Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MATA KULIAH

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA


PERAN, PRINSIP DAN JENIS BAHAN AJAR BESERTA MATRIKS

YUNI ANGGIYA, S.Pd


15175049
KELAS A
DOSEN PEMBIMBING
PROF. DR. FESTIYED, MS
PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...........................................................................................
A.

PRINSIP BAHAN AJAR........................................................................

B.

PERAN BAHAN AJAR........................................................................................

C.

JENIS BAHAN AJAR..........................................................................................

D. MATRIKS PERBEDAAN PRINSIP, PERAN DAN JENIS BAHAN AJAR


CETAK DAN NON CETAK......................................................................................

BAHAN AJAR CETAK DAN NON CETAK


A. PRINSIP BAHAN AJAR
Bahan ajar atau materi pembelajaran adalah segala hal yang digunakan
oleh para guru atau para siswa untuk memudahkan proses pembelajaran. Bahan
ajar bisa berupa kaset, video, CD-Room, kamus, buku bacaan, buku kerja, atau
fotokopi latihan soal. Bahan juga bisa berupa koran, paket makanan, foto,
perbincangan langsung dengan mendatangkan penutur asli, instruksi-instruksi
yang diberikan oleh guru, tugas tertulis atau kartu atau juga diskusi antar siswa.
(Sudrajat, 2008)
Dalam mengembangkan bahan ajar tentu perlu memperhatikan prinsispprinsip pembelajaran.Gafur (1994) menjelaskan bahwa beberapa prinsip yang
perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran
diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan. Ketiga
penerapan prinsip-prinsip tersebut dipaparkan sebagai berikut:
1. Prinsip relevansi, artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan
atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian SK dan KD. Cara
termudah ialah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar
yang harus dikuasai siswa. Dengan prinsip dasar ini, guru akan mengetahui
apakah materi yang hendak diajarkan tersebut materi fakta, konsep, prinsip,
prosedur, aspek sikap atau aspek psikomotorik sehingga pada gilirannya guru
terhindar dari kesalahan pemilihan jenis materi yang tidak relevan dengan
pencapaian SK dan KD.
Contoh:
KD 1.1 SMP Kelas IX Mengidentifikasi bangun-bangun yang sama dan
sebangun

(kongruen),

maka

pemilihan

materi

pembelajaran

yang

disampaikan seharusnya Syarat dua bangun yang sama dan sebangun


(kongruen), foto dan model berskala, syarat dua bangun yang sebangun, dan
panjang sisi pada dua bangun yang sama dan sebangun (kongruen).
2. Prinsip konsistensi, artinya keajegan. Artinya ada kesesuaian
(jumlah/banyaknya) antara kompetensi dan bahan ajar; jika kompetensi dasar

yang ingin dibelajarkan mencakup keempat keterampilan berbahasa, bahan


yang dipilih/dikembangkan juga mencakup keempat hal itu.
Contoh:
Kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan
yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka
materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian.
3. Prinsip kecukupan, artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai
dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi
tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit
akan kurang membantu mencapai SK dan KD. Sebaliknya, jika terlalu banyak
akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk
mempelajarinya.
Pengembangan bahan

ajar

hendaklah

memperhatikan

prinsip-prinsip

pembelajaran. Diantara prinsip pembelajaran tersebut adalah:


a. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret
untuk memahami yang abstrak.
Siswa akan lebih mudah memahami suatu konsep tertentu apabila
penjelasan dimulai dari yang mudah atau sesuatu yang kongkret, sesuatu
yang nyata ada di lingkungan mereka. Misalnya untuk menjelaskan
konsep pasar, maka mulailah siswa diajak untuk berbicara tentang pasar
yang terdapat di tempat mereka tinggal. Setelah itu, kita bisa membawa
mereka untuk berbicara tentang berbagai jenis pasar lainnya.
b. Pengulangan akan memperkuat pemahaman.
Dalam pembelajaran, pengulangan sangat diperlukan agar siswa lebih
memahami suatu konsep. Walaupun maksudnya sama, sesuatu informasi
yang diulang-ulang, akan lebih berbekas pada ingatan siswa. Umpan
balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa.
c. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman
siswa.
Seringkali kita menganggap enteng dengan memberikan respond yang
sekedarnya atas hasil kerja siswa. Padahal respond yang diberikan oleh
guru terhadap siswa akan menjadi penguatan pada diri siswa. Perkataan
seorang guru seperti ya benar atau ya kamu pintar atau,itu benar,

