
- agreed value basis
- average does not apply
Berlaku dalam marine insurance dan dalam non-marine insurance tertentu di
mana jumlah ganti rugi disepakati pada saat penutupan oleh kedua belah pihak
apabila terjadi total loss.
20. Konsekuensi indemnity
a. Adanya hak indemnity harus dibuktikan bahwa tertanggung menderita kerugian
yang dapat diukur dengan uang, nilai yang diukur bukan sentimental value
b. Indemnity diukur oleh kerugian yang diderita oleh tertanggung sesaat sebelum
terjadi kerugian
c. Sum Insured adalah maksimum jumlah penggantian kerugian
d. Tertanggung akan diganti kerugiannya hanya sebesar kerugian yang dia derita
e. Tidak ada loss maka tidak ada indemnity walaupun ada kecelakaan. Tertanggung
f. Apabila ada hak-hak lain yang timbul karenanya maka hak tersebut harus
diberikan kepada penanggung yang telah membayar kerugian (subrogasi)
g. Tertanggung tidak boleh mendapatkan ganti rugi lebih dari satu kali atas peristiwa
yang sama yang terjadi atas pertanggungan yang sama pula.
Tertanggung tidak boleh mendapatkan ganti rugi melebihi full amount of the loss
dari beberapa perusahaan asuransi (prinsip kontribusi)
C. Insurable Interest
1. Konsep insurable interest
Tidak semua resiko dapat diasuransikan. Resiko yang dapat diasuransikan (insurable
risk) harus memenuhi karakteristik:
- nilainya dapat diukur secara finansial (financial measurement)
- pure risk
- particular & fundamental risk
- fortuitous
- homogenous exposure
- reasonable premium
- not against public policy
- insurable interest
Insurable interest adalah salah satu syarat agar suatu resiko dapat dikategorikan
sebagai insurable risk. Apabila tidak ada insurable interest, maka tertanggung tidak
dapat mengasuransikan.
2. Subject matter of insurance
Subject matter of insurance dapat berbentuk barang (property) atau kejadian yang
secara hukum dapat menimbulkan kerugian (loss of a legal right) atau tanggung
jawab hukum (a legal liability).
Contoh:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Subject matter of insurance dalam polis kebakaran : gedung, barang dagangan atau
mesin.
Subject matter of insurance dalam polis liability : tanggung jawab hukum seseorang
atas kecelakaan atau kerusakan
Subject matter of insurance dalam polis marine : kapal, muatannya atau bisa juga
tanggung jawab pemilik kapal atas kecelakaan atau kerugian yang menimpa pihak
ketiga.
Untuk menentukan insurable interest, dalam kontrak asuransi, yang diasuransikan
bukannya bangunan, kapal, mesin atau tanggung jawab hukum pada pihak ketiga,
melainkan kepentingan keuangan tertanggung (pecuniary interest of the insured) atas
rumah, kapal, mesin, atau atas kepentingan keuangan tertanggung terhadap orang
yang diasuransikan.
3. Subject matter of contract
Subject matter of contract adalah suatu nama yang diberikan pada kepentingan
keuangan yang dimiliki seseorang dalam subject matter of insurance.
Dasar hukum : Castellain preston (1883)
Apa yang dipertanggungkan dalam asuransi kebakaran?
Bukan batu atau material yang dipakai dalam bangunan tetapi kepentingan
tertanggung pada objek pertanggungan tersebut.
4. Definisi insurable interest:
Insurable interest merupakan the legal right to insure arising out of a financial
relationship, recognized at law, between the insured and the subject matter of
insurance
5. Essentials of insurable interest
Unsur-unsur pokok dari insurable interest adalah:
a. harus ada benda, hak, kepentingan, jiwa, tanggung jawab yang dapat
diasuransikan
b. benda, hak, kepentingan dan sebagainya harus merupakan objek yang
diasuransikan (subject matter of insurance)
c. tertanggung harus mempunyai hubungan dengan objek yang dipertanggungkan di
mana dia memperoleh manfaat atas keutuhannya, dan mengalami kerugian atas
rusaknya atau hilangnya subject matter of insurance
d. hubungan antara tertanggung dan subject matter of insurance harus diakui/sah
secara hukum
Tambahan keempat unsur tersebut timbul dari sengketa antara Macaura v. Northern
Assurance Company (1925).
Macaura memiliki polis kebakaran untuk sejumlah kayu di pekarangannya. Ia telah
menjual kayu tersebut kepada perusahaan, di mana ia sebagai pemegang saham
perusahaan tersebut. Kayu tersebut kemudian terbakar dan klaim kepada perusahaan
asuransi ditolak, atas dasar bahwa Macaura tidak lagi memiliki kepentingan asuransi
atas kayu yang telah menjadi asset perusahaannya, walaupun ia adalah pemegang
sahamnya. Perusahaan milik dia, adalah sebuah badan hukum yang terpisah dari

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

pemiliknya. Dari kasus tersebut Macaura dinyatakan bahwa secara hukum ia tidak
lagi ada hubungan kepentingan keuangan dengan kerusakan kayu. Kepentingan
keuangan Macaura terhadap perusahaannya terbatas pada sejumlah sahamnya saja
dan tidak memiliki kepentingan asuransi atas kekayaan perusahaan.
Contoh lain dari situasi tersebut di mana seseorang yang sudah bercerai tidak dapat
mengasuransikan harta benda yang menjadi milik bekas pasangannya.
6. Pembentukan insurable interest berdasarkan UU:
a. Marine Insurance Act 1745.
Tidak dibenarkan menutup asuransi marine kepada siapapun juga tanpa ada
insurable interest, apabila di kemudian hari ditemukan hal tersebut maka
perjanjian asuransi dinyatakan batal dan dianggap tidak pernah ada perjanjian
b. Life Assurance Act 1774
Isinya:
(a) kontrak asuransi jiwa tanpa insurable interest maka dinyatakan batal sejak
awal
(b) nama tertanggung harus dituliskan dalam polis
(c) ganti rugi setinggi-tingginya sama dengan yang tertulis dalam polis
(d) tidak memperluas/mengatur mengenai asuransi cargo, kapal dan barang
dagangan
Untuk point (b) Insurance Company Amandement Act 1973 memperbolehkan
nama orang yang tidak disebut mendapat benefit asalkan masih dalam atau
keterangan tetap ditulis dalam polis, e.q. child deffered assurance.
c. Marine Insurance Act 1788
- Tindakan melawan hukum (illegal) apabila mengasuransikan kapal, muatan,
dan barang dagangannya tanpa mempunyai insurable interest
- Nama tertanggung harus ditulis dalam polis
- Pertanggungan tanpa insurable interest dikatakan judi criminal offence
d. Marine Insurance Act 1906
- Merupakan revisi dan penyempurnaan dari 1745 Act dan 1788 Act
- Merupakan kodifikasi dari kumpulan-kumpulan case law
- Pertanggungan marine tanpa insurable interest dinyatakan batal
- Insurable interest harus ada pada waktu terjadinya kerugian
e. Marine Insurance Act 1909 (Gambling Policies)
Pertanggungan marine tanpa insurable interest dinyatakan ilegal dan merupakan
judi yang melanggar hukum dengan pelanggaran kriminal
7. Asuransi dan Judi
Perbedaan antara asuransi dengan judi
Asuransi
ada atau tidak asuransi, resiko tetap ada, adanya
perjanjian pertanggungan hanyalah alat untuk
memindahkan resiko itu kepada orang lain dan
bersamaan dengan itu berusaha untuk
mengurangi atau menghilangkannya.
Kejadian dari resiko dapat terjadi tapi belum

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Judi
Resiko baru ada setelah perjanjian
judi diadakan. Kalau perjanjian
tidak diadakan, resiko itu tidak ada
sama sekali
Akibat

dari

resiko

yang

Chapter 4 basic principle of insurance

pasti akan terjadi

Tidak ada pihak yang untung atau rugi


Berfaedah
terhadap
perekonomian
masyarakat
Didukung (diijinkan) oleh UU

dan

Bahaya yang terjadi tidak diinginkan oleh


kedua belah pihak
Dalam banyak hal hanya menjamin indemnity

ditimbulkan pasti terjadi, hanya


hasil kejadiannya tidak pasti (siapa
yang menang)
Satu pihak akan untung, sedang
pihak lainnya akan rugi (kalah)
Sama sekali tidak berfaedah
kepada masyarakat
Lazimnya tidak didukung oleh
undang-undang
Akibat
yang
terjadi
justru
diinginkan (oleh yang menang)
Pembayaran
taruhan
bukan
indemnity
Jumlah yang akan diperoleh pada
umumnya
diketahui
terlebih
dahulu
Tidak perlu ada unsur keterbukaan

Besarnya jumlah penggantian yang akan


diberikan belum diketahui dengan pasti lebih
dahulu
Para pihak yang berkontrak dituntut untuk
terbuka
Insurable interest pada subject matter of Kepentingan terbatas pada taruhan
insurance sangat pokok
menang atau kalah
8. Creation of insurable interest
a. At common law
Contoh: Kepemilikan atas suatu harta benda atau adanya tanggung jawab hukum
(potensial liability) atas kecelakaan pejalan kaki karena kelalaian mengemudi.
b. By Contract
Seseorang dengan adanya kontrak akan harus bertanggung jawab apabila tidak
memenuhi apa yang diperjanjikan dalam kontrak tersebut.
Contoh : land lord wajib memelihara keadaan bangunan atau sebaliknya bagi
penyewa
Kontraktor bertanggung jawab atas kelalaian sub contractor
Jadi penyewa dan kontraktor mempunyai insurable interest disebabkan dengan
adanya kontrak
c. By Statute
(1) Settled Land Act 1925
(2) Repair of benefice buildings measure 1972
menciptakan insurable interest penyewa terhadap bangunan
(3) Married womens policies of assurance (Scotland Act 1880) as amended by
the married womens policies of assurance (amendment) Act 1880
(4) Married Womens Property Act 1882
Ibu rumah tangga mempunyai insurable interest pada jiwa/dirinya dan suami
terhadap istrinya
(5) Industrial Assurance and Friendly Societies Act 1948 and Amendment Act
1958
Seseorang dapat mengasuransikan jiwa dari dirinya, kakek, nenek, orang tua
tiri dengan maksimum 30

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

9. Statutes Modifying Insurable Interest


a. Carriers Act 1830 max. liability 10 pound untuk setiap unit, kecuali nilai
barang tersebut disebutkan dan ada tambahan biya
b. Carriers of Goods by Sea Act 1971 max. liability 10.000 gold francs untuk
setiap bungkus atau unit, atau 30 gold francs per kilogram berat kotor barang yang
rusak atau hilang, jumlah mana lebih tinggi.
c. Hotel Proprietors Act 1956 max. liability hotel atas kehilangan atau
kerusakan barang milik tamunya di kamar hanya sebatas 50 pound untuk setiap
unit dan 100 pound untuk setiap tamu. Pembatasan tersebut tidak berlaku apabila
kehilangan atau kerugian disebabkan kelalaian pegawainya atau apabila barang
milik tamu tersebut disimpan/dititipkan pada petugas hotel
d. Trustee Act 1925 Yayasan dapat mengasuransikan kebakaran atas barangbarang yang ada dalam pengawasan dengan maksimum 3/4xharga premi dibayar
dari pendapatan yayasan
10. Aplikasi Insurable Interest
a. Asuransi Jiwa
- Married Womens Property Act 1882
Suami dan istri mempunyai insurable interest satu sama lain
- Hubungan darah tidak mempunyai insurable interest secara otomatis, kecuali
untuk Industrial Life
- Patner dengan patner lain mempunyai insurable interest dengan limit
maksimum jumlah uang yang terlibat
- Creditor dan debitor
b. Property Insurance
- Part or joint owner dapat mengasuransikan barangnya dengan penuh sebagai
agen bila terjadi kerugian
- Mortgagees dan mortgagors
- BTN dan nasabah
- Executors dan Trustees
- Bailees
- Agents
- Suami dan istri
c. Liability
- Semua orang mempunyai insurable interest dalam hal tanggung gugat yang
akan timbul bagi dirinya
- Jumlahnya tanpa batas, hanya dibatasi oleh maximum potential liability
11. Kapan Insurable Interest harus ada
a. Marine : pada saat kerugian (MIA 1906 pasal 6)
b. Life : pada saat penerimaan atau penutupan (Dalby v. The India and London Life
Assurance 1845)
c. Property : pada saat penutupan (Sadlers Co. v. Badcock 1743) dan pada saat
kerugian
Insurable interest corollary to indemnity

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

12. Common features of insurable interest


- Penanggung mempunyai kepentingan terhadap barang yang dipertanggungkan
atas resiko yang ditutup terhadap reasuransi mereka
- Enforceable at law:
a. Mere expectation does not create insurable interest (Lucena v. Craufurd 1806)
b. Warisan dapat menimbulkan insurable interest apabila dijual kepada orang
lain, orang yang membeli mempunyai insurable interest terhadap jiwa yang
menjual tadi sebesar jual beli warisan
Ada dua pengecualian dari aturan umum yang perlu diungkapkan:
a. sesuatu bisa dimungkinkan adanya hak yang didasarkan pada harapan.
Contoh, jika seseorang atas dasar wasiat memiliki harapan, ia dapat
mengorbankan sejumlah uang untuk mendapatkan jaminan atas harapan.
Misalkan si A memiliki harapan atas wasiat dan membuat perjanjian jual beli
harapan tersebut kepada B senilai 2,000 pound. Dalam kontrak dinyatakan
bahwa dalam hal si A gagal memperoleh warisan, si A akan membayar
kembali kepada si B sejumlah 2,000 pound. Si B memiliki resiko manakala si
A kehilangan hak warisan tersebut. Si B dapat menjaminkan jiwanya kepada
si A. Kepentingan si B atas A timbul dari suatu kontrak jual beli tadi, bukan
dari suatu harapan (Cook v. Field, 1850)
b. orang tertentu dapat memiliki hak tetapi berdasarkan harapan tertentu dan
berarti
Jika seorang memiliki barang dan menjualnya, dia berhak memperoleh laba
atas barang yang dijualnya. Jika sebelum terjual barang tersebut rusak atau
hilang, sudah barang tentu harapan tersebut menjadi tidak ada (Barclay v.
Cousins, 1802)
Perbedaan penting antara kasus Lucena v. Craufurd dengan Barclay v. Cousins
adalah bahwa dalam kasus Lucena, calon penerima warisan akan menerima
haknya apabila dua hal ini telah terpenuhi, yaitu (a) pemberi warisan telah
meninggal dan (b) almarhum tidak merubah wasiatnya. Sedangkan dalam kasus
Barclay, harapan laba karena adanya kepemilikan atas barang yang akan dijual.
Harapan laba menjadi dasar insurable interest, sedangkan harapan warisan tidak.
12. Equitable interest
Equitable interest dapat timbul dari beberapa cara, misalnya dalam perjanjian
mortgages menyebutkan pemberi kredit memiliki equitable interest atas barang
agunan, dan equitable interest ini menimbulkan insurable interest.
13. Kepemilikan (Ownership)
Kepemilikan atas suatu harta biasanya memberikan hak insurable interest sepanjang
kepemilikan tersebut dibarengi dengan tanggung jawab.
14. Interest need not be specified
Dalam polis asuransi, sifat dari insurable interest tidak perlu disebutkan. Life
Assurance Act 1774 menghendaki agar nama penerima benefit asuransi harus
disebutkan. Akan tetapi Insurance Companies Amandement Act 1973
memperbolehkan identitas dengan menyebutkan nama orang atau sekelompok orang

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

sebagai penerima benefit asuransi, dengan anggota yang dapat diidentifikasi pada
waktu tertentu.
15. Criminal Act
Seseorang tidak dapat memperoleh ganti rugi dari polis asuransi atas barang yang
diperoleh secara kriminal/barang curian (kasus Beresford v. Royal Insurance, 1938),
meskipun hal itu dimungkinkan untuk mengasuransikan dalam rangka memenuhi
konsekuensi dari tindakan pelanggaran hukum. Contoh: Pengendara yang melakukan
pelanggaran lalu lintas dapat menerima indemnity dari perusahaan asuransi atas
kerusakan barangnya maupun milik orang lain. Asuransi tidak memberikan jaminan
kepada seseorang yang dikenakan denda.
Kebakaran yang disengaja tertanggung tidak akan memperoleh benefit dari perbuatan
kriminalnya.
Tertanggung diperbolehkan menerima indemnity yang timbul dari pelanggaran
hukum apabila benefit tersebut diserahkan atau diberikan kepada pihak ketiga yang
menderita kerugian akibata perbuatan kriminal tertanggung.
16. Penilaian Keuangan (Financial Valuation)
Secara umum, jumlah insurable interest harus dapat dinilai dengan uang (asuransi
harta benda, tanggung jawab hukum, dll). Sedangkan dalam asuransi jiwa, insurable
interest tidak terbatas.
Dalam asuransi jiwa atas orang lain, kepentingan tertentu dapat diukur dengan uang
yaitu jiwa dari debitur sebesar jumlah pinjaman, ditambah dengan bunga dan premi
asuransi.
17. Assignment
Pengalihan asuransi (transfer of policy) dari pihak yang satu ke pihak lain
memerlukan pertimbangan underwriting, mengingat pemegang polis yang baru
mungkin insurable interestnya tidak sama.
a. Personal contract
Personal contract adalah kontrak di mana sifat dan tingkah laku sehari-hari dari
tertanggung dapat mempengaruhi baik timbulnya kerugian amupun besarnya
kerugian/kerusakan yang terjadi. Dalam hal personal contracts, transfer of policy
memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari penanggung. Dengan demikian
dalam polis-polis asuransi harta benda, tanggung jawab hukum dan keuangan
(pecuniary) tidak bebas untuk dipindahkan (not freely assignable)
Apabila penanggung setuju atas pemindahan polis, maka berarti akan timbul
kontrak baru. Proses terjadinya kontrak baru yang berasal dari assignment ini
disebut novation.
Dalam hal pemindahan interest ditentukan atau dipersyaratkan dalam UndangUndang (Transfer of Interest by Operation of Law), maka pemindahan itu berjalan
secara otomatis.
b. Assignment of Marine Policies
MIA 1906 memperkenankan adanya assignment dalam polis marine cargo,
mengingat bahwa barang dagangan sering diperjualbelikan dalam pelayaran atau

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

transit sehingga polis marine cargo bebas dipindahtangankan. Sedangkan dalam


polis asuransi marine hull, tetap seperti personal contract, karena pemilik kapal
dapat mengawasi atas management kapal itu sehingga ada unsur pengaruh dari
pemilik kapal atas kemungkinan terjadinya kerugian. Karena itu polis marine hull
tidak dapat dipindahkan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari penanggung.
c. Assignment of Life Policies
Dalam polis asuransi jiwa, tertanggung memiliki reversionary interest
(kepentingan atas benefit) yang ditangguhkan sampai polis itu berakhir atau
terjadi kematian. Dalam hal demikian tadi reversionary interest dalam asuransi
jiwa bebas untuk dipindahkan, dalam hal ini, perbuatan Tertanggung tidak
berpengaruh atas kemungkinan timbulnya klaim.
d. Absolute Assignment
Polis boleh dipindah tangankan secara bebas kepada orang yang tidak mempunyai
insurable interest atas nama yang dipertanggungkan. Dalam hal demikian
penerima assignment memiliki semua hak dan kewajiban
e. Conditional Assignment
Dalam banyak hal, assignment polis asuransi jiwa tidak dilakukan secara penuh
(absolut) tetapi dengan kondisi tertentu, yaitu untuk tujuan pemberian jaminan
terhadap mortgagee atas pinjaman yang diberikan. Pada saat pinjaman dan
bunganya dibayar kembali oleh tertanggung, maka hak atas benefit polis yang
dipindahkan itu kembali kepada tertanggung.
f. Policies of Assurance Act 1867
Act ini memperkenankan penerima pemindahan asuransi untuk menuntut atas
namanya dari polis asuransi jiwa, dengan ketentuan bahwa ia telah
memberitahukan kepada penanggung pada waktu pelimpahan hak.
g. Assignment of policy proceeds
Dalam hal penanggung diminta untuk membayar klaim kepada orang lain yang
bukan tertanggung. Dalam pembayaran itu penanggung dapat meminta surat
pernyataan dari pihak penerima benefit bahwa dengan pembayaran itu
penanggung bebas dari kewajiban.
Married Womens Property Act 1882, Married Womens Policies of Assurance
(Scotland) Act 1880 dan Friendly Socities Act 1955 memperbolehkan penunjukan
calon penerima benefit. Ini berarti tertanggung menunjuk calon kepada siapa
benefit akan dibayarkan dan hal ini merupakan assignment benefit polis.
D. Subrogation
1. Definisi subrogasi
Subrogation is a right of one person, having indemnified another under a legal
obligation to do so, to stand in the place of that another and avail himself of all rights
and remedies of that other, whether already enforced or not.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Dalam kasus Burnand v. Rodonachi, prinsip subrogasi diketengahkan di mana


asuradur yang telah memberikan indemnity, berhak menerima kembali dari
tertanggung sesuatu yang diterima tertanggung dari sumber lain.
Hal yang mendasar adalah bahwa tertanggung berhak atas indemnity tapi tidak boleh
lebih dari itu. Subrogasi membolehkan asuradur menggantikan kedudukan
tertanggung dalam memperoleh keuntungan atas adanya kejadian yang dijaminkan.
2. Corollary of indemnity
Subrogation merupakan pendukung konsep indemnity karena subrogasi mencegah
tertanggung untuk mendapatkan recovery lebih dari kerugian yang dideritanya. Kasus
hukumnya adalah Castellain v. Preston (1833) di mana dalam kasus ini Preston
melakukan transaksi jual rumah sewaktu rumah itu terbakar. Ia kemudian
memperoleh penggantian dari asuradurnya, Liverpool London and Globe, dan
selanjutnya selagi perbaikan rumah tersebut dilakukan, ia juga menerima sepenuhnya
harga beli dari Rayner. Kontrak jual beli mana membawa kewajiban bagi Rayner
untuk membayar seharga 3.100 pound sekalipun rumah telah rusak dan belum
diperbaiki. Castellain atas nama beberapa asuradur, berhasil menuntut sejumlah
pembayaran yang telah diberikan kepada Preston.
Dalam penerimaan sejumlah tadi, Preston telah menuntut hak terhadap Rayner.
Recovery dari Preston sejumlah 330 pound, yang merupakan perkiraan biaya
perbaikan, adalah suatu contoh suatu asuradir mengambil manfaat untuk dirinya atas
hak yang telah dilakukan oleh tertanggung
Biasanya, jika tertanggung telah diberikan indemnity oleh asuradur, tertanggung
belum akan melakukan tuntutan untuk meminta recovery yang ada dari pihak ketiga
kalau tidak diminta oleh asuradir.
Dalam kontrak asuransi jiwa yang bukan merupakan kontrak indemnity, subrogasi
tidak diberlakukan dan apabila ahli waris tertanggung dapat memperoleh recovery
dari pihak ketiga yang melakukan kelalaian, di samping memperoleh pembayaran
sejumlah uang dari asuradur.
3. Perluasan hak subrogasi
Mengingat hubungan antara subrogasi dan indemnity, seorang asuradur dapat
memperoleh recovery dari apa yang telah dibayarkannya kepada tertanggung.
a. Asuradur tidak harus memperoleh untung atas hak subrogasinya.
Contoh kasusnya adalah Yorkshire Insurance Co. Ltd v. Nisbet Shipping Co.
Ltd (1996) di mana pembayaran klaim sejumlah 72.000 pound telah dilakukan
oleh asuradur kepada tertanggung, kemudian tertanggung menerima recovery dari
pihak ketiga. Tetapi karena waktu antara pembayaran klaim dengan recovery dari
pihak ketiga agak lama, dan karena situasi moneter yang mengalami devaluasi,
tertanggung menerima recovery sebesar 127.000 pound. Pengadilan kemudian
memutuskan bhwa asuradur hanya memperoleh recovery sejumlah 72.000 pound.
Ini sama dengan apa yang telah dinyatakan dalam kasus Glen Line v. Attorney
General (1930) bahwa:
Asuradur, berdasarkan doktrin subrogasi, tidak dapat memperoleh recovery lebih
dari yang telah dibayarkannya kepada tertanggung.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Penegasan tersebut kemudian diterapkan dalam Scottish Union & National


Insurance v. Davis (1970) di mana asuradir telah membayar 409 pound untuk
biaya reparasi dan berupaya melakukan subrogasi atas nama tertanggung yang
telah menerima 350 pound dari sumber lain. Namun karena perbaikan tersebut
kurang memuaskan dan tertanggung mengajukan protes, akhirnya pengadilan
memutuskan bahwa asuradir tidak mempunyai hak atas recovery.
b. Dalam hal tertanggung bersedia menerima sebagian resiko, misalnya dengan
dikenakannya excess atau average, tertanggung menanggung sejumlah resiko
yang diperhitungkan dalam pembayaran klaim.
Dalam hal asuradir memberikan pembayaran ex gratia asuradir tidak berhak
melakukan subrogasi dan tertanggung bisa memperoleh recovery dari sumber
lain. Hal ini disebabkan karena pembayaran ex gratia bukan merupakan
indemnity sedangkan hak subrogasi timbul untuk mendukung konsep indemnity.
4. Timbulnya hak subrogasi
Hak subrogasi dapat timbul dari:
a. Tort, adalah kesalahan yang sifatnya perdata (civil wrong), yang merupakan
bagian dari common law Inggris, dan bukan merupakan tindakan kriminal.
Macam-macam tort:
- Neglience (kelalaian).
Definisi neglience:
The omission to do something which a reasonable man, guided upon those
consideration which ordinarily regulate the conduct of human affairs, would
do, or doing something which a prudent and reasonable man would not do
(Blyth v. Birmingham Waterworks Co., 1856)
Contoh : mobil tertanggung mengalami kerusakan akibat tabrakan yang
disebabkan oleh kelalain pihak ketiga, maka penanggung setelah membayar
indemnity kepada tertanggung, dapat menggunakan hak subrogasi untuk
menuntut recovery dari pihak ketiga.
- Nuisance, merupakan gangguan terhadap hak seseorang untuk menikmati
fasilitas yang ia miliki
Contoh:
Di jalan ada galian jalan oleh kontraktor. Karena tidak ada tanda pengamanan,
mobil tertanggung masuk ke lubang dan rusak. Tertanggung bisa minta
penggantian dari asuransi dan asuransi mempunyai hak subrogasi kepada
kontraktor tersebut (public nuisance).
Di sebelah rumah tertanggung ada proyek gedung yang menggunakan
hammer yang menyebabkan getaran dan rumah tertanggung menjadi
rusak/retak (private nuisance).
- Trespass, misalnya memasuki halaman dan rumah orang tanpa ijin termasuk
penganiayaan dan mengambil harta benda milik orang lain.
Contoh : Mobil tertanggung dicuri dan minta penggantian dari asuransi.
Perusahan asuransi punya hak untuk mengejar pencuri dan minta ganti rugi.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Strict liability
Contoh : Di suatu kompleks perumahan, seseorang menyimpan barang yang
tidak semestinya dalam jumlah yang banyak, misalnya bensin. Apabila bensin
terbakar dan membakar rumah orang lain, maka ia bertanggung jawab
terhadap kerugian orang lain.
Defamation
Terbagi menjadi slander (lisan) dan libel (tulisan)
Contoh : rekaman acara televisi yang merusak nama orang lain (libel, karena
sifatnya permanen)

b. Contract
Salah satu bagian dari common law adalah kontrak. Dalam hubungannya dengan
subrogasi, ada kasus-kasus di mana:
- seseorang yang memiliki contractual right untuk kompensasi atas kesalahan,
dan
- dalam hukum kebiasaan dagang ada ketentuan bahwa bailees tertentu
bertanggung jawab, misalkan pemilik hotel
Contoh hak subrogasi yang timbul dari kontrak:
- Mobil tertanggung dimasukkan ke bengkel, lalu tertanggung membuat kontrak
dengan pihak bengkel bahwa selama mobil ada di bengkel, segala kerusakan
menjadi tanggung jawab bengkel, misalnya karena kejatuhan benda keras,
terbakar, dll. Apabila terjadi kerusakan atas mobil tertanggung, penanggung
membayar klaim kepada tertanggung dan punya hak subrogasi terhadap
pemilik bengkel.
- Untuk hotel biasanya ada disclaimer notice (untuk uang dan perhiasan) yang
menyatakan bahwa kerusakan atau kehilangan menjadi tanggung jawab hotel
sehingga penanggung tidak dapat menerapkan subrogasi.
- Dalam kontrak sewa rumah, biasanya dibuat kontrak bahwa penyewa
bertanggung jawab terhadap segala kerusakan rumah yang disewanya.
Dalam dua kasus ini hak subrogasi tidak berlaku
- Petrofina (UK) v. Magnaload (1984), di mana asuradir tidak dapat menuntut
hak subrogasinya terhadap pihak ketiga yang melakukan co-insured dengan
penggugat. Baik penggugat maupun tergugat sama-sama mengasuransikan
pada satu asuradir dan asuradir tidak dapat menuntut kepada tertanggungnya
sendiri.
- Mark Rowlands Ltd. V. Berni Inns Ltd and others, di mana penyewa
diminta untuk membayar sebagian premi untuk polis pemilik rumah sehingga
penyewa berhak atas manfaat asuransi, dan baik pihak penyewa maupun
asuradir tidak lagi menuntut recovery dari penyewa.
c. Statute
Dalam Riot Damage Act 1886 di mana seseorang menderita kerugian/kerusakan
sebagaimana yang telah disebutkan dalam UU tersebut dan telah diberikan
indemnity, maka asuradir mempunyai hak subrogasi untuk memperoleh recovery
dari pihak polisi.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

Karena dalam Act tersebut dinyatakan bahwa asuradir harus menyampaikan


tuntutan subrogasinya kepada pihak kantor polisi paling lama 14 hari sejak
kejadian huru hara, maka pihak tertanggung hanya diberikan batas waktu 7 hari
untuk mengajukan indemnity atas polis yang menutup huru hara tadi.
d. Subject matter of insurance
Apabila terjadi total loss dan tertanggung telah menerima indemnity sepenuhnya,
tertanggung tidak lagi berhak atas salvage. Dengan demikian jika asuradir
menjual salvage, pada dasarnya ia telah melakukan hak subrogasi dalam rangka
mendukung prinsip indemnity.
Hak subrogasi yang timbul dari adanya subject matter of insurance ini tidak
berlaku dalam marine abandonment. Jika barang itu telah diabandon kepada
asuradir, maka asuradir berhak atas apa saja sisa barang, terlepas dari nilai dan
hak subrogasi.
5. Saat timbulnya hak subrogasi
a. Berdasarkan common law, subrogasi tidak ada sebelum asuradir telah
memberikan pembayaran indemnity. Akan tetapi hal ini dapat menimbulkan
beberapa persoalan di mana asuradir akan kehilangan kontrol dan sampai pada
tunduhan menunda pembayaran klaim.
b. Dalam polis biasanya dimasukkan unsur subrogation right, di mana recovery dari
pihak ketiga akan diperoleh setelah klaim dibayar, tetapi klausula dalam polis tadi
memungkinkan asuradir untuk memaksa pihak ketiga berhutang dengan
penangguhan indemnity yang diberikan kepada tertanggung.
Perubahan dari common law sebagaimana terjadi dalam polis asuransi kebakaran
seperti di atas tidak ada dalam marine insurance di mana kondisi tersebut tidak
digunakan dan klaim harus dipenuhi sebelum memiliki hak subrogasi.
Pelaksanaan subrogasi harus dilakukan atas nama tertanggung. Pengecualian dari
aturan ini Public Order Act di mana asuradir melakukan atas namanya sendiri.
6. Modifikasi pelaksanaan subrogasi
a. Dalam asuransi kendaraan bermotor sering ditemukan perjanjian bersama antara
para asuradir yang disebut knock for knock agreement. Berdasarkan perjanjian
ini, hak subrogasi dihapuskan di mana asuradir tidak akan melakukan subrogasi
terhadap satu sama lain atas kejadian yang menimpa kerusakaan kendaraan
tertanggung mereka. Contoh perjanjian lainnya juga dapat dijumpai dalam
perjanjian antara perusahaan asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kerugian
lainnya di mana mereka setuju untuk memberikan kontribusi terhadap kerugian
dengan proporsi yang ditetapkan sebelumnya.
b. Dalam asuransi employers liability, subrogasi hapus manakala seorang pegawai
menyebabkan cidera pegawai lainnya. Bila tidak ada subrogasi, akan timbul
situasi di mana asuradir akan menuntut pegawai atas nama tertanggung yaitu
majikannya. Ketentuan ini dihapuskan dengan pengertian bahwa tujuan asuransi
itu sendiri akan memberikan manfaat bagi para karyawan.
Perjanjian antara para asuradir semacam ini timbul dalam kasus Lister v. Romford
Ice and Cold Storage Ltd (1957). Dalam kasus itu perusahaan perusahaan asuransi

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 4 basic principle of insurance

memberikan indemnity kepada tertanggungnya, seorang majikan, karena cideranya


seorang karyawan akibat kelalaian karyawan tertanggung. Kemudian asuradir tadi
berhasil menuntut pihak karyawan yang lalai tadi atas nama tertanggung.
Dalam kasus Morris v. Ford Motor Co. (1973) timbul situasi yang mirip. Seorang
pegawai perusahaan cleaning service yang sedang bekerja di kantor Ford luka akibat
kelalaian salah seorang pegawai Ford. Akan tetapi perusahaan cleaning service telah
setuju tuntutan klaim tersebut sekalipun penyebabnya adalah pegawai Ford sendiri.
Setelah perusahaan cleaning service membayar kepada pegawainya kemudian
perusahaan ini melakukan subrogasi kepada pegawai Ford, yaitu kepada asuradir
Ford. Perjanjian antara asuradir yang dilakukan setelah kasus Lister, pengadilan
menolak klaim atas dasar bahwa hal itu tidak adil dan merusak hubungan industri.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

CHAPTER 5. BASIC PRINCIPLES OF INSURANCE II


A. Contribution
1. Definisi Contribution:
Contribution is a right of an insurer to call upon others, similarly, but neccesarily
equally liable to the same insured, to share the cost of an indemnity payment.
2. Corollary of indemnity
Memfokuskan pada proporsi tanggung jawab penanggung yang bertanggung jawab
atas peril/subject matter of insurance yang sama, dalam hal terjadi double insurance
sehingga tertanggung tidak mendapatkan indemnity lebih dari kerugian yang diderita.
Hal yang pokok di sini adalah bila penanggung telah membayar ganti rugi penuh,
penanggung dapat menutup kerugiannya dari penanggung lain dengan proporsi yang
seimbang
3. Timbulnya kontribusi
Berdasarkan common law, kontribusi berlaku apabila terdapat hal-hal sebagai berikut:
a. adanya dua atau lebih polis indemnity
b. polis-polis dimaksud menutup kepentingan bersama (common interest)
Case North British & Mercantile v Liverpool & London & Globe (1877) dikenal
sebagai case The King and Queen Granaries . Rodocanachi mendepositkan padi
di lumbung yang dimiliki oleh Barnett. Barnett mengasuransikannya. Pemilik
mengasuransikannya untuk melindungi interestnya sebagai pemilik. Ketika terjadi
kebakaran, penanggung penjamin/pengelola membayar dan mencari recovery dari
penanggung pemilik padi. Karena interest berbeda, yang satu sebagai penjamin
dan yang lain sebagai pemilik, diputuskan bahwa kontribusi tidak berlaku.
Case tersebut membuktikan bahwa untuk kontribusi antara polis-polis timbul di
dalam hukum, interest in subject matter of insurance harus sama.
c. polis-polis dimaksud menutup resiko bersama (common perils)
Resiko yang dijamin oleh masing-masing polis tidak harus identik sepanjang
common peril yang menyebabkan loss.
Case American Surety Co of New York v Wrightson (1910) asuransi menjamin
dishonesty of employees diputuskan berkontribusi dengan asuransi yang
menjamin dishonesty of employees dan kebakaran dan burglary.
Dishonesty adalah common peril
d. polis-polis dimaksud menutup objek asuransi bersama (common subject matter)
e. setiap polis harus membayar kerugian
4. Basis of Contribution
a. Rateable proportion
Perhitungan rateable proportion dapat dibagi dua cara, yaitu proporsi terhadap
harga pertanggungan dan limit of liability
1. Proporsi terhadap harga pertanggungan
Contoh:
Polis A HP : Rp 1 M

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Polis B HP : Rp 2 M
Polis C HP : Rp 3 M
Polis A bayar :

Rp 1 M

Rp 1 M + Rp 2 M + Rp 3 M

Loss
1

Dan seterusnya untuk polis B & C


2. Proporsi terhadap liability atas loss
Contoh :
Loss Rp 1,5 M; Liability A Rp 0,5 M; Liability B Rp 1 M; Liability C Rp
1M
Setelah dikenakan average:
Polis A membayar :
Rp 0,5 M
X
Rp 1,5 M = Rp 0,3 M
Rp 0,5 M + Rp 1 M + Rp 1 M

Dan seterusnya untuk polis B dan C


Pendekatan ini disebut The Independent Liability Method
b. Market Practice;
Market practice telah mengarah kepada metode standard yang sering digunakan
dan kadang telah tergabung ke dalam formal agreement antar group company
yang besar
c. Polis Property (not subject to average)
Kontribusi dihitung berdasarkan proporsi terhadap Harga Pertanggungan
SI by particular insurer x loss = liability of particular insurer
Total SI by all insurer
Contoh:
Insurer A SI = 10.000
Insurer B SI = 20.000
Loss = 12.000
Liability A = 10.000 x 12.000 = 4.000
30.000
Liability B = 20.000 x 12.000 = 8.000
30.000
12.000
d. Polis Property Lainnya;
Dalam hal polis-polis berlaku ketentuan average atau di mana loss limit individu
memberlakukan di bawah harga pertanggungan pembagian kontribusi harus
dihitung berdasarkan Independent Liability

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Independent Liability adalah jumlah yang harus dibayar bila penanggung


dimaksud adalah satu-satunya penanggung yang menjamin kerugian
Contoh:
Property diasuransikan kepada A dan B masing-masing sebesar Rp 2 M dan Rp 1
M subject to pro rata average. Nilai property pada saat terjadi loss Rp 4,5 M dan
jumlah loss sebesar Rp 0,45 M.
Langkah I
Hitung berapa masing-masing penanggung akan membayar jika penanggung
dimaksud hanya mempunyai polis yang in force
Untuk mendapatkan independent liability A, average diaplikasikan terhadap loss;
HP A
X Loss
Value at risk

Rp 2 M X Rp 0,45 M
Rp 4,5 M
1

= Rp 0,2 M

Independent liability B ;
Rp 1 M X Rp 0,45 M
Rp 4,5 M
1
Total

Rp 0,1 M

Rp 0,3 M

Average condition wording menjadikan tertanggung sebagai penanggung untuk


jumlah yang under-insurance
Dalam hal ini : Rp 4,5 M (Rp 2 M + Rp 1 M) = Rp 1,5 M
Jadi tertanggung menanggung:
Rp 1,5 M X Rp 0,45 M =
Rp 4,5 M
1

Rp 0,15 M

Langkah II,
Bila jumlah independent liability penanggung kurang dari atau sama dengan loss,
maka masing-masing penanggung membayar independent liabilitynya.

Langkah III,
Bila jumlah independent liability lebih besar daripada loss, maka perhitungan
loss-nya dibagi berdasarkan proporsi terhadap liabilities, yaitu:
Independent Liability (IL) Penanggung X
Total IL Seluruh Penanggung

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Loss
1

Chapter 5. basic principles of insurance II

Contoh :
HP A : Rp 4,5 M ) subject to
HP B : Rp 1,0 M ) pro rata average
Loss : Rp 0,45 M
Value at risk : Rp 4,5 M
Langkah I hitung average
Liability A = Loss
= Rp 0,45 M
Liability B = Rp 1 M x Rp 0,45 M = Rp 0,10 M
Rp 4,5 M 1
Rp 0,55 M

Langkah II atau III?


