Anda di halaman 1dari 31

PANDUAN PENGISIAN FORMAT INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT

I. Pelayanan Gawat Darurat.


1. Waktu Tanggap Pelayanan Dokter Di Gawat Darurat
Ruang lingkup
Waktu Tanggap Pelayanan Dokter Di Gawat Darurat
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan dan efektivitas


Terselenggaranya pelayanan yang cepat, responsive
dan mampu menyelamatkan pasien gawat darurat

Definisi operasional

Kecepatan pelayanan dokter di IGD adalah sejak


pasien datang sampai mendapat pelayanan dokter

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator

Pasien true emergency


Pasien non emergency
Jumlah pasien true emergency yang mendapat
pertolongan > 5 menit
Denominator
Jumlah seluruh pasien true emergency dalam bulan
tersebut
Standar
1%
Pasien True Emergency adalah pasien gawat darurat dengan ancaman kematian dan
atau cacat tetap.
2. Keterlambatan Pelayanan Ambulans Di Rumah Sakit
Ruang lingkup
Kecepatan Memberikan Pelayanan Ambulans Di
Rumah Sakit
Dimensi mutu
Kenyamanan, keselamatan
Tujuan
Tergambarnya ketanggapan rumah sakit dalam
menyediakan kebutuhan pasien akan ambulans
Definisi operasional

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Keterlambatan
pelayanan
ambulans
adalah
keterlambatan merespon permintaan ambulans lebih
dari 15 menit. Keterlambatan dihitung mulai telepon
permintaan ambulans diterima sampai dengan
ambulans siap berangkat.
Jumlah keterlambatan respon time ambulans dalam
satu bulan
Jumlah permintaan penjemputan pasien dengan
ambulans pada bulan tersebut
Jumlah keterlambatan pelayanan ambulans dalam satu
bulan
Jumlah seluruh permintaan ambulans dalam bulan
tersebut
3%

II. Pelayanan Rawat Jalan


1. Waktu Tunggu Di Rawat Jalan
Ruang lingkup
Waktu Tunggu Di Rawat Jalan
Dimensi mutu
Efisiensi dan efektivitas
Tujuan
Tersedianya pelayanan rawat jalan pada hari kerja.
Definisi operasional
Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai
pasien mendaftar sampai dilayani oleh dokter
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Jumlah pasien rawat jalan yang menunggu lebih dari
15 menit
Denominator
Jumlah seluruh pasien rawat jalan dalam bulan
tersebut
Standar
1%
2. Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Yang Ditangani Dengan Strategi DOTS
(Directly Observed Treatment Shortcourse)
Ruang lingkup
Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Yang Ditangani
Dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment
Shortcourse)
Dimensi mutu
Akses, efisiensi
Tujuan
Terselenggaranya pelayanan rawat jalan bagi pasien
tuberkulosis dengan strategi DOTS
Definisi operasional
u001cPelayanan rawat jalan tuberkulosis dengan
strategi DOTS adalah pelayanan tuberkulosis dengan
5 strategi penanggulangan tuberkulosis nasional.
Penegakan diagnosis dan follow up pengobatan pasien
tuberkulosis harus melalui pemeriksaan mikroskopis
tuberkulosis, pengobatan harus menggunakan paduan
obat anti tuberkulosis yang sesuai dengan standar
penanggulangan tuberkulosis nasional, dan semua
pasien yang tuberkulosis yang diobati dievaluasi
secara kohort sesuai dengan penanggulangan
tuberkulosis nasional.
Kriteria inklusi
Pasien tuberculosis yang diterapi dengan strategi
DOTS
Kriteria eksklusi
Pasien tuberculosis yang tidak diterapi dengan strategi
DOTS
Numerator
Jumlah semua pasien rawat jalan tuberkulosis yang
ditangani dengan strategi DOTS
Denominator
Jumlah seluruh pasien rawat jalan tuberculosis yang
ditangani di rumah sakit dalam bulan tersebut.
Standar
100 %

III. Pelayanan Rawat Inap


1. Kejadian Infeksi Pasca Operasi.
Ruang lingkup

Kejadian Infeksi Pasca Operasi

Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan, kompetensi
Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan
pasca operasi yang bersih sesuai standar

Definisi operasional

Infeksi pasca operasi adalah adanya infeksi


nosokomial pada semua kategori luka sayatan operasi
yang dilaksanakan di rumah sakit dan ditandai oleh
rasa panas (kalor), nyeri (dolor), kemerahan (color),
pengerasan (tumor), gangguan fungsi (functiolaesa)
dan keluarnya nanah (pus) dalam waktu lebih dari 3 X
24 jam.
Semua infeksi yang terjadi minimal 3 X 24 jam pasca
operasi sampai dengan 30 hari atau satu tahun jika
dipasang implant,
Jejunostomy, Ileostomy, Colostomy
Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi
dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang dioperasi di Rumah Sakit
dalam bulan tersebut
2%

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

2. Kejadian Infeksi Aliran Darah Perifer (IADP)


Ruang lingkup
Kejadian Infeksi Aliran Darah Perifer
Dimensi mutu
Keselamatan, kompetensi
Tujuan
Tergambarnya pelaksanaan pemasangan infus perifer
yang sesuai standar
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Keadaan Infeksi yang terjadi disekitar tusukan atau


bekas tusukan jarum infus dan timbul minimal 3 kali
24 jam setelah pemasangan.
Pada daerah bekas tusukan jarum infus ditandai
dengan rasa panas, pengerasan dan kemerahan (kalor,
dolor, tumor rubor dan functiolaesa) dengan atau
tanpa nanah (pus)
Infeksi kulit karena sebab-sebab lain
Jumlah kasus infeksi aliran darah perifer karena jarum
infus per bulan
Jumlah hari pemasangan infus dalam bulan tersebut
20 permil

3. Kejadian ISK
Ruang lingkup

Kejadian Infeksi Saluran Kemih

Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan, kompetensi
Tergambarnya pelaksanaan pemasangan kateter urin
menetap yang bersih sesuai standar

