Anda di halaman 1dari 18

NI PUTU LINDA PRATIWI 13 15 251 041

FLORA NILA FRANSISKA 13 15 251 115


I G.N. ERLANGGA BAYU R.P 13 15 251 123

RUMUSAN MASALAH
Mengetahui Peran
Langsung Pariwisata
Terhadap Peluang Kerja
Mengetahui Peluang Kerja
Mengetahui Multiplier Efek
Pariwisata dan pasar
Tenaga Kerja

A. PERAN LANGSUNG PARIWISATA


TERHADAP PELUANG KERJA
Menggunakan pengganda National Tourism Satellite Account
2006 diketahui pengganda pengeluaran wisatawan terhadap
penciptaan kesempatan kerja di sektor pariwisata sebesar
0,0000000530 dan di dalam perekonomian nasional sebesar
0,000000761.
Artinya setiap pengeluaran wisatawan sebesar satu trilliun
(Rp 1,000,000,000,000) akan mampu menciptakan
kesempatan kerja di sektor pariwisata sebanyak 53.000
orang dan di dalam perekonomian nasional sebesar 761.000
orang. Sumbangan penciptaan kesempatan kerja di
pariwisata terhadap perekonomian nasional 6,97%.

A. PERAN LANGSUNG PARIWISATA


TERHADAP PELUANG KERJA
Untuk kasus Bali, menggunakan pengganda Bali
Tourism Satellite Account 2007, pengganda
pengeluaran wisatawan terhadap penciptaan
kesempatan kerja di sektor pariwisata adalah
0,0000000283 dan dalam perekonomian
regional adalah 0,00000006756.
Artinya setiap pengeluaran wisatawan satutilliun
rupiah (Rp 1,000,000,000,000) akan mampu
menciptakan kesempatan kerja
sebanyak28.300 di sector pariwisata, dan
dalam perekonomian Bali sendiri adalah 67.560
orang.

A. PERAN LANGSUNG PARIWISATA


TERHADAP PELUANG KERJA
Jadi, sumbangan penciptaan kesempatan kerja
sector pariwisata terhadap kesempatan kerja
regional mencapai 41,89%. Jadi dapatlah
disimpulkan bahwa pariwisata telah menjadi
mesin penciptaan kesempatan kerja.
Peningkatan kedatangan wisatawan ke Indonesia
atau ke pulau Bali (berarti peningkatan
pengeluaran wisatawan) akan meningkatkan
secara nyata permintaan berbagai macam
output, dan pada akhirnya akan meningkatkan
peluang pekerjaan.

B. PELUANG KERJA
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang
menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk
diisi oleh para pencari kerja. Namun bisa
diartikan juga sebagai permintaan atas tenaga
kerja.
Tenaga kerja memegang peranan yang sangat
penting dalam roda perekonomian suatu negara,
karena:
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi.
Sumber Daya Alam.
Kewiraswastaan.

Strategi Peningkatan Kesempatan Kerja


Dari sisi persediaan tenaga kerja :

Pengendalian jumlah penduduk dalam jangka


panjang masih perlu dipertahankan. Pengendalian
angkatan kerja dalam jangka pendek melalui
peningkatan pendidikan yaitu dibedakan atas
peningkatan kuantitas pendidikan (perluasan fasilitas
pendidikan, peningkatan kondisi perekonomian
keluarga yang mencegah angka putus sekolah dan
peningkatan usia sekolah/wajib belajar 9 tahun) serta
peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas
tenaga
kerja.
Pemerataan
pembangunan
infrastruktur
secara
merata
sehingga
dapat
mencegah migrasi desa-kota.