Langkah III karena total independent liability seluruh penanggung lebih besar
dari loss
A bayar : Rp 0,45 M x Rp 0,45 M
= Rp 368, 2 juta
Rp 0,55 M
1
B bayar : Rp 0,10 M x Rp 0,45 M
=
Rp 81,8 juta
Rp 0,55 M 1
Rp 450 juta ( terjadi bersama-sama)
Contoh di atas mengilustrasikan metode dengan polis concurrent, tetapi metode
ini dapat pula digunakan sama baiknya dengan polis nonconcurrent.
Contoh :
HP subject to pro rata average
A menjamin seluruh contents
Rp 20 M
B menjamin stock saja Rp 15 M
Value at risk
- stock
Rp 20 M
- content
Rp 5 M
Kerugian pada stock Rp 10 M
Independent liability A:
Rp 20 M
x Rp 10 M
Rp 20 M + Rp 5 M
Independent liability B :
Rp 15 M x Rp 10 M
Rp 20 M
1
Total

http://lulusujianaamai.wordpress.com

= Rp 8,0 M

= Rp 7,5 M

= Rp 15,5 M

Chapter 5. basic principles of insurance II

A bayar : Rp
8 M x Rp 10 M =
Rp 15,5 M
1

Rp 5.161,3 M

B bayar : Rp 7,5 M x Rp 10 M =
Rp 15,5 M
1

Rp 4.838,7 M

Total

= Rp 10 M

e. Liability Insurance
Hal yang mungkin lebih dari satu polis liability menjamin kerugian yang sama
walaupun hal ini tidak biasa
Contoh:
Polis public liability A mempunyai limit of indemnity any one accident sebesar
Rp 100 juta. Polis public liability B mempunyai limit Rp 250 juta.
Tertanggung liable terhadap pihak ketiga Rp 125 juta.
Independent liability polis A sebesar limit : Rp 100 juta
Independent liability polis B sebesar loss : Rp 125 juta
Rp 225 juta

A bayar : Rp 100 juta x Rp 125 juta = Rp 55.555,56


Rp 225 juta
1
B bayar : Rp 125 juta x Rp 125 juta = Rp 69.444,44
Rp 225 juta
1
Total

= Rp 125 juta

5. Modifikasi Prinsip Kontribusi


a. Non Contribution Clause
Kadang kala kontribusi dihilangkan dari polis dengan klausula sbb:
This policy shall not apply in respect of any claim where the insured is entitled
to indemnity under any other insurance
Berarti bahwa polis tidak akan melakukan kontribusi bila ada polis lain yang in
force.
Sebagai alternatif wording berikut ini dapat ditambahkan pada klausula di atas:
Except in respect of any excess beyond the amount which would have been
payable under such other insurance had this insurance not been effected
Dengan klausula tersebut tertanggung boleh mengklaim dengan polis yang
berisikan klausula tersebut tetapi hanya bila polis yang lain tidak membayar
indemnity dan hanya untuk balance of loss, yaitu tidak ada rateable sharing.
Namun courts tidak setuju dengan klausula dimaksud dan jika kedua polis
berisikan klausula dimaksud, kedua penanggung akan mengkontribusi rateably.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

b. Klausula yang lebih spesifik


Bila polis yang diterbitkan memberikan jaminan yang lebih luas, kadang kala
klausula seperti tersebut di atas dicantumkan untuk mencegah kontribusi antara
polis yang memberikan jaminan yang luas dengan polis yang lebih spesifik di
dalam penutupannya.
Sebagai contoh polis kebakaran atas stock barang dagangan hanya akan menjamin
balance of loss setelah liability polis yang lebih spesifik habis digunakan.
Begitu pula polis kebakaran tidak akan mengkontribusi dengan polis marine cargo
di dockside warehouse kecuali untuk excess of value yang tidak dijamin oleh
polis marine.
c. Marine Agreement
Banyak penanggung yang telah sepakat bahwa kecelakaan yang diderita oleh
karyawan yang menggunakan kendaraan majikan menuju ke tempat pekerjaannya
dapat diklaim dengan polis employers liability dan tidak ada kontribusi dengan
polis motor.
Dengan situasi demikian secara hukum klaim tersebut dapat dilakukan dengan
polis motor dan polis employers liability. Namun karena market agreement maka
klaim dapat dilaksanakan dengan polis employers liability.
B. The Personal Insurance Arbitration Service
1. PIAS didirikan tahun 1981 dengan tujuan menyediakan metode informal untuk
menyelesaikan disputes di mana pemegang polis di wilayah UK mengalami financial
loss karena penanggung tidak dapat memenuhi kewajibannya
2. Hanya berlaku untuk orang-orang yang diasuransikan sebagai pribadi pada salah satu
penanggung yang menjadi anggota Service yang beroperasi sebagai lembaga
independent, yaitu : The Chartered Institute of Arbitrators
3. Tertanggung yang tidap puas atas penanggungnya meminta penanggung
menyelesaikan dispute di PIAS. Harus ada formal agreement di antara mereka
sebelum arbitrase dilaksanakan, karena merupakan proses hukum, arbitrators yang
ditunjuk akan mengeluarkan keputusan yang mengikat kedua belah pihak
4. Penanggung membayar seluruh biaya arbitrase kecuali biaya persiapan dokumen
tertanggung
5. Tidak berlaku untuk dispute yang timbul dari pihak ketiga
6. Keputusan PIAS mengikat secara hukum, tapi tidak berlaku untuk pemegang polis
Llyods yang hanya bisa menyelesaikan dispute di Lloyds Advisory Department
C. Proximate Cause
1. Definisi Proximate Cause:
a. The active, efficient cause that sets in motion a train of events which brings about
a result, without the intervention of any force started and working actively from a
new and independent source (Pawsey v Scottish Union and National, 1907).
(Penyebab yang aktif, efisien yang berlangsung dalam suatu rangkaian yang
menimbulkan suatu akibat, tanpa adanya intervensi dari setiap kekuatan, yang
dimulai dan beroperasi secara aktif dari sumber/sebab baru yang berdiri sendiri)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

2. Unsur-unsur Pokok dalam Proximate Cause


a. It is the dominant cause (Leyland Shipping Co v Norwich Union, 1918)
Adalah penyebab dari suatu rentetan peristiwa yang tidak terputuskan
b. Or the efficient of operative cause (P. Samuel & Co. v Dumas, 1924)
Must be direct relationship between cause and result
- apakah bahaya dari penyebab pertama masih melekat
Kalau masih melekat, berarti penyebab pertama adalah proximate cause
Kalau sudah hilang, dianggap proximate cause sudah berhenti di situ
- apakah ada usaha untuk menghilangkan bahaya itu
Kalau ada dan usaha itu gagal maka penyebab pertama adalah proximate
cause
3. Pentingnya Prinsip Proximate Cause
Asuransi memberikan jaminan terhadap kerugian yang disebabkan oleh resiko-resiko
tertentu yang dipertanggungkan, namun sering ditemui kesulitan dalam menentukan
sebab-sebab yang menimbulkan kerugian, karena penyebabnya bisa lebih dari satu
yang mungkin merupakan sederetan peristiwa atau beberapa peristiwa yang terjadi
secara bersamaan.
Sehingga proximate cause itu dapat digunakan untuk menentukan penyebab kerugian
(yang dijamin atau tidak dijamin dalam polis).
4. Novus Actus Interveniens
Pengaruh alamiah tidak merubah posisi proximate cause (unbroken chain)
- Tootal, Broadhurst, Lee v London & Lancashire Ins (1918)
Efficient danger bertahan : unbroken chain
- Roth v Southeasthope Farmer (1918)
Efficient danger bertahan meskipun telah berusaha dihilangkan : unbroken chain
- Leyland Shipping Co v Norwich Union (1918)
Danger harusnya telah dapat dihilangkan (inefficient) : broken chain
- Gaskarth v Law Union (1876)
5. Chains of Events
Unbroken Chain

New force intervenes : the chain is broken

No connection : the chain is broken

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

6. Penyebab Kerugian
Single cause (penyebab tunggal)
Chain of event (penyebabnya lebih dari satu atau sederetan penyebab)
Dua kriteria yang perlu diperhatikan adalah :
unbroken sequence (sederetan penyebab yang tidak terputus)
broken sequence (sederetan penyebab yang terputus):
Concurrent causes: 2 kejadian yang timbul pada saat bersamaan, tetapi masingmasing berdiri sendiri
7 Kelompok bahaya menurut asuransi:
Insured perils
Yaitu bahaya yang disebut di dalam polis, seperti kebakaran, sambaran petir dan
ledakan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam polis.
Excepted perils
Bahaya yang disebut di dalam polis sebagai bahaya yang dikecualikan, seperti
peledakan tertentu.
Uninsured perils
Yaitu bahaya yang tidak disebut di dalam polis, seperti badai, asap api dan air
tidak dikecualikan, atau tidak disebut sebagai resiko yang dijamin dalam polis
asuransi kebakaran.
8. Concurrent cause and insurance
Kejadian A
Kejadian B
Kebakaran
----------- >
Damage
< ------------Kebakakaran
Badai
----------- >
< ------------Huru hara
a. No excepted peril involved
Jika peristiwa A terjadi secara kongkiren, tetapi independent satu sama lain dan
hal itu tidak mungkin untuk dibedakan bagian mana uang rusak karena kebakaran
dan mana yang karena badai, semua kerugian dianggap dijamin sepanjang tidak
ada resiko yang dikecualikan.
Jika kerugian dapat dipisahkan, maka hanya bagian yang rusak karena kebakaran
itu yang dijamin
b. Where an expected peril is involved
Dalam kejadian B, jika kerusakan tidak dapat dipisahkan, keduanya tidak dijamin,
sepanjang adanya pengecualian. Jika dalam peristiwa B itu dapat dipisahkan,
hanya bagian yang disebabkan karena kebakaran saja yang dijamin.
9. Summary:
a. Resiko yang dijamin tidak perlu penyebab pertama
b. Resiko yang dijamin harus bukan akibat langsung dari suatu pengecualian
(kecuali polis secara khusus mengecualikan)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

c. Kerusakan, sebagai akibat langsung dari resiko yang ditutup adalah dijamin
meskipun resiko penyebab itu tidak disebut dalam polis (kecuali polis secara
khusus mengecualikan akibat itu). Contoh : kerusakan karena air atau asap dari
kebakaran adalah dijamin
d. Barang itu dijamin meskipun jenis resiko tidak secara nyata disebut sebagai
penyebab, sejauh jenis resiko itu masuk dalam operative clause dan kerusakan
akibat dari itu dijamin. Contoh : bangunan sebelahnya milik tertanggung terbakar
dan kerusakan tertanggung disebabkan karena semprotan air pemadam kebakaran
atau karena asap, maka barang milik tertanggung tersebut harus diganti (asalkan
sumber api tadi tidak termasuk resiko yang dikecualikan dalam polis)
e. Resiko yang dijamin harus benar terjadi. Ketakutan kehilangan barang karena
resiko yang dijamin bukan kerugian karena resiko itu (Moore v Evans, 1917)
f. Kerugian lebih jauh yang timbul dalam upaya mengurangi kerugian, termasuk
dijamin. Contohnya kerusakan akibat penyemprotan spinkler atau pemadam
kebakaran juga dijamin (Johnston v West of Scotland Insurance, 1828)
g. Novus actus interveniens, yaitu suatu kekuatan baru yang ikut mempengaruhi.
Dalam kasus Pawsey dinyatakan bahwa dalam definisi proximate cause tidak
boleh ada suatu intervensi dari kekuatan baru.
h. Kasus last straw. Dalam contoh di mana resiko semula memiliki arti bahwa
kerugian lebih kurang pasti terjadi, maka resiko semula tersebut merupakan
proximate cause, meskipun kekuatan baru itu timbul dari sumber lain (Leyland
Shipping Co. Ltd v Norwich Union (1918) dan Johnston v West of Scotland)
10. Contoh kasus hukum berdasarkan class of business
a. Marine
Leyland Shipping v Norwich Union (1918). Kapal akhirnya tenggelam dalam
suasana badai, tetapi ia telah bocor karena torpedo dan meskipun telah mendekat
ke pelabuhan, kapal itu diperintahkan oleh otoritas pelabuhan untuk
meninggalkan pelabuhan karena dikhawatirkan kapal akan tenggelam dan
memblokir pelabuhan itu. Ancaman atau bahaya tenggelamnya kapal karena
torpedo merupakan penyebab yang dominan.
Ionides v Universal Marine Insurance Co (1863). Kapten kapal kehilangan arah
dan mencoba mendekat daratan untuk mencari lampu menara. Karena adanya
permusuhan, lampu menara itu padam dan akhirnya kapal itu kandas. Permusuhan
dan padamnya lampu menara dianggap proximate cause yang terpisah.
b. Kebakaran
Haris v. Poland (1941). Polis menjamin resiko yang bersifat accidental atau
kejadian yang tidak diduga oleh tertanggung. Tertanggung meletakkan uang dan
perhiasannya pada tungku api (heater) dan secara tidak terduga kemudian
terbakar. Hakim berpendapat bahwa hal itu merupakan kerugian yang secara
accidental dan memenangkan klaim tersebut.
Everett v London Union Insurance Co. (1865). Tempat tertanggung rusak
karena terjadinya ledakan sejauh kurang lebih setengah mil, ledakan itu

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

disebabkan oleh kebakaran. Keputusan kasus tersebut adalah bahwa kebakaran


adalah proximate cause yang terpisah dan kerusakan itu disebabkan oleh
peledakan. Hukum In jure non remota causa sed proxima spectatur menjadi
dasar dari keputusan tersebut.
Gaskarth v Law Union Insurance Co (1876). Akibat kebakaran, tembok yang
telah rusak itu dibiarkan berdiri, tetapi konsekuensinya roboh kena angin kencang,
dan pengadilan memutuskan bahwa kerusakan akibat robohnya tembok itu bukan
karena kebakaran.
Roth v South Eastrope Farmers (1918). Petir merusak bangunan dan sesaat
kemudian timbul angin kencang sehingga timbul kerusakan. Kasusu ini
diputuskan bahwa seluruh kerusakan adalah akibat petir.
Hal yang penting di sini adalah apakah resiko/peril orisinil masih berfungsi dan
merupakan faktor yang dominan dalam kerugian. Dalam kasus pertama terbukti
bahwa tembok itu tahan api, sedangkan dalam kasus kedua tidak demikian halnya
dan angin kecang bertiup sebelum upaya perbaikan dilakukan.
Johnston v West of Scotland Ins. Co. (1928) di mana bangunan berada dalam
ancaman roboh akibat kebakaran, dan otoritas setempat memerintahkan untuk
merobohkan bangunan itu. Dalam proses perobohan tembok itu merobohi rumah
tertanggung, dan kemudian diputuskan bahwa kerusakan itu penyebabnya adalah
kebakaran. Sepanjang bangunan itu masih dalam kondisi yang membahayakan
akibat kebakaran, maka resiko dari kebakaran itu tetap samapi bahaya itu
dipisahkan. Proses merobohkan bangunan tersebut merupakan upaya mengurangi
kerugian lebih besar, namun upaya itu gagal.
c. Asuransi Harta Benda Lainnya
Winikofsky v Army and Navy General (1919). Dalam kasus ini pencuri
memanfaatkan adanya keadaan gelap selama dinyatakan adanya bahaya serangan
udara. Diputuskan bahwa proximate cause bukan perang.
Shiells v Scottisch Assurance Co. Ltd (1889). Polis yang menutup asuransi
ternak tidak membedakan jaminan atas luka dan mati. Klaim kematian dibayar
apabila hewan itu cedera hewan akibat perbuatan manusia.
Marsden v City and Country Assurance (1865). Kelompok gang merusak
jendela sewaktu petugas pemadam kebakaran mendekati tempat kebakaran.
Diputuskan bahwa kerugian itu bukan disebabkan oleh kebakaran, melainkan
kasusnya adalah asuransi kaca.
d. Asuransi Personal Accident
Etherington v Lanchashire and York Accident Ins. Co. (1909). Tertanggung
jatuh dari kuda dan mengalami cidera dan menyebabkan dia harus dirawat di
rumah sakit. Ruangan rumah sakit sangat dingin dan lembab sehingga ia
kejangkitan penyakit pneumonia kemudian meninggal. Kasus itu diputuskan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

bahwa ia meninggal akibat kecelakaan dari kuda dan bukan dari penyakit
pneumonia itu yang dikecualikan dalam polis asuransi kecelakaan.
Coxe v Employers Liability Assurance Corp. (1916). Seseorang tentara
memiliki polis asuransi kecelakaan, yang didalamnya mengecualikan resiko
akibat tidak langsung dari perang. Ia meninggal tertabrak kereta api sewaktu
melakukan inspeksi sepanjang rel kereta api dalam masa peperangan. Proximate
cause kematiannya adalah kecelakaan tetapi secara tidak langsung akibat perang.
Perang sebenarnya penyebab yang terpisah tetapi rumusan polis telah
mengecualikan akibat secara langsung atau tidak langsung dari peperangan.
e. Liability policies
Vandyke v Fender (1970). Seorang pegawai mengalami kecelakaan sewaktu ia
pulang dari kantor tetapi tidak melalui route sebagaimana mestinya karena dalam
perjalanan itu ia memang bermaksud mempunyai tujuan lain. Walaupun majikan
memberikan jaminan (asuransi kecelakaan) untuk pegawainya dalam menjalankan
tugas pekerjaan, termasuk pulang dan pergi ke kantor, tetapi dalam kasus ini
pegawai tersebut tidak dapat mengklaim karena tidak sedang dalam rangka
menjalankan tugas.

D. Reinsurance
1. Definisi reinsurance:
Reasuransi adalah persetujuan antara Penanggung (Ceding company) dan reasuradur,
di mana penanggung menyetujui untuk menyerahkan/melimpahkan seluruh atau
sebagian resiko atas suatu pertanggungan yang ditutupnya (ditanggung) kepada
reasuradur, dan dengan menerima premi dari dari penanggung sebagaimana telah
ditetapkan sebelumnya, reasuradur menyetujui untuk membayar ganti rugi kepada
Penanggung berhubung dengan kerugian yang terjadi atas pertanggungan yang
ditutupnya tersebut, semuanya itu berdasarkan atas syarat-syarat sebagaimana
ditetapkan dalam perjanjian
Ceding co. atau reinsured biasanya adalah sebuah perusahaan asuransi, sedangkan
reasuradur atau reinsurer adalah sebuah perusahaan asuransi atau sebuah perusahaan
reasuransi profesional.
Menurut R.C. Reinarz, reasuransi adalah akseptasi oleh suatu Penanggung yang
dikenal sebagai reasuradur dari semua atau sebagian resiko kerugian dari Penanggung
yang disebut Ceding Company.
TRANSAKSI REASURANSI

REASURANSI

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

TERTANGGUNG

BROKER
ASURANSI

PERUSAHAAN
ASURANSI

BROKER
ASURANSI

KETERANGAN:
- Kontrak asuransi dan reasuransi adalah masing-masing terpisah
- Antara tertanggung dengan reasuradur tidak terdapat jalur komunikasi
- Kontrak yang disepakati antara Perusahaan Asuransi dengan Reasuradur adalah di
luar wewenang tertanggung
- Dalam hal Perusahaan Asuransi bangkrut tertamggung tidak berhak untuk
menarik uang yang merupakan kewajiban Reasuradur kepada perusahaan asuransi
2. 5 (lima) alasan reasuransi:
a. Meningkatkan kapasitas akseptasi
Fasilitas reasuransi akan memperbesar kapasitas direct insurer tersebut, sehingga
memungkinkannya untuk mengaksep jumlah pertanggungan yang tinggi. Dalam
hal seperti itu, reasuransi berfungsi sebagai capacity boosting
Problem:
Konsekuensi dari adanya peningkatan kapasitas tadi di mana sesuai dengan
mekanisme pasar, pada saat ada kelebihan kapasitas di industri asuransi dengan
situasi lebih banyak asuradur dan reasuradur berlomba memperebutkan resiko
dengan jumlah yang sama, sementara itu premi akan turun (tertanggung akan
memperoleh manfaatnya). Di lain pihak, klaim tidak berubah (tidak turun).
Akibatnya kana ditemukan situasi dengan loss ratio yang buruk, yaitu:
- nilai klaim tetap
- premi yang diterima turun dan tidak sesuai dengan yang seharusnya untuk
membentuk dana klaim tersebut
b. Stabilisasi kondisi keuangan
Perusahaan asuransi menghadapi ketidakpastian mengenai frekuensi terjadinya
klaim dan berapa besar klaim yang harus dia bayar. Perusahaan asuransi dapat

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

mengurangi fluktuasi biaya klaim yang mungkin terjadi dengan membayar


sejumlah premi yang pasti kepada reasuradur dan reasuradur akan membantu
direct insurer dalam menstabilkan tingkat kerugiannya.
c. Confidence untuk ekspansi bisnis
Dengan dihilangkannya beberapa ketidakpastian melalui pengalihan resiko
kepada reasuradur, direct insurer mendapatkan rasa yakin (confidence) untuk
memperbesar bisnisnya. Ini terutama dimaksudkan untuk perusahaan asuransi
yang ingin menutup jenis pertanggungan yang masih baru bagi mereka, namun
karena belum punya pengalaman, mereka belum mempunyai catatan atau statistik
yang mengungkapkan tentang loss ratio dari jenis pertanggungan tersebut. Karena
itu dipilih bentuk asuransi Stop Loss, sehingga bila loss ratio melebihi ratio
tertentu, selebihnya akan dibebankan kepada reasuradur, baik keseluruhannya
atau hanya sebagian.
d. Catastrophe protection
Keadaan finansial Direct Insurer dapat menjadi sangat buruk dalam hal ia harus
menanggung kerugian-kerugian yang luar biasa jumlahnya (catastrophic losses).
Reasuransi berfungsi sebagai suatu pengaman untuk melindungi direct insurers
terhadap keadaan seperti ini (catastrophe protection).
e. Spread of risks
Reasuransi adalah mekanismen pengalihan resiko dari direct insurer kepada
reasuradur. Oleh sebab itu, reasuransi berfungsi sebagai alat penyebar resiko
(spread of risk).
Asuradur mungkin tidak menginginkan untuk konsentrasi tanggung jawabnya
kepada setiap class of business, setiap jenis resiko, setiap area atau dalam bentuk
klasifikasi lainnya.
Dengan mengatur fasilitas reasuransi secara tepat, maka akan dapat disebarkan
dampak yang potensial dari kerugian-kerugian yang dihadapi akan datang.
3. Terminologi
a. Reasuradur/Reinsurer :

Perusahaan yang mengaksep bisnis asuransi yang


diunderwrite oleh perusahaan asuransi lain, baik
akseptasi sebagian atau keseluruhan resiko.
b. Direct Insurer
: Penanggung langsung/pertama, penanggung (asuradir)
yang menerima resiko dari tertanggung (pembeli
asuransi) dan yang sepanjang tertanggung sebagai
pemegang polis dianggap sebagai satu-satunya orang
atau badan hukum yang bertanggung jawab atas
kewajiban yang telah dipikulnya.
c. Ceding Company/Ceding : Perusahaan asuransi yang menempatkan bisnis
reasuransi kepada perusahaan reasuOffice
ransi.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

d. Guarantee

e.

f.

g.

h.

i.

j.
k.
l.
m.
n.
o.

Istilah yang lazim dipergunakan untuk reasuransi,


dalam cabang asuransi kebakaran. Dikenal pula a
guarantee policy
Retensi
: Besarnya resiko yang ditahan oleh ceding company
untuk masuk ke dalam accountnya sendiri atau bagian
dari resiko yang tidak direasuransikan.
Own Retention
: Retensi sendiri, merupakan bagian dari resiko yang
benar-benar ditahan dan menjadi tanggung gugatnya
sendiri
Group Retention
: Retensi kelompok/bersama, merupakan bagian dari
resiko yang ditahan oleh penanggung-penanggung
secara
bersama-sama
di
mana
mereka
mempunyai/menetapkan O/R nya sendiri-sendiri.
Line
: Jumlah yang ditetapkan sebagai retensi dari Ceding
Insurer. Jumlah retensi Ceding Company, reasuradur
dapat menerima reasuransi sampai sekian lines,
misalnya one line, four lines, dan selanjutnya
Limit
: Jumlah
maksimum
yang
mana
penanggung
bersedia/siap mengaksep bisnis sampai jumlah tersebut
dari setiap class of business
Sesi/Cession
: Bagian
dari
nilai
pertanggungan
yang
disalurkan/diserahkan ke reasuradur
Retrosesi/Retrocession : Bagian dari bisnis reasuransi yang diasuransikan
kembali
Retrocessionnaire
: Retrosesioner, reasuradur dari reasuradur
Retrocedent
: Reasuradur Pemberi Sesi / Retrosesi
Reciprocity
: Timbal balik, yang memberikan sesi/reasuransi
menerima pula sesi/reasuransi secara timbal balik
Reinsurance Commission : Komisi Reasuransi
Prosentase tertentu terhadap premi sebagai potongan
yang diberikan oleh reasuradur dalam perhitungan
prosentase mana termasuk komisi asuransi (original
commission) dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
ceding insurer
p. Profit Commission

q. Pools

http://lulusujianaamai.wordpress.com

: Komisi Keuntungan
Prosentase tertentu terhadap keuntungan yang diperoleh
reasuradur untuk dikembalikan kepada Ceding Insurer,
karena keuntungan reasuradur itu dianggap terjadi
karena keahlian serta ketelitian usaha dari Ceding
Insurer. Komisi keuntungan ini perhitungannya
menurut cara-cara tertentu
Pool, suatu bentuk perjanjian (kerjasama) di mana
beberapa Insurer/Reinsurers setuju untuk menempatkan
semua (atau sebagian) dari sesuatu jenis asuransi
tertentu dalam satu central (pool), yang kemudian

Chapter 5. basic principles of insurance II

dibagi-bagikan antara anggota secara proportional


sebagaimana telah disetujui bersama mengenai ;
business, premi-premi, kerugian-kerugian, biaya-biaya
ataupun keuntungan-keuntungan
4. 4 (empat) metode reasuransi:
a. Treaty
Merupakan perjanjian tertulis antara direct insurer dan reasuradur, di mana direct
insurer secara otomatis memberikan suatu sesi kepada reasuradur dan secara
otomatis pula reasuradur yang bersangkutan akan menerima tanpa negosiasi lebih
lanjut semua sesi yang seusai dengan perjanjian treaty.
Perjanjian reasuransi berdasarkan treaty berlaku untuk suatu periode tertentu yang
telah disepakati bersama dan tunduk pada pembatasan-pembatasan yang
berkenaan dengan jenis resiko, nilai resiko atau pembatasan-pembatasan lainnya
yang telah diatur dalam perjanjian itu.
Perjanjian reasuransi atas dasar treaty biasanya dibuat dan berlaku untuk periode
12 bulan (tahunan) dan untuk suatu portfolio bisnis tertentu, misalnya semua
bisnis kebakaran yang diaksep oleh ceding co. dalam periode tersebut.
Perjanjian reasuransi secara treaty memberikan kapasitas tambahan otomatis
kepada ceding co. atau direct insurer.
b. Facultative
Merupakan perjanjian reasuransi di mana masing-masing pihak (ceding co. dan
reasuradur) sama-sama mempunyai kebebasan. Pihak ceding co. bebas
menentukan apakah akan atau tidak akan mereasuransikan resiko yang
bersangkutan, sedangkan pihak reasuradur bebas menentukan apakah menerima
atau menolak resiko itu
Alasan menggunakan reasuransi fakultatif:
1. kapasitas treaty sudah penuh
2. resiko di luar perjanjian treaty
3. unusual risks (resiko-resiko yang tidak biasa)
Dengan cara facultative, tiap resiko ditawarkan secara individual (resiko per
resiko) kepada reasuradur, dan ceding co. berkewajiban untuk melakukan full
disclosure kepada reasuradur tentang fakta-fakta material yang berkenaan dengan
pokok pertanggungan yang ditutupnya, terms dan condition dari penutupan
tersebut, dan informasi lainnya yang dipandang perlu oleh reasuradur yang
bersangkutan dalam mempertimbangkan akseptasi reasuransi itu.
c. Facultative Obligatory
Dalam penempatan reasuransi secara facultative obligatory, ceding co. bebas
menentukan (facultative) apakah akan atau tidak akan mereasuransikan, dan
apabila ceding co. itu telah memutuskan untuk mereasuransikan, pihak reasuradur
wajib (obligatory) mengaksep bagian resiko yang diasuransikan kepadanya
sepanjang reasuransi itu memenuhi perjanjian reasuransi untuk itu. Seperti halnya
perjanjian treaty, perjanjian reasuransi secara facultative obligatory memberikan
kepada ceding co. suatu kapasitas tambahan secara otomatis.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Jumlah yang diberikan kepada reasuradur facultative obligatory adalah kelebihan


jumlah di atas gabungan jumlah yang diambil oleh ceding co. untuk own
retention-nya dan jumlah yang ditempatkan pada reasuradur treaty.
d. Pools
Merupakan perjanjian antara perusahaan asuransi bahwa masing-masing dari
mereka setuju untuk menempatkan reasuransi atas suatu bisnis tertentu pada
sebuah perusahaan yang telah mereka tetapkan bersama sebagai sentral untuk
penempatan reasuransi tersebut dan kemudian sentral tersebut akan
mengembalikan atau meretrosesikan reasuransi-reasuransi yang telah diterimanya
dari anggota perjanjian itu kepada semua perusahaan anggota kepada semua
perusahaan dengan sesi seperti yang telah disetujui bersama.
Contoh: Indonesian Aviation Insurance Consortium (IAIC0 untuk bisnis aviation
5. Bentuk-bentuk reasuransi
Bentuk reasuransi dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) golongan, yakni reasuransi
proporsional dan reasuransi non-proportional.
a. Reasuransi proporsional
Ciri-cirinya:
- Objek pertanggungan reasuransinya adalah harga pertanggungan/Total Sum
Insured (Harga Pertanggungan, premi dan claim sebanding atau sesuai dengan
proporsi yang telah ditetapkan).
- Perjanjian dilakukan untuk jangka waktu yang tidak terbatas (Indefinite
periode/continously)
- Dasar yang dipakai: risk attaching basis yaitu liability dari reasuradur terus
berjalan sampai jangka waktu pertanggungan
- Kondisi perjanjian mengikuti kondisi aslinya
- Bila reasuradur sudah menerima premi, maka akan terlibat dalam klaim.
Dengan bentuk reasuransi proposional, saham ceding co. dan saham reasuradur
dalam suatu resiko yang direasuransikan sudah ditetapkan sebelumnya.
Contoh:
Ceding co. telah mengaksep suatu resiko dengan Harga Pertanggungan Rp
10.000.000.000,HP sebesar Rp 10.000.000.000,- itu dibagi antara ceding co. dan reasuradur
sebagai berikut:
- own retention ceding co. Rp 4.000.000.000,- (atau 40% of 100%)
- reasuradur Rp 6.000.000.000,- (atau 60% of 100%)
Dengan pembagian HP seperti contoh di atas, maka premi dan klaim juga akan
dibagi sesuai dengan proporsi ceding co. dan reasuradur dalam harga
pertanggungan tersebut, yakni 40% (own retention ceding co) dan 60%
(reasuradur). Bentuk reasuransi proporsional biasanya digunakan dalam
reasuransi yang ditempatkan secara facultative, treaty (quota share dan surplus)
dan facultative obligatory.
b. Reasuransi non-proporsional
Ciri-cirinya:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Yang diasuransikan adalah kerugian (mengatur pembagian losses antara


Ceding Company dengan Reinsurer)
- Besarnya klaim harus melampaui underlying retention (Excess Point)
- Perjanjian dilaksanakan untuk jangka waktu tertentu (fixed period: 12 bulan)
- Dasar yang dipakai : loss occuring basis yaitu jaminan yang diberikan oleh
reinsurer adalah kerugian-kerugian yang terjadi pada jangka waktu
pertanggungan
- Kondisi perjanjian tidak perlu mengikuti kondisi aslinya, asal dijamin dalam
polis
- Walaupun reinsurer sudah menerima premi tetapi belum tentu terlibat dalam
claim
Dalam hal terjadi suatu kerugian yang melibatkan reasuradur dalam reasuransi
non-proporsional, ceding co. dan reasuradur tidak membagi kerugian itu di antara
mereka berdasarkan proporsi atau perbandingan yang tetap. Bagian dari klaim
yang menjadi liability ceding co. itu tidak harus melibatkan reasuradur karena
ceding co meng-underwrite retensinya sebagai suatu bentuk first loss insurance,
yakni bahwa ceding co. akan menanggung setiap kerugian sampai suatu jumlah
tertentu yang telah ditetapkannya dan reasuradur hanya akan terlibat dalam
jumlah di atas jumlah tertentu tersebut.
Bentuk-bentuk utama reasuransi non-proporsional biasanya digunakan dalam
Excess of loss Reinsurance Treaty.
6. Jenis-jenis reasuransi treaty
Berdasarkan bentuknya, reasuransi treaty digolongkan dalam 2 (dua) kategori, yakni:
a. Reasuransi treaty proporsional, yang meliputi:
(1) Surplus Reinsurance Treaty
(2) Quota Share Reinsurance Treaty
b. Reasuransi treaty non-proporsional, yang meliputi:
(1) Catastrophe excess of loss reinsurance treaty
(2) Risk excess of loss reinsurance treaty
(3) Stop loss reinsurance treaty
(4) Aggregate excess of loss reinsurance treaty
(1) Surplus Treaty
Suatu perjanjian antara penanggung dengan penanggung ulang (reinsurer) di
mana penanggung setuju untuk mensesikan dan reinsurer setuju untuk menerima
jumlah yang melebihi retensi penanggung sampai limit treaty.
Limit atau kapasitas treaty dinyatakan dalam lines, di mana 1 line = retensi
ceding company untuk any one risk. Jadi treaty 10 lines akan menyediakan
kapasitas total ceding 11x net retensinya.
Untuk mencegah terjadinya kecendrungan ceding co. menggunakan surplus treaty
untuk mensesikan sebesar-besarnya resiko-resiko jelek, maka biasanya
diberlakukan retensi minimum di samping retensi maksimum
Untuk meningkatkan kapasitas, ada additional surplus treaty yang dinamakan
second atau third surplus contracts
Contoh;

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Retensi ceding = 20.000


5 (lima) line surplus = 20.000 x 5 = 100.000
Dengan demikian kapasitas akseptasi ceding = 20.000 x 6 = 120.000
Reasuransi setuju membayar 5/6 setiap klaim yang terjadi, sehingga bila ada
klaim 54.000:
Ceding = 1/6 x 54.000 = 9000
Reasuransi = 5/6 x 54.000 = 45000
Manfaat surplus treaty antara lain:
- meningkatkan akseptasi
- balance of portfolio bisnis sehingga tercapai the law of the large number
Kelemahan surplus treaty antara lain:
- perusahan asuransi terikat untuk mensesikan bisnis yang melebihi O/R kepada
reasuradur (komisi dan cara pembayaran sudah ditetapkan) sehingga bila
bisnis sedang baik, perusahaan asuransi harus berbagi keuntungan dengan
reasuradur.
- Harus membuat laporan secara berkala
(2) Quota share treaty
Merupakan kontrak reasuransi di mana ceding co. dan reasuransi menentukan
bagian yang fixed untuk tiap resiko yang terjadi di ceding co.
Contoh:
Bagian yang ditetapkan 50%
SI = 100.000, premi = 10.000, loss = 5000
Retensi ceding = 50.000
Reasuradur = 50.000
Premi ceding co. = 5.000
Premi reasuradur = 5.000
Liability ceding atas loss = 25.000
Liability reasuradur atas loss = 25.000
Alasan menggunakan quota share:
1. untuk perusahaan asuransi baru, di mana pengalaman underwriting masih
kurang dan dari segi finansial relatif lemah
2. surplus treaty menunjukkan hasil yang jelek
3. lebih ekonomis
Keuntungan quota share:
1. karena proporsi saham own retention ceding co. dan reasuradur sudah tetap
dan limit sudah jelas, maka cara kerja quota share sangat sederhana dan tidak
memerlukan pekerjaan administrasi yang banyak
2. memberikan proteksi otomatis, sekalipun untuk resiko yang buruk
3. komisi quota share untuk ceding. co umumnya lebih tinggi dibandingkan
reasuransi treaty lainnya

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Kelemahan quota share:


Bila market sedang menguntungkan, keuntungan harus dialokasikan kepada
reasuradur dengan prosentase yang telah ditetapkan dan keadaan seperti itu dapat
membuat kemampuan dan modal ceding co. kurang cepat berkembang.
(3) Excess of Loss reinsurance treaty
Dalam excess of loss, reasuradur akan terlibat dalam suatu kerugian apabila
kerugian itu melebihi jumlah kerugian yang menjadi net retention ceding co. dan
reasuradur akan membayar jumlah kelebihan (excess) di atas jumlah kerugian
yang menjadi net retention ceding co.
Contoh:
Perusahaan asuransi ABC memiliki excess of loss reinsurance treaty dengan
cover limit Rp 400.000.000,- each and every loss, each and every risk, excess of
Rp 600.000.000,- each and every loss, each and every risk.
- Kerugian I Rp 300.000.000,Liability ceding co. Rp 300.000.000,Reasuradur bebas dari klaim karena batas net retention ceding co. yang
ditetapkan sebesar Rp 400.000.000,- tidak terlampaui.
- Kerugian II Rp 400.000.000,Liability ceding co. Rp 400.000.000,Reasuradur bebas dari klaim karena jumlah kerugian belum melampaui batas
net retention ceding co yang sebesar Rp 400.000.000,- Kerugian III Rp 500.000.000,Liability ceding co. Rp 400.000.000,- (net retention)
Liability reasuradur Rp 100.000.000,- Kerugian IV Rp 1.200.000.000,Liability ceding co. Rp 400.000.000,- (net retention)
Liability reasuradur Rp 600.000.000,- (cover limit treaty)
Sisa Rp 200.000.000,- kembali kepada ceding co. menambah net retentionnya.
Jika ceding co telah membeli cover tambahan dalam bentuk risk excess of loss
treaty dengan cover limit, misalnya Rp 1.000.000.000,- excess of Rp
1.000.000.000,- maka ceding co. dapat mengklaim sisa sebesar Rp
200.000.000,- tersebut dari reasuradur risk excess of loss treaty tambahan ini.
Proteksi risk excess of loss treaty biasanya diatur dalam lapis-lapis (layers) guna
proteksi reasuransi yang lebih besar dan sekaligus memperkecil premi
reasuransinya. Sistim layering memungkinkan ceding co. menekan premi
reasuransi treaty seperti itu karena semakin tinggi jarak suatu layer dari layar
pertama, semakin kecil kemungkinan bagi layer yang lebih tinggi itu untuk
terkena klaim, dan premi reasuransi untuk layer yang lebih tinggi itu akan lebih
kecil dibanding dengan premi reasuransi untuk layer di bawahnya.
(4) Catastrophe excess of loss reinsurance treaty (Event excess of loss reinsurance)
Proteksi reasuransi excess of loss dapat pula diberikan atas setiap kerugian atau
seri kerugian-kerugian yang timbul dari satu peristiwa atau kejadian (each and
every loss or series of losses arising out of one event or occurrence).