Definisi operasional

Keadaan infeksi yang terjadi disekitar uretra atau


selang kateter dan timbul setelah 3 kali 24 jam
dilakukan pemasangan kateter di rumah sakit
Pada daerah uretra terjadi iritasi, gatal-gatal, rasa sakit
atau panas, pus, dan urine berwarna merah atau keruh
Jika keadaan tersebut timbul oleh suatu tindakan lain
atau oleh karena penyakitnya.
Jumlah kasus infeksi karena pemasangan kateter per
bulan
Jumlah hari pemasangan kateter dalam bulan tersebut
10 %

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

4. Kejadian Luka Dekubitus


Ruang lingkup
Kejadian Luka Dekubitus
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan dan kompetensi


Terlaksananya perawatan tirah baring yang tidak
menimbulkan dekubitus

Definisi operasional

Suatu
daerah
yang
jaringan cutaneousnya
mengalami kerusakan diakibatkan oleh tekanan yang
terus menerus pada pasien tirah baring yang tidak
dilakukan alih posisi.
Jumlah Luka Dekubitus per bulan
Luka lecet yang terjadi diluar area pada pasien tirah
baring
Jumlah kasus Dekubitus perbulan
Jumlah pasien tirah baring pada bulan tersebut
1%

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

5. Kejadian Penyulit Transfusi


Ruang lingkup
Kejadian Penyulit Transfusi
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan dan kompetensi


Terselenggaranya transfusi darah
sesuai standar
prosedur, sehingga tidak menimbulkan penyulit atau
infeksi.
Definisi operasional
Transfusi darah yang tidak dikerjakan sesuai dengan
prosedur yang berlaku dapat menyebabkan terjadinya
penyulit karena inkompatibilitas (golongan darah
tidak cocok)
Kriteria inklusi
Golongan darah pasien tidak cocok
Kriteria eksklusi
Kelainan pada darah atau sepsis yang bukan
disebabkan oleh transfusi darah, suntikan apapun atau
infeksi karena jarum infus
Numerator
Jumlah kasus penyulit karena tranfusi darah per bulan
Denominator
Jumlah pemasangan transfusi darah (kantong darah)
dalam bulan tersebut
Standar
0,5 %
KETERANGAN: Tidak termasuk reaksi alergi
6. Kejadian Sepsis
Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan

Kejadian Sepsis
Keselamatan dan kompetensi
Terselenggaranya pelayanan keperawatan
standar prosedur sehingga tidak terjadi sepsis.

sesuai

Definisi operasional

Sepsis yang terjadi setelah pasien dirawat di rumah


sakit

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi

Gejala yang timbul : panas, hiperventilasi, alkalosis


respiratoris, perubahan status mental, hipotensi, shock
(Sepsis ditentukan oleh dokter yang merawat)
Pasien masuk rumah sakit dengan sepsis

Numerator
Denominator
Standar

Jumlah pasien sepsis per bulan


Jumlah pasien masuk rumah sakit pada bulan tersebut
1%

7. Kematian Pasien > 48 Jam


Ruang lingkup
Kematian Pasien > 48 Jam
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan dan efektifitas


Tergambarnya pelayanan pasien rawat inap di rumah
sakit yang aman dan efektif

Definisi operasional

Kematian > 48 jam adalah kematian yang terjadi


sesudah periode 48 jam setelah pasien rawat inap
masuk rumah sakit
Kematian pasien > 48 jam di seluruh ruang rawat
inap.
Kematian pasien < 48 jam, kematian pasien > 48 jam
di Instalasi Pelayanan Intensif (IPI), Unit Stroke.
Jumlah kejadian kematian pasien rawat inap > 48 jam
dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien rawat inap dalam satu bulan
0,5 %

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar
8. Kejadian Pulang Paksa
Ruang lingkup

Kejadian Pulang Paksa

Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas, kesinambungan pelayanan


Tergambarnya penilaian pasien terhadap efektifitas
pelayanan rumah sakit

Definisi operasional

Pulang paksa adalah pulang atas permintaan pasien


atau keluarga pasien sebelum diputuskan pulang oleh
dokter
Semua pasien pulang paksa
Jumlah pasien pulang paksa dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang dirawat dalam satu bulan
3%

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

9. Waktu Tunggu Operasi Elektif


Ruang lingkup
Waktu Tunggu Operasi Elektif
Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas, kesinambungan pelayanan dan efisiensi


Tergambarnya
kecepatan
penanganan
antrian
pelayanan bedah.

Definisi operasional

Waktu tunggu operasi elektif adalah tenggang waktu


mulai dokter memutuskan untuk operasi yang
terencana sampai dengan operasi mulai dilaksanakan.
Waktu tunggu operasi elektif tidak lebih dari 24 jam
Ada hal di pihak penderita yang mengharuskannya
menunggu, atau ada penyulit secara tiba-tiba
Jumlah pasien operasi elektif dengan masa tunggu
lebih dari 24 jam per bulan
Jumlah pasien operasi elektif dalam bulan tersebut
2%

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar
10. Angka Perawatan Ulang
Ruang lingkup

Angka Perawatan Ulang

Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas dan kompetensi


Tergambarnya efektifitas pelayanan dan kompetensi
pelayanan rawat inap.