namun akan lebih baik kalau begini... akan menimbulkan kepercayaan


diri pada siswa bahwa ia telah menjawab atau mengerjakan sesuatu
dengan benar. Sebaliknya, respond negatif akan mematahkan semangat
siswa. Untuk itu, jangan lupa berikan umpan balik yang positif terhadap
hasil kerja siswa.
d. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan. Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan
lebih berhasil dalam belajar. Untuk itu, maka salah satu tugas guru dalam
melaksanakan pembelajaran adalah memberikan dorongan (motivasi)
agar siswa mau belajar. Banyak cara untuk memberikan motivasi, antara
lain dengan memberikan pujian, memberikan harapan, menjelas tujuan
dan manfaat, memberi contoh, ataupun menceritakan sesuatu yang
membuat siswa senang belajar, dan lain-lain.
e. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan
mencapai ketinggian tertentu.
Pembelajaran adalah suatu proses yang bertahap dan berkelanjutan.
Untuk mencapai suatu standard kompetensi yang tinggi, perlu dibuatkan
tujuan-tujuan antara. Ibarat anak tangga, semakin lebar anak tangga
semakin sulit kita melangkah, namun juga anak tangga yang terlalu kecil
terlampau mudah melewatinya. Untuk itu, maka guru perlu menyusun
anak tangga tujuan pembelajaran secara pas, sesuai dengan karakteristik
siswa. Dalam bahan ajar, anak tangga tersebut dirumuskan dalam bentuk
indikator-indikator kompetensi.
f. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus
mencapai tujuan.
Dalam proses pembelajaran, guru ibarat pemandu perjalanan. Dengan
demikian, semua peserta dapat mencapai kota tujuan dengan selamat.
Dalam pembelajaran, setiap anak akan mencapai tujuan tersebut dengan
kecepatannya sendiri, namun mereka semua akan sampai kepada tujuan
meskipun dengan waktu yang berbeda-beda. Inilah sebagian dari prinsip
belajar tuntas (Prisnamasari, 2014)

B. PERAN BAHAN AJAR


Proses pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan aktifitas dalam
upaya pewujudan kompetensi siswa, dibangun oleh berbagai unsur, yaitu unsur
raw input (siswa) yang akan diproses/dibentuk kompetensinya, instrumental
input (terdiri dari tujuan, materi berupa bahan ajar, media dan perangkat evaluasi)
yang berfungsi sebagai perangkat yang akan memproses pembentukan
kompetensi, serta perangkat lingkungan (environmental input), seperti lingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakat, yang turut mempengaruhi keberhasilan
pencapaian kompetensi.
Bahan pembelajaran dalam proses pembelajaran dengan demikian menempati
posisi penting dalam proses pembelajaran, hal tersebut karena bahan ajar
merupakan materi yang akan disampaikan/disajikan. Tanpa bahan ajar mustahil
pembelajaran akan terwujud. Tepat tidaknya, sesuai tidaknya bahan ajar dengan
tujuan dan kompetensi yang diharapkan akan menentukan tercapai tidaknya
tidaknya tujuan kompetensi pembelajaran yang diharapkan.
Berdasarkan uraian tersebut, bahan ajar merupakan inti dari kurikulum yang
berfungsi sebagai alat pencapaian tujuan dalam proses pembelajaran. Secara lebih
rinci, peran bahan ajar bagi guru, siswa dan pihak terkait:
1) Peran bahan pembelajaran bagi guru
a)
Wawasan bagi guru untuk pemahaman substansi secara komprehensif
b)
Sebagai bahan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran
c)
Mempermudah guru dalam mengorganisasikan pembelajaran di kelas
d)
Mempermudah guru dalam penentuan metoda pembelajaran yang tepat
serta sesuai kebutuhan siswa
e)
Merupakan media pembelajaran
f)
Mempermudah guru dalam merencanakan penilaian pembelajaran.
2) Peran bahan pembelajaran bagi siswa
a) Sebagai pegangan siswa dalam penguasaan materi pelajaran untuk
mencapai kompetensi yang dicanangkan.
b) Sebagai informasi atau pemberi wawasan secara mandiri di luar yang
disampaikan oleh guru di kelas.
c) Sebagai media yang dapat memberikan kesan nyata berkaitan dengan
materi yang harus dikuasai.
d) Sebagai motivator untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi tertentu.