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 5. basic principles of insurance II

Excess point atau net retention ceding co. dalam catastrophe excess of loss treaty
biasanya ditetapkan lebih tinggi dari excess point atau net retention ceding
company dalam risk excess of loss treaty, akan tetapi cara bekerjanya sama
dengan working excess of loss treaty.
Catastrophe excess of loss treaty melindungi stabilitas keuangan ceding co. dalam
hal terjadi satu peristiwa (one single event) yang membawa kerugian yang luar
biasa (catastrophic losses) atas lebih dari satu resiko sehingga ceding co. akan
menanggung kerugian own retention secara terakumulasi dalam setiap resiko itu
tanpa adanya catastrophe excess of loss treaty, atau seandainya ceding co. hanya
memiliki risk excess of loss treaty.
Kerugian-kerugian katastropik dapat terjadi dalam peristiwa-peristiwa seperti
banjir besar yang melanda suatu daerah tertentu, atau gempa bumi yang
memusnahkan banyak harta benda di suatu atau pada beberapa daerah.
(5)

Stop Loss (Excess of Loss Ratio)


Cara kerja Stop Loss Treaty sama dengan excess of loss treaty. Perbedaannya
adalah excess of loss treaty terletak pada dasar penetapan tanggung jawab
(liability) ceding co. dan reasuradur.
Perbedaan dalam penetapan liability antara excess of loss treaty dengan stop loss
Excess of loss
Stop Loss
Penetapan liability ceding co. dan reasuradur Penetapan liability ceding co dan
dilihat dari apakah jumlah kerugian yang reasuradur dilihat dari apakah ratio
terjadi telah melampaui suatu jangka/jumlah kerugian terhadap premi (loss
tertentu yang telah ditetapkan oleh ceding co. ratio) dalam suatu periode tertentu,
sebagai net retentionnya
biasanya 12 bulan. Reasuradur
baru akan terlibat dalam klaim
apabila loss ratio dari ceding co
telah melebihi loss ratio yang telah
ditetapkan sebelumnya
Contoh:
Perusahaan asuransi XYZ memiliki Stop Loss Treaty dengan cover 90% (10%
menjadi tanggungan ceding co sendiri) dari kelebihan loss ratio di atas 70%
hingga 100%. Pendapatan premi own retention ceding co ini selama periode treaty
tersebut, misalnya Rp 100.000.000,- dan klaim-klaim yang menjadi tanggungan
own retention ceding co. dalam periode yang sama, misalnya Rp
120.000.000.000,- (atau loss ratio 120%)
Pembagian tanggungan masing-masing pihak dalam klaim Rp 120.000.000.000,tersebut adalah sebagai berikut:

Rp
70
milyar
(70%x100.000.000)
Rp
30
milyar
(30%x100.000.000)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

70%
30%
20%
120

Tanggungan ceding co. Tanggungan


reasuradur
Rp 70 milyar
Rp
3 milyar
Rp
27
(10%)
milyar
Rp 20 milyar
(90%)

Chapter 5. basic principles of insurance II

Rp 20 milyar

Rp 120 milyar

Rp
27
milyar
Hasil pertanggungan di atas menunjukkan bahwa fasilitas Stop Loss Treaty ini
dapat memperkecil atau menekan loss ratio dari klaim-klaim own retention ceding
company dari semula 120% menjadi hanya 93%.
(6) Aggregate Excess of Loss
Dalam hal treaty Aggregate Excess of Loss, ceding co menentukan berapa besar
jumlah bersih yang akan ditahannya sendiri (net retention) jumlah total semua
kerugian-kerugian dari suatu tahun penutupan (underwriting year) tertentu:
bilamana jumlah total (aggregate) semua kerugian-kerugian dari underwriting
year tersebut telah melebihi net retention yang telah ditetapkan oleh ceding
company tersebut, reasuradur akan bertanggung jawab atas kelebihan total
(aggregate) semua kerugian-kerugian itu hingga suatu jumlah yang telah
ditetapkan dalam treaty tersebut sebagai cover limit (batas tanggung jawab) dari
reasuradur.
Contoh:
Perusahaan asuransi PQR memiliki aggregate excess of loss treaty untuk
kerugian-kerugian yang terjadi dalam periode 12 bulan dari 1 Januari 1995
dengan cover Rp 5.000.000.000,- (total atau aggregate) dari semua kerugiankerugian yang dialami underwriting year 1995 di atas (excess of) Rp
1.000.000.000,- (total atau aggregate) dari semua kerugian yang dialami
underwriting year 1995.
Setelah periode treaty tersebut berakhir dan semua kerugian-kerugian dari
underwriting year 1995 dijumlahkan, ternyata total atau aggregate dari semua
kerugian-kerugian dari underwriting year 1995 ini adalah Rp 7.000.000.000,-.
Dengan demikian pembagian liability adalah:
Net retention ceding company Rp
1.000.000.000,Reasuradur aggregate excess of loss treaty Rp
5.000.000.000,Sisa (menjadi tambahan atas net retention ceding company) Rp
1.000.000.000,Catatan :
Jika ceding company telah membeli cover tambahan, jumlah sisa Rp
1.000.000.000,- tersebut di atas akan menjadi liability dari reasuradur yang
memberikan cover tambahan itu

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

CHAPTER 6. PROPERTY INSURANCE I


A. SUM INSURED
DEFINISI:
A. MAKSIMUM LIABILITY PENANGGUNG
B. DASAR/FAKTOR PERHITUNGAN PREMI
Sum Insured bukan nilai di mana penanggung berjanji membayar pada saat terjadi
kerugian, kecuali :
1. Dalam hal terjadi agreed value policies
2. Life atau PA insurance
Terdapat beberapa kesulitan dalam penetapan SI:
1. kerugian dapat terjadi pada hari keberapapun dalam periode asuransi
Masalah : penetuan tingkat inflasi
2 pemulihan membutuhkan tenggang waktu, sedangkan selama tenggang waktu
tersebut bisa terjadi inflasi
3 perbedaan tingkat bunga
Market value bisa berbeda dengan replacement value
4 nilai tertinggi rebuild after fire damage
5 prestige building, biasanya memasukkan value of site
6 estimasi ROD bila ada perubahan gedung atau ketentuan keselamatan
7 dalam kasus total loss pada sprinkler leakage policies
Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kesulitan dalam penetapan SI:
1 Reinstatement
2 Escalator clause
3 Index Linking
4 Valuation Linked Schemes
Tetapi sebenarnya cara-cara tersebut tidak menjamin / menghapus kesulitan
penetapan SI
SI DALAM PROPERTY INSURANCE
Definisi SI dalam Property Insurance
A Maximum liability penanggung
B Dasar penetapan premi
Premi = Rate X SI
SI harus full value pada saat
A Dimulai pertanggungan
B Selama periode pertanggungan
Apabila SI lebih kecil daripada full value maka akan terjadi under insurance,
sehingga premi menjadi tidak seimbang dan mengganggu profit margin
Bila terjadi loss
- SI menurun karena pembayaran klaim

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

- Bila SI dipulihkan menjadi normal, maka polis harus diendors dan dikenakan
premi tambahan
Kecuali pada polis deklarasi atau industrial property for building and contents
karena pada pada polis ini reinstatement harga pertanggungan bersifat otomatis.
Property insurance merupakan polis tahunan. SI saat renewal belum tentu sama
dengan SI periode pertanggungan sebelumnya karena:
- inflasi
- government policies
- penggantian barang tua dengan yang baru
- penggantian barang murah dengan yang mahal
- kenaikan harga pasar
Dalam penetapan SI, tertanggung harus memperhatikan:
A Perubahan-perubahan nilai harta bendanya
B Pajak pertambahan nilai = Value Added tax (VAT). Ini tergantung dari posisi
tertanggung dalam sistem pembayaran pajak.
SI = Full value + VAT untuk private person, bisnis tertentu, profesi tertentu
SI = Full value exc Tax untuk bisnis dan profesi selain kelompok A yang dapat
restitusi pajak
B

No
1.

Perhitungan nilai Pertanggungan


Subject matter of insurance harus dinilai berdasarkan
Nilai murni
A Di saat terjadinya kerugian
B Di tempat terjadinya kerugian
Nilai murni berarti nilai yang nyata/murni, tidak ada tambahan untuk nilai
sentimentil dan nilai hilangnya profit yang sifatnya prospektif atau kerugian yang
sifatnya spekulatif.
Aplikasi nilai pertanggungan ini akan bervariasi tergantung jenis asuransinya.
Secara umum untuk dasarnya
- Building berdasarkan biaya pemulihan
- Other property berdasarkan market value
Objek
Building

Kondisi
Normal

Perhitungan nilai
Cost of repair Or
Cost of reinstatement

Kerusakan biasa

Builders estimation (Estimasi


kontraktor)

Kerusakan parah

Architects bill of quantities


(perincian atas jumlah dan
ukuran dari pekerjaan yang
dilakukan). Bill ini akan
diserahkan untuk tender dari

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

kontraktor
dan
diajukan
kepada
loss
adjuster
penanggung untuk ditentukan
nilainya/harganya.
Betterment

Penambahan
improvement
rebulding

atau Menjadi faktor pengurang


selama

Bila
struktur
original Tertanggung ikut menanggung
memburuk sehingga rebuild biaya
memberikan New for Old
Commercial building

Mempercepat repair

Mansion
Rumah tinggal tua

Gedung tua:
Minimum 50 tahun
Design lama
Struktur
bangunan
tidak mungkin seperti
semula

Biaya lembur = beban LOP


(Consequential Loss)
Market value rumah sejenis
Atau
Market value rumah dengan
lingkungan yang sesuai dengan
kondisi sekarang

Bukan farm building


Bukan historical building
Bukan bangunan yang tidak
dapat diganti

Harga beli bangunan yang


sejenis + ROD (bila dijamin)
atau
Biaya membangun gedung
baru dengan fasilitas sebanding
+ Professional Fees + ROD +
Local Authority' Requirement
Tertanggung
harus
menyerahkan
pernyataan
tertulis
Bila terjadi substantial loss,
tertanggung akan mengganti
bangunan yang rusak dengan
bangungan yang berkonstruksi,
tipe dan jenis yang modern
atau membeli bangunan lain
Kedua alternatif tsb masingmasing
harus
dapat
menyediakan
fasilitas
sebanding pada harga yang
lebih rendah drpd membangun

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

kembali seperti bentuk aslinya.


Penanggung
membuat
konfirmasi letter of intent
3

Mesin

Bisa diperbaiki

Biaya perbaikan ke kondisi


sebelumnya

Kerusakan parah

Biaya penggantian dengan


mesin bekas : tipe, usia ,
kapasitas dan kondisi sama
Bila tidak mungkin, beli mesin
baru betterment atau
New for old depreciation

Computer & computer Computer


records

Computer records

Biaya perbaikan atau biaya


penggantian komputer dan
peralatan lainnya dengan harga
sekarang
Biaya: ROD + Proteksi selama
perbaikan atas bagian yang
tidak rusak
Biasanya dijamin pada all
other contents di polis
kebakaran
Nilai materi + biaya tenaga
kerja + waktu untuk reproduksi
data tsb
Tidak termasuk :
Biaya produksi informasi yang
akan didata
Nilai data bagi tertanggung
Intangible loss + Cost of
collecting data
LOP

Retailers stock

Barang
yang
sudah Harga beli yang dibayar
diproduksi tapi belum terjual tertanggung discount
pada saat terjadi kerugian
depresiasi
Barang yang masih diproses

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Bila harga beli pada saat


replacement lebih besar karena
inflasi, unsur ini harus
diperhitungkan tapi maksimum

Chapter 6. Property Insurance I

sama dengan SI
Manufacturers stock

Stock yang sudah dijual tapi Biaya produksi termasuk biaya


belum diserahkan
bahan baku, tenaga kerja,
overheads, biaya administrasi
profit = lebih kecil daripada
market value
Biaya bahan baku yang sudah
terpakai + biaya produksi
sampai
saat
terjadinya
kerugian

Contract price clause

Hasil panen

Growing crops

Contract price

Corn in stacks

Harga di pasar terdekat biaya


pemangkasan/pemotongan +
treshing + transport

Hay + Straw in stacks

Tidak termasuk treshing

Hay + Straw dipelihara untuk Harga


pasar
di
keperluan pertanian saja
pertanian tersebut

daerah

Biaya penggantian di daerah


pertanian tsb

Peralatan pertanian

Live stock

Harga pada saat terjadinya


kerugian atau
Biaya penggantian W/T
Group indeminty

Engineering boiler

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Harga pasar di tempat dan


pada saat terjadinya kerugian
Harus ada sertifikat dari dokter
bedah
hewan
yang
menyebutkan sebab cedera
atau mati dan nilai hewan
tersebut
Harga boilker + pemasangan +
biaya kemungkinan kerugian
pada harta benda di sekitarnya
baik milik T maupun orang

Chapter 6. Property Insurance I

lain
Termasuk
TPL
(injury)
terhadap bukan karyawan T
Digunakan terhadap mesinmesin yang penggunaanya
berhubungan satu sama lain
pada satu situasi
e.g. Kompresor + mesin
penggerak, boiler plant
2 atau 3 mesin pada satu lokasi
ditutup dengan 1 nilai.
Premi kena potongan
Barang dagangan pada
umumnya

Harga pasar seketika setelah


terjadinya kebakaran

Kapas

Harga pasar kapas sejenis


seketika setelah kebakaran
Bila pembayaran gantirugi
lebih dari 10 hari setelah
kebakaran, plus interest

Tembakau

Biaya produksi sampai dengan


pengiriman ke gudang + biayabiaya, interest, apresiasi nilai
dan biaya tambahan untuk
penggantian,
Masksimum
=
bila
penggantian dilakukan dalam
waktu
30
hari
setelah
kebakaran
atau
mulai
terjadinya kerugian/kerusakan
disebabkan oleh insured peril
lainnya

C. REINSTATEMENT
Dalam arti luas reinstatement berarti perbaikan harta benda yang diasuransikan ke
keadaan seketika sebelum terjadinya kebakaran.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Dalam hal total loss dilakukan dengan membangun kembali bangunan atau mengganti
benda dengan benda yang sama.
Bila ada partial loss reinstatement dilakukan dengan melaksanakan perbaikan
Reinstatement dapat terjadi dalam situasi berikut ini:
a. dilakukan oleh penanggung berdasarkan polis
b. dilakukan oleh penanggung berdasarkan undang-undang
c. dilakukan oleh tertanggung berdasarkan undang-undang atau kontrak
a. Reinstatement oleh penanggung berdasarkan polis
Reinstatement = pilihan penanggung yang tidak dapat ditolak oleh T berdasarkan
operative clause dalam polis. T tidak dapat menolak menerima pembayaran uang
dan meminta reinstatement dan juga tidak dapat menolak reinstatement bila
penanggung memilih untuk melakukan reinstatement.
Penanggung harus menentukan pilihan dalam waktu yang wajar dan keputusan
harus diambil sebelum ada perjanjian pemberian ganti rugi dengan cara lain.
Keputusan reinstatement harus dengan jelas diberitahukan kepada T.
Konsekuensi reinstatement bagi penanggung:
- reinstatement harus dilakukan secara adekuat
- bila mengenai bangunan, secara umum bangunan itu harus dalam kondisi
sama seperti kondisi sebelumnya.
Bila hasilnya lebih jelek, penanggung liable.
- bila kewajiban ini tidak terpenuhi, penanggung liable atas kerugian akibat
kegagalan ini
- bila hasilnya lebih baik, penanggung tidak dapat memaksa tertanggung
menanggung sebagian beban, kecuali ada perjanjian sebelumnya
- dalam hal underinsurance, average tidak berlaku
- dengan dipilihnya reinstatement, penanggung tidak dapat membatalkannya
bila kemudian biayanya lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya
- selama pelaksanaan reinstatement, penanggung menjadi penanggung atas
harta benda tersebut
- penanggung liable atas cara pelaksanaan reinstatement
- reinstatement harus diselesaikan dalam waktu yang wajar
Reinstatement dipilih oleh penanggung dalam hal:
- sulit mencapai kata sepakat dengan tertanggung dalam hal pembayaran klaim
sehingga penanggung dapat melakukan reinstatement bila biayanya lebih kecil
drpd ganti rugi yang diminta tertanggung
- ada kecurigaan tentang sebab kebakaran atau jumlah ganti rugi yang dituntut,
tetapi tidak ada bukti
- tertanggung sulit dihadapi
- ada 2 atau lebih penanggung atas subject matter of insurance yang sama,
solusi untuk conflict of interest hanya dengan melakukan joint reinstatement

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

untuk benda-benda berharga atau perhiasan, dengan reinstatement


penanggung dapat melakukan pembelian langsung atas benda-benda tsb
dengan discount

b. Reinstatement oleh penanggung berdasarkan undang-undang


The Fires Prevention (Metropolis) Act 1774 berlaku hanya untuk rumah tinggal
dan bangunan.
Penanggung diharuskan mengeluarkan uang asuransi dalam hal membangun
kembali, pemulihan atau memperbaiki bangunan tersebut dalam situasi berikut:
a. bila ada alasan yang dapat dipercaya bahwa tertanggung atau seseorang yang
bertindak atas namanya, atau kolusi, menyebabkan kebakaran pada harta
benda dengan tujuan mendapatkan uang asuransi.
b. Diharuskan oleh orang yang punya kepentingan atas smoi, seperti
Pemilik atau pembeli
Penyewa atau pemberi sewa
Pemberi hipotik atau penerima hipotik
Yang harus diperhatikan adalah
i hak untuk reinstatement belum timbul sebelum permohonan untuk
reinstatement diajukan kepada penanggung. Orang yang mengajukan
permintaan harus mempunyai hubungan dengan harta benda dan mempunyai
hak atas manfaat berdasarkan undang-undang
ii permohonan harus dibuat sebelum pembayaran klaim. Jika penanggung tidak
dapat menyetujui permintaan, maka pemohon dapat meminta kepada
pengadilan untuk menahan pembayaran dari P kepada T
iii penanggung tidak berkewajiban menggunakan uang pembayaran klaim untuk
reinstatement jika ada jaminan yang memuaskan dari claimant bahwa dalam
waktu 60 hari setelah perubahan kerugian akan dilakukan reinstatement
iv penanggung tidak dapat dipaksa untuk mengeluarkan uang reinstatement lebih
dari jumlah asuransi
v tertanggung berhak mempertahankan klaim menurut polis
Tujuan utama dari undang-undang ini adalah untuk mencegah pihak T yang tidak
bertanggung jawab dan dicurigai melakukan pembakaran dengan sengaja atau
penipuan untuk memperoleh uang asuransi yang seharusnya diterimakan pihak
lain yang lebih berhak. Tujuan lainnya agar pihak lain lepas dari kekhawatiran
bahwa tertanggung tidak akan menggunakan uang asuransi untuk reinstatement.
c

Reinstatement oleh tertanggung berdasarkan kontrak atau UU


The 1774 Act tidak memaksa penanggung melakukan reinstatement. Normalnya
penanggung membayar tunai kepada tertanggung dan penanggung tidak
mempunyai kepentingan apakah tertanggung melakukan reinstatement atau tidak.
Tertanggung dapat dipaksa melakukan reinstatement bila
a. tertanggung setuju dalam kontrak untuk melakukan reinstatement
b. bila reinstatement dijatuhkan kepada tertanggung dalam UU

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

1. di dalam trust/settlement
penyelesaian uang asuransi yang menunjuk trust atau settlement maka
reinstatement dilakukan oleh trustee dengan Trustee Act 1925
2. di dalam morgaged
jika uang asuransi diajukan oleh mortgagor dalam rangka hipotik, maka
pihak mortgagor harus membelanjakan uang asuransi untuk keperluan
reinstatement, jika mortgagee menghendakinya
d Reinstatement memorandum
merupakan perluasan polis yang diminta tertanggung di mana dalam situasi
tertentu, penanggung akan menanggung sepenuhnya biaya reinstatement tanpa
ada pengurangan wear and tear
Reinstatement memorandum digunakan untuk asuransi bangunan, mesin dan
property lain selain stock.
Indemnity adalah cost of reinstatement kepada kondisi yang setara waktu masih
baru, tetapi tidak lebih baik, pada tempat yang sama ataupun berbeda dan hal-hal
wajar yang diminta tertanggung selama tidak melebihi lliability penanggung
Batasan-batasan dalam reinstatement memorandum:
1. biaya reinstatement seharusnya dibebankan bila benefit dari perluasan akan
didapat. Ini tidak berarti bahwa biaya reinstatement seharusnya dibayar. Bila
tertanggung memberikan perintah yang harus dilaksanakan untuk penggantian
mesin, penanggung biasanya menerima sebagian incurred cost subject to (2)
2. reisntatement harus dilakukan segera dalam jangka waktu yang wajar
3. bila hanya terjadi partial loss, max liability penanggung adalah estimated cost
of reinstatement bila terjadi total loss
4. average diperhitungkan bila SI lebih kecil daripada 85% full reinstatement
value saat reinstatement
e

Reinstatement dan Inflasi


Bila bangunan atau mesin diasuransikan atas dasar indemnity, yaitu tanpa ada
ketentuan reinstatement memorandum, maka untuk inflasi dapat dilakukan
dengan memilih angka untuk HP yang akan terbukti memadai, bahkan bila
kebakaran terjadi pada hari terakhir polis.
Bahkan bila rate of inflation meningkat selama tahun polis, adjusment dapat
dilakukan dan HP dapat diperbaiki pada masing-masing tanggal renewal dengan
mengingat estimasi inflation rate untuk 12 bln berikut.
Tetapi bila asuransi atas dasar reinstatement, maka perlu membuat ketentuan
pada HP untuk inflation rate yang akan datang, tidak hanya selama polis berlaku
tetapi juga sepanjang periode pembangunan (yang mungkin 2 tahun atau lebih).
Untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah merubah reinstatement memorandum
di mana average berlaku hanya bila HP kurang dari 85% dari nilai reinstatement
penuh dari harta benda yang diasuransikan pada saat reinstatement.
Tiga schemes yang diajukan untuk mengatasi inflasi adalah:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

1. VLS (Valuation Linked Scheme)


HP tunggal : base value
Inflation provision
Base value adalah HP reinstatement pada saat penerbitan asuransi
Inflation provision adalah jumlah yang menggambarkan kenaikan biaya
penggantian yang berasal dari inflasi yang diantisipasi dari tanggal berlakunya
polis sampai dengan tanggal selesainya reinstatement. Jadi disini perhitungan
inflation provision adalah selama masa pertanggungan + masa reinstatement.
Polis tunduk pada full average (100%) dan karena sifat inflasi yang tidak
pasti, 30% diskon diperbolehkan dari premi
Misal, bila tertanggung mempertimbangkan bahwa reinstatement memakan
waktu 2 tahun, tertanggung harus menyedikan anticipated inflation selama 3
tahun dari mulainya polis. Ini karena kebakaran mungkin terjadi pada setiap
saat hingga berakhirnya tahun polis.
Bila tertanggung mengganti inflation rate 20% selama tahun polis dan
inflation rate 30% dan 15% masing-masing selama 2 tahun, HP tertanggung
dengan base value Rp 100.000 dapat dihitung sbb:
Base value
Rp 100.000
Inflation provision untuk tahun polis 20% of Rp 100.000 = Rp 20.000
Inflation provision untuk tahun yang akan datang 30%x(Rp 100.000+Rp
20.000)
= Rp 36.000
Inflation provision untuk tahun yang akan datang 15%x(Rp 100.000+Rp
20.000+ Rp36.000)
= Rp 23.400
Total inflation provision
= Rp 79.400
HP menurut VLS adalah Rp 179.400
Scheme ini berlaku untuk bangunana dan atau contents (kecuali stock). Full
average berlaku atas dasar biaya reinstatement pada saat reinstatement.
2. APP (The Adjustable Premium Policy)
Dilakukan untuk mendorong tertanggung memberlakukan HP yang memadai
dengan menggunakan rating discount khusus dan pengembalian premi dalam
hal over estimate. Jadi disini HP yang dihitung dengan VLS diadjusted dengan
menggunakan tenaga profesional untuk valuasi yang dapat dipercaya.
Pada masing-masing renewal tertanggung harus memberikan sertifikat dai
orang yang dimaksud dengan mengemukakan revisi base value untuk tahun
yang akan datang dan revisi inflation rates yang akan diambil.
Bila premi yang dibayar untuk penutupan tahun sebelumnya terbukti lebih
besar maka dilakukan pengembalian premi dengan ketentuan tunduk pada
batasan 50% dari premi yang dibayar.
3. NRVS (The National Reinstatement Value Scheme)
HP : Declared Value
- Biaya reinstatement pada awal penutupan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

- Allowance
Inflation amount
Declared value adalah the insureds assessment of the notional reinstatement
value (yaitu biaya reinstatement harta benda sehubungan dengan reinstatement
memorandum, tetapi pada tingkat biaya-biaya berlaku pada mulainya periode
asuransi) bersama-sama dengan allowance untuk:
a. biaya tambahan reinstatement untuk memenuhi public authorities
requirements
b. professional fees
c. biaya ROD
The inflation amount adalah jumlah yang dipilih tertanggung untuk
memperlengkapi pengaruh inflasi selama periode asuransi dan periode
reinstatement following loss or damage.
Declared value dari masing-masing item tunduk pada national reinstatement
value condition dengan menggunakan normal rate persen ditambah dengan
loading yang dinyatakan.. Hasil preminya adalah provisional dimana premi
tsb dapat disesuaikan pada akhir masing-masing periode asuransi (sesuai
dengan formula NRV memorandum).
4. Day one basis of reinstatement cover
HP : Declared value
- Biaya reinstatement pada awal berlakunya polis
- Additional Cost
public authority
prof fees
ROD
Inflation amount of declared value
Tambahan inflation rate tidak boleh melebihi 50% dari declared value.
Average berlaku hanya untuk declared value
Metode:
A Non adjustable basis
Declared value normal terms caded by 15%
B Adjustable
Premi sementara dihitung dengan menggunakan declared value normal
terms caded by 7,5%
Pada akhior periode asuransi premi sementara disesuaikan dengan 50%
dari perbedaan premi sementara yang dibayar pada awal asuransi dengan
premi sementara periode berikutnya.
D. AVERAGE CONDITIONS
Average conditions umumnya digunakan untuk fire and special perils insurance.
Kondisi ini diberlakukan untuk mengatasi under insurance di mana max. liability
penanggung adalah sebesar proporsinya dari VAR atas loss yang terjadi.
Rumus dasar Average =
SI
X Loss

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Value at Risk
Average hanya berlaku bila polis menyatakan dengan tegas bahwa SI tunduk
pada ketentuan average.
Dengan average, tertanggung harus menanggung sendiri bagian dari loss yang
tidak diasuransikan
Ada 3 macam average conditions:
1.
Pro rata condition of average
2.
Special conditon of average
3.
The two condition of average
1

Pro rata condition of average


Pro rata condition of average digunakan untuk semua asuransi kebakaran,
kecuali:
1 penutupan dengan first loss basis
2 penutupan gedung selama erection
3 penutupan dengan two condition of average
4 penutupan hasil pertanian yang tunduk pada special condition of
average
Contoh Pro rata average
Sum Insured
Rp 100 juta
Full value at the time of loss
Rp 200 juta
Cost of repairs
Rp 0.8 juta
Ganti rugi = Sum Insured at the time of loss X Cost of Repair
Full value at the time of loss
= Rp 100 juta X Rp 0.8 juta = Rp 0.4 juta
Rp 200 juta

Special condition of Average


Special condition of average berlaku untuk agriculture product
Bila SI lebih kecil daripada 75% value, berlaku prorata average
Bila SI 75% atau lebih dari value, pro rata average tidak berlaku

Two Condition of Average


Digunakan bila ada 2 polis, di mana 1 polis mencantumkan pro rata
average, dan polis lain dengan two condition of average dan keduanya
mencantumkan contribution clause
Bila terjadi loss, maka polis yang lebih spesifik harus membayar ganti rugi
terlebih dahulu, sisanya baru ditutup oleh polis yang tunduk pada two
conditions of average

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Contoh :

Polis 1 menutup gudang X


Polis 2 menutup gudang X dan Y
Polis 1 lebih spesifik
Independent range terjadi bila misalnya:
Polis 1 menutup gudang X dan Y
Polis 2 menutup gudang Y dan Z
Tidak ada polis yang lebih spesifik sehingga masingmasing polis akan memberi ganti rugi sendiri-sendiri
seolah-olah tidak ada polis lain yang menjamin
E. AGREED VALUE
Valued policies adalah polis yang menutup harta benda di mana bila terjadi total
loss disebabkan oleh bahaya yang dipertanggungkan, penanggung akan
membayar sebesar harga pertanggungan yang telah disetujui sebelumnya antara
tertanggung dan penanggung pada saat dimulainya pertanggungan
Bila terjadi kerugian, tertanggung tidak perlu membuktikan besarnya kerugian. Ia
hanya perlu membuktikan bahwa benar telah terjadi kerugian. Value insured
adalah kepentingan T (Feise v Aguillar).
Agreed Value tidak memperhitungkan adanya depresiasi atau apresiasi.
Agreed value tidak bertentangan dengan prinsip indemnitas sepanjang penilaian
dilakukan dengan itikad baik di mana penilaian dilakukan oleh penilai profesional
yang disetujui penanggung.
Polis dapat dibatalkan bila
- penilaian berlebihan (Lewis vs Rucker)
- ada tendensi wagering contract
Ganti rugi bila terjadi
- Total loss adalah sebesar HP
- Partial loss adalah sebesar actual loss dengan limit SI
Agreed value digunakan dalam penutupan benda-benda seni, perhiasan, barang
antik
Pada household insurance, umumnya general contents tidak ditutup dengan
agreed value karena
- bertentangan dengan prinsip indemnitas (tidak perhitungkan depresiasi)
- alat rumah tangga umumnya mempunyai batas pemakaian dan dikonsumsi
secara ekonomis
Beberapa barang nilainya dipengaruhi oleh inflasi, oleh karena itu Invention and
Valuation Clause digunakan. Isinya antara lain:
- Nilai tiap barang dipadankan dengan nilai pada saat dilakukan penilaian
- Sebenarnya polis ini bukan valued policy karena dibuat untuk mengatasi
apresiasi atau depresiasi

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Inventory dan penilaiannya harus dilakukan oleh penilai profesional dan copy
laporannya disimpan penanggung

New for old policy:


- Bila terjadi total loss, ganti rugi adalah biaya penggantian barang dengan yang
baru asalkan barang tsb sama dan tidak lebih baik dari barang asalnya ketika
masih baru.
- Pengecualian untuk household linen dan wearing apparel
- SI harus dipertahankan selama jangka waktu pertanggungan
Alasan penerapan Agreed Value pada Property Insurance:
Dalam praktek property insurance, prinsip indemnity hanya dapat berlaku secara
ketat untuk barang-barang yang nilainya dapat ditentukan secara akurat.
Untuk barang-barang tertentu seperti barang antik, barang seni dan perhiasan,
nilainya sulit dinyatakan secara akurat dan kalaupun bisa, diperlukan bantuan ahli.
Oleh karenanya untuk barang-barang demikian, agreed value atau nilai yang
disepakati berdasarkan penilai ahli tersebut, pada awal pertanggungan ditetapkan
sebagai SI dan nilai barang tsb tanpa harus menunggu saat terjadinya kerugian.
Bila tanpa agreed value, penetapan nilai property yang demikian akan
menimbulkan dispute bila terjadi klaim. Dengan agreed value, dispute dapat
dihindari.

Agreed Value V Prinsip Indemnity


Pada awalnya, secara sepintas terlihat bahwa agreed value bertentangan dengan
prinsip indemnitas. Tapi pengaruh valuation tsb hanyalah bahwa penanggung
telah menyetujui nilai kepentingan tsb pada awal penutupan, tanpa harus
menunggu terjadinya kerugian untuk melakukan valuation.
Oleh sebab itu penerapan agreed value tidak melanggar prinsip indemnitas,
sepanjang valuation itu dilakukan dengan itikad baik (secara benar). Case lawnya
: Feise v Aguilar.
F. FIRST LOSS POLICY
Dengan polis ini harga pertanggungan sengaja dibatasi karena menurut calon
tertanggung tiap kerugian yang timbul dari bahaya tertentu tidak mencapai 100%
nilai resiko tersebut. Dengan demikian tertanggung tidak perlu membayar premi
untuk keseluruhan value resiko, karena SI yang ditetapkan lebih rendah dari total
value. Walau demikian rate yang dikenakan akan lebih besar dari normal, yaitu
yang biasa dikenakan untuk SI sejumlah tsb dengan penutupan biasa.
Oleh karenanya pada awal penutupan, tertanggung tetap harus mencantumkan
declared value di samping menetapkan SI. Declared value ini menggambarkan
total value resiko sehingga akan diketahui proporsi SI terhadap declared vaue
yang dapat digunakan untuk menentukan rate premium untuk first loss basis
insurance tsb.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Bila terjadi kerugian, max liablity penanggung adalah sebesar SI, tanpa
memperhatikan Total Value at Risk (VAR).
Biasanya first loss diterapkan untuk theft insurance, karena dalam banyak kasus,
barang-barang yang akan diambil terlalu berat untuk diangkut pencuri sehingga
tidak mungkin diambil semua
Ada 4 metode perhitungan premi first loss:
1 Total Value = 10000
Normal rate = 5 0/00
Full value premium = 10000 X 5 0/00 = 50
*SI = 5000 (50% total value)
Rate first loss = 7.5 0/00
Premi first loss = 5000 X 7.5 0/00 = 37.5
*SI = 3000 (30% total value)
Rate first loss = 1%
Premi first loss = 3000 X 1% = 30
2

Dengan menetapkan persentase dari full premium sesuai dengan proporsi SI


terhadap total value
Contoh:
SI = 75% full value
SI = 50% full value
SI = 25% full value

Premi = 90% full premium


Premi = 70% full premium
Premi = 50% full premium

Dengan menetapkan mean (rata-rata) 2 premi, yaitu premi untuk total /full
value dan untuk SI yang menggambarkan total value
Contoh:
Total value 10000, premi = 4.5 0/00 = 45
Total value 5000, premi = 5 0/00 = 25
Premi untuk SI di bawah 5000 = 45 + 25 /2 = 35

Bila SI kurang dari 20% total value, maka perhitungan premi adalah dengan
menggunakan flat premium
Contoh:
Total value = 50000
SI
= 2000 (4% dari total value)
Full premium = 25 0/00
First loss rate = 5 0/00
First loss premium = 5 0/00 X total value
= 5 0/00 X 50000 = 25

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 6. Property Insurance I

Penetapan average dalam first loss policies dikenakan atas declared value, bukan
berdasar dari SI
Rumus
=
Declared Value
x Loss
Value at Risk
Special perils yang bisa ditutup dengan first loss;
1. Sprinkler Leakage
2. Impact
3. Storm, tempest
4. Architects fee
5. Bursting of pipes, watertanks/apparatus
Underwriting factors untuk first loss:
1 total value dari stock keseluruhan
2 jumlah SI yang dipilih tertanggung dan proporsinya terhadap total value
3 underwriters opinion (berdasarkan surveyors advice0 atas masximum
probable loss (MPL)
contoh ; MPL = 10%
SI = 10% x total value of smoi
Manfaat first loss:
Tidak menyia-nyiakan premi untuk suatu jumlah yang lebih dari jumlah kerugian
maksimum yang mungkin terjadi. Walaupun rate lebih tinggi dari normal, namun
jumlah premi yang dibayarkan masih lebih kecil daripada bila
mempertanggungkan total value.
Perbedaan Agreed Value dengan First Loss:

Dasar penetapan SI

SI

Total Loss

Tingkat premi

http://lulusujianaamai.wordpress.com

AGREED VALUE
Nilai SMOI sulit
secara akurat

FIRST LOSS
ditetapkan SMOI
bisa
dinilai
secara
akurat
tetapi
tidak mungkin
musnah
atau
total loss dalam
satu peristiwa
SI = Agreed Value = Value at risk SI lebih kecil
daripada Value
at Risk
Ganti rugi = Value at Risk
Ganti rugi lebih
kecil drpd VAR
Karena full value, tingkat premi Tidak
akan lebih tinggi drpd first loss
berdasarkan full
value, sehingga
rate
bukan
berdasarkan rate

Chapter 6. Property Insurance I

Average

Tidak berlaku

normal
Average berlaku
bila
declared
value lebih kecil
drpd VAR

G. LOSS SETTLEMENT AND ADJUSTMENT


1. Untuk klaim kecil dan tidak bermasalah, diselesaikan sesuai prosedur
penyelesaian klaim
2. Untuk klaim bermasalah (tanggung jawab penanggung tidak pasti) dapat
diselesaikan melalui jalur:
a. preseden = cara penyelesaian klaim sejenis yang terdahulu
b. ex gratia = Penanggung membayar kerugian yang sebenarnya secara
hukum tidak liable
Pembayaran dilakukan berdasarkan without prejudice agar tidak jadi
preseden

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


CHAPTER 7. PROPERTY INSURANCE II
A. Polis Standard Kebakaran Indonesia (PSKI)
1. Luas Jaminan PSKI:
1.1 Kebakaran, yang disebabkan karena kekurang hati-hatian, kesalahan
pelayan/karyawan tertanggung, tetangga, perampok atau sejenisnya, atau sebab
kebakaran lain yang tidak dikecualikan oleh polis, termasuk akibat dari:
a. menjalarnya api yang timbul sendiri (self combustion), arus pendek (short
circuit), karena sifat barang itu sendiri (inherent vice)
b. kebakaran karena kebakaran benda lain yang berdekatan, termasuk kerugian
atas harta benda yang dipertanggungkan karena air, alat pemadam lain atau
karena dirusak atas perintah yang berwajib untuk memadamkan/mencegah
menjalarnya api
1.2 Petir
Kerugian yang secara langsung disebabkan oleh petir. Khusus untuk mesin-mesin,
peralatan listrik, elektronik, instalasi listrik harus ada kebakaran atasnya baru
dijamin
1.3 Ledakan
Ledakan didefinisikan sebagai setiap pelepasan tenaga secara tiba-tiba yang
disebabkan oleh mengembangnya gas atau uap. Meledaknya suatu bejana (ketel
uap, pipa dan sejenisnya) apabila dinding bejana itu robek terbuka sedemikian
rupa yang mengakibatkan keseimbangan tekanan secara tiba-tiba, di dalam
maupun di luar bejana.
Ledakan di dalam bejana sebagai akibat dari reaksi kimia dijamin walaupun
dinding bejana tidak robek terbuka.
Yang tidak dijamin adalah akibat rendahnya tekanan di dalam bejana, kerugian
pada mesin pembakar akibat ledakan di dalam ruang pembakaran dan pada bagian
tombol saklar listrik akibat timbulnya tekanan gas.
Bila resiko ledakan juga ditutup di polis khusus (Co. Boiler Policy) yang
ditanggung hanya sisa kerugian yang tidak ditanggung polis khusus tersebut.
1.4 Kejatuhan pesawat terbang
Adalah kerusakan akibat benturan fisik antara pesawat terbang atau sesuatu yang
jatuh dari pesawat terbang dengan subject matter of insurance atau bangunan yang
berisi subject matter of insurance
1.5 Asap
Kerugian karena asap yang berasal dari subject matter of insurance
2. Pengecualian:
1.1 Secara langsung disebabkan oleh:
Self combustion, short circuit, inherent vice
Pencurian/hilang saat/setelah peristiwa yang dijamin

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II

2.2 Secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh:


a. kesengajaan tertanggung, pelayan/karyawan tertanggung, orang lain, secara
sengaja atas perintah tertanggung
b. kebakaran hutan, semak-semak, alang-alang, gambut
c. perang, huru hara
d. reaksi nuklir
e. kerusuhan, pemogokan, tertabrak kendaraan, tanah longsor, banjir, genangan
air, angin topan, badai, biaya pembersihan (removal of debris)
f. gangguan usaha, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi
3. Harta Benda yang Dikecualikan:
1. barang-barang orang lain yang disimpan dan atau dititipkan atas dasar
percaya/komisi
2. logam mulia, perhiasan,batu permata, batu mulia
3. barang antik atau barang seni
4. naskah, rencana, gambar atau desain, pola, model atau tuangan dan cetakan
5. efek-efek, obligasi, saham atau segala macam surat berharga dan dokumen,
perangko, materai dan pita cukai, uang kertas, logam, cek, buku-buku usaha dan
catatan-catatan sistem komputer.
4. Klausula-klausula:
1.1 Public Authorities Clause : menjamin biaya-biaya tambahan untuk membangun
kembali bangunan yang rusak sesuai dengan peraturan pemerintah setempat
(indemnity bisa lebih besar dari kerugian).
Pengecualian :
1. Cost yang terjadi untuk mentaati peraturan:
- bila kerusakan terjadi sebelum peraturan keluar
- bila kerusakan tidak dijamin oleh polis
- bila kerusakan terjadi atas bagian yang memang sudah diminta oleh
penanggung untuk diubah
- bagian-bagian yang tidak rusak
2. Biaya-biaya yang memang harus dikeluarkan untuk membangun kembali
property yang rusak ke keadaan semula tanpa ada peraturan tersebut
3. Pajak dan sejenisnya yang timbul karena apresiasi nilai bangunan yang sudah
dibangun tersebut
Reinstatement paling lambat 12 bulan setelah kerusakan, bisa diperpanjang bila
dalam waktu 12 bulan penanggung secara tertulis setuju untuk membangun
kembali di tempat lain karena peraturan tersebut, asal tidak melebihi kewajiban
penanggung berdasarkan perluasan ini.
Berlaku under insurance, penggantian maksimum sebesar SI.
4.2 Reinstatement Value Clause

