Anda di halaman 1dari 9

LUMUT

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun untuk memenuhi tugas Mata kuliah


Keanekaragaman Tumbuhan yang dibina oleh
Ibu Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd dan Bapak Andik Wijayanto, M.Si

Oleh Kelompok 4/ off C :


Nuzula Khoirun Nafsiah

(140341604501)

Rheinadia Indraswari

(140341602007)

Siti Marifah

(140341601740)

Yoga Aditya Gumelar

(120342422500)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2016

A. TOPIK
Mendeskripsikan, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan tumbuhan lumut
B. TUJUAN
1. Dapat mendeskripsikan tumbuhan lumut dengan benar
2. Mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan lumut
3. Untuk mengetahui mengetahui contoh tumbuhan yang tergolong antara lumut daun,
lumut hati, dan lumut tanduk
C. DASAR TEORI
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut yang secara khas tinggi 1-10 cm, meskipun
beberapa jenis adalah banyak lebih besar. Mereka biasanya tumbuh berdekatan bersamasama di dalam keset/dasar, perdu atau di tempat rindang. Mereka tidak mempunyai bunga
atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Pada lumut
tertentu menghasilkan kapsul spora yang nampak seperti paruh yang dilahirkan pada
tangkai tipis. Tumbuhan Bryophyta merupakan tumbuhan yang paling primitive yang tidak
memiliki akar sesungguhnya, batang, atau tangkai. Mereka ada sejak lima ratus juta tahun.
Bryophyta merupakan tumbuhan kecil, herbaceous yang tumbuh tertutup, selalu
berkumpul menjadi alas bebatuan, tanah, ataupun menjadi epifit pada batang dan cabang
tanaman (Anggraini, 2013).
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum
tumbuhan lain mampu tumbuh. Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke
dalam Bryophyta. Di dunia terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut, 3.000 di
antaranya tumbuh di Indonesia. Lumut merupakan tumbuhan darat sejati. Lumut itu dapat
tumbuh di atas tanah yang gundul. Selain itu lumut dapat pula kita temukan di rawa-rawa,
tetapi lumut yang hidup di air jarang kita jumpai. Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak
ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan rhizoid, oleh karen itu, tumbuhan lumut
merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan bertalus (Thallophyta) dengan tumbuhan
berkormus (Kormophyta) (Kimball, 1987).
Tumbuhan lumut termasuk golongan tumbuhan tingkat rendah yang filogenetiknya
lebih tinggi dari pada golongan algae karena dalam susunan tubuhnya sudah ada
penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup di darat, gametangium dan sporangiumnya
multiseluler, dan dalam perkembangan sporofitnya sudah membentuk embrio. Tumbuhan
lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta
(dari bahasa Yunani bryum, lumut). Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas
antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun

sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ
penyerap haranya adalah rizoid (Anggraini, 2013).
umbuhan lumut mempunyai daur hidup yang terdiri atas generasi sporofit (generasi
yang menghasilkan spora) dan generasi gametofit (generasi yang menghasilkan gamet).
Generasi gametofit tumbuhan lumut memiliki ukuran yang lebih besar sehingga dapat di
amati dengan mata telanjang. Perlu diketahui juga bahwa generasi gametofit merupakan
generasi dominan pada tumbuhan lumut. Sporofit umumnya lebih kecil dan daur hidupnya
lebih

singkat. Generasi

gametofit:

pembentukan

gamet

(tumbuhan

lumut-

arkegonium+anteridium-ovum+sperma-zigot). Generasi sporofit: pembentukan spora


yaitu: sporogonium-sporaprotonema (Prowel, 2010).
D. ALAT DAN BAHAN

Alat:
Lup
Pipet
Wadah air
Mikroskop stereo
Alat tulis
Lap
Bahan:
Macam-macam lumut
Air
E. CARA KERJA
1. Mencari tumbuhan paku di habitat asli (Arboretum Kota Batu)
2. Mendeskripsikan tumbuhan paku yang telah di ambil
3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk proses identifikasi dan klasifikasi
tumbuhan lumut
4. Mengamati dan mencatat struktur morfologi lumut dengan bantuan lup atau
mikroskop
5. Mengklasifikasikan dan menggambar hasil pengamatan, memberi keterangan pada
gambar, membahas hasil pengamatan, dan menyimpulkan
DATA

F.
No
1.

Pembeda

Lumut A

Lumut B

Lumut C

Perawakan

Berukuran

Berukuran

Berukuran

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

seperti sikat
Soliter
Tumbuh

Lembaran
Berkoloni
Tumbuh

Lumut D

Lumut E

Lumut F

Berukuran

Berukuran

Berukuran

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

Lembaran
Berkoloni
Tumbuh

Lembaran
Berkoloni
Tumbuh

bintang
Berkoloni
Tumbuh

seperti sikat
Berkoloni
Tumbuh

Tegak

horizontal

horizontal

horizontal

Tegak

Tegak

2.