e) Mengukur keberhasilan penguasaan materi pembelajaran secara mandiri.


3) Peran pembelajaran bagi pihak terkait
a) Dapat mendorong pihak terkait untuk memfasilitasi pengadaan bahan
pembelajaran yang dibutuhkan guru dan murid di sekolah.
b) Dapat meberi masukan kepada guru atau penyusun bahan pembelajaran
agar bahan pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa
dengan segenap lingkungannya.
c) Dapat membantu dalam pemilihan dan penetapan media serta alat
pembelajaran lainnya yang mendukung keberhasilan penguasaan bahan
pembelajaran oleh siswa.
d) Sebagai alat pemberian reward (penghargaan) terhadap guru yang secara
kreatif menyusun serta mengembangkan bahan pembelajaran.

C. JENIS BAHAN AJAR


Menurut

Mulyasa

(2006), bentuk-bentuk bahan

ajar

atau

materi

pembelajaran antara lain:


1.

Bahan ajar cetak (Printed)


Bahan ajar cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Jika
bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan
beberapa keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter
Ballstaedt, (1994) yaitu:
a) Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan
bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian
mana yang sedang dipelajari.
b) Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit.
c) Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara
mudah.
d) Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi
individu.
e) Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja.
f) Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk
melakukan aktivitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa
g) Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai
besar

h) Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri


Menurut Bandono (2009) penyusunan bahan ajar cetak
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Susunan tampilan
Bahasa yang mudah
Menguji pemahaman
Stimulan
Kemudahan dibaca
Materi instruksional
Banyak sekali jenis bahan ajar cetak yang bisa digunakan dalam

proses pembelajaran, antara lain adalah handout, modul, buku teks, lembar
kegiatan siswa, model (maket), poster dan brosur.
a) Handout
Menurut Andi Prastowo handout merupakan bahan
pembelajaran yang sangat ringkas, bersumber dari beberapa literatur
yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang
diajarkan kepada peserta didik. Pada umumnya handout berfungsi
untuk membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat, sebagai
pendamping penjelasan pendidik, sebagai bahan rujukan peserta
didik, memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, pengingat
pokok-pokok materi yang diajarkan, memberi umpan balik dan
menilai hasil belajar.
b) Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar
peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan
bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang:
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
Kompetensi yang akan dicapai
Content atau isi materi
Informasi pendukung
Latihan-latihan
Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
Evaluasi
Balikan terhadap hasil evaluasi

Pembelajaran dengan modul juga memungkinkan peserta


didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat
menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan
dengan peserta didik lainnya. Selain itu, juga meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk belajar sendiri tanpa tergantung
kepaga kehadiran pendidik.
c) Buku Teks
Buku teks pelajaran pada umumnya merupakan bahan tertulis
yang menyajikan ilmu pengetahuan atau buah pikiran dari
pengarangnya yang disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum
yang berlaku. Buku teks berguna untuk membantu pendidik dalam
melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum
yang berlaku, menjadi pegangan guru dalam menentukan metode
pengajaran dan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.
d) Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaranlembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta
didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk atau langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang
diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar
yang akan dicapainya. LKS berfungsi untuk meminimalkan peran
pendidik dan mengaktifkan peran peserta didik, mempermudah
peserta didik untuk memahami materi yang diberikan dan kaya akan
tugas untuk berlatih.
e) Model (Maket)
Model (maket) merupakan bahan ajar yang berupa tiruan
benda nyata untuk menjembatani berbagai kesulitan yang bisa
ditemui, apabila menghadirkan objek atau benda tersebut langsung
ke dalam kelas, sehingga nuansa asli dari benda tersebut masih bisa
dirasakan oleh peserta didik tanpa mengurangi struktur aslinya,
f)

sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna


Brosur

Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu


masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya
terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran
cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang
perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi
Kedua, Balai Pustaka, 1996). Dengan demikian, maka brosur dapat
dimanfaatkan sebagai bahan ajar, selama sajian brosur diturunkan
dari kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Mungkin saja
brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik, karena bentuknya
yang menarik dan praktis. Agar lembaran brosur tidak terlalu
banyak, maka brosur didesain hanya memuat satu kompetensi dasar
saja. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah menarik minat
peserta didik untuk menggunakannya
g) Foto/Gambar
Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan
dengan tulisan. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan
satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau
serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada
akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.
Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien
menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi
maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melalui membaca
yang dapat diingat hanya 10%, dari mendengar yang diingat 20%,
dan dari melihat yang diingat 30%. Foto/gambar yang didesain
secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Bahan
ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis.
Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau
bahan tes
2. Bahan Ajar Non Cetak
a) Bahan Ajar Dengar (Audio)

Audio adalah sesuatu yang berkaitan dengan indra pendengar,


dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang
auditif, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non
verbal (musik, instrumen, dsb). Program audio dapat dimanfaatkan
dalam pembelajaran individual, berkelompok, maupun massal. Tetapi
pembelajaran yang menggunakan bahan ajar dengar akan kurang
efektif jika didalam sekolah tersebut dihadapkan dengan peserta didik
yang mengalami gangguan pada pendengarannya. Karena peserta didik
yang mengalami gangguan tersebut akan sangat merasa kesulitan
dalam mengikuti pelajaran dengan cara mendengar dan memahami.
Beda halnya dengan peserta didik yang normal atau tidak mengalami
gangguan dalam pendengarannya, maka peserta didik tersebut bisa
mengikuti

pelajaran

dengan

mudah

khususnya

ketika

guru

menggunakan bahan ajar dengar. (Sukitman, 2014)


b) Bahan Ajar Pandang Dengar (Audiovisual)
Bahan ajar pandang dengar merupakan bahan ajar yang
mengombinasikan dua materi, yaitu visual dan auditif. Materi auditif
ditujukan untuk merangsang indra pendengaran sedangkan visual
untuk merangsang indra penglihatan. Dengan kombinasi keduanya,
pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih
berkualitas.
Hal itu berdasarkan bahwa peserta didik cenderung akan lebih
mudah mengingat dan memahami suatu pelajaran jika mereka tidak
hanya menggunakan satu jenis indra saja, apalagi jika hanya indra
pendengaran saja.
Bahan ajar pandang dengar mampu memperlihatkan secara nyata
sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat di dalam kelas
menjadi mungkin dilihat. Selain itu juga dapat membuat efek visual
yang memungkinkan peserta didik memperkuat proses belajar. Bahan
ajar pandang dengar antara lain adalah video dan film.
c) Bahan Ajar Interaktif (Interactive Teaching Material)

10

Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yag mengombinasikan


beberapa media pembelajaran (audio, video, teks atau grafik) yang
bersifat interaktif untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku
alami dari suatu presentasi. Bahan ajar interaktif memungkinkan
terjadinya hubungan dua arah antara bahan ajar dan penggunanya,
sehinnga peserta didik akan terdorong untuk lebih aktif.
Bahan ajar interaktif dapat ditemukan dalam bentuk CD interaktif,
yang dalam proses pembuatan dan penggunaannya tidak dapat trelepas
dari perangkat komputer. Maka dari itu, bahan ajar interaktif juga
termasuk bahan ajar berbasis komputer.
Kelebihan dan Kekurangan Jenis Bahan Ajar Noncetak
Jenis Bahan Ajar
1.