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Jumlah yang dibayarkan adalah cost of replacing or reinstating pada lokasi yang
sama dengan tipe dan jenis yang sama tapi tidak lebih dari property tersebut saat
baru.
Special provision:
1. Jangka waktu reinstatement paling lambat 12 bulan setelah kerusakan atau
bisa lebih dari 12 bulan dengan persetujuan tertulis penanggung
2. Penanggung hanya bertanggung jawab bila biaya-biaya replacement/reinstate
telah terjadi
3. Bila ada excess, berlaku rateable proportion
4. Tidak diganti bila ada polis lain yang menjamin
5. Klausula batal bila: - tidak dilaporkan 6 bulan setelah tanggal kerusakan
- tertanggung tidak mampu/tidak mau replace/reinstate
pada tempat yang sama/beda
4.3 Temporary Removal Clause
Menjamin subject matter of insurance saat untuk sementara dipindahkan dalam
rangka membersihkan, renovasi, repair atau tujuan sejenis ke mana pun di dalam
maupun di luar premise di wilayah RI dan saat transit ke atau dari RI by road, rail
atau inland waterway.
Ketentuan-ketentuan:
1. Penggantian tidak boleh lebih dari jumlah yang bisa dicover bila loss terjadi
di bagian premis di mana property untuk sementara ada atau di tempat lain,
10% SI tidak termasuk nilai bangunan, stock in trade atau merchandise
diasuransikan.
2. Tidak berlaku bila ada asuransi lain yang menanggung
3. Tidak berlaku untuk:- kendaraan bermotor untuk normal road use
- barang titipan selain mesin dan plant
1.4 Architects, Surveyors and Consulting Engineers Expenses:
Asuransi untuk building dan contents dianggap sudah termasuk biaya-biaya
tersebut sesuai dengan tabel yang dikeluarkan yang berwenang, dibatasi 5% SI.
Biaya-biaya tersebut adalah yang perlu dan wajar terjadi saat
reinstatement/replacing, bukan biaya-biaya persiapan klaim.
4.5 All Other Contents
Menjamin:
1. Money dan stamps, SI max aggregate Rp 5.000.000,2. Documents, manuscript dan business book terbatas pada nilai material dan
clerical labor, max Rp 5.000.000,3. Computer system records (material+labor), max Rp 5.000.000,4. Patterns, moulds, models, plans, design, max Rp 5.000.000,5. Personal effects karyawan, max Rp 250.000,- per karyawan
4.6 Bankers Clause

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Menjamin barang yang dipertanggungkan yang dijadikan agunan untuk bank
tersebut.
Klaim sampai sejumlah pinjaman harus dibayar ke bank. Batal, bila ada
pemberitahuan dari bank bahwa bank tidak lagi punya interest atas subject matter
of insurance tersebut.
4.7 Debris Removal Clause
Menjamin biaya pembersihan puing-puing sisa kebakaran sebelum repair/reinstate
dilakukan.
Dalam situasi normal, biaya ini termasuk dalam klaim. Tidak dicover bila:
- jatuh ke jalan/sungai
- meleleh saat kebakaran/membeku
4.8 Capital Addition Clause
Menjamin kenaikan SI secara otomatis akibat perubahan atau penambahan
dengan limit 10% SI atau sejumlah yang disetujui.
Tertanggung wajib melapor tiap kwartal dan premi tambahan akan dihitung.
4.9 Selling Price Clause
Apabila barang sudah dijual tapi belum dikirim ke pembeli, bila terjadi kerusakan,
penggantian adalah berdasarkan harga kontrak penjualan.
5. General Conditions:
5.1 Premi (pasal 1)
a. Bila jangka waktu pertanggungan lebih atau sama dengan 45 hari, premi harus
dilunasi dalam tenggang waktu 45 hari setelah polis efektif
b. Bila jangka waktu pertanggungan kurang dari 45 hari, premi harus dilunasi
dalam jangka waktu tersebut.
c. Bila tidak dibayar, polis batal sejak berakhirnya tenggang waktu, tapi
penanggung tetap liable atas kerugian sebelum tanggal tersebut dan
tertanggung tetap wajib bayar 25% premi 1 tahun.
d. Bila ada perubahan resiko dan penanggung menolak meneruskan, premi untuk
sisa waktu pertanggungan dikembalikan secara prorata.
e. Bila penanggung membatalkan polis, pengembalian premi pro rata untuk sisa
waktu pertanggungan
Bila tertanggung membatalkan polis, pengembalian premi menurut skala
jangka pendek
5.2 Perselisihan diselesaikan melalui arbitrase dengan ketentuan:
a. Kedua belah pihak menunjuk 1 arbiter, maksud ini disampaikan secara tertulis
oleh yang bersangkutan ke pihak lainnya.
b. Bila tidak terlaksana dalam 15 hari, masing-masing menunjuk satu arbiter dan
kedua arbiter tersebut menunjuk arbiter ketiga
c. Bila tidak terlaksana dalam 60 hari, pihak yang lebih siap memohon kepada
DAI mengangkat 3 orang arbiter yang salah satunya menjadi Ketua Majelis
Arbitrase

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


d. Kematian salah satu pihak tidak membatalkan/mempengaruhi kekuasaan
arbiter. Bila arbiter meninggal, pihak yang menunjuk arbiter tersebut
menunjuk penggantinya.
e. Hak, kewajiban dan tanggung jawab serta tata cara perdagangan arbitrase
ditetapkan oleh para arbiter dan didasarkan kepada peraturan perundangan
yang berlaku
6. Adjacent risk, Adjoining risk dan Compound risk
6.1 Adjacent risk (Resiko berdampingan)
Dua resiko atau dua bangunan atau lebih yang saling berdampingan atau
berdekatan dan mempunyai atap masing-masing, dengan dipisahkan oleh jarak.
Dengan demikian resiko-resiko/bangunan-bangunan yang bersangkutan tidak
saling menempel/bersatu.
Jarak adalah garis lurus terpendek yang menghubungkan tepi bagian luar dari
setiap bangunan yang saling berdampingan. Tidak ada koridor atau bangunan
penghubung, benda-benda yang menetap maupun tidak, tumbuh-tumbuhan,
pohon-pohon atau tumpukan barang yang dapat terbakar (combustible) dan/atau
yang dapat menjadi perantara menjalarnya api dari resiko/bangunan satu ke yang
lainnya yang saling berdampingan tersebut.
Berlaku suku premi masing-masing.
6.2 Adjoining risk (Resiko berbatasan)
Beberapa resiko yang berada dalam satu atap yang tidak terlindung oleh plafon
beton.
Berlaku suku premi tertinggi.
6.3 Compund risk (Resiko dalam satu kompleks)
Jenis resiko yang menempati lebih dari satu bangunan dalam 1 kompleks
(compound) di bawah satu pengelola, berlaku suku premi jenis resiko (okupasi
utama). Tapi bila bangunan-bangunan tersebut dipisah oleh jarak sekurangkurangnya 7,5 m dari okupasi utama, maka bisa digunakan suku premi masingmasing.
7. Construction Classes:
7.1 Kelas Konstruksi I:
Building with walls, floors and their structural supporting members and roof
coverings constructed entirely of non combustible materials (Note: Windows,
doors and their frames, partitions and floor coverings may be disregarded).
7.2 Kelas Konstruksi II:
Building as in class I but with the following allowances:
1. Roof coverings may be of hard wood shingles (eg:sirap)
2. Walls may be contain up to 20% combustible materials by area
3. Floors and their supporting structures may be constructed of wood
7.3 Kelas Konstruksi III:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


All other buildings
Catatan : Bangunan dengan definisi kelas konstruksi I yang berada di area terbuka
(open sided) termasuk pada kelas konstruksi II.

B. Lloyds Fire Policy


1. Luas jaminan:
1.1 Fire and/or lightning
1.2 i. Fire sebagai akibat peledakan di manapun ledakan itu terjadi
ii. Ledakan sebagai akibat kebakaran di premises yang dijamin
ii. Ledakan domestic boilers atau gas yang digunakan untuk domestic purposes
atau untuk penerangan/pemanas gedung.

2. Exclusions:
- Riot dan civil commotion
- Kindred perils
- Radioactive contamination
- Explosive nuclear assemblies
- War risks
3. Electrical clause:
Penanggung tidak liable bila electrical plant atau conductors rusak akibat abnormal
currents atau self heating.
Kerusakan karena menjalarnya api ke other insured property dijamin
C. Polis Standar Gempa Bumi Indonesia (PSGBI):
1. Luas jaminan:
Menjamin kerugian/kerusakan pada subject matter of insurance akibat gempa bumi
yang pada polis ini didefinisikan sebagai:
Shaking/trembling of earth due to geological phenomena such as tectonic movement
and volcanic eruptions
2. Pengecualian:
2.1 i. War, RSCC, RSMD
ii. Reaksi nuklir, radiasi radioaktif
iii. Impact by vehicle
iii. Angin ribut, badai atau keadaan alam baik disebabkan atau ditambahkan atas
gempa bumi
iv. Flood and inundation lebih dari 72 jam setelah gempa bumi
v. Volcano erruption, kecuali menyebabkan gempa bumi
vi. Tsunami

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


2.2 Tidak menjamin:
i. Bagian ko asuransi seperti tercantum dalam schedule
ii. Deductible-nya
iii. Consequential loss
2.3 Kecuali diperluas/dinyatakan dalam polis, tidak menjamin:
i. removal of debris, cleaning costs
ii. barang-barang titipan
iii. bullion atau unset precious stone
iv. barang seni lebih dari Rp 2.500.000,v. manuscript, plans, drawings or designs, patterns, models or moulds
vi. securities, obligations or documents of any kind, stamps, coined of paper
money, cheques, books of account of other business books and computer
system records
2.4 Kerugian akibat theft yang mengikuti insured perils tidak dijamin
3. Perluasan Letusan Gunung Berapi
Merupakan perluasan PSGB
Perluasan peril Volcanic Erruption:
Volcanic Eruption : issuance of molten or hot rock or steam, gas or liquid from a vent
or vents in the earth crust
D. Collective Policies
Merupakan metode co-insurance di mana suatu resiko yang besar dibagi bersamasama antara para penanggung. Polis yang dikeluarkan hanya satu di mana masingmasing penanggung menanda tangani dan mencantumkan prosentase bagiannya.
Ditegaskan dalam polis, tiap penanggung bertanggung jawab sebatas besarnya
prosentase yang disetujuinya untuk setiap kerugian, jadi liabilitynya adalah untuk
masing-masing dan bukan secara bersama-sama (joint).
Masing-masing penanggung mengirimkan signing slip kepada leader. Leader adalah
penanggung dengan saham terbesar. Leader atas nama penanggung lainnya
mengeluarkan polis beserta endorsement-endorsement yang diperlukan.
Llyods underwriter tidak dapat menjadi member secara langsung dalam collective
policy karena Llyods mempunyai polis tersendiri.
Keuntungan collective pollicies:
1. Hanya perlu 1 dokumen renewal
2. Tiap endorsement ditandatangani leading office yang hanya menyiapkan 1
dokumen untuk seluruh penanggung

E. Escalator Clause
Kenaikan jumlah pertanggungan secara otomatis dalam keadaan tertentu, dengan
tambahan premi, dapat diadakan untuk mengatasi inflasi sampai batas tertentu. Hal di
atas dapat dilakukan dengan klausula ini

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Suatu prosentase tertentu sampai dengan 20% dapat dipilih oleh tertanggung.
Klausula ini menyatakan bahwa selama periode pertanggungan, jumlah harga
pertanggungan akan naik secara proporsional sejak awal pertanggungan. Jadi jumlah
pertanggungan akan naik secara progresif selama jangka waktu pertanggungan
dengan cara:
Jumlah hari sejak awal penutupan X Annual Rate
Jumlah hari periode asuransi
Tambahan premi dihitung berdasarkan 50% dari jumlah total kenaikan jumlah
pertanggungan pada akhir masa pertanggungan.
Klausula ini dapat digunakan pada pertanggungan untuk bangunan dan isi bangunan,
meskipun tunduk pada reinstatement memorandum, kecuali valuation linked system
dan national reinstatement value system. Escalator clause tidak dapat digunakan
dalam penutupan stock karena untuk stock digunakan polis deklarasi.
Inflation rate dipilih/ditentukan dengan panduan ahli. Kenaikan tingkat inflasi
sepanjang tahun tidak seragam, sehingga penerapan ketentuan inflasi pada awal
pertanggungan kurang tepat
Contoh Escalator Clause:
Sum Insured Rp 100.000.000,Annual rate 20% Rp 20.000.000,Periode 01.01.95 31.12.95 = 365 hari
Kenaikan SI per 30.09.95
Jumlah hari s/d 30.09.95 = 273 hari
273/365 X Kenaikan 1 tahun = Rp 14.958.904,11
Normal rate 1%
Tambahan premi : 50% X Rp 20.000.000 X 1% = Rp 100.000,F. Seasonal Stock Insurance
Banyak perdagangan dipengaruhi oleh fluktuasi bisnis musiman. Biasanya retail sale
shops memerlukan stock tambahan pada waktu-waktu tertentu saat barang-barang
mereka memiliki special demand, seperti pada waktu lebaran atau natal. Untuk itu
perlu perhatian khusus dalam menentukan SI yang memadai untuk selama periode
pertanggungan.
Untuk menjamin stock tersebut ditutup oleh asuransi dapat ditempuh:
1. Penutupan stock dengan harga pertanggungan maksimum
Kelemahan: tertanggung membayar premi terlalu tinggi
2. Tiap ada kenaikan, tertanggung memberitahu penanggung dan harga
pertanggungan disesuaikan.
Kelemahan: bila tertanggung lalai melapor, terjadi underinsurance.
Untuk mengatasinya digunakan automatic seasonal increase clause untuk stock, di
mana pada premi dimasukkan unsur additional premium secara pro rata untuk
cover tambahan sementara.
Contoh:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Sum Insured Rp 10.000.000,Kenaikan SI selama bulan November dan Desember 25% = 25%x10.000.000 =
Rp 2.500.000,Rate normal 2.5% = 2.5 % x Rp 10.000.000 = Rp 250.000,Tambahan premi = 2/12 x 2.5% x Rp 2.500.000 = Rp 10.625,Total premi = Rp 260.625,G. Declaration Policies
1. Declaration policies berlaku untuk stock insurance (selain farming stock) yang
bertujuan memberikan maximum cover dan menghindari over insurance yang
mengakibatkan premi berlebihan.
2. Penentuan SI adalah jumlah maksimum resiko selama masa pertanggungan.
3. Kewajiban tertanggung:
1. memberikan deklarasi (biasanya bulanan) jumlah resiko pada hari tertentu atau
jumlah max. resiko sejak deklarasi tertentu dan harus dilaporkan dalam waktu 30
hari setelah bulan yang bersangkutan berakhir
2. Bila deklarasi tidak disampaikan, jumlahnya dianggap sama dengan SI.
Bila jumlahnya lebih besar daripada SI, maka dihitung sama dengan SI
4. Penentuan premi:
Premi provisional = 75% SI x rate
Setelah berakhirnya jangka waktu pertanggungan maka premi yang sebenarnya
(premi aktual) akan diperhitungkan sesuai dengan nilai rata-rata (average) dari
deklarasi yang sudah disampaikan selama jangka waktu pertanggungan tersebut.
Bila premi aktual di akhir periode lebih besar daripada premi provisional, maka ada
tambahan premi
Bila premi aktual lebih kecil daripada premi provisional,maka ada pengembalian
premi
Pengembalian premi maksimum 1/3 premi provisional
5. Polis ini menggunakan automatic reinstatement bila terjadi loss, sehingga tertanggung
hanya perlu membayar premi tambahan atas loss secara pro rata dari tanggal loss
sampai dengan akhir pertanggungan. Isi lengkap dari klausula automatic
reinstatement adalah:
In consideration of the insurance not being reduced by the amount of any loss
the Insured shall pay the appropiate extra premium on the amount of the loss
from the date thereof to the date of the expiry of the period of insurance
6. Untuk menghindari kesulitan dalam pembayaran klaim maka suatu warranty
disediakan yang isinya : every insurance on the property shall be identical in
wording with this insurance
7. Polis deklarasi juga perlu tetap berdasarkan average (subject to average) dan batas
jaminan dari penanggung adalah sum insured tanpa melihat deklarasi pada bulan
sebelum terjadinya klaim (kerugian)
Contoh:
SI (yang mencerminkan kemungkinan maksimum nilai sebenarnya dari resiko): Rp
200.000.000,Rate = 15%o

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Premi provisional
Deklarasi bulanan
Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember

= 3/4xRp 200.000.000,-x15%o
= Rp 225.000,Rp
160.000.000,150.000.000,140.000.000,140.000.000,120.000.000,110.000.000,130.000.000,150.000.000,180.000.000,180.000.000,190.000.000,180.000.000,1.830.000.000,-

Deklarasi rata-rata
Premi = 152.500.000,- x 15%o =
Premi provisional yang sudah dibayar
Tambahan premi (additional premium)

152.500.000,228.750,225.000,3.750,-

Jika penyesuaian premi yang dihasilkan sebesar Rp 140.000,- misalnya, maka maksimum
pengembalian premi adalah sebagai berikut:
Premi minimum
150.000, Premi provisional
225.000, Pengembalian premi
75.000,H. Special Perils
Istilah Special Perils asalnya diistilahkan untuk resiko-resiko yang normalnya
dikecualikan dari polis Asuransi Kebakaran yang normal, tetapi bagi penanggung
yang bersedia memberikan cover akan memberlakukan kondisi yang tersendiri dan
dengan tambahan premi tertentu.
Pada mulanya perluasan jaminan semacam diberlakukan terhadap polis Household
atau Domestic Property
Special Perils untuk cover asuransi yang normalnya disediakan oleh penanggung
umumnya terbagi dalam beberapa kelompok sebagai berikut:
a. Perils of a chemical nature
i. Explosion
ii. Spontaneous fermentation, heating or combustion
b. Social Perils

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


i.

Riot, civil commotion, strikes, locked-out workers, or persons taking part in


labour disturbances, or malicious persons acting on behalf of or in connection
with any political organisation
ii. Malicious damage without qualification in (b) (i)
c. Perils of nature
i. Storm and tempest
ii. Flood
iii. Hail
iv. Earthquake
v. Subteranean fire
vi. Subsidence
d. Miscellaneous perils
i. Aircraft and other aerial devices or articles dropped therefrom (damage other than
by fire)
ii. Bursting or overflowing of watertanks, apparatus or pipes
iii. Impact by road vehicles, horses or cattle
iv. Sprinkler leakage
Merupakan kebiasaan praktek secara umum bahwa penutupan special perils ini
jaminan yang diberikan adalah untuk nilai pertanggungan yang sama dan tetap
berdasarkan average (subject to average) sebagaimana dalam jaminan polis asuransi
kebakaran (Fire).
Namun dalam hal First Loss Insurance sebagaimana diatur dalam jaminan
dengan istilah wet perils yaitu storm, flood, burst pipe dan sprinkler leakage, di
mana jaminan atau cover didasarkan dari nilai deklarasi (subject to a declared value
clause).
EXPLOSION
Merupakan jaminan yang cukup tertua sebagai suatu perluasan jaminan
Walaupun fire menjamin resiko peledakan (explosion) tetapi peledakan (explosion)
yang mengakibatkan concussion damage tidak dijamin.
Terlepas dari pembatasan jaminan yang diberikan yaitu hanya terhadap peledakan
boiler yang dipergunakan untuk keperluan rumah tangga (domestic purposes) atau
gas yang juga dipergunakan untuk keperluan rumah tangga (domestic purposes)
Pengertian domestic purposes bukan dilihat dari karakteristik penggunanya atau
pemiliknya, tetapi dilihat dari penggunanya.
Sehingga boilers yang ada dalam pabrik, yang semata-mata dipergunakan untuk
keperluan karyawannya, misalnya untuk keperluan penyediaan air panas untuk
mencuci (mandi atau mencuci pakaian), maka penggunaan boilers semacam ini
dianggap sebagai domestic purposes.
Bahaya explosions akan banyak dihadapi oleh industri (pabrik). Terlepas dari
kemungkinan bocornya boilers atau bejana yang mengandung uap panas atau gas

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


dalam tekanan tinggi, ada beberapa bahaya lainnya yang terkait dengan produksi atau
kehadiran debu pabrik/industri atau asap/uap atau gas yang mudah terbakar.
Asap/uap atau gas yang mudah terbakar yang dapat membentuk suatu bahan yang
dapat meledak apabila bercampur dengan udara sering ditemukan dalam
industri/pabrik, sering berupa gas yang keluar dari bahan bakar cair atau spiritus
(cleaning fluids), alat perekam lem (adhesives) dan banyak produk lainnya.
Dalam beberapa pabrik (industri) potensi peledakan dari debu yang banyak terdapat
dalam bentuk tumpukan (curahan) yang dihasilkan oleh bagian dari proses produksi,
seperti contoh dalam pabrik cat, pabrik makanan ternak, pabrik pupuk, pabrik tepung
terigu.
Dalam kasus lain, bahaya debu juga dapat muncul sebagai suatu hasil dari suatu
proses produksi yang tidak dikehendaki seperti pada tambang batu bara, produksi
coke, pabrik furniture, pabrik pemintalan katun.
Namun dalam beberapa tempat, bahaya tersebut sangat kecil ditemukan, seperti pada
lingkungan kantor, gereja, sekolah. Dalam hal seperti ini maka perluasan jaminana
terhadap resiko peledakan (explosions) akan diberikan penanggung tanpa ada
tambahan premi.
Resiko explosion tidak terbatas pada explosion atau peledakan yang terjadi pada
(dalam) bangunan dari tertanggung, tetapi juga terhadap rediko peledakan yang ada
pada bangunan di sebelah (adjacent factory).
Dalam cover semacam ini dalam policy wording perlu diperjelas adanya pemisahan
dengan explosion (peledakan) yang dijamin dalam polis engineering, untuk
menghindari overlap, sehingga untuk maksud tersebut maka perluasan resiko
explosion dalam fire tidak termasuk kerusakan yang diakibatkan oleh peledakan dari
boiler atau pressure vessels. Sehingga kerusakan boiler atau pressure vessels itu
sendiri atau terhadap surrounding property tidak termasuk dalam jaminan.
Concussion damage yang disebabkan oleh peledakan dari sebuah boiler atau pressure
vessels yang bukan milik tertanggung termasuk dalam jaminan perluasan ini.
Dalam wording peledakan harus dicatat bahwa tidak ada tanggung jawab terhadap
kerusakan atas pressure vessels, machinery, atau peralatan lainnya yang melekat,
yang diakibatkan oleh peledakan pressure vessels itu sendiri (dicover di bawah polis
engineering).
SPONTANEOUS FERMENTATION, HEATING OR COMBUSTION
Pengecualian terhadap resiko spontaneous fermentation atau heating dalam polis
Standar Kebakaran (FOC) berlaku hanya terhadap barang yang mengalami
spontaneous fermentation atau heating itu sendiri, tidak terhadap barang lain yang
diakibatkannya.
Perluasan:
>> tanpa tambahan premi untuk objek:
coal

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


coke
wood blocks
>> dengan tambahan premi untuk objek:
vegetable fibres
grasses
seeds atau organic materials stored in bulk
Jaminan atas special perils umumnya sebagai tambahan terhadap polis asuransi
kebakaran (fire policy) dengan melampirkan endorsement, kecuali untuk perils
berikut, akan dijamin dalam polis tersendiri secara terpisah yaitu:
Spontaneous fermentation
Subterranean fire
Ada beberapa kondisi khusus (special conditions) berlaku terhadap resiko-resiko
tertentu, tetapi secara keseluruhan berlaku pengecualian terhadap resiko
Consequential Loss dan asuransi special perils ini selalu mengecualikan terhadap
semua kesepakatan industri secara umum (market agreement), seperti terhadap
resiko-resiko:
War
Nuclear
Sonic bang
Northern Ireland Overriding Exclusion Clause
RIOT AND CIVIL COMMOTION
Ada dua jenis kondisi jaminan terhadap perluasan resiko ini yaitu:
a. Fire only dengan wording sbb:
Destruction of or damage to the property insured (by fire only) directly
caused by riot or civil commotion.
b. All damages dengan wording sbb:
Destruction of damage (by fire or otherwise, including explosion) of or to the
property insured directly caused by riot , civil commotion, strikes, locked-out
workers or persons taking part in labour disturbances or malicious persons
acting on behalf of or ini connection with any political organisation.
Keduanya tetap mengecualikan:
1. confiscation, destruction of requisition by order of the government or any public
authority
2. loss or damage resulting from cessation of work.
Terhadap resiko riot dan civil commotion ini penanggung berhak memperoleh
recovery dari pihak kepolisian.
MALICIOUS DAMAGE
Kebakaran yang disebabkan oleh malicious acts dijamin dalam polis standard
kebakaran.
Cover riot and civil commotion lebih luas dalam hal termasuknya resiko
malicious prsons . acting on behalf of or in connection with any political
organisation.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Kadang-kadang permintaan perluasan malicious damage dari semua jenis tanpa
melihat ada atau tidak ada unsur politik. Hal semacam ini akan dapat dipenuhi apabila
menggunakan jenis riot and civil commotion yang lebih luas.
Pengecualian dari malicious damage adalah:
i. Destruction or damage by theft
ii. Deductible atau excess ascertained after the application of any average condition
Pengertian malicious damage termasuk pengrusakan di luar kejahatan kriminal
(criminal damage)
STORM AND TEMPEST
Dalam kasus Oddy v. Phoenix Assurance Company, Ltd (1966), Veale, J.
menjelaskan pengertian storm and tempest sbb:
Tempest, in my view, only a severe storm. Storm to me connotes some sort of
violent wind usually accompanied by rain or hail or snow. Storm does not mean
persistent bad weather, nor does it mean heavy rain or persistent rain by itself.
Penanggung umumnya menginterpretasikan pengertian storm and tempest secara
lebih bebas (liberally).
Cloud-burst atau hail storm dapat diartikan oleh penanggung sebagai tempest
walaupun pada saat itu terjadi tiupan angin yang sangat kecil.
Pengecualian yang normal berlaku adalah:
a. kerugian atau kerusakan oleh
i. The escape of water from the normal confines of any natural water course
(other than water tanks, apparatus or pipes) or lake, reservoir, canal or dam;
ii. Inundation from the sea
Whether resulting from storm or tempest or otherwise
b. destruction or damage by frost, subsidence or landslip;
c. destruction or damage to fences and gates, and movable property in the open.
Berlaku excess atau deductible di setiap lokasi pertanggungan
FLOOD
Perluasan jaminan terhadap flood dapat diberikan umumnya dikaitkan dengan
perluasan storm and tempest
HAIL
Perluasan jaminan terhadap hailstorm terbagi dalam dua bentuk jaminan yaitu:
Cover terhadap crops in the open area
>
seasonal (short period)
Cover terhadap glasshouse
>
annually
EARTHQUAKE
Polis asuransi kebakaran secara umum mengecualikan resiko earthquake, namun
dengan tambahan premi maka resiko fire dapat diperluas dengan earthquake atau
resiko akibat dari earthquake tersebut (shock damage other than fire).
Lebih umum perluasan jaminan dalam bentuk keduanya yaitu earthquake fire dan
shock risks
SUBTERANEAN FIRE

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Polis asuransi kebakaran umumnya juga mengecualikan resiko subterranean fire.
Dimaksudkan dengan subterranean fire adalah fire (api) yang bersumber dari gunung
berapi (volcanic origin), tetapi dapat diartikan pula sebagai api yang berasal dari
tambang batu bara atau sumur minyak (oil well) atau juga termasuk spontaneous
over heating dan consequent combustion dalam made-up ground (proes pekerjaan di
bawah tanah).
Untuk perluasan semacam ini umumnya penanggung membebankan tambahan premi
kepada tertanggung.
Dalam hal tertentu penanggung bersedia memperluas jaminan semacam ini tanpa
tambahan premi dengan persyaratan:
a. Polis sudah termasuk perluasan terhadap earthquake fire risk.
b. Harta benda yang dipertanggungkan tidak berada di lokasi made-up ground atau
di atas area pertambangan dan penanggung dapat diyakinkan bahwa tidak ada
keadaan yang abnormal yang terkait dengan resiko tersebut.
SUBSIDENCE
Subsidence, Landslip dan ground heave umumnya termasuk dalam jaminan terhadap:
Building dan contents atas private dwelling house
Tetapi tidak tersedia untuk resiko
Industrial dan commercial
Karena adanya unsur eleksi dari penanggung terhadap objek pertanggungan yang
secara otomatis dapat ditutup dengan resiko ini.
Untuk perluasan resiko ini survey ke lokasi pertanggungan sangat mutlak dilakukan
oleh penanggung untuk memperoleh informasi mengenai:
Previous use of the ground
Presence of underground water courses
Railways atau excavations
Jaminan semacam dapat diperlukan terhadap objek pertanggungan yang berada:
Hill side
River side atau reservoir side
yang semuanya terkait dengan keadaan subsoil.
Misalnya di lokasi sekitar pohon yang mempunyai akar yang sangat besar suatu
bangunan mempunyai resiko subsidence karena subsoil yang cepat mengalami
kekeringan terutama pada musim panas.
Sementara pada musim hujan dapat mengakibatkan ground heave.
Landslip = a small land-slide
AIRCRAFT
Perluasan jaminan ini umumnya sebagai perluasan dari polis Asuransi Kebakaran.
Yang umumnya kombinasi dengan resiko lainnya, yang wordingnya berbunyi:
Destruction or damage (by fire or otherwise) of or to the property insured directly
caused by aircraft and other aerial divices of articles dropped therefrom excluding
destruction or damage occasioned by pressure waves caused by aircraft and other
aerial divices travelling at sonic or supersonic speeds.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


Perlu dicatat bahwa kebakaran akibat kejatuhan pesawat terbang atau aerial devices
sudah termasuk dalam jaminan fire (FOC) karena dianggap bahwa aircraft tidak
termasuk dalam pengecualian, tetapi yang dikecualikan adalah sonic bangs.
Kalau owner atau operator dari pesawat yang mengakibatkan kerusakan dapat
diketahui (traceable), tertanggung mempunyai hak untuk menuntut yang pada
gilirannya merupakan hak subrogasi bagi penanggung yang telah memberikan
penggantian terhadap tertanggung.
BURSTING OR OVERFLOWING OF WATER TANKS, APPARATUS OR
PIPES
Merupakan perluasan jaminan atas resiko air, kerusakan pipa
I. Sprinkler Leakage Insurance
Jaminan dalam sprinkler leakage policies:
Kerusakan/kerugian karena air yang secara accidental keluar atau bocor dari instalasi
sprinkler otomatis.
5 (lima) penyebab yang umum mengakibatkan kebocoran accidental instalasi
sprinkler:
1. kerusakan kepala sprinkler atau bagian lain sprinkler karena terbentur suatu benda
lain
2. panas yang berasal dari sumber yang bukan api seperti yang dimaksud dalam fire
policy
3. panas yang berlebihan dari boiler
4. kerusakan mekanis pada instalaasi (kecuali karena kelalaian tertanggung untuk
menjaga kondisi sprinkler dengan baik)
5. pembekuan air yang diikuti kebocoran pipa pada bangunan yang sedang dihuni
2 (dua) bentuk penutupan yang bisa diterapkan untuk sprinkler leakage policies:
1. Full value basis
Sum Insured (SI) pada polis ini biasanya sama dengan fire insurance, dengan
jumlah SI terpisah untuk building dan contents. Penutupan ini tunduk pada
kondisi average.
Bila fire insurance untuk building dan contents (kecuali stock) berdasarkan
reinstatement basis, maka sprinkler leakage policies juga menggunakan basis
yang sama.
2. First loss basis
a. SI menggambarkan jumlah maksimum kerugian yang dapat terjadi akibat
sprinkler leakage
b. SI terpisah untuk building dan contents
c. SI merupakan maksimum liability, tetapi declared value harus tetap
dicantumkan (terpisah juga untuk building dan contents)
d. Average dihitung berdasarkan declared value
Pengecualian:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


1. Pembekuan air yang terjadi saat bangunan tidak dihuni (lebih atau sama dengan
24 jam)
2. Panas karena kebakaran (dijamin di fire policy)
3. Peledakan (termasuk peledakan gedung), earthquake, subteranean fire, riot, civil
commotion
4. Consequential loss
5. Atas perintah yang berwajib
6. Saat perbaikan gedung
7. Instalasi sprinkler sedang diperbaiki, dipindah atau ditambah
8. Secara eksplisit mengecualikan kerusakan pada instalasi sprinkler itu sendiri
J. Farm Insurance
1. Scope of cover:
Selain bangunan, dipertanggungkan pula secara terpisah:
a. Hasil pertanian, selain ternak termasuk tanaman panenan selain umbi-umbian
b. Alat-alat pertanian
c. Mesin-mesin pertanian kecuali sudah dicover oleh polis lain
d. Ternak piaraan atau ternak penghasil (livestock) dengan limit tertentu
2. Average Condition
Untuk jenis asuransi ini diberlakukan special condition of average yaitu 75% value
untuk hasil pertanian, sedangkan untuk bangunan dan objek lainnya dikenakan
prorata condition of average.
Untuk rumah tinggal petaninya, pagar, tembok dan pintu gerbang dan bangunanbangunan lainnya untuk tempat tinggal tidak dikenakan average dalam bentuk
apapun, oleh karenanya dipertanggungkan secara terpisah
3. Untuk live stock, limit untuk tiap ternak adalah maksimum liability penanggung dan
tidak terpengaruh oleh under insurance
Contoh:
- Harga pertanggungan $ 15.000,- Limit setiap ternak $ 1.000,- Nilai seluruh ternak $ 30.000,- Seekor ternak dinilai $ 2.200,- mati terbakar
Maka ganti rugi sebagai berikut:
15.000 x $ 2.200 = $ 1.100
30.000
Karena limit setiap ternak adalah hanya $ 1.000,- maka ganti rugi adalah $ 1.000,4. Perluasan Jaminan tanpa premi tambahan
Berikut adalah extention cover tanpa ada tambahan dengan syarat objek ini berada
tetap pada suatu negara:
a. Hasil pertanian, perlengkapan pertanian dan livestock in transit (darat, dengan
kereta api atau sungai)
b. Livestock di alam terbuka, dalam bangunan dalam areal yang digunakan
tertanggung

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


c. Alat-alat perlengkapan pertanian yang sedang dipindahkan ke tempat lain untuk
sementara
d. Hasil pertanian yang sedang ditempatkan di lokasi lain untuk sementara untuk
dijemur, pemilihan, dibungkus atau di gudang untuk kepentingan penjualan.
K. Bangunan yang Sedang Dibangun (Building in the Course of Construction)
Dalam kontrak pembangunan antara pemilik bangunan dan kontraktor sering
disebutkan bahwa kontraktor harus mempunyai polis kebakaran dengan jumlah
pertanggungan sebesar nilai bangunan pada saat selesai dibangun, sepanjang jangka
waktu kontrak.
Tidak adil buat tertanggung bila dia dikenakan premi yang normal pada nilai
bangunan yang sudah selesai dibangun untuk seluruh masa pertanggungan karena
hasil dari resiko pada awal kontrak adalah kecil dan meningkat sampai nilai penuh
tercapai pada akhir masa pembangunan.
Oleh karena itu dalam praktek, para penanggung menggunakan 2 (dua) metode
berikut ini:
a. mengenakan premi prorata untuk masa pembangunan pada 50% dari nilai
bangunan yang sudah selesai dibangun, walaupun jumlah pertanggungan yang
ditulis dalam polis adalah nilai penuh bangunan selama masa pembangunan.
b. Sana seperti di atas (butir a) tapi dalam polis dinyatakan bahwa kontraktor akan
memberikan semacam certificate mengenai value at risk (VAR) setiap akhir bulan
selama masa pembangunan.
Setelah akhir masa pembangunan dibuat semacam adjustment untuk menghitung
premi sebenarnya dengan mengenakan rate pada rata-rata nilai certificate di atas
dan tambahan premi atau pengembalian premi diperhitungkan. Untuk
pembangunan rumah tinggal jumlah pertanggungan adalah nilai penuh bangunan
yang sudah selesai sepanjang masa pembangunan.
Provisional premium = 50% x rate x SI
Untuk special perils yang ditambahkan pada bangunan yang sedang dibangun, hal-hal
di bawah ini harus dicatat:
a. Impact (tertebrak, benturan, dll) biasanya tidak dijamin
b. Flood cover hanya akan diberikan apabila suatu opini yang memuaskan
berdasarkan penilaian setelah mempelajari survey report sudah ditentukan
c. Storm cover diberikan dengan mengenakan excess yang besar dan bahan-bahan
yang belum terpasang dan barang-barang lainnya di alam terbuka dikecualikan
Alat-alat pembangunan dan bahan bangunan milik kontraktor pada lokasi
pembangunan biasanya dimasukkan dalam harga pertanggungan. Apabila bentuk
pertanggungan yang lebih luas dari yang dijelaskan di atas diperlukan maka dapat
diberikan dalam polis Contractor All Risks (CAR).
L. Blanket Insurance
Blanket Insurance adalah suatu polis yang tidak mempunyai pembagian jumlah
pertanggungan untuk tiap-taip bangunan dalam suatu kompleks bangunan
Di dalam blanket insurance hanya terdapat satu jumlah pertanggungan untuk:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II


1. seluruh bangunan
2. seluruh isi bangunan (selain stock)
3. seluruh stock termasuk stock yang berada pada bangunan lain dan barang-barang
yang di alam terbuka.
Blanket Insurance biasanya digunakann dalam fire dan special perils insurance, tetapi
tidak digunakan dalam sprinkler leakage insurance.
Setiap jumlah pertanggungan masing-masing adalah subject to average kecuali untuk
industri yang sangat besar maka average secara strict akan sulit dilaksanakan.
Rate yang dikenakan pada masing-masing jumlah pertanggungan adalah rate average
yang dikenakan pada masing-masing nilai bangunan, contents dan stock pada
kompleks tersebut.
Blanket policy hanya digunakan pada/untuk resiko industri yang besar. Bila
menggunakan reinstatement basis, untuk building dan contents other than stock,
average rate adalah berdasarkan declared value dengan mengeluarkan unsur inflasi.
Keuntungan blanket insurance untuk tertanggung:
pekerjaan clerk berkurang, ongkos lebih murah
kemungkinan untuk alpa menghitung nilai bangunan adalah kecil
tidak perlu keterangan detil tentang okupasi
sederhana
semua objek masuk dalam cover polis
tidak diperlukan pembagian jumlah pertanggungan
semua bangunan diproteksi walaupun ada perubahan okupasi selama SI
mencukupi
Keuntungan blanket insurance untuk penanggung:
sederhana
mengurangi biaya karena perkerjaan simple
pembatasan penerimaan resiko
Kerugian blanket insurance untuk tertanggung:
adanya keterbatasan penanggung dalam menerima resiko
SI mungkin diperlukan dalam jumlah yang leibh besar dari 1 tahun (sebagian
untuk pemeliharaan terhadap average, sebagian lagi sebagai sumber antisipasi
kenaikan SI)
Mudah terjadi under insurance
Kerugian blanket insurance untuk penanggung:
Kesulitan dalam loss adjustment, biaya loss adjustment meningkat
Surveyor akan lebih sering dibutuhkan
Underwriting diputuskan dengan lebih luas
Tidak adanya bagian SI mencegah penanggung memperhatikan pada kapasitas
yang sebenarnya
Pinalty terhadap hazard yang relevansinya ke rating tidak dapat diterapkan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 7. Property Insurance II

Untuk bisnis tertentu seperti seasonal trade, retensi tidak dapat dijamin dengan
akurat
Pada asuransi yang dibagi dalam pembagian jumlah pertanggungan, premi
reasuransi biasanya lebih besar.