Habitat

Melekat pada

Melekat pada

Melekat pada

Melekat pada

Melekat pada

Melekat pada

3.

Rizoid

pohon lembab
Berwarna

tanah lembab
Berwarna

tanah lembab
Berwarna

pohon lembab
Berwarna

tanah lembab
Berwarna

pohon lembab
Berwarna

transparan
Berbentuk

coklat

coklat
Berbentuk

Bentuk

coklat
kemerahan
Bentuk
memanjang
menyerupai
rambut
Tekstur halus

serabutserabut kecil
Tekstur halus
Rizoid

putih

serabut-serabut

memanjang

halus di bagian

dan

ventral dari

meruncing

coklat
bentuk
memanjang

lembaran talus
Tekstur halus
Rizoid melekat

melekat pada
rusuk di
bagian

pada rusuk di

ventral

bagian ventral

lembaran

lembaran yang

yang

dikelilingi

dikelilingi

sisik

sisik
4.

Kauloid

Tumbuh

tegak
bagian yang

5.

Filoid

melekuk
Berwarna

coklat
Tempat

Tumbuh

tegak
Berwarna

merupakan

Tumbuh

coklat
Tempat
melekatnya
filoid

tegak yang
bagian
atasnya
melekuk
berwarna
coklat
Tempat

melekatnya

melekatnya

filoid

filoid

Berukuran

Berukuran

Berukuran

Berukuran

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

kecil
Berbentuk

lembaran tipis
Tekstur halus

dan licin
pada bagian

runcing
seperti jarum
Tekstur
lembut dan
halus

lembaran
tipis
Tekstur halus
pada bagian

lembaran tipis
Tekstur kaku
Pada bagian
dorsal

ventral

terdapat

dorsal terdapat

terdapat

tanduk yang

kupula yang

rusuk dan

merupakan

di dalamnya

sisik

fase sporofit

terdapat

Berukuran kecil
Berbentuk
segitigga

Berukuran
kecil
Bentuk

pada bagian
ujung
tekstur halus

bagian ujung
meruncing
Tekstur agak
kasar
Tersusun

gemmae

G. ANALISIS DATA
Berdasarkan data hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Lumut A memiliki ciri-ciri
perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk seperti sikat, hidup soliter dan tumbuh tegak.

