Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 7

NAMA KELOMPOK:
1.FADILLATUL NISA
2.INES INDRIYANI
3.SEPTIAN

DEFINISI

Sistem penamaan iupac

Menurut aturan trivial, penamaan


eter sebagai berikut : menyebutkan
nama kedua gugus alkil yang mengapit
gugus O kemudian diberi akiran
eter.
Contoh:
CH3CH2OCH2CH2CH3
Etoksi propane Etil propil eter

Sifat kimia eter

Eter bersifat inert seperti halnya alkana, eter


tidak bereaksi dengan oksidator, reduktor maupun
basa. Sifat inilah yang menyebabkan eter banyak
digunakan sebagai pelarut organik.

Sifat fisika eter

a) Eter adalah cairan tidak berwarna yang mudah menguap

dengan bau yang khas.

b)Eter tidak larut air, akan tetapi larut dalam pelarut

nonpolar.

c) Eter mudah terbakar dengan nyala bening yang jernih

karena uap eter membentuk campuran yang eksplosif


dengan udara.

d)Eter dapat melarutkan lemak, minyak, resin, alkaloid,

brom, dan iod.

Reaksi pembuatan
eter

a. Mereaksikan alkil halida dengan alkoksida


Eter dapat dibuat dengan mereaksikan antara alkil halida dengan
natrium alkoksida. Hasil samping diperoleh garam natrium halida.
R-ONa + R'-X R-O-R' + NaX
b. Mereaksikan alkil halida dengan perak(I) oksida
Alkil halida bereaksi dengan perak(I) oksida menghasilkan eter. Hasil
samping diperoleh garam perak halida.
c. Dehidrasi alkohol primer
2 R-OH R-O-R + H2O
Eter dapat dibuat dengan dehidrasi alkohol primer dengan asam sulfat
dan katalis alumina.

Reaksi terhadap
eter