Anda di halaman 1dari 69

Sifat Dasar Gelombang Bunyi

Pada waktu SMP, Anda telah mengetahui bahwa bunyi disebabkan oleh adanya benda yang bergetar. Bunyi
merupakangelombang mekanik, yaitu gelombang yang memerlukan medium pada saat merambat. Bunyi juga
termasuk ke dalam kelompokgelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah getarnya sejajar dengan
arah rambatnya.
Untuk melihat bagaimana bunyi dihasilkan dan mengapa bunyi termasuk gelombang longitudinal, mari kita
perhatikan getaran dari diafragma pengeras suara. Ketika diafragma bergerak radial keluar, diafragma ini
memampatkan udara yang langsung ada di depannya, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.1a. Pemampatan ini
menyebabkan tekanan udara bertambah sedikit di atas tekanan normal. Daerah yang tekanan udaranya
bertambah disebut rapatan. Rapatan ini bergerak menjauh dari pengeras suara pada kecepatan bunyi. Rapatan
ini mirip dengan daerah rapatan pada kumparan-kumparan dalam gelombang longitudinal pada slinki. Setelah
menghasilkan rapatan, diafragma membalik arah gerakannya menjadi radial ke dalam. Gerakan diafragma ke
dalam menghasilkan suatu daerah yang dikenal sebagai renggangan. Renggangan ini menyebabkan tekanan
udara sedikit lebih kecil daripada tekanan normal. Rengangan ini mirip dengan daerah renggangan pada
kumparan-kumparan dalam gelombang longitudinal pada slinki. Renggangan merambat menjauh dari pengeras
suara pada kecepatan bunyi.

Gambar 3.1 Diafragma pengeras suara bergerak : (a) radial keluar, (b) radial ke dalam
Sifat-sifat bunyi pada dasarnya sama dengan sifat-sifat gelombang longitudinal, yaitu dapat dipantulkan
(refleksi), dibiaskan (refraksi), dipadukan (interferensi), dilenturkan (difraksi) dan dapat diresonansikan.
Seperti telah disinggung di atas, bunyi memerlukan medium pada saat merambat. Medium tersebut dapat
berupa zat padat, zat cair, maupun zat gas. Bunyi tak dapat merambat pada ruang hampa. Jika kita bercakapcakap, maka bunyi yang kita dengar merambat dari pita suara yang berbicara menuju pendengar melalui
medium udara.
Ada beberapa syarat bunyi dapat terdengar telinga kita. Pertama, adanya sumber bunyi. Misalnya, ada gitar
yang dipetik, ada gong yang dipukul, ada yang bersuara dan ada suara kendaraan lewat. Kedua, ada
mediumnya. Bunyi dapat merambat dalam medium udara (zat gas), air (zat cair) maupun zat padat. Ketiga, bunyi
dapat didengar telinga bila memiliki frekuensi 20 - 20.000 Hz. Batas pendengaran manusia adalah pada
frekuensi tersebut bahkan pada saat dewasa terjadi pengurangan interval tersebut karena faktor kebisingan atau
sakit. Berdasarkan batasan pendengaran manusia itu gelombang dapat dibagi menjadi tiga yaituaudiosonik (2020.000 Hz), infrasonik (di bawah 20 Hz) dan ultrasonik (di atas 20.000 Hz). Binatang-binatang banyak yang

dapat mendengar di luar audio sonik. Contohnya jangkerik dapat mendengar infrasonik (di bawah 20 Hz), anjing
dapat mendengar ultrasonik (hingga 25.000 Hz).

RESONANSI DAN GELOMBANG BERDIRI PADA PIPA ORGANA


Diposkan oleh Ahmad Taqiani
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

18.4 Resonansi

Kita telah melihat bahwa sistem seperti string kencang mampu berosilasi dalam
satu atau lebih mode normal osilasi. Misalkan kita berkendara string tersebut
dengan pisau getar seperti pada Gambar 18.12. Kita menemukan bahwa jika gaya
periodik diterapkan pada sistem tersebut, amplitudo gerakan yang dihasilkan dari
string adalah terbesar ketika frekuensi gaya yang diterapkan sama dengan salah satu
frekuensi alami dari sistem. Fenomena ini, dikenal sebagai resonansi, dibahas dalam
Bagian 15.7. Meskipun sistem balok- pegas atau bandul sederhana hanya memiliki satu
frekuensi alami, sistem gelombang berdiri memiliki seluruh rangkaian frekuensi alami,
seperti yang diberikan oleh Persamaan 18.6 untuk string. Karena sistem berosilasi
menunjukkan amplitudo yang besar ketika didorong pada setiap frekuensi alaminya,
frekuensi ini sering disebut sebagai frekuensi resonansi.

Pertimbangkan kembali string pada Gambar 18.12. Ujung tetap merupakan


sebuah simpul, dan ujung terhubung ke pisau sangat mendekati simpul karena
amplitudo gerak pisau itu kecil dibandingkan dengan unsur string. Ketika pisau
berosilasi, gelombang transversal diturunkan string tercermin dari ujung tetap. Seperti
yang kita pelajari dalam Bagian 18.3, string memiliki frekuensi alami yang ditentukan

oleh panjangnya, tegangan, dan kepadatan massa linear (lihat Persamaan. 18,6). Ketika
frekuensi pisau sama dengan salah satu frekuensi alami string, gelombang berdiri
diproduksi dan string berosilasi dengan amplitudo yang besar. Dalam resonansi kasus
ini, gelombang yang dihasilkan oleh pisau osilasi sefase dengan gelombang yang
dipantulkan dan string menyerap energi dari pisau. Jika string didorong pada frekuensi
yang bukan merupakan salah satu dari frekuensi alaminya, osilasi amplitudo rendah
dan tidak menunjukkan pola yang stabil.
Resonansi sangat penting dalam eksitasi alat musik berdasarkan kolom udara.
Kita akan membahas aplikasi resonansi ini dalam Bagian 18.5.

18,5 Gelombang Berdiri Pada Kolom Udara


Gelombang di bawah kondisi batas model yang juga dapat diterapkan ke
gelombang suara dalam kolom udara seperti itu di dalam sebuah pipa organa atau
klarinet. Gelombang berdiri hasil interferensi antara gelombang suara longitudinal
yang berjalan dalam arah yang berlawanan.
Dalam pipa tertutup di salah satu ujung, ujung tertutup merupakan
perpindahan simpul karena penghalang kaku di akhir ini tidak memungkinkan gerak
longitudinal udara. Karena tekanan gelombang adalah 900 keluar dari fase dengan
perpindahan gelombang (lihat Bagian 17.1), ujung tertutup dari kolom udara sesuai
dengan titik perut tekanan (yaitu, titik variasi tekanan maksimum).
Ujung terbuka dari kolom udara merupakan pendekatan sebuah perpindahan
perut dan tekanan simpul. Kita dapat memahami mengapa ada variasi tekanan terjadi
pada ujung terbuka dengan mencatat bahwa pada ujung kolom udara terbuka ke
atmosfer, sehingga tekanan di ujung ini harus tetap konstan pada tekanan atmosfer.
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana gelombang suara dapat memantul
dari ujung terbuka karena mungkin tidak tampak perubahan dalam medium pada saat
ini: media yang dilalui gelombang suara bergerak adalah udara baik di dalam maupun
di luar pipa. Suara dapat direpresentasikan sebagai tekanan gelombang, namun, dan
daerah kompresi gelombang suara dibatasi oleh sisi pipa sepanjang wilayah ini di dalam
pipa. Ketika wilayah kompresi keluar pada ujung terbuka pipa, hambatan pipa akan
dihilangkan dan udara menekan bebas untuk memperluas ke atmosfer. Oleh karena itu,
ada perubahan dalam karakter medium antara bagian dalam pipa dan di luar
meskipun tidak ada perubahan dalam material medium. Perubahan karakter cukup
untuk memungkinkan beberapa refleksi.
Dengan kondisi batas simpul atau titik perut di ujung kolom udara, kita
memiliki satu set mode normal osilasi seperti halnya untuk string tetap pada kedua
ujungnya. Oleh karena itu, kolom udara memiliki frekuensi terkuantisasi.

Tiga mode normal pertama dari osilasi pipa terbuka pada kedua ujungnya
ditunjukkan pada Gambar 18.13a. Perhatikan bahwa kedua ujung merupakan
perpindahan titik perut (kira-kira). Dalam modus normal pertama, gelombang berdiri
memanjang antara dua titik perut yang berdekatan, yang merupakan jarak setengah
panjang gelombang. Oleh karena itu, panjang gelombang adalah dua kali panjang pipa,
dan frekuensi dasar f1 = v/2L. Seperti yang ditunjukkan Gambar 18.13a, frekuensi
harmonik yang lebih tinggi 2f1, 3f1,... .
Dalam sebuah pipa terbuka pada kedua ujungnya, frekuensi osilasi alami

membentuk deret harmonik yang mencakup semua kelipatan dari frekuensi


dasar.
Karena semua harmonik ada dan karena frekuensi dasar diberikan oleh ekspresi
yang sama dengan string (lihat Persamaan 18,5.), Kita dapat mengekspresikan
frekuensi alami osilasi sebagai:
fn = n v/2L ,

(18.8)

n = 1, 2, 3,...
Meskipun ada kesamaan antara Persamaan 18,5 dan 18,8, Anda harus ingat bahwa v
dalam Persamaan 18.5 adalah kecepatan gelombang pada tali, sedangkan v dalam
Persamaan 18.8 adalah kecepatan suara di udara.

Jika pipa tertutup di salah satu ujung dan membuka di sisi lain, ujung tertutup
merupakan pemindahan simpul (lihat Gambar. 18.13b). Dalam hal ini, gelombang
berdiri untuk modus dasar meluas dari titik perut ke simpul yang berdekatan, yang
merupakan seperempat dari panjang gelombang. Oleh karena itu, panjang gelombang
untuk mode normal pertama adalah 4L, dan frekuensi dasar f1 = v/4L. Seperti yang
ditunjukkan Gambar 18.13b, gelombang frekuensi tinggi yang memenuhi kondisi kita
adalah mereka yang memiliki simpul di ujung tertutup dan titik perut di ujung terbuka,
maka, harmonik yang lebih tinggi memiliki frekuensi 3f1, 5f1,....
Dalam pipa tertutup di salah satu ujungnya, frekuensi osilasi alami
membentuk deret harmonik yang hanya mencakup kelipatan ganjil dari
frekuensi dasar.

Kita menyatakan hasil ini secara matematis sebagai:


fn = n v/4L ,
n = 1, 3, 5,....

(18.9)

Sangat menarik untuk menyelidiki apa yang terjadi pada frekuensi instrumen
didasarkan pada kolom udara dan string saat konser dengan meningkatnya suhu. Suara
yang dipancarkan oleh seruling, misalnya, menjadi tajam (peningkatan frekuensi)
ketika seruling menghangat karena kecepatan kenaikan suara di udara semakin hangat
di dalam suling (mempertimbangkan Pers. 18,8). Suara yang dihasilkan oleh biola
menjadi datar (penurunan frekuensi) ketika string termal ekspansi karena ekspansi
menyebabkan tegangan mereka menurun (lihat Persamaan. 18,6).
Alat musik berdasarkan kolom udara umumnya biasa dengan resonansi. Kolom udara
disajikan dengan gelombang suara yang kaya dalam banyak frekuensi. Kolom udara
kemudian merespon dengan osilasi amplitudo besar dengan frekuensi yang sesuai
dengan frekuensi yang terkuantisasi dalam set harmonik. Dalam banyak instrumen
alat tiup dari kayu, suara kaya awal disediakan oleh buluh getar. Dalam instrumen
kuningan, eksitasi ini disediakan oleh suara yang datang dari getaran bibir pemain.
Dalam seruling, eksitasi awal berasal dari meniup ujung corong instrumen dalam cara
yang mirip dengan tiupan di pembukaan botol dengan leher sempit. Suara udara
bergegas melintasi bukaan botol yang memiliki banyak frekuensi, termasuk salah satu
yang menentukan rongga udara dalam botol ke resonansi (Serway, 2010:523-525).

elombang Bunyi Menarik Dipelajari Dalam Ilmu Fisika


May 6, 2013 | Pembelajaran

Istilah seperti gelombang bunyi ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Setiap hari
kita pasti mendengarkan adanya bunyi atau bahkan tindakan kita akan menghasilkan bunyi.
Bunyi atau suara sendiri tidak hanya bisa dihasilkan oleh makhluk hidup saja, melainkan benda
mati juga bisa menghasilkan bunyi.
Mungkin kebanyakan dari kita hanya mengatahui seperti apa itu bunyi, namun tahukah anda
bagaimana caranya bunyi yang ada bisa sampai ke telinga manusia ? Tentunya tidak semua dari
ktia mengetahui bagaimana caranya.
Akan tetapi, materi mengenai gelombang bunyi ini sebenarnya merupakan salah satu materi
yang banyak dikaji oleh ilmu alam, khususnya fisika. Jika dilihat dari sudut pandang fisika,
gelombang sendiri merupakan getaran yang merambat, baik melalui medium padat, cair atau
gas.
Sedangkan bunyi atau suara merupakan pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal
yang merambat dengan menggunakan medium. Medium atau zat perantara ini sendiri bisa
berupa zat padat, cair atau gas.
Jadi, gelombang bunyi sendiri bisa merambat melalui air, batu bara atau udara. Gelombang
sendiri jika dilihat dari rambatannya bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gelombang
elektromagnetik dan gelombang mekanik.
Gelombang elektromagnetik sendiri merupakan gelombang yang tidak memerlukan medium
dalam perambatannya. Sedangkan gelombang mekanis memerlukan medium sebagai penyalur
energi rambatannya.
Di samping itu, jika dilihat dari arahnya, gelombang juga bisa dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu gelombang transversal yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya dan
gelombang longitudinal yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya.
Kebanyakan bunyi atau suara sendiri merupakan gabungan dari beberapa sinyal, akan tetapi
suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang dapat
diukur dalam satuan Hertz (Hz) dan amplitude atau kenyaringan bunyi diukur dalam satuan
decibel.

Manusia sendiri bisa mendengar bunyi pada saat gelombang bunyi atau getaran di udara dan
medium lainnya sampai ke gendang telinga manusia. Adapun batas frekuensi bunyi yang dapat
didengar oleh telinga manusia, yaitu berkisar 20 Hz sampai dengan 20 kHz pada amplitude
umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
Suara yang telah mencapai 20 kHz disebut sebagai ultrasonic dan yang berada di bawah 20 Hz
disebut dengan infrasonic. Untuk lebih jelas mengenai gelombang bunyi, simaklah uraian yang
akan disajikan berikut ini.