Definisi operasional

Jumlah pasien rawat inap ulang dengan penyakit yang


sama dalam kurun waktu kurang dari 7 hari setelah
pasien pulang dari rumah sakit
Semua pasien yang mengalami rawat ulang dengan
masalah kesehatan yang sama
Pasien
pulang
paksa,
rawat ulang yang
direncanakan, kehamilan aterm, penyakit kronik
Jumlah pasien rawat ulang per bulan
Jumlah pasien masuk rumah sakit dalam bulan
tersebut
3%

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

IV. Kamar Operasi


1. Kejadian Kematian di Kamar Operasi
Ruang lingkup
Kejadian Kematian Di Kamar Operasi
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan, efektifitas dan kompetensi


Tergambarkannya efektifitas pelayanan bedah dan
anestesi dan kepedulian terhadap keselamatan pasien

Definisi operasional

Kematian di meja operasi adalah kematian yang


terjadi di kamar operasi pada saat operasi
berlangsung, atau selama pasien di ruang sadar pulih,
yang diakibatkan oleh tindakan anestesi maupun
tindakan pembedahan
Semua pasien yang mengalami rawat ulang dengan
masalah kesehatan yang sama
Ada hal di pihak penderita yang mengharuskannya
menunggu, atau ada penyulit secara tiba-tiba
Jumlah pasien yang meninggal di kamar operasi
dalam satu bulan
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan pembedahan
dalam satu bulan
0,5 %

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

2. Keterlambatan Waktu Operasi


Ruang lingkup
Keterlambatan Waktu Operasi
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Efektivitas
Tergambarkannya efektifitas pelayanan bedah
Angka Kejadian Tertundanya Operasi Lebih Dari 30
menit
Semua pasien yang saat mulainya operasi tertunda
lebih dari 30 menit yang bukan disebabkan oleh
karena faktor pasien atau keluarganya
Semua pasien yang saat mulainya operasi tertunda
lebih dari 30 menit yang disebabkan oleh faktor
pasien dan atau keluarganya
Jumlah pasien yang operasinya tertunda 30 menit per
bulan
Jumlah pasien operasi dalam bulan tersebut
2%

3. Ketidaklengkapan Laporan Operasi


Ruang lingkup
Ketidaklengkapan Laporan Operasi
Dimensi mutu
Tujuan

Efektivitas
Tergambarkannya efektifitas pelayanan bedah

Definisi operasional

Ketidaklengkapan penulisan laporan operasi setelah


pasien keluar dari kamar operasi

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator

Semua laporan tindakan operasi


Jumlah ketidaklengkapan laporan operasi pada bulan
tersebut
Jumlah pasien operasi pada bulan tersebut
1%

Denominator
Standar

4. Ketidaklengkapan Laporan Anestesi


Ruang lingkup
Ketidaklengkapan Laporan Anestesi
Dimensi mutu
Tujuan

Efektivitas
Tergambarkannya efektifitas pelayanan anestesi dan
kepedulian terhadap keselamatan pasien

Definisi operasional

Ketidaklengkapan penulisan laporan anestesi setelah


pasien keluar dari kamar operasi

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator

Semua laporan tindakan anestesi di kamar operasi


Jumlah ketidaklengkapan laporan anestesi pada bulan
tersebut
Jumlah pasien anestesi pada bulan tersebut
1%

Denominator
Standar

V. Persalinan dan Perinatologi


1. Kejadian Kematian Ibu Karena Eklampsia
Ruang lingkup
Kejadian Kematian Ibu Karena Eklampsia
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan
Mengetahui mutu pelayanan rumah sakit terhadap
kasus eklampsia

Definisi operasional

Angka yang menunjukkan banyaknya ibu yang


meninggal karena eklampsia

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi

Suatu kelainan akut yang terjadi pada wanita hamil,


dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan
timbulnya kejang-kejang atau komplikasi
Hipertensi menahun (kronik)

Numerator
Denominator
Standar

Jumlah ibu meninggal karena eklampsia per bulan


Jumlah ibu dengan eklampsia pada bulan tersebut
0,5 %

2. Kejadian Kematian Ibu Melahirkan Karena Perdarahan


Ruang lingkup
Kejadian Kematian Ibu Melahirkan Karena
Perdarahan
Dimensi mutu
Keselamatan dan kompetensi
Tujuan
Mengetahui mutu pelayanan persalinan rumah sakit
Definisi operasional
Angka yang menunjukkan banyaknya ibu yang
meninggal karena perdarahan yang dapat terjadi pada
semua kala dalam persalinan
Kriteria inklusi
Disebabkan antara lain APB, ruptur uteri, kegagalan
uri (placenta) untuk keluar secara spontan (retentio
placenta), tidak berkontraksinya rahim ibu (atonia
uteri)
Kriteria eksklusi
Perdarahan karena trauma pada perut atau karena
tindakan fisik yang lain yang tidak berhubungan
dengan proses persalinan
Numerator
Jumlah ibu melahirkan yang meninggal karena
perdarahan per bulan
Denominator
Jumlah ibu melahirkan dengan perdarahan pada bulan
tersebut
Standar
0,5 %

3. Kejadian Kematian Ibu Melahirkan Karena Sepsis


Ruang lingkup
Kejadian Kematian Ibu Melahirkan Karena Sepsis
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan dan kompetensi


Mengetahui mutu pelayanan persalinan rumah sakit.

Definisi operasional

Angka yang menunjukkan banyaknya ibu melahirkan


aterm yang meninggal karena sepsis

Kriteria inklusi

Sepsis ditentukan oleh dokter yang merawat. Gejala


yang timbul : panas, hiperventilasi, alkalosis
respiratoris, perubahan status mental, hipotensi, shock
setelah melahirkan
Pasien masuk rumah sakit dengan sepsis
Jumlah Ibu melahirkan yang meninggal karena sepsis
per bulan
Jumlah Ibu melahirkan dengan sepsis pada bulan
tersebut.
0,2 %

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

4. Kemampuan Menangani BBLR 1500 2500 Gr


Ruang lingkup
Kemampuan Menangani BBLR 1500 2500 Gr
Dimensi mutu
Efektifitas dan keselamatan
Tujuan
Tergambarnya kemampuan rumah sakit dalam
menangani BBLR
Definisi operasional

BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan


1500 2500 gr

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi

Berat badan bayi 2000 gram dengan usia kehamilan


32 Minggu
-

Numerator
Denominator
Standar

Jumlah BBLR 1500 2500 gr yang berhasil ditangani


Jumlah seluruh BBLR 1500 2500 gr yang ditangani
100 %

5.