OHT
(Overhead
Transparancies)

2.
3.
4.

Audio

1.

2.

3.

4.

Kelebihan
Penggunaan
proyektor yang dapat
dioperasikan dapat di
kontrol langsung oleh
pengajar.
Hanya membutuhkan
sedkit persiapan
Persiapan mudah dan
murah.
Khususnya
bermanfaat untuk
kelas besar
Mudah dipersiapkan
dengan menggunkan
tape biasa.
Dapat diaplikasikan
dihampir semua mata
pelajaran
alat yang digunakan
kompak, mudah
dibawa, dan mudah
dioperasikan.
Fleksibel dan mudah
diadaptasi, baik
secara sendiri atau
terkait dengan bahanbahan lainnya.

Kekurangan Non Cetak


1. Membutuhkan alat yang
khusus untuk
mengoperasikannya.
2. Proyektornya terlalu besar
jika dibandingkan dengan
proyektor lainya.

1. Ada kecenderungan
penggunaannya berlebihan.
2. Aliran informasi yang
disampaikan sangat fixed.

11

5. Mudah diperbanyak
dan murah.
1. Bermanfaat untuk
menggambarkan
gerakan,
keterkaitan, dan
memberikan dampak
terhadap topik yang
dibahas.
2. Dapat diputar ulang.
Video
3. Dapat dimasukan
teknik film lain,
seperti animasi.
4. Dapat
dikombinasikan
antara gambar diam
dengan gerakan.
1.
Slide
- Berwarna dan
subjeknya asli.
2.
Muda
h direvisi dan
diperbaharui.
3.
Dapa
Slide
t dikombinasikan
dengan audio.
4.
Dapa
t dimanfaatkan untuk
kelompok atau
individu
1. Interaktif dengan
siswa.
2. Dapat diadaptasi
sesuai kebutuhan
siswa.
Computer Based
3.
Dapat mengontrol
Material
hardware media lain.

1. Ongkos produksinya
mahal.
2. Tidak kompatibel untuk
beragam format video.

1. Membutuhkan alat khusus


untuk mengoperasikannya.
2. Sekuen dapat terganggu
jika dioperasikan secara
individual.

1. Memerlukan computer dan


pengetahuan programmer.
2. Membutuhkan hardware
khusus untuk proses
pengembangan dan
penggunaannya.
3. Hanya efektiv bila
digunakan untuk
penggunaan seseorang
atau beberapa orang dalam
kurun waktu tertentu.

D. MATRIKS PERBEDAAN PRINSIP, PERAN DAN JENIS BAHAN AJAR CETAK DAN NON CETAK
No.
1.

Aspek
Pembeda
Prinsip

Bahan Ajar Cetak


1.
2.

Dapat mencapai tujuan.


Sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta
maupun lembaga.
3. Memberikan kemudahan kepada peserta dalam
memahami isi/uraian materi.
4. Kebenaran isi/konsep, bahan ajar yang
dikembangkan harus sesuai dengan konsep materi.
5. Ketuntasan/keutuhan dalam belajar, bahan ajar
yang dikembangkan haruslah utuh untuk mencapai
kompetensi yang dipersyaratkan.
6. Kesederhanaan dalam penyajian. Sajian materi
dalam bahan ajar hendaknya dikemas dengan
bahasan yang sederhana dan tidak komplek sehingga
materi mudah dipahami.
7. Keseimbangan
dalam
halaman.
Cakupan
kompetensi yang banyak hendaknya dibahas dalam
banyak halaman.
8. Ketegasan dalam penyajian pesan. Pesan yang
disampaikan harus jelas dan tidak menimbulkan
penafsiran ganda.
9. Keindahan tampilan. Agar pembaca tidak bosan
membaca, tampilan bahan ajar dikemas semenarik

