Anda di halaman 1dari 22

PENGANTAR BISNIS

AKUNTANSI,
LAPORAN KEUANGAN
DAN ANALIS RASIO
MESSA NASTI PUTRI
15133044
2015

PENGERTIAN AKUNTANSI

Menurut (Amin,W. 1997) Akuntansi merupakan suatu aktivitas jasa


(mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan
mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang
menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan
yang digunakan dalam pengambilan keputusan .
Lain halnya dengan pengertian akuntansi menurut Abubakar. A &
Wibowo (2004) menurutnya Akuntansi adalah proses identifikasi,
pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu
entitas/perusahaan.
Pengertian akuntansi secara luas,Akuntansiadalah pengukuran,
penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang
akan membantu manajer, investor, otoritas pajakdan pembuat
keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di
dalamperusahaan,organisasi, dan lembaga pemerintah. Dan
Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga
dikenal sebagai Accounting

FUNGSI AKUNTANSI

Untuk mengetahui informasi keuangan yang ada di


perusahaan tersebut
Di dalam laporan akuntansi perusahan dapat mengetahui
perubahan yang terjadi megalami kenaikan/penurunan
Akuntansi sangat identik dengan penghitungan atau
keluar masuknya uang di suatu perusahaan,jadi seorang
akuntan harus bisa memperhitungkan biaya-biaya yang
akan dikeluarkan perusahaan untuk mengembangkan
usahanya.
Laporan akuntansi juga berfungsi untuk seorang
manager dalam mengambil keputusan apa yang akan
dilakukan untuk kedepannya agar perusahaan tersebut
terus mendapatkan untung yang besar.

PRINSIP AKUNTANSI

1. Prinsip Harga Perolehan


Prinsip harga perolehan merupakan prinsip akuntansi yang menekankan pada aspek utang,
aktiva, modal, dan penghasilan serta biaya dibukukan sebagai harga perolehan yang disepakati
oleh pihak pihak yang bertransaksi.
2. Prinsip Realisasi Penghasilan
Prinsip akuntansi realisasi penghasilan merupakan prinsip yang mempelajari pengukuran,
pengertian, dan pengakuan terhadap penghasilan. Penghasilan dalam akuntansi adalah
penurunan hutang dan kenaikan pendapatan dari penjualan atau jasa selama periode
tertentu. Metode yang digunakan berkaitan dengan pengakuan penghasilan. Pertama, pada
saat penjualan barang dan jasa. Kedua, sebelum penjualan (sudah ada kontrak/perjanjian
tertentu dengan pihak lain yang sudah ada kepastian mengenai jumlah dan harganya). Ketiga,
pengakuan penghasilan pada saat penerimaan kas (untuk transaksi yang beresiko terjadinya
piutang yang tidak tertagih).
3. Prinsip Objektif
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan harus berdasarkan
pada data akuntansi yang didukung oleh bukti transaksi yang bersifat real dan objektif.
4. Prinsip Pengungkapan Penuh (Disclosure)
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang disusun hendaknya dapat
menghasilkan dan memberikan semua informasi, baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan bagi pihak pihak yang
berkepentingan.
5. Prinsip Konsistensi
Prinsip ini menghendaki laporan keuangan harus mempunyai daya banding. Daya banding akan
ditentukan oleh konsistensi penggunaan teori, metode, dasar, pedoman, dan praktik akuntansi
yang sama dengan yang diterapkan tahun sebelumnya.

LAPORAN KEUANGAN

Berperan penting bagi pihak Ekstern karena dapat digunakan sebagai bukti
keuangan

suatu perusahaan atau anggaran perusahaan untuk menjalin kerjasama yang


baik. contoh dari pihak eksternal adalah investor,pemerintah,pemegang
saham,kreditur,dan pihak-pihak yang lainnya.

Laporan keuanganadalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan


pada suatu periode akuntansiyang dapat digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari
prosespelaporan keuangan. Laporan keungan yang lengkap meliputi:
Neraca
Laporan

laba rugi
Laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupalaporan arus kas
ataulaporan arus dana
Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral
dari laporan keuangan

PIHAK-PIHAK YANG MEMERLUKAN INFORMASI


AKUNTANSI

Akuntansi djadikan sebagai acuan bagi pihak pihak yang berkepentingan atas informasi
tersebut.Adapun para pemakai informasi akuntansi dibagi dua yaitu:
1)Pihak Internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah
pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk
mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat
posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk
kantor cabang baru atau tidak.
2)Pihak Eksternal
a. Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan
menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan
keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan
begitu juga sebaliknya.
b. Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan
informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau
kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan
dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.

c. Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada
pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan
keuangan perusahaan.
d. Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar
perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti
meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok.
Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi
keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk
merugi.
e. Pihak Lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan
yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi
suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan
publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya

KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN


KEUANGAN
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi
dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat
karakteristik kualitatif pokok yaitu:
1. Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami
peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para
pengguna;
2. Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya
dapat mempengaruhi keputusan pengguna;
3. Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang
menyesatkan dan kesalahan material;
4. Dapat diperbandingkan
Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat
diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

BENTUK NERACA

1. Neraca Bentuk Staffel


Neraca Bentuk staffel adalah bentuk neraca
yang disusun dengan menyusun kebawah dan
melektakkan saldo pada bagian samping
dengan kolom debet kredit. Tabel neraca ini
mirip dengan Model Jurnal Umum.
2. Neraca Bentuk Scontro
Neraca Bentuk Scontro adalah neraca yang
memisahkan antara Aktiva dan Pasiva pada
posisi kanan dan kiri atau saling sebelah
menyeblah.

LAPORAN
LABA RUGI
(Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah
bagian darilaporan keuangansuatu perusahaan yang dihasilkan pada
suatuperiode akuntansiyang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan
beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
Pendapatan dari penjualan
Dikurangi Beban pokok penjualan
Laba/rugi kotor
Dikurangi Beban usaha
Laba/rugi usaha
Ditambah

Laba/rugi sebelum pajak


Dikurangi

atau dikurangi Penghaslan/beban lain


Beban pajak

Laba/rugi bersih

BENTUK LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba-rugi adalah laporan yang menyajikan


pendapatan dan beban untuk satu periode tertentu.
Setiap perusahaan wajib menyusun laporan labarugi. Karena laporan laba-rugi berguna antara lain
untuk:
1.Menetapkan besarnya pajak penghasilan.
2.Menilai keberhasilan perusahaan dengan
memperhitungkan tingkat profitabilitas
(keuntungan).
3.Menilai laba perusahaan dengan membandingkan
dengan laba dalam laporan tahun yang lalu.
4.Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat
besarnya biaya/beban dan jenis komposisinya.

SUSUNAN LAPORAN LABA-RUGI

dapat dibuat dengan dua bentuk:


a.Single StepDalam bentuk single step semua jenis
pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar
usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan
dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah
semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan
jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa)
rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
b.Multi StepPenyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini
disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan
dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar
usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan
beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di
perusahaan dagang atau perusahaan industri.

A.TUJUAN UMUM
Tujuan laporan keuangan secara umum adl sebagai berikut:
Informasi yg dapat dipercaya mengenai perubahan sumber
ekonomi netto suatu perusahaan yg timbul dari kegiatan
dalam rangka mendapatkan laba.
Memberikan informasi yg dapat dipercaya mengenai
Aktiva, Kewajiban & Modal.
Membantu para pemakai dalam memperkirakan potensi
perusahaan dalam menghasilkan laba.
Memberi informasi penting lainnya mengenai perubahan
sumber-sumber ekonomi & kewajiban seperti informasi
mengenai aktivitas belanja.
Mengungkapkan informasi lain yg berhubungan dengan
laporan keuangan yg relevan untuk kebutuhan pemakai
laporan keuangan.

TUJUAN KULITATIF

1. Relevan
Biasanya relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud
penggunaannya karena jika informasi tersebut tidak relevan maka
informasi tersebut tidak ada gunanya bagi pemakai informasi tersebut.
Terkadang suatu informasi mempunyai tingkat relevansi yg tinggi untuk
satu pengguna tetapi belum tentu untuk pengguna yg lainnya.
2. Dapat Dimengerti
Informasi harus dapat dimengerti yg disesuaikan dengan batas
pengertian para pemakainya, sehingga pemakai diharapkan mempunyai
kemampuan mengenai aktivitas perusahaan, proses akuntansi & laporan
keuangan.
3. Daya Uji
Untuk dapat meningkatkan manfaatnya maka harus dapat diuji
kebenarannya oleh pengukur yg independendengan menggunakan
metode pengukuran yg sama, namun ini bersifat subyektif.
4. Netral
Informasi harus untuk kepeentingan umum pemakai tidak boleh
tergantung pada kebutuhan atau keinginan pihak tertentu.

5. Tepat Waktu
Hal ini dimaksudkan supaya dapat digunakan secepat
mungkin & menghindari tertundanya suatu keputusan hanya
karena tidak tepat waktu.
6. Daya Saing
Laporan akan lebih berguna jika laporan tersebut disajikan
secara komparatif, misalnya dikomparatifkan dengan tahun
sebelumnya atau misalnya dikomparatifkan dengan laporan
keuangan dengan perusahaan yg sejenis pada tahun yg sama.
7. Lengkap
Maksudnya bahwa tidak hanya menghendaki pengungkapan
faktakeuangan yg penting saja melainkan juga menghendaki
penyajian fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak
menyesatkan bagi para pemakainya