secara Spiral

Habitat Lumut A ini melekat pada pohon yang lembab. Sedangkan untuk rhizoidnya
berwarna coklat kemerahan, berbentuk memanjang menyerupai rambut dan teksturnya
halus. Untuk kauloidnya tumbuh tegak dengan bagian ujung melekuk, berwarna coklat
dan merupakan tempat melekatnya filoid. Sedangkan untuk filoidnya berukuran kecil,
bagian ujungnya berbentuk seperti jarum, runcing dan memiliki tekstur yang halus atau
lembut.
Lumut B memiliki ciri-ciri perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk lembaran,
hidup berkoloni dan tumbuh horizontal. Habitat Lumut B ini melekat pada tanah yang
lembab. Sedangkan untuk rhizoidnya berwarna transparan, berbentuk serabut-serabut
kecil dan teksturnya halus. Rhizoid melekat pada rusuk di bagian ventral lembaran yang
dikelilingi sisik. Untuk filoidnya berukuran kecil, berbentuk lembaran tipis, memiliki
tekstur yang halus atau lembut dan pada bagian ventral terdapat rusuk dan sisik.
Lumut C memiliki ciri-ciri perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk lembaran, hidup
berkoloni dan tumbuh horizontal. Habitat Lumut C ini melekat pada tanah yang lembab.
Sedangkan untuk rhizoidnya berwarna coklat. Untuk filoidnya berukuran kecil, berbentuk
lembaran tipis, memiliki tekstur yangkaku dan pada bagian dorsal terdapat tanduk yang
merupakan ciri fase sporofit.
Lumut D memiliki ciri-ciri perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk lembaran,
hidup berkoloni dan tumbuh horizontal. Habitat Lumut D ini melekat pada pohon yang
lembab. Sedangkan untuk rhizoidnya berwarna coklat, berbentuk serabut-serabut halus,
terdapat pada bagian ventral dari lembaran talus dan teksturnya halus. Rhizoid melekat
pada rusuk di bagian ventral lembaran yang dikelilingi sisik. Untuk filoidnya berukuran
kecil, berbentuk lembaran tipis dan memiliki tekstur yang halus dan licin. Pada bagian
dorsal dari talus terdapat kupula yang di dalamnya terdapat gemmae.
Lumut E memiliki ciri-ciri perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk seperti
bintang, hidup berkoloni dan tumbuh tegak. Habitat Lumut E ini melekat pada tanah yang
lembab. Sedangkan untuk rhizoidnya berwarna putih kemerahan, berbentuk memanjang
dan meruncing. Untuk kauloidnya tumbuh tegak, berwarna coklat dan merupakan tempat
melekatnya filoid. Sedangkan untuk filoidnya berukuran kecil, berbentuk segitiga pada
bagian ujung dan memiliki tekstur yang halus atau lembut.
Lumut F memiliki ciri-ciri perawakan tubuh berukuran kecil, berbentuk seperti sikat,
hidup berkoloni dan tumbuh tegak. Habitat Lumut F ini melekat pada pohon yang lembab.
Sedangkan untuk rhizoidnya berwarna coklat, berbentuk memanjang. Untuk kauloidnya
tumbuh tegak dengan bagian ujung melekuk, berwarna coklat dan merupakan tempat

melekatnya filoid. Sedangkan untuk filoidnya berukuran kecil, bagian ujungnya berbentuk
seperti jarum, runcing, tersusun spiral dan memiliki tekstur sedikit kasar.
H. PEMBAHASAN
Dalam praktikum ini digunakan 6 sampel lumut yang di dapat dari Arboretum Sumber
Brantas Kota Batu. Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan
lingkungan darat. Pada masa sekarang ini tumbuhan lumut dapat ditemukan di semua
habitat kecuali di laut (Gradstein, 2003). Namun, walaupun struktur talus lumut telah
diadaptasikan untuk kehidupan di darat tetapi aktivitas perkembangbiakan lumut tetap
memerlukan perkembangbiakan yang kelebaban yang cukup (Prasetyo, 1993). Oleh
karena itu, lumut banyak ditemukan di Arboretum Sumber Brantas karena tempat ini
memiliki kelembaban yang cukup. Walaupun keenam sampel lumut ditemukan di wilayah
yang sama namun ciri-ciri morfologi dari keenam lumut ini berbeda-beda. Dari bentuk
talus nya ada yang berbentuk lembaran pipih dorsiventral tetapi ada juga yang menyerupai
pohon kecil karena rhizoid, kauloida dan filoida.
Lumut A tumbuh tegak secara soliter menempel pada pohon. Lumut A ini menyerupai
pohon kecil karena memiliki rhizoid, kauloida dan filoida. Rhizoid lumut A panjang
seperti rambut berwarna coklat kemerahan. Kauloidnya tumbuh tegak berwarna
kecoklatan dan filoidanya meruncing seperti jarum berwarna hijau dan muncul di sepajang
kauloid. Lumut yang bentuk talusnya menyerupai pohon kecil karena tersusun dari akar
(rhizoid), batang (kauloida) dan daun (filoida) merupakan jenis lumut dari kelas
Bryopsida (Prasetyo, 1993). Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati,
merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai
gametofit yang telah terdiferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti
akar, batang dan daun (Mishler et al., 2003).
Lumut B berbentuk lembaran pipih dorsiventral yang hidup dalam bentuk koloni pada
tanah yang lembab. Rhizoidnya berupa serabut-serabut kecil yang halus terletak di bagian
ventral lembaran talus dorsiventral. Pada bagian ventral juga terlihat rusuk dan ditemukan
sisik. Secara morfologi, lumut B ini sangat berbeda dari lumut A yang bentuknya
menyerupai pohon kecil. Berdasarkan morfologinya, lumut yang berbentuk lembaran
pipih dimasukkan dalam kelas Hepaticopsida atau lumut hati (Hidayati, 2009).
Lumut C berbentuk lembaran pipih dorsiventral yang hidup dalam koloni pada tanah
yang lembab pula seperti lumut B. Namun, jika diperhatikan dengan seksama filoida pada
lumut C ini bentuknya tidak beraturan dan warnanya lebih gelap (hijau gelap). Pada

