Anda di halaman 1dari 8

Karya Tulis Ilmiah

Meningkatnya Pemakaian Behel di Kalangan Remaja

Disusun Oleh : Achmad Hendrawan S (131610101001)


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar...............................................................................................................................1
Daftar Isi..........................................................................................................................................2
BAB 1.
a. LatarBelakang...............................................................................................................
b. b.
MasalahPenelitian..........................................................................................................4
c. TujuanPenelitian.............................................................................................................4
BAB 2.
Landasan Teori....................................................................................................................4
BAB 3.
Pembahasan........................................................................................................................5
a.

Tips perawatan behel.....................................................................................................5

b. Gaya Hidup......................................................................................................................7
c.

Citra diri / Citra tubuh.....................................................................................................7

d. Efek samping yang berbahaya akibat salah pemasangan kawat gigi.......................8


BAB 4.
Penutup.................................................................................................................................8
a.

Kesimpulan......................................................................................................................8

b. Saran................................................................................................................................9
BAB 5.
Daftar Pustaka....................................................................................................................10

BAB I
a. Latar belakang
Banyak dari pengguna behel adalah remaja. Hal ini disebabkan karena
penggunaan behel hanya dapat dilakukan pada saat seseorang masih dalam proses
pertumbuhan. Tetapi dalam keseharian, ditemukan tidak sedikit dari pengguna telah
berumur atau tidak lagi berada pada masa pertumbuhan. Tentu saja mereka memiliki
alasan tersendiri mengenai penggunaannya. Tingginya tingkat penggunaan behel boleh
jadi disebabkan kemudahan mendapat; memasang dan perawatan. Melalui akses
internet, seseorang kini telah mudah mendapatkan behel dengan berbagai macam warna
dan bentuk bantalan, disamping bahan tersebut telah dijual secara bebas pada
apotik bahkan pada toko umum. Tidak hanya itu, trend behel dapat dilihat pada anak
sekolah; tingkat kanak-kanak dan Sekolah Dasar, yang seakan-akan menjadikan kawat
gigi layaknya mainan.
Secara medis, behel tergolong dalam kosmetik kesehatan yang tidak
difungsikan

untuk

mengobati

atau

menyembuhkan

penyakit.

Meski

demikian behel tetap masuk dalam


kategori kesehatan dengan fungsi pencegahan atas ketidak-normalan susunan
geligi, seperti; ginsul atau tonggos (boneng). Pengaturan dilakukan dengan mengikat
gigi agar kembali tersusun rapih, untuk menghindari atau mengurangi kesan wajah
jelek dan menambah kenyamanan atau kecantikan wajah. Dengan kata lain,
penggunaanbehel berimplikasi pada penampilan. Lebih jauh, seperti halnya teknologi
kosmetik kesehatan lainnya; operasi plastik di wajah, pemasangan silikon pada
payudara, dan lainnya, behel bisa saja berhubungan dengan tingkatan status sosial
seseorang.

b. Masalah Penelitian
Penggunaan behel di kalangan remaja tampaknya tidak hanya berorientasi pada
perbaikan gigi, tetapi juga berorientasi bagi gaya hidup. Atas fakta itu maka penelitian
ini difokuskan pada alasan-alasan yang melatarbelakangi remaja menggunakan behel.

Fokus penelitian Citra diri remaja pengguna behel tersebut dinyatakan dalam
bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana pengetahuan remaja tentang fungsi behel?
2. Sumber pengetahuan remaja tentang behel?
3. Bagaimana citra diri remaja pengguna Behel.
c. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
a.

Menggambarkan mengenai pengetahuan remaja tentang fungsi behel

b. Menggambarkan proses dan mekanisme pembentukan pengetahuan remaja tentang behel


c.

Menjelaskan mengenai Citra diri remaja pengguna behel


BAB II
Landasan Teori
Mengutip Asosiasi America Ortodontis[1] memaparkan sejarah singkat behel atau
kawat gigi bahwa; behel telah ditemukan sejak zaman mumi purba, yang dilanjutkan pada
sekitar tahun 400-500 SM dimana Hippocrates dan Aristoteles telah memikirkan cara-cara
untuk meluruskan gigi atau memperbaiki susunan geligi, Demikian pula telah ditemukan
bukti bahwa pada zaman Golden Age, orang Roma telah menguburkan mayat dengan
peralatan agar gigi yang digunakan pada waktu hidup tidak copot.
Penjelasan diatas menunjukan bahwa behel telah dikenal sejak lama. Hanya saja
terdapat perbedaan antara behel dimasa itu dan di masa kini. Perbedaan tersebut
dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang digunakan dalam pembuatan kawat gigi
yang menggunakan bahan-bahan tidak berbahaya dan steril, proses pemasangan yang
lebih akurat dengan berdasar pada kajian ilmiah, hingga perawatan yang lebih mutakhir.
Dengan dukungan sistem informasi yang juga semakin pesat, pengetahuan
masyarakat tentang fungsi behel pun berubah, tetapi tidak berarti meninggalkan fungsi
lamanya, yang sebagaimana penjelasan di atas digunakan dalam konteks kesehatan.
Perubahan yang dimaksud dalam kondisi kekinian adalah trend atau style, atau sebatas
gaya hidup semata. Meski demikian, tidak dapat difahami jika perubahan fungsi dari
kesehatan menuju fungsi style tersebut bertujuan agar penampilan menjadi lebih menarik
sebab, keduanya tentu mengarah pada penampilan.
Bab III

