Anda di halaman 1dari 22

PERBAIKAN SECARA HIDRAULIK

Metode yang digunakan

Preloading tanpa drainase vertikal


Preloading dengan drainase vertikal
Dewatering
Metode elektrokinetik

TUJUAN DAN PRINSIP KERJA


Preloading
Mempercepat penurunan dengan cara menambahkan
beban sebelum pelaksanaan konstruksi dengan tujuan
untuk menaikkan kuat geser tanah
Drainase Vertikal
Mempercepat proses Konsolidasi (primer) dengan cara
memperpendek aliran air keluar dari pori-pori tanah
Dewatering
Mempercepat penurunan dengan cara menurunkan muka
air tanah (ingat prinsip bouyancy dimana penurunan muka
air tanah = peningkatan beban) dengan tujuan menaikkan
kuat geser tanah
Metode Elektrokinetik
Mengurangi kadar air sehingga kuat geser meningkat dan
kompresibilitas menurun seiring dengan berkurangnya
volume pori tanah
2

METODE PRELOADING
Prinsip Kerja Preloading
Memberikan beban (surcharge) sebelum pekerjaan
konstruksi Surcharge dihilangkan setelah -- misalnya tercapai 90% konsolidasi
Beban konstruksi akan menimbulkan penurunan yang
relatif kecil
Kuat geser meningkat sebanding dengan besarnya
preloading (Uji TX CU)
Prinsip Kerja Drainase Vertikal
Drainase vertikal mempercepat penurunan tapi tidak
mengurangi penurunan akhir

Perbaikan tanah dengan preloading dan


kombinasi preloading + drainase vertikal

Jarak masing-masing
Drainase
drainase vertikal
Vertikal
harus ditentukan
berdasarkan waktu
Lapisan lempung
dan derajat
lunak
konsolidasi yang
direncanakan
Model Instalasi Drainase Vertikal dan pembebanan
bertahap

Jarak drainase
vertikal

Tampak atas pola-pola pemasangan Drainase Vertikal


(a) Pola bujursangkar re0,564 S; (b) Pola segitiga dengan
re0,525 S
5

Kenaikan parameter kekuatan geser tanah (c) setelah konsolidasi, dapat


diperkirakan dari hasil test triaksial CU:

Untuk menghitung insitu undrained shear strength, harga consolidation


pressure, 3 , merupakan harga confining pressure yang diambil sebagai
tegangan efektif rata-rata.
1 2K
3 ' v '

1 ' 2C total tan(45 / 2) 3 ' tan 2 (45 / 2)

Nilai Undrained Shear Strength diperoleh dengan formula berikut:


Cu ( 1 ' 3 ' ) / 2

STABILISASI ELEKTROKINETIK
Pemberian potensial listrik pada tanah jenuh air sehingga
terjadi aliran air ke katoda. Aliran air ini setara dengan
proses konsolidasi yang menyebabkan menurunnya
kadar air sehingga kuat geser meningkat dan
kompressibilitas menurun.
Efek samping dari proses ini adalah perubahan komposisi
psiko-kimia dari tanah yang ,mempunyai pengaruh
baik bagi peningkatan kuat geser.

PERBAIKAN SECARA FISIKA & KIMIAWI


Prinsip dasar
Mengubah komposisi fisik dan kimiawi tanah dengan
menambahkan admixture sehingga terjadi peningkatan
kepadatan dan kohesi serta modulus kekakuan tanah
terhadap pembebanan
Jenis Perbaikan yang dilakukan
Penambahan Admixture (di permukaan dan pada
kedalaman tertentu
Penggunaan Grouting
Metode Thermal (Heating & Freezing)

PRINSIP KERJA
Penggunaan Admixtrure

Dilakukan pada tanah permukaan (misalnya timbunan jalan


raya, oprit jembatan, lantai gudang, open storage,
perkuatan lereng, mengurangi erosi dll.
Deep mixing dilakukan dengan membuat kolom kolom
dalam tanah yang diisi dengan admixture

Perbaikan dengan Grouting

Grouting adalah menyintikkan suatu bahan kimia pada


suatu lokasi dalam tanah yang merupakan perlemahan.
Umumnya grouting digunakan pada daerah terbatas (pada
sebaian dari struktur) untuk memperkuat (lihat gambar)

Metode Thermal

Groung freezing merupakan metode yang cocok untuk


semua jenis tanah namun jarang digunakan karena mahal

BAHAN YANG DIGUNAKAN

Semen & kapur memberikan hasil yang paling baik


karena reksi yang terjadi adalah hidrasi dan penggumpalan
untuk jangka pendek serta sementasi dan karbonasi pada
jangka panjang. Namun stabilisasi dengan kapur terbukti
meberikan durabilitas yang lebih rendah dari pada
pemakaian semen

Fly ash dan Abu sekam padi juga digunakan, namun


reaksi/ikatan kimiawi dengan tanah lemah, sehingga
peningkatan kekuatan hanya didapatkan dari pengisian
pori-pori tanah karena ukuran partikelnya yang kecil dan
ringan. Pengisian pori-pori ini berakibat peningkatan
kerapatan dan kuat geser tanah.