Pertolongan Persalinan Melalui Sectio Caesaria

Ruang lingkup

Pertolongan Persalinan Melalui Sectio Caesaria

Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas, keselamatan dan efisiensi


Tergambarnya pertolongan persalinan di rumah sakit
yang sesuai dengan indikasi dan efisiensi

Definisi operasional

Sectio caesaria adalah tindakan persalinan melalui


pembedahan abdominal baik elektif maupun
emergensi
Sectio caesaria yang dilakukan dengan indikasi
maupun atas permintaan pasien sendiri
-

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah persalinan dengan sectio caesaria dalam satu


bulan
Jumlah seluruh persalinan dalam satu bulan
15 %

6. Perpanjangan Masa Rawat Inap Ibu Melahirkan


Ruang lingkup
Perpanjangan Masa Rawat Inap Ibu Melahirkan
Dimensi mutu
Tujuan

Kompetensi
Tergambarnya mutu pertolongan persalinan di rumah
sakit yang sesuai dengan indikasi dan efisiensi

Definisi operasional

Angka yang menunjukkan bertambahnya hari rawat


ibu sehat (tanpa penyakit lain yang menyertai) yang
melahirkan baik secara normal maupun dengan
penyulit (Forceps, Decapitasi, Induksi, Sectio
Caesaria)
Untuk partus normal : tidak lebih dari 2 hari
Untuk partus dengan penyulit : tidak lebih dari 5 hari

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

VI. Pelayanan Intensif

Jumlah ibu sehat yang melahirkan dengan LOS >


standar perbulan
Jumlah ibu yang melahirkan dalam bulan tersebut
2%

1. Rata-Rata Pasien Yang Kembali Ke Perawatan Intensif Dengan Kasus Yang Sama
< 72 Jam
Ruang lingkup
Rata-Rata Pasien Yang Kembali Ke Perawatan
Intensif Dengan Kasus Yang Sama < 72 Jam
Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas
Tergambarnya keberhasilan perawatan intensif

Definisi operasional

Pasien kembali ke perawatan intensif dari ruang rawat


inap dengan kasus yang sama dalam waktu < 72 jam

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi

Numerator
Denominator
Standar

- Pasien kembali ke Instalasi Pelayanan Intensif


atas permintaan sendiri.
- Pasien keluar dari Instalasi Pelayanan Intensif
atas permintaan sendiri
Jumlah pasien yang kembali ke perawatan intensif
dengan kasus yang sama dalam waktu < 72 jam
Jumlah seluruh pasien yang dirawat di ruang intensif
dalam 1 bulan
2%

2. Kejadian Pneumonia Akibat Pemakaian Ventilator (VAP)


Ruang lingkup
Kejadian Pneumonia Akibat Pemakaian Ventilator
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

VII. Radiologi

Keselamatan, kompetensi
Tergambarnya pemakaian ventilator sesuai standar
prosedur sehingga mampu mengurangi risiko
pneumonia.
Ventilator Associated Pneumonia adalah pneumonia
yang terjadi akibat pemasangan ventilator mekanik di
rumah sakit.
Pasien yang telah terpasang Endo Trakeal Tube
sebelum pasien masuk rumah sakit
Jumlah nosokomial pneumonia per bulan
Jumlah pasien yang menggunakan ventilator dalam
bulan tersebut
5%

1. Angka Keterlambatan Penerimaan Hasil Foto Pasien Rawat Jalan Lebih Dari 3
Jam
Ruang lingkup
Keterlambatan Penerimaan Hasil Foto Pasien Rawat
Jalan Lebih Dari 3 Jam
Dimensi mutu
Efektivitas
Tujuan
Tergambarnya mutu pelayanan radiologi untuk pasien
rawat jalan.
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Angka
yang
menunjukkan
keterlambatan
penerimaan hasil foto oleh pasien rawat jalan lebih
dari tiga jam.
Hasil foto diterima 3 jam setelah dilakukan
tindakan Radiografi

Kriteria eksklusi
Numerator

Jumlah pasien rawat jalan yang menerima hasil foto


lebih dari 3 jam per bulan
Denominator
Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang dilakukan
tindakan foto rontgen pada bulan tersebut
Standar
3%
Keterangan: Tidak termasuk foto USG
2. Penolakan Expertise
Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Penolakan Expertise
Kompetensi teknis
Tergambarnya kompetensi ahli radiologi di RSU Sari
Mutiara Medan
Angka yang menunjukkan banyaknya penolakan
expertise oleh dokter pengirim
Semua perbedaan pandangan baik verbal maupun
tertulis mengenai hasil radiologi antara Dokter
Pengirim dengan Radiolog
Jumlah penolakan expertise per bulan
Jumlah seluruh pelayanan di radiologi pada bulan
tersebut
3%

3. Angka Pemeriksaan Ulang Radiologi


Ruang lingkup
Pemeriksaan Ulang Radiologi
Dimensi mutu
Kompetensi, efektivitas
Tujuan
Tergambarnya kompetensi petugas dan efektivitas
pelayanan radiologi
Definisi operasional

Terjadinya
radiologi

Kriteria inklusi

Pemeriksaan radiologi di ulang karena salah posisi,


kesalahan teknik fotografi, kesalahan teknik
pencucian film, tidak sesuai dengan permintaan
Pemeriksaan Ulang karena faktor pasien

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

kesalahan

pelaksanaan

pemeriksaan

Jumlah pemeriksaan ulang radiologi per bulan


Jumlah pasien yang dilakukan pemeriksaan radiologi
pada bulan tersebut
3%

4. Angka Kesalahan Penyerahan Hasil Radiologi


Ruang lingkup
Kesalahan Penyerahan Hasil Radiologi
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Efektivitas dan keselamatan


Tergambarnya kompetensi petugas dan efektivitas
pelayanan radiologi
Kesalahan penyerahan hasil radiologi
Meliputi kesalahan memasukkan hasil pemeriksaan
radiologi ke dalam sampul, kesalahan memberikan
hasil kepada orang lain, kesalahan memberikan hasil
ke unit lain
Jumlah kesalahan penyerahan hasil radiologi per
bulan
Jumlah pemeriksaan radiologi pada bulan tersebut
0%