Pembahasan
Behel adalah alat perapian gigi. Behel sudah tersedia beraneka ragam jenisnya, mulai dari
yang transparan, kawat cekat, dan kawat permanen. Sebenarnya penggunaan behel adalah
untuk itu namun bagi beberapa orang yang memiliki uang behel digunakan sebagai
fashion untuk mempercantik diri.
Tips Perawatan gigi berbehel
Banyak yang bilang Pasang behel bisa bikin kurus, males makan, sering sariawan.
Sebenarnya penderitaanya cuma 2 minggu pertama kok krn mulut ga terbiasa dengan
benda asing di gigi kita, jadi bisa timbul sariawan. Tapi bisa disiasati dengan wax ortho
(berupa lilin untuk menutupi bagian yang tajam). Saat sariawan juga harus siap obat
sariawan seperti albothyl atau kenalog dipakai malam hari. Tapi saat ini sudah ada kok
tekhnologi merapikan gigi terbaru yang tidak bikin sariawan, seperti pake behel biasa
yaitu Invisalign.

Cara kerja behel yakni mengatur, mendorong, dan menahan pergerakan gigi, agar
dapat memperbaiki fungsi bicara, estetis muka, sudut bibir, rahang, dan senyum. Adapun
jenis-jenis behel atau kawat gigi yakni[2];
1)

Kawat gigi dari logam. Terbuat dari baja tahan karat (stainless steel), ini adalah jenis
tertua yang telah digunakan selama puluhan tahun dan paling murah. Kawat logam dapat
meninggalkan noda di permukaan gigi sehingga banyak dihindari orang.

2)

Kawat gigi keramik atau plastik transparan. Jenis ini tidak begitu terlihat dan tampak lebih
alami daripada kawat logam karena membaur dengan gigi. Kawat keramik tidak
meninggalkan noda dan sama kuatnya dengan logam, namun membutuhkan waktu
perawatan yang lebih lama dan lebih mahal. Pada beberapa kasus, kawat keramik atau
plastik menjadi kotor dan berubah warna di akhir perawatan.

3)

Kawat gigi emas. Sama seperti kawat gigi logam tradisional, tapi terbuat dari baja berlapis
emas. Tidak ada kelebihan jenis kawat emas ini dibandingkan baja, kecuali terlihat lebih
wah secara kosmetik.

4)

Kawat gigi lingual. Kawat gigi ini ditempatkan di bagian dalam gigi sehingga tidak terlihat
dari luar. Kelemahan terbesar kawat gigi lingual adalah tidak nyaman dan dapat
mengakibatkan luka di gusi dan lidah Anda. Anda mungkin juga akan kesulitan berbicara
pada awalnya.
Berdasar penjelasan singkat diatas dapat disimpulkan bahwa masing-masing
jenis kawat gigi memiliki fungsi khusus yakni diluar fungsi umum yaitu; merapikan
susunan geligi.

a. Gaya Hidup
Gaya hidup adalah;
Sebuah mode kehidupan yang mengidentifikasikan tentang bagaimana seseorang
menghabiskan waktunya (aktifitas), apa yang menurut mereka penting dalam
lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka fikir tentang dirinya dan dunia
sekitarnya (pendapat)[3].
b. Citra Diri/Citra Tubuh
Citra diri (self image) merupakan kesadaran identitas diri sebagai produk dari cara orang
lain berfikir tentang kita[4], yang memiliki kesamaan arti dengan konsep citra tubuh;
merupakan gambaran dan evaluasi mengenai penampilan seseorang[5] atau keyakinan
seseorang akan penampilan mereka dihadapan orang lain[6]. Konsep ini berada
dalam konsep besar, yaitu; konsep diri, yang memiliki arti; persepsi seseorang terhadap
dirinya sendiri, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun moral[7].
Dari penjelasan kedua konsep tersebut maka citra diri dan citra tubuh memiliki
kesamaan, yakni menekankan pada kepercayaan diri seseorang sebagai hasil dari
pandangan atau persepsi seseorang terhadap dirinya. Gambar tentang konsep ini dapat
kita lihat pada dunia artis, dimana seringkali mereka menggunakan benda-benda, baik
mengacu pada kosmetik kesehatan maupun hanya sekedar aksesoris, yang kemudian
ditiru oleh para penggema rnya karena menurut fans si artis terlihat cantik, dan sebaliknya
artis merasa lebih percaya diri sebagai akibat dari peniruan penggemarnya).
Nah, untuk lebih jauhnya kenali beberapa efek samping yangberbahaya akibat
pemasangan kawat gigi,
Efek

samping

yang

berbahaya

akibat

salahe

pemasangan kawat gigi


1. Membuat gigi anda Bertambah rusak
Mengapa?Karena kita tidak tahu ke higienisan tangan si pemasang behel,rata-rata mereka
memasang behel secara asal-asalan yang penting terlihat rapi di gigi si pemakai
behel.Pembuatan karet behel pun tidak di lakukan secara steril.Bayangkan saja,jika anda
memakai nya dan gigi anda rusak maka biaya yang anda keluarkan untuk memperbaiki
gigi yang rusak tersebut bisa berkali-kali lipat dari biaya pemasangan behel pada orang
yang bukan Dokter Gigi.
2. Alergi
Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuknikel, tembaga dan kromium.
Sekitar 30% pasienortodontik dari semua pasien ortodontik lainnya memilikialergi
terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasasakit dan telinga tersumbat.