Sifat gelombang bunyi

Pada dasarnya, bunyi sebagai gelombang juga memiliki sifat yang sama dengan gelombang itu
sendiri, di antaranya adalah :

Daapt dipantulkan (refleksi), bunyi dapat dipantulkan apabila bunyi mengenai permukaan

benda yang keras, misalnya permukaan dinding, besi atau seng dan lainnya.

Dapat dibiaskan (refraksi) , pembiasanya merupakan pembelokan arah lintasan

gelombang setelah melewati berbagai bidang batas antara dua medium yang berbeda

Dapat dipadukan (interferensi), sama halnya dengan cahaya, bunyi juga memerlukan dua

sumber yang koheren

Dapat dilenturkan (difraksi), merupakan peristiwa pelenturan gelombang bunyi ketika

melewati sebuah celah yang sempit.

Sumber bunyi

Sumber bunyi sendiri merupakan semua benda yang bergetar dan menghasilkan suara yang
merambat melalui medium atau zat perantara hingga sampai ke telinga. Pada dasarnya, bunyi
dihasilkan oleh benda yang bergetar.
Adapun beberapa contoh umum yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari, yaitu :

Ujung penggaris yang digetarkan akan menghasilkan gelombang bunyi

Pada saat kita berteriak, bagian leher kita akan bergetar

Dawai gitar yang ketika dipetik akan bergetar dan kemudian menghasilkan bunyi

Kulit pada beduk atau gendang yang pada saat dipukul akan terlihat bergetar

Pada umumnya, gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang tidak tampak dan
hanya bisa merambat ketika ada medium atau perantara. Tanpa adanya medium, maka bunyi
tidak dapat merambat, sehingga tidak bisa didengar.
Berdasarkan hasil penelitian, zat padat atau medium padat merupakan medium perambatan
gelombang bunyi yang paling baik dibandingkan dengan zat cair atau gas. Getaran yang berasal
dari benda yang bergetar hanya akan sampai ke telinga ketika ada medium.

Inilah sekilas mengenai gelombang bunyi. Semoga bermanfaat

BUNYI MERAMBAT SEBAGAI GELOMBANG LONGITUDINAL


Bunyi atau suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui
medium, yang dihasilkan oleh getaran mekanis dan merupakan hasil
perambatan energi.
Artikel Penunjang : Pengertian dan Macam-Macam Bentuk Energi
Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang gelombang
longitudinal ke segala arah.

Ilustrasi

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang tidak pernah


merambat melainkan bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu
berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan
tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah
tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian
bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Itulah alasannya mengapa
Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.
SIFAT-SIFAT GELOMBANG BUNYI
1. Pemantulan Gelombang Bunyi
gelombang bunyi tidak berhenti saat bertemu dengan batas medium atau
saat bertemu dengan sebuah penghalang, tetapi akan memantul. Hukum

pemantulan gelombang, sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada


gelombang bunyi.
Pemantulan bunyi ini dapat dimanfaatkan untuk mengukur jarak antara
kedua tempat.
Pemantulan gelombang bunyi oleh dan permukaan akan mengarah pada satu
dari dua fenomena alamiah, yaitu gaung dan gema.
- Gaung
Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli
terdengar tidak jelas. Misalnya di ruangan auditorium seandainya dindingnya
tidak dilapisi dengan bahan kedap suara.
- Gema
Yaitu bunyi pantul yang terjadi setelah bunyi yang asli selesai diucapkan.
2. Pembiasan Gelombang Bunyi
Gelombang bunyi yang merambat dari satu medium ke medium lain dengan
kerapatan berbeda, akan mengalami pembiasan gelombang bunyi. Peristiwa
pembiasan dalam kehidupan kita, misalnya pada malam hari bunyi petir
terdengar lebih keras daripada
siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas
lebih dingin daripada di lapisan bawah.
Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu panas
maka kecepatan bunyi di lapisan udara atas lebih kecil daripada di lapisan
bawah, yang berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan
bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam hari. Jadi pada siang hari
bunyi petir merambat dari lapisan udara atas ke lapisan udara bawah.

3. Difraksi Gelombang Bunyi


Difraksi gelombang bunyi adalah pembelokan arah gerak gelombang bunyi
saat melewati suatu celah atau bertemu dengan penghalang pada lintasan
geraknya.
Gelombang bunyi memiliki panjang gelombang dalam rentang beberapa
sentimeter sampai dengan beberapa meter (dibandingkan dengan gelombang
cahaya yang panjang gelombangnya berkisar 500 nm). Seperti yang telah
kita ketahui bahwa gelombang yang panjang gelombangnya lebih panjang
akan mudah didifraksi.
Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin
mobil
di tikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena
terhalang oleh bangunan tinggi di pinggir tikungan.
4. Interferensi Gelombang Bunyi
Gelombang

bunyi

mengalami

gejala

perpaduan

gelombang

dengan

memerlukan dua sumber bunyi yang koheren. Interferensi bunyi dibedakan


menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan
interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya waktu kita berada di
antara dua buah loudspeaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama
atau

hampir

sama

maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian.
5. Resonansi
Resonansi adalah ikut bergetarnya molekul udara dalam kolom udara akibat
getaran benda, dalam beberapa alat musik akan menimbulkan efek bunyi
yang merdu. Peristiwa resonansi terjadi sesuai dengan getaran udara pada
pipa organa tertutup. Jadi, resonansi pertama akan terjadi jika panjang

kolom udara di atas air , resonansi ke dua , resonansi ke tiga 5/4 ,


dan seterusnya.
Peristiwa resonansi dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan seharihari. Misalnya, gelas piala bertangkai bisa pecah bila diletakkan di dekat
penyanyi yang sedang menyanyi. Hal ini terjadi karena gelas memiliki
frekuensi alami yang sama dengan suara penyanyi sehingga gelas mengalami
resonansi dan mengakibatkan pecahnya gelas tersebut. Peristiwa resonansi
juga dapat menyebabkan runtuhnya jembatan gantung jika frekuensi
hentakan kaki serentak orang yang berbaris di atas jembatan gantung sama
dengan frekuensi alami jembatan sehingga jembatan akan berayun hebat
dan dapat menyebabkan runtuhnya jembatan. Ngeri ya sobat :3
Sumber bunyi adalah benda yang mengalami getaran
Medium perambatan bunyi bisa berupa zat padat, cair dan gas
Bunyi tidak bisa merambat dalam ruang vakum (hampa udara)

Frekuensi Bunyi
Frekuensi Bunyi yang bisa didengar oleh telinga manusia normal adalah antara 20
20.000 Hz
Umur bisa mengurangi keakuratan pendengaran kita
Nada adalah bunyi tunggal yang mempunyai frekuensi teratur
Desis adalah bunyi tunggal yang mempunyai frekuensi tidak teratur

Hasil Perpaduan Dua Gelombang Bunyi

Gelombang Bunyi

Gelombang

Bunyi

Pada
bab
ini
3.1 Sifat-Sifat
dasar
3.2 Cepat
Rambat
3.3 Tinggi
3.4 Gejala
3.5 Aplikasi
Interferensi
3.6 Efek
3.7 Intensitas
dan
3.8 Penerapan Gelombang Bunyi

kita

Nada
Pelayangan
dan
Taraf

akan
gelombang
Gelombang

Resonansi
Intensitas

mempelajari
bunyi
Bunyi
Bunyi
Bunyi
Bunyi
Doppler
Bunyi

3.1
Sifat-Sifat
Dasar
Gelombang
Bunyi
Salah
satu
gelombang mekanis yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari adalah gelombang
bunyi. Bunyi ditimbulkan oleh sebuah sumber bunyi. Sumber bunyi adalah sesuatu
yang bergetar.Bunyi yang ditimbulkan oleh sumber bunyi tersebut akan merambat dalam ruang
dari sumber kesegala arah. Peralatan musik seperti gitar dan biola menggunakan dawai
sebagai
alat
getar.
Benarkah bunyi hanya dapat merambat melalui medium? Dan bagaimanakah sifat-sifat dasar
gelombang
bunyi?
Kegiatan
Percobaan
Alat
1.
2.

gelombang

bunyi
dan
Jam

memerlukan

3.1.1
medium
Bahan :
duduk
Kardus

Prosedur
1.
Letakkan
jam
2.
Dengarkandetik
jam
duduk
pada
3.
Catatlah
apa
yang
4.
Tutuplah
jam
duduk
5.
Ikuti
prosedur
2
6.
Buat
kesimpulan
dari
data

duduk
jarak
1
kamu
dengan
dan
yang
kamu

dimeja
meter
dengar
kardus
3
dapat

Dari
percobaan
diatas dapat kita ketahui salah satu sifat gelombang bunyi. Sifat tersebut
adalah
gelombang
bunyi
memerlukan
medium
dalam
perambatannya.
Dalam
membicarakan gelombang bunyi, terlebih dahulu harus diketahui sifat-sifat umum
dari
gelombang
bunyi
diantaranya
a.
Gelombang
bunyi
memerlukan
medium
dalam
perambatannya
Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam perambatannya bunyi
memerlukan medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua orang astronout berada
jauh dari bumi dan keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara, astronout tersebut
tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti
telepon. Meskipun dua orang astronout tersebut berada dalam satu pesawat.
b.
Gelombang
bunyi
mengalami
pemantulan
(refleksi)
Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga dapat
mengalami hal ini. Hukum pemantulan gelombang: sudut datang = sudut pantul juga
berlaku pada gelombang bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi
dalam
ruang
tertutup
dapat
menimbulkan gaung.
Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli
terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung maka dalam bioskop,
studio radio dan televisi, dan gedung konser musik dindingnya dilapisi zat
peredam suara yang biasanya terbuat dari kain wol, kapas, gelas, karet, atau
besi.
c.
Gelombang
bunyi
mengalami
pembiasan
(refraksi)
Salah
satu
sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam kehidupan
sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada
siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas
lebih dingin daripada dilapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu
dingin lebih kecil daripada suhu panas maka kecepatan bunyi dilapisan udara
atas lebih kecil daripada dilapisan bawah, yang berakibat medium lapisan atas
lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam
hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari lapisan udara atas
kelapisan udara bawah. Untuk lebih jelasnya hal ini dapat kalian lihat pada
gambar
dibawah.
d.
Gelombang
bunyi
mengalami
pelenturan
(difraksi)
Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang bunyi diudara memiliki
panjang
gelombang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Seperti yang kita
ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan lebih mudah didifraksikan.

Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil
ditikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang
oleh
bangunan
tinggi
dipinggir
tikungan.
e.
Gelombang
bunyi
mengalami
perpaduan
(interferensi)
Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang dibedakan
menjadi
dua
yaitu interferensi
konstruktif atau
penguatan
bunyi
dan interferensi
destruktif atau
pelemahan
bunyi.
Misalnya
waktu
kita
berada
diantara
dua
buah loud-speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama
maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian
Penerapan
dari
sifat-sifat
gelombang
bunyi
diantaranya:
1.
Dua
astronout
tidak
dapat
bercakap-cakap
langsung
tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon karena keadaan dalam pesawat
dibuat
hampa
udara.
2.
yaitu sebagian
terdengar
3.
Pada
siang

bunyi

malam

pantul

bersamaan

hari

bunyi

4.
Kita
dapat
belum
melihat
mobil

mendengar
tersebut

dengan
tidak

petir

bunyi

terdengar

asli

lebih

Terjadinya gaung,
sehingga bunyi asli
jelas.
keras

daripada
hari.

bunyi
ditikungan
meskipun
karena
terhalang
tembok
yang

Rangkuman
1.
Gelombang
bunyi
merupakan
gelombang
2.
Bunyi
ditimbulkan
oleh
sumber
3.
Sifat-sifat
dasar
gelombang
a.
Gelombang
bunyi
memerlukan
b.
Gelombang
bunyi
mengalami
c.
Gelombang
bunyi
mengalami
d.
Gelombang
bunyi
mengalami
e. Gelombang bunyi mengalami perpaduan.

kita
tinggi.

mekanis.
bunyi.
bunyi:
medium.
pemantulan
pembiasan.
pelenturan.

Pengertian Bunyi
Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu benda yang bergetar.
Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang dapat merambat melalui medium.
Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga mempunyai sifat-sifat dapat
dipantulkan (reflection), dapat dibiaskan (refraction), dapat dilenturkan (difraction), dan
dapat dibiaskan (interferention).
Sifat-sifat Gelombang Bunyi
1 Pemantulan gelombang bunyi

Pemantulan gelombang bunyi dapat memberikan dampak merugikan dan menguntungkan,


antara lain : timbulnya gaung/gema di dalam ruangan yang luas, pemanfaatan bunyi untuk
mengukur kedalaman sumur.
Gaung/gema
Gema dapat timbul jika jarak antara sumber bunyi (biasanya sekaligus pendengar)
55 meter dari dinding pemantul. Jika diketahui kecepatan perambatan bunyi di udara rata-rata
340 m/s, sedangkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu suku kata ! 1/3 s, maka
jarak yang ditempuh gelombang bunyi dari sumber bunyi ke dinding pemantul sampai ke
pendengar sebesar
340 m/s x 1/3 s = 113,33 m
sehingga 133,33 m : 2 = 56,67 m
2 Interferensi gelombang bunyi
Dua sumber bunyi dari dua pengeras suara yang berasal dari sebuah audio generator akan
menghasilkan gelombanggelombang bunyi yang koheren, yaitu dua gelombang dengan frekuensi sama, amplitudo
sama, dan beda fase tetap. Jika rapatan bertemu rapatan atau regangan bertemu regangan
maka terjadi penguatan bunyi (konstruktif) sehingga bunyi terdengar semakin keras. Jika
regangan bertemu rapatan maka terjadi pelemahan bunyi (destruktif) sehingga bunyi
terdengar semakin lemah.
Secara matematis penguatan terjadi jika selisih panjang gelombang sebesar 2nl dan
pelemahan terjadi jika selisih panjang gelombang (2n+1)l.
Pada kegiatan paduan suara, seorang konduktor memberikan aba menyamakan suara
maksudnya menyamakan tinggi-rendahnya suara atau frekuensi sehingga terjadi interferensi
bunyi. Tetapi kadang-kadang suara yang terdengar tidak tepat sama tinggi-rendahnya, berarti
telah terjadi pelayangan bunyi yang frekuensi pelayangannya dapat dihitung dengan
persamaan
fpelayangan = ftinggi frendah
Beberapa alat musik berbentuk pipa organa, misalnya seruling, terompet, drum, gitar akustik,
dan lain-lain. Pipa organa adalah sebuah pipa yang berisi kolom udara. Terdapat dua jenis
pipa organa yang masing-masing menimbulkan pola interferensi gelombang bunyi yang
berbeda.
Resonansi
Resonansi adalah ikut bergetarnya molekul udara dalam kolom udara akibat getaran benda,
dalam beberapa alat musik akan menimbulkan efek bunyi yang merdu. Pada alat musik
berbentuk pipa organa tertutup, yaitu salah satu atau kedua ujung pipanya tertutup, resonansi
terjadi jika : l = l, , dst, dengan l adalah panjang pipa dan l adalah panjang gelombang
bunyi.
Cepat Rambat Bunyi
Cepat rambat bunyi dapat dicari dengan rumus :v = f . l
dengan v : cepat rambat bunyi (m/s)
f : frekuensi bunyi (Hz)
l : panjang gelombang bunyi (m).
Intensitas Bunyi
Tinggi rendahnya bunyi ditentukan oleh frekuensi sedangkan intensitas atau kuat lemahnya
bunyi ditentukan oleh amplitudo. Intensitas bunyi dinyatakan dengan persamaan : I = P / A
dengan :
P = daya bunyi (watt)
A = luas bidang yang ditembus gelombang
bunyi (m2) A = 4pr2