M. Long Term Agreement


Bila tertanggung setuju untuk renewal polis selama minimal 3 tahun dan telah
menandatangani perjanjian, maka ia akan memperoleh discount premi 5%.
Premi tahunan dibayar di muka seperti biasa.
Ketentuan-ketentuan:
- tertanggung punya kewajiban untuk mengasuransikan pada satu perusahaan
asuransi yang sama minimal 3 tahun
- penanggung tidak wajib menerima pertanggungan tersebut
- tertanggung akan memperoleh discount premi 5%-10% pada rate yang tetap
- premi dibayar secara tahunan
- bila rate dinaikkan, kewajiban tertanggung untuk mengasuransikan pada
asuradur yang sama akan hilang
Long term agreement yang berlaku di Indonesia:
- minimal 5 tahun
- kewajiban timbal balik (tertanggung wajib mengasuransikan, penanggung wajib
menerima asuransi)
- rate naik, belum tentu kewajiban tertanggung hilang

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

CHAPTER 8. PROPERTY INSURANCE III


A. Theft Insurance
1. Theft menurut Theft Act 1968 : Seseorang dikatakan bersalah melakukan pencurian
apabila dia secara tidak jujur memiliki benda orang lain dengan maksud secara
permanen mengambil benda orang lain tersebut
2. Jaminan pokok Theft Insurance:
Theft involving entry to or exit from the premises by forcible and violent means.
Tidak mengcover masuknya ke dalam gedung:
- by a key (dengan kunci), baik asli/duplikat
- by a trick (penipuan), atau
- pencuri masuk tanpa paksaan tapi keluar dengan cara kekerasan (by forcible and
violent means)
3. Perluasan:
Hold up, yaitu theft accompanied by assault or violent or the threat of it to the insured
or his employees, irrespective whether there is forcible entry
4. Average:
Berlaku pro rata condition of average, kecuali bila ditutup berdasarkan first loss basis.
Separate SI :
- stock dan materials in trade
- barang titipan/konsinyasi
- machinery, fixtures, fittings and all contents other than stock and materials in
trade
- household goods and personal effects
5. Operative clause:
a. property yang berada dalam premises yang hilang atau rusak oleh theft ivolving
entry into or exit from the premises by forcible and violent means, atau
b. kerusakan premises yang diakibatkan oleh theft atau any attempt/percobaan
pencurian
6. Exclusions:
- loss or damage by fire (kehilangan atau kerusakan yang disebabkan kebakaran)
- kerusakan pada stained/plate glass/dekorasi atau tulisan-tulisan di atasnya
- loss or damage (kerugian atau kerusakan) oleh orang-orang yang berhak berada
dalam premises dengan ijin langsung maupun tidak langsung oleh anggota
keluarga tertanggung
- loss or damage atas uang, sekuritas, koin, medali, stamps, batu berharga, articles,
documents, business book, manuscript, computer system records, pola, model,
design, tembakau, sigaret
7. Conditions:
1. polis dan schedule merupakan kesatuan kontrak

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

2. ordinary dan reasonable precautions


3. bila terjadi kejadian yang akan menghasilkan klaim, tertanggung harus
memberitahu secara tertulis dalam waktu 14 hari (termasuk lapor polisi).
Tertanggung harus mengambil langkah yang memastikan bahwa yang bersalah
harus dihukum dan memberikan hak subrogasi kepada penanggung
4. polis batal bila ada misrepresentation atas proposal maupun klaim
5. semua property yang hilang yang telah diganti oleh penanggung menjadi milik
penanggung dan bila ditemukan, tertanggung dapat memintanya kembali dengan
mengembalikan ganti rugi yang diberikan penanggung
6. contribution dan average
7. tidak ada ganti rugi, kecuali dengan ijin tertulis penanggung:
a. bila ada perubahan pada premises atau kondisi resiko
b. benefit dialihkan ke orang lain
8. cancellation
9. arbitration
10. observance and fullfilment
8. Langkah-langkah untuk mengurangi kerugian:
1. untuk barang-barang yang menarik pencuri, seperti anggur, rokok, tembakau,
dipisahkan pada bagian tersendiri dan tidak boleh lebih dari prosentase tertentu
2. melakukan survey dan pemeliharaan atas security protection (seperti gembok,
alarm) dimasukkan sebagai kondisi polis dan warranties
3. menetapkan key clause : kunci harus dipindahkan dari premises setelah jam
kerja dan berada di bawah pengawasan dari senior member dari staff tertanggung
B. Money Insurance
1. Pengertian uang:
Cash, bank and currency notes, cheques, postal and money orders, postage, national
insurance, national savings and holiday with pay stamps, luncheon vouchers yang
dimiliki tertanggung atau prinsipalnya atau karyawannya saat disimpan di tempat
tertanggung.
2. Jaminan money insurance:
All risk, termasuk saat uang:
a. in transit, saat dibawa oleh tertanggung atau authorised representative, atau
dikirim dengan pos
b. dalam premises tertanggung selama jam kerja (bussiness hours)
c. di night safe bank
d. dalam locked safe atau strongroom setelah jam kerja
Dari a-d dibatasi oleh limit tertentu dari polis
e. pada premises tertanggung di luar jam kerja, tidak saja di safe atau strongroom
(limit 100 atau 250)
f. di rumah pribadi prinsipal dari perusahaan tertanggung atau karyawan
tertanggung (limit 100 atau 250)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

g. dalam pengawasan collectors atau travellers dalam perjalanan dari saat diterima
dari customers, selama perjalanan menuju premises tertanggung atau kantor pos,
dalam waktu 24 jam
3. Exclusions (Pengecualian):
a. general exclusions : war risks, radiactive contamination, sonic bang
b. ketidak jujuran karyawan yang tidak ditemukan dalam 3 hari (atau 7 hari pada
pada polis tertentu)
c. konfiskasi, nasionalisasi, requisition atau destruction atas perintah yang berwajib
d. shortages akibat kesalahan atau kealpaan
e. di luar teritorial limit
f. loss sebagai akibat dibukanya safe atau strongroom dengan kunci yang
ditinggalkan pada remises setelah jam kerja (ada key clause)
g. karena depresiasi
h. dari unattended vehicle (kendaraan yang tidak dijaga)
i. isi koin dari mesin penjual
4. Dasar perhitungan premi:
- premi awal dihiting permil atas jumlah uang yang diperkirakan akan dimiliki
selama tahun tersebut dan diadjust pada akhir tahun berdasarkan deklarasi
tertanggung tentang jumlah yang sesungguhnya dimiliki
- ada additional premium bila jaminan diperluas dengan franking machines
5. Perluasan polis:
PA (personal accident) untuk karyawan atau representatives yang mungkin diserang
selama membawa uang atas nama tertanggung
C. Goods in Transit Insurance
1. 2 (dua) bentuk penutupan polis:
1. barang-barang pada kendaraan tertanggung sendiri, dengan SI untuk masingmasing kendaraan
2. semua barang yang dikirim tertanggung, dengan kendaraan sendiri, dengan road
haulier, rail dan post dengan limit any one consignment
2. Underwriting factors:
a. sifat barang, seberapa tingkat kemungkinan rusak/dicuri
b. metode transit/perjalanan yang dilakukan
c. alat-alat pengaman pada kendaraan sendiri
d. limit any one load or consignment
e. pengalaman dan kualitas pengemudi dan standard management
3. Exclusions (Pengecualian):
a. radioactive contamination dan explosive nuclear assemblies
b. war, riot dan civil commotion, earthquake, subterranean fire
c. moth, vermin, insects, damp, mildew or rust

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

d. delay, loss of market, consequential loss, deterioration dan changes by natural


cause
e. theft atau pilferage yang dilakukan employee tertanggung
f. barang-barang yang dibawa oleh commercial travellers (pedagang keliling)

D. All Risks Policy


1. Pengertian
Jenis asuransi ini merupakan suatu pertanggungan yang paling luas untuk harta
benda, yang menjamin kerugian atau kerusakan accidental oleh segala sebab,
termasuk oleh kebakaran, karena tidak secara khusus dikecualikan

2. Exclusions (Pengecualian):
a. general exclusions (war risk, radioactive contamination, sonic bangs)
b. kerugian di luar teritorial limit akibat riot, civil commotion, earthquake atau
volcanic eruption
c. kerugian karena keterlambatan atau penahanan oleh imigrasi atau pejabat
pemerintah lainnya
d. kerugian karena wear and tear, depresiasi, sebab-sebab alamiah, rayap, tikus, dll
atau karena proses pembersihan, pencelupan atau perbaikan dari suatu barang
e. kerusakan (selain oleh api atau pencuri) barang keramik, kaca atau barang-barang
pecah belah lainnya. Pengecualian ini tidak termasuk teropong lensa atau barang
optik lainnya di mana barang ini dapat dicover secara khusus dengan tambahan
premi dan special condition
f. kerugian atau kerusakan akibat cacat, rusak atau tidak berfungsinya secara
elektrikal atau mekanikal
3. Harga Pertanggungan : untuk masing-masing barang, disebut secara jelas di polis
4. Miscellanous unspecified baggage and personal effect:
Pertanggungan gabungan dari berbagai macam barang dengan suatu limit untuk setiap
satu barang. Berlaku pro rata average, tetapi sulit diterapkan
5. Agreed value : untuk batu berharga dan fur, harus dinilai oleh penilai profesional
6. Pair and set clause : membatasi liabilility penanggung pada saat kerugian/kerusakan
hanya pada bagian dari suatu pair atau set yang yang mengalami kerugian atau
kerusakan yang dihitung secara proporsional
7. Travellers baggage: menjamin termasuk barang-barang yang dipakai, dibawa atau
uang secukupnya dalam perjalanan sampai batas tertentu. Sum Insured
menggambarkan full value dari semua barang yang tercover dalam polis. Biasanya

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

ada deklarasi dalam proposal form dan biasanya diterapkan excess untuk menghindari
klaim kecil.
8. Industrial All Risk
Lebih spesifik dari all risk, tahun 1982 wordingnya diambil dari Fire Insurance, tetapi
diperluas dengan special perils
Exclusions (Pengecualian):
a. faulty or defective design materials or workmanship, inherent vice, latent deffect,
gradual detereoration, wear and tear atau frost
b. collapse or cracking of buildings
c. corrosion, rost, change in temperature, dampness, dryness, wet or dry hot,
shrinkage in color, flavor, texture or finish, vermin, inscts, morring or scratching
d. dissapperance, unexplained inventory shortage, misfilling or misplacing
information
e. bursting, overflowing, discharging or leaking of watertanks operation of pipes
saat bangunan kosong
f. normal structure atau bedding down of new structure
g. wind, rain, hail, sleet, snow, flood or dust to moveable property pd ruang terbuka
atau pagar dan gerbang
Perluasan dengan tambahan premi:
a. pencurian
b. fraud
c. engineering
Premi tambahan atau dijamin oleh polis terpisah:
a. uang
b. perhiasan
c. glass dan benda pecah belah
d. komputer
e. kendaraan untuk digunakan di jalan
f. livestock dan hasil pertanian
E. Polis Industrial All Risk Standard Munich Re
1. Jenis harta benda yang dijamin secara first loss:
a. money and stamps
b. employees pedal cycles and other personal effects
c. documents, manuscripts and business books
Yang dijamin hanya nilai materialnya sebagai stationery + cost of clerical labour,
tidak memasukkan nilai informasi bagi tertanggung
d. computer system records
Yang dijamin hanya nilai material + cost of reproduction untuk clerical labour dan
computer time, mengeluarkan unsur biaya produksi informasi yang akan didata
dan nilai informasi bagi tertanggung
e. patterns, models, moulds, plans dan design
f. removal of debris
2. Harta benda yang tidak dijamin dalam special exclusion adalah:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

a. property dalam masa construction atau erection


b. property yang sedang dikerjakan dan benar-benar ada dari proses manufaktur,
testing, repairing, cleaning, rstoring, alteration, renovation atau sevicing
c. property in transit by road, rail, air atau water
d. licensed road vehicle, railway locomotives dan rolling stock, watercraft, aircraft,
spacecraft dan sejenisnya
e. jewellery, precious stones, precious metals, bullion, furs, curiusities, buku-buku
langka atau benda seni
f. standing timber, growing crops, animal binds, fish
g. tanah, jalan, rel kereta, bendungan, air di permukaan dan bawah tanah, canals,
rigs, wells, pipa, kabel, tunnels, jembatan, dok, dermaga, wharves, tambang
bawah tanah, property lepas pantai
h. property yang dimiliki customer dalam Rental Agreements or Hire Purchase
Credit or other Suspensive Sale Agreements
i. property yang diasuransikan pada polis marine:
3. Resiko-resiko yang dikecualikan:
1. delay, loss of market atau consequential loss lainnya
2. dishonesty, fraudulent act, tick, device
3. disappreance, unexplained of inventory shortage
4. joint leakage, failure of welds, cracking, fracturing, collapse atau overheating of
boilers, economisers, superheaters, pressure vessels
5. gradually operating causes (wear and tear, jamur)
6. pollution or contamination selain disebabkan oleh kebakaran, lightining,
explosion aircraft
7. peraturan mengenai konstruksi, repair atau demolition di subject matter of
insurance, kecuali ada public authorities memorandum
F. Property All Risk Standard Munich Re
1. Lingkup jaminan:
- kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap
- kerusuhan, pemogokan dan tertabrak oleh kendaraan sendiri
- gempa bumi, gempa bumi diikuti oleh kebakaran dan atau peledakan, gunung
meletus, tsunami,
- banjir, angin topan/badai, kerusakan akibat air
- tanah longsor
- kerusakan pada sprinkler
- pencurian dengan kekerasan
- kerugian lain sesuai dengan limit dalam polis seperti: uang, catatan komputer,
personal effect, dokumen, biaya arsitek, biaya pembersihan, neon sign, biaya
pemadam kebakaran
2. Pengecualian:
Pengecualain umum:
Kerugian/kerusakan akibat:
- perang, kerusuhan politik, kudeta, teroris

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

- radiasi nuklir
- niat jahat tertanggung atau wakilnya
- tidak adanya/berhentinya aktivitas produksi
Pengecualian khusus:
- pembangunan/perubahan konstruksi bangunana
- kerusakan dalam masa garansi, testing, renovasi
- barang-barang dalama masa pengiriman lewat darat, laut dan udara
- kendaraan bermotor, pesawat udara, kapal laut, kereta api
- barang-barang berharga : perhiasan, batu-batu permata, buku-buku langka,
barang-barang seni
- tumbuhan, binatang peliharaan, ikan
G.
1.
2.
3.
4.

5.

6.
7.

8.

Glass Insurance
Objek pertanggungan : kaca terpasang (fixed glass)
Umumnya : all risks policy
Bahaya yang diasuransikan : rusak atau pecah karena sebab yang tidak dikecualikan
Bahaya yang dikecualikan, antara lain:
a. fire
b. loss of profit
c. removal of restoration of fixtures
Penanggung
bisa memilih bentuk ganti rugi:
a. Nilai kaca pada saat kerugian dikurangi nilai salvage
b. Reinstatement atau replacement dengan kaca sejenis.
Bila terjadi replacement, pecahan kaca (salvage) menjadi milik penanggung
Biaya penutupan sementara (sampai pemasangan baru) diganti tanpa tambahan premi
Bila pada saat penutupan kaca sudah rusak, dalam polis harus ditegaskan
mengecualikan liability atas kerusakan tersebut atau kerugian lebih lanjut akibat
kerusakan itu. Jadi polis hanya menutup kerusakan yang disebabkan oleh independent
cause
Untuk rumah tinggal : polis menutup semua kaca terpasang
Untuk gereja : polis menutup stained glass windows

H. Contractors All Risks


1. Penutupan : all risks
2. Objek : pekerjaan sementara dan tetap selama jangka waktu pengerjaan sampai serah
terima dari kontraktor kepada pemberi kerja
Termasuk juga:
a. unfixed material
b. peralatan di tempat kerja
c. plant equipment, tools baik yang digerakkan secara mekanis atau tidak
d. bangunan sementara untuk kantor di lokasi pekerjaan
e. mess accommodation
f. workers camp
g. stores
h. workshop
i. beserta isinya

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

3. Peralatan dan perlengkapan pribadi milik pekerja bisa juga dicover dengan dikenai
excess dan limit any one employee
4. Cover bisa diperluas dengan :
a. architects and other professional fees
b. removal of debris
5. Excesss : berlaku untuk semua kerugian termasuk fire, minimum : STG 100
6. Jangka waktu penutupan : selama waktu pengerjaan ditambah waktu pemeliharaan
Waktu pemeliharaan : 12 bulan sejak tanggal serah terima (civil engineering dan
machinery installation works) atau 6 bulan (general building works)
7. Harga pertanggungan : perkiraan nilai kontrak plus contractors plant dan equipment,
temporary buildings, stores, workers camp, architects, surveyors or engineers fees
(bila belum masuk dalam nilai kontrak), debris removal expenses, employees tools
dan personal effects.
8. Setelah pekerjaan selesai dan diketahui nilai kontrak yang sebenarnya, premi
disesuaikan
9. Cover hanya berlaku untuk pekerjaan baru dan tidak termasuk kerusakan pada
bangunan yang sudah ada
10. Kontrak pembangunan/pengerjaan proyek ii ada yang tunduk pada:
a. Conditions of contract of the Institution of Civil Engineers (ice conditions)
b. The Royal Institute of British Architechts (RIBA)
Keduanya mensyaratkan asuransi untuk property dan tanggung jawab hukum
I. Household Policies
1. Objek:
a. Contents only atau
b. Building only
Tidak ada cover standar karena untuk menarik customer, masing-masing penanggung
memberikan cover tambahan.
Proposal form harus diisi oleh calon tertanggung, yang memberikan detail penuh
tentang tempat tinggal, penggunaannya, keamanan dan harga pertanggungan untuk
building dan contents.
Tempat tinggal yang terletak di area tertentu (misalnya rawan pencurian)
meningkatkan hazard sehingga ada kalanya perlu dilakukan survey. Surveyor akan
memberikan rekomendasi alat pengaman apa yang perlu dipasang, misalnya pengunci
pintu, terali, alarm.
Dalam polis harus disebutkan full value dan HP ini adekuat tidak hanya pada awal
masa pertanggungan, tapi juga harus tetap full value selama masa pertanggungan
sehingga disebut dengan continuing warranty
2. Contents:
Tidak ada definisi standard tentang contents.
a. bagian dari konstruksi atau ceilings, wallpapers dan sejenisnya tidak dicover
b. visitors effects bisa diasuransikan secara terpisah
c. motor vehicle accessories yang tidak melekat pada kendaraan tapi disimpan dalam
insureds private garage dicover
d. medals, coins tidak dicover kecuali permintaan khusus

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

e. benda antik, lukisan, benda seni, koleksi perangko, benda dari emas, perak dan
perhiasan berharga dari metal atau bulu dianggap bernilai >5% dari full value of
contents kecuali disebutkan khusus
f. total nilai benda dari emas, perak dan perhiasan berharga dari metal atau bulu
dianggap tidak lebih dari 1/3 full value of contents kecuali disebutkan khusus
3. Bahaya yang dijamin untuk contents sama dengan buildings
Tidak ada excess untuk:
a. storm, tempest dan flood
b. bursting or overflowing of water tanks, apparatus of pipes.
Pencurian atau usaha pencurian dicover
4. Extentions untuk contents:
a. terhadap semua bahaya yang umumnya dicover selama pindah sementara
sepanjang masih di Great Britain, Ireland atau Northern Ireland dengan batasan:
(1) storm, tempest, flood terhadap property in transit atau orang dikecualikan
(2) theft dicover sepanjang:
(a) di bank, safe deposit atau di tempat tinggal pribadi yang dihuni
(b) di bangunan di mana tertanggung atau anggota keluarganya bertempat
tinggal atau bekerja atau menjalani usaha
(c) selama proses peralihan ke atau dari bank atau safe deposit atas beban
tertanggung, anggota keluarganya atau authorised servant
b. clothing and personal goods milik pelayan yang tinggal bersama tertanggung
selain cash currency notes, bank notes and stamps dicover terhadap seluruh
bahaya selama benda tersebut ada di tempat tinggal pribadi tertanggung atau
orang lain, hotel di Great Britain, Ireland atau Northern Ireland
c. accidental breakage or mirrors, plate glass tops to furniture, fixed glass in
furniture other than television and radio whilest in the insureds private dwelling.
d. loss of rent plus reasonable additional expense yang dikeluarkan tertanggung
karena tempat tinggalnya tidak dapat dihuni, dibatasi:
(1) jangka waktunya (selama reinstatement period)
(2) jumlahnya (maksimum 10% SI contents)
5. Liability dicover:
a. insureds liability as tenant
b. liability to domestic servants and other employees
c. public liability
6. Ganti rugi untuk contents: sesuai prinsip indemnitas (dikurangi depresiasi) atau new
for old kecuali household linen and wearing apparel. Jadi tidak memperhitungkan
wear and tear, depreciation
7. Buildings
Definisi:
The private dwelling house which is brick, stone or concrete built and roofed with
slates, tiles, concrete, asphalt, metal or sheets or slabs composed entirely of

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

incombustible mineral ingredients except as specially mentioned and all the domestic
offices, stabeles, garages, and outbuildings being on the same premises and used in
connection therewith including landlords fixtures and fittings therein or thereon and
the walls, gates and frences around and pertaining thereto.
Premi dihitung berdasarkan full value of the building. Premi lebih mahal untuk
konstruksi non standard.
8. Luas jaminan untuk buildings:
Loss or damage yang disebabkan oleh:
a. fire, lightning and explosion
b. riot, civil commotion and kindred risks atau riot, civil commotion, strikes or
labour disturbances. Pengecualian adalah loss or damage yang terjadi di Northern
Ireland or ini the Republic of Ireland and while the buildings are unfurnished.
Nothern Ireland overroiding exclusion clause tidak berlaku pada tempat tinggal
pribadi.
c. aircraft and other aerial devices or articles dropped therefrom
d. theft or any attempt threat, except while the dwelling house is left unfurnished
e. leakage of oil from any fixed oil fired hearing installation
f. accidental damage for which the insured is responsible to the underground water
pipe, gas pipe or electricity cable extending from the dwelling house to the public
mains
g. liability as owner to the public for the bodily injury or damage to property caused
by the buildings
h. loss of rent if the dwelling house is rendered uninhabitable by any of the insured
perils up to 10% of the Sum Insured on the building in respect of the period
necessary for reinstatement
i. storm, tempest and flood, but excluding:
1) destruction or damage caused by frost, subsidence or landslip
2) destruction of or damage to fences of gates
3) the first STG. 25 of each and every loss
j. bursting or overflowing of water tanks, apparatus or pipes except when the
dwelling house is left unfurnished, excess = I.3
k. earthquake
l. impact with any of the buildings by any road vehicle, horses or cattle not
belonging to or under the control of the insured or any member of his family
residing with him
Exclusion tentang kendaraan yang dikemudikan oleh tertanggung atau anggota
keluarganya bisa dihilangkan dengan tambahan premi atau dikenakan excess.
m. breakage or collapse of television or radio receiving aerials, aerial fittings and
masts
n. accidental breakage (except while the house is left unfurnished) of:
1) fixed glass in:
a) windows, doors, fanlights, skylights or
b) greenhouse, conservatories and verandahs forming part of the builidings
and
2) fixed wash basins, pedestals, sinks, lavatory pans and cisterns

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

9. Perluasan cover untuk contents termasuk:


a. malicious damage dengan excess STG. 25 atau lebih kecuali Ireland dan Northern
Ireland
b. landslip or subsidence or heave of the site on which the buildings stand,
excluding:
1) loss or damage:
a) caused by normal shrinkage or settlement or
b) caused during demolition, structural alteratiron or repair or
c) caused by coastal erosion or
d) to fixed fuel oil tanks, swimming pools, walls, gates, fences, terraces
patios and drives unless the dwelling house is damaged at the same time
by the same cause or
e) for which indemnity is provided from any other source
2) excess STG 500 or 2 % of T.S.I. (whichever is the greater) in respect of
each claim
c. falling trees excluding:
1) loss or damage arising out of or in the course of felling, lopping or topping
2) damage to gates of fences
3) the cost of removing fallen trees or parts thereof except where they have given
rise to a valid claim under this policy
d. architects and surveyors fees in connection with reinstatement, the cost of
shoring up, demolishing or dismantling any part of the building damaged by an
insured peril and removing debris and the additional cost of compliance with
statutory building regulations
e. loss of rent
10. Exclusions:
a. war risks
b. radioactive contamination
c. sonic bangs

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

CHAPTER 9. ENGINEERING INSURANCE


A. Engineering Insurance

Polis

Standard
International

Munichre
Swissre
Lloyds

Bentuk

Jenis
Jaminan

Non
Standar

All risk
Policy

Polis
Maskapai

Tailor
Made
Policy

Semua resiko
(tidak dirinci)

Pengecualian
(dirinci)
Modifikasi
Standard

http://lulusujianaamai.wordpress.com

New
Policy

Period

One time
In and out
unrenewable

Chapter 8. Property Insurance III

Objek
Pertanggungan
Pekerjaan utama (Permanent Work)
Pekerjaan kontrak/proyek
(Contract Work)

Pekerjaan persiapan (preparation work)


pembersihan, penimbunan, peralatan lokasi
Pekerjaan sementara (temporary work)
barak/bedeng, kantor proyek, jalan jembatan darurat
Material poyek

Peralatan Kerja

Alat berat
(Machinery/heavy equipment)

Tanggung Jawab Hukum


Terhadap Pihak III
(Third party Liability)

Aggregate plants conveyor pumps electric motors,


genset, trafo - compressor mixing plant scaffolding
welding machine

Cranes excator pavers


Buldozer loader road roller
Grader vibrator dll

Luka badan, sakit, kematian manusia


Kerusakan harta benda

Pembersihan reruntuhan
(Clearance of debris)

Own Surrounding Property

Harta benda milik tertanggung yang berada di sekeliling/di


sekitar proyek

Own Existing Property

Bangunan milik tertanggung di mana proyek dikerjakan

STRUKTUR POLIS

Preamble
(Insuring clause/mukadimah)

General Exclusions

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Dasar penerbitan polis


Pembayaran premi
Janji penanggung: ganti rugi kepada tertanggung sesuai
syarat polis
Hal-hal yang secara umum dikecualikan (tidak dijamin):
War & SRCC
Radiasi, reaksi, polusi, nuklir dan atau radio aktif

Chapter 8. Property Insurance III

Period of cover

Section

General conditions
(syarat-syarat umum)

Schedule
Endorsement

Kesengajaan
Penghentian pekerjaan
Ketentuan mengenai masa berlakunya jaminan polis
1. Material Damage
luas jaminan
pengecualian khusus
ketentuan khusus:
- harga pertanggungan
- dasar penyelesaian klaim
- extra charges, surrounding property
2. Third party liability
Luas jaminan
Pengecualian khusus
Ketentuan khusus

Kewajiban tertanggung interpretasi


Loss precaution inspection perubahan
Prosedur klaim arbitrase hilangnya
tertanggung- pertanggungan ganda
Data pertanggungan
Warranty
Extension (perluasan jaminan)

CONTRACTORS ALL RISK


C.A.R.

PEKERJAAN TEKNIK SIPIL


(CIVIL WORK) MEKANIKA TEKNIK
BETON SIPIL BASAH
1. PEMBANGUNAN GEDUNG (BETON)
2. PEMBANGUNAN PRASARANA:
JALAN, JEMBATAN, DAM, IRIGASI,
BANDARA, PELABUHAN LAUT,
DERMAGA, TEMPAT REKREASI, DLL
3. PEKERJAAN TANAH
PERATAAN, PENIMBUNAN

http://lulusujianaamai.wordpress.com

hak

ERECTION ALL RISK


E.A.R.

PEKERJAAN PEMASANGAN:
1. PEMASANGAN MESIN INDUSTRI, NON
INDUSTRI
2. PEMASANGAN PERALATAN ELEKTRIK
3. PEMASANGAN JARINGAN TELKOM,
JARINGAN PIPA BESI/BAJA
4. PEMASANGAN/PEMBANGUNAN
STRUKTUR BESI/BAJA:
GEDUNG, PABRIK, MENARA
JEMBATAN, REL
PERALATAN PELABUHAN/PABRIK/
TAMBANG, DLL

Chapter 8. Property Insurance III

ASURANSI PROYEK/KONSTRUKSI

Civil Work + Erection Work

HP. CW > 50%


EW < 50%
-

Polis C.A. R.
Dengan catatan:
HP. EW .. > 20% tarif E.A.R. sendiri
HP. EW .. < 20% taif ikut C.A.R.

HP. EW > 50%

Polis E.A.R.
Dengan catatan:
- HP. CW > 20% tarif C.A.R sendiri
- HP. CW < 20% tarif ikut E.A.R

HP. CW = EW = 50%
Relatif seimbang

Alternatif I. Polis masing-masing


Alternatif II. Salah satu polis + term/condition dari polis
yang lain untuk jenis work yang
bersangkutan
Alternatif III Polis gabungan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

TERTANGGUNG

C.A.R.

E.A.R

1.

PEMILIK PROYEK
OWNER, PRINCIPAL,
BOUWHEER, EMPLOYER

2.

PELAKSANA PEKERJAAN:
KONTRAKTOR, SUB KONTRAKTOR
MANUFACTURER>SUBKONTRAKTOR
SUPPLIER
ENGINEER

1.

PEMILIK PROYEK
OWNER, PRINCIPAL,
BOUWHEER, EMPLOYER,
PEMESAN PROYEK

2.

PELAKSANA PEKERJAAN :
MANUFACTURER > SEBAGAI
KONTRAKTOR
SUPPLIER
KONTRAKTOR, SUBKONTRAKTOR
ENGINEER

3.

PENYANDANG DANA, BANK, DLL

3. PENYANDANG DANA, BANK, DLL

INDIVIDUAL
ATAU
GABUNGAN

INSURANCE CLAUSE
DALAM
CONTRACT WORK AGREEMENT

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

ASURANSI
ENGINEERING

TUJUAN

Proteksi:
Kerugian
keuangan
Akibat:
Kecelakaan tibatiba (sudden)
Tak terduga
(unforeseen)

Untuk mereka yang


bergerak dalam bidang:
Jasa konstruksi
Pengoperasian:
Mesin
Elektronika
Alat berat
prasarana

JENIS
ASURANSI

11. Contractors all risk (CAR)


Pekerjaan teknik sipil

2. Erection all risk (EAR)


Pekerjaan pemasangan

3. Machinery breakdown (MB)


Mesin

4. Loss of Profit Following MB (MLOP)


Mesin kerugian keuntungan

5. Deterioration of stock (DOS)


Mesin pembukuan stock

6. Electronic Equipment Insurance (EEI)


Elektronika

7. Contractors Plant & Machinery (CPM)


Alat berat proyek

8. Civil Engineering Completed Risks


(CECR)
Prasarana

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

WARRANTY/KETENTUAN KHUSUS
Time Schedule

Batas toleransi penyimpangan jadwal waktu


pekerjaan
Structure in Earthquake Perhitungan konstruksi harus dapat mengatasi skala
Zone
kekuatan gempa bumi
Fire Fighting Facilities
Kelengkapan fasilitas dan regu pemadam
kebakaran
Jarak tertentu penyimpangan barang
Pekerjaan mengandung api harus disertai tenaga
pemadam kebakaran
Underground cables & Harus diketahui lokasi fasilitas yang terdapat di
pipes
dalam tanah pada lokasi site
Corps, forest & culture
Tidak dijamin
Pekerjaan dengan jarak panjang (penggalian saluran,
Sections
pemasangan pipa, tanggul, dsb) harus dikerjakan
Open trenches
per-bagian dengan panjang tertentu + pengamanan
CPM
Penyimpangan yang aman dari banjir
Camps dan stores
Tindakan pengamanan terhadap banjir
Const. Material
Safety Measures

Yang dijamin
Section 1. Material Damage
C.A.R / E.A.R.

Kerugian/kerusakan phisik disebabkan oleh


segala hal kecuali oleh hal-hal yang secara
khusus dikecualikan
Tidak terduga

Terjadi tiba-tiba
Perlu diperbaiki atau diganti

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

CONTOH PENYEBAB

ACT OF GOD
NATURAL PERILS

NON A.O.G / N.P

KEBAKARAN
SHORT CIRCUIT
PELEDAKAN
RUNTUH
DLL

GEMPA BUMI
BANJIR
TOPAN
LONGSOR
DLL

MANUSIA

PENCURIAN
PERAMPOKAN
KELIRU
SABOTASE

Yang dijamin
Section 2 - TPL

Kerugian keuangan pihak III yang secara hukum


merupakan tanggung jawab tertanggung

Kecelakaan diri
- luka badan
- sakit
- mati

Kecelakaan
Harta Benda

Biaya peradilan pihak III


yang dapat dituntut dari
tertanggung

Biaya lainnya sesuai


persetujuan penanggung

Ditimbulkan oleh pekerjaan proyek site

HARGA PERTANGGUNGAN

Comment [Win1]:

TOTAL FINAL CONTRACT VALUE (TFCV)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

A. HP Proyek
Total biaya pada akhir proyek

Pada awal pertanggungan


Contract value

Selama pertanggungan
Disesuaikan dengan
Kenaikan/penurunan harga

(Estimated contract value)


ECV
Pada akhir pertanggungan lapor total biaya
sampai selesainya proyek

B. HP- C.P.M : New Replacement Value

C. T.P : LIMIT OF LIABILITY


- INDIVIDUAL : BODILY INJURY
AOAPERSON, TOTAL/AOA
PROPERTY DAMAGE/ AOA
- COMBINED SINGLE LIMIT/AOA

PERLUASAN PERIOD OF COVER

MAINTENANCE VISIT COVER


KERUGIAN/KERUSAKAN
AKIBAT PEKERJAAN
PEMELIHARAAN

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

GUARANTEE COVER
MASA
JAMINANCOVER
MAINTENANCE
MASA PEMELIHARAAN

PERIOD OF COVER
MASA BERLAKUNYA
PERTANGGUNGAN

PERLUASAN
KHUSUS
UNTUK COVER
EXTENDED
MAINTENANCE
PEKERJAAN PEMASANGAN (E.A.R)
VISIT COVER
+
KERUGIAN/KERUSAKAN YANG TERJADI
DALAM MASA PEMELIHARAAN DISEBABKAN
OLEH PEKERJAAN PROYEK SEBELUM SERAH
TERIMA

KERUGIAN/KERUSAKAN AKIBAT:
KESALAHAN PEMASANGAN >
DIKECUALIKAN
FAULTY DESIGN
KEBAKARAN, PELEDAKAN
CACAT MATERIAL, COR
- ACT OF GOD
CACAT PEMBUATAN
>

>
>

PENYEBABNYA

>

TETAP TIDAK

DIJAMIN

>

>

>

- T.P.L

C.A.R.
E.A.R.
Mulai mana saja yang lebih Pada saat : material proyek dibongkar di site atau dimulai pekerjaan
dahulu
proyek
Berakhir
Pada saat :
Pada saat:
Serah terima
Serah terima
atau
atau
Digunakan
Digunakan
Atau
atau
Tanggal jatuh tempo polis
Berakhirnya test pengoperasian
atau
Berakhirnya test dengan beban
(load test)
atau
Tanggal jatuh tempo polis
Masa testing maksimum
(empat) minggu

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

Khususnya
pemasangan
mesin/peralatan bekas pakai:
Terakhir pada saat dimulainya
testing
Jika serah terima/digunaka/test pengoperasian/load test dilakukan
bagian per-bagian, maka:
Ketentuan berakhirnya pertanggungan berlaku bagian per bagian

Jika ada mesin/instalasi yang Perluasan jaminan cover for contract work taken over or put into
dipasang (dalam C.A.R)
service
Period of cover dapat diperluas Bagian-bagian
ybs
tetap
dijamin
sampai
serah
= E.A.R
terima/penggunaan/berakhirnya testing keseluruhan
Untuk resiko yang ditimbulkan pekerjaan proyek

Untuk tujuan Asuransi Engineering, peralatan/mesin terbagi dalam 5 (lima) group


(kelompok):
1. Boilers dan Pressure Plant
2. Engine Plant
3. Electrical Plant
4. Lifting Machinery
5. Miscellaneous Plant
1. Boilers and Pressure Plant
a. Steam Generating Boilers = Boiler penghasil uap
b. Low Pressure Hot Water Heating Boilers = Boiler pemanas air dengan tekanan
rendah
c. Domestic Supply Boilers = Alat pemanas air untuk keperluan rumah tangga
d. Low Pressure Steam Heating Boilers = Boiler pemanas uap dengan tekanan
rendah
e. High Pressure Hot Water Heating Boilers = Boiler pemanas air dengan tekanan
tinggi
Boiler:
- ekonomis untuk sumber tenaga dan panas
- tidak menimbulkan bahaya kebakaran
Jenis-jenis lain dari pressure plant secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
(1) super heaters : peralatan yang berhubungan dengan boilers, di mana uapnya
digunakan untuk menghasilkan tenaga
(2) economisers : alat untuk menaikkan temperatur dari air sebelum masuk ke
boiler, di mana telah diatur gas-gas dari boiler disalurkan mengelilingi tabung-

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

tabung dari Economisers tersebut yang seterusnya masuk ke dalam tungku


pembakar
(3) steam baking ovens : oven untuk memanggang roti ruang oven dipanasi oleh
serangkaian tabung yang tertutup yang bisa dalam bentuk lurus, melingkar atau
loop yang berisi sedikit air, tabung-tabung tersebut bekerja dengan tekanan tinggi
(4) steam jacketed pans : panci untuk memasak berbagai jenis bahan, bejana yang
diluarnya ditutup oleh lapisan pelindung, di mana di antaranya dialiri uap panas
untuk memanaskan bahan/benda yang ada dalam bejana
(5) calorifiers : bejana berisi coll (lingkaran/spiral tabung untuk supply air panas
atau pemanas ruangan)
(6) ironing machines : alat untuk setrika di binatu/laundry untuk kain-kain
lebar/taplak meja (hotel)
(7) steam and feed piping : pipa-pipa penyalur uap panas untuk disalurkan ke
peralatan lain untuk penggunaan lebih lanjut
(8) air receivers : yaitu suatu tabung dalam bentuk silinder untuk penyimpanan
udara yang telah dipampatkan dengan tekanan tinggi, untuk menggerakkan
peralatan atau untuk start mesin-mesin
(9) disinfectors : bejana dalam beentuk oval atau bundar di mana uap dialirkan
untuk keperluan sterilisasi perlengkapan tempat tidur dan pakaian (di hotel)
Polis Boiler Explosion umumnya dipergunakan untuk penutupan masing-masing
item tersebut di atas:
- Sebagai tambahan dari pelayanan inspeksi secara berkala
- Polis standar menyediakan penggantian terhadap:
Kerusakan atas boiler atau peralatan yang dijamin
Kerusakan atas harta benda lainnya
Sebagai akibat dari explosion dan collapse atas objek yang dijamin tersebut

Beberapa definisi yang perlu dicatat:


Plant berarti bagian-bagian dari kerangka permanen dari setiap unit-unit yang
disebutkan dalam schedule, di mana semuanya terkait dengan proses tekanan uap
atau tekanan cairan lainnya, termasuk sambungan-sambungan dan rangkaianrangkaian langsung yang masih terkait dengan tekanan tadi yang berhubungan
langsung dengan kerangka permanen tanpa dipisahkan oleh katup.
Plant juga berarti bagian-bagian yang terbuat dari logam yang terkait dengan tekanan
danpompa air dan bagian-bagian penghubungnya ke kerangka permanen walaupun
dipisahkan oleh katup
Ini tidak berarti untuk:
(1) superheaters atau economisers
(2) pipa penyalur atau pipa sirkulasi atau bagian-bagian yang berhubungan
dengannya

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

Explosion adalah pecah secara tiba-tiba dan dengan cara kekerasan dari suatu plant
yang disebabkan oleh kekuatan tekanan uap atau cairan dari dalam (selain dari
tekanan akibat flue gas yang terbakar) yang menyebabkan perubahan fisik atas
bagian-bagian dari peralatan yang bersamaan keluarnya isi peralatan tersebut secara
paksa.
Collapse adalah membengkok secara tiba-tiba dan membahayakan (baik diikuti oleh
patah/retak maupun tidak) dari bagian-bagian peralatan yang disebabkan oleh
tekanan berlebihan dari tekanan uap atau tekanan cairan lainnya.
Cacat-cacat berikut tidak dianggap sebagai explosion atau collapse
a. kerusakan karena pemakaian (penyusutan) atau terbuangnya material yang
disebabkan oleh kebocoran, berkarat, bahan bakar atau sebaliknya
b. perubahan bentuk atau membengkoknya peralatan yang terjadi secara perlahan
c. keretakan yang menimbulkan pembengkakan pada lapisan luar akibat dari
melemahnya daya tahan terhadap tekanan dari dalam yang kadang-kadang
diikuti oleh kebocoran
d. melemahnya kekuatan sambungan
tapi explosion atau collapse yang disebabkan oleh masing-masing di atas
dijamin oleh polis
Perluasan jaminan dari polis Boiler Explosion dengan tambahan premi:
a. flue gas explosion
b. cracking atau weld failure-heating and hot water supply boilers with pipes and
radiators
c. cracking ironing machines
d. joint leakage
e. overheating of tubes (boilers)
f. overheating of boilers and fired pressure vessels
g. general damage
Terhadap flue gas explosion, kehati-hatian perlu diperhatikan untuk meyakinkan
bahwa tidak ada overlap atas jaminan yang diberikan antara Polis Engineering
dengan Polis Kebakaran yang diperluas dengan jaminan explosion.
2.

