Anda di halaman 1dari 21

Pengantar

Geografi
Pembangunan

Oleh: Muhammad Iqbal Apriliyana, S. Pd,. M.T.

Definisi Pembangunan (1)


Upaya sistematik dan berkesinambungan untuk
menciptakan keadaan yang dapat menyediakan
berbagai alternatif yang sah bagi pencapaian
aspirasi setiap warga yang paling humanistik
Proses pembangunan merupakan proses
memanusiakan manusia
Pembangunan seringkali berkonotasi fisik, lebih
sempit diartikan sebagai penyediaan
infrastruktur/fasilitas fisik

Definisi Pembangunan (2)


Teori pembangunan dalam ilmu sosial dapat dibagi ke dalam dua
paradigma besar, modernisasi dan ketergantungan (Lewwellen 1995,
Larrin 1994, Kiely 1995 dalam Tikson, 2005). Paradigma modernisasi
mencakup teori-teori makro tentang pertumbuhan ekonomi dan
perubahan sosial dan teori-teori mikro tentang nilai-nilai individu yang
menunjang proses perubahan.Paradigma ketergantungan mencakup
teori-teori keterbelakangan (under-development) ketergantungan
(dependent development) dan sistem dunia (world system theory)
sesuai dengan klassifikasi Larrain (1994). Sedangkan Tikson (2005)
membaginya kedalam tiga klassifikasi teori pembangunan, yaitu
modernisasi, keterbelakangan dan ketergantungan. Dari berbagai
paradigma tersebut itulah kemudian muncul berbagai versi tentang
pengertian pembangunan.

Definisi Pembangunan (3)


Menurut Todaro (2000) pembangunan harus
memenuhi 3 komponen dasar yang dijadikan
basis konseptual dan pedoman praktis yaitu:
Kecukupan (sustainance)) dalam memenuhi
kebutuhan pokok
Meningkatkan rasa harga diri/jatidiri (self
esteem)
Kebebasan (freedom) untuk memilih

Definisi Pembangunan (4)


Masih menurut Todaro (2000) pembangunan
harus dipandang sebagai suatu proses
multidimensional yang mencakup berbagai
perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap
masyarakat, institusi nasional, disamping tetap
mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi,
penanganan ketimpangan pendapatan, serta
pengentasan kemiskinan.

Tahap Pembangunan Rostow


Menurut Rostow: secara sederhana pembangunan adalah
terjadinya pertumbuhan ekonomi. Kemudian tahun 1960
beliau mencetuskan suatu model yaitu the stage of
economic growth. Tahapannya sebagai berikut:
Masyarakat tradisional (the traditional society)
Prasyarat lepas landas (the precondition for take off)
Lepas Landas (the take off)
Gerakan ke arah kedewasaan (the drive to maturity)
Masa Konsumsi Tinggi (the age of high mass
consumption)

Ciri Tahap 1: Masyarakat Tradisional


Sistem produksi yang relatif primitif, tingkat produksi per
kapita dan produktifitas per pekerja sangat terbatas,
sumberdaya masyarakat dikerahkan ke dalam sektor
pertanian
Kehidupan di masyarakat masih didasarkan atas nilai-nilai
dan pemikiran yang bukan rasional atau kebiasaan yang
telah berlaku secara turun temurun
Struktur sosial sangat hierarkis yang kurang memungkinkan
terjadinya mobilitas vertikal, sehingga status sosial seorang
anak sama dengan orang tuanya
Pusat kekuatan politik berada pada tangan tuan tanah di
pedesaan, sehingga kebijakan pemerintah pusat selalu
dipengaruhi oleh si landlord tersebut.

Ciri Tahap 2: Prasyarat Lepas Landas


Tahapan ini = masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya
atau dipersiapkan dari luar untuk mencapai pertumbuhan yang
mempunyai kekuatan untuk terus berkembang (self sustained growth),
adapun ciri2nya antala lain:
Terciptanya kerangka landasan struktural sosial, politik, dan
perekonomian yang secara mantap menunjang lepas landas
Sektor pertanian memegang peranan penting hingga mencapai
swasembada (self sustained) dan mendorong terjadinya backward
dan forward multiplier, sehingga muncul beberapa industri
pemasok input dan pengolah hasil pertanian
Pengembangan prasarana umum yang dilakukan oleh pemerintah
Terciptanya elite kepemimpinan baru yang lebih reactive
nationalism, yakni bereaksi secara positif terhadap tekanan/kritik
yang datang dari luar

Ciri Tahap 3: Lepas Landas (1)


Tahapan ini = sudah terdapat perbedaan yang signifikan dalam
masyarakat, revolusi politik, tercapainya inovasi baru,
peningkatan penanaman modal, dan pertumbuhan
pendapatan wilayah>pertumbuhan penduduk), adapun
ciri2nya antala lain:
Pertumbuhan investasi produktif >10%% dari produk
nasional netto
Terdapat satu atau beberapa industri dengan tingkat
perkembangan yang tinggi
Adanya kerangka dasar politik, sosial dan institusional yang
mendorong perluasan sektor modern dan potensi external
economies dari kegiatan lepas landas
Berkembangnya golongan pengusaha (enterpreneur)

Ciri Tahap 3: Lepas Landas (2)