Bahan lain yang juga pernah digunakan adalah Terak baja,


bitumen dan Tar serta beberapa macam bahan kimia
lainnya,

10

Beberapa contoh stabilisasi tanah dengan admixtures

11

Kurva kenaikan strength dan density akibat campuran


cement/lime

12

Perbaikan tanah dengan Grouting


13

PERBAIKAN DENGAN REINFORCEMENT


(INKLUSI & PENGEKANGAN)
Prinsip Kerja
Tanah hanya memiliki kekuatan terhadap tekanan
Kuat geser tanah didapat dari gesekan antar butiran tanah
akibat beban vertikal/normal
Pada saat butiran tanah saling bergerak untuk memobisasi
kekuatannya, terjadi deformasi elastik dan deformasi geser
tanah yang dapat dilihat sebagai regangan (baik tekan
maupun tarik).
Bila pada tanah dipasang perkuatan, maka gesekan antar
tanah dan perkuatan akan menimbulkan ikatan diantara
keduanya dan berfungsi menahan tarikan yang terjadi
dalam tanah

14

PRINSIP KERJA PERBAIKAN TANAH DENGAN


INKLUSI
Komposit material yang dibentuk oleh reinforcement dan
tanah butiran yang berinteraksi melalui gaya gesekan
yang terjadi pada kedua material akibat gravitasi dan
memberikan tahanan tarik kepada tanah untuk menahan
beban-beban yang bekerja (gaya luar + gaya gravitasi)

Inklusi berfungsi meningkatkan


permeabilitas, menaikkan kuat geser,
menurunkan kompresibilitas

Syarat :Inklusi tidak mengandung bahan kimia yang


korosif atau sebaliknya tanah juga tidak korosif
15

BAHAN DAN APLIKASI

Bahan yang digunakan

Fiber
Metal strips
Meshes
Fabrics
Perkuatan insitu dengan: soil nailings dan angkur
(baja, beton, geosintetis)

Aplikasi umumnya untuk perkuatan


lereng dan tembok penahan tanah

16

17

PERBAIKAN DENGAN BAHAN RINGAN


Prinsip dasar
Mengurangi beban timbunan (backfill) dengan
menggunakan bahan yang sangat ringan (0.02 gr/cm 3),
tahan air, dan ramah lingkungan.

Spesifikasi bahan
Kuat tekan
Densitas
Geometri (pemasangan harus saling mengunci untuk
mencegah lulusnya air.

18

Pemakaian EPS Block


EPS diletakkan pada kondisi drainase yang baik sesuai dengan prinsip Hukum
Archimedes. Muka air tanah diharuskan berada di atas elevasi dasar dari EPS.
Lalu kekuatan daya apung memainkan peranan penting dalam rancangan ini.
Bagian atasnya adalah aplikasi dari faktor keamanan yang melawan pengaruh
daya angkat yang mungkin teriadi pada material ini. Selain itu terdapat pula
faktor keamanan dalam system drainase. Bila semua ini dilaksanakan, maka,
efektifitas kerja dan keamanan dari struktur jembatan dapat dicapai.
EPS Block diletakkan pada lapisan pasir yang dipadatkan dengan ketinggian
100150 mm. Keakuratan ketinggiannya kurang lebih 10 mm melebibi setiap
panjang 3 meter.
EPS Block ditimbun menjadi beberapa lapisan dengan susunan seperti pada.
susunan batu bata dengan perubahan arah dari satu lapisan ke lapisan
berikutnya sesuai dengan perjanjian dan perhitungan tertentu. Hal ini
bertujuan untuk menghindari pergeseran berkelanjutan pada konstruksi.
Koefisien gesekan, , antara batas perternuan antar block, diambil 0,5. Hal ini
untuk melindungi kecenderungan darl pergerakan dari pergerakan yang
lambat antar masingmasing lapisan. Untuk meyakinkan tidak ada gerakan
yang berupa pergeseran dan peluncuran pada masingmasing lapisan dari
material, dapat digunakan paku atau dengan memasang pasak yang
digandakan dengan jarak 1, 5 m di tengahtengah pada tiap sisinya.
19

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

20

21

22