Bahan Ajar Cetak Non Cetak


1. Dapat mencapai tujuan.
2. Sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta maupun
lembaga.
3. Memberikan kemudahan kepada peserta dalam memahami
isi/uraian materi.
4. Kebenaran isi/konsep, bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai
dengan konsep materi.
5. Ketuntasan/keutuhan dalam belajar, bahan ajar yang
dikembangkan haruslah utuh untuk mencapai kompetensi yang
dipersyaratkan.
6. Kesederhanaan dalam penyajian. Sajian materi dalam bahan ajar
hendaknya dikemas dengan bahasan yang sederhana dan tidak
komplek sehingga materi mudah dipahami.
7. Ketegasan dalam penyajian pesan. Pesan yang disampaikan harus
jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
8. Komunikatif dalam penyampaian pesan.
9. Memuat unsur hiburan bagi pembacanya.

12

mungkin.
10. Komunikatif dalam penyampaian pesan.
11. Memuat unsur hiburan bagi pembacanya.

2.

Peran

3.

Jenis

1. Sebagai bahan yang tak terpisahkan dari buku utama.


2. Dapat dijadikan pelengkap/suplemen buku utama.
3. Dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa.
4. Dapat dijadikan sebagai bahan yang mengandung
penjelasan tentang bagaimana mencari penerapan,
hubungan, serta keterkaitan antara satu topik dengan
topik lainnya.
5. Menghemat waktu guru dalam mengajar.
6. Mengubah peran guru dari seorang pengajar menjadi
seorang fasilitator.
7. Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih
efektif dan interaktif.

1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh


mata. Contohnya penggunaan video pembelajaran tentang
perkembangan sel.
2. Menyajikan benda atau peristiwa yang letaknya jauh atau sudah
terjadi. Contohnya pemutaran film tentang terjadinya gempa dan
tsunami.
3. Menyajikan peristiwa yang komplek atau proses terjadinya
sesuatu. Contohnya penggunaan multimedia interaktif untuk
menyajikan proses terjadinya hujan, metamorfosis kupu-kupu,
siklus kehidupan katak, dan lain-lain.
4. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya. Contohnya
menampilkan gambar atau film tentang harimau, ular, dan
peristiwa terjadinya petir.
5. Meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar karena
menggunakan berbagai media pembelajaran yang bervariasi.
Handout, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Modul,
Program Audio Pembelajaran (Kaset), Video Pembelajaran (VCD,
Brosur Atau Leaflet, Wallchart, Foto/Gambar,
DVD), Multimedia Interaktif, Dan Bahan Ajar Online.
Model/Maket, Buku Teks, Petunjuk Belajar

13

DAFTAR PUSTAKA
Akhmad Sudrajat. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik
dan
Model
Pembelajaran.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategimetode-teknik-dan-model-pembelajaran (diakses 15 September 2015)
Andi Prastowo. 2012. Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta : diva press
Bandono. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. http://bandono.web.id/2009/04/02/pengembangabahan-ajar (diakses 15 September 2015)
Depdiknas. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. http://www.scribd.com/doc (diakses 15
September 2015)
E.Mulyasa. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Ian

Konjo.
2013.
Definisi
Bahan
Ajar.
http://jaririndu.blogspot.co.id/2011/09/definisi-bahan-ajar.html (diakses 16
September 2015)

Koesnandar. 2008. Pengembangan Bahan Belajar Berbasis Web.


Http://www.teknologipendidikan.net/2008/02/12/pengembangan-bahanbelajar-berbasis-web/ (diakses 15 September 2015)
Rahmat Hasan. 2014. Definisi, Tujuan, Pentingnya Bahan Ajar. http://berbagimedia-pengetahuan.blogspot.co.id/2014/05/defenisitujuanpentingnyabahan-ajar.html (diakses 16 September 2015)
Tri

Sukitman. 2014. Bahan Ajar Non Cetak. http://bahanajarnoncetakanisfadhilah.blogspot.com/2014/06/bahan-ajar-non-cetak.html (diakses


10 September 2015)

14