I = intensitas bunyi (watt/m2)


Batas intensitas bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah antara 1 watt/m 2 sampai
dengan 10-12 watt/m2. Intensitas terkecil ini disebut intensitas ambang pendengaran.
Taraf intensitas bunyi
Taraf intensitas bunyi (TI) dinyatakan dengan persamaan : TI = 10 log (I/Io)
dengan :
I = intensitas bunyi (watt/m2)
I0 = intensitas ambang bunyi (10-12 watt/m2)
TI = taraf intensitas bunyi (deciBell atau dB)
Efek Doppler
Jika sumber bunyi relatif mendekati pendengar, frekuensi bunyi yang didengar lebih tinggi
daripada frekuensi sumber bunyi sebenarnya. Sebaliknya jika sumber bunyi relatif menjauhi
pendengar maka frekuensi bunyi yang didengar lebih rendah.
Perbedaan frekuensi bunyi akibat pergerakan sumber bunyi atau pendengar ini disebut efek
doppler yang diamati oleh fisikawan Australia bernama Christian Johann Doppler (18031855), yang dapt dituliskan dengan persamaan :
dengan :
fp = frekuensi sumber bunyi yang didengar oleh pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi sebenarnya (Hz)
v = kecepatan gelombang bunyi di udara (m/s)
vp = kecepatan gerak pendengar (m/s)
vs = kecepatan gerak sumber bunyi (m/s)
Tanda vp dan vs :
Jika P adalah pendengar dan S adalah sumber bunyi.
1. P bergerak mendekati S, maka vp diberi tanda (+) sehingga fp > fs.
2. P bergerak menjauhi S, maka vp diberi tanda (-) sehingga fp < fs.
3. S bergerak mendekati P, maka vs diberi tanda (+) sehingga fp > fs.
4. S bergerak menjauhi P, maka vs diberi tanda (-) sehingga fp < fs.
5. P dan S diam, maka vp = vs = 0 sehingga fp = fs.
o Latihan :
Soal Pilihan Ganda
Garpu tala berfrekuensi 220 Hz digetarkan sehingga menghasilkan gelombang bunyi dengan
panjang gelombang 1,6 m, maka cepat rambat bunyi di udara sebesar
a. 330 m/s
c. 350 m/s
b. 349 m/s
d. 352 m/s
e. 362 m/s
Sebuah gelombang merambat pada tali dengan persamaan : Y = 0,2sin phi (8t-2x) meter. Bila
X dalam meter dan t dalam detik, maka kecepatan rambat gelombang itu .
a. 4 m/s
d. 16 m/s
b. 8 m/s
e. 20 m/s
c. 12 m/s
Suatu sumber bunyi mempunyai energi persatuan waktu 4p x 10-4 watt. Jika I0 = 10-12 watt/m2,
berapa taraf intensitas bunyi pada suatu titik yang berjarak 1 m dari sumber?
a. 80 dB
c. 120 dB
b.100 dB
d. 140 dB
e. 160 dB
Sebuah mesin ketik rata-rata menimbulkan taraf intensitas bunyi 60 dB. Berapa taraf
intensitas yang ditimbulkan oleh 10 mesin ketik pada saat digunakan bersama-sama?
a. 70 dB
c. 90 dB
b. 80 dB
d. 100 dB

e. 110 dB
Pipa organa terbuka panjangnya l1, pipa organa tertutup panjangnya l2. Bila nada dasar pipa
organa terbuka = nada atas pertama pipa organa tertutup, maka l1/l2 adalah.
a.
c. 2/3
b. 1/3
d.
e.
Seutas dawai yang ujungnya terikat erat digetarkan. Pada dawai tersebut timbul empat buah
perut gelombang, maka getaran dawai itu menunjukkan
a. nada dasar c. nada atas ke-2
b. nada atas ke-1
d. nada atas ke-3
e. nada atas ke-4
Sebuah sirine mempunyai frekuensi 800 Hz, tiba-tiba ada sirine lain berbunyi. Akibatnya
terdengar bunyi keras dan lemah secara periodik dengan perioda detik. Ini berarti sirine
kedua mempunyai frekuensi..
a. 400 Hz
c. 799,5 Hz
b. 798 Hz
d. 800,5 Hz
e. 804 Hz
Sumber bunyi bergerak dengan kecepatan 10 m/s mendekati seorang pendengar yang diam
sehingga pendengar seakan-akan mendengar frekuensi bunyi tersebut sebesar 1020 Hz. Bila
kecepatan bunyi di udara 340 m/s, berapa frekuensi sumber bunyi sebenarnya?
a. 990 Hz
c. 1100 Hz
b. 1000 Hz
d. 1200 Hz
e. 1300 Hz
<![if !supportLists]>1.
<![endif]>Taraf intensitas bunyi pada sebuah titik yang
ditimbulkan oleh sumber bunyi berbanding langsung dengan .
a. intensitas bunyi di titik itu
b. kebalikan intensitas bunyi di titik itu
c. kebalikan dari logaritma intensitas bunyi di titik itu
d. logaritma perbandingan antara intensitas
bunyi dan intensitas ambang bunyi
e. intensitas ambang bunyi
1.
Soal Uraian
1.
Suatu gelombang berjalan dengan amplitude 4 cm dan frekuensi 50 Hz. Cepat rambat
gelombang 4 m/s. Simpangan titik A yang berada pada jarak 2 m dan sumber gelombang pada
saat sumber bergetar 5 detik adalah .
2.
Sebuah sumber bunyi dan pengamat bergerak saling mendekati masing-masing dengan
kelajuan 25 m/s dan
5 m/s. Jika frekuensi bunyi yang dikeluarkan sumber bunyi 480 Hz
dan cepat rambat bunyi 345 m/s, tentukan frekuensi bunyi yang didengar pengamat!
SUARA
Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal
yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa
zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam
air, batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan
berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan
kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo
atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Kecepatan suara adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kecepatan


gelombang suara yang melalui medium elastis. Kecepatan ini dapat berbeda

tergantung medium yang dilewati (misalnya suara lebih cepat melalui air
daripada udara), sifat-sifat medium tersebut, dan suhu. Namun, istilah ini lebih
banyak dipakai untuk kecepatan suara di udara. Pada ketinggian air laut, dengan
suhu 21 C dan kondisi atmosfer normal, kecepatan suara adalah 344 m/detik
(1238 km/jam). Kecepatan suara akan lebih cepat melaju di air dan di benda
padat. Kecepatan suara di air adalah 4.3 kali lipat kecepatan di udara, yaitu
1.484 m/detik. Kecepatan suara di besi adalah 15 kali lipat kecepatan di udara,
yaitu 5.120 m/detik.

Frekuensi suara yang menentukan keras/lemahnya suara dinyatakan dalam


cycle per detik (C/dt) atau Hertz (Hz). Dan suara yang dapat didengar oleh
telinga manusia merentang antara 20 sampai 20.000 Hz. Kurang dari 20 C/dt
suara itu akan lemah sekali dan akan dirasakan hanya sebagai getaran saja
(infra-suara), mungkin bisa didengar oleh telinga binatang. Frekuensi di atasa
20.000 Hz (melebihi sound barrier) termasuk sebagai ultra-suara dan
dipergunakan untuk bidang pengobatan. Hubungan antara kecepatan suara c
(m/s), gelombang dan frekwensi f dinyatakan sebagai berikut: c = f . l

Amplitudo menentukan kuat dan lemahnya tekanan suara (sound pressure).


Makin besar amplitudo dari gelombang suara, semakin kuat pula tekanan
suaranya. Satuan ukuran bagi tekanan suara ialah Bel (B), tetapi ukuran
tersebut sebenarnya terlalu besar untuk dipergunakan pada kejadian yang bisa,
karena itu satuan Desibel (dB) lebih lazim digunakan (1 desibel = 1 dB = 0,1 B).
Satu dB merupakan besarnya tekanan suara di tingkat ambang pendengaran
pada frekuensi 1000 Hz, yaitu tekanan minimal yang masih dapat didengar
sebagai bisikan lembut (ambang pendengaran = hearing threshold).

Cepat rambat Suara pada medium tertentu.

http://andrynugrohoatmarinescience.wordpress.com/category/suara-di-laut/

Pemantulan Suara

http://wonktzo-maysmartboy.blogspot.com/2012/12/pemantulan-bunyi.html

Pemantulan Suara merupakan perulangan suara yang terdengar hampir


bersamaan dengan suara dari sumber suara, akibat suara dari sumber suara ini
terpantul berulang-ulang pada suatu ruangan. Maka terjadi gelombang suara
yang dipantulkan oleh permukaan yang keras. Pemantulan semacam ini
dinamakan Gaung. Pengulangan suara yang terdengar setelah suara ditimbulkan
karena suara yang dipantulkan oleh suatu permukaan dinamakan Gema. Cepat
atau lamanya kita mendengar gema bergantung pada seberapa jauh jarak kita
dengan permukaan pemantul bunyi itu.

Gejala-gejala Akibat Kebisingan Suara

Kehilangan pendengaran, perubahan ambang batas sementara akibat


kebisingan, perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan.
Rasa tidak nyaman atau stres meningkat, tekanan darah meningkat, sakit
kepala, bunyi dering.
Kejengkelan, kebingungan.
Gangguan tidur atau istirahat, hilang konsentrasi waktu bekerja, membaca
dsb.
Merintangi kemampuan mendengarkann TV, radio, percakapan, telpon
dsb.
Karakteristik Suara Secara Umum :
Di alam udara, gelombang bunyi itu bergerak dengan kecepatan 760 mil
per jam.
Kecepatan rambatan melalui air akan empat kali lebih cepat daripada
melalui udara. Kecepatan suara di laut berkisar antara 1.400 1.550 m/det,
kecepatan rata-ratanya 1.500 m/det.

Di dalam hampa, gelombang bunyi tidak dapat bergerak karena tidak ada
media kenyalnya.
Distribusi Kecepatan Suara terhadap Kedalaman di laut

http://irwankl3.blogspot.com/2011/03/definisi-suara-secara-umum.html

Keterangan :

Zona 1 : Di lapisan homogen (mixed layer) walaupun suhunya konstan,


kecepatan suara bertambah terhadap kedalaman karena pengaruh pertambahan
tekanan.
Zona 2 : Di lapisan thermocline penurunan suhu yang cepat lebih
mendominasi pertambahan tekanan sehingga kecepatan suara berkurang
terhadap kedalaman
Zona 3 : Di lapisan dalam (deep layer) efek penambahan tekanan kembali
mendominasi penurunan suhu sehingga kecepatan suara bertambah terhadap
kedalaman.
Di bawah lapisan thermocline, terdapat lapisan di mana C adalah
minimum, lapisan C minimum ini terbentuk karena di lapisan thermocline terjadi
pengurangan C, sementara di bawah lapisan thermocline terjadi penambahan C.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Digital Fisika Sistem Offline Materi Gelombang
Bunyi

Diatas merupakan tampilan dari perangkat pembelajaran digital fisika untuk materi
gelombang bunyi, yang telah diuji kelayakannya oleh para dosen Universitas Negeri Manado
melalui kegiatan penelitian. Perangkat pembelajaran ini sifatnya interaktif dilengkapi dengan
simulasi dan video dalam penyajian materi.

Apabila ada rekan-rekan mahasiswa yang tertarik untuk memperoleh perangkat


pembelajaran ini atau peru bimbingan dalam perancangan perangkat pembelajaran digital
fisika silahkan mengirim email di fisikaignasius@yahoo.com atau sms di 085240536493
saya akan senang bila harus berbagi ilmu :)

Resonansi Bunyi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar dan memiliki
frekuensi yang sama atau kelipatan bilangan bulat dari frekuensi itu. Resonansi sangat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, resonansi bunyi pada kolom udara dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
bunyi. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dibuat berbagai macam alat musik. Alat musik pada umumnya
dibuat berlubang agar terjadi resonansi udara sehingga suara alat musik tersebut menjadi nyaring. Contoh alat
musik itu antara lain: seruling, kendang, beduk, ketipung dan sebagainya.
Resonansi sangat penting di dalam dunia musik. Dawai tidak dapat menghasilkan nada yang nyaring tanpa
adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat udara ikut bergetar apabila senar
gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan frekuensi yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar
gitar. Udara yang mengisi tabung gamelan juga akan ikut bergetar jika lempengan logam pada gamelan tersebut
dipukul. Tanpa adanya tabung kolom udara di bawah lempengan logamnya, Anda tidak dapat mendengar
nyaringnya bunyi gamelan tersebut. Reonansi juga dipahami untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di
udara.
Untuk mengetahui proses resonansi, kita tinjau dua garputala yang saling beresonansi seperti ditunjukkan pada
Gambar 3.4.

Gambar 3.4. Dua garputala yang saling beresonansi

Jika garputala dipukul, garputala tersebut akan bergetar. Frekuensi bunyi yang dihasilkan bergantung pada
bentuk, besar, dan bahan garputala tersebut.

Resonasi pada Kolom Udara


Apabila pada kolom udara yang terletak di atas permukaan air digetarkan sebuah garputala, molekul-molekul di
dalam udara tersebut akan bergetar. Perhatikan Gambar 3.5.