Engine Plant
Kelompok ini meliputi:
- Steam Engines (mesin uap)
- Gas dan Oil Engines
- Diesel Engines (mesin diesel)
- Air Compressors (kompresor udara)
- Pumps (pompa)
- Hydro Extractors
- Fans
- Gas Producer Plants
- Large Refrigating Plants

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

Dan peralatan lainnya yang terkait dengan mechanical breakdown

Steam Engine adalah suatu alat yang merubah energi panas (tekanan uap) menjadi
tekanan mekanik untuk menggerakkan suatu mesin.
Inspeksi berkala yang dilakukan oleh perusahaan asuransi sangat
berharga/bermanfaat bagi tertanggung walaupun servis pemeliharaan (maintenance
service) yang mereka miliki adalah first class, sebab bisa terjadi defect yang
berkembang secara bertahap di mana karyawan yang selalu hadir dan bertanggung
jawab atas mesin itu sekalipun tidak bisa mengetahui. Sedangkan surveyor yang
sudah terlatih besar kemungkinan bisa menemukan cacat tersebut.
Kerusakan mesin umumnya disebabkan oleh:
1. kecerobohan dalam pengoperasian atau pemeliharaan mesin yang kurang baik
2. kejutan berulang
3. masuknya air
4. mesin dipasang pada pondasi yang tidak kuat
5. kesalahan perancangan mesin (faulty design)
Polis Engine Plant memberikan pelayanan inspeksi dan indemnity atas resiko
kerusakan mekanik. Ruang lingkup cover tergantung plant yang bersangkutan:
a. steam engine policy
b. gas or oil engine policy
c. diesel engine policy
Polis bisa diperluas untuk cover damage to bearings by breakage or overheating,
damage to plant by extraneous causes, damage to minor parts.
Plant yang menghasilkan gas ditutup dengan gas plant policy. Cover = boiler policy.
Resiko utama : ledakan yang disebabkan oleh ignition of gas bukan tekanan dari
dalam seperti pada boiler.
Internal combustion engine:
a. gas engines
b. oil engines (bensin, minyak tanah, minyak mentah)
c. diesel engines
Tenaga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin. Diesel engine
digerakkan dengan memasukkan udara bertekanan tinggi ke dalam silinder untuk itu
digunakan botol udara atau receiver. Oleh karena itu diesel engine policy juga
menutup kerugian karena kerusakan atau ledakan pada kompresor, botol udara atau
receiver.
3.

Electrical Plant
2 kelompok:
a. rotating plant: motor, generator
b. stationary plant : transformers, condensers
Ditutup dengan electrical policy yang memberikan fasilitas pemeriksaan secara
teratur dan ganti rugi terhadap kerusakan mekanik atau elektronik.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

Penyebab kerusakan adalah lembab, debu, acid, asap.


Peralatan elektrik harus disimpan di tempat yang bersih dan kering. Perluasan cover
meliputi kerusakan pada bearings by breakage atau overheating, kerusakan oleh
sebab dari luar, kerugian transformer oil karena kerusakan.
4.

Lifting Machinery
Termasuk : cranes, tractors, lift untuk orang, barang dll, alat angkat tanpa
memperhatikan sumber tenaganya baik listrik, uap, hidrolis, manual
Polis 2 macam:
a. Crane policy
Selain pemeriksaan teratur, crane policy juga memberikan ganti rugi bila harta
benda mengalami mechanical breakdown dan rusak karena sebab dari luar.
Kerusakan karena breakdown mengecualikan kerusakan pada boiler pressure
vessel dan atau fittings, kecuali kerusakan karena breakdown dari bagian lain dari
mesin tersebut
b. Lift policy
Sama dengan crane policy, tapi tidak termasuk rusak karena sebab dari luar.
Kedua polis ini bisa diperluas dengan kerusakan atas barang yang sedang diangkat
dan rusak pada barang milik tertanggung.

5.

Miscellanous Plant
Turbin uap:
Memberi ganti rugi bila ada kerusakan pada turbo set dan kerusakan pada harta
benda lain milik tertanggung dan tanggung jawab hukum tertanggung atas kerusakan
pada harta benda bukan milik tertanggung di mana kerusakan disebabkan oleh
disruption atau breakdown pada turbo set pada saat penggunaan biasa atau ada
bagian yang menggunakan tekanan uap atau air.
Alat pendingin:
Memberi ganti rugi bila ada kerusakan pada alat tersebut dan kerusakan langsung
pada harta benda milik tertanggung karena breakdown.
Extensions:
1. bearings
2. minor parts
3. damage to refrigerant pipes & loss of refrigerant
4. auxiliary items motor and fans
5. refrigerant pumps

6.

Engineering Third Party Risks


Penggunaan plant & machinery bisa menimbulkan resiko pada pihak ketiga. Resiko
ini bisa ditutup dengan general public liability policy atau engineering policy.
Bila plant digunakan di jalan, tunduk pada Road Traffic Acts, jadi harus mempunyai
motor vehicle policy dan certificate of insurance.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

Penggunaan crane excavator atau bulldozer sebagai tool of trade bisa ditutup dengan
general public liability atau perluasan motor policy.
General public liability policy menutup tanggung gugat tertanggung yang timbul dari
penggunaan semua plant dan machinery yang digunakan sehubungan dengan usaha
yang dijalankannya.
Dalam polis, tertanggung diwajibkan untuk memenuhi persyaratan perundangundangan mengenai pemeriksaan plant. Bila persyaratan tersebut tidak dipenuhi,
penanggung berhak tolak klaim bila loss timbul dari kelalaian pmeriksaan dan
pemeliharaan plant.
7.

Harga Pertanggungan
Ganti rugi ditentukan oleh tertanggung tergantung ruang lingkup polisnya.
Boiler policy : nilai boiler + biaya pemasangan + biaya bila menimbulkan kerusakan
pada harta benda yang ada di sekitar boiler, baik milik tertanggung maupun orang
lain + tanggung gugat tertanggung atas kecelakaan/injury pada orang lain selain
pegawai/karyawan tertanggung.
Harga pertanggungan bisa dicantumkan untuk masing-masing peralatan, atau satu
harga pertanggungan untuk beberapa peralatan yang berada pada satu lokasi (group
indemnity) yang umumnya digunakan pada boiler plant.
Group indemnity hanya dapat digunakan untuk perlatan-peralatan yang
penggunaannya berhubungan satu sama lain pada satu situasi atau set pompa dan
motornya.
Average tidak berlaku pada engineering policy, bila klaim sesuai dengan kondisi
polis, ganti rugi penuh tanpa memperhatikan actual value.
Engineering policy = 1 tahun
Bila kerusakan mesin lebih dari sekali selama jangka waktu asuransi, harga
pertanggungan turun sesuai pembayaran ganti rugi kecuali bila ada reinstatement
atas harga pertanggungan dengan premi tambahan, sedangkan reinstatement itu tidak
dikenakan biaya.

8.

Machinery Breakdown
a. Menjamin subject matter of insurance dalam premise yang mengalami kerusakan
fisik yang tidak terlihat dan secara tiba-tiba (unforeseen dan sudden physical loss)
yang disebabkan oleh:
- defects in casting and material
- faulty design
- faults at workshop or in erection
- bad workmanship, lack of skill, carelessness
- shortage of water in boilers
- physical explosion
- tearing apart on account of centrifugal force
- short circuit, storm
- sebab-sebab lain yang tidak dikecualikan di polis
yang membutuhkan repair atau replacement

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

b. Sum Insured : cost of replacement (biaya penggantian) untuk mesin baru dengan
jenis dan kapasitas yang sama + freight + dues & custom duties (bila ada) + biaya
pemasangan
c. Basis of indemnity :
(i) bila bisa diperbaiki : biaya untuk mengembalikan ke kondisi semula + biaya
pemasangan + freight dari dan ke bengkel + custom duties bila ada.
Bila diperbaiki di bengkel tertanggung sendiri: Cost of material, wages and
OH yang merupakan bagian dari perbaikan tersebut
Tidak ada pengurangan untuk depresiasi, tapi memperhitungkan salvage
(ii) bila mesin musnah : Actual value dari mesin sesaat sebelum kerugian
d. Tiap penggantian dikurangi dengan deductible sebesar 5% dari claim payable,
minimum US$ 250,00
9.

Health & Safety at Work Act 1974


a. Mengharuskan inspeksi engine oleh lembaga/orang-orang yang kompeten:
Untuk cranes tiap 14 bulan
Untuk lifting appliances tiap 6 bulan
Untuk boiler dan ketel uap yang berhubungan dengan boiler tiap 14 bulan
diteliti dan diuji

b. Definisi orang yang kompeten;


- memiliki pengetahuan teori, praktek dan pengalaman atas mesin dan peralatan
yang diuji
- mampu mendeteksi cacat dan kelemahan
- mampu menemukan dan meneliti pengaruh cacat dan kelemahan tersebut
terhadap kekuatan dan fungsi mesin, serta akibat yang mungkin dapat
ditimbulkannya
sehingga inspeksi yang dilakukan oleh engineer dari perusahaan asuransi bisa
memenuhi syarat tersebut
c. Tujuan inspeksi:
Menghindari suatu kejadian yang merugikan dengan mendeteksi secara dini cacat
atau kekeliruan dan melakukan koreksi/perbaikan sebelum hal tersebut
berkembang lebih jauh yang dapat menyebabkan kerusakan mesin yang parah
Keuntungan bagi penanggung:
- terhindar dari kewajiban untuk membayar klaim atas kerugian/kerusakan
Keuntungan bagi tertanggung:
- terhindar dari mesin-mesin yang tidak bisa dioperasikan dan kerugian
finansial karena produksi terhenti
10. Contractors All Risk (CAR)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

a. Masa pertanggungan polis CAR : selama waktu pengerjaan ditambah waktu


pemeliharaan
Waktu pemeliharaan:
- untuk civil engineering & machinery installation works : 12 bulan setelah
tanggal serah terima
- untuk general building works : 6 bulan
b. Polis standard CAR terdiri dari 2 section yaitu:
Section I :
Material Damage, terdiri dari :
1. contract work
2. material or items supplied by the principle/contractors/subcontractors
3. construction plant equipment/machinery (CPE/CPM)
4. clearance of debris
SI untuk contract work : full value dari contract work saat selesai, termasuk
seluruh materials, upah, biaya angkut, bea impor/ekspor dan barang-barang
yang disupply untuk principal
SI untuk material or items supplied by the principle/contractors/subcontractors
dan construction plant equipment/machinery : replacement value dari
construction plant equipment dan construction machinery yang berarti
replacement cost untuk mengganti subject matter of insurance dengan yang
baru dengan jenis dan kapasitas yang sama

Section II :
Third Party Liability, terdiri dari:
1. bodily injury :
- any one person
- total
2. property damage

c. 2 (dua) pengertian Reinstatement dalam Memorandum I Polis Standard CAR:


Dalam hal penetapan SI, tertanggung wajib menaikkan atau menurunkan SI
bila terjadi fluktuasi yang material atas wages atau prices dan kenaikan atau
penurunan ini bisa berlaku hanya setelah dicantumkan di polis oleh
penanggung
Dalam hal terjadi loss/damage, bila ternyata SI lebih kecil dari yang
seharusnya, maka jumlah ganti rugi akan berkurang sesuai proporsi SI
terhadap VAR
d. Cross Liability Endorsement;
Polis mengcover third party liability atas orang-orang yang tercantum dalam
schedule
Polis tidak menjamin:
- loss/damage atas subject matter of insurance di bawah section I

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

injury/illness karyawan/buruh di Employers Liability Insurance

e. Maintenance Visit Cover:


Perluasan jaminan untuk maintenance period yang telah ditentukan atas
loss/damage atas contract works karena kelalaian kontraktor tertanggung dalam
melaksanakan tugasnya untuk pekerjaan maintenance sesuai contract
f. Extended Maintenance Cover:
Perluasan jaminan untuk maintenance period yang ditentukan dalam polis ini
untuk mengcover loss/damage atas contract work:
- yang diakibatkan oleh kontraktor tertanggung selama pekerjaan dengan tujuan
memenuhi kewajiban selam masa maintenance menurut kontrak
- yang terjadi selama maintenance period jika loss/damage terjadi di lokasi
selama construction period sebelum certificate of completion untuk loss or
damaged section diterbitkan
g. Endorsement 102 Standard Munich Re : Underground cables, pipes and other
facilities
- penanggung hanya akan memberi ganti rugi atas loss/damage atas
underground cables and/or pipes or other underground facilities yang ada, bila
sebelum pekerjaan dilakukan, tertanggung telah meminta informasi kepada
yang berwenang tentang posisi yang pasti dari kabel, pipa atau fasilitas bawah
tanah lainnya dan telah mengambil langkah-langkah yang perlu untuk
mencegah kerusakan
- indemnity dibayarkan setelah dikurangi deductible 20% ataupun yang
ditetapkan, tergantung mana yang lebih besar
- indemnity terbatas pada biaya perbaikan atas kabel, pipa atau fasilitas bawah
tanah lainnya, consequential damage dan penalties tidak dijamin
h. Contract Works Taken Over or Put into Service (Endorsement 116)
Perluasan jaminan atas loss/damage yang terjadi pada bagian contract works
tertanggung yang sedang dikerjakan bila loss/damage berasal dari konstruksi
barang yang diasuransikan di section I dan terjadi selama periode pertanggungan
i. Suku Premi CPM
S = So E

Eo
S
So
E
Eo

= SI current year
= SI as at the beginning of the insurance
= machinery production price index of the current year
= machinery production price index as at the beginning of the insurance

P = Po (0,3 E / Eo + 0,7 L / Lo)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

P
Po
L
Lo

= Premium of the current year


= Premium as at the beginning of the insurance
= Labour cost index of the current year
= Labour cost index as at the beginning of the insurance

11. Electronic Equipment Insurance


a. Jaminan;
Menjamin perlatan elektronik dari unforseen dan sudden physical loss/damage
yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang tidak dikecualikan. Polis efektif
saat subject matter of insurance sedang digunakan, tidak digunakan, sedang dalam
proses cleaning, overhauling atau saat dipindahkan dalam premises atau sedang
beroperasi atau selama subsequent reerection, tapi pada hal-hal tertentu hanya
setelah commissioning berhasil dilakukan.
b. Pengecualian umum:
1. resiko perang
2. reaksi nuklir, radioactive contamination
3. wilful act/negligence tertanggung atau representativenya
c. Ada 3 section:
1. Material Damage
i. Scope of cover : unforeseen and sudden physical loss/damage akibat
peristiwa-peristiwa yang tidak dikecualikan, yang memerlukan
repair/replacement akan dijamin oleh penanggung dengan limit
maksimum sebesar SI.
ii. Pengecualian khusus (langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh):
a) deductible atas lebih dari any one occurrence
b) earthquake, volcanic eruption, tsunami, hurricane, cyclone or typhoon
c) theft
d) faults/defects yang sudah ada saat penutupan
e) failure/interruption dari gas, water atau electricity service/supply
f) akibat langsung dari operasi (co. wear and tear)
g) biaya akibat functional failures, kecuali failure tersebut dijamin
h) biaya pemeliharaan
i) yang menjadi tanggung jawab pihak ketiga berdasarkan hukum atau
kontrak
j) pada peralatan yang disewa
k) consequential loss
l) kerusakan pada bulbs, vaives, tubes, ribbons
m) aesthetic defects
i. SI = cost of replacement termasuk freight, customs duties dan erection
cost
ii. Basis of indemnity:
a) Bila bisa diperbaiki: biaya perbaikan + pemasangan + freight +
customs

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 8. Property Insurance III

b) Bila musnah : actual value sesaat sebelum loss + pemasangan + freight


+ customs depresiasi
2. External Data Media
i. Scope of cover : menjamin bila external data media termasuk informasi di
dalamnya yang dapat secara langsung diproses di EDP system mengalami
kerusakan. Data media harus tetap ada di premises
ii. Pengecualian khusus:
a) Deductible
b) Akibat salah programming, punching, labelling atau inserting,
inadvertent cancelling of information atau discarding data media dan
kehilangan informasi akibat magnetic fields.
c) Consequential loss
i. SI = jumlah untuk memperbaiki external data media dan mereplace data
media dengan new material dan reproduksi informasi yang hilang
ii. Basis of indemnity : biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode 12 bulan
dari tanggal perbaikan sampai dengan normal kembali
3. ICW
i. Scope of cover : Additional expenditure untuk mengganti EDP equipment
yang tidak dijamin di polis ini
ii. Pengecualian :
a) pembatasan oleh yang berwenang
b) tidak ada dana untuk memperbaiki
i. SI : jumlah yang dibayar dalam periode 12 bulan untuk mengganti EDP
equipment supaya bisa berfungsi normal
ii. Basis of indemnity: additional expenses yang bisa dibuktikan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

CHAPTER 9. ENGINEERING INSURANCE


A.

Engineering Insurance

Polis

Standard
International

Munichre
Swissre
Lloyds

Bentuk

Jenis
Jaminan

Non
Standar

All risk
Policy

Polis
Maskapai

Tailor
Made
Policy

Semua resiko
(tidak dirinci)

Pengecualian
(dirinci)
Modifikasi
Standard

http://lulusujianaamai.wordpress.com

New
Policy

Period

One time
In and out
unrenewable

Chapter 9. Engineering Insurance

Objek
Pertanggungan
Pekerjaan utama (Permanent Work)
Pekerjaan kontrak/proyek
(Contract Work)

Pekerjaan persiapan (preparation work)


pembersihan, penimbunan, peralatan lokasi
Pekerjaan sementara (temporary work)
barak/bedeng, kantor proyek, jalan jembatan darurat
Material poyek
Aggregate plants conveyor pumps electric motors,
genset, trafo - compressor mixing plant scaffolding
welding machine

Peralatan Kerja

Alat berat
(Machinery/heavy equipment)

Tanggung Jawab Hukum


Terhadap Pihak III
(Third party Liability)

Cranes excator pavers


Buldozer loader road roller
Grader vibrator dll

Luka badan, sakit, kematian manusia


Kerusakan harta benda

Pembersihan reruntuhan
(Clearance of debris)

Own Surrounding Property

Harta benda milik tertanggung yang berada di sekeliling/di


sekitar proyek

Own Existing Property

Bangunan milik tertanggung di mana proyek dikerjakan

STRUKTUR POLIS

Preamble
(Insuring clause/mukadimah)

General Exclusions

Period of cover

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Dasar penerbitan polis


Pembayaran premi
Janji penanggung: ganti rugi kepada tertanggung sesuai syarat
polis
Hal-hal yang secara umum dikecualikan (tidak dijamin):

War & SRCC

Radiasi, reaksi, polusi, nuklir dan atau radio aktif

Kesengajaan

Penghentian pekerjaan
Ketentuan mengenai masa berlakunya jaminan polis
1. Material Damage

luas jaminan

pengecualian khusus

Chapter 9. Engineering Insurance

ketentuan khusus:
harga pertanggungan
dasar penyelesaian klaim
extra charges, surrounding property
Third party liability

Luas jaminan

Pengecualian khusus

Ketentuan khusus

Section
2.

General conditions
(syarat-syarat umum)

Kewajiban tertanggung interpretasi


Loss precaution inspection perubahan
Prosedur klaim arbitrase hilangnya
pertanggungan ganda
Data pertanggungan

Warranty

Extension (perluasan jaminan)

Schedule
Endorsement

hak

tertanggung-

ASURANSI PROYEK/KONSTRUKSI

CONTRACTORS ALL RISK


C.A.R.

PEKERJAAN TEKNIK SIPIL


(CIVIL WORK) MEKANIKA TEKNIK
BETON SIPIL BASAH
1. PEMBANGUNAN GEDUNG (BETON)
2. PEMBANGUNAN PRASARANA:
JALAN, JEMBATAN, DAM, IRIGASI,
BANDARA, PELABUHAN LAUT,
DERMAGA, TEMPAT REKREASI, DLL
3. PEKERJAAN TANAH
PERATAAN, PENIMBUNAN

ERECTION ALL RISK


E.A.R.

PEKERJAAN PEMASANGAN:
1. PEMASANGAN MESIN INDUSTRI, NON
INDUSTRI
2. PEMASANGAN PERALATAN ELEKTRIK
3. PEMASANGAN JARINGAN TELKOM,
JARINGAN PIPA BESI/BAJA
4. PEMASANGAN/PEMBANGUNAN
STRUKTUR BESI/BAJA:
GEDUNG, PABRIK, MENARA
JEMBATAN, REL
PERALATAN PELABUHAN/PABRIK/
TAMBANG, DLL

Civil Work + Erection Work

HP. CW > 50%


EW < 50%

Polis C.A. R.
Dengan catatan:
HP. EW .. > 20% tarif E.A.R. sendiri
HP. EW .. < 20% taif ikut C.A.R.

HP. EW > 50%

Polis E.A.R.
Dengan catatan:
HP. CW > 20% tarif C.A.R sendiri

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

HP. CW = EW = 50%
Relatif seimbang

HP. CW < 20% tarif ikut E.A.R

Alternatif I.
Alternatif II.
Alternatif III

Polis masing-masing
Salah satu polis + term/condition dari polis yang lain
untuk jenis work yang bersangkutan
Polis gabungan

TERTANGGUNG

C.A.R.

E.A.R

1.

PEMILIK PROYEK
OWNER, PRINCIPAL,
BOUWHEER, EMPLOYER

2.

PELAKSANA PEKERJAAN:
KONTRAKTOR, SUB KONTRAKTOR
MANUFACTURER>SUBKONTRAKTOR
SUPPLIER
ENGINEER

1.

PEMILIK PROYEK
OWNER, PRINCIPAL,
BOUWHEER, EMPLOYER,
PEMESAN PROYEK

2.

PELAKSANA PEKERJAAN :
MANUFACTURER > SEBAGAI
KONTRAKTOR
SUPPLIER
KONTRAKTOR, SUBKONTRAKTOR
ENGINEER

3.

PENYANDANG DANA, BANK, DLL

3. PENYANDANG DANA, BANK, DLL

INDIVIDUAL
ATAU
GABUNGAN

INSURANCE CLAUSE
DALAM
CONTRACT WORK AGREEMENT

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

ASURANSI
ENGINEERING

TUJUAN

Proteksi:
Kerugian
keuangan
Akibat:
Kecelakaan tibatiba (sudden)
Tak terduga
(unforeseen)

Untuk mereka yang


bergerak dalam bidang:
Jasa konstruksi
Pengoperasian:
Mesin
Elektronika
Alat berat
prasarana

JENIS
ASURANSI

11. Contractors all risk (CAR)


Pekerjaan teknik sipil

2. Erection all risk (EAR)


Pekerjaan pemasangan

3. Machinery breakdown (MB)


Mesin

4. Loss of Profit Following MB (MLOP)


Mesin kerugian keuntungan

5. Deterioration of stock (DOS)


Mesin pembukuan stock

6. Electronic Equipment Insurance (EEI)


Elektronika

7. Contractors Plant & Machinery (CPM)


Alat berat proyek

8. Civil Engineering Completed Risks


(CECR)
Prasarana

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

WARRANTY/KETENTUAN KHUSUS
Time Schedule
Structure in Earthquake Zone
Fire Fighting Facilities

Underground cables & pipes


Corps, forest & culture

Sections

Open trenches

CPM
Camps dan stores
Const. Material
Safety Measures

Batas toleransi penyimpangan jadwal waktu pekerjaan


Perhitungan konstruksi harus dapat mengatasi skala kekuatan
gempa bumi

Kelengkapan fasilitas dan regu pemadam kebakaran

Jarak tertentu penyimpangan barang

Pekerjaan mengandung api harus disertai tenaga


pemadam kebakaran
Harus diketahui lokasi fasilitas yang terdapat di dalam tanah
pada lokasi site
Tidak dijamin
Pekerjaan dengan jarak panjang (penggalian saluran,
pemasangan pipa, tanggul, dsb) harus dikerjakan per-bagian
dengan panjang tertentu + pengamanan

Penyimpangan yang aman dari banjir


Tindakan pengamanan terhadap banjir

Yang dijamin
Section 1. Material Damage
C.A.R / E.A.R.

Kerugian/kerusakan phisik disebabkan oleh


segala hal kecuali oleh hal-hal yang secara
khusus dikecualikan
Terjadi tiba-tiba

Tidak terduga
Perlu diperbaiki atau diganti

CONTOH PENYEBAB

ACT OF GOD
NATURAL PERILS

GEMPA BUMI
BANJIR
TOPAN
LONGSOR
DLL

http://lulusujianaamai.wordpress.com

NON A.O.G / N.P

KEBAKARAN
SHORT CIRCUIT
PELEDAKAN
RUNTUH
DLL

MANUSIA

PENCURIAN
PERAMPOKAN
KELIRU
SABOTASE

Chapter 9. Engineering Insurance

Yang dijamin
Section 2 - TPL

Kerugian keuangan pihak III yang secara hukum


merupakan tanggung jawab tertanggung

Kecelakaan diri
- luka badan
- sakit
- mati

Kecelakaan
Harta Benda

Biaya peradilan pihak III


yang dapat dituntut dari
tertanggung

Biaya lainnya sesuai


persetujuan penanggung

Ditimbulkan oleh pekerjaan proyek site

HARGA PERTANGGUNGAN

A. HP Proyek
Total biaya pada akhir proyek

Pada awal pertanggungan


Contract value

Comment [Win1]:

TOTAL FINAL CONTRACT VALUE (TFCV)

Selama pertanggungan
Disesuaikan dengan
Kenaikan/penurunan harga

(Estimated contract value)


ECV

Pada akhir pertanggungan lapor total biaya


sampai selesainya proyek

B. HP- C.P.M : New Replacement Value

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

C. T.P : LIMIT OF LIABILITY


- INDIVIDUAL : BODILY INJURY
AOAPERSON, TOTAL/AOA
PROPERTY DAMAGE/ AOA
- COMBINED SINGLE LIMIT/AOA

PERLUASAN PERIOD OF COVER

MAINTENANCE VISIT COVER

GUARANTEE COVER

KERUGIAN/KERUSAKAN
AKIBAT PEKERJAAN
PEMELIHARAAN

MASA JAMINAN
MAINTENANCE COVER
MASA PEMELIHARAAN

EXTENDED
MAINTENANCE
PERLUASAN
KHUSUS
UNTUK COVER
PEKERJAAN PEMASANGAN (E.A.R)
VISIT COVER

PERIOD OF COVER
MASA BERLAKUNYA
PERTANGGUNGAN

+
KERUGIAN/KERUSAKAN YANG TERJADI
DALAM MASA PEMELIHARAAN DISEBABKAN
OLEH PEKERJAAN PROYEK SEBELUM SERAH
TERIMA
KERUGIAN/KERUSAKAN AKIBAT:

KESALAHAN PEMASANGAN

FAULTY DESIGN
PELEDAKAN

CACAT MATERIAL, COR

CACAT PEMBUATAN

Mulai mana saja yang lebih dahulu


Berakhir

>
>

>

PENYEBABNYA

>
TETAP TIDAK
DIJAMIN
>

>
>

DIKECUALIKAN
KEBAKARAN,
>

- ACT OF GOD

- T.P.L

C.A.R.
E.A.R.
Pada saat : material proyek dibongkar di site atau dimulai pekerjaan proyek
Pada saat :
Pada saat:
Serah terima
Serah terima
atau
atau
Digunakan
Digunakan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

Atau
Tanggal jatuh tempo polis

atau
Berakhirnya test pengoperasian
atau
Berakhirnya test dengan beban (load
test)
atau
Tanggal jatuh tempo polis
Masa testing maksimum 4 (empat)
minggu

Khususnya
pemasangan
mesin/peralatan bekas pakai:
Terakhir pada saat dimulainya testing
Jika serah terima/digunaka/test pengoperasian/load test dilakukan bagian perbagian, maka:
Ketentuan berakhirnya pertanggungan berlaku bagian per bagian

Jika
ada
mesin/instalasi
yang
dipasang (dalam C.A.R)
Period of cover dapat diperluas =
E.A.R

Perluasan jaminan cover for contract work taken over or put into service

Bagian-bagian
ybs
tetap
dijamin
sampai
terima/penggunaan/berakhirnya testing keseluruhan

Untuk resiko yang ditimbulkan pekerjaan proyek

Untuk tujuan Asuransi Engineering, peralatan/mesin terbagi dalam 5 (lima) group (kelompok):
1. Boilers dan Pressure Plant
2. Engine Plant
3. Electrical Plant
4. Lifting Machinery
5. Miscellaneous Plant
1.

Boilers and Pressure Plant


a. Steam Generating Boilers = Boiler penghasil uap
b. Low Pressure Hot Water Heating Boilers = Boiler pemanas air dengan tekanan rendah
c. Domestic Supply Boilers = Alat pemanas air untuk keperluan rumah tangga
d. Low Pressure Steam Heating Boilers = Boiler pemanas uap dengan tekanan rendah
e. High Pressure Hot Water Heating Boilers = Boiler pemanas air dengan tekanan tinggi
Boiler:
ekonomis untuk sumber tenaga dan panas
tidak menimbulkan bahaya kebakaran
Jenis-jenis lain dari pressure plant secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
(1) super heaters : peralatan yang berhubungan dengan boilers, di mana uapnya digunakan untuk
menghasilkan tenaga
(2) economisers : alat untuk menaikkan temperatur dari air sebelum masuk ke boiler, di mana telah
diatur gas-gas dari boiler disalurkan mengelilingi tabung-tabung dari Economisers tersebut yang
seterusnya masuk ke dalam tungku pembakar
(3) steam baking ovens : oven untuk memanggang roti ruang oven dipanasi oleh serangkaian
tabung yang tertutup yang bisa dalam bentuk lurus, melingkar atau loop yang berisi sedikit air,
tabung-tabung tersebut bekerja dengan tekanan tinggi
(4) steam jacketed pans : panci untuk memasak berbagai jenis bahan, bejana yang diluarnya ditutup
oleh lapisan pelindung, di mana di antaranya dialiri uap panas untuk memanaskan bahan/benda
yang ada dalam bejana
(5) calorifiers : bejana berisi coll (lingkaran/spiral tabung untuk supply air panas atau pemanas
ruangan)
(6) ironing machines : alat untuk setrika di binatu/laundry untuk kain-kain lebar/taplak meja (hotel)
(7) steam and feed piping : pipa-pipa penyalur uap panas untuk disalurkan ke peralatan lain untuk
penggunaan lebih lanjut
(8) air receivers : yaitu suatu tabung dalam bentuk silinder untuk penyimpanan udara yang telah
dipampatkan dengan tekanan tinggi, untuk menggerakkan peralatan atau untuk start mesinmesin
(9) disinfectors : bejana dalam beentuk oval atau bundar di mana uap dialirkan untuk keperluan
sterilisasi perlengkapan tempat tidur dan pakaian (di hotel)

http://lulusujianaamai.wordpress.com

serah

Chapter 9. Engineering Insurance

Polis Boiler Explosion umumnya dipergunakan untuk penutupan masing-masing item tersebut di
atas:
Sebagai tambahan dari pelayanan inspeksi secara berkala
Polis standar menyediakan penggantian terhadap:

Kerusakan atas boiler atau peralatan yang dijamin

Kerusakan atas harta benda lainnya


Sebagai akibat dari explosion dan collapse atas objek yang dijamin tersebut

Beberapa definisi yang perlu dicatat:


Plant berarti bagian-bagian dari kerangka permanen dari setiap unit-unit yang disebutkan dalam
schedule, di mana semuanya terkait dengan proses tekanan uap atau tekanan cairan lainnya,
termasuk sambungan-sambungan dan rangkaian-rangkaian langsung yang masih terkait dengan
tekanan tadi yang berhubungan langsung dengan kerangka permanen tanpa dipisahkan oleh katup.
Plant juga berarti bagian-bagian yang terbuat dari logam yang terkait dengan tekanan danpompa air
dan bagian-bagian penghubungnya ke kerangka permanen walaupun dipisahkan oleh katup
Ini tidak berarti untuk:
(1) superheaters atau economisers
(2) pipa penyalur atau pipa sirkulasi atau bagian-bagian yang berhubungan dengannya
Explosion adalah pecah secara tiba-tiba dan dengan cara kekerasan dari suatu plant yang
disebabkan oleh kekuatan tekanan uap atau cairan dari dalam (selain dari tekanan akibat flue gas
yang terbakar) yang menyebabkan perubahan fisik atas bagian-bagian dari peralatan yang
bersamaan keluarnya isi peralatan tersebut secara paksa.
Collapse adalah membengkok secara tiba-tiba dan membahayakan (baik diikuti oleh patah/retak
maupun tidak) dari bagian-bagian peralatan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan dari tekanan
uap atau tekanan cairan lainnya.
Cacat-cacat berikut tidak dianggap sebagai explosion atau collapse
a. kerusakan karena pemakaian (penyusutan) atau terbuangnya material yang disebabkan oleh
kebocoran, berkarat, bahan bakar atau sebaliknya
b. perubahan bentuk atau membengkoknya peralatan yang terjadi secara perlahan
c. keretakan yang menimbulkan pembengkakan pada lapisan luar akibat dari melemahnya daya
tahan terhadap tekanan dari dalam yang kadang-kadang diikuti oleh kebocoran
d. melemahnya kekuatan sambungan
tapi explosion atau collapse yang disebabkan oleh masing-masing di atas dijamin oleh polis
Perluasan jaminan dari polis Boiler Explosion dengan tambahan premi:
a. flue gas explosion
b. cracking atau weld failure-heating and hot water supply boilers with pipes and radiators
c. cracking ironing machines
d. joint leakage
e. overheating of tubes (boilers)
f.
overheating of boilers and fired pressure vessels
g. general damage
Terhadap flue gas explosion, kehati-hatian perlu diperhatikan untuk meyakinkan bahwa tidak ada
overlap atas jaminan yang diberikan antara Polis Engineering dengan Polis Kebakaran yang
diperluas dengan jaminan explosion.
2.

Engine Plant
Kelompok ini meliputi:
Steam Engines (mesin uap)
Gas dan Oil Engines
Diesel Engines (mesin diesel)
Air Compressors (kompresor udara)
Pumps (pompa)
Hydro Extractors
Fans
Gas Producer Plants
Large Refrigating Plants
Dan peralatan lainnya yang terkait dengan mechanical breakdown

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

Steam Engine adalah suatu alat yang merubah energi panas (tekanan uap) menjadi tekanan
mekanik untuk menggerakkan suatu mesin.
Inspeksi berkala yang dilakukan oleh perusahaan asuransi sangat berharga/bermanfaat bagi
tertanggung walaupun servis pemeliharaan (maintenance service) yang mereka miliki adalah first
class, sebab bisa terjadi defect yang berkembang secara bertahap di mana karyawan yang selalu
hadir dan bertanggung jawab atas mesin itu sekalipun tidak bisa mengetahui. Sedangkan surveyor
yang sudah terlatih besar kemungkinan bisa menemukan cacat tersebut.
Kerusakan mesin umumnya disebabkan oleh:
1. kecerobohan dalam pengoperasian atau pemeliharaan mesin yang kurang baik
2. kejutan berulang
3. masuknya air
4. mesin dipasang pada pondasi yang tidak kuat
5. kesalahan perancangan mesin (faulty design)
Polis Engine Plant memberikan pelayanan inspeksi dan indemnity atas resiko kerusakan mekanik.
Ruang lingkup cover tergantung plant yang bersangkutan:
a. steam engine policy
b. gas or oil engine policy
c. diesel engine policy
Polis bisa diperluas untuk cover damage to bearings by breakage or overheating, damage to plant by
extraneous causes, damage to minor parts.
Plant yang menghasilkan gas ditutup dengan gas plant policy. Cover = boiler policy. Resiko utama :
ledakan yang disebabkan oleh ignition of gas bukan tekanan dari dalam seperti pada boiler.
Internal combustion engine:
a. gas engines
b. oil engines (bensin, minyak tanah, minyak mentah)
c. diesel engines
Tenaga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin. Diesel engine digerakkan
dengan memasukkan udara bertekanan tinggi ke dalam silinder untuk itu digunakan botol udara
atau receiver. Oleh karena itu diesel engine policy juga menutup kerugian karena kerusakan atau
ledakan pada kompresor, botol udara atau receiver.
3.

Electrical Plant
2 kelompok:
a. rotating plant: motor, generator
b. stationary plant : transformers, condensers
Ditutup dengan electrical policy yang memberikan fasilitas pemeriksaan secara teratur dan ganti rugi
terhadap kerusakan mekanik atau elektronik.
Penyebab kerusakan adalah lembab, debu, acid, asap.
Peralatan elektrik harus disimpan di tempat yang bersih dan kering. Perluasan cover meliputi
kerusakan pada bearings by breakage atau overheating, kerusakan oleh sebab dari luar, kerugian
transformer oil karena kerusakan.

4.

Lifting Machinery
Termasuk : cranes, tractors, lift untuk orang, barang dll, alat angkat tanpa memperhatikan sumber
tenaganya baik listrik, uap, hidrolis, manual
Polis 2 macam:
a. Crane policy
Selain pemeriksaan teratur, crane policy juga memberikan ganti rugi bila harta benda mengalami
mechanical breakdown dan rusak karena sebab dari luar.
Kerusakan karena breakdown mengecualikan kerusakan pada boiler pressure vessel dan atau
fittings, kecuali kerusakan karena breakdown dari bagian lain dari mesin tersebut
b. Lift policy
Sama dengan crane policy, tapi tidak termasuk rusak karena sebab dari luar.
Kedua polis ini bisa diperluas dengan kerusakan atas barang yang sedang diangkat dan rusak pada
barang milik tertanggung.

5.

Miscellanous Plant
Turbin uap:
Memberi ganti rugi bila ada kerusakan pada turbo set dan kerusakan pada harta benda lain milik
tertanggung dan tanggung jawab hukum tertanggung atas kerusakan pada harta benda bukan milik

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

tertanggung di mana kerusakan disebabkan oleh disruption atau breakdown pada turbo set pada
saat penggunaan biasa atau ada bagian yang menggunakan tekanan uap atau air.
Alat pendingin:
Memberi ganti rugi bila ada kerusakan pada alat tersebut dan kerusakan langsung pada harta benda
milik tertanggung karena breakdown.
Extensions:
1. bearings
2. minor parts
3. damage to refrigerant pipes & loss of refrigerant
4. auxiliary items motor and fans
5. refrigerant pumps
6.

Engineering Third Party Risks


Penggunaan plant & machinery bisa menimbulkan resiko pada pihak ketiga. Resiko ini bisa ditutup
dengan general public liability policy atau engineering policy.
Bila plant digunakan di jalan, tunduk pada Road Traffic Acts, jadi harus mempunyai motor vehicle
policy dan certificate of insurance.
Penggunaan crane excavator atau bulldozer sebagai tool of trade bisa ditutup dengan general public
liability atau perluasan motor policy.
General public liability policy menutup tanggung gugat tertanggung yang timbul dari penggunaan
semua plant dan machinery yang digunakan sehubungan dengan usaha yang dijalankannya.
Dalam polis, tertanggung diwajibkan untuk memenuhi persyaratan perundang-undangan mengenai
pemeriksaan plant. Bila persyaratan tersebut tidak dipenuhi, penanggung berhak tolak klaim bila
loss timbul dari kelalaian pmeriksaan dan pemeliharaan plant.

7.

