Anda di halaman 1dari 17

SENYAWA KARBON

PERHATIKAN GAMBAR DI BAWAH INI


APA ITU SENYAWA KARBON??

Senyawa Karbon merupakan senyawa organik yang paling


sederhana. Hal ini disebabkan karena senyawa Karbon
yang kompoen utama tersusun dari atom
karbon,hidrogen,oksigen hanya terdiri atas atom karbon dan
hidrogen.
GUGUS FUNGSI

Alkohol Eter

1.Alkohol

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang salah sat atom


hidrogennya di ganti oleh gugus funsi hidroksil(-OH) Dengan
rumus (R-OH)
TATA NAMA GUGUS FUNGSI ALKOHOL

IUPAC TRIVIAL

Menentukan rantai induk


Di turunkan dari nama alkana
yang sesuai dengan Menetukan nomor di mulai dari salah
mengganti akhiran a menjadi satu ujung di mana posisi alkohol
ol mendapat nomor terkecil
Jika terdapat cabang penulisan nama
di mulai dari nama cabang,kemudian
nama rantai induk .Penulisan cabang
dengan urutan abjad .cabang yang
sejenis di awali dengan awalan
di,tri,tetra dst
Contoh

Struktur Nama IUAPC Nama Trivial

CH3-CH2-OH Etanol Etil alkoho


CH3
|
CH3-CH2-OH 2-Propanol Isopropil alkohol

CH3-OH Metanol Metil alkohol

CH3-CH- CH2- CH3 2-Butanol Sek-butil alkohol


|
OH
Contoh Tata Nama Gugus Fungsi Alkohol

CH3 CH3
l l
CH3-CH-CH-CH-CH3 CH3-CH2-CH-CH-CH2-CH3
l l l
OH CH3 OH

3,4-Dimetil-2-Pentanol 4-Metil-3-heksanol

CH3 OH
CH3-CH2-CH-CH3 l l
CH3-CH-CH-CH-CH2-CH-CH3
l
OH l l
C2H5 C2H5

 
2-butanol 4-etil-5,6-dimetil-2-oktanol
Klasifikasi Alkohol

Alkohol primer adalah alkohol dengan


gugus –OH terikat pada atom C primer

Alkohol sekunder adalah alkohol dengan


gugus –OH terikat pada atom C sekunder

Alkohol tersier adalah alkohol


dengan gugus –OH terikat pada
atom C tersier
Sifat fisika dan sifat kimia alkohol

Sifat fisika alkohol Sifat kimia Alkohol


 memiliki titik didih yang tinggi. • Alkohol primer dan sekunder
 Molekul-molekul alkohol dapat dapat dioksidasi dengan
berikatan satu sama lain melalui menggunakan oksidator, tetapi
ikatan hidrogen alkohol tersier tidak.
 Mudah terbakar • Antar molekul hidrogen terdapat
 Bersifat polar karena memiliki ikatan hidrogen
gugus-OH • Alkohol primer dan sekunder
 Semakin tinggi berat molekul dapat dioksidasi dengan
alkohol makin tinggi pula titik menggunakan oksidator, tetapi
didihnya alkohol tersier tidak
 Tidak berwarna dan berbau khas • Logam K dan Na hanya dapat
bereaksi dengan alkohol yang
bersifat kering
Pembuatan Senyawa Gugus Fungsi Alkohol

a. Metanol
Metanol dibuat dari CH4 (metana) dengan dua tahap. Pada tahap 1 gas
metana dipanaskan dengan uap air membentuk gas CO dan H2.
CH4(g) + H2O(g) ←⎯⎯⎯⎯→ CO(g) + 3 H2(g)

Pada tahap 2 gas CO dan gas H2 direaksikan membentuk metanol

b. Etanol
Etanol pada umumnya disebut alkohol padi-padian atau alkohol
minuman karena dapat dihasilkan dari fermentasi
Kegunaan alkohol

Alkohol

Antiseptik
Baveregas industry
Gliserol
GUGUS FUNGSI ETER

Secara umum, rumus molekul eter dapat dituliskan seperti


berikut.R-O-R

Secara umum rumus molekul eter adalah seperti berikut.

Tata Nama Eter

Tata nama eter dapat dilakukan dengan sistem IUPAC dan nama trivial
eter disebut juga alkoksi alkana. Tata nama menurut
Menurut sistem IUPAC IUPAC dilakukan dengan menetapkan alkil yang lebih
kecil sebagai alkoksi dan alkil yang lebih besar
sebagai alkana.

dilakukan dengan menyebutkan nama alkil sesuai


Tata nama dengan nama
urutan abjad dan diakhiri eter. Jika kedua alkil sama
trivial
digunakan awalan
CONTOH

Keisomeran Eter
Eter dengan rumus umum R – O – R' mempunyai keisomeran fungsi dengan alkohol
(R – OH).

1-propanol dan metoksi etana memiliki rumus molekul yang sama yaitu C3H8O
Sifat fisika dan sifat kimia Eter

Sifat Fisika Sifat kimia

 Tidak berwarna  Eter bersifat inert seperti halnya


 Mudah menguap alkana, eter tidak bereaksi dengan
 Tidak larut dalam air
oksidator, reduktor maupun basa.
 larur dalam pelarut non polar
Sifat inilah yang menyebabkan
 Mudah terbakar
eter banyak digunakan sebagai
pelarut organic
Pembuatan Senyawa Gugus Fungsi Eter

Eter yang paling penting secara komersial ialah etoksi etana. Etoksi etana dibuat dari
etanol dan asam sulfat, dengan reaksiseperti berikut.

Pembuatan dengan sintesis ini melalui dua langkah yaitu sebagai berikut

 alkohol dikonversi menjadi alkoksidanya melalui pengolahan dengan


logam reaktif (natrium atau kalium). 2C2H5OH + 2 Na →2C2H5ONa + H2
 mereaksikan alkoksida dengan alkil halida.Reaksi yang terjadi dapat
dituliskan seperti berikut.C2H5ONa + CH3Br → C2H5 – O – CH3 + NaBr
Kegunaan Eter

Eter

CH3 Pelarut
l Obat bius(anastesi)
CH3-CH-O-CH3 MTBE
l Zat aditf untuk
CH3 menaikkan bilangan
oktan
MTBE