Tiga tahapan perkembangan sektor pertumbuhan wilayah
dalam masa lepas landas:
Pertumbuhan sektor utama/unggulan (leading
sectors)=sektor yang menciptakan pertumbuna pesat
dan memiliki kekuatan ekspansi ke sektor lainnya
Sektor suplementer berkembang akibat econmics
extern sektor pertama yang dapat mengefisienkan
biaya2 dan perubahan penawaran
Perkembangan sektor yang terkait akibat perluasan
permintaan seiring dengan kenaikan pendapatan,
penduduk, dan produksi sektor industri

Ciri Tahap 3: Lepas Landas (3)


Berikut adalah ciri2 leading sectors:
Potensi menciptakan efek ganda (multiplier effect)dari
produksi2 yang dihasilkannya terhadap sektor2 lain
yang mempunyai kemungkinan berkembang dengan
pesat
Teknik produksi yang lebih modern dan kapasitas
produksi dapat diperluas
Terciptanya tabungan masyarakat dan para pengusaha
menanamkan kembali keuntungannya untuk
pengembangan leading sector tersebut
Perkembangan leading sector memacu perluasan
kapasitas dan modernisasi sektor2 lain

Ciri Tahap 4: Gerakan ke arah kedewasaan (1)

Masa dimana masyarakat sudah menggunakan


teknologi modern pada sebagian besar faktor
produksi dan SDA. Corak Leading Sector dengan
teknologi canggih serta didukung oleh kebijakan
pemerintah.

Ciri Tahap 4: Gerakan ke arah kedewasaan (2)


Adapun ciri2nya adalah sebagai berikut:
Terjadinya transformasi struktural yang nyata
sehingga peranan relatif sektor industri lebih
tinggi dari sektor pertanian dan ditunjang oleh
kemahiran para pekerja yang semakin tinggi
Sifat kepemimpinan dalam perusahaan semakin
ditentukan oleh manajer profesional yang
menggantikan pengusaha pemilik
Masyarakat secara keseluruhan telah bosan
dengan keajaiban industrialisasi dan telah timbul
kritik2 terhadapnya.

Ciri Tahap 5: Masa Konsumsi tinggi (1)

Pada tahap ini perhatian masyarakat sudah tidak


ditekankan pada produksi tapi konsumsi dan
kesejahteraan masyarakat. Masyarakat saling
berkompetisi mendapatkan sumberdaya dan
sokongan politik.

Ciri Tahap 5: Masa Konsumsi tinggi (2)


Ciri2nya adalah sebagai berikut:
Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar wilayah
dan berakhir pada penaklukan atas wilayah2 lain
Menciptakan suatu welfare state yang lebih merata
kepada penduduknya dengan melakukan distribusi
pendapatan melalui sistem perpajakan yang progresif.
Makin tinggi pendapatan, makin tinggi tingkat pajaknya
Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat di atas
konsumsi utama yang sederhana atas makanan,
pakaian, dan perumahan yang meliputi barang2
mewah.

Kedudukan Disiplin Geografi dalam


Pembangunan
Geografi Pembangunan adalah cabang dari
disiplin geografi yang mempelajari/ mengkaji
mengenai keterkaitan antara proses
pembangunan yang dilakukan suatu wilayah
dengan keadaan alam serta penduduk wilayah
tersebut. Atau dengan kata lain aspek keruangan
dalam geografi diperlukan untuk menyusun
rancangan atau perencanaan pembangunan.

Pembangunan Berkelanjutan
Dilatarbelakangi oleh kesadaran kritis tentang semakin
terbatasnya sumberdaya alam yang tersedia dan
kebutuhan manusia yang terus
meningkatmengharuskan pendekatan pemanfaatan
SDA yang efisien.
Pembangunan dituntut untuk memperhatikan
keberimbangan dan keadilan antar generasi
(intergenerational equity)
Sustainable development=konsep pembangunan yang
dapat memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa
mengorbankan generasi yang akan datang.

Sejak kapan ada konsep pembangunan


berkelanjutan?
Publikasi laporan our common future oleh
world commision on environmental and
development, dipimpin oleh GH Bruntland di
tahun 1987.
Selanjutnya konsep ini dipertegas di KTT Bumi
1992 (UN Conference on environmental
Development, UNCED) di Rio de Janeiro.

Seperti apa konsepnya?


Serageldin (1996)
menawarkan model a
triangular framework,
yaitu keberlanjutan
secara ekonomi, sosial,
dan ekologi
Institusi
Spangenberg (1999)
menambahkan dimensi
kelembagaan (institution)
sebagai dimensi
keempat, sehingga
disebut prism of
sustainability

Ekonomi

Pembangunan
berkelanjutan

Ekologi

Sosial

Beberapa Isu Utama Pengembangan


Wilayah di Dunia Ketiga
Dualisme Ekonomi: Sektor ekonomi modern vs
sektor ekonomi tradisional teknologi
modern vs teknologi tradisional pasar uang
terorganisir vs pasar uang tidak terorganisir
berkaitan pula dengan aspek wilayah.
Lingkaran Kemiskinan (vicious circle)
Kebocoran modal keluar wilayah (regional
leakages)

Vicious Circle (nurkse, 1953)