Strategi Peningkatan Kesempatan Kerja


Dari sisi kebutuhan tenaga kerja

Perluasan dan penciptaan kesempatan kerja melalui


kebijakan makro (seperti penyederhanaan mekanisme
investasi, pengembangan sistem pajak yang ramah
pengembangan usaha, sistem kredit yang menggerakkan
sektor riil), kebijakan regional (melalui pengalokasian
anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang
menyerap tenaga kerja), kebijakan sektoral ( di sektor
pertanian
dapat
dilakukan
melalui
penguatan
kelembagaan (koperasi), membentuk kelompok yang
terdiri dari beberapa usaha kecil (UKM) dalam pengolahan
hasil pertanian, perbaikan teknik usaha tani, hingga
pengembangan sistem pengemasan sesuai dengan
kebutuhan pasar di luar komunitas, sedangkan di sektor
industri melalui penyederhanaan mekanisme investasi,
penataan sistem keamanan yang lebih baik.

C. Multiplier Effects dalam


Pariwisata
Menurut Glasson (1990) multiplier effects adalah
suatu kegiatan yang dapat memacu timbulnya
kegiatan lain. Berdasarkan teori ini dapat
dijelaskan bahwa industri pariwisata akan
menggerakkan industri-industri lain sebagai
pendukungnya.
Komponen
utama
industri
pariwisata adalah daya tarik wisata berupa
destinasi dan atraksi wisata, perhotelan, restoran
dan transportasi lokal. Sementara komponen
pendukungnya, mencakup industri-industri dalam
bidang transportasi, makanan dan minuman,
perbankan, atau bahkan manufaktur. Semuanya
dapat dipacu dari industri pariwisata.

Multiplier effects juga bisa digunakan untuk


mengukur tingkat keberhasilan industri
pariwisata.
Secara
sederhana
ukuran
keberhasilan dihitung dari besar pengaruh
uang yang dibelanjakan wisatawan terhadap
perekonomian suatu negara atau destinasi.
Besarnya
pengaruh
uang
tersebut
dinotasikan sebagai coefficient of multiplier
effects(K).
Semakin
besar
nilai
K
menunjukan bahwa perkembangan industri
pariwisata juga semakin bagus. Nilai K juga
dipengaruhi
oleh
kebocoran
multiplier
effects, meskipun banyak uang dibelanjakan
oleh wisatawan, tapi jika kebocorannya juga

Pasar tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar


yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja.
Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah
para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan
sebagai pembelinya adalah orang-orang / lembaga yang
memerlukan tenaga kerja. Untuk menciptakan kondisi
yang sinergi antara kedua belah pihak, yaitu antara penjual
dan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang
baik antara semua pihak yang terkait, yaitu penjual tenaga
kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.

Fungsi dan Manfaat Pasar


Tenaga Kerja
Bursa tenaga kerja mempunyai fungsi yang
sangat luas, baik dalam sektor ekonomi maupun
sektor-sektor yang lain. Fungsi Pasar Tenaga
Kerja yaitu:
Sebagai Sarana Penyaluran Tenaga Kerja,
Sebagai sarana untuk mendapatkan informasi
tentang ketenagakerjaan,
Sebagai sarana untuk mempertemukan pencari
kerja
dan
orang
atau
lembaga
yang
membutuhkan tenaga kerja,

KASUS : Sektor Pariwisata Paling


Cepat Cetak Lapangan Kerja
Pemerintah akui sektor pariwisata paling cepat menciptakan
lapangan kerja dan memberikan dampak ekonomi berganda yang
luas. Oleh karena itu dalam Masterplan Percepatan Pembangunan
dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I) jadi sektor
prioritas." Dalam rapat di Cikeas usai Lebaran, Presiden SBY
mengakui dampak berganda pariwisata begitu luas dan tercepat
dalam penciptaan lapangan kerja karena itu pariwisata masuk
koridor V yang perlu digenjot," kata Menbudpar Jero Wacik di selasela Halal Bihalal Kemenbudpar, hari ini. Libur Lebaran dan
kegiatan mudik yang diwarnai kegiatan wisata , misalnya, telah
menggerakkan sektor perekonomian yang besar. Kegiatan KUKM
yang berkaitan dengan pariwisata mendapatkan manfaat
langsung dari membanjirnya wisatawan di obyek-obyek wisata.