3. Karang gigi
Karena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawatyang sulit untuk dibersihkan,
sisa-sisa makanan bisaterjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi,yang
mengarah ke penumpukan plek.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dari penelitian ini dapat di tarik
kesimpulan :
1.

Pengetahuan Remaja tentang Fungsi Behel

Fungsi kesehatan; behel cekat yang di lekatkan untuk waktu tertentu, dan di lepaskan
pada masanya di kategorikan dalam fungsi kesehatan.

Fungsi asesoris ; behel dapat di gunakan dan di lepaskan kapan di kehendaki, di


kategorikan sebagai behel lepasan yang lebih pada fungsi asesoris.

Fungsi sosial ekonomi; pengguna behel adalah mereka yang memiliki status ekonomi
menengah ke atas, dengan tingkat interaksi antar sesama dan penerimaan informasi
sangat tinggi.

2.

Pembentukan pengetahuan remaja tentang Behel

Pergaulan; Penyebaran informasi terjadi dari interaksi antar sesama di berbagai


kesempatan, dari hasil wawancara pada bab pembahasan, menunjukan bahwa para remaja
yang berprofesi sebagai mahasiswa dan mahasiswi, mengetahui informasi tentang behel
dari interaksi antar sesama mereka, sebagian dari mereka memutuskan untuk
menggunakan behel setelah mendapat informasi atau tambahan pengetahuan dari fihak
keluarga.

3.

Media; Penyebaran informasi yang pesat dapat dikatakan sebagai penyebab tingginya
penggunaan behel.

4.

Citra Diri Remaja pengguna behel

Behel memang sangat berkaitan dengan penampilan seseorang. Terlebih jika pengguna
behel tersebut menggunakan behel atau kawat gigi dengan bentuk dan warna yang
sedang nge-trend saat itu, dan akan lebih menambah percaya diri bagi pengguna behel.

B. Saran
1.

Keputusan untuk menggunakan behel sepatutnya memiliki didukung alasan yang tepat.
Masa pertumbuhan adalah masa yang tepat bagi seseorang untuk menggunakan behel,
yang mana jika orang tersebut memang memiliki susunan geligi yang tidak normal dalam
pengertian kedokteran atau kesehatan, maka wajar untuk menggunakan. Sebaliknya jika
hanya untuk style, sebenarnya tidak diperlukan sebab behel cekat telah memiliki fungsi
ganda yakni untuk menambah ketertarikan atau mengarah pada penampilan.

2.

Perlu menjadi perhatian pemerintah dan keluarga bahwa behel di jual luas dengan harga
murah tentu saja behel ini adalah behel mainan yang di jual oleh penjual maenan keliling
dan pasar. Bahaya dari penggunaan behel mainan ini adalah bahan yang tidak sterilyang
dapat gusi luka dan menimbulkan infeksi. Perlu pengawasan orang tua yang ketat kepada
anaknya, dan juga remaja kepada adik-adiknya. Penampilan bukanlah suatu yang
mendapatkan pendapatan.

3.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian pemerintah khususnya Dinas Kesehatan adalah
tempat-tempat pemasangan behel atau kawat gigi, yang tidak didukung oleh ahli atau
spesialis gigi (orthodontist). Pemasangan yang dilakukan oleh bukan ahlinya tentu sangat
riskan. Disamping itu, perhatian juga diarahkan pada pemasok bahan kawat gigi yang
harus memiliki izin dari dinas terkait.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

http://www.audydental.com/berbagai-jenis-behel-yang-ada-saat-ini/,
http://membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-gaya-hidup.html,
http://agunkzscreamo.blogspot.com/2013/01/apa-dampak-negatif-memakai-behelpada.html#ixzz2MAsuk89t
Sejarah behel dan perkembangannya. Dikutip dari
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6327254 pada tanggal 18 juni 2012
Pip Jones. 2010:143. Pengantar Teori-teori Sosial; Dari Teori Fungsionalisme Hingga
Post-Modernisme. Cetakan Kedua. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta.
Papalia, Olds, dan Feldman. 2008:27. Psikologi Perkembangan. Diterjemahkan dari judul
asli; Human Development. Edisi Kesembilan. Penerbit Kencana. Jakarta.
Dacey dan Kenny dalam Kinanti Indika. 2009:15. Gambaran Citra Tubuh Pada Remaja
Yang Obesit