Gambar 3.5. Sebuah kolom udara di atas permukaan


air digetarkan oleh sebuah garputala
Syarat terjadinya reronansi, yaitu:
(a) pada permukaan air harus terbentuk simpul gelombang;
(b) pada ujung tabung bagian atas merupakan perut gelombang.
Peristiwa resonansi terjadi sesuai dengan getaran udara pada pipa organa tertutup. Jadi, resonansi petama akan
terjadi jika panjang kolom udara di atas air , resonansi ke dua , resonansi ke tiga 5/4 , dan seterusnya.
Kolom udara pada percobaan penentuan resonansi di atas berfungsi sebagai tabung resonator. Peristiwa
resonansi ini dapat dipakai untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara. Agar dapat terjadi resonansi,
panjang kolom udaranya adalah l = (2n-1) dengan n = 1, 2, 3, . . .

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditentukan bahwa resonansi bertuturutan dapat Anda dengar apabila
suatu resonansi dengan resonansi berikutnya memiliki jarak l = . Jika frekuensi garputala diketahui, cepat
rambat gelombang bunyi di udara dapat diperoleh melalui hubungan:
v= f ....................................................(3.7)
Peristiwa resonansi juga dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, gelas piala
bertangkai bisa pecah bila diletakkan didekat penyanyi yang sedang menyanyi. Hal ini terjadi karena gelas
memiliki frekuensi alami yang sama dengan suara penyanyi sehingga gelas mengalami resonansi dan
mengakibatkan pecahnya gelas tersebut. Peristiwa resonansi juga dapat menyebabkan runtuhnya jembatan
gantung jika frekuensi hentakan kaki serentak orang yang berbaris di atas jembatan gantung sama dengan
frekuensi alami jembatan sehingga jembatan akan berayun hebat dan dapat menyebabkan runtuhnya jembatan.

Gambar berikut mengilustrasikan bagaimana gelombang suara (gelombang berlainan) bercampur


satu sama lain, hasilnya tergantung pada hubungan fasa nya. Ilustrasi Gelombang Suara Yang
Bercampur Gelombang suara dalam fasa yang sama dijumlahkan menghasilkan gelombang yang
lebih kuat. Gelombang suara dengan fasa berlawanan, tertinggal 180 masing-masing dijumlahkan
menghasilkan nol. Ini banyak dijumpai pada kerja piranti penundaan nois. Gelombang suara yang
mempunyai hubungan fasa bervariasi menghasilkan pengaruh suara yang berbeda.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/frekuensi-periode-dan-fasa-gelombanglistrik/


Copyright Elektronika Dasar

Bagaimana Bunyi Dapat Dihasilkan ?


Diposkan pada: September 24, 2014 Oleh: Sutiono Hiu Pada Kategori: Edukasi

Advertisement

Bunyi dapat dihasilkan karena adanya getaran dengan bantuan udara maka sampailah ke telinga manusia yang
menyebabkan terjadinya bunyi. Ada 4 kritera agar terjadinya bunyi sehingga dapat kita dengar.
1.

Adanya objek bergetar

2.

Objek harus memiliki kontak dengan udara

3.

Pendengar harus mendapat kontak dengan udara tersebut.

4.

Kontak udara antara sumber dan pendengar harus kontinu, tanpa ada batasan.

Ketika keempat kriteria tersebut terpenuhi maka bunyi dapat dihasilkan. Untuk penjelasan lebih detil adalah
sebagai berikut

Bunyi dapat terjadi dalam berbagai tingkat intensitas (amplitudo) dan frekuensi (frekuensi). Amplitudo berkorelasi
dengan kenyaringan dan frekuensi berkorelasi dengan pitch (seberapa tinggi atau rendah bunyi tersebut).
Bunyi terbentuk ketika ketika ada objek bergetar, ketika mereka bergetar, partikel udara didorong bersama-sama
dalam pola tertentu. Pola ini dinamakan sebagai gelombang suara yang akhirnya sampai pada para pendengar.
Proses yang terjadi untuk menjawab pertanyaan bagaimana bunyi dapat di hasilkan adalah sebagai berikut:

Proses Menghasilkan Bunyi

Vibrating Body : merupakan benda yang bergetar


Amplitude : Intensitas
Wavelength : Panjang gelombang
Gambar paling kanan adalaha telinga manusia, semakin pendek panjang gelombang maka akan semakin tinggi
frekuensi bunyi yang dihasilkan.

Penjelasan Ilmiah Menghasilkan Bunyi


Ketika kita berbicara bunyi, maka hal ini tidak akan terlepas dari organ pendengaran kita yaitu telinga, Anatomi
telinga manusia memiliki struktur internal yang kompleks yang menyebabkan kita dapat menanggapi gelombang
yang dihasilkan oleh getaran, baik dalam bentuk bass drum atau gitar, dan bedug.
Ketika benda menghasilkan getaran maka ia akan menciptakan gelombang suara. Gelombang suara ini ada
yang dapat terdengar oleh gendang telinga manusia, namun ada pula yang berada di luar jangkauan
pendengaran.
Ada berbagai metrik ukuran yang digunakan untuk mengukur intensitas suara yaitu volume dan pitch. Nada suara
digambarkan dalam satuan hertz. Satu hertz (Hz) mengacu pada siklus lengkap gelombang suara per detik.
Dengan demikian, 5,000Hz sama dengan 5.000 siklus per detik.
Telinga manusia umumnya dapat merasakan suara antara 20 sampai dengan 20.000 HZ. Hewan sering
mendengar suara yang manusia tidak bisa dengar. Misalnya, anjing dapat mendengar suara pada frekuensi
sangat tinggi yang mencapai di atas 20,000, tapi tidak bisa mendengar suara frekuensi rendah.

Manfaat dari memahami ilmu suara ini adalah membuat produksi teknologi audio menjadi jauh lebih canggih dan
mudah.

Gelombang Bunyi Berbagai Benda di Sekitar Kita

Superposisi dan Gelombang Berdiri

A. Superposisi dan Interferensi


Prinsip superposisi menjelaskan bahwa ketika dua gelombang atau lebih
bergerak melalui suatu medium, nilai dari fungsi gelombang resultan sama dengan
penjumlahan secara aljabar dari nilai-nilai dari masing-masing fungsi gelombang.
Gabungan gelombang yang terpisah dalam ruang yang sama untuk menghasilkan sebuah
gelombang resultan disebut interferensi
Ketika dua gelombang yang merambat, yang memiliki amplitude dan frekuensi yang
sama, saling tumpang tindih, gelombang resultannya memiliki amplitudo yang
bergantung pada sudut fase diantara kedua gelombang awal.
Terdapat tiga pola interferensi :
1.

Pola menguatkan (konstruktif), terjadi saat kedua gelombang memiliki


frekuensi yang sama dan sefase, yang bersesuaian dengan =0 ; 2 ; 4 ;
rad.

2. Pola melemahkan (destruktif), terjadi saat kedua gelombang memiliki frekuensi


yang sama dan berbeda fase 180o, yang bersesuaian dengan = ; 3 ; 5 ; rad.

B. Gelombang Berdiri

Gelombang berdiri terbentuk dari superposisi dua gelombang sinusoidal yang memiliki
frekuensi, amplitude, dan panjang gelombang yang sama, tetapi merambat dalam arah
yang
berlawanan. Resultan
gelombang
berdiri
dinyatakan
oleh
fungsi
gelombang

Oleh karena itu, amplitude dari gelombang berdiri adalah 2A dan amplitude dari gerak
harmonik sederhana dari setiap partikel dalam medium berubah seturut posisinya
menurut

Pada gelombang berdiri terbentuk simpul dan perut secara periodik


Titik-titik yang amplitudonya nol disebut simpul terjadi di x= (n=0,1,2,3,).
Titik-titik yang amplitudonya maksimum disebut perut terjadi di x= (n=1,3,5,).

Jarak antara simpul 1 ke simpul 2 atau perut 1 ke perut 2 adalah panjang gelombang

C. Gelombang Berdiri pada Tali yang Kedua Ujungnya Terikat

Pada tali yang kedua ujungnya terikat, ujung-ujungnya berupa simpul. Simpulsimpul dan perut-perut dipisahkan sejauh seperempat panjang gelombang.
Persamaan panjang gelombang

Persamaan frekuensi gelombang

D. Gelombang Berdiri pada Kolom Udara


Pipa organa terbuka merupakan sebuah kolom udara atau tabung yang kedua
ujung penampangnya terbuka. Kedua ujungnya berfungsi sebagai perut gelombang
karena bebas bergerak dan ditengahya ada simpul.

Persamaan

frekuensi

bunyi

pada

pipa

organa

ujung

terbuka

Pipa organa tertutup merupakan sebuah kolom udara atau tabung yang
salah satu ujung penampangnya tertutup (menjadi simpul karena tidak
bebas bergerak ) dan ujung lainnya terbuka ( menjadi perut ). sehingga
gelombang longitudinal stasioner yang terjadi pada bagian ujung tertutup
merupakan simpul dan pada bagian ujung terbuka terjadi perut.

Persamaan frekuensi bunyi pada pipa organa ujung tertutup

E. Layanan: Interferensi dalam Waktu


Layangan adalah variasi berkala dalam amplitude pada titik tertentu akibat dari
superposisi dua gelombang yang frekuensinya sedikit berbeda. Sebagai contoh, jika
dua garpu tala dengan frekuensi yang sedikit berbeda dipukulkan, kita mendengar
suara amplitude yang berubah secara periodic.

F. Gelombang Non-sinusoidal
Ketika sebuah violin dan saxofon memainkan nada yang sama, bunyi yang
dihasilkan berbeda satu sama lain. Kedua nada memiliki tinggi nada yang sama,
namun kedua nada tersebut berbeda dalam hal kualitas nada. Masing-masing alat
musik menghasilkan harmonik yang memiliki intensitas relatif yang bergantung
pada jenis alat musik dan bagaimana alat tersebut dimainkan.

Gambar dibawah ini menunjukan bentuk gelombang dari garpu tala, seruling,
dan clarinet.

sedangkan gambar dibawah ini menunjukkan grafik variasi intensitas dan


mode/harmonik.

bentuk gelombang garpu tala mendekati gelombang sinusoidal, sedangkan untuk


seruling dan klarinet buka gelombang sinusoinal (non-sinusoidal).

Fisika Dalam Bernyanyi


Dapatkah prinsip-prinsip fisika diterapkan dalam bernyanyi? Kedengarannya
mustahil. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Fisika adalah ilmu yang diidentikkan
dengan rumus-rumus serta angka-angka yang sering membuat pusing kepala dikawinkan
dengan bernyanyi yang berurusan dengan perasaan.
Memang tampaknya kontras.Namun seorang penyanyi yang berhasil bernyanyi
dengan baik sebenarnya telah menerapkan prinsip-prinsip fisika dengan baik.Mari kita
telusuri hal tersebut.Unsur-unsur pembentukan suara terdiri dari pernafasan yang
menggetarkan pita suara,sehingga timbul bunyi. Bunyi ini diperkuat oleh rongga-rongga
resonansi/resonator di dalam tubuh,di daerah kepala,mulut dan dada. Bunyi-bunyian tadi
diperjelas oleh alat-alat artikulasi dalam mulut.
a. Tekhnik pernafasan:
Penguasaan tekhnik pernafasan yang baik dalam bernyanyi adalah masalah sangat
mendasar dalam menghasilkan ketepatan nada(pitch),volume control, produksi suara,
frasering dan unsur-unsur bernyanyi lainnya.Dalam bernyanyi kita kenal pernafasan

diafragma(selaput antara rongga dada dan rongga perut), yaitu tekhnik pernafasan dengan
menggerakkan diafragma naik turun. Proses ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1.a

Gambar 1.b

Proses menarik nafas (inhale) terjadi bila diafragma bergerak turun sehingga volume
rongga dada menjadi lebih besar (gb 1.a).Tekanan udara dalam paru-paru akan menjadi lebih
kecil dari tekanan udara luar, berlaku Hukum Boyle
pxV = C
keterangan
p :tekanan udara.
V :volume udara
C: konstan.
Udara luar(Oksigen) yang tekanannya lebih besar dari tekanan udara dalam paru-paru akan
mengalir dengan mudahnya masuk ke dalam paru-paru.
Proses menghembuskan nafas (exhale) (gb1.b) merupakan kebalikan dari proses
mengambil nafas. Bila diafragma bergerak naik maka volume rongga dada menjadi lebih
kecil.Tekanan udara dalam paru-paru akan menjadi lebih besar dari tekanan udara luar
sehingga terjadi pelepasan udara( Karbondioksida) keluar dari paru-paru .
b. Pita suara
Ketika udara dihembuskan keluar, dalam perjalanannya udara tersebut menggetarkan
pita suara penyanyi. -Ukuran pita suara pria dewasa lebih panjang dan lebih tebal dari pada
pita suara wanita dan anak-anak - Sebagai konsekuensinya, saat bergetar pita suara pria akan
menghasilkan panjang gelombang( ) yang lebih panjang dan amplitudo (simpangan
maksimum dari titik setimbang ) yang lebih besar dari penyanyi wanita. Amplitudo
gelombang menentukan kuat bunyi (Gambar 2.a dan 2.b). Makin besar amplitudo gelombang,
makin kuat pula bunyi yang dihasilkan. Dengan demikian maka suara pria menjadi lebih
kuat dari suara wanita dan anak-anak. Tenaga pria dewasa yang lebih kuat dari tenaga wanita
juga ikut menentukan dorongan/support nafas sehingga amplitudo gelombang pita suara pria
menjadi maksimal.
Gambar 2.a Setengah gelombang suara pria

Gambar 2.b. Setengah gelombang suara wanita

Untuk cepat rambat bunyi yang sama memenuhi persamaan:

V= x f
atau

f =v/
Dari persamaan cepat rambat gelombang di atas tampak bahwa frekuensi berbanding
terbalik terhadap panjang gelombang bunyi.Artinya, makin besar panjang gelombang makin
kecil frekuensi bunyi dan sebaliknya, makin kecil panjang gelombang bunyi makin besar
frekuensinya. Karena panjang gelombang pita suara pria dewasa lebih panjang dari
panjang gelombang pita suara wanita dewasa , maka frekuensi suara pria dewasa menjadi
lebih kecil dibandingkan frekuensi suara wanita dewasa dan anak-anak. ( fp < fw ). Kondisi
pita suara yang membentuk setengah panjang gelombang ini menghasilkan nada dasar.

