Anda di halaman 1dari 27

KONSTIPASI PADA

ANAK
Muhammad Ferdy Agustian
Pembimbing : dr. Mas Wishnuwardhana Sp.A
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
RSUD Kota Bekasi

DEFINISI
Kesulitan melakukan defekasi
atau berkurangnya frekuensi
defekasi tanpa melihat apakah
tinjanya keras atau tidak
(Rogers,
1997)

Kesulitan defekasi yang terjadi


tsb menimbulkan nyeri dan
distres pada anak
(Lewis & Muir, 1996)

Frekuensi defekasi lebih jarang

DEFINISI
Ketidakmampuan mengevakuasi
tinja secara sempurna
Frekuensi berhajat berkurang dari
biasanya
Tinja lebih keras dari biasanya
Palpasi abdomen teraba skibala
Dengan atau tanpa enkopresis
(Buku Ajar
Gastroenterologi Anak, 2009)

KRITERIA ROME III KONSTIPASI FUNGSIONAL


1. Dua lebih gejala sbb:
- Konstipasi minimal 25% defekasi
- Feses keras disusul lembek pada 25% defekasi
- Perasaan tak tuntas pada 25% defekasi
- Perasaan obstruksi anorektal pada 25%
defekasi
- Perlu manual manuver pada > 25% defekasi
- Frekuensi defekasi < 3x/minggu
2. Pengeluaran feses tanpa pencahar
3. Tidak memenuhi kriteria Irritable Bowel
Syndrome
Simptom dimulai 6 bulan sebelumnya dengan
gejala lengkap pada 3 bulan berikutnya

Frekuensi normal defekasi pada anak:


Umur
Defekasi/minggu Defekasi/hari
0-3 bulan (ASI)
5-40
2,9
0-3 bulan (formula)
5-28
2,0
6-12 bulan
5-28
1,8
1-3 tahun
4-21
1,4
>3 tahun
3-14
1,0

ETIOLOGI
Usia
neonatus/bayi
Hirschsprung
Meconeum plug
syndrome
Alergi susu sapi
Retensi tinja
Perubahan diet
Kelainan endokrin,
hipotiroid
Fibrosis kistik
Pseudo-obstruksi
kronis
Penyakit metabolik
Malformasi
anorektal bawaan
(anus imperforata,
stenosis ani, anal
band)
Chronic idiopathic
intestinal

Usia Toddler
(2-4 tahun)

Usia
sekolah:

Usia adolesen

Segala usia

Fissura
Retensi tinja
Irritable Bowel
Efek samping
ani/retensi tinja Fasilitas toilet
Syndrome
obat, perubahan
Menolak buang
terbatas
Jejas medulla
diet, pasca
air besar
Preokupasi
spinalis
operasi
Hirschsprung
dengan
(trauma/kecelakaan) Riwayat operasi
dengan segmen kegiatan lain
Diet
anorektum
pendek
Kemampuan
Anoreksia
Retensi tinja dan
Alergi susu sapi
mengenali
Kehamilan
enkopresis
Kelainan SSP
rangsangan
Laxative abuse
akibat retensi
Kelainan medula
fisiologis
tinja kronis
spinalis
terbatas
Perubahan
(meningomieloke
aktivitas fisik,
l, dsb)
dehidrasi,
Tethered cord
hipotiroid

ETIOLOGI
-DIET TINGGI LEMAK
-RENDAH SERAT
-KURANG MINUM
-KURANG GERAK
-EMOSI
-TEMPAT BARU
-KELAINAN FISIK
OBAT PENYEBAB
KONSTIPASI

95% KONSTIPASI
FUNGSIONAL
5% KAUSA ORGANIK

-Anestesi, analgetik narkotik, opiat


-Antikolinergik, simpatomimetik
- Antikonvulsan, diet ketogenik
- Antimotilitas
- Antipsikotik, antidepresan
- Ca chanel blocker (Verapamil)
- Mineral (Al, Ca, Fe, Pb, Hg, Ar,Bi)
- Antiinflamasi non-steroid

Gejala

Konstipasi fungsional

HirschsprungDisease

Jarang

Sering

Setelah 2 tahun

Saat lahir

Failureto thrive

Jarang

Sering

Fecal incontinence

Sering

Hampir tidak pernah

Riwayat adanya fssura

Sering

Jarang

Distensi abdomen

Jarang

Sering

Enterocolitis

Tidak

Bisa terjadi

Colok dubur

Terdapat feses

Kosong

Mekoniumterlambat
Onset

Tinja menyemprot bila


telunjuk dicabut
Gagal tumbuh

Jarang

Sering

Fisiologi defekasi (1)

Regangan dinding rektum


Refleks relaksasi SAI
Kontraksi SAE
TOILET
Relaksasi SAE dan m.
Puborektalis
Kontraksi diafragma, dinding
abdomen dan rektum
Sensor epitel: tinja cair, padat,
gas