KASUS : Sektor Pariwisata Paling


Cepat Cetak Lapangan Kerja
"Data Neraca Satelit Pariwisata Nasional (Nesparnas) juga
menunjukkan besarnya dampak ekonomi itu sehingga kepala
negara putuskan harus ada perhatian lebih pada sektor
pariwisata," kata Jero Wacik. Menurut dia, dalam pelaksanaan MP3I
pihaknya ditunjuk menjadi ketua koridor V yaitu pintu gerbang
pariwisata dan pendukungan ketahanan pangan nasional. Untuk
itu pembangunan ekonomi Bali, NTB dan NTT melalui kegiatan
pariwisata menjadi prioritas. "Sebagai pintu gerbang maka selain
airport Ngurah Rai di Bali Selatan, akan ada airport lain di Bali
Utara yang rampung 2014. Saya juga sudah mengusulkan agar
bandara Kupang juga diperbesar fasilitasnya," tambah Menbudpar.
Dengan menggenjot keberadaan infratruktur baru itu seperti
airport Lombok yang bisa rampung sebelum akhir tahun ini maka
akan terbuka penerbangan langsung dari mancanegara.

KASUS : Sektor Pariwisata Paling


Cepat Cetak Lapangan Kerja
Penerbangan langsung dari Australia, Jepang dan kawasan
Pasifik lainnya ke Bali, Lombok dan Kupang, NTT nantinya bisa
langsung. Pemerintah akan dorong penerbangan asing dan
nasional untuk membuka akses di jalur itu, tandas Wacik.
"Nantinya kita harapkan wisatawan yang datang melalui pintu
gerbang di koridor V melanjutkan penerbangannya ke Destinasi
wisata yang lain seperti Tana Toraja, Sulawesi Selatan,"
tambahnya. Selama ini pariwisata dinilai sebagai kegiatan senangsenang saja. Namun setelah terbukti paling cepat menciptakan
lapangan kerja maka negara makin bersungguh-sungguh
menggarapnya. "Target MP3I untuk mensejahterakan masyarakat
pada 2025 optimistis tercapai. Target kunjungan wisatawan
mancanegara yang sudah dicanangkannya sebanyak 7,7 juta
orang pada tahun ini juga akan tercapai, tandasnya.

KASUS : Sektor Pariwisata Paling


Cepat Cetak Lapangan Kerja
Namun Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)
Rusman Heriawan mengatakan untuk mencapai target
itu maka dalam lima bulan ke depan (AgustusDesember) Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Indonesia Jero Wacik harus mendatangkan 600 ribu
kunjungan wisman per bulannya. Jumlah wisman
sebesar itu harus datang selama periode itu, maka
baru ada peluang untuk capai 7,7 juta wisman. Kalau
lihat Juli kemarin sih bagus jadi mudah-mudahan target
tercapai, ungkapnya pada jumpa pers di kantornya
hari ini.

KASUS : Sektor Pariwisata Paling


Cepat Cetak Lapangan Kerja
Berdasarkan data BPS, secara kumulatif (Januari-Juli)
2011, jumlah wisman mencapai 4,34 juta orang atau naik
7,53% dibanding jumlah wisman pada periode yang sama
tahun 2010 sebanyak 4,04 juta. Khusus untuk bulan Juli ,
jumlah wisman yang datang ke Indonesia mencapai
745.500 orang atau naik 13,21% dibanding Juli 2010
sebesar 658.500 ribu. Apabila dibandingkan dengan Juni
2011, jumlah wisman Juli 2011 juga mengalami kenaikan
sebesar 10,54%. Pada musim liburan itu, jumlah wisman ke
Bali melalui bandara Ngurah Rai naik 10,75% dibandingkan
Juli 2010 yaitu dari 252.100 orang menjadi 279.200 orang.

SESI DISKUSI