Tinggi nada berbanding lurus terhadap frekuensi bunyi sehingga mengakibatkan


tingginada(pitch) suara pria lebih rendah dari suara wanita dan anak-anak. Sebagai pembanding, frekuensi nada dasar pria = 128 Hz sedangkan nada dasar suara wanita =256 Hz.
Artinya dalam satu detik, nada dasar pria bergetar sebanyak 128 kali dan suara wanita
bergetar sebanyak 256 kali. Perbandingan frekuensi 1: 2 adalah interval oktaf. Dengan
demikian maka nada dasar suara pria berada satu oktaf di bawah nada dasar suara wanita.
Pita suara wanita yang lebih tipis mempunyai keuntungan tersendiri, yakni lebih
lentur dan dapat menghasilkan frekuensi yang lebih tinggi.
Dalam penulisan partitur lagu menggunakan notasi balok,hal ini tampak sangat jelas
dengan menggunakan dua kunci/clef yang berbeda.Suara wanita dan suara anak
menggunakan kunci G sedangkan suara pria menggunakan kunci F.
c. Memfokuskan Pita Suara.
Saat bernyanyi, seorang penyanyi memfokuskan pita suaranya untuk mendapatkan
berbagai efek suara. Menurut Hukum Marsenne,tinggi nada senar bergantung pada tegangan
senar.Apabila pita suara dianalogikan dengan senar maka pada kondisi ini pita suara akan
menghasilkan nada tinggi.Sang penyanyi mengatur pita suara pada ketegangan tertentu
untuk memperoleh tingginada sesuai dengan yang diinginkan. Makin sering berlatih
memfokuskan pita suaranya maka makin tinggi pula jangkauan nada yang dapat dicapainya.
d. Produksi Suara
Pada saat penyanyi membentuk vocal a rongga mulut dibentuk seluas mungkin
( jarak antar gigi 3 jari) agar suara yang dihasilkan oleh pita suara diperkuat oleh dinding
pantul dalam rongga mulut penyanyi.Suara tersebut diarahkan ke langit-langit keras (hard
palate) bagian atas dengan sudut datang tertentu sehingga menghasilkan suara pantul yang
mengalir keluar secara bebas tanpa mengalami hambatan.Suara yang dihasilkan cukup bersih.
Apabila sudut datang dibuat lebih kecil, maka suara tadi akan membentur langit-langit
lunak(soft palate) sehingga sebagian suara diredam. Terjadivocal gelap.
a

Gambar 3.

e.

Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat dari benda lain yang
bergetar di dekatnya.Tujuan pembentukan resonansi adalah agar suara yang dihasilkan lebih
terasa penuh. Ada tiga wilayah resonansi yakni,
Daerah kepala dengan rongga-ronga resonansi(resonator) :rongga tulang dahi,rongga tulang
baji,rongga tulang tapis,rongga sinus.
Daerah mulut dengan rongga resonansi : tulang rahang,tenggorokan dan
Rongga resonansi dada.
Seorang penyanyi terbiasa melatih diri memperluas rongga resonansi, misalnya dengan cara
menaikkan langit-langit lunak. Pada proses ini rongga mulut diperluas dan rongga hidung
menjadi luwes. Karena suara atau bunyi adalah gelombang longitudinal,yaitu gelombang
yang merambat dengan cara merapat dan merenggang, penyanyi yang terlatih dapat
mengatur rapatan gelombang stasioner (yaitu gelombang dengan frekuensi dan

amplitudonya sama namun fasenya berlawanan) tepat jatuh di dinding pantul tersebut.
Peristiwa ini berlangsung terus menerus selama penyanyi membawakan lagu. Dengan
demikian suara yang dihasilkan akan terdengar nyaring. Rongga resonansi dalam tubuh
dengan berbagai ukuran dan bentuk sangat menentukan warna suara(timbre). Dengan
demikian kita dapat membedakan warna suara pria dan wanita serta anak-anak.( Darwin
Yapenrui)

Perubahan Energi Bunyi Melalui Alat Musik


Perubahan Energi Bunyi Melalui Alat Musik. Udara yang bergetar dapat menghasilkan bunyi.
Apabila kita berbicara, berteriak, atau bernyanyi, timbul getaran pada pita suara di udara.
Getaran ini menyebar di udara sebagai gelombang. Gelombang tersebut diterima oleh telinga
sebagai bunyi. Bunyi merupakan salah satu bentuk energi. Suara manusia, hewan, maupun bunyi
yang berasal dari benda sekitar menggetarkan udara. Getaran yang dihasilkan tergantung
pada sumber bunyi. Misalnya ketika kita berteriak, getaran udara yang dihasilkan berbeda
dengan getaran udara ketika kita berbisik. Oleh karena itu, telinga kita menerima getaran
tersebut sebagai bunyi yang berbeda pula.
1. Perbedaan Bunyi yang Dihasilkan

Kita sering mendengar bunyi yang berbeda-beda. Ada bunyi yang terdengar keras. Ada
pula bunyi yang terdengar lemah. Selain itu, bunyi juga dapat dibedakan berdasarkan tinggi
rendahnya. Bunyi tinggi yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang menghasilkan
gelombang rapat. Sebaliknya, bunyi rendah yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang
menghasilkan
gelombang renggang.
Bunyi
keras
terjadi
jika
getaran
udara
menghasilkan gelombang tinggi. Sementara itu, bunyi lemah terjadi jika getaran udara
menghasilkan gelombang yang rendah.
Rekorder termasuk alat musik tiup. Rekorder dapat menghasilkan bunyi jika ditiup. Bunyi
rekorder terjadi jika udara di dalam tabung rekorder bergetar. Lubang-lubang pada rekorder
memungkinkan terjadinya perubahan nada. Semakin banyak lubang yang ditutup, jarak yang
ditempuh oleh getaran udara juga semakin jauh. Akibatnya, bunyi yang keluar rendah (nada
rendah). Semakin sedikit lubang rekorder yang ditutup, jarak yang ditempuh oleh getaran udara
juga semakin pendek. Akibatnya, bunyi yang keluar semakin tinggi (nada tinggi). Saxopone juga
menghasilkan bunyi yang berbeda-beda.
2. Beda Nada dan Desah

Nyanyian dan alunan musik merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan nada
tertentu. Nada adalah bunyi yang beraturan. Bunyi tersebut memiliki keteraturan
tertentu. Bunyi yang tidak teratur disebut desah. Bunyi yang keluar dari rekorder terdengar
memiliki keteraturan dari rendah ke tinggi. Bunyi yang memiliki keteraturan biasanya dihasilkan
oleh alat musik. Bunyi yang keluar dari botol plastik berisi pasir berbeda dengan bunyi
yang keluar dari rekorder.
3. Warna Bunyi
Ketika kita mendengarkan lagu-lagu melalui radio atau tape. Tanpa melihat penyanyinya kamu
dapat menebak siapa penyanyi tersebut. Kita tentu pernah dipanggil oleh orang yang berbeda.
Kita dapat membedakan orang yang memanggil kita karena tiap-tiap orang memiliki
warna suara (bunyi) yang berbeda-beda.
Alat-alat musik yang berbeda dapat menghasilkan bunyi yang berbeda, meskipun nada yang
dimainkan sama. Hal ini disebabkan adanya warna bunyi. Dengan demikian, warna bunyi
menentukan bunyi yang dihasilkan oleh setiap sumber bunyi. Jika warna bunyinya berbeda akan
dihasilkan bunyi berbeda pula meskipun nadanya sama.
Perbedaan warna bunyi disebabkan beberapa hal berikut.
a. Perbedaan sumber bunyi, misalnya suaramu dengan suara bapak atau ibu guru.
b. Perbedaan bahan, misalnya berbahan kayu atau logam.
c. Perbedaan bentuk, misalnya berbentuk bulat atau panjang.
d. Perbedaan ketebalan bahan, misalnya kawat senar tebal dan kawat senar tipis.
bunyi juga dapat memantul. Bunyi dapat memantul karena bunyi tersebut menumbuk suatu
benda keras. Tumbukan bunyi dengan benda keras menyebabkan pemantulan
bunyi. Pemantulan bunyi ada dua yaitu bunyi pantul yang menguatkan bunyi dan gema.
Apabila bunyi dan benda pemantul (misalnya tembok) jaraknya sangat dekat, bunyi tersebut
akan dikuatkan. Artinya, bunyi asal akan terdengar lebih keras. Berbeda halnya jika jarak sumber
bunyi dan benda pemantul jauh. Bunyi yang memantul terdengar terpisah dengan bunyi
asli. Bunyi pantul ini disebut gema. Pemantulan bunyi terdengar jelas jika tidak terdapat bunyi
lain. Sementara itu, bunyi yang mengenai benda-benda lunak akan mengalami
penyerapan. Bunyi tersebut masuk dalam pori-pori benda lunak misalnya gabus.
5. Resonansi Bunyi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain.
Bergetarnya gendang telinga karena getaran bunyi yang masuk telinga merupakan salah satu
contoh
peristiwa
resonansi.
Beberapa alat musik yang kita temui sehari-hari juga menggunakan resonansi, diantaranya
adalah :

Gitar, Pemain dapat mengubah nada pada gitar dengan menekan dawai menggunakan
jemari salah satu tangan. Panjang dawai yang bergetar menjadi lebih pendek sehingga
frekuensinya meningkat. Tangan yang lain menggetarkan dawai didekat lubang udara .
resonansi udara di dalam badan gitar memperkuat atau memperkeras bunyi asli dawai.

Biola, biola adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara digesek. Menggesek
dawai biola bertujuan untuk menggetarkan dawai. Badan biola beresonansi ketika dawai
dawainya digesek.

Piano, piano juga merupakan alat musik berdawai . piano memiliki satu dawai untuk
setiap tuts. Dengan menekan tuts sejenis palu kecil akan menghantam dawai dan
membuatnya bergetar.

Alat musik tiup, alat musik tiup seperti suling dan terompet dimainkan dengan cara
meniup bagian khusus sehingga mengeluarkan udara didalam rongga tabung.

Gendang, gendang dibunyikan dengan cara memukul kulit yang dibentangkan pada
bagian atas badan gendang. Sehingga udara didalam badan gendang beresonansi
sehingga memperkuat bunyi asli getaran kulit itu.

BUNYI

27 JANUARI 2014

BUNYI

Gelombang bunyi termasuk ke dalam gelombang longitudinal


karena perambatannya membentuk pola rapatan dan renggangan.
Gelombang bunyi membutuhkan medium dalam perambatannya.

Pada bab ini, kamu akan mempelajari pengertian bunyi dan hal-hal
yang berkaitan dengan bunyi. Bunyi yang teratur menghasilkan
nada yang enak didengar, sedangkan bunyi yang tidak teratur
menghasilkan suara yang bising.

A. Pengertian Bunyi
Tuhan telah menciptakan telinga sebagai alat untuk mendengar.
Setiap saat kamu bisa mendengar bunyi orang berbicara, suara
nyanyian, suara musik, suara binatang, suara lonceng, dan
sebagainya. Oleh karena itu, kamu wajib mensyukuri nikmat Tuhan
yang telah dilimpahkan kepadamu. Dapatkah kamu bayangkan jika
kamu tidak memiliki alat pendengaran? Salah satu cara
mensyukurinya adalah dengan mempelajari gejala alam, khususnya
tentang bunyi. Apakah yang disebut dengan bunyi? Bagaimanakah
bunyi merambat?

Pada saat memetik gitar, memukul gendang, dan memegang


tenggorokan ketika kamu bicara, kamu merasakan adanya getaran.
Akan tetapi, jika benda-benda itu sudah tidak bergetar, bunyi pun
akan hilang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sumber bunyi adalah
getaran.

Kamu sudah mengetahui bahwa bunyi merupakan gelombang.


Bunyi merambat ke segala arah, melalui udara sekitarnya. Kamu
dapat mendengar suara lonceng pada jarak tertentu karena lonceng
menggetarkan udara di sekitarnya sehingga udara pun ikut
bergetar. Perambatan getaran membentuk pola rapatan dan
renggangan. Pola rapatan dan renggangan ini menggetarkan udara
di dekatnya dan menjalar ke segala arah. Ketika getaran udara
sampai di gendang telingamu maka informasi akan disampaikan ke
otak. Hal itulah yang menyebabkan kamu dapat mendengar bunyi.

Masih ingatkah kamu tentang gelombang? Berdasarkan arah


getarnya, gelombang dibedakan menjadi dua, yaitu gelombang
transversal dan gelombang longitudinal. Termasuk gelombang
apakah bunyi itu? Oleh karena dalam perambatannya gelombang
bunyi membentuk pola rapatan dan renggangan, gelombang bunyi
merupakan gelombang longitudinal.

1. Bunyi Merambat Melalui Zat Antara


Tahukah kamu bahwa Bulan merupakan daerah hampa udara?
Mengapa demikian? Oleh karena di sana tidak ada atmosfer, apakah
di Bulan bunyi dapat didengar. Di dalam wadah terdapat bel listrik
yang dapat dikendalikan dari luar. Pada awal percobaan, wadah
berisi udara. Percobaan dilakukan dengan cara membunyikan bel
listrik terus menerus disertai dengan penyedotan udara dari wadah
tersebut keluar sehingga udara dalam wadah sedikit demi sedikit
menjadi hampa.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa bunyi bel semakin lama


semakin lemah seiring dengan semakin sedikitnya udara di dalam
wadah. Pada akhirnya, bunyi bel listrik tidak dapat terdengar ketika
udara dalam wadah sudah terpompa seluruhnya atau di dalam
wadah sudah menjadi hampa udara. Apakah yang dapat kamu
simpulkan dari hasil percobaan tersebut? Kegiatan tersebut
membuktikan bahwa gelombang bunyi hanya dapat merambat jika
ada udara.

Selain dapat merambat dalam udara (zat gas), gelombang bunyi


juga dapat merambat melalui zat padat dan zat cair. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa gelombang bunyi merambat melalui zat antara
atau medium.

2. Cepat Rambat Bunyi


Jika kamu memukul batu di dalam air, kamu akan mendengar suara
pukulan tersebut. Demikian juga, ikan yang berenang di dalam
kolam yang jernih, kamu tentu akan beranggapan ikan-ikan tersebut
tidak bersuara. Akan tetapi, jika kamu menyelam ke dalam air,
kamu akan mendengar suara kibasan ekor dan sirip ikan tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa bunyi dapat merambat di dalam zat
cair. Dengan bantuan alat seismograf, para ahli gempa dapat
mendeteksi getaran gempa bumi. Getaran lebih kuat jika jaraknya
lebih dekat pada sumber getar. Dari contoh-contoh tersebut, kamu
dapat menyimpulkan bahwa bunyi yang terdengar bergantung pada
jarak antara sumber bunyi dan pendengar. Jarak yang ditempuh
bunyi tiap satuan waktu disebut cepat rambat bunyi (v). Secara
matematis, hal itu dituliskan sebagai berikut:

dengan : v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s),


s = jarak yang ditempuh (m),
t = waktu tempuh (s).