VIII. Laboratorium Patologi Klinik


1. Kesalahan Penyerahan Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Ruang lingkup
Tidak Adanya Kesalahan Penyerahan Hasil
Pemeriksaan Laboratorium
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
Definisi operasional
Kesalahan penyerahan hasil laboratorium adalah
kesalahan penyerahan hasil laboratorium pada orang
lain.
Kriteria inklusi
Meliputi kesalahan memasukkan hasil pemeriksaan
laboratorium
ke
dalam
sampul,
kesalahan
memberikan hasil kepada orang lain, kesalahan
memberikan hasil ke unit lain
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah pasien yang menerima hasil yang salah


Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium dalam
bulan tersebut
0%

2. Angka Ketidaktepatan Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Ruang lingkup
Ketidaktepatan Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Dimensi mutu
Keselamatan dan efektivitas
Tujuan
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
Definisi operasional
Angka yang menunjukkan ketidaktepatan hasil
laboratorium berdasarkan jenis pemeriksaan
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Hasil laboratorium tidak sesuai dengan klinis dan


setelah konfirmasi ulang di laboratorium yang sama
didapatkan perbedaan hasil yang bermakna
Hasil pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan
pada hari yang sama
Jumlah ketidaktepatan hasil laboratorium berdasarkan
jenis pemeriksaan per bulan
Jumlah jenis pemeriksaan laboratorium dalam bulan
tersebut
0%

3. Kerusakan Sample Darah


Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi

Numerator
Denominator
Standar

Kerusakan Sample Darah


Efektivitas
Tergambarnya efektivitas pelayanan laboratorium
Terjadinya lisis atau pembekuan darah yang tidak
sesuai dengan syarat sample darah yang baik
Semua darah yang lisis atau beku
Sample pasien dengan kelainan darah yang
menyebabkan lisinya eritrosit, contoh : AIHA (Auto
Imune Hemolitic Anemia ), PMN (Paroximal
Nocturnal
Hematuria),
DIC,
(Disseminated
Intravascular Coagulation), perdarahan dengan obat
anti koagulan, misalnya heparin post dialisa
Jumlah kerusakan sample darah pada bulan tersebut
Jumlah sample darah pada bulan tersebut
3%

IX. Rehabilitasi Medis


1. Keterlambatan Jawaban Konsul Rehabilitasi Medis Pada Pasien Rawat Inap
Ruang lingkup
Keterlambatan Jawaban Konsul Rehabilitasi Medis
Pada Pasien Rawat Inap
Dimensi mutu
Efektivitas
Tujuan
Tergambarnya efektivitas pelayanan rehabilitasi medis
pada pasien rawat inap.
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Angka yang menunjukkan keterlambatan jawaban


konsul Rehabilitasi Medis pada pasien rawat inap
12 jam
Keterlambatan
jawaban
konsul
oleh Dokter
Spesialis Rehabiliasi Medis

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah keterlambatan jawaban konsul oleh


rehabilitasi medis pada pasien rawat inap per bulan
12 jam
Jumlah pasien yang dikonsulkan ke rehabilitasi medis
pada bulan tersebut
2%

2. Kejadian Drop Out Pasien Terhadap Pelayanan Rehabilitasi Yang Direncanakan


Ruang lingkup
Kejadian Drop Out Pasien Terhadap Pelayanan
Rehabilitasi Yang Direncanakan
Dimensi mutu
Kesinambungan pelayanan dan efektifitas
Tujuan
Tergambarnya kesinambungan pelayanan rehabilitasi
sesuai yang direncanakan.
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Drop out pasien terhadap pelayanan rehabilitasi yang


direncanakan
adalah
pasien
tidak
bersedia
meneruskan program rehabilitasi yang direncanakan
Keterlambatan
jawaban
konsul
oleh Dokter
Spesialis Rehabiliasi Medis
Jumlah seluruh pasien yang drop out dalam 1 bulan
Jumlah seluruh pasien yang diprogram rehabilitasi
medis dalam bulan tersebut
3%

3. Kesalahan Tindakan Rehabilitasi Medis


Ruang lingkup
Tidak Adanya Kejadian Kesalahan Tindakan
Rehabilitasi Medis
Dimensi mutu
Keselamatan dan kenyamanan
Tujuan
Tergambarnya kejadian kesalahan klinis dalam
rehabilitasi medis
Definisi operasional
Kesalahan tindakan rehabilitasi medis adalah
memberikan atau tidak memberikan tindakan
rehabilitasi medis yang diperlukan yang tidak sesuai
dengan rencana asuhan dan/atau tidak sesuai dengan
pedoman standar pelayanan rehabilitasi medis
Kriteria inklusi
Kesalahan tindakan oleh dokter spesialis rehabilitasi
medis dan petugas rehabilitasi medis
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah pasien yang mengalami kesalahan tindakan


rehabilitasi medis dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang diprogram rehabilitasi
medis dalam bulan tersebut
0%

X.

Farmasi
1. Keterlambatan Waktu Penerimaan Obat Non Racikan
Ruang lingkup
Keterlambatan Waktu Penerimaan Obat Non Racikan
Dimensi mutu
Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi operasional
Angka Keterlambatan Waktu penerimaan obat non
racikan pada pasien rawat jalan 20 menit setelah
diterimanya resep oleh petugas Instalasi Farmasi
Kriteria inklusi
Semua pasien rawat jalan yang menyerahkan resep
obat non racikan kepada petugas Farmasi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah pasien rawat jalan yang menerima obat non


racikan 20 menit per bulan
Jumlah pasien rawat jalan yang menerima obat non
racikan dalam bulan tersebut
3%

2. Keterlambatan Waktu Penerimaan Obat Racikan


Ruang lingkup
Keterlambatan Waktu Penerimaan Obat Racikan
Dimensi mutu
Tujuan

Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi


Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi

Definisi operasional

Angka Keterlambatan Waktu penerimaan obat non


racikan pada pasien rawat jalan 60 menit setelah
diterimanya resep oleh petugas Instalasi Farmasi
Semua pasien rawat jalan yang menyerahkan resep
obat racikan kepada petugas Farmasi