Harga Pertanggungan
Ganti rugi ditentukan oleh tertanggung tergantung ruang lingkup polisnya.
Boiler policy : nilai boiler + biaya pemasangan + biaya bila menimbulkan kerusakan pada harta
benda yang ada di sekitar boiler, baik milik tertanggung maupun orang lain + tanggung gugat
tertanggung atas kecelakaan/injury pada orang lain selain pegawai/karyawan tertanggung.
Harga pertanggungan bisa dicantumkan untuk masing-masing peralatan, atau satu harga
pertanggungan untuk beberapa peralatan yang berada pada satu lokasi (group indemnity) yang
umumnya digunakan pada boiler plant.
Group indemnity hanya dapat digunakan untuk perlatan-peralatan yang penggunaannya
berhubungan satu sama lain pada satu situasi atau set pompa dan motornya.
Average tidak berlaku pada engineering policy, bila klaim sesuai dengan kondisi polis, ganti rugi
penuh tanpa memperhatikan actual value.
Engineering policy = 1 tahun
Bila kerusakan mesin lebih dari sekali selama jangka waktu asuransi, harga pertanggungan turun
sesuai pembayaran ganti rugi kecuali bila ada reinstatement atas harga pertanggungan dengan
premi tambahan, sedangkan reinstatement itu tidak dikenakan biaya.

8.

Machinery Breakdown
a. Menjamin subject matter of insurance dalam premise yang mengalami kerusakan fisik yang tidak
terlihat dan secara tiba-tiba (unforeseen dan sudden physical loss) yang disebabkan oleh:
defects in casting and material
faulty design
faults at workshop or in erection
bad workmanship, lack of skill, carelessness
shortage of water in boilers
physical explosion
tearing apart on account of centrifugal force
short circuit, storm
sebab-sebab lain yang tidak dikecualikan di polis
yang membutuhkan repair atau replacement
b. Sum Insured : cost of replacement (biaya penggantian) untuk mesin baru dengan jenis dan
kapasitas yang sama + freight + dues & custom duties (bila ada) + biaya pemasangan
c. Basis of indemnity :
(i) bila bisa diperbaiki : biaya untuk mengembalikan ke kondisi semula + biaya pemasangan +
freight dari dan ke bengkel + custom duties bila ada.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

Bila diperbaiki di bengkel tertanggung sendiri: Cost of material, wages and OH yang
merupakan bagian dari perbaikan tersebut
Tidak ada pengurangan untuk depresiasi, tapi memperhitungkan salvage
(ii) bila mesin musnah : Actual value dari mesin sesaat sebelum kerugian
d. Tiap penggantian dikurangi dengan deductible sebesar 5% dari claim payable, minimum US$
250,00
9.

Health & Safety at Work Act 1974


a. Mengharuskan inspeksi engine oleh lembaga/orang-orang yang kompeten:
Untuk cranes tiap 14 bulan
Untuk lifting appliances tiap 6 bulan
Untuk boiler dan ketel uap yang berhubungan dengan boiler tiap 14 bulan diteliti dan diuji

b. Definisi orang yang kompeten;


memiliki pengetahuan teori, praktek dan pengalaman atas mesin dan peralatan yang diuji
mampu mendeteksi cacat dan kelemahan
mampu menemukan dan meneliti pengaruh cacat dan kelemahan tersebut terhadap
kekuatan dan fungsi mesin, serta akibat yang mungkin dapat ditimbulkannya

sehingga inspeksi yang dilakukan oleh engineer dari perusahaan asuransi bisa memenuhi
syarat tersebut
c. Tujuan inspeksi:
Menghindari suatu kejadian yang merugikan dengan mendeteksi secara dini cacat atau
kekeliruan dan melakukan koreksi/perbaikan sebelum hal tersebut berkembang lebih jauh yang
dapat menyebabkan kerusakan mesin yang parah
Keuntungan bagi penanggung:
terhindar dari kewajiban untuk membayar klaim atas kerugian/kerusakan
Keuntungan bagi tertanggung:
terhindar dari mesin-mesin yang tidak bisa dioperasikan dan kerugian finansial karena
produksi terhenti
10.

Contractors All Risk (CAR)


a. Masa pertanggungan polis CAR : selama waktu pengerjaan ditambah waktu pemeliharaan
Waktu pemeliharaan:
untuk civil engineering & machinery installation works : 12 bulan setelah tanggal serah
terima
untuk general building works : 6 bulan
b. Polis standard CAR terdiri dari 2 section yaitu:

Section I :
Material Damage, terdiri dari :
1. contract work
2. material or items supplied by the principle/contractors/subcontractors
3. construction plant equipment/machinery (CPE/CPM)
4. clearance of debris
SI untuk contract work : full value dari contract work saat selesai, termasuk seluruh
materials, upah, biaya angkut, bea impor/ekspor dan barang-barang yang disupply untuk
principal
SI untuk material or items supplied by the principle/contractors/subcontractors dan
construction plant equipment/machinery : replacement value dari construction plant
equipment dan construction machinery yang berarti replacement cost untuk mengganti
subject matter of insurance dengan yang baru dengan jenis dan kapasitas yang sama

Section II :
Third Party Liability, terdiri dari:
1. bodily injury :
any one person
total
2. property damage

c. 2 (dua) pengertian Reinstatement dalam Memorandum I Polis Standard CAR:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

Dalam hal penetapan SI, tertanggung wajib menaikkan atau menurunkan SI bila terjadi
fluktuasi yang material atas wages atau prices dan kenaikan atau penurunan ini bisa berlaku
hanya setelah dicantumkan di polis oleh penanggung
Dalam hal terjadi loss/damage, bila ternyata SI lebih kecil dari yang seharusnya, maka
jumlah ganti rugi akan berkurang sesuai proporsi SI terhadap VAR

d. Cross Liability Endorsement;


Polis mengcover third party liability atas orang-orang yang tercantum dalam schedule
Polis tidak menjamin:
loss/damage atas subject matter of insurance di bawah section I
injury/illness karyawan/buruh di Employers Liability Insurance
e. Maintenance Visit Cover:
Perluasan jaminan untuk maintenance period yang telah ditentukan atas loss/damage atas
contract works karena kelalaian kontraktor tertanggung dalam melaksanakan tugasnya untuk
pekerjaan maintenance sesuai contract
f. Extended Maintenance Cover:
Perluasan jaminan untuk maintenance period yang ditentukan dalam polis ini untuk mengcover
loss/damage atas contract work:
yang diakibatkan oleh kontraktor tertanggung selama pekerjaan dengan tujuan memenuhi
kewajiban selam masa maintenance menurut kontrak
yang terjadi selama maintenance period jika loss/damage terjadi di lokasi selama
construction period sebelum certificate of completion untuk loss or damaged section
diterbitkan
g. Endorsement 102 Standard Munich Re : Underground cables, pipes and other facilities
penanggung hanya akan memberi ganti rugi atas loss/damage atas underground cables
and/or pipes or other underground facilities yang ada, bila sebelum pekerjaan dilakukan,
tertanggung telah meminta informasi kepada yang berwenang tentang posisi yang pasti dari
kabel, pipa atau fasilitas bawah tanah lainnya dan telah mengambil langkah-langkah yang
perlu untuk mencegah kerusakan
indemnity dibayarkan setelah dikurangi deductible 20% ataupun yang ditetapkan,
tergantung mana yang lebih besar
indemnity terbatas pada biaya perbaikan atas kabel, pipa atau fasilitas bawah tanah lainnya,
consequential damage dan penalties tidak dijamin
h. Contract Works Taken Over or Put into Service (Endorsement 116)
Perluasan jaminan atas loss/damage yang terjadi pada bagian contract works tertanggung yang
sedang dikerjakan bila loss/damage berasal dari konstruksi barang yang diasuransikan di section
I dan terjadi selama periode pertanggungan
i.

Suku Premi CPM


S = So

Eo

1.

S
So
E
Eo

=
=
=
=

P
Po
L
Lo

=
=
=
=

SI current year
SI as at the beginning of the insurance
machinery production price index of the current year
machinery production price index as at the beginning of the insurance
Po (0,3 E / Eo + 0,7 L / Lo)
Premium of the current year
Premium as at the beginning of the insurance
Labour cost index of the current year
Labour cost index as at the beginning of the insurance

Electronic Equipment Insurance


a. Jaminan;
Menjamin perlatan elektronik dari unforseen dan sudden physical loss/damage yang disebabkan
oleh peristiwa-peristiwa yang tidak dikecualikan. Polis efektif saat subject matter of insurance
sedang digunakan, tidak digunakan, sedang dalam proses cleaning, overhauling atau saat

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 9. Engineering Insurance

dipindahkan dalam premises atau sedang beroperasi atau selama subsequent reerection, tapi
pada hal-hal tertentu hanya setelah commissioning berhasil dilakukan.
b.

Pengecualian umum:
1. resiko perang
2. reaksi nuklir, radioactive contamination
3. wilful act/negligence tertanggung atau representativenya

c.

Ada 3 section:
1. Material Damage
i.
Scope of cover : unforeseen and sudden physical loss/damage akibat peristiwa-peristiwa
yang tidak dikecualikan, yang memerlukan repair/replacement akan dijamin oleh
penanggung dengan limit maksimum sebesar SI.
ii. Pengecualian khusus (langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh):
a) deductible atas lebih dari any one occurrence
b) earthquake, volcanic eruption, tsunami, hurricane, cyclone or typhoon
c) theft
d) faults/defects yang sudah ada saat penutupan
e) failure/interruption dari gas, water atau electricity service/supply
f) akibat langsung dari operasi (co. wear and tear)
g) biaya akibat functional failures, kecuali failure tersebut dijamin
h) biaya pemeliharaan
i)
yang menjadi tanggung jawab pihak ketiga berdasarkan hukum atau kontrak
j) pada peralatan yang disewa
k) consequential loss
l)
kerusakan pada bulbs, vaives, tubes, ribbons
m) aesthetic defects
i.
SI = cost of replacement termasuk freight, customs duties dan erection cost
ii.
Basis of indemnity:
a) Bila bisa diperbaiki: biaya perbaikan + pemasangan + freight + customs
b) Bila musnah : actual value sesaat sebelum loss + pemasangan + freight + customs
depresiasi
2.

External Data Media


i.
Scope of cover : menjamin bila external data media termasuk informasi di dalamnya
yang dapat secara langsung diproses di EDP system mengalami kerusakan. Data media
harus tetap ada di premises
ii. Pengecualian khusus:
a) Deductible
b) Akibat salah programming, punching, labelling atau inserting, inadvertent cancelling
of information atau discarding data media dan kehilangan informasi akibat magnetic
fields.
c) Consequential loss
i.
SI = jumlah untuk memperbaiki external data media dan mereplace data media dengan
new material dan reproduksi informasi yang hilang
ii. Basis of indemnity : biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode 12 bulan dari tanggal
perbaikan sampai dengan normal kembali

3.

ICW
i.
Scope of cover : Additional expenditure untuk mengganti EDP equipment yang tidak
dijamin di polis ini
ii. Pengecualian :
a) pembatasan oleh yang berwenang
b) tidak ada dana untuk memperbaiki
i.
SI : jumlah yang dibayar dalam periode 12 bulan untuk mengganti EDP equipment
supaya bisa berfungsi normal
ii. Basis of indemnity: additional expenses yang bisa dibuktikan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

CHAPTER 10. PECUNIARY INSURANCE I


A. Consequential Loss
Profits Already Earned
- Saat property hancur/rusak karena kebakaran, maka bila property tersebut
diasuransikan, penanggung akan memberikan ganti rugi untuk memperbaiki
property tersebut
- Apabila property tersebut digunakan untuk bisnis, maka pemilik telah kehilangan
kapasitas produksinya atau kehilangan future earning power yang seharusnya
diperoleh dari property tersebut bila rusak. Kerugian inilah yang menjadi
jaminan dalam asuransi Loss of Profit atau Business Interupption
- Pada beberapa kasus, profit telah didapat dari property sebelum damage/rusak.
Profit semacam ini lebih nyata daripada suatu pengharapan dan hal ini menjadi
recovery di bawah polis property karena hal tersebut merupakan bagian dari
kepentingan tertanggung pada property tersebut. Intinya adalah penegasan di
Contract Price Clause di mana dinyatakan bahwa dalam hal barang dagangan
telah dijual tetapi belum dikirim dan masih menjadi tanggung jawab tertanggung
dan karena alasan kebakaran atau perils lain yang dijamin dalam polis, kontrak
penjualan itu dibatalkan, baik seluruhnya maupun sampai tingkat kerugian atau
kerusakan, tanggung jawab dari perusahaan adalah sebesar harga kontrak.
- Asuransi property memberi ganti rugi akibat terjadinya resiko yang dapat dinilai
pada saat terjadinya kerugian. Sedangkan consequential loss insurance adalah
menyangkut kerugian yang hanya dapat terjadi dan dapat dinilai mengikuti
kerugian yang ditimbulkan oleh resiko yang diasuransikan.

B. Earning of the Business


Perbedaan/selisih antara pendapatan dan biaya diharapkan mendapatkan keuntungan
bersih yang mana merupakan penghasilan atau rekompensasi kepada pemilik atas
upaya yang dilakukan dalam berbisnis dan atas modal investasinya. Efek dari
kebakaran akan menghentikan atau menurunkan aktivitas normal yang menjadikan
pendapatan yang telah diharapkan terhenti atau berkurang, karena kapasitas
pendapatan/usahanya rusak
1. Turnover
Pendapatan berarti total income dari business yang diperoleh dari penjualan atau
pemberian service dan memberikan kepuasan, di mana dapat terjadi pengurangan
aktivitas akibat kebakaran/fire.
Istilah yang digunakan untuk earning dalam consequential loss adalah turn over
dengan definisi sebagai berikut:
The money paid or payable for goods sold and delivered and for service
rendered in the couse of business
Dari turn over, semua cost untuk melakukan business tersebut haruslah terbayar
sebelum net profit. Semua cost untuk melaksanakan business tersebut dikategorikan
sebagai Variable Charges atau Standing Charges.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

2. Variable Charges
Merupakan biaya yang berubah-ubah sesuai dengan proporsi langsung dari aktivitas
business
Contohnya: pembelian raw material akan turun secara natural bila produksi turun,
biaya packing finish goods dan biaya ekspedisi untuk pengiriman ke customer akan
turun bila produksi turun.
Variable charges, baik dalam aktivitas bisnis yang normal, yang berhenti atau yang
terganggu karena kebakaran atau resiko lain yang diperjanjikan tidak akan menjadi
komponen claim tertanggung.
3. Standing Charges
Merupakan biaya tetap yang harus dibayarkan, meskipun ada penurunan produksi
atau perdagangan.
Contohnya : biaya sewa tempat, biaya hipotik, bank overdraft
C. Gross Profit
Turn over terdiri dari 3 elemen, yaitu:
1. net profit
2. standing charges
3. variable charges
Pada saat bisnis terkena gangguan karena fire, dari ketiga elemen yang terkena efek
penurunan dalam Turn Over adalah Net Profit. Hal ini karena Net Profit akan ada bila
Turn over lebih besar daripada total Standing Charges dan Variable Charges. Jika
Turn over jatuh, maka tidak akan efisien lagi untuk memenuhi Standing Charges
dalam kondisi full. Jika hal tersebut terjadi/jatuh sampai nol, maka tertanggung tidak
saja tidak dapat Net Profit, tapi juga mendapat/menderita kerugian murni karena
harus membayar Standing Charges dari sumber asalnya atau keluar dari bisnis.
Sedangkan variable charges tidak dimasukkan dalam komponen kerugian/klaim,
sehingga maximum kerugian sebagai konsekuensi dari Business Interruption adalah
Total Net Profit dan Standing Charges (Gross Profit).
Dasar dari penetapan Sum Insured dalam Consequential Loss Insurance adalah Gross
Profit
Gross Profit dapat dihitung dengan 2 cara:
1. The Addition Basis
Gross Profit didefinisikan sebagai Net Profit to which shall be added the insured
standing charges
Gross Profit = Standing Charges + Net Profit
Di mana:
Standing Charges =
biaya-biaya yang harus tetap dikeluarkan walaupun terjadi
Business Interruption, co. biaya sewa
Net Profit
=
keuntungan bersih yang telah ditargetkan suatu perusahaan
- Standing Charges yang diasuransikan harus tertulis pada polis sehingga tidak ada
ambiguitas dan memberikan gambaran yang mewakili account insured. Net
profit yang dipakai adalah hasil yang didapat dari bisnis yang dilakukan pada
premisesnya dan tidak termasuk semua hal seperti bunga investasi kekayaannya

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

(interest on capital invested) atau keuntungan yang didapat dari apresiasi asset
(profit resulting from appreciation of assets)
- Jika net profit tidak didapat, tapi yang dihasilkan malah net loss, maka gross
profit tertanggung adalah jumlah Standing Charges dikurangi Net Loss
- Tidak semua Standing Charges dapat diasuransikan. Polis menyatakan bahwa
jika tidak ada Net Profit, maka amount standing charges yang diasuransikan akan
berkurang secara proporsi sesuai kerugian (trading loss) dari standing charges
businessnya
2. Difference Basis
Definisi dari Gross Profit pada Difference Basis adalah sebagai berikut:
(1) jumlah dari amount Turn Over dan amount of closing stock dan work in progress
(WIP), dapat diperluas
(2) jumlah opening stock dan work in progress dan amount of specified working
expenses
Gross Profit = (Turn over + closing stock + WIP) (opening stock + WIP
+ specified working expenses)
Di mana:
Turn over = total pendapatan/income yang didapat dari kegiatan usaha
Closing stock, opening stock dan WIP didapat dari metode akuntansi yang normal
sehubungan dengan pengenaan depresi
Specified working expenses kemudian akan didefinisikan sebagai uninsured working
expenses:
100% biaya beli (purchase) dikurangi discount diterima
100% discount diberikan
100% biaya kirim (carriage outwards)
Perhitungan dengan Difference Basis lebih disukai karena lebih akurat:
- Fixed Cost / Standing Charges bisa berubah sesuai perkembangan perusahaan
- Fixed Cost banyak, apabila terlupakan satu saja, maka Gross Profit akan menjadi
lebih kecil
3. Alternatif definisi dari Gross Profit
- Untuk bisnis dengan skala kecil ada kemungkinan menggunakan definisi yang
lebih simple. Hal ini biasa digunakan pada resiko Retail Shop. Yang digunakan
pada resiko ini sebagai pengganti Gross Profit adalah Net Taking, yaitu amount
Turn Over yang akan dihasilkan melebihi Amount Purchases
- Pada kasus-kasus Profesional Persons (dokter, pengacara) di mana mereka tidak
membutuhkan raw material karena pekerjaan mereka semata-mata adalah service,
tidak digunakan istilah Gross Profit melainkan membuat perbandingan langsung
antara Fees atau Gross Revenue yang didapat dan sesuatu yang secara aktual
tercatat selama Indemnity Period
- Untuk hotel atau boarding house, istilah Gross Profit diganti dengan Gross
Revenue, yaitu Net Revenue dikurangi Food dan Drink Supplied to Guests

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

D. The Indemnity Period


1. Perbedaan antara polis Fire dengan Con-Loss adalah faktor mulai dan berakhirnya
jaminan. Pada polis Con-Loss dikenal dengan Indemnity Period, yang didefinisikan
sbb:
The period beginning with the occurrence of the damage and ending not later
than the maximum indeminity period there after during which results of
business shall be affected in consequence of the damage.
Dengan kata lain, indemnity period adalah periode dari awal terjadinya kerusakan
sampai dengan usaha (turn over) kembali normal. Hal ini mungkin memakan waktu
yang cukup lama setelah bangunan dan machinery telah pulih kembali, karena
kemungkinan besar tertanggung telah kehilangan customer sehingga perlu mencari
pangsa pasar yang lain.
2. Maximum indemnity ditentukan oleh tertanggung, demikian juga limit indemnitynya
3. Faktor-faktor yang menentukan indemnity period adalah:
1. nature of business
2. kemampuan untuk memperoleh lokasi lain
3. fasilitas peralatan (mesin-mesin dll)
4. perbaikan peralatan
5. customer dan perbaikan perdagangan setelah terjadi gangguan (sampai dengn
posisi would have been)
4. Penanggung melaksanakan pembayaran klaim kepada tertanggung di bawah kondisi
polis con-loss karena terjadi kerugian atas Gross Profit selama Indemnity Period yang
berkisar antara 12-36 bulan atau mungkin lebih. Indeminity Period di bawah 12 bulan
diperbolehkan, akan tetapi dalam praktek jarang ditemukan
F. The Basis of Rating
Suku premi yang diterapkan pada Con-Loss berdasarkan faktor-faktor sebagai
berikut:
a. Physical Risks
b. Indemnity Period
c. Interruption Risks
1. Langkah pertama dalam menentukan suku premi Con-Loss (yang akan dikenal
dengan Proft Rate) adalah berdasarkan Physical Risks di mana diaplikasikan dengan
Sum Insured on Gross Profit untuk menghitung Average Rate yang dikenakan pada
Fire on the contents. Dari perkalian di atas yang dihasilkan adalah Basis Rate.
Kemudian diadjust sehubungan dengan penentuan Indemnity Period yang
menghasilkan Profit Rate.
Pada kasus-kasus tertentu, Average Rate on building memberikan indikasi suku premi
con-loss yang lebih akurat dibandingkan dengan Average Rate on content. Sebagai
contoh: Theatre, Cinema, Film Production studios, Wharves dan Furnitures
Depositories
2. Langkah berikut adalah berdasarkan Indemnity Period (permintaan tertanggung),
maka dilakukan adjustment Basis Rate sebagai berikut:
6 bulan Indemnity Period =
110 pct of the basis rate
12 bulan Indemnity Period
=
150 pct of the basis rate

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

Jika indemnity period melebihi 12 bulan maka Sum Insured harus naik secara
proporsional dan prosentase adjustment turun sbb:
18 bulan Indemnity Period
=
140 pct of the basis rate
24 bulan Indemnity Period
=
125 pct of the basis rate
3. Interruption Risks adalah term yang digunakan untuk mengindikasikan faktor-faktor
yang merugikan sehingga menghambat kembalinya business activity menjadi normal
kembali
Beberapa faktor yang menggambarkan kesulitan tersebut adalah:
1. replacing specialised machine
2. possibility of obtaining alternative temporary accomodation
3. nature of local market yang mengakibatkan kehilangan customer secara permanen
karena kompetitor
Tingkat keabnormalan tersebut mempengaruhi underwriter untuk menentukan variasi
prosentase di atas
G. The Sum Insured
1. Sum Insured untuk Indemnity Period selama 12 bulan atau kurang adalah sebesar
Annual Gross Profit figure. Bila Indemnity Period melebihi 12 bulan, maka Sum
Insured harus naik secara proporsional.
Sebagai contoh: Indemnity Period selama 18 bulan maka Sum Insured harus
menggambarkan 1,5 x Annual Gross Profit
Unsur-unsur lain yang diperlukan untuk menetapkan SI selain GP adalah:
a. tingkat inflasi
b. trend usaha
Contoh:
Periode asuransi 1/1-97 s/d 31/12/97
Indemnity period 12 bulan
GP96 = 1000
Inflasi = 10%
GP97 = 1000 x 1,1 = 1100
GP98 (usaha normal kembali) = 1100 x 1,1 = 1210
2. Con-Loss tidak akan memberikan Full Indemnity, kecuali Sum Insured memadai di
mana tertanggung telah lebih dulu melakukan perhitungan kemungkinan gross profit
maksimum yang dapat diaplikasikan pada Indemnity Period dan dalam hal ini
diperlukan over-budget amount.
3. Untuk mengantisipasi hal di atas, penanggung melekatkan pada polis Refund of
Premium Clause yang memberikan pengembalian premi kepada tertanggung (tidak
lebih dari 50% dari premi yang telah dibayarkan) berdasarkan detail audit the actual
gross profit of business pada tahun finansial yang hampir bersamaan dengan tahun
periode penutupan asuransi ybs.
H. Losses Not Covered
Beberapa pengecualian dalam penutupan Con-Loss Insurance, sebagai berikut:
a. under insurance against material damage
b. terdapat perbedaan harga stock atau peralatan yang dijamin pada saat kerugian
terjadi dengan setelah terjadi penggantian

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

c. kerusakan dari stock yang tidak rusak pada saat terjadinya kerugian akibat fire
atau other insured perils
d. biaya-biaya kelaim fire dan con-loss
e. biaya pengadilan (litigation cost)
f. denda, pinalty di bawah kontrak yang diakibatkan karena breach of contract
sebagai akibat kerugian yang terjadi
g. third party claims
h. loss of good will
i. gagal memperoleh piutang karena hilangnya catatan (Book Debts Insurance)
I. The Material Damage Warranty
Kalimat berikut akan selalu tampil pada halaman depan dari Polis Standard
Consequential Loss:
Provided that at the time of happening of the damage there shall be in force an
insurance covering the interest of the insured in the property at the premises
against such damage and that payment shall have been made or liability
admitted therefor under such insurance
Jadi;
- Pada saat terjadi kerusakan harus ada polis yang berlaku yang menjamin harta
benda yang mengalami kerusakan tersebut
- Pembayaran atas klaim kerusakan harta benda tersebut akan dilaksanakan atau
tanggung jawab atas penggantian terhadap kerusakan harta benda tersebut telah
diakui oleh penanggung.
Alasan diberlakukannya warranty ini:
- Jika harta benda tertanggung tidak dipertanggungkan atau penanggung tidak
mengakui adanya tanggung jawab (liability) terhadap harta benda tertanggung
yang rusak/hancur, maka kerugian atas Gross Profit bisa jadi akan
membesar/meningkat. Ini disebabkan penggantian atau dana untuk memperbaiki
harta benda yang rusak tidak tersedia
- Keterlambatan terhadap pemulihan harta benda yang rusak jelas dapat diduga
bahwa bisnis atau usaha akan memakan waktu lama untuk dapat kembali normal
- Polis asuransi kebakaran sering dilekatkan beberapa warranties yang berhubungan
dengan resiko fisik. Jika warranty tersebut dilanggar atau terdapat penyimpangan
(breach), maka klaim dapat ditolak bila terjadi. Kalau terjadi demikian, maka
klaim consequential loss pun dapat ditolak, sesuai dengan The Material Damage
Warranty.
Dengan demikian polis Consequential Loss secara otomatis memperoleh
manfaat dari warranty yang dilekatkan pada polis asuransi kebakaran tersebut
J. The Standard Perils
Bahaya-bahaya yang dijamin dalam Consequential Loss = Polis asuransi kebakaran +
explosion (peledakan atas boiler atau economiser yang ada di premises tertanggung
sebagai tambahan dari domesticboiler yang telah dijamin dalam polis asuransi
kebakaran standar).
Namun karena adanya material damage warranty maka ini sangat esensial sekali
bagi tertanggung untuk juga memiliki cover (jaminan) atas resiko peledakan tersebut

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

jika terdapat boiler atau economiser yang digunakan untuk usaha (bukan untuk
domestik), terhadap kerugian fisiknya. Kalau tidak, tidak ada gunanya perluasan
peledakan terhadap boilers dan economiser tersebut
K. Special Perils
1. Perluasan dengan resiko peledakan normalnya dikecualikan dalam
wording polis
yang berbunyi:
loss sustained in consequence of the insured being deprived of the use of any
vessel, machine of apparatus (not being a boiler or economiser on the premises) or its
contents as a result of the explosion thereof
Pengecualian ini biasanya dihapus (deleted) jika pengecualian yang sama juga
dihapus dalam polis material damagenya. Dengan menghapus pengecualian tersebut
berarti telah memperluas resiko dari consequential loss.
2. a. Riot and civil commotion mengikuti perluasan dari polis material damage
dengan catatan bahwa:
perluasan jaminan ini berlaku terhadap consequential loss sebagai akibat dari
adanya kerusakan atau pengrusakan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau
sebab lain yang dijamin polis
Bukan kerugian finansial yang disebabkan oleh strike atau pemogokan itu sendiri.
b. Criminal Injuries Act 1956
Loss of business profit following fires by rioters (kehilangan profit bisinis karena
kebakaran oleh rioters) dapat diklaim kepada Local Authorities
c. Perluasan resiko non-political malicious damage mengecualikan pengrusakan
atau kerusakan yang disebabkan/dilakukan pada saat pencurian
Pengecualian ini tidak berlaku pada polis consequential loss, sepanjang ada
perluasannya dan dengan demikian kerugian sebagai akibat dari perbuatan
pencurian selama masa malicious damage akan dijamin dengan catatan
material damage warranty tetap berlaku.

L. Calculation of the Sum Payable (Perhitungan Pembayaran Klaim)


1. Penurunan Turn over
a. Hitung Rate of Gross Profit
ROGP = Gross Profit (tahun lalu)
Turn over
b. Penurunan Turn over = Standard Turnover Turnover selama interruption
Standard TO : TO pada corresponding period
c. Dalam menghitung pernurunan TO harus termasuk diperhitungkan penerimaan
pembayaran yang transaksi bisnisnya dilakukan di mana saja selain dari di lokasi
pertanggungan, selama indemnity period tersebut
d. Aplikasikan perhitungan Rate of Gross Profit tersebut terhadap penurunan TO
(setelah dilakukan penyesuaian seperlunya untuk menghasilkan posisi seharusnya/
would have been)
2. Increase Cost of Working
a. Tambahan pengeluaran yang semata-mata dimaksudkan untuk memperkecil
penurunan dalam Turn over, selama interruption period

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

b. Tanggung jawab penanggung terbatas pada tambahan pengeluaran


Tidak melebihi perkalian dari
Rate of Gross Profit x jumlah penurunan TO yang telah dapat dihindari
Batasan ini dilekatkan dengan maksud untuk menghindari penanggung dari
tagihan yang tidak reasonable
3. Saving
Istilah Standing Charges tidak muncul dalam polis wording, namun perlu diketahui
bahwa ada provision yang mengatur setiap perhitungan 1 dan 2 di atas harus
diperhitungkan unsur saving sebagai pengurang karena dengan terganggunya usaha,
bisa jadi ada penurunan dalam standing charges.
Saving mengurangi besarnya kerugian
4. Average
Terkait dengan premi yang telah dibayar, maka under insured tetap dikenakan penalty
dengan cara pro rata terhadap perhitungan klaim. Average diperhitungkan dengan
membandingkan Annual TO yang telah disesuaikan dengan trend x ROGP dan SI.
(Annual TO : TO dalam periode 12 bulan sebelum periode gangguan usaha)
Contoh :

Annual TO = 4.200.000
Trend usaha = 10%
ROGP 30%
SI = 1.247.400
Average =
1.247.400

= 0,9

4,2 jt x 1,1 x 30%


5. Economic Limit
Economic limit diperhitungkan dalam menentukan coverage atas Increased Cost of
Working
Contoh: ICW = 1000
Profit yang diperoleh dari ICW = 5000 economic limit
Karena ICW masih lebih kecil dari economic limit, berarti ICW bisa dicover.
Jika profit dari ICW 1000 = 500, ICW yang dicover hanya 500.

Contoh soal:
1. Data-data:
GP = 1.247.400
Indemnity Period = 12 bulan
Uninsured working expenses = 100% purchases
100% discount
Data96
TO = 4.066.000
Stock + WIP 31/12/96 = 40.000 closing stock
Stock + WIP 1/1/96 = 35.000 opening stock
Purchases = 2.831.200
Discount allowed = 20.000

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

Transport costs = 60.000


Heat, light, power = 30.000
Salaries = 240.000
Wages = 620.000
Other overheads = 160.000
Net profit = 109.800
Business Interruption kebakaran 1/5/97, kembali normal 31/7/97
ICW = 35.000 (terhindar dari penurunan TO sebesar 50.000)
Saving = 15.000
Trend kenaikan usaha 10%
TO Figures tahun 1996-1997
Tahun 1996
Tahun 1997
Januari
320.000
352.000
Februari
340.000
374.000
Maret
300.000
330.000
April
380.000
418.000
Mei
360.000
300.000
Juni
300.000
200.000
Juli
300.000
240.000
Agustus
240.000
264.000
September
350.000
385.000
Oktober
370.000
407.000
Nopember
380.000
418.000
Desember
426.000
475.000
1. GP = (4.066.000 + 40.000) (35.000+ 2.831.200 + 20.000) = 1.219.800
ROGP =
1.219.800 = 30%
4.066.000
Standard TO = 360.000 + 300.000 + 300.000 = 960.000
Trend kenaikan usaha = 10% Standard TO disesuaikan = 960.000 x 1,1 =
1.056.000
TO actual = 300.000 + 200.000 + 240.000 . =
740.000
Penurunan TO .
=
316.000
Penurunan GP = 316.000 x 30%
=
94.800
2. ICW = 35.000
economic limit = 30% x 50.000
=
15.000 +
109.800
3. Saving

15.000
Total kerugian 94.800

4. Cek under insurance


Annual TO (disesuaikan) = (360.000 + 300.000 + 300.000 + 240.000 + 350.00 +
370.000 + 380.000 + 426.000 + 352.000 + 374.000 +
330.000 + 418.000) x 110% = 4.620.000

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

GP seharusnya = 30% x 4.620.000 = 1.386.000 (SI 1.247.400 under insurance)


Average =
1.247.400 = 90%
1.386.000
Klaim yang harus dibayar = 90% x 94.800 = 85.320
2. Data-data polis 1997:
GP = 768.000.000
Maximum Indemnity Period = 12 bulan
Trend penurunan usaha 25%
Uninsured working expenses = 100% purchases
100% discount allowed
100% carriage, freight, packing
Terjadi kebakaran pada 1/5/97 dan kembali normal pada tgl 31/7/97
ICW = 20.000.000 (terhindar 45.000.000)
Saving = 1.000.000 (biaya delivery variable charges tidak ada)
16.00.000 (overheads)
Data tahun 1996
TO = 4200 juta
Closing stock = 380 juta
WIP closing stock = 80 juta
Opening stock = 340 juta
WIP opening stock = 120 juta
Purchases = 2400 juta
Discount allowed = 240 juta
Carriage, freight, packing = 160 juta
Heat, light, power = 60 juta
Salaries = 200 juta
Wages = 400 juta
Other overheads = 560 juta
Net profit = 180 juta
TO Figures tahun 1996-1997
Tahun 1996
Januari
320 juta
Februari
340 juta
Maret
400 juta
April
380 juta
Mei
360 juta
Juni
300 juta
Juli
300 juta
Agustus
240 juta
September
360 juta
Oktober
380 juta
Nopember
400 juta
Desember
420 juta

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Tahun 1997
240 juta
255 juta
300 juta
285 juta
150 juta
180 juta
210 juta
180 juta
270 juta
285 juta
300 juta
296 juta

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

1. GP = (4200 juta + 380 juta + 80 juta) (340 juta + 120 juta + 2400 juta + 160
juta) = 1400 juta
ROGP = 1400 juta = 33 1/3 %
4200 juta
Standard turn over dengan trend penurunan usaha 25% = 960 juta x 75% = 720
juta
TO actual .. = 540
juta
Penurunan TO ..
= 180 juta
Penurunan GP = 33 1/3 % x 180 juta =
60 juta
2. ICW = 331/3% x 45 juta
=
15 juta +
75 juta
3. Saving
=
16 juta
Kerugian =
59 juta
4. Annual TO disesuaikan = (3840 juta x 75%) = 2880 juta
GP seharusnya = 33 1/3 % x 2880 juta = 960 juta
5. Kerugian dibayar = 768 juta x 59 juta = 47,2 juta
960 juta

M. Limited Consequential Loss Cover


- Dalam kaitan dengan Increase Cost of working
- Gross profit tetap tidak mengalami penurunan
- Contoh : newspaper, bakery, dll
- Dalam hal ini yang dijamin hanya increase cost of working dalam separate item
- Yang dijamin hanya Net Profit yang terformulasi dalam Increased Cost of
Working
- Dalam normal penutupan mungkin penggantian Increase cost of working tidak
mencukupi sehingga perlu diatur sendiri cover terhadap item ini
N. Underwriting Consideration
1. Beberapa perusahaan asuransi menetapkan satu retensi terhadap satu resiko. Jika
mereka ingin menutup keduanya material damage dan profits, maka keduanya
dibagi dalam proporsi yang sama terhadap Sum Insured masing-masing.
2. Perusahaan lain dapat pula menaikkan limit terhadap jumlah keduanya, misalnya
sebesar 50% dari penutupan normal
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan tersebut:
a. tingkat bahaya dari perils (penyebab kerugian) yang dijamin
b. sejauh mana bisnis/usaha terancam dari gangguan atau terpengaruh oleh:
- tersebarnya beberapa lokasi usaha
- ketergantungan dari usaha terhadap bagian khusus dari satu lokasi usaha
c. apakah usaha merupakan usaha musiman
d. jangka waktu dari indemnity period

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

e. apakah usaha tersebut merupakan produsen yang memproduksi produk khusus


sehingga bahan baku sulit dicari, mesin-mesin sulit diperoleh gantinya atau
peralatan khusus
f. aspek kompetisi dan kemampuan perusahaan recover customer yang sempat
beralih ke produk lain setelah kebakaran
3. Jaminan consequential loss:
a. Gross Profit + Increase cost of working
b. Additional ICW
c. Professional fee
d. Wages/payroll
O. Perluasan Polis
1. Specified suppliers
- Gangguan pada usaha supplier bisa mengganggu usaha tertanggung
- Premi tambahan tergantung dari :
- limit (persentase SI) per suppier
- resiko dari tempat supplier (rate material damage supplier)
2. Unspecified suppliers
- sebagai tambahan dari no 1 di atas
- limit lebih kecil dari specified supplier yang terkecil dan biasanya tidak lebih
dari 10% SI
3. Specified customers
- diperlukan perkiraan volume bisinis dengan customer tersebut, biasanya harus
lebih besar dari 5%
4. Transit
- barang tertanggung selama dalam pengangkutan
5. Contract sites
- lokasi di mana tertanggung melaksanakan kontrak, misalnya untuk kontraktor
6. Professional insured documents
- dokumen tertanggung yang mengalami kerusakan di tempat yang tidak dikuasai
tertanggung
7. Prevention of access ( denial of access)
- jalan/akses ke tempat usaha tertanggung tertutup/terhalang
- biasanya ada time excess (deductible waktu)
8. Public utilities
- akibat kerugian pada public utilities, misalnya: PLN, PAM
9. Perluasan khusus untuk hotel
- akibat pembunuhan, bunuh diri, keracunan makanan, penyakit menular pada
lokasi

P. Remuneration of Employees
Pembayaran gaji karyawan adalah elemen yang paling besar dalam Gross Profit.
Dalam hal tertentu bisa sampai 50% dari total Gross Profit. Sehingga dengan adanya
kebakaran, karena tidak mungkin memberhentikan karyawan, maka pengaturan yang

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

ideal adalah dengan jaminan (cover) penuh atas remunerasi keseluruhan masuk dalam
Gross Profit.
Ini adalah, kenyataan yang umum dipergunakan dalam kasus-kasus:
- toko-toko eceran
- hotel-hotel kecil
- boarding house
di mana tertanggung sebagai majikan mempunyai rasa tanggung jawab untuk
mempertahankan karyawannya walaupun untuk sementara usaha berhenti karena
adanya kebakaran.
Dalam kasus-kasus di atas, mungkin premi relatif kecil, namun pada pengusahapengusaha besar jumlah premi akan besar sehingga menjadi hal yang perlu
dipertimbangkan. Karena itu untuk menghindari pembayaran premi yang tidak perlu,
sementara tetap harus ada asuransi yang jalan (in force), maka diperlukan pengaturan
yang baik dan wajar di mana dalam praktek dapat ditemukan metode-metode sebagai
berikut:
1. Salaries dan wages
a. salary untuk pegawai tertanggung
biasanya diasuransikan penuh (100%) karena itu biasanya masuk ke
Gross Profit
b. wages untuk buruh
perlakuan bermacam-macam, untuk buruh dengan keahlian khusus,
sering diasuransikan penuh
untuk buruh biasa seringkali diasuransikan untuk beberapa minggu saja
(mengikuti UU)
trend sekarang adalah diasuransikan secara penuh, hanya saja pada
perhitungan premi dibedakan dengan komponen GP yang lain
2. Dual Basis Wages Cover
- Asuransi wages 100% untuk beberapa minggu di muka dan diteruskan dengan
sebagian (mis: 25%) untuk periode sisanya

pada polis, gaji ditulis SInya secara penuh, tapi dalam rating diperhitungkan
bahwa penggantian tidak akan penuh rate lebih murah daripada salary
misalnya
ada carry over proviso = jika cover pada periode awal tidak digunakan 100%,
maka dapat ditabung sebagai tambahan pada reminder period

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

ada option to consolidate = cover 100% pada initial period dapat diperpanjang
dengan menghilangkan/mengurangi cover pada remainder period

perhitungan berapa konversi untuk carry over ataupun untuk consolidate


tergantung pada tabel, bukan pada rumus

Q. Accountants Charges
- Kondisi pada standard consequential loss policy menyatakan bahwa tertanggung
harus menanggung sendiri biaya untuk memberikan informasi kepada
penanggung mengenai detail suatu klaim. Biasanya, informasi tersebut diminta
untuk dikerjakan untuk professional accountants. Biaya untuk menyewa akuntan
ini ditanggung sendiri oleh tertanggung.
- Dengan Professional Accountants Clause, hal tersebut bisa dijamin oleh polis
- Penanggung memberikan ganti rugi atas biaya-biaya yang wajar dikeluarkan
tertanggung untuk professional accountants dalam memberikan detail atau
pembuktian klaim yang diperlukan oleh penanggung
R. Engineering Con Loss Insurance
1. Perbedaan dengan Fire Con-Loss Insurance:
a. Bahaya yang dijamin
Mengecualikan resiko-resiko yang dijamin fire con-loss insurance dan hanya
dalam situasi tertentu dijamin
b. Adanya time excess yang aplikasinya bervariasi
Wordingnya secara umum berbunyi:
The period beginning with the occurrence of the accident and ending not later
than . months thereafter during which the results of the business shall be
affected in consequence of the accident, but the company shall not be liable for
the ampunt of loss arising during the .. immediately following the occurrence of
the accident
c. Secara umum, jaminan ditujukan kepada mesin-mesin atau peralatan tertentu
d. Tidak ada bentuk polis yang standar
- setiap kasus dan situasi akan diberlakukan berbeda
- tergantung dari masing-masing underwriter
- hal ini tidak dapat dihindari karena setiap kasus memiliki kebutuhan cover
(jaminan yang berbeda)
2. Luas jaminan:
a. sudden and unforeseen damage (tidak termasuk fire, lightning, explosion, flood,
inundation, sprinkler leakage, aircraft, earthquake, volcano dan subterranean fire)
b. breakdown
c. extraneous damage
d. other accidental cause as defined in the schedule under Operative Endorsement

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

e. electricity supply failure


f. water supply failure
g. gas supply failure
3. Pengecualian:
a. bahaya-bahaya yang dijamin dalam polis Fire
b. Special Perils yang umumnya sebagai perluasan dari polis Fire
c. bahaya-bahaya yang dikecualikan berdasarkan Market Agreement
d. Wilful Act atau Negelect dari pihak tertanggung
e. Deliberate Act dari supply authority
f. pengurangan supply (a scheme of rationing supply) yang dilakukan oleh pihak
supply authority
g. adanya pekerjaan perbaikan (repairs) atau penggantian (replacement) karena sifat
keausan (wear and tear) atau karena sengaja memberikan beban yang berlebihan
terhadap mesin-mesin (intentional over loading of machinery)
4. Indemnity Period
- umumnya tidak lebih dari 12 blan (<12 bulan)
- khusus kepada mesin-mesin/peralatan tertentu ada kalanya lebih dari 12 bulan
(misal untuk key plant)
- pengalaman mencatat bahwa umumnya usaha (business) yang mengalami
gangguan dari kerusakan mesin/peralatan akan kembali normal dalam waktu
relatif singkat
- dengan alasan tersebut maka untuk jaminan wages dibolehkan menggunakan
dual basis dengan minimum 3 (tiga) bulan indemnity period
Namun pada umumnya untuk kasus dengan indemnity period kurang dari 12
bulan seluruh wage roll akan dimasukkan dalam Gross Profit
5. Pertimbangan-pertimbangan underwriting:
a. kesiapan fasilitas dan kemampuan untuk melakukan perbaikan
b. tersedianya suku cadang
c. pengoperasian mesin/peralatan, terutama dalam hal lamanya pengoperasian
(misalnya berapa jam dalam seminggu)
d. dampak yang normal terjadi apabila mesin/peralatan mengalami kerusakan atas
usaha yang dijalankan yang terkait dengan:
- jangka waktu indemnity
- time excess
e. penutupan atas mesin/peralatan tertentu dianggap sebagai tindakan yang sengaja
dilakukan tertanggung untuk memilih (deliberate act of selection). Hal ini akan
menjadi unsur pertimbangan yang esensial bagi penanggung dalam menetapkan
rating
S. Advance Profits
1. Objek Pertanggungan:
a. proyek atas usaha baru (new business) yang sedang dikerjakan
b. proyek perluasan usaha yang sudah ada
2. Jaminan:
Keterlambatan (delay) atas penyelesaian pekerjaan proyek karena:
a. kerusakan pada objek yang sedang dikerjakan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

3.
4.