Pernahkah kamu mendengarkan bunyi rel kereta api pada saat


kereta api mau lewat? Jika pernah, kalian harus berhati-hati. Ketika
kereta api akan tiba, terdengar suara gemuruh dari kereta,
walaupun keretanya belum terlihat. Suara kereta yang belum
kelihatan juga dapat kamu dengar melalui rel kereta api. Hal ini
membuktikan bahwa cepat rambat bunyi di udara berbeda dengan

cepat rambat bunyi pada rel kereta api (zat padat). Manakah yang
lebih cepat? Bunyi yang merambat melalui rel kereta api (yang
merupakan zat padat) lebih cepat dibandingkan dengan bunyi yang
merambat melalui udara. Mengapa demikian?

Suatu eksperimen yang telah dilakukan oleh para ahli membuktikan


bahwa sebuah bunyi nyaring membutuhkan waktu lima sekon untuk
sampai ke telinga kamu melalui udara. Jika bunyi tersebut
merambat melalui air, ternyata lebih cepat dan hanya
membutuhkan waktu empat sekon. Jika bunyi tersebut melalui besi,
ternyata hanya membutuhkan tiga sekon, atau satu sekon lebih
cepat daripada dalam zat cair. Hal ini membuktikan bahwa di dalam
medium yang berbeda, cepat rambat bunyi akan berbeda pula.

Zat padat merambatkan bunyi lebih cepat daripada zat cair dan zat
cair lebih cepat merambatkan bunyi daripada gas. Kamu bisa
bermain-main untuk membuktikannya dengan membuat telepon
mainan.

3. Frekuensi Gelombang Bunyi


Kamu pasti pernah terganggu oleh suara nyamuk. Pada saat akan
tidur, suara itu kadang-kadang nyaring di dekat telingamu. Pada
bagian tubuh nyamuk yang manakah yang menjadi sumber bunyi?
Sayap nyamuk bergetar sangat cepat sehingga menimbulkan bunyi.
Sayap nyamuk dapat bergetar kurang lebih 1.000 kali setiap sekon
sehingga menghasilkan suara yang unik. Jadi, setiap sekon terjadi
1.000 kali gelombang bunyi merambat di udara. Banyaknya
gelombang bunyi setiap sekon disebut frekuensi. Berapakah
frekuensi sayap nyamuk tersebut?

Semakin besar frekuensi gelombang bunyi, berarti, semakin banyak


pola rapatan dan renggangan. Sehingga bunyinya akan terdengar
semakin nyaring (nadanya lebih tinggi).

Tuhan telah menciptakan telingamu dengan sempurna. Dengan


telinga ini, kamu dapat mendengar bunyi pada rentang frekuensi

tertentu. Coba kamu bayangkan jika kamu dapat mendengar bunyi


pada seluruh rentang frekuensi, tentunya hidupmu akan merasa
terganggu dan tidak nyaman. Mengapa demikian? Jika kamu dapat
mendengar semua rentang frekuensi, kamu tidak akan pernah
beristirahat dengan tenang karena getaran-getaran rendah dari
binatang tertentu atau getaran-getaran tinggi sekalipun akan
terdengar.

Berdasarkan hasil penelitian, pendengaran telinga manusia normal


berada pada frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz. Daerah ini disebut
daerah audiosonik. Frekuensi di bawah 20 Hz disebut daerah
infrasonik, sedangkan daerah di atas frekuensi 20.000 Hz disebut
daerah ultrasonik.

Daerah infrasonik tidak dapat didengar oleh manusia, tetapi hanya


binatang-binatang tertentu saja yang dapat mendengarnya.
Binatang yang dapat mendengar suara infrasonic adalah anjing,
sedangkan binatang yang dapat mendengar suara ultrasonik, antara
lain lumba-lumba, burung robin, anjing, kucing, dan kelelawar.

Manusia hanya mampu memancarkan gelombang bunyi dalam


daerah yang sempit, yaitu sekitar 85 Hz sampai 1.100 Hz. Beberapa
binatang tertentu dapat memancarkan gelombang bunyi dengan
frekuensi yang tinggi (ultrasonik), di antaranya ikan lumba-lumba,
kelelawar, dan jangkrik. Anjing memiliki pendengaran yang sangat
peka terhadap frekuensi bunyi. Dia dapat mendengar bunyi dari
daerah infrasonic sampai daerah ultrasonik. Inilah yang
menyebabkan anjing sering dimanfaatkan manusia sebagai
penjaga.

B. Nada
Kamu pasti menyukai musik, bukan? Kamu sudah mengetahui
bahwa frekuensi adalah banyaknya gelombang bunyi dalam satu
sekon. Banyaknya gelombang tiap satu sekon ada yang teratur dan
ada yang tidak teratur. Bunyi alat musik adalah salah satu contoh
dari bunyi yang frekuensinya teratur. Bunyi kendaraan di jalan,

frekuensinya tidak teratur sehingga tidak enak untuk didengar.


Gelombang bunyi yang frekuensinya teratur disebut nada,
sedangkan gelombang bunyi yang frekuensinya tidak teratur
disebut desah. Pada nada dikenal nada tinggi dan nada rendah.
Apakah hubungan antara nada dan frekuensi?

Ketika garputala dipukul, terdengar bunyi yang tetap dan teratur.


Itulah yang disebut nada. Nada yang dihasilkan oleh garputala yang
frekuensinya berbeda akan berbed pula. Semakin besar frekuensi
maka semakin tinggi nadanya. Begitu pula sebaliknya, semakin
rendah frekuensi maka semakin rendah pula nadanya. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa tinggi rendahnya nada ditentukan oleh
frekuensi. Semakin tinggi frekuensinya, jarak rapatan dan
renggangannya semakin pendek. Kamu masih ingat bahwa jarak
rapatan dan renggangan yang berdekatan disebut panjang
gelombang. Jadi, semakin tinggi frekuensi, panjang gelombangnya
semakin pendek.

Dalam teori musik, simbol nada biasanya digunakan huruf C, D, E, F,


G, A, B, c, d, e, f, g, a, b, dan seterusnya. Masing-masing nada
memiliki frekuensi yang teratur. Misalnya, sebuah garputala
mengeluarkan nada musik A. Artinya, garputala bergetar sebanyak
440 kali tiap sekonnya. Hal ini menghasilkan 440 pasang perapatan
dan perenggangan. Dengan kata lain, nada A menghasilkan
frekuensi 440 Hz.

1. Frekuensi Nada pada Senar


Jika kamu sedang memetik gitar, jari tanganmu tidak pernah diam
untuk mendapatkan suatu nada yang diharapkan. Kamu sudah
mengetahui bahwa setiap kunci nada memiliki frekuensi yang
berbeda-beda. Jadi, perpindahan jari tanganmu adalah untuk
mendapatkan frekuensi yang diharapkan. Misalnya, salah satu senar
dipetik tanpa ditekan mendapatkan nada A yang berfrekuensi 440
Hz. Jika senar ditekan pada jarak 8 cm dari ujung papan pegangan,
berarti kamu sudah mengurangi panjang tali dan bagian massa tali
yang bergetar. Akibatnya, frekuensi akan naik.

2. Kuat Lemahnya Nada Bergantung pada Amplitudo


Pada saat kamu memetik gitar, bunyi yang dihasilkannya akan
semakin keras jika petikannya lebih kuat. Sebaliknya, bunyi senar
mejadi lemah jika kamu memetiknya dengan lembut. Hal ini
menunjukkan bahwa ada sesuatu yang memengaruhi lemah
kuatnya nada.

Jika kamu memukul garputala dengan lemah, simpangan maksimum


getarannya hanya sedikit sehingga bunyinya lemah. Jika kamu
memukulnya dengan kuat, simpangan maksimum getarannya juga
besar dan bunyi pun terdengar lebih keras. Kamu sudah mengetahui
bahwa simpangan maksimum itu disebut amplitudo. Jadi, kuat
lemahnya bunyi ditentukan oleh amplitudo.

3. Desah
Suara ombak di pinggir pantai memiliki frekuensi tidak teratur.
Gelombang bunyi yang frekuensinya tidak teratur disebut desah.
Contoh lain dari desah adalah bunyi angin, bunyi kendaraan
bermotor, dan bunyi suara mesin. Dapatkah kamu menyebutkan
yang lainnya?

C. Resonansi
Ayunan yang didorong atau ditarik secara teratur dapat berayun
semakin lama dan semakin tinggi. Jika ayunan tersebut didorong
atau ditarik dengan frekuensi yang tidak seirama dengan ayunan,
ayunan akan berhenti. Apakah penyebabnya?

Jika bandul kamu ayunkan, bandul akan bergetar dengan frekuensi


alamiahnya. Bandul yang panjang talinya sama akan bergetar
dengan frekuensi alamiah yang sama. Itulah sebabnya, ketika
bandul A kamu getarkan, bandul yang panjang talinya sama akan
ikut bergetar. Peristiwa seperti itu disebut resonansi. Resonansi
adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran
benda lain. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi yang sama
dengan sumber getarnya. Apakah pada gelombang bunyi juga
terjadi resonansi?

Pada saat kamu menggetarkan garputala tanpa kotak, kamu akan


mendengar suara lemah sekali. Akan tetapi, jika garputala tersebut
kamu tekankan pada kotaknya, kamu akan mendengar garputala
bersuara lebih keras. Hal itu membuktikan bahwa getaran garputala
akan lebih keras jika udara di dalam kotak ikut bergetar. Pantulan
yang terjadi di dalam kotak akan memperbesar suara garputala.
Prinsip resonansi ini dijadikan dasar mengapa alat musik selalu
dilengkapi dengan kotak.

Resonansi dapat terjadi pada beberapa garputala yang berfrekuensi


sama jika salah satunya digetarkan. Resonansi terjadi pula pada dua
buah gitar dengan menggetarkan salah satu senar sehingga senar
yang sama pada gitar yang lain akan ikut bergetar. Jika kamu
memiliki dua buah gitar, letakkanlah potongan kertas kecil-kecil
pada senar gitar 1, kemudian petiklah senar gitar 2. Akibatnya,
potongan kertas yang diletakkan pada senar gitar 1 akan turut
bergetar sehingga kertasnya jatuh.

D. Pemantulan Gelombang Bunyi


Kamu sudah mengetahui bahwa salah satu sifat gelombang adalah
dapat dipantulkan. Bunyi sebagai salah satu jenis gelombang
mekanik tentu memiliki sifat seperti itu.

1. Pemantulan Bunyi pada Kehidupan Sehari-hari


Pada saat kamu bernyanyi di kamar mandi, suaramu terdengar lebih
keras dan enak didengar daripada kamu bernyanyi di ruangan yang
luas dan terbuka. Suara musik di ruangan tertutup terdengar lebih
keras daripada suara musik di ruangan terbuka. Mengapa demikian?

Pada ruangan kecil, bunyi yang datang pada dinding dengan bunyi
yang dipantulkan sampai ke telingamu hamper bersamaan sehingga
bunyi pantul akan memperkuat bunyi aslinya yang menyebabkan
suaramu terdengar lebih keras. Sifat pemantulan bunyi sangat
penting bagi beberapa hewan, seperti kelelawar. Kelelawar dapat
memancarkan gelombang bunyi sehingga dengan memanfaatkan
peristiwa pemantulan bunyi, kelelawar dapat menghindari dinding

penghalang ketika terbang di malam hari. Selain itu, kelelawar


dapat mengetahui mangsa yang akan disantapnya.

Sonar

Pemantulan gelombang bunyi juga digunakan manusia untuk


mengukur panjang gua dan kedalaman lautan atau danau. Dengan
cara mengirimkan bunyi datang dan mengukur waktu perjalanan
bunyi datang dan bunyi pantul, panjang suatu gua atau kedalaman
suatu tempat di bawah permukaan air dapat ditentukan.

Bunyi pantul yang diterima telah menempuh dua kali perjalanan,


yaitu dari sumber bunyi ke pemantul dan dari pemantul ke
penerima atau pendengar. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke
pemantul adalah Oleh karena itu, jarak yang ditempuh oleh bunyi
yang dipantulkan dapat ditulis sebagai berikut:

dengan: s = jarak yang akan ditentukan (m),


v = cepat rambat bunyi (m/s),
t = waktu yang digunakan untuk menempuh
dua kali perjalanan (s).

Gelombang bunyi ultrasonik dapat digunakan untuk mengetahui


sesuatu yang berada di bawah permukaan air. Para nelayan modern
memanfaatkan terjadinya gema untuk mencari kumpulan ikan di
bawah air dengan alat yang disebut sonar. Gelombang ultrasonik
juga dimanfaatkan untuk mengetahui bentuk permukaan laut.

Dengan alat sonar, kedalaman laut dapat dipetakan. Alat sonar


memancarkan gelombang ultrasonik ke dasar laut dan dipantulkan
kembali oleh permukaan dasar laut. Hasil pemantulan diterima oleh
receiver pada alat sonar yang dipasang di kapal.

2. Gaung atau Kerdam


Kamu mungkin pernah mengalami ketika berteriak, suara pantulnya
berbeda sedikit dengan suara aslinya. Peristiwa ini disebut kerdam
atau gaung. Jadi, gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang
hanya terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli.

3. Gema
Jika dinding pemantul sangat berjauhan, bunyi pantul akan
terdengar beberapa saat setelah bunyi asli. Kejadian ini disebut
gema. Misalnya, jika kamu berteriak di depan dinding tebing yang
tinggi, suaramu seolah-olah ada yang mengikuti setelah selesai
diucapkan. Hal ini terjadi karena bunyi yang datang ke dinding
tebing dan bunyi yang dipantulkannya memerlukan waktu untuk
merambat.

Resonansi berbagai alat musik


Resonansi berbagai alat musik

Beberapa alat musik yang berkaitan dengan penggunaan prinsip resonansi.

a. Gamelan
Gamelan terdiri dari kotak resonansi yang di atasnya terdapat lempengan-lempengan logam yang
berfungsi sebagai penghasil getaran jika dipukul. Apabila lempeng logam gamelan dipukul,
getarannya menyebabkan udara yang ada di bawahnya ikut bergetar atau beresonansi sehingga

menghasilkan nada yang lebih tinggi. Yang termasuk gamelan antara lain: saran, gambang,
gender, dan gong.

b. Alat musik pukul


Gendang tambur dan rebana termasuk alat musik pukul yang menggunakan selaput tipis. Di
bagian sisi atau bawahnya diberi lubang agar udara di dalamnya bebas bergetar. Apabila gendang
atau tambur dipukul, selaput tipisnya bergetar dan udara di dalamnya beresonansi.
style="text-align: justify;">
Selaput tipis sangat mudah beresonansi, sumber getar yang frekuensinya lebih besar ataupun
lebih kecil dapat menyebabkan selaput tipis ikut bergetar. Jadi tidak selalu frekuensi kedua benda
harus sama.