Fisiologi defekasi (2)


Fungsi kolon: simpan dan
keringkan
Makan/minum sebagai stimulus
defekasi (refleks gastrokolik)
Asupan serat sebagai stool
bulking
Kurang minum
Meningkatnya kehilangan cairan
Berkurangnya aktivitas fisik
Stres dan perubahan aktivitas

Tinja keras
Fisura ani
Nyeri waktu defekasi
Witholding
Reabsorbsi
Tinja makin keras
Makin nyeri

Lingkaran setan: nyeri-witholding-skibala

Tinja keras & besar


Distensi tinja kronik
Ambang rangsang
sensasi rektum
Kemampuan sensor
Panggilan defekasi (-)

Lingkaran setan: distensi-sensasi

LINGKARAN SETAN
Berbagai kausa Konstipasi
feses keras iritasi/fisura
nyeri defekasi takut
defekasi absorbsi air tinja
makin keras dst
Kejang sfingter anal distensi rektal kronis enkopresis

Diagnosis
ANAMNESIS
-

Frekuensi defekasi/mggu
Konsistensi
Akut / Kronis
Nyeri abdomen
Riwayat tinja keras
Enkopresis
Anoreksia, BB sulit naik
Perilaku aneh saat
akan defekasi
- Mungkin ada retensi urin

- pengeluaran mekoneum
- sering kembung
- menolak defekasi

PEMERIKSAAN FISIK

CURIGA PENYEBAB
ORGANIK ?
-Gagal tumbuh
- distensi abdomen
- lengkung
lumbosakral (-)
- pilonidial dimple +
tuft hair
- agenesis sakrum
- bokong datar
- letak anus di depan
- patulous anus
- ampula rekti kosong,
tapi
teraba massa tinja

-Darah dalam tinja (+)


- Kedutan anus (-)
- Refleks kremaster (-)
- Tonus & kekuatan
ekstremitas bawah
- refleks tendon

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
BNO (kaliber kolon &
massa tinja) + colok
dubur

BARIUM ENEMA
(Hirschsprung
disease/ obstruksi
usus)
Hirschsprung zona
transisi

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
OSIFIKASI TULANG
HIPOTIROID
(Memastikan
Hirschsprung disease)

PEMERIKSAAN
LAIN-LAIN
( bila ada indikasi)
-Hormon Tiroid
-USG abdomen
-MRI
-Laboratorium:
* darah dalam
tinja
* sweat test
(fbrosis
kistik)
* kadar Kalsium,
dll

TATALAKSAN
A
EVAKUASI TINJA
-Dilakukan 2 sd 5
hari sampai bersih
-Obat po:
Mineral oil, PEG,
parafn cair,
laktulosa, sorbitol
-Obat rektal:
Garam Fisiologis,
enema fosfat
hipertonik, gliserin
supp

TERAPI RUMATAN
-Intervensi diet
-Modifkasi perilaku
-Laksatif bila perlu
Obat (biasanya
perlu):
-laktulosa, sorbitol
-Magnesium
hidroksida
-Cisaprid (hati-hati)
Bisa sampai
beberapa bulan

Obat untuk terapi rumatan


Laktulosa (larutan 70%): 1-3
ml/kg/hari
Sorbitol (larutan 70%): 1-3 ml/kg/hari
Mineral oil : 1-3 ml/kg/hari
Magnesium hidroksida (400mg/ml): 13 ml/kg/hari
Cisapride: 0,2 mg/kg/kali 3-4 kali/hari
Kombinasi

Obat pencahar
Per oral atau per rektal

Laksatif osmotik
Lubrikan
Laksatif stimulan
Pelunak tinja

TATALAKSANA KONSTIPASI

MODIFIKASI
PERILAKU

-Defekasi teratur
-Sistem reward
(hadiah)
-Diet tinggi serat
-Minum banyak air
-Susu formula dengan
fortifkasi Fe masih
aman
-Probiotik mungkin
bermanfaat
-Konsul
psikolog/psikiater bila
ada ggn tingkah laku

Serat bermanfaat
pada
konstipasi

LATIHAN
DEFEKASI

- Dilakukan siang
- Bersamaan dengan
latihan bak
- Pispot kecil seukuran
anak
pada waktu2 yang
disepakati
(3-4x/hari)
- Waktu duduk maks 4-5
menit
- Puji anak jika mau duduk,
walau belum bisa b.a.b
- Bisa dengan popok/celana
biasa
- Latihan cebok sejak usia
3,5 tahun
- Kerjasama dengan
babbysiters

Terapi bedah
Hanya bila terapi medis yang optimal tidak
berhasil
Appendicostomy
Cecostomy
Sigmoidostomy
Antegrade colonic enemas
Creates a conduit to the cecum that can be
used to administer daily colonic irrigations

THANK YOU