5.

6.

7.

b. kerusakan yang terjadi pada pemasok (supplier) dari peralatan inti (key units of
plant or equipment)
c. kerusakan pada peralatan inti (key units of plant or equipment) selama berada
dalam transit
Policy wording
Disesuaikan dengan spesifikasi dari objek yang akan dipertanggungkan
Indemnity Period
- bervariasi, tergantung dari objek yang dipertanggungkan (dijamin)
- perhitungan indemnity period dimulai sejak tanggal yang dijadwalkan untuk
mulai beroperasi (seandainya tidak ada gangguan kerusakan)
Bahaya-Bahaya yang Dijamin
a. fire and related perils
b. accidental damage terhadap peralatan atau mesin-mesin selama:
1) transit
2) pemasangan/installation
3) testing
4) resiko marine
Khusus untuk testing
Sejalan dengan material damage warranty, biasanya resiko yang dijamin dalam
Erection All Risks dapat diperluas dengan Cold atau Dry testing, tapi jarang
yang menjamin perluasan Hot testing atau Commissioning
Catatan:
Penanggung biasanya hanya akan bersedia memberikan jaminan semacam (Advance
Profit Insurance) apabila ada suatu kepastian yang beralasan (reasonable certainty)
bahwa ada tanggal yang pasti dari awal atau dimulainya pekerjaan seandainya
tidak terjadi kerusakan.
Tanggal tersebut harus ditentukan secara akurat, dalam artian bahwa penentuan
tanggal tersebut harus memasukkan unsur kemungkinan keterlambatan karena:
- cuaca buruk
- keterlambatan supply bukan karena resiko yang dijamin

T. Value Added Tax


Dalam kaitan dengan polis-polis yang menjamin consequential loss umumnya
tertanggung yang terlibat adalah perusahaan yang ada dalam sistem VAT, sehingga
untuk tujuan asuransi, tax (pajak) tidak berpengaruh terhadap hasil usahanya maka
perhitungan pajak (tax) dapat diabaikan
Untuk perusahaan atau profesi yang berada di luar sistem VAT, di mana mereka tidak
dapat memperoleh penggantian (recover) pajak (tax), maka mereka harus
memasukkan unsur pajak (tax) dalam perhitungan hasil usaha (trading results).
Spesifikasi standar dalam consequential loss di bawah judul Definitions adalah sbb:
Note 1 : To the extent that the insured is accountable to the tax authority for Value
Added Tax, all terms in this policy shall be exclusive of such tax
U. Loss of Book Debts
Sementara polis Material Damage menjamin asset yang berupa phisik (berwujud)
berikut consequential lossnya, kehilangan catatan pembukuan (Accounting

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Records) dapat melibatkan kerugian finansial yang besar karena ketidak mampuan
menyajikan dan menelusuri jumlah piutang yang dimiliki, yaitu piutang yang tercatat
sebelum terjadinya kerusakan atau hilangnya catatan (records).
Hal semacam ini tidak termasuk dalam jaminan Consequential Loss Insurance,
artinya tidak termasuk dalam perhitungan Turn ovre, tetapi akan dijamin dalam
Book Debt Insurance Policy
Jaminan:
Accounting record yang ada di premises tertanggung:
- musnah atau rusak karena sebab kecelakaan (accidental cause)
- hilang karena dicuri (theft involving forcible or violent entry to or exit from
building)
Jumlah yang dijamin:
a. selisih antara
- sisa piutang yang belum tertagih pada saat Accounting records hilang atau
rusak, dengan
- total pembayaran yang telah diterima atau telah dapat ditelusuri kemudian
b. biaya tambahan dalam usaha menelusuri atau menyajikan daftar piutang yang
catatan/recordsnya sudah rusak atau hilang
Pro rata average tetap berlaku, seandainya Sum Insured yang ditetapkan dalam
pertanggungan ternyata lebih kecil dari pada Outstanding Debits Balance
Tidak termasuk dalam jaminan:
Pembayaran klaim atas Outstanding Debits Balances akan dikurangi dengan:
a. Bad debts
b. Catatan pembukuan (debit atau credit kepada customers, termasuk pembukuan
cash pada saat terjadinya kerusakan atau kehilangan records) yang dibuat pada
waktu antara:
- deklarasi bulanan yang terakhir
dengan
- saat terjadinya kerusakan atau hilangnya records yang bersangkutan
c. kondisi abnormal dari situasi usaha/perekonomia/perdagangan yang berakibat
(dapat berakibat) cukup material terhadap usaha
Warranty
Catatan pembukuan disimpan di tempat penyimpanan tahan api atau file kabinet bila
tidak dipakai (books of account/other business books (records) in which customer
accounts are shown shall be kept in fire resisting safes or fire resisting cabinets when
not in use)
Bentuk polis
- adjustable pada akhir pertanggungan
- deklarasi bulanan
- average = total jumlah amount dari deklarasi / frekuensi deklarasi
- refund tidak lebih dari x first premium
- jika deklarasi nilainya melebihi Sum Insured nilainya dianggap sama dengan
Sum Insured
- reinstatement tidak otomatis tapi umumnya disetujui dengan extra premium
Perluasan jaminan

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 10. Pecuniary Insurance I

a. selama disimpan di luar premises tertanggung tetapi berada di premises seseorang


yang bertindak atas nama tertanggung
b. selama dalam transit (domestik)
7. Penyesuaian jaminan (Amandement)
To exclude (mengecualikan):
a. erasure or distortion on computer system
- whilst mounted
- due to presence of magnetic flux
- due to the defects in such records
b. deliberation of falsification of business records
c. mislaying or misfiling of tapes and records
d. deliberate act of public supply (electricity)
e. wear and tear and gradual deteroration
f. vermin rust damp or mildew
g. damage occasioned by pressure wave caused by aircraft or other aerial devices
travelling at sonic or super sonic speed
V. Declaration Linked Consequential Loss Insurance
1. Tujuan :
Untuk menghindari adanya under insured yang berakibat pembayaran klaim secara
pro rata average
2. Perkiraan Gross Profit yang akan datang selalu sulit apabila dihitung berdasarkan
waktu yang terkait dengan tingkat inflasi uang
Problems:
a. nilai pertanggungan kurang (under insured) pro rata average terhadap klaim
b. nilai pertanggungan lebih (over insured) pembayaran premi berlebihan (yang
tidak seharusnya)
3. Solusi:
a. Automatic increased on Sum Insured s/d 133 1/3 % (angka ditetapkan pada
inception)
b. Premium yang diperhitungkan dengan SI 133 1/3 % tersebut di-adjust pada akhir
pertanggungan (refund max 50%)
W. Time Loss Policy
Merupakan bentuk kasar dari consequential loss, di mana kerugian didasarkan atas
jumlah kerugian/hari selama terjadi Business Interruption
Contoh : TO 1 bulan = 10 juta
Terjadi business interruption selama 3 hari, kerugian = 3/30 x 10 juta

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

CHAPTER 11. PECUNIARY INSURANCE II


A. Credit Insurance
1. Jaminan credit insurance:
Memberikan penggantian terhadap ketidakmampuan (inability) atau ketidakmauan
(unwillingness) dari pihak penerima barang untuk membayar kepada tertanggung.
2. Umumnya tidak menjamin ;
- asuransi hire purchase bisnis atau yang lebih tepat menjadi bisnis perbankan
- pemberian kredit kepada individual members of the general public. Contoh :
penjual koran, susu, dll di mana pembayarannya pada akhir bulan.
Hal ini umumnya dikecualikan karena:
- agak sulit mengasses resikonya
- relatively small dan tidak praktis untuk menilai kredit worthiness setiap pelanggan
3. Fungsi:
a. melindungi asset tertanggung
b. memperbaiki permodalan tertanggung atas bad debts
c. menjaga keutuhan deviden (untuk kepentingan pemegang saham)
d. bantuan finance kepada tertanggung dalam hal terjadi kerugian akibat kemacetan
kredit
e. menghindari kemungkinan bangkrut
4. 2 (dua) bentuk penutupan:
a. Specific account policies
- Tertangung hanya meminta pertanggungan atas customer tertentu yang
menurutnya beresiko tinggi
Misalnya : ia meminta penanggung mengcover kredit dengan limit 10.000
pound untuk customer A, 7500 pound untuk customer B, dll.
- Penanggung melakukan investigasi sendiri dan berdasarkan penemuannya, ia
menentukan limit pertanggungan
- Penutupan ini tidak favorable untuk penanggung dan biasanya premi yang
lebih tinggi ditetapkan untuk penutupan ini
b. Whole turnover policy
- Tertanggung mengasuransikan seluruh resiko kredit dari usahanya, dengan
rate premi yang sama, baik untuk resiko yang baik maupun yang buruk
- Tertanggung secara otomatis mempertanggungkan kredit yang ia berikan
kepada setiap customernya sampai dengan batas yang disebut discretionary
limit yaitu bahwa ia telah bertindak seolah-olah ia tidak mengasuransikan
- Untuk menghindari customer yang mempunyai record bad debt losses dan
juga menghindari premi yang besar, deductible atau excess dapat diberikan
Ini juga untuk menghindari biaya-biaya administrasi, baik untuk tertanggung
maupun penanggung
- Whole turn ovre policy ini juga dapat dibagi:
a) per individual branches/divisions
b) selected geographical areas
asalkan ini juga separately accounted for and subject to separate credit control

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

5. Perbedaan antara credit insurance dengan loss of book debt insurance:


- Pada loss of book debts insurance, belum tentu customer tidak mau atau tidak
mampu membayar
- Pada loss of book debts insuranced, catatan pembukuannnya hilang atau musnah,
sedangkan di credit insurance, catatannya ada
B. Fidelity Guarantee
1. Pengertian:
Fidelity adalah faithful or loyal performance of a duty
Fidelity guarantee policy menjamin kerugian yang diakibatkan oleh ketidakjujuran
karyawan dalam melaksanakan tugasnya
2. 5 (lima) bentuk polis fidelity guarantee:
a. Commercial guarantees : memberikan jaminan kepada employer atas direct
pecuniary loss ataupun loss of stock yang disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawan selama menjalankan tugasnya
b. Court bonds : court bonds diperlukan sebagai jaminan pelaksanaan administrasi di
berbagai bidang kegiatan
c. Government bonds : jaminan yang diambil pemerintah dalam hal pembayaran bea
impor serta pelaksanaan yang seharusnya dari syarat-syarat tertentu dalam
menjalankan bisnis barang-barang tertentu
d. Bankruptcy and liquidation bonds : bila seseorang dinyatakan bangkrut/pailit,
property-nya diserahkan kepada trustee yang ditunjuk oleh kreditur. Penunjukan
ini harus berdasarkan sertifikat penunjukkan yang dikeluarkan Departemen
Perdagangan, yang dikeluarkan hanya bila trustee telah menyediakan jaminan
fidelity bond dari perusahaan asuransi
e. Local government bonds : jaminan ini diperlukan untuk karyawan pemerintah
daerah
3. Commercial Guarantee, tipe atau jenis-jenisnya:
a. Individual policy : jenis polis ini diterbitkan dengan mencantumkan nama satu
karyawan untuk jumlah tertentu
b. Collective policy:
(1) Named collective
- polis ini memuat schedule yang berisi nama-nama dan tugas-tugas dari
individu-individu yang dijamin.
- Jumlah jaminan ditentukan untuk masing-masing nama, bisa jumlah
tunggal atau floating sum untuk seluruh schedule
- Kelemahan : harus ada revisi kontinyu dalam hal penggantian staff
(2) Unnamed collective
- karyawan dijamin berdasarkan kategorinya, contoh : 2 manager, 2 kasir,
10 clerks
- jumlah jaminan bisa berdasarkan floating basis atau per capita basis
c. Blanket policy
- polis yang mencakup seluruh karyawan tanpa menunjukkan nama atau jabatan
- hanya cocok untuk organisasi substantial karena penanggung tidak bisa
mencari informasi tentang seluruh karyawan. Hal ini harus dilaksanakan oleh

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

4.

5.

6.

7.

employer dan referensi harus disediakan kepada penanggung saat terjadi


klaim.
d. Positions policy
- biasanya diterbitkan untuk local government guarantees
- tidak menyebut nama, tapi posisi dengan jumlah jaminan tertentu, sehingga
bila terjadi penggantian orang, cover tetap ada
Pengertian Floater or Floating Sum Insured:
Harga pertanggungan disebarluaskan ke semua karyawan dan bukan setiap karyawan
ada HP-nya terpisah. Setiap klaim kerugian HP dalam floater berkurang sebesar klaim
tersebut sampai renewal, kecuali ada extra premium untuk reinstate the original sum
guaranteed.
Biasanya ada excess dalam floating HP untuk collective or blanked policies.
Tidak mungkin dengan HP unlimited, meskipun dapat diperoleh high limits
Pertimbangan utama underwriter:
Efektivitas dari system of check dan metode supervisi atas orang yang dijamin
Saran :
- memperketat system of check
- bila secara fundamental tidak memadai, keseluruhan sistem harus disetujui untuk
diubah
Prosedur untuk specified individual:
- separate form diisi oleh orang yang dijamin dan oleh employer
- selain itu ada form dari previous employer (majikan sebelumnya)
Sedangkan untuk blanked policy atau unnamed collection polisy, hanya ada satu
form yang diminta dan ini diisi oleh employer
3 pihak yang terlibat, Insurable Interest dan Utmost Good Faith
a. orang yang menjadi subjek dari jaminan/applicant:
- mengisi applicants form
- yang didisclose adalah:
1. nama, alamat, umur
2. nama, alamat, jenis usaha employer
3. posisi yang dicover
4. salary atau penghasilan lain
5. detail dari past guarantees
6. status, tanggungan
7. past employment
8. history of bankruptcy or insolvency
- informasi yang ingin diketahui penanggung tentang applicant:
1. apakah householder
2. jumlah current life assurance
3. private income
4. debts, mortgages atau financial commitment lainnya
b. employer
- employers form merupakan dasar kontrak
- yang didisclose:
1. pengawasan yang dilaksanakan atas applicant
2. system of check

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

3. tanggung jawab applicant


4. wewenang applicant dalam menangani uang: cash/cheques, penerimaan,
pengeluaran
c. employer terdahulu
- previous employers form memiliki nilai yang lebih besar
- diisi oleh seluruh perusahaan/individu yang memperkerjakan applicant dalam
kurun waktu 5 tahun terakhir
- yang didisclose:
1. laporan honesty, character, tanggal employment, alasan keluar
2. tugas-tugasnya, apakah ada guarantee selama employment
Yang punya insurable interest adalah employer : atas uang dan property agar terus
ada dan terjaga dari ketidakjujuran karyawannya.
8. Dalam fidelity guarantee, berlaku discovery period, biasanya:
a. bulan setelah employer meninggal, pensiun
b. atau .. bulan setelah polis berakhir
tergantung maan yang lebih dulu terjadi antara a atau b
Penggunaan DP ini untuk menghindari kesulitan dalam investigasi klaim dan dal hal
subrogasi insurer tidak dipenuhi
Polis menjamin tindakan kecurangan yang dilakukan selama periode asuransi

C. Surety Bond
1. Surety terjadi apabila suatu pihak berjanji untuk memberikan jaminan kepada/untuk
pihak yang lain bagi kepentingan pihak ketiga, bahwa bilamana pihak yang dijamin
oleh sebab sesuatu hal lalai atau gagal meneruskan atau melaksanakan kewajiban
OBLIGEE/OWNER

Perjanjian pokok

KONTRAKTOR/ PRINCIPAL

Perjanjian
Tambahan
SURETY CO.

2. yang dijanjikan kepada pihak ketiga, maka pihak penjamin akan bertanggungjawab
terhadap pihak yang dijamin untuk menyelesaikan kewajibannya
Kontrak/perjanjian tersebut harus tertulis dan ditandatangani untuk melengkapi
perjanjian pokok. Tanpa perjanjian pokok, perjanjian tambahan ini tidak berlaku

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

3. Jenis-jenis Bond
a. Bid Bond
Surety memberikan jaminan kepada obligee bahwa principal pemegang bid bond
adalah benar-benar memenuhi persyaratan yang ditentukan. Fungsinya ialah
menjamin bhawa principal/kontraktor jika memenangkan tender, akan menutup
kontrak dan menyediakan performance bond. Jika tidak, maka kontrak diberikan
kepada penawar terendah berikutnya. Surety menjamin selisih nilai antara harga
kontrak penawaran principal 1 dan principal 2 yang mendapatkan tender tadi
dengan maksimum besarnya jumlah jaminan bid bond.
b. Performance Bond
Surety menjamin obligee bahwa prinsipal pemegang Performance Bond akan
dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditawarkan kepada obligee sesuai dengan
bunyi perjanjian. Bila tidak, surety akan menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai
pada batas jumlah yang diperjanjikan sebagai jaminan.
Pada umumnya Performance Bond ini akan diikuti oleh jaminan-jaminan lain
yang berhubungan, seperti Maintenance Bond
c. Maintenance Bond
Biasanya merupakan jaminan kerusakan pekerjaan atau material setelah
pelaksanaan pekerjaan selesai. Namun kadang-kadang Maintenance Bond
memasukkan kewajiban jaminan Efficient of Successful Operation atau
kewajiban lain untuk suatu maksud atau tujuan
Jaminan Maintenance semacam seringkali menyatakan sebagai pengganti
Retainage sampai dengan 10% yang biasanya dipersyaratkan bagi kontraktor.
Dengan demikian, surety memungkinkan kontraktor menggunakan dana tersebut
sebagai modal kerja.
d. Advance Payment Bond
Dalam hal obligee menyerahkan uang muka kepada principal untuk melaksanakan
kontrak, pembayaran kembali uang muka tersebut dapat dijamin oleh Advance
Payment Bond. Jumlah uang muka yang dijamin akan berkurang sesuai dengan
prosentase penyelesaian pekerjaan. Advance Payment Bond hanya dikeluarkan
sehubungan dengan suatu performance bond dalam hal pelaksanaan kontrak
konstruksi
e. Supply Bond
Adalah suatu bond yang menjamin pelaksanaan suatu kontrak untuk
menyediakan/menyerahkan peralatan atau bahan-bahan. Dalam hal terjadi
kegagalan/kelalaian oleh supplier, surety harus menggantikan kerugian si pembeli
atas kerugian yang terjadi karenanya.
f. Labour & Material Payment Bond
Memberikan jaminan bahwa kontraktor akan melakukan pembayaran terhadap
buruh dan material yang digunakan dalam pekerjaan yang telah diwajibkan di
dalam suatu kontrak. Bila jaminan ini tidak terpisah, maka mungkin telah
disatukan dengan Performance Bond.

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

4. Beberapa perbedaan Surety Bond dengan Asuransi


Surety Bond
Ada tiga pihak dalam perjanjian
a. obligee
b. principal
c. surety coy
Tidak berpegang pada hukum bilangan besar,
tetapi pada select your risks and client
Menjamin akibat dari luar dan dari dalam
(termasuk
moral
risks
:
kegagalan,
ketidaksanggupan)
Premi dianggap sebagai biaya pelayanan
(service charge). Surety bond dianggap sebagai
no claim business
Service charge bukan merupakan yang
menentukan dalam berlakunya bond. Hal ini
pun tidak disebutkan dalam wording bond
Tidak mudah melakukan perubahan atas
jaminan jika terjadi kesalahan
Berpegang pada non cancellation (tidak bisa
dibatalkan pada waktu yang berjalan), bahkan
seharusnya otomatis sepanjang kontrak
Tidak mengenal adanya express warranty dan
conditions
False fact tidak mempengaruhi obligee

Asuransi
Hanya ada dua pihak dalam perjanjian
a. insurer (penanggung)
b. insured (tertanggung)
Berpegang pada hukum bilangan besar
Menjamin bahaya yang datang dari luar
(accidental risks)
Premi dihimpun sebagai dana untuk
pembayaran ganti rugi yang mungkin terjadi
Pembayaran premi merupakan yang
menentukan dalam persyaratan berlakunya
jaminan/polis. Ini ditegaskan dalam polis
Mudah mengadakan perubahan dengan
endorsement atau cancellation
Sewaktu-waktu dapat dibatalkan oleh salah
satu pihak

Menekankan
pada
express/implied
warranties dan conditions
False fact menyebabkan kontrak polis tidak
berlaku/batal
Antara obligee dan surety coy terdapat Hubungan demikian tidak ada karena hanya
hubungan kontraktui sebagaimana halnya 2 pihak saja (tertanggung dan penanggung)
obligee dan principal. Jika terjadi klaim, obligee
berkewajiban untuk bekerjasama dengan surety
coy dalam segala hal
Missi utama bukan membayar claim, tetapi Misi utama memberi ganti rugi jika terjadi
mereka yang bonafid memenuhi keperluan loss
jaminan (petunjuk bonafiditas)
Claim dbayar setelah dinyatakan gagal (tanpa Claim dibayar setelah diketahui sebabmempersoalkan apa sebabnya)
sebabnya (bahaya yang menyebabkan)

4. Beberapa perbedaan antara Surety Bond dengan Bank Guarantee


Surety Bond
Setoran
jaminan
tidak
perlu,
hanya
menandatangani General Agreement of
Indemnity to Surety kesediaan prinsipal
bersama-sama dengan indemnitor untuk

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Bank Guarantee
Harus menyerahkan sejumlah uang yang
telah ditentukan oleh bank yang
bersangkutan (agunan)

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

membayar kembali semua biaya yang


dikeluarkan oleh surety dalam menyelesaikan
kalim (= modal kerja prinsipal tidak banyak
menganggur)
Premi merupakan service charge
Kerugian dibayar bila nyata-nyata terbukti
adanya kegagalan dari pihak prinsipal
Pembayaran maksimum sebesar nilai jaminan
yang merupakan persentase nilai kontrak yang
ditetapkan obligee untuk dijamin Bond
Surety berhak memreiksa keadaan/pekerjaan
dan segala sesuatu yang menyangkut pekerjaan
principal
Jangka waktu mengikuti kontrak
Dapat dikeluarkan dalam segala valuta, baik di
dalam maupun diluar negeri

Ada biaya provisi


Janji tanpa syarat bila principal gagal
Menyelesaikan kerugian dengan
mencairkan setoran jaminan

cara

Tidak ada pemeriksaan

Jangka waktu jaminan biasanya terbatas


Hanya dalam valuta rupiah. Jika dalam
valuta asing harus dengan izin khusus
Bank Indonesia dan hanya di dalam negeri
Tidak mempunyai hak istimewa sesuai dengan Mempunyai hak istimewa sesuai pasal
pasal 1831 KUHPer dan perikatannya tunduk 1831 KUHPer dan perikatannya masuk
pada hukum perikatan tanggung renteng
pada hukum perikatan sepihak
Catatan:
Walaupun prinsip surety bond adalah conditional, dalam prakteknya di Indonesia, ada
pelaksanaan yang berbeda dari prinsip-prinsip pokok tersebut antara lain:
- jaminan tender (yang jumlahnya kecil) lebih banyak menganut prinsip
hukuman (=unconditional) dibanding prinsip ganti rugi (conditional)
- ada kalanya jaminan pelaksanaan (jika persentasenya kecil) menganut juga
prinsip hukuman (unconditional)
Ada kalanya sistem collateral terbatas dilaksanakan juga dalam surety bond,
khususnya untuk jaminan uang muka atau apabila ada keraguan atas:
- kekuatan keuangan kontraktor
- kemampuan melaksanakan pekerjaan yang sedang ditangani
5. 5 (lima) underwriting factors dalam Surety Bonds:
- ijin usaha dan akta pendirian
- financial statement 3 tahun terakhir
- kualifikasi tenaga tehnis
- data pekerjaan yang telah selesai dan yang sedang dikerjakan
- sejarah perusahaan dan pimpinan perusahaan
6. Pertimbangan penting dalam pemberian Surety Bond
Dalam pemberian jaminan (Bonds) seorang underwriter harus meneliti dan meyakini
hal-hal berikut:
a. Character dari kontraktor dan orang-orang di dalamnya
Walaupun hal ini tidak mudah dan bersifat subjektif, tapi yang penting diketahui
adalah:

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

kemampuan kontraktor secara commercial


kejujuran dan integritas pimpinan dan orang-orang yang ada dalam
perusahaan
opini dan/atau rekomendasi orang lain (standing in community)

b. Capacity
Yang harus diperhatikan adalah kemampuan tehnis dalam menyelesaikan
pekerjaan.
Kemampuan di sini mencakup:
- keahlian orang-orang yang ada dalam perusahaan dan di lapangan
- pengalaman perusahaan menangani pekerjaan yang sama
- proyek-proyek yang telah pernah diselesaikan
- alat peralatan yang dimiliki
- pendapat orang lain mengenai kontraktor tersebut
- semakin besar dan berpengalaman perusahaan, diperkirakan akan semakin
mampu secara tehnis
c. Capital
Yang dimaksud dengan capital di sini adalah kemampuan financial dari
kontraktor dalam membiayai pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Biasanya
kekuatan finansial kontraktor tersebut dapat diketahui dengan memperhatikan halhal sebagai berikut:
1. besarnya modal kerja
2. laba dalam neraca beberapa tahun terakhir
3. perkembangan usaha
4. utang piutang yang ada hubungannya dengan liquiditas
5. kekayaan bersih (net worth) kontraktor. Dalam hubungan ini biasanya
diperhatikan:
- pengendalian biaya
- pekerjaan yang tertunda
- fasilitas bank dan tingkat pinjaman
- cash flow dan sebagainya
Untuk penelitian tersebut biasanya diminta neraca selama 3 tahun terakhir
berturut-turut
d. Condition
Dalam hal ini perlu diperhatikan situasi dan kondisi yang mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan (baik yang mendukung dan terutama yang bisa
mempersukar)
- tempat
- lingkungan
- masyarakat

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

KLAUSULA-KLAUSULA
1. PUBLIC AUTHORITY CLAUSES
Menjamin biaya tambahan- untuk membangun kembali bangunan yang rusak yang
diperlukan untuk mengikuti peraturan dari yang berwajib.
Pengecualian:
Jika biaya tersebut untuk kerusakan yang terjadi sebelum peraturan keluar
Jika biaya tersebut untuk kerusakan yang tidak dijamin
Jika biaya tersebut untuk kerusakan bagian yang sudah diminta untuk dirubah
Biaya yang memang sudah harus dikeluarkan dalam membangun kembali
seandainya peraturan tersebut tidak ada
Pajak dan sejenisnya yang timbul karena apresiasi nilai bangunan yang sudah
dibangun kembali tersebut
Pembangunan kembali harus segera dilakukan, selesai paling lambat 12 bulan setelah
terjadinya kerugian kecuali disetujui lain.
Pembangunan kembali bisa dilakukan di tempat lain asal tidak lebih mahal
Under insurance berlaku untuk biaya tambahan tersebut sesuai dengan under
insurance pertanggungan barangnya.
Catatan:
Umumnya berlaku untuk bangunan:
Misal ; bangunan beratap kayu, setelah terbakar harus diganti genting; biaya
tambahan dari atap kayu ke genting dijamin oleh klausula ini.
Contoh: Sum Insured 100
Kerugian 100 depresiasi 20
Biaya tambahan 5
Indemnity basis (80+5) diaverage jika under insured
Reinstatement (100+5) diaverage jika under insured
2. REINSTATEMENT VALUE CLAUSE
Penggantian atas dasar nilai pembangunan kembali (bangunan) atau nilai penggantian
baru (mesin) tanpa diperhitungkan depresiasi.
Dikenal sebagai new for old
Under insurance tetap berlaku
Biaya penggantian harus benar dikeluarkan baru penggantian asuransi dapat
diberikan.
Semua asuransi lain untuk objek yang dipertanggungkan harus atas dasar yang sama
kalau tidak klausula ini tidak berlaku.
3. SPRINKLER LEAKAGE CLAUSE
Menjamin kerugian karena air yang keluar/bocor dari sprinkler
First loss basis (max: 10% of TSI), kecuali:
Sedang diperbaiki
Disuruh oleh yang berwajib
Bangunan diledakkan
Karena kerusakan yang sudah diketahui sebelumnya
Pengembunan dan pengendapan pada sprinkler

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

Premi tambahan 5% dari limit


4. TEMPORARY REMOVAL CLAUSE
Menjamin barang (kecuali stock barang dagangan) yang dipertanggungkan selagi
dipindahkan sementara termasuk selagi in transit/dalam perjalanan
Jika di lokasi lain dibatasi 10% dari TSI (tidak termasuk bangunan dan stock barang
dagangan)
Dikecualikan juga : kendaraan, barang titipan
5. ARCHITECT, SURVEYORS AND CONSULTING ENGINEERS EXPENSES
Asuransi untuk bangunan dan isi dianggap sudah termasuk fee di atas sesuai dengan
tabel yang dikeluarkan oihak yang berwenang; dibatasi 5 % dari Sum Insured.
Biaya tersebut haruslah wajar dan perlu, bukan biaya persiapan klaim
6. ALL OTHER CONTENTS
Menjamin berbagai macam barang (yang biasanya tidak dicover) sampai sebesar limit
masing-masing.
First loss basis
Misalnya: uang, perangko, dokumen, naskah, catatan komputer, model
7. BANKERS CLAUSE
Barang yang dipertanggungkan diagunkan ke bank yang disebut
Klaim sampai sejumlah agunan harus dibayarkan ke bank, dan sisanya dikembalikan
kepada tertanggung.
Klausula ini batal jika ada pernyataan bank bahwa ia tidak mempunyai kepentingan
lagi atas benda pertanggungan tersebut
8. CAPITAL ADDITION CLAUSE
Menjamin kenaikan Sum Insured akibat perubahan atau penambahan dengan limit
10% of Sum Insured atau sejumlah yang disetujui.
Tertanggung wajib melapor hal ini tiap kwartal dan premi tambahan akan dihitung
9. LEASED PROPERTY CLAUSE
Menjamin pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap property yang
dipertanggungkan sesuai dengan perjanjian leasing, sewa menyewa
10. LESSORS INTEREST CLAUSE
Sejenis dengan bankers clause Lessor
Ditegaskan posisi tertanggung sebagai principal
11. STOCK DECLARATION
Premi pendahuluan = 75%
Deklarasi tiap bulan untuk stock rata-rata atas dasar haraga pasar
Premi sebenarnya dihitung pada akhir periode sesuai dengan rata-rata deklarasi
Jika ada polis lain:
a. Jika tidak atas dasar deklarasi maka polis ini akan membayar atas dasar excess

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

b. Jika polis deklarasi warranted bahwa wordingnya harus sama


Under deklarasi pinalti =
deklarasi sebelum loss
Jumlah yang sebenarnya yang harus dilapor
Under insurance average seperti biasa
Automatic reinstatement of Sum Insured
12. ALTERATION CLAUSE
Walau ada perubahan yang menyebabkan resiko berubah, polis tetap menjamin asal
dilapor dalam waktu 60 hari dan premi tambahan dibayar jika ada
13. MINOR ALTERATION AND REPAIRS CLAUSE
Perubahan, penambahan dan perbaikan kecil termasuk pekerjaan yang sedang
digarap, dijamin
14. AWNINGS, BLINDS, SIGNS OR OTHER OUTDOOR FITTINGS OF EVERY
DESCRIPTION CLAUSE
Dijamin atas dasar first loss
Limit in aggregate Rp 5.000.000
15. BRAND AND LABEL CLAUSE
Jika salvage barang bermerk diambil penanggung maka tertanggung boleh memberi
cap salvage atau mengambil labelnya (asal tidak merusak)
16. CIVIL AUTHORITIES CLAUSE
Menjamin barang yang dipertanggungkan jika dirubuhkan atas perintah yang
berwenang untuk mencegah menyebarnya kebakaran.
17. COMPUTER RECORDS CLAUSE
Computer records dijamin untuk materialnya dan ongkos pemasukan data
Limit Rp 5.000.000
18. COST OF REERECTION CLAUSE
Menjamin juga ongkos memasang (fitting, fixtures, mesin) kembali
19. DESIGNATION CLAUSE
Untuk penentuan definisi property jika perlu akan mengikuti pembukuan tertanggung
20. EMPLOYEES PERSONAL EFFECTS CLAUSE
Menjamin juga personal effect dan pakaian milik pegawai tertanggung
Limit Rp 250.000 per pegawai; Rp 5.000.000 in aggregate
21. FIRE BRIGADES CHARGES
Biaya yang wajar yang diminta yang berwewenang untuk penyediaan alat pemadam
diganti

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

22. GENERAL INTEREST CLAUSE


Jika ada kepentingan pihak ke 3 (leasing dsb) pasda sebagian dari property akan
dijamin pada polis ini asal diberitahukan pada saat klaim
23. INTERNAL REMOVAL CLAUSE
Jika property dipindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya di lokasi yang sama
dan lupa dilapor maka tetap dijamin polis dengan adjustment Sum Insured dan premi
dilakukan segera setelah diketahui
24. LOSS OF DAMAGED GOODS CLAUSE
Untuk salvage barang berlabel, nilai salvagenya adalah nilai barang setelah label
dibuang.
Tertanggung berjanji untuk berusaha memperbaiki barang yang rusak atau menjual
barang tersebut untuk penanggung tetapi jika perlu barang tersebut dapat dianggap
sebagai constructive total loss dan barang tersebut dihancurkan
25. OUTBUILDING CLAUSE
Bangunan dianggap mencakup tembok, gerbang, pagar, instalasi bahan bakar dan
sebagainya
26. SELLING PRICE CLAUSE
Barang yang sudah dijual tetapi belum dikirim jika rusak maka penggantian akan
didasarkan pada harga kontrak penjualan
27. SERVICE CLAUSE
Asuransi untuk mesin mencakup juga instalasi/pipa/meter gas/air di lokasi serta di
jalan/bawah tanah dari lokasi
28. STORAGE WARRANTY
Warranted semua bangunan yang dipertanggungkan tidak akan dipakai untuk
menyimpan stock atau memproduksi barang
29. TENANTS IMPROVEMENTS CLAUSE
Menjamin perbaikan/renovasi oleh penyewa
30. VEHICLE LOAD CLAUSE
Klausula yang menyebutkan apabila barang tertanggung (objek pertanggungan)
disimpan dalam suatu kendaraan/container dan ditinggalkan selama semalaman di
tempat di sekitar tempat yang diasuransikan, maka terhadap segala kerusakan yang
terjadi atas barang tersebut oleh api atau bahaya lainnya yang dijamin
31. WORKMEN CLAUSE
Adanya pekerjaan untuk perubahan, perbaikan, perawatan diperbolehkan oleh polis
32. SILENT RISK CLAUSE

http://lulusujianaamai.wordpress.com

Chapter 11. Pecuniary Insurance II

Warranted bahwa pabrik tidak aktif (silent); mesin tidak boleh beroperasi dengan
material, tidak boleh ada perbaikan mesin, tidak boleh ada stock (kecuali spare part)
33. IMPACT BY OWN VEHICLES CLAUSE
Tertabrak kendaraan sendiri dijamin
34. PAIR AND SET CLAUSE
Membatasi liability penanggung pada saat kerugian/kerusakan hanya pada bagian dari
suatu pair atau set yang mengalami kerugian atau kerusakan yang dihitung secara
proporsional
35. TRAVELLERS BAGGAGE
Klausula yang menjamin termasuk barang-barang yang dipakai, dibawa atau uang
secukupnya dalam perjalanan sampai batas tertentu
36. REMOVAL OF DEBRIS CLAUSE
Klausula yang menyebutkan bahwa biaya-biaya pemindahan puing-puing bangunan
karena kerusakan/kebakaran termasuk yang dijamin
37. KEY CLAUSE
Klausula yang menyebutkan bahwa kunci harus dipindahkan dari premises setelah
jam kerja dan berada di bawah pengawasan dari senior member dari staff tertanggung

http://lulusujianaamai.wordpress.com