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah pasien rawat jalan yang menerima obat


racikan 60 menit per bulan
Jumlah pasien rawat jalan yang menerima obat
racikan dalam bulan tersebut
3%

3. Angka Kesalahan Penyerahan / Pemberian Perbekalan Farmasi

Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Angka Kesalahan / Pemberian Perbekalan Farmasi


Keselamatan dan kenyamanan
Tergambarnya kejadian kesalahan dalam pemberian
obat
Kesalahan penyerahan perbekalan farmasi (obat,
alat kesehatan, dsb.)
Kesalahan penyerahan
- Jenis obat,
- Dosis
- Tujuan/tempat
- Jumlah

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah kesalahan penyerahan perbekalan per bulan


Jumlah permintaan perbekalan dalam bentuk resep
dan formulir permintaan pada bulan tersebut
0%

XI. Gizi
1. Konsumsi Makan Siang Pasien Non Diit
Ruang lingkup
Konsumsi Makan Siang Pasien Non Diit
Dimensi mutu
Tujuan

Efektivitas
Tergambarnya mutu dan efektivitas pelayanan gizi

Definisi operasional

Jumlah pasien non diit yang menyisakan makan


siangnya setengah porsi

Kriteria inklusi

Pasien menolak makan siang karena tidak


menyukai makanannya, makan tidak habis apapun
alasannya
Pasien tidak makan siang karena indikasi medis
Jumlah pasien non diit yang menyisakan makan
siangnya setengah porsi
Jumlah pasien non diit rawat inap yang bisa makan
siang dalam bulan tersebut
3%

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

2. Ketidaksesuaian Makan Siang Pasien Diit

Ruang lingkup

Ketidaksesuaian Makan Siang Pasien Diit

Dimensi mutu
Tujuan

Tergambarnya mutu dan efektivitas pelayanan gizi

Definisi operasional

Kesesuaian jenis diit antara yang diminta oleh dokter


dengan yang disajikan pada saat makan siang

Kriteria inklusi

Petugas diit menyajikan makanan yang tidak sesuai


dengan jenis diet yang diminta pada saat makan siang
Diet bebas

Kriteria eksklusi
Numerator

Jumlah kejadian ketidaksesuaian jenis diit pada saat


makan siang per bulan
Denominator
Jumlah pasien diit pada saat makan siang dalam bulan
tersebut
Standar
0%
Keterangan: Kesesuaian diit meliputi:Jumlah kalori, Jenis makanan, Volume diit
cair
XII.

Rekam Medis

1. Penyerahan Berkas Rekam Medis Yang Lengkap < 24 Jam


Ruang lingkup
Kelengkapan Pengisian Rekam Medis 24 Jam Setelah
Selesai Pelayanan
Dimensi mutu
Kesinambungan pelayanan dan keselamatan
Tujuan
Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam
kelengkapan informasi rekam medis
Definisi operasional

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Rekam medis yang lengkap adalah, rekam medis yang


telah diisi lengkap dalam waktu 24 jam setelah
selesai pelayanan rawat jalan atau setelah pasien
rawat inap diputuskan untuk pulang, yang meliputi
identitas pasien, anamnesis, rencana asuhan,
pelaksanaan asuhan, tindak lanjut, dan resume.
Jumlah rekam medis yang tidak lengkap dalam satu
bulan
Jumlah seluruh rekam medis dalam satu bulan
0%

2. Ketidak Lengkapan Informed Consent Setelah Mendapatkan Informasi Yang Jelas

Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan

Definisi operasional

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Kelengkapan Informed Concent Setelah Mendapatkan


Informasi Yang Jelas
Keselamatan
Tergambarnya tanggung jawab dokter untuk
memberikan informasi kepada pasien/ keluarga pasien
atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang
akan dilakukan terhadap pasien tersebut
Informed Concent adalah persetujuan yang diberikan
pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan
mengenai tindakan medis yang akan dilakukan
terhadap pasien tersebut
Informed consent yang tidak lengkap dalam satu
bulan
Jumlah pasien yang mendapat tindakan medis dalam
bulan tersebut
0%

3. Angka Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis


Ruang lingkup
Angka Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional

Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Kesinambungan pelayanan dan keselamatan


Tergambarnya mutu administrasi dokter dan perawat
yang merawat pasien pada periode tertentu dalam
mengisi catatan medis
Ketidaklengkapan pengisian catatan medis yang berisi
seluruh informasi tentang pasien sesuai dengan
formulir yang disediakan, khususnya resume medis
dan resume keperawatan termasuk seluruh hasil
pemeriksaan penunjang dalam waktu 14 hari setelah
pasien keluar dari RS
Identitas pasien, data perjalanan penyakit (anamnesa,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis,
terapi, tindakan yang dilengkapi dengan informed
consent, laporan), tanda tangan dokter atau perawat,
nama dokter atau perawat, resume medis dan
keperawatan
Kelengkapan adminstrasi dan keuangan, informed
consent terhadap tindakan operasi dan anaesthesi
Jumlah catatan rekam medis yang belum lengkap
dan benar dalam 14 hari per bulan
Jumlah catatan rekam medis pada bulan tersebut
1%

XIII.

Pengolahan limbah

1. Keberhasilan Pengolahan
Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Limbah Cair
Baku Mutu Limbah Cair
Keselamatan
Tergambarnya kepedulian rumah sakit terhadap
keamanan limbah cair rumah sakit
Baku mutu adalah standar minimal pada limbah cair
yang dianggap aman bagi keselamatan, yang
merupakan ambang batas yang ditolerir dan diukur
dengan indikator :
- BOD (Biological Oxygen Demand) : 30 mg/liter
- COD (Chemical Oxygen Demand) : 80 mg/liter
- TSS (Total Suspend Solid) 30 mg/liter
- PH : 6 - 9
Hasil laboratorium pemeriksaan limbah cair rumah
sakit yang sesuai dengan baku mutu
Jumlah seluruh pemeriksaan limbah cair
100 %