bagian ventral lembaran dorsiventral terdapat serabur rhizoid tipis memanjang. Pada
bagian ventral lembaran dorsoventral ditemukan bentukan menyerupai tanduk yang
tumbuh memanjang dan ujungnya terbelah menjadi dua. Bila dilihat dari morfologi
talusnya, lumut C ini bisa dimasukkan ke dalam kelas Hepaticopsida karena talusnya
berbentuk lembaran tipis. Namun karena pada bagian ventral ditemukan bentukan
menyerupai tanduk memanjang dengan ujung terbelah maka lumut C ini dimasukkan
dalam kelas Anthocerotopsida. Bentuk talus seperti Hepaticopsida namun mempunyai
sporofit berupa kapsul memanjang merupakan ciri khusus kelas Anthocerotopsida
(Hidayati, 2009). Pemanjangan sporofit pada lumut ini karena terdapat daerah
intermediate di antara kaki dan kapsula sporofit yang tersusun atas sel-sel meristematis
sehingga sporofit tumbuh memanjang ke atas (Prasetyo, 1993). Dari segi warna, talus
Anthocerotopsida lebih gelap. Hal ini karena sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu
kloroplas besar pada masing-masing selnya (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Lumut D termauk famili dari Marchantia yang bisa dengan mudah dikenali karena
talusnya yang menggarpu dengan muncul semacam payung diatasnya. Talus terdiri atas
banyak sel dan tersusun atas tiga lapisan yang jelas kelihatan, yaitu lapisan fotosintesis
disebelah atas, lapisan penyimpanan disebaleh tengah, dan lapisan penyerap dan jangkar
disebelah bawah (loveless,1989:61).
Menurut loveless (1989:61) bahwa :
jika permukaan atas talus diamati dibawah lensa, lapisan ini tampak terbagi oleh
suatu jala halus yang teratur , menjadi bagian-bagian poligonal kecil yang banyak
sekali. Ditengah setiap bagian terdapat titik berupa pori kecil yang bersambung ke ruang
udara dibawahnya. Garis garis yang tampak dipermukaan rupanya berhubungan dengan
dinding vertikal yang memisahkan ruang udara disebelahnya sehingga setiap bagian
poligonal itu menandai batas-batas ruang udara di bawahnya.
Pada permukaan ventral talus terdapat rizhoid dan sisik. Rizhoid tersebut berupa sel
tunggal mirip benang, terutama muncul dari daerah tulang tengah dan dapat menembus
tanah sedalam 2 cm atau lebih. Terdapat dua macam rizhoid yaitu rizhoid yang licin
dengan dinding sama tebal dan rhizoid yang berongga dengan dinding beberapa
penelabalan mirip pasak yang mencuat ke rongga dalam sel. Selain rhizoid terlihat juga
sisik dibagian ventral talus. Menurut Loveless (1989:61) sisik berupa lempenganlempengan yang tumpang tindih dari jaringan halus setebal satu sel. Sisik-sisik ini
tersusun berbaris hampir di ujung cabang, dan mungkin bertindak sebagi pelindung sel
ujung yang rapuh terhadap kekeringan dan luka. Sedangkan menurut Prasetyo dan Fatchur