ANALISIS RASIO FINANSIAL


Penggunaan analisis rasio untuk melakukan interpretasi dan menganalisis laporan
keuangan akan menggunakan ukuran tertentu yg disebut rasio. Rasio merupakan
bentuk rumusan matematis yg menunjukkan hubungan di antara angka tertentu
yg dpt digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansiil.
Analisis Ratio Keuangan pada dasarnya terdiri atas 2 macam perbandiangan
yakni:
1. Dengan cara membandingkan rasio waktu tertentu dg rasio dr waktu
sebelumnya
dari perusahaan yg sama. Cara ini akan memberikan informasi perubahan rasio dr
waktu ke waktu sehingga bisa diketahui perkembangannya dan dapat untuk
proyeksi pada masa yad.
2. Dengan cara membandingkan rasio keuangan dari satu perusahaan tertentu dg
rasio keuangan yg sama dr perusahaan lain yg sejenis atau industri (rasio
industri)
dalam waktu yg sama.

ANALISIS RATIO
1.Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera
dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangan pada saat ditagih
a.Current Ratio ( Rasio Lancar)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya
dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki, Current
Ratio dapat dihitung dengan rumus :
Current Ratio =Aktiva Lancar
hutang lancar
Current ratio tahun 2010 =
14.873.999= 1,193 atau 1,193 %
12.460.512

b. Quick Ratio ( Rasio Cepat )


Merupakan rasio yang digunaka
untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka pendeknya
dengan menggunakan aktiva
yang lebih likuid . Quick Ratio
dapat dihitung dengan rumus
yaitu :
Quick Ratio =
Aktiva Lancar Persediaan
Hutang Lancar
Quick Ratio tahun 2010 =
14.873.999 Rp.5.035.658=
0,789 atau 0,789 %
12.460.512

c. Cash Ratio ( Rasio Lambat)


Merupakan Rasio yang
digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban
jangka pendek dengan kas
yang tersedia dan yang
disimpan diBank. Cash Ratio
dapat dihitung dengan Rumus
yaitu :
Cash Ratio = Cash + Efek
Hutang Lancar
Cash ratio tahun 2010=
14.873.999= 3.202 atau 3,202
%
4.643.808

2. RATIO SOLVABILITAS
RASIO INI DISEBUT JUGA RATIO LEVERAGE YAITU MENGUKUR
PERBANDINGAN DANA YANG DISEDIAKAN OLEH PEMILIKNYA DENGAN
DANA YANG DIPINJAM DARI KREDITUR PERUSAHAAN TERSEBUT.
TINGKAT SOLVABILITAS DIUKUR DENGAN BEBERAPA RASIO, YAITU :

a.Total Debt to Equity Ratio


Merupakan Perbandingan antara
hutang hutang dan ekuitas
dalam pendanaan perusahaan
dan menunjukkan kemampuan
modal sendiri, perusahaan untuk
memenuhi seluruh kewajibanya.
Rasio ini dapat dihitung denga
rumus yaitu :
Total Debt to Equity Ratio =
Total Hutang
Ekuitas Pemegang Saham
Total Debt to Equity ratio 2010 =
25.786.846= 2,400 atau 2,4%
10.743.420

b.Total Debt to Total Asset Ratio


( Rasio Hutang terhadap Total
Aktiva )
Rasio ini merupakan
perbandingan antara hutang
lancar dan hutang jangka
panjang dan jumlah seluruh
aktiva diketahui. Rasio ini
menunjukkan berapa bagian dari
keseluruhan aktiva yang
dibelanjai oleh hutang. Rasio ini
dapat dihitung dengan rumus
yaitu :
Total Debt to Total Asset Ratio
=Total Hutang
Total Aktiva
Total Debt to Asset Ratio 2010=

3.RASIO RENTABILITAS
Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan
mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal
yang menghasilkan laba tersebut. Yang termasuk dalam ratio ini
adalah :
a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan
Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini
menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah
penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Gross Profit Margin =Laba kotor
Penjualan Bersih
GPM tahun 2010=
5.882.213= 0,324 atau 0,324 %
18.122.582

b. Net Profit Margin (Margin


Laba Bersih)
Merupakan rasio yang
digunaka nuntuk mengukur
laba bersih sesudah pajak lalu
dibandingkan dengan volume
penjualan. Rasio ini dapat
dihitung dengan Rumus yaitu :
Net Profit Margin
=Laba Setelah Pajak
Penjualan Bersih
NPM tahun 2010=
1.795.697= 0,099 atau
0,099%
18.122.582

c. Earning Power of Total


Investment
Merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur kemampuan
dari modal yang diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan
netto. . Rasio ini dapat dihitung
dengan rumus yaitu :
Earning Power of Total
investment
=Laba Sebelum Pajak
Total aktiva
EPTI tahun 2010 =
2.511.764= 0,058 atau 0,058%
42.672.894

END
2015