2. Keberhasilan Pengolahan Limbah Padat Berbahaya


Ruang lingkup
Pengolahan Limbah Padat Berbahaya Sesuai Dengan
Aturan
Dimensi mutu
Keselamatan
Tujuan
Tergambarnya mutu penanganan limbah padat
infeksius di rumah sakit
Definisi operasional
Limbah padat berbahaya adalah sampah padat akibat
proses pelayanan yang mengandung bahan-bahan
yang tercemar jasad renik yang dapat menularkan
penyakit
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Jumlah limbah padat yang dikelola sesuai dengan
Standar Prosedur Operasional
Denominator
Jumlah total proses pengolahan limbah padat dalam
bulan tersebut.
Standar
100 %

XIV. Administrasi dan Manajemen

1. Karyawan Yang Mendapat Pelatihan Minimal 20 Jam Pertahun


Ruang lingkup
Karyawan Yang Mendapat Pelatihan Minimal 20 Jam
Pertahun
Dimensi mutu
Kompetensi tehnis
Tujuan
Tergambarnya kepedulian rumah sakit terhadap
kualitas sumber daya manusia
Definisi operasional
Pelatihan adalah semua kegiatan peningkatan
kompetensi karyawan yang dilakukan baik di rumah
sakit ataupun di luar rumah sakit yang bukan
merupakan pendidikan formal. Minimal per karyawan
20 jam per tahun
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah karyawan yang mendapat pelatihan minimal


20 jam per tahun
Jumlah seluruh karyawan rumah sakit
90 %

2. Keterlambatan Pelayanan Administrasi Keuangan


Ruang lingkup
Kecepatan Pelayanan Administrasi Keuangan
Dimensi mutu
Efektifitas, kenyamanan
Tujuan
Tergambarnya kecepatan pelayanan administrasi
keuangan pasien rawat inap
Definisi operasional
Informasi tagihan pasien rawat inap meliputi semua
tagihan pelayanan yang telah diberikan.
Kecepatan pelayanan administrasi keuangan adalah
waktu mulai pasien menyerahkan kitir tagihan
administrasi keuangan sampai dengan mendapatkan
bon pembayaran ke kasir.
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Jumlah Keterlambatan pelayanan administrasi
keuangan Rumah Sakit lebih dari 20 menit per bulan
Denominator
Jumlah pelayanan administrasi keuangan Rumah
Sakit dalam bulan tersebut
Standar
3%

3. Angka Ketidaktepatan Pelayanan Administrasi

Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Kecepatan Waktu Menanggapi Kerusakan Alat


Efektifitas, efisiensi, kesinambungan pelayanan
Tergambarnya ketepatan pelayanan administrasi
keuangan pasien rawat inap
Angka
yang
menunjukkan
ketidaktepatan
pelayanan Administrasi Keuangan rumah sakit
Semua laporan dari unit yang terkait dengan pasien
rawat inap sudah dilaporkan
Laporan dari unit terkait belum lengkap; pasien
tanggungan
Jumlah ketidaktepatan pelayanan administrasi
keuangan Rumah Sakit per bulan
Jumlah pelayanan administrasi keuangan rs pada
bulan tersebut
0%

XV. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit


1. Keterlambatan Waktu Menangani Kerusakan Alat
Ruang lingkup
Kecepatan Waktu Menanggapi Kerusakan Alat
Dimensi mutu
Efektifitas, efisiensi, kesinambungan pelayanan
Tujuan
Tergambarnya kecepatan dan ketanggapan dalam
menangani kerusakan alat.
Definisi operasional
Keterlambatan waktu menangani kerusakan alat
adalah waktu yang dibutuhkan mulai laporan alat
rusak diterima (lisan maupun tertulis) sampai dengan
petugas melakukan pemeriksaan terhadap alat yang
rusak untuk tindak lanjut perbaikan lebih dari 15
menit.
Kriteria inklusi
Semua laporan dari unit yang terkait dengan pasien
rawat inap sudah dilaporkan
Kriteria eksklusi
Laporan dari unit terkait belum lengkap; pasien
tanggungan
Numerator
Jumlah keterlambatan waktu menangani kerusakan
alat dalam satu bulan
Denominator
Jumlah seluruh laporan kerusakan alat dalam bulan
tersebut
Standar
5%

XVI. Pelayanan Linen

1. Kejadian Linen Yang Hilang


Ruang lingkup
Kejadian Linen Yang Hilang
Dimensi mutu
Efisiensi dan efektifitas
Tujuan
Tergambarnya pengendalian dan mutu pelayanan
laundry
Definisi operasional
Kejadian linen yang hilang di masing-masing unit
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Jumlah linen yang hilang dalam satu bulan
Denominator
Jumlah seluruh linen dalam bulan tersebut
Standar
0%
2. Ketersediaan APD
Ruang lingkup
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional

Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

XVII.

Tersedianya APD ( Alat Pelindung Diri )


Mutu pelayanan, keamanan pasien, petugas dan
pengunjung
Tersedianya APD di setiap instalasi Rumah Sakit
Alat terstandar yang berguna untuk melindungi tubuh,
tenaga kesehatan, pasien atau pengunjung dari
penularan penyakit di Rumah Sakit seperti masker,
sarung tangan karet, penutup kepala, sepatu boots dan
gaun
Jumlah APD di masing-masing unit
Jumlah APD di seluruh Rumah Sakit
100 %

Sasaran Keselamatan Pasien

1. Sasaran I: Ketidaktepatan Identifikasi Pasien Rawat Inap


Ruang lingkup
Ketidaktepatan identifikasi pasien yang dirawat RS
Dimensi mutu
Tujuan

Keselamatan pasien
Tercapainya Keselamatan Pasien rawat inap

Definisi operasional

Ketidaktepatan identifikasi pasien adalah kesalahan


penentuan identitas pasien sejak awal pasien masuk
sampai dengan pasien keluar terhadap semua
pelayanan yang diterima oleh pasien.
- Ketidaktepatan penulisan identitas (nama, tanggal
lahir, alamat, nomor RM).
- Ketidaktepatan pemilihan gelang identitas.
- Ketidaktepatan
prosedur konfirmasi identitas
pasien (antara lain konfirmasi dengan pertanyaan
terbuka)
Jumlah ketidaktepatan identifikasi pasien
Jumlah pasien yang menggunakan gelang identitas
0%

Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

2. Sasaran II: Ketidaktepatan Identifikasi Pasien Rawat Jalan


Ruang lingkup
Ketidaktepatan identifikasi pasien rawat jalan di
Rumah Sakit
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tercapainya Keselamatan Pasien Rawat Jalan
Definisi operasional
Ketidaktepatan identifikasi pasien adalah penentuan
identitas pasien rawat jalan dengan tepat sejak awal
pasien datang sampai dengan pasien pulang terhadap
semua pelayanan yang diterima oleh pasien.
Kriteria inklusi
- Ketidaktepatan
penulisan identitas (nama,
tanggal lahir, alamat, nomor RM) pada berkas
Rekam Medis.
- Ketidaktepatan prosedur pemanggilan pasien
(pemanggilan dengan dua nama).
- Ketidaktepatan prosedur konfirmasi identitas
pasien (konfirmasi dengan pertanyaan terbuka)
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Jumlah ketidaktepatan identifikasi pasien


Jumlah pasien rawat jalan pada bulan tersebut
0%

3. Sasaran III: Komunikasi Yang Kurang Efektif


Ruang lingkup
Komunikasi lisan /melalui telepon yang kurang
efektif antar pemberi pelayanan tentang pelaporan
kembali hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tercapainya Keselamatan Pasien melalui komunikasi
lisan yang efektif
Definisi operasional
Komunikasi yang kurang efektif adalah komunikasi
lisan yang tidak menggunakan prosedur: Write back,
Read back dan Repeat Back (reconfirm)
Kriteria inklusi
- Kesalahan Prosedur komunikasi lisan/via telepon:
Write back, Read back dan Repeat Back
(reconfirm)
- Pelaporan secara lisan yang tidak menggunakan
prosedur SBAR
- Prosedur spelling /ejaan tidak digunakan untuk
obat yang bersifat LASA/NORUM
Kriteria eksklusi
Komunikasi non lisan / tertulis
Numerator
Jumlah ketidaktepatan komunikasi lisan / via telepon
Denominator
Standar
0%
(SBAR: Situation, Background, Assessment, Recommendation)

4. Sasaran IV: Keamanan Obat Yang Kurang Diwaspadai


Ruang lingkup
Kurangnya keamanan pengelolaan obat-obatan yang
bersifat NORUM/LASA dan elektrolit konsentrat
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tercapainya keselamatan pasien melalui peningkatan
keamanan obat
Definisi operasional
Obat yang perlu diwaspadai adalah obat yang sering
menyebabkan KTD atau kejadian sentinel
Kriteria inklusi
- Penyimpanan
obat
NORUM/LASA dan
elektrolit konsentrat
tidak sesuai prosedur
(penyimpanan terpisah, elektrolit konsentrat
diberi stiker orange, obat NORUM/LASA diberi
stiker hijau)
- Pemberian obat NORUM/LASA dan elektrolit
konsentrat tidak menggunakan prosedur 6 B
- Tidak ada daftar obat NORUM/LASA dan
elektrolit konsentrat di masing-masing unit.
- Prosedur ejaan tidak digunakan untuk obat yang
bersifat LASA / NORUM
Kriteria eksklusi
Obat-obatan yang tidak tergolong elektrolit konsentrat
dan NORUM/LASA
Numerator
Angka kejadian kesalahan yang terkait dengan obat
yang perlu diwaspadai (high alert medications)
Denominator
Standar
0

5. Sasaran V: Kejadian Tidak Tepat Lokasi, Prosedur dan Pasien Operasi


Ruang lingkup
Kejadian tidak tepat lokasi, tidak tepat prosedur
operasi dan tidak tepat pasien pada tindakan operasi
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tercapainya keselamatan pasien melalui prosedur
tepat lokasi, prosedur dan pasien operasi.
Definisi operasional
Kesalahan lokasi, kesalahan prosedur operasi dan
kesalahan pasien pada tindakan operasi.
Kriteria inklusi
- Tidak dilakukan penandaan lokasi operasi atau
kesalahan penandaan lokasi operasi
- Tidak dilakukannya checklist keselamatan bedah
pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
- Tidak dilakukan TIME OUT pada pasien operasi
sebelum dilakukan incisi
- Kesalahan pasien pada tindakan operasi
Kriteria eksklusi
Pasien yang tidak dilakukan tindakan operasi
Numerator
Angka kejadian kesalahan yang terkait dengan lokasi,
prosedur dan pasien operasi pada bulan tersebut.
Denominator
Jumlah pasien operasi pada bulan tersebut.
Standar
0%
6. Ketidakpatuhan cuci tangan.
Ruang lingkup
Ketidakpatuhan cuci tangan oleh petugas kesehatan.
Dimensi mutu
Tujuan
Definisi operasional
Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Keselamatan pasien
Tercapainya Keselamatan Pasien melalui kegiatan
mencucitangan.
Ketidakpatuhan
mencuci
tangan
meliputi
ketidakpatuhan waktu atau 5 moment cuci tangan dan
ketidakpatuhan 6 langkah cuci tangan
- Tidak melakukan cuci tangan pada 5
moment cuci tangan
- Tidak melakukan cuci tangan sesuai 6
langkah cuci tangan
Angka kejadian ketidakpatuhan cuci tangan oleh
petugas kesehatan
0

7. Sasaran VII: Angka Kejadian Pasien Jatuh


Ruang lingkup
Terjadinya pasien jatuh di lingkungan rumah sakit
Dimensi mutu
Keselamatan pasien
Tujuan
Tercapainya keselamatan pasien melalui pengurangan
risiko jatuh.
Definisi operasional
Pasien jatuh di lingkungan rumah sakit oleh sebab apa
pun.
Kriteria inklusi
Kriteria eksklusi
Numerator
Denominator
Standar

Tidak melakukan pengkajian Skala Morse Fall Risk


pada pasien Rawat Inap
Angka kejadian pasien jatuh
0