Rohman (1992:23) fungsi sisik untuk menjaga kelembapan lingkungan di sekitar talus
dengan cara menyerap air.
Pada bagian dorsal terdapat organ yang berbentuk cawan berisi gemmae yang
disebut kupula (cawan gemmae) dan terlihat sel-sel minyak. Gemmae merupakan
perkembangbiakan secara vegetatif. Kupula tumbuh dari sebuah sel yang berada di
belakang titik tumbuh. Sedangkan gemmae berkembang dari sel yang mendasari
kupula...Sebagian besar sel penyusun gemmae berwarna hijau, juga ditemukan sel-sel
yang mengandung minyak (sel minyak) (Prasetyo dan Fatchur Rohman,1992:27).
Gemmae terssebut berbentuk dwicembung dengan banyak sel. Titik tumbuh gemmae pada
takik kecil di pinggiran setiap sisi. Gemmae keluar dari tangkai pendek tempat tumbuhnya
dan dibantu oleh cipratan tetesan air hujan sehingga gemmae terpencar keluar (Loveless,
1989:63)
Lumut E termasuk famili dari bryophyta tumbuh tegak secara berkoloni menempel
pada pemukaan tanah yang lebab. Lumut E sudah dapat dibedakan antara menyerupai
akar, menyerupai batang dan menyerupai daun. Hal ini sesuai dengan pendapat (Mishler et
al., 2003) yang menyatakan bahwa Hampir semua anggota bryophyta mempunyai
gametofit yang telah terdiferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti
akar, batang dan daun. Rhizoid lumut E panjang seperti rambut berwarna putih.
Kauloidnya tumbuh tegak berwarna kecoklatan dan filoidanya seperti bintang dan muncul
di bagian ujung. Lumut yang bentuk talusnya menyerupai pohon kecil karena tersusun
dari akar (rhizoid), batang (kauloida) dan daun (filoida) merupakan jenis lumut dari
kelas Bryopsida (Prasetyo, 1993).
Lumut F termasuk famili dari bryophyta tumbuh tegak secara berkoloni menempel
pada pemukaan kayu yang lebab. Lumut F sudah dapat dibedakan antara menyerupai akar,
menyerupai batang dan menyerupai daun. sesuai dengan pendapat (Mishler et al., 2003)
yang menyatakan bahwa Hampir semua anggota bryophyta mempunyai gametofit yang
telah terdiferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti akar, batang dan
daun. Rhizoid lumut E panjang seperti rambut berwarna putih. Kauloidnya tumbuh tegak
berwarna kecoklatan dan filoidanya seperti bintang dan muncul di bagian ujung. Lumut
yang bentuk talusnya menyerupai pohon kecil karena tersusun dari akar (rhizoid),
batang (kauloida) dan daun (filoida) merupakan jenis lumut dari kelas Bryopsida
(Prasetyo, 1993).
I. KESIMPULAN

1. Pengklasifikasia tumbuhan lumut dapat dilakukan melalui beberapa tahap yang


meliputi tahap deskripsi, klasifikasi dan identifikasi.
2. Lumut A, E dan F tergolong kedalam kelas Bryopsida
3. Lumut B dan D tergolong kedalam Kelas Hepaticopsida
4. Lumut C tergolong kedalam kelas Antocherothopsida
J. DATAR RUJUKAN
Anggraini,

Septi.

2013.

Praktikum

lumut

dan

paku. Blog

http//:septianggra.Blogspot.com/2013/06/praktikum-lumut-dan-paku.html

Septi.
(diakses

pada 2 januari 2016).


Gradstein, S.R. 2003. Ecology of Bryophyta. A Handout Lecture of Regional Training Course
On Biodeversity and Conservation of Bryophytes and Lichens. Bogor. Indonesia.
Hasan, M. dan Ariyanti, N. S. 2004. Mengenal Bryophyta (Lumut) Taman Nasional Gunung
Gede Pangrango Volume 1. Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas.
Hidayati,

Nanik.

2009.

Klasifikasi

Tumbuhan,

(https://nanikhidayati.files.wordpress.com/2009/06/klasifikasi-tumb.pdf),

(Online),
diakses

Februari 2016
John, Kimball. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta : Erlangga, 1987.
Loveless, A.R., 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 2. Jakarta: PT
Gramedia (alih bahasa oleh Kustawa, Kartawinata, Sarkat Danimiharja, Usep Soetisna)
Mishler et al. 2003. Morphology of Bryophyta. Guide to Bryophytes of Tropical America. A
Handout Lecture of Regional Training Course On Biodeversity and Conservation of
Bryophytes and Lichens. Bogor. Indonesia.
Prasetyo, Triastono Imam dan Fatchurrahman. 1993. Botani Tumbuhan Lumut. Malang: IKIP
Malang
Sianipa, Prowel. Biologi. Yogyakarta: Pustaka Publisher, 2010.