Telinga manusia memiliki selaput tipis, yaitu selaput gendang telinga. Selaput itu mudah sekali
bergetar apabila di luar terdapat sumber getar meskipun frekuensinya tidak sama dengan
frekuensi selaput gendang telinga.

c. Alat musik tiup


Yang termasuk alat musik tiup adalah seruling, terompet, klarinet, trombon, dan saksofon. Apabila
ditiup, kolom udara di dalamnya beresonansi. Perbedaan antara alat musik tiup yang satu dengan
yang lain terletak pada cara mengubah panjang kolom udara dalam pipa.

d. Alat musik petik/gesek


Apabila senar getar dipetik, getaran sinar menyebabkan udara dalam kotak gitar beresonansi. Hal
itu juga terjadi pada biola.

Cara Menentukan alat bantu dengar


02.40 cara menentukan alat bantu dengar No comments

Bingung dalam memilih alat bantu dengar ?


Tak perlu binggung untuk memilih alat bantu dengar... Hal yang harus dilakukan dalam
memilih untuk menggunakan alat bantu dengar yaitu dengan memeriksakan pendengaran
menggunakan tes Audiometriterlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil
Audiogram yang pada akhirnya dapatmenentukan alat bantu dengar yang tepat untuk
gangguan
pendengaran
yang
dialami.

Definisi Audiometri nada

murni

Audiometri nada murni adalah langkah pemeriksaan lanjutan setelah pasien melewati
tahapan anamnesa dan otoskopi, definisi audiometri itu sendiri adalah pemeriksaan ambang
dengar seseorang dengan memberikan stimulus bunyi pada frekuensi dan intensitas

tertentu, hasil dari pemeriksaan Audiometerdicatat dalam suatu catatan yang


disebut Audiogram.
Pada dasarnya telinga manusia dapat mendengar melalui dua cara, pertama melalui
hantaran udara dan yang kedua hantaran tulang. Pada proses mendengar melalui hantaran
udara, bunyi didengar melalui jalur yang biasa, yaitu masuk melalui saluran pendengaran
kemudian ke gendang telinga selanjutnya ke rumah siput hingga sampai ke otak.
Sedangkan pada proses pendengaran melalui hantaran tulang, gelombang bunyi akan
menggetarkan tulang tengkorak yang kemudian getaran tersebut akan menggetarkan hear
cell di rumah siput, para ahli sendiri hingga kini belum mengetahui dengan jelas proses
terjadinya bunyi melalui hantaran tulang secara detail. Contoh proses mendengar melalui
hantaran tulang adalah apabila kita menggaruk kulit kepala kita, maka suara itu didengar
melalui hantaran tulang, namun bila kita menggaruk baju kita maka proses mendengarnya
adalah
melalui
hantaran
udara.
Pada tes pendengaran dengan menggunakan Audiometri terdapat dua tes yang dilakukan
yang
pertama
hantaran
udara
dan
hantaran
tulang

Audiogram
Audiogram merupakan catatan dari hasil pemeriksaan Audometri. pada Audiogram terdiri
dari dua bentuk tingkatan yaitu frekuensi dan hearing level. Frekuensi diawali dari 250
8000HZ, dan Intensitas suara (hearing Level) dengan satuan dB (desible) dari -10 sampai
120dB.

Keterangan gambar cara membaca Audiogram untuk menentukan Alat bantu dengar yang
tepat.
0 hantaran udara telinga sebelah kiri, < hantaran tulang telinga sebelah kiri
X hantaran udara telinga sebelah kanan, > hantaran tulang telinga sebelah kanan
Pada hearing level dan frekuensi dapat di klasifikasikan seperti pada gambar di bawah ini :

Pada klasifikasi hearing Level disini kita dapat membaginya kedalam 3 bagian yaitu suara
lembut yang berkisar antara -10dB sampai dengan 35dB ilustrasi gambaran suara lembut
yaitu suara di suasan taman yang jauh dari keramaian. Untuk klasifikasi suara sedang
kisaran 40dB sampai dengan 70dB suara yang termasuk kedalam suara sedang dapat di
ilustrasikan pada suara ketika berada dalam lingkungan ramai seperti di kantor, atau bahkan
di jalan. Sedangkan untuk klasifikasi suara keras berkisar antara 70dB sampai dengan
120dB gambaran suara tersebut dapat di ilustrasikan seperti suara bisingnya mesin di
bengkel, suara perbaikan jalan, bahkan suara ledakan petasan termasuk kedalam klasifikasi
suara
keras.

Untuk memudahkan pengertian Klasifikasi Frekuensi Audiogram dapat dibagi kedalam 2


bagian yaitufrekuensi rendah yang berada pada frekuensi suara 250Hz sampai 1500Hz.
Sedangkan pada frekuensi suara Tinggi di mulai dari 2000Hz sampai dengan 8000Hz.
untuk menentukan alat bantu dengar kita tinggal menyesuaikan saja point point catatan
audiogram dengan gambar seperti di gambar...lihat lebih jelas berada dimana yang paling
banyak poin poin X yang menandakan telinga kiri atau poin poin 0 yang menandakan telinga
kanan, semuanya ada pada hasil pemeriksaan (audiogram) untuk lebih jelasnya dapat
dilihat
gambar
di
bawah
ini
:

Bila hasil pemeriksaan audiometri menghasilkan point point yang mendekati klasifikasi
seperti gambar di atas maka anda sudah dapat menentukan ala bantu dengar yang tepat
untuk gangguan pendengaran yang anda alami. Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat
contoh
hasil audiogram seperti
di
bawah
ini
:

Gambar Contoh hasil Audiogram diatas menunjukkan bahwa (X) / hantaran udara terbanyak
yang berada di poin 40dB secara teori perhitungan ambang dengarnya dilihat hanya pada
poin di frekuensi 500 1000 2000 dan 4000Hz di bagi 4 misalnya pada contoh diatas
pada frekuensi 500=40dB, 1000=40dB, 2000=30dB, 4000=45dB maka dengan penentuan
rumus menjadi 40+40+30+45:4=38,75 dapat disimpulkan penderita mengalami gangguan
pendengaran dengan ambang dengar 39dB maka gangguan pendengarannya memiliki
gangguan pendengaran ringan
untuk mempermudah maka di daerah berwarna kuning tersebut menandakan bahwa daerah
tersebut merupakan Kehilangan Pendengaran ringan. Hal ini berarti Anda harus
menggunakan alat bantu dengar yang sesuai yaitu Kehilangan Pendengaran ringan. klik
gambar di bawah ini, untuk mengetahui lebih jelas spesifikasi alat bantu dengar yang sesuai
dengan hasil audiogram anda :

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Eksperimen Sains: Bermain Alat Musik Air


Posted on Mei 20, 2011 by cendekiakids

Kawan Cendekia, ada eksperimen sederhana tapi menarik ne.


Ayoo kita coba dirumah..
Dengan eksperimen ini kawan-kawan bisa mencoba membuat

suatu lagu lho. Kawan-kawan dapat mengatur sendiri nada yang terdengar hanya dengan mengatur gelas dan
airnya. Penasaran kawan-kawan?
Caranya mudah kok, yang kamu butuhkan yaitu:

Air

5 atau lebih gelas kaca

Tongkat kayu, dapat juga menggunakan pensil

Yang perlu kamu lakukan yaitu:

Isilah masing-masing gelas dengan jumlah air yang berbeda satu sama lain.

Atur posisi seluruh gelas secara sejajar untuk memudahkan kawan-kawan memukulnya.

Susunan diatur dengan mengisi gelas pertama dengan sedikit air, gelas kedua lebih banyak dan
seterusnya hingga gelas terakhir berisi paling banyak air.

Selanjutnya teman-teman dapat memukul pinggiran gelas dengan tongkat kayu/pensil dengan urutan
dari gelas yang berisi paling sedikit air hingga yang terbanyak, sambil diamati perbedaan suara yang
terdengar.

Dengan perbedaan suara yang terdengar itu, kawan-kawan dapat mencoba memukul gelas-gelas tersebut dan
merangkai nada untuk memainkan musikmu sendiri.
Apa Kata Sains?
Masing-masing dari gelas akan memiliki nada yang berbeda ketika dipukul dengan pensil. Gelas yang berisi air
paling banyak akan memiliki nada terendah sedangkan gelas dengan air yang lebih sedikit akan memiliki nada
yang lebih tinggi. Getarankecil yang dibuat ketika kawan-kawan memukul gelas menciptakan gelombang
suarayang merambat melalui air. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih
lambat sehingga menghasilkan suara dengan nada lebih rendah.
Dengan mengatur jumlah air di dalam gelas tersebut, maka kawan-kawan dapat mengatur nada sesuai dengan
yang diinginkan.

KONSEP BUNYI

A.

KONSEP BUNYI

1.

Pengertian Bunyi
Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu
benda yang bergetar. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang
dapat merambat melalui medium. Gelombang bunyi adalah gelombang
longitudinal .
Bunyi adalah bahan terpenting dalam musik. Bunyi berasal dari sumber
bunyi yang digetarkan oleh tenaga atau energi. Kemudian getaran tersebut oleh
pengantar diantarkan atau dipancarkan keluar. Dan bila getaran ini sampai di
telinga kita, barulah kita dapat mendengarkannya.

2. Komponen Bunyi
a. Sumber Bunyi
Sumber bunyi berupa benda-benda yang bergetar. Dilihat dari bahannya
sumber bunyi ada tiga macam yaitu :
1)

Logam

2)

Kulit

3)

Udara
Selain perbedaan bahannya, sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk
dan ukurannya. Bila bentuknya berbeda, maka berbeda pula bunyinya. Jadi
sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan, bentuk dan ukurannya.
Sumber bunyi akan bergetar, bila terdapat tenaga atau energi yang
menggetarkannya. Tenaga ini bisa berupa :

1)

Tenaga Manusia

2)

Tenaga Listrik

3)

Tenaga Angin

4)

Tenaga Uap

5)

Tenaga Air dan sebagainya


Dari bermacam-macam tenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat,
yaitu bahwa tenaga itu :

1)

Dapat diubah atau dikurangi

2)

Dapat disimpan

3)

Dapat dialihkan

4)

Dapat digabungkan.
Contoh:
Jam weker, tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi. Pemain biola tidak
langsung menyentuh sumber bunyinya.

b. Pengantar bunyi
Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan. Namun
sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban, bukan berarti tidak baik.
Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter
per detik. Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain
seperti:
Gabus.....500 meter per detik
Timah...1190 meter per detik
Air........1440 meter per detik

Besi......5120 meter per detik


Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh peruubahan suhu.
Namun perubahan ini kecil sekali sehingga praktis kurang begitu berarti.

c. Frekuensi bunyi
Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari
sumber bunyi. Biasanya dari banyaknya getaran per detik. Semakin banyak
getaran per detiknya, semakin tinggi bunyinya. Dan banyaknya getaran per detik
ini disebut frekuensi. Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga
satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik. Disamping itu,
khususnya dalam tehnik radio dipakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari
nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa
Jerman. Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik.Secara umum daya
dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16.000 Hz. Usia merupakan salah
satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia.

d. Kekuatan bunyi
Bunyi yang kuat berbeda dengan bunyi yang tinggi. Kekuatan bunyi
ditentukan oleh :
1) Amplitudo, adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber
bunyi. Semakin lebar getaranya, semakin kuat pula bunyinya.
2) Resonansi, berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. Biasanya dilakukan oleh
benda atau bagian terdekatnya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah
kekuatan getar sumber bunyi.
Contoh :
Gitar, walaupun sumber bunyinya pada senar, namun kekuatannya bunyinya
lebih berasal dari kotak kayunya. Sebab, udara di dalam kotak itulah pelaku
resonansi, yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Sehingga kotak
tersebut dinamakan kotak resonator. Namun kotak resonatornya hanya berlaku
pada gitar accostic. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik
3) Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara
sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. Memakin dekat, akan
semakin keras bunyinya. Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat
diiukur. Biasanya digunakan satuan decibel yang disingkat db.

Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai bandingan;
bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20
db. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya
mencapai 95 db.

e. Timbre bunyi
Timbre adalah warna bunyi, berupa keseluruhan kesan pendengaran
yang kita peroleh dari sumber bunyi, setelah dipengaruhi resonansi dan zat
pengantar.

B.

Sifat-sifat Bunyi
Sifat-sifat bunyi pada dasarnya sama dengan sifat-sifat gelombang
longitudinal, yaitu dapat dipantulkan (refleksi), dibiaskan (refraksi), dipadukan
(interferensi), dilenturkan (difraksi) dan dapat diresonansikan.
Sifat-sifat dasar gelombang bunyi:

1.

Gelombang bunyi memerlukan medium dalam perambatannya


Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam
perambatannya bunyi memerlukan medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua
orang astronout berada jauh dari bumi dan keadaan dalam pesawat dibuat
hampa udara, astronout tersebut tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi
menggunakan alat komunikasi seperti telepon. Meskipun dua orang astronout
tersebut berada dalam satu pesawat.

2.

Gelombang bunyi mengalami pemantulan (refleksi)


Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga
gelombang bunyi juga dapat mengalami hal ini. Hukum pemantulan
gelombang: sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang bunyi.
Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat
menimbulkan gaung, yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli
sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung
maka dalam bioskop, studio radio dan televisi, dan gedung konser musik
dindingnya dilapisi zat peredam suara yang biasanya terbuat dari kain wol,
kapas, gelas, karet, atau besi.

3.

Gelombang bunyi mengalami pembiasan (refraksi)

Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa


pembiasan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir
terdengar lebih keras daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada
siang hari udara lapisan atas lebih dingin daripada dilapisan bawah. Karena
cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu panas maka
kecepatan bunyi dilapisan udara atas lebih kecil daripada dilapisan bawah, yang
berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang
sebaliknya
terjadi
pada
malam
hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari lapisan udara atas
kelapisan udara bawah. Untuk lebih jelasnya hal ini dapat kalian lihat pada
gambar dibawah.
4.

Gelombang bunyi mengalami pelenturan (difraksi)


Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang
bunyi diudara memiliki panjang gelombang dalam rentang sentimeter sampai
beberapa meter. Seperti yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih
panjang
akan
lebih
mudah
didifraksikan.
Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil
ditikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang
oleh bangunan tinggi dipinggir tikungan.

5.

Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi)


Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau
interferensi, yang dibedakan menjadi dua yaituinterferensi konstruktif atau
penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya
waktu kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan
amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang
keras dan lemah secara bergantian.
Penerapan dari sifat-sifat gelombang bunyi diantaranya:

a. Dua astronout tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat


komunikasi seperti telepon karena keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara.
b. Terjadinya gaung, yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli
sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas.
c. Pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari.
d. Kita dapat mendengar bunyi ditikungan meskipun kita belum melihat mobil
tersebut karena terhalang tembok yang tinggi.

C.
1)

PEMANFAATAN BUNYI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Aplikasi Ultrasonik. Gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk berbagai
macam keperluan antara lain:

a. kacamata tunanetra, dilengkapi dengan alat pengirim dan penerima ultrasonik


memanfaatkan pengiriman dan penerimaan ultrasonik. Perhatikan bentuk kaca
tuna netra pada gambar berikut.

b. mengukur kedalaman laut, untuk menentukan kedalaman laut (d) jika diketahui
cepat rambat bunyi (v) dan selang waktu (t), pengiriman dan penerimaan pulsa
adalah :

c. alat kedokteran, misalnya pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Sebagai


contoh, scaning ultrasonic dilakukan dengan menggerak-gerakan probe di sekitar
kulit perut ibu yang hamil akan menampilkan gambar sebuah janin di layar
monitor. Dengan mengamati gambar janin, dokter dapat memonitor
pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan janin. Tidak seperti pemeriksaan
dengan sinar X, pemeriksaan ultrasonik adalah aman (tak berisiko), baik bagi ibu
maupun janinnya karena pemerikasaan atau pengujian dengan ultrasonic tidak
merusak material yang dilewati, maka disebutlah pengujian ultrasonic adalah
pengujian tak merusak (non destructive testing, disingkat NDT). Tehnik scanning
ultrasonic juga digunakan untuk memeriksa hati (apakah ada indikasi kanker hati
atau tidak) dan otak. Pembuatan perangkat ultrasound untuk menghilangkan
jaringan otak yang rusak tanpa harus melakukan operasi bedah otak. Dengan
cara ini, pasien tidak perlu menjalani pembedahan otak yang berisiko tinggi.
Penghilangan jaringan otak yang rusak bisa dilakukan tanpa harus memotong
dan menjahit kulit kepala atau sampai melubangi tengkorak kepala.
2)

Manfaat cepat rambat bunyi dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

a. Cepat rambat gelombang bunyi juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk
mengetahui siang dan malam.
b. Pada malam hari kita mendengar suara lebih jelas daripada siang hari karena
kerapatan udara pada malam hari lebih rapat dibandingkan dengan siang hari.
3)

Resonansi sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

a. Pemanfaatan resonansi pada alat musik seperti seruling, kendang, beduk dan
lainnya.

4)

Manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

a. menentukan kedalaman laut


Pada dinding kapal bagian bawah dipasang sebuah sumber getaran
(osilator). Di dekat osilator dipasang alat penerima getaran (hidrofon). Jika waktu
getaran (bunyi) merambat (t) sekonuntuk menempuh jarak bolak-balik yaiu 2 L
meter, maka cepat rambat dapat dihitung sebagai berikut.

Di mana:
v = cepat rambat bunyi (m/s)
L = dalamnya laut (m)
t = waktu (t)

b. melakukan survei geofisika


mendeteksi, menentukan lokasi dan mengklasifikasikan gangguan di bumi
atau untuk menginformasikan struktur bumi, mendeteksi lapisan batuan yang
mengandung endapan minyak.
c. prinsip pemantulan ultrasonik dapat digunakan untuk mengukur ketebalan pelat
logam, pipa dan pembungkus logam yang mudah korosi (karat).
d. Mendeteksi retak-retak pada struktur logam
Untuk mendeteksi retak dalam struktur logam atau beton digunakan
scanning ultrasonic inilah yang digunakan untuk memeriksa retak-retak
tersembunyi pada bagian-bagian pesawat terbang, yang nanti bisa

membahayakan penerbangan pesawat. Dalam pemerikasaan rutin, bagianbagian penting dari pesawat di-scaning secara ultrasonic. Jika ada retakan dalam
logam, pantulan ultrasonic dari retakan akan dapat dideteksi. Retakan ini
kemudian diperiksa dan segera diatasi sebelum pesawat diperkenankan terbang.

BAB III
PENUTUP

A.

KESIMPULAN
Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yaitu
benda yang bergetar. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga
mempunyai sifat-sifat dapat dipantulkan (reflection), dibiaskan (refraction),
dapat dilenturkan (difraction), dan dapat dibiaskan (interferention). Komponen
bunyi berupa sumber bunyi, pengantar, frekuensi, kekuatan bunyi, dan timbre.
Bunyi
dapat
dimanfaatkan
dalam
kehidupan
seharihari. Pemanfaatannya antara lain dengan pemanfaatan ultrasonik (pemanfatan
dalam dunia kesehatan). Bunyi dapat dimanfaatkan dengan adanya cepat
rambat bunyi, pemantulan bunyi dan resonansi. Pemanfaatan dalam kehidupan
sehari-hari diantaranya untuk menghitung kedalaman laut, melakukan survei
geofisika, dan mendeteksi retak-retak pada struktur logam.
Bunyi juga merupakan salah satu bentuk energi. Energi bunyi didapat
dari perubahan beberapa energi seperti listrik dan kimia. Di dalam
pengubahannya tentu saja menggunakan alat. Misalnya membuat bel untuk

mengubah energi listrik menjadi energi suara. Bel dapat dibuat dengan
menggunakan beberapa komponen dan langkah-langkah yang sistematis.
1. Resonansi Bunyi [1]

Pernahkah kamu memainkan gitar akustik? Gitar akustik merupakan alat musik yang terdiri atas
senar yang terentang dengan ketegangan tertentu, dan sebuah kolom resonansi. Senar gitar yang
dipetik dapat menghasilkan gelombang berdiri yang memiliki frekuensi alami atau frekuensi resonansi
senar.

Gambar 1. Sinar gitar yang dipetik dapat menghasilkan frekuensi resonansi senar. [2]

Pada saat senar gitar dipetik, udara yang ada dalam ruangan pada bagian gitar tersebut turut
bergetar dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi getaran dawai. Peristiwa ini disebut dengan
resonansi. Resonansi menghasilkan pola gelombang stasioner yang terdiri atas perut dan simpul
gelombang dengan panjang gelombang tertentu.

Pada saat gelombang berdiri terjadi pada senar maka senar akan bergetar pada tempatnya. Pada
saat frekuensinya sama dengan frekuensi resonansi, hanya diperlukan sedikit usaha untuk
menghasilkan amplitudo besar. Hal inilah yang terjadi saat senar dipetik.

Contoh lain peristiwa resonansi adalah pada pipa organa. Ada dua jenis pipa organa, yaitu pipa
organa terbuka dan pipa organa tertutup.

2. Sumber Bunyi

Setiap bunyi yang kita dengar dihasilkan oleh suatu benda yang bergetar. Benda yang bergetar
tersebut disebut sumber bunyi. Piano, biola, dan instrumen yang dipergunakan dalam suatu orkes
musik merupakan beberapa contoh benda-benda yang bertindak sebagai sumber bunyi. Bunyi yang
dihasilkan bergantung pada mekanisme yang dipergunakan untuk membangkitkan bunyi. Getaran
yang timbul dalam musik mungkin dihasilkan oleh gesekan, petikan, atau dengan meniupkan udara
ke dalam instrumen tersebut. Biola, gitar, dan piano menggunakan senar yang bergetar untuk
menghasilkan bunyi. Sementara itu, terompet, seruling, dan flute menggunakan kolom udara yang
bergetar.

Gambar 2. Gelombang berdiri pada senar.

Gambar 2. menunjukkan gelombang berdiri yang dihasilkan pada senar, yang menjadi dasar untuk
semua alat petik. Frekuensi dasar atau frekuensi resonan paling rendah ditunjukkan dengan simpul
tertutup yang terdapat pada kedua ujungnya. Panjang gelombang nada dasar pada senar adalah dua
kali panjang senar tersebut, sehingga frekuensi dasarnya adalah:

dengan v adalah kecepatan gelombang pada senar.

Getaran yang dihasilkan senar tidak menghasilkan bunyi yang cukup keras karena senar terlalu tipis
untuk menekan dan meregangkan banyak udara, maka diperlukan sejenis penguat mekanis untuk
memperluas bidang permukaan yang bersentuhan dengan udara, sehingga dihasilkan bunyi yang
lebih kuat. Sebagai contoh adanya kotak bunyi pada gitar dan biola, atau papan bunyi pada piano.

Panjang tali berhubungan dengan setengah panjang gelombang (1/2 ), dengan adalah panjang
gelombang dasar. Ketika frekuensi sama dengan kelipatan bilangan bulat dari dasar, merupakan
fekuensi alami yang disebut nada atas. Frekuensi ini disebut juga harmoni, yang frekuensi dasarnya
disebut harmoni pertama.

Harmoni kedua adalah mode berikutnya setelah dasar memiliki dua loop. Panjang tali l berhubungan
dengan satu panjang gelombang atau dituliskan ituliskan l = 2. Untuk harmoni ketiga

adalah l = 3/2 3, harmoni keempat l = 2 4, dan seterusnya, yang dapat dinyatakan:

dengan n adalah bilangan bulat yang menunjukkan indeks harmoni, sehingga n dapat dituliskan
dalam bentuk:

Untuk menentukan frekuensi f di setiap getaran, dapat diketahui dengan menggunakan hubungan f =
v/ , sehingga diperoleh persamaan:

dengan f1 adalah frekuensi dasar yang besarnya adalah:

Alat yang menggunakan kolom udara sebagai sumber bunyi disebut pipa organa. Alat musik tiup dan
pipa organa menghasilkan bunyi dari getaran gelombang berdiri di kolom udara dalam tabung atau
pipa, seperti tampak pada Gambar 3.

Gambar 3. Kolom udara pada alat musik tiup. ( Raimond Spekking / CC-BY-SA-3.0 (via
Wikimedia Commons) [3]

Pada beberapa alat musik tiup, bibir pemain yang bergetar membantu menggetarkan kolom udara.
Sementara itu, pada instrumen buluh, seperti klarinet dan saksofon, kolom udara dibangkitkan oleh
suatu buluh yang terbuat dari bambu atau bahan lenting lainnya yang dapat digerakkan oleh
hembusan napas pemainnya. Kolom udara bergetar pada kecepatan tetap yang ditentukan oleh
panjang buluh. Panjang kolom udara yang efektif dapat diubah dengan membuka dan menutup sisi
lubang dalam pipa.

Pipa organa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.

3. Pipa Organa Terbuka

Tabung yang terbuka di kedua ujungnya pada sebuah alat musik tiup disebut pipa organa terbuka.
Secara grafis, ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Gelombang berdiri pada pipa organa terbuka.

Gambar tersebut menunjukkan tabung terbuka yang memiliki simpul terbuka simpangan di kedua
ujungnya. Paling tidak terdapat satu simpul tertutup agar terjadi gelombang berdiri di dalam pipa
organa. Satu simpul tertutup berhubungan dengan frekuensi dasar tabung. Jarak antara dua simpul
tertutup atau terbuka adalah setengah panjang gelombang, yaitu: l = 1/2 , atau = 2 l.

Jadi, frekuensi dasar adalah:

dengan v adalah kecepatan bunyi di udara.

Gelombang berdiri dengan dua simpul tertutup merupakan nada tambahan pertama atau harmoni
kedua dan jaraknya setengah panjang gelombang dan dua kali lipat frekuensi.

Contoh Soal 1 :

Sebuah pipa panjangnya 2,5 m. Tentukan tiga frekuensi harmonik terendah jika pipa terbuka pada
kedua ujungngya (v = 350 m/s)!

Penyelesaian:

Diketahui:

l = 2,5 m;
v = 350 m/s

Ditanya: f0 = ... ?

f1 = ... ?

f2 = ... ?

Pembahasan :

f0 = v / 2 l = 350 / (2(2,5)) = 350 / 5 = 70 Hz


f1 = 2.f0 = 2 70 = 140 Hz

f2 = 3.f0 = 3 70 = 210 Hz

4. Pipa Organa Tertutup

Pada tabung tertutup, tampak pada Gambar 5, menunjukkan bahwa selalu ada simpangan simpul
tertutup di ujung tertutup, karena udara tidak bebas bergerak, dan simpul terbuka di ujung terbuka (di
mana udara dapat bergerak bebas).

Gambar 5. Gelombang berdiri pada pipa organa tertutup.

Jarak antara simpul tertutup dan terbuka terdekat adalah 1/4 , maka frekuensi dasar pada tabung
hanya berhubungan dengan seperempat panjang gelombang di dalam tabung, yaitu:

l = / 4 atau = 4 l

Frekuensi dasar pipa organa dirumuskan:

Pada pipa organa tertutup, hanya harmoni ganjil saja yang ada. Nada tambahan mempunyai
frekuensi 3, 5, 7, ... kali frekuensi dasar. Gelombang dengan frekuensi kelipatan genap dari frekuensi
dasar tidak mungkin memiliki simpul tertutup di satu ujung dan simpul terbuka di ujung yang lain.

Contoh Soal 2 :

Sebuah pipa organa tertutup panjangnya 60 cm. Jika cepat rambat bunyi 340 m/s, tentukan frekuensi
nada dasar, harmoni ketiga, dan harmoni kelima pada pipa organa tersebut!

Penyelesaian:

Diketahui:

l = 60 cm = 0,6 m
v = 340 m/s

Ditanya:

f1 = ...?
f3 = ...?

f5 = ...?

Pembahasan :

f1 = v / 4 l = 340 / ((4) (6 10-1)) = 3400/24= = 141,7 Hz


f3 = 3.f1 = 3 (141,7) = 425,1 Hz

f5 = 5.f0 = 5 (141,7) = 708,5 Hz

Materi Fisika :

Suara Biola

Gambar 6. Biola. [4]

Busur biola terdiri atas rambut-rambut ekor kuda yang diregang dengan rangka kayu ringan. Rambutrambut ini dilapisi dengan bahan kering dan lengket yang disebut rosin (damar). Ketika busur
menggesek, dawai ikut tertarik ke salah satu sisi. Dawai menegang dan tiba-tiba tergelincir lepas dari
busur yang mengakibatkan dawai menggetar dan "menata diri" kembali ke posisi lurus. Kemudian,
dawai akan melekat kembali ke rambut busur dan ikut tertarik ke sisi tertentu. Proses penarikan dan
penggelinciran ini berulang sangat cepat sehingga menyebabkan dawai berisolasi maju mundur pada
frekuensi getaran alaminya (frekuensi resonansi).

Anda sekarang sudah mengetahui Resonansi Bunyi. Terima kasih anda sudah berkunjung
ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, Jakarta. p. 298.